Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS MENGENAI DAMPAK

LINGKUNGAN

TUGAS METODE DALAM PENYUSUNAN DOKUMEN


ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN

NAMA : PANDEGA
NPM : 15315299
KELAS : 3TA01

JURUSAN TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2018
1. Metode Pengumpulan Data Komponen Lingkungan
A. Metode Pengumpulan Data komponen Abiotik
1. Komponen iklim
Parameter komponen iklim yaitu tipe iklim, suhu, kelembaban, curah hujan,
hari hujan kekuatan dan arah angin.
2. Komponen hidrologi
Parameter komponen hidrologi adalah debit air permukaan dan air tanah,
sedimen, kualitas air permukaan dan air tanah, drainase limpasan (run off),
infiltrasi, perlokasi dan evatranspirasi.
3. Komponen tanah
Parameter komponen tanah yaitu erodibilitas tanah, kedalaman tanahm profil
tanah, sifat kimia dan sifat fisika bakteriologis dari tanah.
4. Udara
Parameter dari komponen udara adalah arah dan kecepatan angin, cuaca,
tekanan udara, penguapan dan kualitas udara.
5. Fisiografi, Geomorfologi dan lahan
Penelitian fisiografi dititik beratkan pada evaluasi bentuk penggunaan lahan
dan proses sedimentasi. Geomorfologi merupakan suatu komponen
lingkungan parameternya antara lain bentuk topografi, sudut lereng, dan
bekas bencana banjir.
6. Hidrooceanografi
Merupakan ilmu yang menyangkut dua ilmu yang cakupannya luas yaitu
hidrologi dan oceanografi. Pada dasarnya hidrologi dibagi menjadi empat
cabang ilmu yaitu:
1. Potamologi yaitu hidrologi yang mempelajari air dipermukaan
tanah yang berupa aliran-aliran permukaan.
2. Limnologi yaitu hidrologi yang mempelajari air didanau
termasuk rawa.
3. Geohidrologi yaitu hidrologi yang mempelajari air di bawah
permukaan tanah.

B. Metode pengumpulan data Komponen Biotik


1. Transek
Metode pencuplikan contoh populasi suatu ekosistem dengan pendekatan
petak contoh yang berada pada garis yang ditarik melewati wilayah ekosistem
tersebut.
2. Pengumpulan data sekunder
Menurut Sugiyono data sekunder adalah data yang tidak langsung
memberikan data kepada peneliti, misalnya penelitian harus melalui orang
lain atau mencari melalui dokumen.
3. Pengamatan lapangan
Pengamatan lapang yaitu mengamati langsung berbagai hal atau kondisi yang
ada di lapangan.
4. Analisis vegetasi
Cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi
atau masyarakat tumbuh-tumbuhan.
5. Analisis satwa liar
Cara mempelajari susunan (komponen jenis) dan bentuk (struktur) satwa liar.

2. Metode Analisis Dampak Lingkungan


Berdasarkan cara ditetapkannya dampak Warner dan Bromley (1974)
membuat klasifikasi metode AMDAL yaitu:
1. Metode Ad Hoc
Metode Ad Hoc adalah metode yang sedikit sekali memberikan
pedoman kepada tim. Metode ini tidak membagi lingkungan ke dalam komponen
lingkungan yang mendetail namun hayan membagi bidang dampak yang lebih luas.
Metode Ad Hoc sangat sederhana dan tidak mempunyai acuan tertentu sehingga
hasilnya tidak konsisten antara satu penelitian dengan penelitian lainnya.
Prosedur Ad Hoc melibatkan suatu tim ahli yang pendugaannya
mengenai suatu dampak menurut keahliannya masing-masing digabungkan. Misalnya
untuk suatu rencana pembuatan jalan raya, maka kemungkinan dampak yang perlu
diperhatikan dan ahli yang mengkajinya.

