Anda di halaman 1dari 5

PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. KELOMPOK 1 (FAHMI AULIA RUSTAN)


PERTANYAAN :
Apa yang harus dilakukan auditor dalam mendeteksi permainan fraud tahap pelaksanaan dan
penyelesaian administratif pada investigasi pengadaan !
JAWABAN :
Untuk mendeteksi permainan fraud, auditor harus melakukan :
a. Pengecekan secara ruitn dan kunjungan mendadak
b. Me-review laporan inspeksi atau laporan laboratorium pengujian secara cermat
c. Uji produk di laboratorium independen
d. Review dokumen dan bandingkan dengan produk atau jasa yang diterima untuk
memastikan adanya kepatuhan.
e. Penilaian atas barang dan jasa yang diserahkan untuk memastikan bahwa ketentuan yang
disepakati telah dipenuhi, termasuk didalamnya pengendalian mutu.

2. KELOMPOK 2 (ANDI FIRDHAYANTI A. 02320150007)


PERTANYAAN :
Berikan alasan mengapa seorang auditor menggunakan teknik komputer forensik dalam
menganalisis sebuah kasus?
JAWABAN :

Ada banyak alasan-alasan untuk menggunakan teknik komputer forensik:


 Dalam kasus hukum, teknik komputer forensik sering digunakan untuk menganalisis
sistem komputer milik terdakwa ( dalam kasus pidana ) atau milik penggugat ( dalam
kasus perdata ).
 Untuk memulihkan data jika terjadi kegagalan atau kesalahan hardware atau software.
 Untuk menganalisa sebuah sistem komputer setelah terjadi perampokan, misalnya untuk
menentukan bagaimana penyerang memperoleh akses dan apa yang penyerang itu
lakukan.
 Untuk mengumpulkan bukti untuk melawan seorang karyawan yang ingin diberhentikan
oleh organisasi.
 Untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana sistem komputer bekerja untuk tujuan
debugging, optimasi kinerja, atau reverse-engineering.

3. KELOMPOK 4 (SAHRINA 02320150139)


PERTANYAAN :
Kapan computer forensic harus dilakukan, dan berikan contoh kasusnya !
JAWABAN :
 Komputer forensic harus dilakukan ketika sebuah kasus sulit dipecahkan secara analog,
harus menggunakan perangkat digital contohnya seperti rekonstruksi perkara insiden
keamanan komputer, upaya pemulihan kerusakan sistem, pemecahan masalah yang
melibatkan hardware ataupun software, dan dalam memahami sistem atau pun berbagai
perangkat digital agar mudah dimengerti, maka untuk menganalisis semua itu harus
digunakan yang namanya computer forensic.
 Contoh kasus :
Contoh kasus IT Forensik yang ditangani oleh Ruby Alamsyah yang saat ini telah
menjadi salah seorang ahli IT Forensik yang terkenal di Indonesia. Kebetulan kasus ini
menjadi kasus pertama yang ia tangani yaitu kasus artis Alda, yang dibunuh di sebuah
hotel di Jakarta Timur. Untuk tahap awal ia menganalisa video CCTV yang terekam di
sebuah server. Server itu memiliki hard disc. Kemudian ia memeriksanya untuk
mengetahui siapa yang datang dan ke luar hotel. Sayangnya, saat itu kepedulian terhadap
digital forensik dapat dikatakan belum ada sama sekali. Jadi pada hari kedua setelah
kejadian pembunuhan, Ruby ditelepon untuk diminta bantuan menangani digital forensik.
Sayangnya, kepolisian tidak mempersiapkan barang bukti yang asli dengan baik. Barang
bukti itu seharusnya dikarantina sejak awal, dapat diserahkan kepada Ruby bisa kapan
saja asalkan sudah dikarantina. Dua minggu setelah peristiwa, alat tersebut diserahkan
kepada Ruby, tapi saat diperiksa alat tersebut ternyata sejak hari kedua kejadian sampai
diterima masih berjalan merekam. Akhirnya tertimpalah data yang penting karena CCTV
di masing-masing tempat/hotel berbeda settingnya. Akibat tidak waspada, barang bukti
pertama tertimpa sehingga tidak berhasil diambil datanya.

