Anda di halaman 1dari 65

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan hak azazi di dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal
28 ayat 1, dan Undang-Undang No. 23 tahun 1992 sebagai investasi yang perlu
diupayakan, diperjuangkan, serta ditingkatkan oleh setiap individu, serta
komponen bangsa.
Sesuai dengan misi pendidikan tenaga kesehatan yang bertujuan
meningkatkan mutu lulusan tenaga kesehatan,meningkatkan kemitraan, serta
kemadirian dan institusi pendidikan kesehatan dalam melaksanakan kurikulum
pendidikan tenaga kesehatan, yang salah satunya adalah kebidanan komunitas,
dan kerawatan keluarga. Ilmu kebidanan komunitas membahas mengenai konsep
dasar komonitas, kebijakan pemerintah dalam menanggulangi masalah kesehatan
utama di indonesia, dan Asuhan Kebidanan Komunitas.
Proses pembelajaran yang terjadi tidak hanya di dalam kelas saja. Tetapi ,
lebih ditekankan pada penerapan di masyarakat sebagi salah satu tujuan
dilaksanakanya kurikulum program pendidikan tenaga kesehatan khususnya pada
Mata Kuliah Ilmu Kebidanan Komunitas.
Salah satu proses belajar mengajar yang dilaksanakan di luar kelas adalah
Praktik Kerja Lapangan (PKL) berupa praktik Kebidanan Komunitas, dan
Keperawatan Keluarga. Praktik Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas, serta
Keperawatan Keluarga merupakan wadah yang tepat untuk mengaplikasikan
pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperoleh pada peroses belajar
mengajar di dalam kelas.
Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Kebidanan Komunitas ,serta
Keperawatan Keluarga ini Mahasiswi diharapkan mampu menerapkan apa yang
telah dipelajari di bangku kuliah, serta perbedaan antara ilmu yang dipelajari

1
dengan di lapangan, Mampu berperan serta dalam kegiatan kemasyarakatan yang
memotivasi masyarakat untuk berperan serta dalam program kebijakan
pemerintah di bidang kesehatan.
Strategi pendekatan pelaksanaan yang digunakan dalam praktik manajeen
Kebidanan Komunitas adalah beroriantasi pada program kerja PUSKESMAS,
yaitu program Prilaku Hidup Bersih,dan Sehat (PHBS), Oprasionalisasi Desa
Siaga, dan Primary Health Caer (PHC) yang lebih memfokuskan pada upaya
membangkitkan peran serta masyarakat, penyadaran akan pentingnya Prilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), peningkatan pengetahuan masyarakat dalamhal
kesehatan sehingga masyarakat mampu mengenal masalah kesehatanya sendiri
yang bisa memberi kontribusi bagi pencapaian Indonesia Sehat di tingkat
keluarga,dan juga masyarakat.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswi mendapatkan kopetensi dalam menerapakan Asuhan
Kebidanan Komunitas guna menunjang program PUSKESMAS yang
mencakup pembinaan, pelayanan kesehatan masyarakat, serta untuk
meningkatkan kualitas hidup individu, keluara, kelompok resio tinggi,
kelompok khusus, rujukan, home care yangada di komunitas.

1.2.2 Tujuan Khusus


Setelah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang
komprehensif Magasiswi mampu:
a. Meningkatkan pengetahuan, dan kesadaran masyarakatdi wilayah Desa
KIMAK RT 04 RW 07 tentang pentingnya kesehatan.
b. Meningkatkan kewaspadaan, dan kesiap- siagaan masyarakat terhadap
resiko, dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan
(wabah, bencana, kegawat daruratan dan sebagainya).

2
c. Meningkatkan prilaku keluarga untuk melaksanakan Prilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS).
d. Meningkatkan kesehatan lingkungan kesehatan di wilayah Desa
KIMAK RT 04 RW 07
e. Meningkatkan kemampuan,,dan kemauan masyarakat untuk menolong
diri sendiri di bidang kesehatan.
f. Melaksanakan penyuluhan kesehtan kepada masyarakat sebagai saah
satu upaya dalam mengatasi masalah yag di hadapi oleh masyarakat.

1.3. Peserta Dan Pembimbing


1.3.1 Peserta
Peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas, dan
Keperawatan Keluarga adalah mahsiswi program Studi D3 Kebidanan
STIKES Permata Nusantara Sungailiat angkatan VII.

