Anda di halaman 1dari 4

1.

Inti Sel (Nukleus)


a. Pengertian Nukleus
Nukleus berasal dari kata Latin, yang berarti kernel (biji). Nukleus adalah organel
berbentuk bola hanya ditemukan dalam sel eukariotik. Inti sel atau nukleus adalah
organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar
materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk
kromosom bersama dengan beragam jenis protein. Gen di dalam kromosom-
kromosom inilah yang membentuk genom inti sel.
Nukleus merupakan organel terbesar sel, dengan ukuran diameter antara 10-20 nm.
Nukleus memiliki bentuk bulat atau lonjong. Hampir semua sel memiliki nukleus,
karena nukleus ini berperan penting dalam aktivitas sel, terutama dalam melakukan
sintesis protein. Namun ada beberapa sel yang tidak memiliki nukleus antara lain sel
eritrosit dan sel trombosit. Pada kedua sel ini aktivitas metabolisme terbatas dan tidak
dapat melakukan pembelahan.
Biasanya sebuah sel hanya memiliki satu nukleus saja, yang terletak di tengah.
Namun ada sel-sel yang memiliki inti lebih dari satu yaitu pada sel parenkim hati dan
sel otot jantung, yang memiliki dua buah nukleus. Adapun pada sel otot rangka
terdapat banyak nukleus.
b. Fungsi Nukleus
Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan
mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga
berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi
mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat
terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana
ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Berikut adalah daftar fungsi penting yang dilakukan oleh inti sel :
a. Penyimpanan materi herediter, gen dalam bentuk helai DNA yang panjang dan
tipis (asam deoksiribonukleat), disebut sebagai kromatin.
b. Penyimpanan protein dan RNA (asam ribonukleat) dalam nukleolus.
c. Inti adalah sebuah situs untuk transkripsi di mana RNA duta (mRNA) yang
diproduksi untuk sintesis protein.
d. Pertukaran molekul keturunan (DNA dan RNA) antara inti dan bagian lain dari
sel.
e. Selama pembelahan sel, khromatin disusun ke dalam kromosom dalam inti.
f. Produksi ribosom (pabrik protein) dalam nukleolus.
g. Transportasi selektif dan energi molekul melalui pori-pori inti.
h. Mengelola gen-gen dan mengontrol aktivitas sel.
i. Berperan penting dalam proses pembelahan sel,
j. Memproduksi mRNA
k. Tempat mensintesis ribosom,
l. Tempat terjadinya replikasi dan transkripsi DNA,
m. Mengatur gerak ekspresi gen. mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus
dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
n. Ketika inti mengatur integritas gen dan ekspresi gen yang juga disebut sebagai
pusat kontrol sel. Inti berisi semua materi genetik dari suatu organisme seperti
kromosom, DNA, gen, dll.

