Anda di halaman 1dari 5

IJTIHADB SEBAGAI SUMBER AJARAN ISLAM

BAB 1

A.Latar Belakang

B.Rumusan Masalah

1.APAKAH PENGERTIAN IJTIHAD?

2.APA SAJA FUNGSI IJTIHAD?

3.apakah dasar hokum ijtihad?

4.menyebutkan dan menjelaskan hokum ijtihad?

5.apa saja metode ijtihad?

C.Tujuan

1.memberikan penjelasan tentang pengertian dan fungsi ijtihad

2.MEMAPARKAN DASAR DASAR HUKUM IJTIHAD

3.MENJELASKAN HUKUM IJTIHAD SERTA MENGETAHUI METODE IJTIHAD

BAB2

A.PENGERTIAN IJTIHAD

SECARA ETIMOLOGI IJTIHAD BERASAL DARI KATA BAHASA ARAB


IJTAHADA,YAJTAHIDU,IJTIHADAN YANG BERARTI BERUSAHA,BERSUNGGUH
SUNGGUH,DAN SEBENARNYA .SECARA TERMINOLOGI IJTIHAD ADALAH BERPIKIR
KERSAS ATAU BERSUNGGUH SUNGGUH UNTUK MENGHASILKAN PENDAPAT
HUKUM ATAU BEBAGAI MASALAH YANG TIDAK SECARA JELAS YANG
DISEBUTKAN DALAM AL –QURAN.
DARI PENGERTIAN DI ATAS DAPAT DISIMPULKAN BAHWA IJTIHAD ADALAH
SUMBER HUKUM KETIGA YANG DIGUNAKAN UMAT ISLAM SEBAGAI PENENTU
HUKUM.ORANG YANG MEMBERIKAN IJTIHAD DISEBUT DENGAN
MUJTAHID,DAN MEMILIKI SYARAT-SYARAT TERTENTU.

B.FUNGSI IJTIHAD

1.Menciptakan suatu keputusan bersama antara para ulama dan ahli agama
(Mujtahid) untuk mecegah kemudaratan dalam penyelesaian suatu peristiwa yang
tidak di jelaskan secara eksplisit dalam al quran dan hadist.

2.tercapaiannya suatu kesepakatan dari hasil ijtihad yang tidak bertentangan


dengan al quran dan hadist.

3.tercapainya ketetapan hokum terhadap suatu persoalan ijtihadiyah atas


pertimbangan kegunaan dan kemamfaatan yang sesuai dengan tujuan syariat.

C.DASAR DASAR IJTIHAD

 Dalil alquran

1. dalil al quran surah an nisa ayat 83

2. dalil al quran surah asyu’arak ayat 38

3. dalil al quransurah al hasyad ayat 2

4. dalil al quran surah al baqarah ayat 59

5. dalil alquran surah an-nisa ayat 105

 Dalil hadits
1. hr muslim, ii, t,th,62.

D.HUKUM IJTIHAD

Ulama berpendapat bahwa jika seorang muslim dihadapkan pada suatu


peristiwa, atau ditanya tentang suatu masalah yang berkaitan dengan hokum
syara’, maka hokum ijtihad bagi orang tersebut wajib ain, wajib kifayah, sunnah,
atau haram, tergantung kepada kapasitas orang tersebut.

Pertama, bagi seorang muslim yang memenuhi kriteria mujtahid yang


diminta fatwa hokum atas suatu peristiwa yang terjadi dan ia khawatir peristiwa
itu akan hilang akan hilang begitu saja tanpa ada kepastian hukumnya, atau ia
sendiri yang mengalami peristiwa yang jelas hukumnya dalam nash, maka hokum
ijtihadnya menjadi wajib ain.

Kedua, bagi seorang muslim yang memenuhi kriteria mujtahid yang diminta
fatwa hokum atas suatu peristiwa yang terjadi dan ia tetap khawatir peristiwa itu
akan hilang akan hilang begitu saja tanpa ada kepastian hukumnya, dan pada saat
itu masih ada mujtahid lainnya, maka hukumnya adalah wajib kifayah.

Ketiga, hukum ijtihad menjadi sunah jika dilakukan atas persoalan-


persoalan yang tidak ada atau belum terjadi.

Keempat, hukum ijtihad menjadi haram dilakukan atas peeristiwa yang


sudah jelas hukumnya secara qath’i, baik dalam Alquran maupun sunah atau
ijtihad yang hukumnya telah ditetapkan secara kesepakatan ijma’. (Wahbah Al
juhaili 1978:498-9 dan Muhaimin dkk, 1994:187)

E.METODE IJTIHAD :

Dalam ijtihad juga memiliki beberapa metode yang telah disepakati oleh
ulama-ulama mujtahid.

 IJMAK
Ijmak adalah salah satu metode ijtihad yang dilakukuan para ulama dengan
cara berunding , diskusi, lalu akhirnya muncul suatu kesepakatan untuk
menyelesaikan suatu permasalahan namun tidak keluar dari kontek
pembahasan al quran dan hadist.Dan hasil dari ijmak tersebut disebut
dengan fatwa,dan fatwa inilah yang biasa diikuti oleh umat islam secara
umum.
 QIYAS
Qiyas adalah salah satu metode ijtihad yang berupaya mencari solusi
permasalahan dengan cara mencari persamaan antara masalah yang
sedang di hadapi dengan yang ada di dalam sumber agama (Al quran dan
Hadist).

 ISTIHSAN
Istihsan adalah bentuk metode ijtihad yang di lakukan oleh pemuka agama
untuk mencegah kemudaratan yang di dukung dengan argumen beserta
pakta yang tidak keluar dari al quran dan hadist.

 ISTISHAB
Istishab adalah upaya untuk menyelesaikan suatu masalah yang dilakukan
para pemuka agama dengan cara menetapkan hukum dari masalah
tersebut. namun, bila suatu hari nanti ada alas an yang sangat kuat untuk
mengubah ketetapan tersebut maka hukum tersebut dapat di ganti.

 MASLAHAH MURSALAH
Maslahah Mursalah yakni ijtihad yang di lakukan dengan cara memutuskan
permasalahan melalui berbagai pertimbangan yang menyangkut
kepentingan umat. Hal yang paling penting adalah menghindari hal
negative dan berbuat baik penuh manfaat.

 URF
Urf adalah ijtihad yang di lakukan untuk mencari solusi atas permasalahan
yang berhubungan dengan adat istiadat. Ijtihad ini mengatur bagaimana
menjalani adat istiadat yang tidak keluar dari syari’at islam (Haji Djarnawi
Hadikukusam, ijtihad)

BAB 3

A.PENUTUP

 KESIMPULAN
 DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Amin. 1997, Falsafat Kalam di Era Post Modernisme, Yogyakarta:


Pustaka Pelajar

Saifuddin Anshari ,Endang. 1978. Kuliah Al-Islam. Bandung; Pustaka Bandung

Razak, Nasrudin. 1989. Dienul Islam, Maarif Bandung.

Al-Ghazali,Zainab.1995. Menuju Kebangkitan Baru, Gema Insani Press Jakarta

Hadikukusam, Djarnaw. 1985. Ijtihad, dalam Amrullah Achmad dkk. (Editor),


Persepektif Ketegangan Kreatif dalam Islam,PLP2M Yogyakarta

Atang Abd.Hakim, dan Jaih Mubarok,2000,Metodologi Studi Islam, Bantung : PT


Remaja Pesdakarya,