1.3.2 Pembimbing
Pembimbing praktik adalah dosen atau mentor dari STIKES Permata
Nusantara Sungailiat, Ketua RT 04 RW 07, Serta Pembibing dari lahan
praktik (PUSKESMAS, dan intansi terkait).

1.4 Tempat Dan Waktu


1.4.1 Tempat
Adapun tempat plaksanaan Praktik Kerja Lapangan Kebidanan
Komunitas,dan kperawatan Keluarga dilaksanakan di Wilayah Desa
KIMAK RT 04 RW 07 Kecematan Merawang.

1.4.2 Waktu
Waktu pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 2
minggu dimulai dari hari senin,12 febuari sampai dengan 24 febuari 2018.

3
1.5 Manfaat
1.5.1 Bagi Peserta
a. Memperoleh pengalaman nyata dalam kehidupan bermasyarakat
khususnya dalam Desa Siaga, dan penggerakan masyarakat untuk
mengatasi permasalahan kesehatanya sendiri dikaitkan dengan
pelayanan manajemen Kebidanan Komunitas.
b. Mampu mengenal budaya, bahasa, adat kebiasan masyarakat Desa
KIMAK sehari-hari.
c. Memperoleh kenangan yang tak terlupakan, menjadi media
pendewasaan karakteristik, dan budi pekerti Mahasiswi sebagai bekal
bekerja.

1.5.2 Institusi Pendidikan


a. Bagi dosen pengelola program Kebidanan Komunitas, diharapkan
mampu memperoleh gambaran bagaimana cara penyelenggaraan,dan
pengelolaan manajemen Kebidanan Komunitas.
b. Dilihat dari outputnya,dapat menjadikan lulusanya menjadi
pengalaman,dan wawasan yang lebih komprehensif, holistik adaptif
terhadap situasi, serta kondisi yang berbeda dari tempat asalnya.

1.5.3 Lingkungan wilayah Desa KIMAK


Meningkatkan pengetahuan, dan prilaku masyarakatdi Wilayah Desa
KIMAK pada umunya, dan RT binaan khususnya RT 04 RW 07 dalam
bidang peningkatan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), membantu
masyarakat dalam mendapatkan data status kesehatan, serta data umum
lainya untuk kepentingan tingkat lingkungan Desa KIMAK Kecamatan
Merawang.

4
1.6 Metode
Metode praktik dalam Kebidanan Komunitas adalah metode Diskriptif yakni
suatu metode penulisan yang dilaksanakan dengan tujuan utama untuk membuat
gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Dengan menggunakan tehnik
pengumpulan data berupa :
a. Wawancara
Untuk memperoleh data, penyusun melakukan tanya jawab langsung
dengan keluarga. Wawancara dilakukan sesuai dengan format pengkajian.

b. Observasi
Dilakukan dengan pengamatan, pengkajian secara langsung, serta
berkesinambungan terhadap hal – hal yang berkaitan dengan permasalahan
masyarakat

c. Tinjauan Literatur
Metode ini digunakan untuk mencari,mempelajari, menganalisa, dan
mengumpulkan bahan – bahan dari buku ilmiah, majalah bahan kuliah, serta
catatan lain yang dibutuhkan, dan berkaitan dengan penyusunan laporan ini.

1.7 Sistematika Penulisan Laporan


Penyusunan laporan akir Kebidanan Komunitas di Wilayah Desa KIMAK RT
04 RW 07 Kecamatan Merawang, terdiri dari :

Bab I Pendahuluan terdiri atas : latar belakang, tujuan praktikum, peserta dan
pembimbing, tempat dan waktu praktikum, manfaat, metode, serta sistematika
penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI terdiri atas : Kebidanan Komunitas dan


Keperawatan Keluarga.

5
Bab Ill Tinjauan Lapangan terdiri atas : lokasi praktikum, visi mis, monografi,
kondisi sosial, ekonomi masyarakat, pendidikan, serta agama.

Bab IV Proses Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komunitas terdiri atas


pengkajian, hasil tabulasi data, analisa SWOT, identifikasi masalah, masalah
kebidanan, prioritas masalah, diagnosa kebidanan, PoA (Planning of Actio),
impelementasi dan evaluasi.