c. Struktur Nukleus
Nukleus memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan sebuah sel. Peranan
nucleus dalam hal ini adalah untuk mengatur dan mengontrol segala aktifitas
kehidupan sel serta membawa informasi genetik yang diturunkan ke generasi
berikutnya. Informasi genetik ini disimpan dalam suatu molekul polinukleutida yang
disebut DNA (Deoxyribonucleic acid). DNA pada umumnya tersebar di dalam
nucleus sebagai matriks seperti benang yang disebut kromatin. Ketika sel akan
memulai membelah, kromatin akan berkondensasi membentuk struktur yang lebih
padat dan memendek yang selanjutnya disebut kromosom. Kromosom tersusun atas
molekul DNA dan protein histon. Struktur di dalam nucleus yang merupakan tempat
berkonsentrasinya molekul DNA adalah nucleolus (anak inti.). Nucleolus berperan
sebagai tempat terjadinya sintesis molekul RNA (Ribonucleic acid) dan ribosom.
RNA merupakan hasil salinan DNA yang akan ditransfer ke sitoplasma untuk
diterjemahkan menjadi rantai asam amino yang disebut protein.
Nucleus dapat menjalankan fungsi di atas karena memiliki struktur sebagai berikut :
a. Membran nucleus
Membrane sel inilah yang membedakan antara sel eukaripotik dengan sel prokariotik,
dimana pada sel prokariotik tidak ada membrane sel.
Melalui membrane sel inilah nucleus dapat mengeluarkan berbagai macam RNA dan
sub unit ribosom ke sitoplasma karena memiliki struktur sebagai berikut:
Dalam mikroskop elekron menunjukkan bahwa membrane nucleus memiliki 2 lapis
membrane unit pararel yang dipisahkan oleh celah sempit berukuran antar 40-70 nm
yang disebut sisterna perinukleus atau intermembran space. Bersama-sama, pasangan
membrane inti serta celah diantarnya merupakan selaput inti. Setiap lapis membrane
strukturnya sama dengan struktur membrane organel yang lain, yaitu adanya
pospolipid bilayer. Membrane luar dari selaput inti berhubungan langsung dengan
sistem membrane sitoplasma yang dikenal dengan reticulum endoplasma. Karena itu
membrane luar inti dan reticulum memiliki satu ciri sama yaitu keduanya ditaburi
oleh ribosom, yang merupakan organel yang berperan dalam sintesis protein.
Dalam membrane nucleus terdapat lamina fibrosa yaitu struktur protein yang
berhubungan erat dengan selaput inti, yang variasi ketebalannya antar 80-300nm
tergantung dari sel yang diamati, namun pori membrane nucleus tidak ditutupi oleh
struktur ini. Lamina fibrosa terdiri dari 3 lapis polipeptida , disebut lamin, yang
merupakan bagian dari matriks inti. Lamin inilah yang akan berperan saat pembelah
sel. Saat fase telofase lamin inti akan terfosforilasi dan saat telofase pori dan lamin
akan mengalami defosforilasi yaitu lamina inti terbentuk kembali. Maka pada saat
profase membrane nucleus akan hilang akibat dari terfosforilasinya lamin.
Dalam membrane nucleus terdapat pori inti yang menyediakan jalan diantara inti dan
sitoplasma. Pori ini begaris tengah rata-rata 70nm. Pori ini tidak terbuka namun
dijembatani oleh sebuah membrane kedap electron berupa diafragma protein lapis-
tunggal. Struktur ini lebih tipis dari membrane yang membentuk selaput inti.
Permeabilitas inti terhadap molekul sangat bervariasi namun semua pori permeable
terhadap beberapa molekul misalnya mRNA, protein sitoplasma. Berikut struktur dari
pori pada membrane nucleus.
b. Kromatin
Kromatin pada saat interfase tampak sebagai butir-butir yang tersebar pada seluruh
inti tanpa adanya benang-benang kromosom. Namun sebaliknya, jika inti sel sedang
bermitosis buti-butir kromatin tidak terlihat dan akan tampak benang-benang
kromosom. Istilah kromosom diperuntukan bagi kromatin yang membentuk
gambaran sebagai batang-batang halus saat pembelahan sel. Kromosom tersusun atas
molekul DNA (16%), RNA (12%) dan nucleoprotein (72%). Nukleoprotein sendiri
tersusun atas berbagai jenis protein, yaitu protamin, histon, nonhiston dan berbagai
enzim di antaranya polymerase DNA dan RNA.
Karena memiliki komatin inilah maka nukleus berfungsi sebagai imformasi genetik
serta pengendali seluruh kegiatan sel. Pengendali seluruh kegiatan sel, karena dalam
nukleus terdapat kromatin yang didalamnya terdapat DNA, melalui DNA inilah
protein disintesis dengan bantuan RNA dan enzim. Protein merupakan molekul yang
sangat penting bagi sel dan tubuh kita, karena enzim , hormon dan antibodi
memerlukan protein
c. Nukleolus
Struktur nucleolus (anak inti) akan terlihat di bawah pengamatan mikroskop electron
sebagai sebuah atau lebih bangunan basofil yang berukuran lebih besar daripada
ukuran butir-butir kromatin.
Nukleolus merupakan tempat berlangsungnya transkripsi gen yang dari proses
tersebut didapatkan molekul rRNA. rRNA adalah salah satu jenis RNA yang
merupakan materi penyusun ribosom. Molekul rRNA yang baru terbentuk segera
dikemas bersama protein ribosom untuk dikeluarkan dari inti sel. Transkripsi molekul
rRNA di dalam nucleolus menjamin terbentuknya molekul ribosom yang ada di
dalam sitoplasma. Untuk kebutuhan tersebut, maka di dalam anak inti terdapat
sejumlah potongan-potongan DNA (rDNA) yang ditranskripsi menjadi rRNA secara
berulang-ulang dan berjalan sangat cepat dengan bantuan enzim RNA polymerase I.
Potongan-potongan DNA tersebut dinamakan nucleolar organizer. Kandungan RNA
dalam anak inti jika dibandingkan dengan bagian lain dari inti sel adalah tidak tetap,
yaitu diperkirakan 5%-20%. Berikut gambar dari nucleolus
d. Nukleoplasma
Nukleoplasma merupakan substansi transparan, semi solid (agak padat), yang terletak
di dalam nukleus. Komposisi tersusun dari asam, nukleat (DNA & RNA), yang
merupakan materi genetik, protein dan garam-garam mineral.
1) Asam Nukleat
Asam terdapat dalam dua bentuk, yaitu : asam dioksiribosa (DNA) dan ribosa (RNA).
Biasanya dalam nukleus kedua asam nukleat ini bergabung dengan protein yang
disebut nukleuprotein. Banyaknya DNA dalam nukleus bervariasi. Misalnya pada
nukleus sel salamander (Amphibia) mengandung DNA lebih banyak dibandingkan
dengan nukleus sel mamalia.
2) Protein Nukleus
Jenis protein yang terdapat pada nukleus (Nukleuprotein) yaitu, protamin dan histon.
Selain kedua jenis protein ini pada nukleus terdapat protein lain yang bersifat asam,
yaitu: nonhiston protein dan enzim nukleus
3) Garam-garam Mineral
Nukleus mengandung sejumlah kofaktor, prekursor dan mineral NAD, ATP, dan
acetil CoA. Hasil analisis abu nukleus mengandung unsur fosfor kalium, natrium,
kalsium dan magnesium. Fosfor banyak terdapat pada nucleolus.

Daftar Pustaka
Rochmah, S. N., Sri Widayati, Mazrikhatul Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XII.
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 282.
Yuwono, Triwibowo. 2005. Biologi Molekuler. Jakarta: Penerbit Erlangga