Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN HASIL PENGAMATAN

KEGIATAN STUDY LAPANGAN di AGROTEKNOPARK JUBUNG JEMBER


2015/2016
FAMILI : Combretaceae

1. Nama Ilmiah : Terminalia catappa L.


2. Sinonim : Terminalia moluccanaLamk, Terminalia
procera Roxb dan Terminalia
latifolia Blanco.
3. Nama Lokal : Katapang Mini
4. Suku : Combretaceae
5. Marga : Terminalia
6. Perawakan Tumbuhan
a. Habitus : Pohon berukuran moderat, mudah gugur,
bentuk seperti pagoda.
b. Tinggi : Pohon ketapang mini memiliki
ketinggian 2,5 – 3 meter
c. Panjang Umur : Ketapang menggugurkan daun hingga
dua kali setahun, sehingga tumbuhan ini
bisa tahan menghadapi bulan-bulan yang
kering.
d. Adakah bagian lain selain akar ada : -
dalam tanah
e. Ekologi : Ketapang merupakan tumbuhan asli Asia
Tenggara dan umum ditemukan di
wilayah ini. Pohon ini cocok dengan
iklim pesisir dan dataran rendah hingga
ketinggian sekitar 400 m dpl, curah
hujan antara 1.000–3.500 mm pertahun,
dan bulan kering hingga 6 bulan.
f. Penyerbukan : Penyerbukan oleh Hewan
g. Pembiakan : Pembiakan secara Generatif atau dengan
buahnya ditanam di kebun pembibitan
karena biji batunya sulit dipisahkan dari
daging buahnya.

7. Akar
a. Susunan akar : Terminalia catappa L. termasuk ke
dalam akar tunggang yang bercabang
(ramosus), yaitu akar tunggang yang
berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus
ke bawah, bercabang-cabang banyak.
b. Akar yang mempunyai tugas atau : Memberi kekuatan yang lebih lagi
sifat khusus kepada batang dan juga daerah perakaran
menjadi sangat luas selain itu daya serap
terhadap air dan zat makanan menjadi
lebih besar.

8. Batang
a. Bentuk batang : Terminalia catappa L. merupakan batang
berkayu (lignosus), yaitu batang yang
keras dan kuat.
b. Permukaan batang : Batang sering berbanir pada pangkal,
pepagan coklat abu-abu tua, melekah,
cabang tersusun dalam deretan
bertingkat dan melintang.
c. Arah tumbuh batang : Terminalia catappa L. memiliki arah
tumbuh batang yang tegak lurus
(erectus), yaitu memiliki arah lurus ke
atas.
d. Percabangan : Terminalia catappa L. termasuk ke
dalam percabangan monopodial karena
batang pokoknya selalu tampak lebih
jelas maksudnya lebih besar dan lebih
panjang dari pada cabang-cabangnya.
Sedangkan untuk arah tumbuh
cabangnya, Terminalia catappa memiliki
cabang yang mendatar (horizontalis),
yaitu antara cabang dan batang pokok
memebentuk sudut 90°C.
e. Alat-alat lain : -

9. Daun
a. Jenis daun : Terminalia catappa disebut daun yang
tidak lengkap karena daunnya hanya
terdiri atas helaian daun (lamina) dan
tangkai daun (petiolus).
b. Bentuk / bangun daun : Terminalia catappa termasuk dalam daun
dengan bagian terlebar terdapat di atas
tengah-tengah helaian daun dengan
bentuk bangun daun bulat telur sungsang
(obovatus), yaitu seperti bulat telur tetapi
bagian yang terlebar terdapat dekat
ujung daun.
c. Ujung daun : Bentuk ujung daunTerminalia
catappa adalah tumpul (obtusus), yaitu
tepi daun yang semula agak jauh dari ibu
tulang, cepat menuju ke suatu titik
pertemuan hingga terbentuk suatu sudut
yang tumpul.
d. Pangkal daun : Pangkal daun Terminalia
catappa memiliki bentuk yang tumpul
(obtusus).
e. Susunan tulang belakang : Terminalia catappatergolong daun yang
bertulang menyirip (penninervis), yaitu
daun yang mempunyai satu ibu tulang
yang berjalan dari pangkal ke ujung dan
merupakan terusan tangkai daun.
f. Tepi daun : Tepi daun Terminalia catappa sendiri
memiliki tepi daun yang rata.
g. Daging daun : Terminalia catappa memiliki daging
daun yang seperti perkamen, yaitu tipis
tetapi cukup kaku.
h. Warna daun Daun Terminalia catappa berwarna
hijau. Namun pada musim kamarau atau
gugur warnanya berubah ada yang
berwarna kuning kecoklatan ada pula
yang berwarna merah kecoklatan.
 Atas : Hijau
 Bawah : Hijau
i. Permukaan daun
 Atas : Licin, halus
 Bawah : Licin, halus
j. Daun
 Panjang : 8 sampai 25 cm atau kurang dari 38 cm
 Lebar : 5 sampai 14 cm atau kurang dari 19 cm
k. Apendik : -
l. Filotaksis : -