Bab V Pembahasan

Bab VI,terdiri atas : kesimpulan dan saran.

6
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Kebidanan Komunitas


Kebidanan komunitas adalah memberikan asuhan kebidanan kepada
masyarakat baik individu,keluarga,kelompok dan masyarakat yang terfokus pada
kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), kesehatan reproduksi
termasuk usia wanita adiyuswa secara puripurna.
Kebidanan komunitas masyarakat adalah suatu pelayanan yang
merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh bidan
dengan mengikutsertakan team kesehatan lainnya, dan masyarakat untuk
memperoleh tingkat kesehatan lebih tinggi dari individu, keluarga serta
masyarakat (Departemen kesehatan).
Kebidanan komunitas adalah seorang ahli kesehatan masyarakat yang
membuat batasan sampai ini relevan, yakni public health atau kesehatan
masyarakat dalam ilmu seni mencegah melaluiupaya pengorganisasian
masyarakat
1. Kelompok-kelompok masyarakat yang terkoordinir
2. Perbaikan kesehatan lingkungan
3. Mencegah dan memberantas penyakit menular
4. Memberikan pendidikankesehatan kepada masyarakat atau perorangan
5. Dilaksanakan dengan mengkoordinir tenaga kesehatan dalam satu wadah
pada pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu menumbuhkan swadaya
masyarakat untuk peningkatan derajat kesehatan secara optimal.

7
2.2 Tujuan Kebidanan Komunitas
Tujuan kebidanan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan
kesehatan masyarakat melalui upaya:
2.2.1 Palayanan kebidanan secara langsung terhadap individu,
keluarga,kelompok dalam konteks komunitas
2.2.2 Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (Health
General Community) dam mempertimbangkan bagaimana masalah atau
isu kesehatan masyarakat dapat mempengaruh keluarga,individu dan
kelompok yang mempunyai kemampuan untuk:
a. Mengidentikasi masalah kesehatan yang dialami
b. Menetapkan masalah kesehatan dam memprioritas masalah tersebut
c. Merumuskan serta memecahkan masalah
d. Menggulangi masalah kesehatan yang mereka alami
e. Mengevaluasi sejauh mana pemecahan masalah yang mereka hadapi,
yang akhirnya dapat meningkatkan kesehatan secara mandiri

2.3 Ciri-Ciri Kebidanan Komunitas


1. Perpaduan antara pelayanan kebidanan dengan kesehatan komunitas
2. Adanya kesinambungan pelayanan kesehatan
3. Focus pelayanan pada upaya promotif dan preventif\
4. Terjadi proses ahli peran dari bidan komunitas kepada klien
(individu,keluarga,kelompok dan masyarakat sehingga terjadi
kemandirian
5. Ada kemitraan komunitas dengan masyarakat dalam upaya
kemandirian klien
6. Memerlukan kerjasama

8
2.4 Sasaran Kebidanan Komunitas

Seluruh masyarakat termasuk individu,keluarga dan kelompok baik


yang sehat maupun yang sakit khususnya mereka yang berisiko tinggi dalam
masyarakat.
2.4.1 Individu

Individu adalah anggota keluarga sebagai kesatuan utuh


dariaspek biologi ,psikologi,social dan spiritual. Maka peran bidan
adalah membantu agar individu dapat memenuhi kebutuhan dasarnya
karena kelemahan fisik,mental yang dialami keterbatasan
pengetahuan, serta kurangnya kemampuan menuju kemandirian.
2.4.2 Keluarga

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri


atas kepala keluarga,anggota keluarga lainnya yang berkumpul, tinggal
dalam satu rumah tangga karena pertalian darah, ikatan perkawinan
atau adopsi antara keluarga satu dengan yang lainnya saling tergantung
dan berinteraksi. Bila salah satu atau beberapa anggota keluarga
mempunyai masalah kesehatan maka, akan berpengaruh terhadap
anggota lainnya, serta keluarga yang ada di sekitarnya. Dari
permasalahan tersebut, maka keluarga merupakan focus pelayanan
kesehatan yang strategis :
a. Keluarga sebagai lembaga yang perlu diperhitungkan
b. Keluarga mempunyaiperan utama dalam pemeliharaan kesehatan
seluruh anggota keluarga
c. Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan
d. Keluarga sebagai tempat pengambilan keputusan dalam bidang
kesehatan

