Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Demam reumatik ialah sindrom klinis sebagai akibat infeksi Streptococcus


beta hemolyticus grup A, dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu poliartritis
migrans akut, karditis, korea minor, nodul subkutan dan eritema marginatum.1
Demam Rematik merupakan penyebab utama penyakit jantung didapat pada
anak usia 5 tahun sampai dewasa muda di negara berkembang dengan keadaan
sosial ekonomi rendah dan lingkungan buruk.1
Saat ini diperkirakan insidens demam reumatik di Amerika Serikat adalah 0,6
per 100.000 penduduk pada kelompok usia 5 sampai 19 tahun. Insidens yang
hampir sama dilaporkan di negara Eropa Barat. Angka tersebut menggambarkan
penurunan tajam apabila dibandingkan angka yang dilaporkan pada awal abad ini,
yaitu 100-200 per 100.000 penduduk.2
Sebaliknya insidens demam reumatik masih tinggi di negara berkembang.
Data dari negara berkembang menunjukkan bahwa prevalensi demam reumatik
masih amat tinggi sedang mortalitas penyakit jantung reumatik sekurangnya 10 kali
lebih tinggi daripada di negara maju. Di Srilangka insidens demam reumatik pada
tahun 1976 dilaporkan lebih kurang 100-150 kasus per 100.000 penduduk. Di India,
prevalensi demam reumatik dan penyakit jantung reumatik pada tahun 1980
diperkirakan antara 6-11 per 1000 anak. Di Yemen, masalah demam reumatik dan
penyakit jantung reumatik sangat besar dan merupakan penyakit kardiovaskular
pertama yang menyerang anak-anak dan menyebabkan morbiditas dan mortalitas
yang tinggi. Di Yogyakarta pasien dengan demam reumatik dan penyakit jantung
reumatik yang diobati di Unit Penyakit Anak dalam periode 1980-1989 sekitar 25-
35 per tahun, sedangkan di Unit Penyakit Anak RS. Cipto Mangunkusumo tercatat
rata-rata 60-80 kasus baru per tahun.2,3
Insidens penyakit ini di negara maju telah menurun dengan tajam selama 6
dekade terakhir, meskipun begitu dalam 10 tahun terakhir ini telah terjadi
peningkatan kasus demam reumatik yang mencolok di beberapa negara bagian
Amerika Serikat. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa demam reumatik belum

1
2

seluruhnya terberantas, dan selalu terdapat kemungkinan untuk menimbulkan


masalah kesehatan masyarakat baik di negara berkembang maupun negara maju.2
Suatu faktor penting yang mempengaruhi insidens demam reumatik adalah
ketepatan diagnosis dan pelaporan penyakit. Sampai sekarang belum tersedia uji
spesifik yang tepat untuk menegakkan diagnosis demam reumatik akut. Maka dari
itu penulis tertarik untuk membuat referat mengenai demam reumatik sehingga
dapat mendiagnosis den menatalaksana penyakit ini dengan cepat dan tepat.