4. KELOMPOK 5 (SRI REJEKI)


PERTANYAAN :
Apakah ada aturan atau undang-undang yang mengatur tentang komputer forensik?
JAWABAN :

UU ITE
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2008
TENTANG
INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

Pasal 2
Undang-Undang ini berlaku untuk setiap Orang yang melakukan perbuatan hukum
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah hukum
Indonesia
maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum
Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia.

Pasal 3
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan berdasarkan asas
kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, iktikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau
netral teknologi.

Pasal 4
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan
untuk:
a) mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia;
b) mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan
kesejahteraan masyarakat;
c) meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik;
d) membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap Orang untuk memajukan pemikiran
dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal
mungkin dan bertanggung jawab; dan
e) memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan
penyelenggara Teknologi Informasi.

5. KELOMPOK 6 (DWI AGUSTINA AMIR)


PERTANYAAN :
Bagaimana sistem pengadaan di Indonesia agar berfungsi dengan baik? Apakah ada syarat
untuk melakukan sistem pengadaan?
JAWABAN :
 Caranya, Pejabat pengadaan wajib melakukan pascakualifikasi (proses penilaian
kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya)
sehingga menghasilkan pejabat yang bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakan
jabatan, serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan mengikutsertakan
sebanyak¬banyaknya penyedia barang/jasa.
 Iya, ada. Syaratnya yaitu :
1. Pengadaan Langsung dilaksanakan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pengadaan. (pasal 16
ayat (3) Perpres 70/2013
2. Pengadaan langsung dilakukan dengan metode prakualifikasi, tetapi metode
prakualifikasi tidak berlaku untuk pengadaan langsung barang. (Pasal 56 ayat (4a)
Perpres 70/2012).
3. Pengadaan Langsung dilaksanakan berdasarkan harga yang berlaku di pasar, bukan
berdasarkan harga ketetapan gubernur/bupati. (Pasal 39 ayat (2) Perpres 70/2012)
4. Untuk pengadaan langsung barang yang nilainya sampai dengan Rp10.000.000,-
(sepuluh juta rupiah) dapat dilakukan dengan cara pembelian / pembayaran langsung
kepada Penyedia / pedagang. (Pasal 57 ayat (5) huruf a Perpres 70/2012
5. Untuk pengadaan langsung barang yang nilainya sampai dengan Rp50.000.000,-
(lima puluh juta rupiah) dapat dilakukan dengan cara pembelian / pembayaran
langsung kepada Penyedia / pedagang. (Pasal 57 ayat (5) huruf a Perpres 70/2012)

6. KELOMPOK 7 (RISTY MARTASARI 02320150019)


PERTANYAAN :
Software apa sja yg digunakan dalam komputer forensic ?
JAWABAN :

Berikut contoh Software tools forensik, yaitu :


 Viewers (QVP http://www.avantstar.com dan http://www.thumbsplus.de)
 Erase/Unerase tools: Diskscrub/Norton utilities)
 Text search utilities (search di http://www.dtsearch.com/)
 Drive imaging utilities (Ghost, Snapback, Safeback,…)
 Forensic toolkits. Unix/Linux: TCT The Coroners Toolkit/ForensiX dan Windows:
Forensic Toolkit
 Disk editors (Winhex,…)
 Forensic acquisition tools (DriveSpy, EnCase, Safeback, SnapCopy,…)
 Write-blocking tools (FastBloc http://www.guidancesoftware.com) untuk memproteksi
bukti-bukti.
 Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk analisis digital adalah Forensic Tools
Kit (FTK) dari Access Data Corp (www.accesdata.com).