9
e. Keluarga merupakan perantara yang efektif dalam berbagai usaha-
usaha-usaha kesehatan masyarakat
2.4.3 Kelompok khusus
yaitu sekumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis
kelamin,umur,permasalahan,kegiatan yang terorganisasi dan sangat
rawan terhadap masalah kesehatan antara lain;
a. Kelompok khusus dengan kebutuhan kesehatan khusus sebagai
akibat perkembangan dan pertumbuhan seperti : ibu hamil,bayi
baru lahir,anak balita,anak usia sekolah dan usia lansia atau usia
lanjut
b. Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan
pengawasan dan bimbingan serta asuhan kebidanan antara lain:
kasus penyakit kelamin tuberculosis,AIDS,kusta dan lain-lain.

2.5 Ruang Lingkup Kebidanan Komunitas


2.5.1 Upaya Promotif
Untuk meningkatkan kesehatan individu,keluarga,kelompok dan
masyarakat dengan jalan :
a. Penyuluhan kesehatan masyarakat
b. Peningkatan gizi
c. Pemeliharaan kesehatan perorangan,lingkungan dan olahraga
teratur
d. Rekreasi serta pendidikan seks
2.5.2 Upaya Preventif
Untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan kesehatan
individu,keluarga,kelompok dan masyarakat melalui kegiatan:
a. Imunisasi missal terhadap bayi dan anak balita
b. Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui
posyandu,puskesmas maupaun kunjungan rumah

10
c. Pemberian vitamin A, iodium melalui posyandu,puskesmas, atau
dirumah
d. Pemeriksaan,pemeliharaan kesehatan,nifas dan menyusui
2.5.3 Upaya Kreatif
Untuk merawat dan mengobati anggota-anggota keluarga,kelompok
yang menderita penyakit atau masalah kesehatan melalui:
a. Perawatan orang sakit di rumah ( Home Care ).
b. Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari
puskesmas, dan Rumah sakit.
c. Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah,ibu
bersalin,dan nifas.
d. Perawatan tali pusat bayi baru lahir.
2.5.4 Upaya Rehabilitatif
Upaya pemulihan kesehatan bagi penderita yang dirawat di rumah
yang menderita penyakit sama,seperti :
a. Latihan fisik bagi yang mengalami gangguan fisik, seperti :
penderita kusta, patah tulang, dan kelainan bawaan.
b. Latihan fisik tertentu bagi penderita – penderita penyakit tertentu :
TBC, latiahan nafas dan batuk, penderita stroke melalaui
fisioterapi.
2.6 Prinsip Kebidanan Komunitas

Yang harus menjadi prinsip dalam melaksanakan kebidanan


komunitas haruslah memepertimbangkan :
2.6.1 Kemanfaatan
Interverensi atau pelaksanaan yang dilakukan harus memberikan
manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas yang artinya ada
keseimbangan antara manfaat, dan kerugian.

11
2.6.2 Autonomi
Dalam kebidanan komunitas diberikan kebebasan untuk melakukan
memilih alternative yang terbaik, dan hanya disediakan untuk
komunitas.
2.6.3 Keadilan
Dalam pengertiannya melakukan upaya atau tindakan sesuai dengan
Kemampuan atau kapasitas komunitas.

2.7 Tingkat pencegahan Dalam Kebidanan Komunitas


Kebidanan Komunitas merupakan bentuk pelayanan asuhan yang
berfokus pada kebutuhan dasar komunitas yang berkaitan dengan kebiasaan
atau pola prilaku masyarakat untuk berdaptasi dengan lingkungan internal,
dan eksternal.

2.8 Interverensi Kebidanan Komunitas


1. Pendidikan Kesehatan / Kebidanan komunitas.
2. Mendemonstrasikan keterampilan dasar yang dapat dilakukan di
komunitas.
3. Interverensi kebidanan yang memerlukan keahlian bidan,seperti :
melakukan konseling pada remaja,wanita usila,pasangan yang akan
menikah, dan lain- lain.
4. Kerjasama lintas program, dan lintas sektoral dalam mengatasi masalah
kesehatan di komunitas.
5. Rujukan kebidanan, dan non kebidanan apabila diperlukan.