2. Metode Overlays
Metode Overlays merupakan pendekatan yang sering digunakan dalam
tata guna lahan/ landscape. Metode ini dibentuk melalui pengunaan secara tumpang
tindih (seri) suatu peta yang masing-masing mewakili faktor penting lingkungan atau
lahan. Pendekatan teknik overlays efektif digunakan untuk seleksi dan identifikasi
dari berbagai jenis dampak yang muncul. Kekurangan dari teknik ini adalah ketidak
mampuan dalamkuantifikasi serta identifikasi dampak (relasi) pada tigkat sekunder
dan tersier.
Overlays dibentuk oleh satu set peta transparan yang masing-masing
mempresentasikan distribusi spasial suatu karakteristik lingkungan (contoh: kepekaan
erosi). Informasi untuk variable acak harus dikumpulkan terlebih dahulu sebgai
standar unit geografis di dalan suatu area studi, dan dicatat pada satu rangkaian peta
(satu untuk masing-masing variable). Peta ini kemudian di overlay untuk
menghasilkan suatu peta gabungan. Hasil peta gabungan memperlihatkan karakter
fisik area, social, ekologis, tata guna lahan dan karakteristik lain yang berkaitan
dengan lokasi yang diusulkan. Untuk menyelidiki derajat/ tingkatam dari dampak,
alternative proyek yang lain dapat ditempatkan pada peta akhir.

3. Metode Checklist
Metode Checklists merupakan metode dasar untuk mengembangkan
metode lain, metode ini sangat sederhana, berbentuk daftar komponen lingkungan
yang digunakan untuk menentukan komponen mana yang akan terkena dampak.
Metode Checklists merupakan metode yang lebih baik dibandingkan
dengan metode Ad Hoc karena telah ada susunan aktivitas kegiatan proyek dan
komponen lingkungan. Metode ini telah berkembang dari yang paling sederhana
hingga yang kompleks.

4. Metode Matriks
Metode matriks adalah metode yang menggunakan daftar uji
(checklist) dua dimensi, yaitu daftar horizontal yang membuat acuan kegiatan
pembanguan yang potensial menimbulkan dampak dan dafta vertical yang memuat
daftar komponen lingkungan hidup yang mungkin terkena dampak.
Beberapa metode matriks interksi yang sangat terkenal antara lain;
a. Metode Leopold
Identifikasi dampak lingkungan hari proyek ditulis dalam interaksi antara
aktivitas dan komponen lingkungan.
b. Metode Matriks dari Moore
Keistimewaan dari metode ini adalah dampak lingkungan dilihat dari
sudut dampak pada kelompok daerah yang sudah atau sedang
dimanfaatkan manusia yang dapat digambarkan sebagai proyek
pembanguan lainnya.

5. Metode Netwoks
Metode Network (skema aliran/ flowchart/ bagan alir) merupakan
metode berupa susunan daftar aktivitas proyek yang saling berhubungan dan
komponen-komponen lingkungan yang terkena dampak. Kemudian dari kedua daftar
tersebut disusun lagi hingga dapat menunnjukan aliran dampak yang dimulai dari
suatu aktivitas proyek.
Susunan aliran dampak menggambarkan adanya dampak langsung dan
tidak langsung serta hubungan antar komponen lingkungan, sehingga dapat
mengevaluasi dampak secara keseluruhan, dapat dicari aktifitas pokok mana yang
harus dikemdalikan.
6. Metode Modifikasi dan Kombinasi
Bentuk modifikasi dan kombinasi dari kelima metode tersebut untuk
mengurangi kelemahan tim maupun metode amdal, disesuaikan dengan proyek yang
akan dikerjakan, hasil penilaian tim dan pertimbangan lain.

Komparasi Metode-metode Amdal


1. Metode Overlays
Kelebihan
- Dalam melakukan evaluasi, pemilihan alternatif dan mengidentifikasi
dampak tertentu.
Kekurangan
- Perlu peta tamatik yang banyak padahal di Indonesia peta jenis tersebut
sulit diperoleh.
- Perlu keahlian khusus dalam menginterprestasikan peta hasil overlay.
- Evaluasi dampak sulit dikuantifikasi.
- Perlu biaya yang mahal.

2. Metode Checklist
Kelebihan
- Metode ini sederhana untuk dilakukan, adanyan pencatatan pada diskripsi
memung kinkan observer mengetahui konteks perrilaku secara lengkap.
Kekurangan
- Karena tidak memiliki standart khusus, item-item dalam pada
pengetahuan dan pengalaman para penyusun checklist.
- Checklist hanya merupakan “yes or no question”yang tidak dapat
menggambarkan secara rinci efisiensi dai suatu subsitem dalam projet
yang dilaksanakan.
- Checklist tidak dapat mengurutkan skala prioritas suatu hazard.