10. Bunga
a. Jumlah bunga : Bunga-bunga berukuran kecil, terkumpul
dalam bulir dekat ujung ranting.
b. Infloresensi :
c. Bentuk bunga : Berbentuk piring atau lonceng.
d. Kelopak (calix)
 Jumlah : 5 kelopak
 Warna : Putih atau Krem
e. Tajuk bunga
 Jumlah : Bertajuk 5
 Warna : Putih Kehijauan
f. Benang sari : Bagian atas dengan bunga tidak
berkelamin atau bunga jantan.
g. Putik : Bagian bawah dengan bunga berkelamin
2 atau bunga betina.
h. Bakal buah : Buah pelok membulat telur atau
menjorong, agak pipih, hijau ke kuning.
i. Kedudukan : -
j. Jumlah ruang : -
k. Musim perbungaan : Musim penghujan

11. Buah
 Tipe buah : Bentuk dari buah pohon katapang ini
seperti buah almond.
 Warna : Buah katapang berwarna hijau tetapi
ketika tua warnanya menjadi merah
kecoklatan.
12. Lain-lain : Besar buahnya kira-kira 4 – 5,5 cm.
Kulit terluar dari bijinya licin dan
ditutupi oleh serat yang mengelilingi biji
tersebut.
13. Nama simplisia : -
14. Khasiat :  Pepagan dan daunnya, kadang-kadang
juga akar dan buah mudanya dipakai
secara lokal untuk penyamakan kulit
dan memberi warna hitam, dipakai
untuk mencelup kapas dan rotan dan
sebagai tinta.
 Kayunya berkualitas baik dan
digunakan untuk konstruksi rumah dan
kapal.
 Bijinya enak dimakan, dan
mengandung minyak yang tidak
berbau, mirip minyak almond.
Minyaknya dipakai sebagai pengganti
minyak almond yang sebenarnya untuk
meredakan radang rongga perut, dan
dimasak dengan daun, dalam
menyembuhkan lepra, kudis dan
penyakit kulit yang lain.
 Daging buahnya dapat dimakan, tetapi
berserat dan tidak enak walaupun
harum.
 Pohonnya ditanam di jalan raya dan
kebun sebagai naungan karena
perawakannya yang cocok, seperti
pagoda.
 Daunnya digunakan untuk rematik
pada sendi. Tanin dari pepagan dan
daunnya digunakan sebagai astringen
pada disentri dan sariawan. Juga
sebagai diuretik dan kardiotonik dan
dipakai sebagai obat luar pada erupsi
kulit.
15. Kandungan kimia : Asam palmitat telah diketahui
berpotensi sebagai anti kanker leukemia.
Kadar senyawa identifikasi metil
palmitat (35,63%), metil oleat (33,49%),
metil linoleat (24,49%), dan metal
stearat (4,66%), asam palmitat (29-39%)
dan asam stearat (4-10%) di dalam
bijinya.
Biji ketapang mengandung fosfor dengan
jumlah yang cukup signifikan (2200
μg/g berat kering), karbohidrat (78,14%
berat kering) dan lemak mentah (16,35%
berat kering). Selain itu, biji ketapang
juga mengandung magnesium, kalsium,
besi, seng, natrium dan mangan. Vitamin
A dan C juga terkandung dalam biji
ketapang sehingga dapat dijadikan
sebagai pelengkap nutrisi harian. Biji T.
catappa L. mengandung minyak sebesar
40,15 %. Ekstrak kloroform daun
ketapang mengandung senyawa fitol
(0,76%) dan 1-Nonadekena (6,77%).
Salah satu kandungan dalam
tanaman ketapang adalah minyak
atsiri. Senyawa hidrokarbon minyak
atsiri daun ketapang berwarna kuning
berbentuk seperti pasta pada suhu kamar
dengan bau khas ketapang dengan
rendemen 0,01%. Senyawa hidrokarbon
minyak atsiri daun ketapang mempunyai
indeks bias 1,4695 pada 200 C. Dalam
minyak atsiri teridentifikasi senyawa
oktadekana, n-heneikosana, n-dokosana,
dan tetrakosana. Kandungan minyak dari
T.cattapa 53,493 %.