12
2.9 Sistem Rujukan

Adalah suatu sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang


melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbale balik terhadap satu kasus
penyakit atau masalah kesehatan secara vertical maupun horizontal pelayanan
kesehatan masyarakat terdiri dari 3 bentuk, yaitu :
2.9.1 Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama ( Primary Health Care )
Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan untuk masyarakat
yang sakit ringan, dan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan
kesehatan mereka atau promosi kesehatan. Oleh karena itu, jumlah
kelompok ini di dalam suatu populasi sangat besar ( Lebih kurang 85
% ), pelayanan yang diperlukan oleh kelompok ini bersifat pelayanan
kesehatan dasar ( basic Health service ), atau juga merupakan
pelayanan kesehatan primer atau utama ( Primary Health Care ).
Bentuk pelayanan ini di Indonesia adalah puskesmas yaitu puskesmas
pembantu,Puskesmas keliling dan balkesmas.
2.9.2 Pelayanan Kesehatan Tingkat Kedua ( Secondary Health Service )
Pelayanan kesehatan jenis ini diperlukan oleh kelompok
masyarakat yang memerlukan perawatan inap yang sudah tidak dapat
ditangani oleh pelayanan kesehatan primer. Bentuk pelayanan ini
misalnya : rumah sakit tipe C dan D yang memerlukan tersedianya
tenaga- tenaga spesialis.
2.9.3 Pelayanan Kesehatan Tingkat Ketiga ( Tertiary Health Service )
Pelayanan kesehatan ini diperlukan oleh kelompok masyarakat
atau pasien yang tidak dapat ditangani oleh pelayanan kesehatan
sekunder, pelayanan sudah komplek, dan memerlukan tenaga – tenaga
super spesialis.

13
2.10 Peran Bidan Komunitas

Berikut ini adalah peran bidan komunitas, yaitu :


2.10.1 Pemberi Pelayanan Kesehatan ( Provider )

Memberi pelayanan keperwatan secara langsung dan tidak


langsung kepada klien ( Individu, keluarga , kelompok, dan
masyarakat ) dengan menggunakan asuhan kebidanan.
2.10.2 Pendidikaan

Memberikan pendidikan kesehatan kepada kelompok keluarga


yang beresiko tinggi, kader kesehatan, dan lain-lain.
2.10.3 Pengelola

Mengelola(Merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan,


dan mengevaluasi ) pelayanan kebidanan,baik secara langsung
maupun tidak langsung,dan menggunakan peran aktif masyarakat
dalam kegiatan komunitas.
2.10.4 Konselor

Memberikan Konseling / bimbingan kepada kader, keluarga


dan masyarakat tentang masalah kesehatan komunitas sesuai proiritas.
2.10.5 Advokat

Peran Bidan sebagai penasehat telah di definisikan oleh


Kohnke (1980 ) adalah kegiatan memberikan informasi .dan sokongan
kepada seseorang sihingga mampu membuat keputusan yang
terbaik,dan memungkinkan bagi dirinya.Sokongan dapat berupa
dorongan secara verbal atau keterlibatan berdiskusi dengan petugas
kesehatan lain, instansi atau anggota keluarga dalam
melindungi,memfasilitasi keluarga, dan masyarakat dalam pelayanan
kebidanan komunitas.

14
2.10.6 Kolaborator / Koordinator

Kolaborasi dengan disiplin ilmu lain, baik lintas – program


maupun lintas sektoral.

2.11 Perencana

Peran Bidan di komunitas sebagai perencana, yaitu dalam bentuk


perencanaan pelayanan kebidanan individu keluarga,serat berpartisipasi dalam
perencanaan program di masyarakat luas untuk suatu kebutuhan tertentu yang
ada kaitanya dengan kesehatan.
2.12 Peneliti

Melakukan penelitian untuk mengembangkan kebidanan komunitas.