3. Metode Netwoks
Kelebihan
- Dapat menggambarkan adanya dampak langsung dan tidak langsung serta
hubungan antar komponen lingkungan.
Kekurangan
- Setiap orang dapat meyusun bentuk aliran dampak yang berbeda
tergantung tingkt keahlian dan pengalamannya.

4. Metode Ad hoc
Kelebihan
- Sangat sederhana, singkat, dan relatif mudah.
Kekurangan
- Tidak mempunyai acuan tertentu sehingga hasilnya tidak konsisten antara
satu penelitian dengan penelitian lainnya.

5. Metode Matriks
Kelebihan
- Hasil analisisnya bersifat kuantitatif.
3. Metode dan Teknik Identifikasi, Prediksi, Analisis,
Dan Interpretasi Dampak

Dalam melaksanakan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan


(AMDAL), kita memerlukan 3 tahapan yang sangat penting yaitu: Identifikasi,
Prakiraan dan Evaluasi Dampak. Ketiga tahapan tersebut diperlukan ketelitian dan
kerjasama tim penyusun dokumen ANDAL agar didapat suatu kesimpulan yang
akurat mengenai segi kelayakan lingkungan dari suatu usulan kegiatan/proyek.
Identifikasi dampak merupakan langkah awal dalam menentukan komponen
lingkungan apa saja yang terkena dampak serta menentukan komponen kegiatan apa
saja dari suatu usulan kegiatan/proyek yang menimbutkan dampak. Sedangkan
prakiraan dampak kita sudah menentukan besarnya dampak yang akan terjadi, baik
secara kualitatif maupun kuantitatif.
Dalam prakiraan dampak ini, bila besarnya melebihi atau di bawah baku mutu
yang telah ditentukan dianggap dampak penting. Sedangkan evaluasi dampak, kita
telah melakukan analisis secara terpadu keseluruhan komponen lingkungan yang
mengalami perubahan mendasar (dampak penting). Dari hasil evaluasi dampak
tersebut dapat diketahui kelayakan lingkungan suatu proyek, pengaruh proyek
terhadap masyarakat yang terkena dampak (kerugian dan manfaat), serta menjadi
dasar untuk menetapkan dampak-dampak negatif yang perlu dilakukan pengelolaan
dan dampak-dampak positif yang perlu dikembangkan/ditingkatkan.
Setelah dampak diidentifikasi dan diprediksi, maka untuk dapat diambil suatu
keputusan perlu dilakukan interprestasi dan evaluasi dampak. Khususnya evaluasi 3
dampak dimaksud untuk dapat mencapai 2 (dua) sasaran:
A. Memberikan informasi tentang komponen apa saja yang terkena
dampak dan seberapa besar nilai magnitude atau tingkat besaran
dampak itu terjadi. Demikian pula seberapa besar derajat pentingnya
dampak (nilai importance) terhadap komponen lingkungan yang
terkena dampak. Derajat kepentingan dampak dapat ditentukan dengan
menentukan dampak tersebut bersifat lokal, regional dan nasional yang
secara jelas seperti tertera dalam Keputusan Kepata Bapedal No. Kep-
056 Tahun 1994.
B. Memberi bahan untuk mengambil keputusan terutama komponen apa
saja yang terkena dampak. Sementara itu dengan informasi ini akan
dapat diputuskan macam dan jenis mitigasinya.

Lebih jauh dapat diketahui seluruh komponen yang terkena dampak serta
kapastian apakah ilmu pengetahuan dan teknologi mampu mencegah dan
menanggulangi dampak negatif yang muncul. Apabila IPTEK tidak mampu
menanggulangi dan mencegah dampak negatif, maka dapat diambil keputusan dengan
alternatif:
• Memindahkan rencana kegiatan pembangunan ke tempat lain atau
memindah lokasi,
• Mengganti peralatan atau mengganti proses pembangunan.

Sementara itu metode yang dipergunakan dalam pengukuran biasanya adalah cara-
cara kuantitatif. Metode yang akan dipergunakan harus dapat menjawab pertanyaan:
A. Apakah metode yang dipergunakan untuk mengukur dampak dapat
dikuantitatifkan. Untuk memberi gambaran dampak bila ada proyek
dan tidak ada proyek, atau mengukur perubahan lingkungan maka
cara-cara matematis sangat cocok dan mudah diLaksanakan.
B. Apakah cara-cara pengukuran yang dipakai sangat cocok apabila harus
digunakan untuk mengukur besaran dampak. Sementara itu cara
matematis ini lebih bersifat' obyektif bila dibanding dengan cara
deskriptif kualitatif yang lebih banyak bersifat subyektif.