2.13 Kebidanan Keluarga

2.13.1 DEFINISI
Keluarga merupakan lingkungan social yang sangat dekat hubungannya
dengan seseorang. Di keluarga itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal,
berintraksi satu dengan yang lain, dibentuknya nilai –nilai, pola pemikiran,
kebiasaannya, berfungsi sebagai saksi budaya luar, dan mediasi hubungan anak
dengan lingkungannya ( Busard,dan Ball, 1966)
Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui
pertalian darah adopsi atau perkawinan ( WHO,1969 ).
Keluarga adalah suatu ikatan atau persekutuan hidup atas dasar
perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau
seorang laki-laki-laki atauseorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau
tanpa anak,baik anaknya sendiri atau adopsi dan tinggal dalam satu rumah
tangga(sayekti,1994).
Dari beberapa pengertian di atas maka, dapat disimpulkan secara umum bahwa
keluarga terjadi jika ada:

15
1. Ikatan atau persekutuan (perkawinan atau kesepakatan
2. Hubungan darah atau adopsi atau kesepakatan.
3. Ada peran masing-masing anggota keluarga
4. Tinggal bersama dalam satu atap (serumah).
5. Ikatan emosional(setiadi,2008)

2.14 Tipe Keluarga

Keluarga yang memerlukan pelayanan kesehatan berasal dari berbagai macam


pola kehidupan. Sesuai perkembangan social maka,tipe keluarga berkembang
mengikutinya. Agar dapat mengupayakan peran serta keluarga dalam meningkatkan
derajat kesehatan perlu juga mengetahui tipe keluarga, seperti :
2.14.1 Tipe Keluarga Tradisional
a. The Nuclear Family (keluarga inti), yaitu : yang terdiri dari suami
istri,dan anak (kandung atau angkat).
b. The Dyad Family, yaitu : suatu rumah tangga yang terdiri dari suami istri
tanpa anak.
c. Keluarga Usilla, yaitu : keluarga terdiri dari suami dan istri yang sudah
usia lanjut, sedangkan anak sudah memisahkan diri.
d. The Childless, yaitu: keluarga tanpa anak karena terlambat menikah bisa
disebabkan karena mengejar karir atau pendidikan.
e. The Extended Family, yaitu: keluarga yang terdiri dari keluarga inti
ditambah keluarga lain, seperti paman,bibi,kakek,nenek dan lain-lain
f. Single Parent, yaitu: keluarga yang terdiri dari satu orang tua dengan anak
(kandung atau angkat). Kondisi ini dapat disebabkan oleh perceraian atau
kematian.
g. Maltigeneration Family, yaitu: beberapa generasi atau kelompok umur
yang tinggal bersama dalam satu rumah.

16
h. Commuter Family, yaitu: kedua orang tua bekerja diluar kota dan bias
berkumpul pada hari minggu atau libur saja.
i. Kin – network Family, yaitu: beberapa keluarga yang tinggal bersama
atau saling berdekatan dan menggunakan barang-barang pelayanan seperti
dapur dan sumur yang sama
j. Blended Family, yaitu: keluarga yang dibentuk dari janda atau duda
danmembesarkan anak dari perkawinan sebelumnya.
k. Single Adult Living Alone, yaitu: sutu rumah tanggayang terdiri satu
oarng dewasa.
2.14.2 Tipe keluarga Non-Tradisional
a. The Unmarried Teenage Mother, yaitu: keluarga yang terdiri satu oarng
dewasa terutama ibu dan anak darihubungan tanpa nikah.
b. The step Parent Family,Yaitu: keluarga dengan orang tua tiri
c. Commune Family, yaitu : lebih dalam satu keluarga tanpa pertalian darah
yang hidup serumah.
d. The Non Marrital heterosexual Cohabiting Family, yaitu keluarga yang
hidup bersama, berganti-ganti pasangan tanpa menikah.
e. Gay And Lesbian Family, yaitu: seseorang yangmempunyai persamaan
sex tinggal dalam satu rumah sebagaimana pasangan suami istri.
f. Cohabitating Couple, yaitu : orang dewasa yang hidup bersama diluar
ikatan perkawinan karena alas an tertentu.
g. Group Marriage Family, yaitu: beberapa oarng dewasa yang merasa saling
menikah berbagi suatu termasuk sex dan membesarkan anak.
h. Group Network Family, yaitu: beberapa keluarga inti yang dibatasi oleh
norma,aturan hidup berdekatan,saling menggunakan barang yang sama
dan bertanggung jawab membesarkan anak.
i. Foster Family,yaitu: keluarga yang menerima anak yang tidak ada
hubungan saudara untuk waktu sementara.

17
j. Homeless Family, yaitu: keluarga yang terbentuk tanpa perlindungan yang
permanen karena keadaan ekonomi atau problem kesehatan mental.
k. Gang, yaitu: keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang
mencari ikatan emosional, berkembang dalam kekerasan dan criminal

2.15 Ciri-Ciri Keluarga


2.15.1 Ciri-ciri keluarga
a. Keluarga merupakan hubungan perkawinan.
b. Keluarga berbentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan
hubungan perkawinan yang disengaja,dibentuk atau dipelihara.
c. Keluarga mempunyai system,tata nama(Numenclatur) termasuk
perhitungan garis keturunan.
d. Keluarga mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggota-
anggotanya berkaitan dengan kemampuan untuk mempunyai
keturunan dan membesarkan anak.
e. Keluarga merupakan tempat tinggal keluarga atau rumah tangga
2.15.2 Ciri-ciri keluarga Indonesia
a. Mempunyai ikatan yang sangat erat dengan dilandasi semangat
gotong royong.
b. Dijiwai oleh nilai kebudayaan ketimuran.
c. Umumnya dipimpin oleh suami meskipun proses pemutusan
dilakukan secara musyawah (setiadi,2008)
2.16 Peranan Keluarga

Peran adalah sesuatu yang diharapkan secara normatif dari seseorang dalam
situasi tertentu agar dapat memenuhi harapan-harapan. Peranan keluarga
menggambarkan seperangkat prilaku interpersonal,sifat,kegiatan yang berhubungan
dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu.setiap anggota keluarga mempunyai
peran masing-masing,antara lain:

18
2.16.1 Ayah
Sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai pencari
nafkah,pendidik,pelindung,pemberi rasa aman bagi anggota keluarga dan juga
sebagai anggota masyarakat kelompok social.
2.16.2 Ibu

Sebagai pengurus rumah tangga,pengasuh,pendidik anak-


anak,pelindung keluarga sebagai pencari nafkah tambahan keluarga dan juga
sebagai anggota masyarakat kelompok social.

2.16.3 Anak

Berperan sebagai perilaku psikososial sesuai dengan perkembangan


fisik,mental,sosialdan spiritual.
2.17 Struktur Keluarga
2.17.1 Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam
beberapa generasi dimana hubungan itu disusun dari jalur garis ayah.

2.17.2 Matrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari dari sanak saudara sedarah
dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun dari jalur garis ibu.

2.17.3 Matrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah


istri

19
2.17.4 Patrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tingga bersama keluarga sedarah


suami
2.17.5 Keluarga kawinan

Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi Pembina keluarga dan
beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya
hubungan dengan suami atau istri.
2.18 Fungsi Pokok Keluarga
2.18.1 Fungsi Afektif
Adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengerjakan segala sesuatu
untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang
lain.
2.18.2 Fungsi Sosialisasi
Adalah fungsi mengembangkan dan tempat melatih anak untuk
berkehidupan social.
2.18.3 Fungsi Reproduksi
Adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga
kelangsungan keluarga.
2.18.4 Fungsi Ekonomi
Keluarga berfungsi memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi.
2.19 Fungsi kebidanan atau pemeliharaan kesehatan

Yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan keluarga agar tetap


memiliki produktifitas tinggi (friedman, 1998)
Menurut uu no. 10 tahun 1992 , dan PP No 21 tahun 1994 secara umum fungsi
keluarga adalah sebagai berikut:

20
2.20.1 Fungsi keagamaan
Membina norma ajaran agama sebagai dasar dan tujuan hidup seluruh
anggota keluarga.
2.20.2 Fungsi Budaya
Membina tugas-tugas keluarga sebagai lembaga untuk meneruskan
norma-norma budaya masyarakat dan bangsa yang ingin
dipertahankan.
2.20.3 Fungsi cinta kasih
Menumbuh kembangkan potensi kasih saying yang telah adaantar
anggota keluarga kedalam symbol-simbolnyata secara optimal dan
terus menerus.
2.20.4 Fungsi perlindungan
Memenuhi rasa aman anggota keluarga baik dari rasa tidak aman yang
timbul dari dalam maupun dari dalam keluarga.
2.20.5 Fungsi reproduksi
Membina hubungan keluarga sebagai wahana pendidikan reproduksi
sehat baik anggota keluarga maupun bagi keluarga sekitarnya.
2.20.6 Fungsi Sosialisasi
Menyadari,merencanakan,menciptakan,lingkungan keluarga sebagai
wahana pendidikan,sosialisasi anak pertama dan utama.
2.20.7 Fungsi Ekonomi
Melakukan kegiatan ekonomi baik diluar maupun didalam lingkungan
keluarga dalam rangka menopang kelangsungan dan perkembangan
kehidupan keluarga.
2.20.8 Fungsi pelestarian lingkungan
Membina kesadaran,sikap dan praktek pelestarian lingkungan intern
keluarga.