Dasar Pengambilan Keputusan


1. Identifikasi
- Dampak penting hipotetik terhadap lingkungan hidup yang dipandang
relevan untuk ditelaah secara mendalam dalam studi ANDAL dengan
meniadakan hal-hal atau komponen lingkungan hidup yang dipandang
kurang penting untuk ditelaah.
- Lingkup wilayah studi ANDAL berdasarkan beberapa pertimbangan:
batas proyek, batas ekologis, batas sosial, dan batas administratif.
- Batas waktu kajian yang merupakan rentang waktu yang akan digunakan
sebagai dasar dalam melakukan prakiraan perubahan kualitas/kondisi
lingkungan tanpa adanya proyek dan dengan adanya proyek.
- Kedalaman studi ANDAL antara lain mencakup metode yang digunakan,
jumlah sampel yang diukur, dan tenaga ahli yang dibutuhkan sesuai
dengan sumber daya yang tersedia (dana dan waktu).
2. Prediksi
- Jumlah manusia yang terkena dampak.
- Luas wilayah persebaran dampak.
- Intensitas dan lamanya dampak berlangsung.
- Banyaknya komponen lain yang akan terkena dampak.
- Sifat kumulatif dampak.
- Berbalik atau tidak berbaliknya dampak.
- Analisis

Memahami kelebihan dan kelemahan dari tiap metode, baik fungsi maupun cara
kerjannya.
A. Penguasaan tipe dari aktivitas proyek yang akan di Amdal.
B. Penguasaan ciri dan sifat umum dan khusus dari zona lingkungan.
C. Pemahaman dampak penting yang akan terjadi melalui skopinng.
D. Pedoman yang diberikan oleh instansi yang bertangung jawab
E. Mengenai bentuk informasi yang diperlukan dan cara penyajiannya.
Interpretasi
- Hubungan sebab akibat antara rencana usaha dan/atau kegiatan dan rona
lingkungan hidup dengan dampak positif dan negatif yang mungkin
timbul.
- Apakah dampak penting baik positif atau negatif akan berlangsung terus
selama rencana usaha dan/atau kegiatan itu berlangsung nanti.
- Kelompok masyarakat yang akan terkena dampak negatif dan kelompok
yang akan terkena dampak positif.
- Kemungkinan seberapa luas daerah yang akan terkena dampak penting ini,
apakah hanya akan dirasakan dampaknya secara lokal, regional, nasional,
atau bahkan internasional, melewati batas negara Republik Indonesia.
- Analisis bencana dan analisis risiko bila rencana usaha dan/atau kegiatan
berada di dalam daerah bencana alam atau di dekat sumber bencana alam.
Daftar Pustaka

Peraturan Peraturan
1. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 2 Tahun 2000
2. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 08 Tahun 2006
3. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia
Nomor P.102/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2016
4. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 1994 Tentang :
Pedoman Umum Penyusunan Analisis Dampak Lingkungan
5. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2000 Tentang :
Panduan Penyusunan AMDAL Kegiatan Pembangunan Di Daerah Lahan
Basah

Website
1. https://karyatulisilmiah.com/metode-jalur-transect-lurus/
2. https://www.slideshare.net/fitri1mulyana/laporan-praktikum-analisis-vegetasi
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Wawancara
4. https://astekita.wordpress.com/2011/03/29/penentuan-dampak-dengan-
metoda-matriks/
5. https://www.academia.edu/6769569/AMDAL_03_METODE_AMDAL
6. http://qmunk2903.blogspot.co.id/2014/10/
7. https://hmtsunsoed.files.wordpress.com/2011/12/metode-non-matrik.ppt
8. http://ipina10.blogspot.com/2013/11/makalah-prakiraan-dampak-dalam-
amdal.html
9. http://irmajhe.blogspot.com/2016/12/faktorfaktor-yang-harus-diperhatikan.
html
10. https://id.wikipedia.org/wiki/Titrasi
11. http://pengertiandariarti.blogspot.co.id/search/?q=Pengertian+Dari+Pengukura
n+Lapangan
12. http://klikbelajar.com/umum/observasi-pengamatan-langsung-di-lapangan/
13. http://zetzu.blogspot.co.id/2010/12/metode-pengumpulan-data.html