21
2.21 Tugas Keluarga Dalam Bidang Keluarga

Sesuai pemeliharaan kesehatan,keluarga mempunyai dibidang kesehatan yang


perlu dipahami dan dilakukan,Freeman, (1981) membagi 5 tugas keluarga dalam
bidang kesehatan yang harus dilakukan,yaitu :
1. Mengenal masalah kesehatan setiap anggotanya.
2. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi
keluarga.
3. Memberikan keperawatan anggotanya yang sakit atau yang tidak dapat
membantu dirinya sendiri karena cacat atau usianya yang terlalu muda.
4. Mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan
perkembangan kepribadian anggota keluarga.
5. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga
kesehatan untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada
(setiadi,2008).
2.22 Praktek Kebidanan Kesehatan Di Tingkat Masyarakat
2.22.1 Tingkat individu

Bidan memberi pelayanan kesehatan kepada individu dengan kasus


tertentu.
2.22.2 Tingkat Keluarga

Di tingkatkan ini sasaran pelayanan untuk keluarga adalah salah satu


dari anggota keluarga menderita sakit. Perhatian bidan ditujukan kepada
keluarga dengan memfungsikan sekeluarga upaya dapat:
a. Mengenal masalah kesehatan untuk melakukan tindakan yang
tepat.
b. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat.
c. Memberikan asuhan kepada anggotanya.

22
d. Mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan
kesehatan dan perkembangan kepribadian-kepribadian anggota
keluarga.
e. Mempertahankan hubungan timbale balik antara keluarga dan
lembaga kesehatan(memanfaatkan fasilitas kesehatan).

2.19.1 Tingkat masyarakat

Pada tingkat inipelayanan kesehatan masih tetap ditujukan pada


individu atau keluarga tetapi,lihat dalam satu kesatuan
masyarakat,penanggulangan yang direncanankan dan dilaksanakan adalah
dalam tingkat masyarakat (setiyadi,2008)
2.23 Peran Bidan Dalam Asuhan Kebidanan Keluarga
1. Pengenal kesehatan bidan membantu keluarga untuk mengenal
penyimpanan dari keadaan normal tentang kesehatannya dengan
menganalisa data secara objektif serta membuat keluarga sadar akan
akibat masalah tersebut dalam perkembangan keluarga.
2. Pemberi pelayanan pada anggota keluargayang sakit dengan memberikan
asuhan kebidanan kepada anggota keluarga yang sakit.
3. Koordinasi pelayanan kesehatan dan kesehatan keluarga.
4. Fasilitator yaitu dengan cara menjadikan pelayanan kesehatan itu mudah
di jangkau oleh keluarga dan membantu mencarikan jalan pemecahannya.
5. Pendidik kesehatan,yaitu untuk merubah prilaku keluarga dari prilaku
tidak sehat menjadi sehat
6. Penyuluhan dan konsultan yang berperan dalam memberikan petunjuk
tentang asuhan kebidanan dasar dalam keluarga.
2.24 Fungsi-Fungsi Kebidanan Keluarga

Membantu keluarga menyelesaikan masalah kesehatan dengan peningkatan


kesanggupan kelurga melakukan fungsi dan tugas bidan kesehatan keluarga.

23
2.25 Perawatan Kesehatan Keluarga

Kesehatan keluarga adalah tingkat kesehatan masyarakat yang ditujukan atau


dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau kesatuan yang dirawat dengan sehat
sebagai tujuan melalui asuhan sebagai saran/penyalur.
2.25.1 Urgensi kebidanan keluarga dalam konteks pembangunan kesehatan
a. Keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan untuk memenuhi
tugasnya dalam setiap fase perkembangan.
b. Tingkat kesehatan individu berkaitan dengan kesehatan keluarga dan
sebaliknya.
c. Tingkat fungsional keluarga sebagai unit terkecil dari komunitas dapat
mempengaruhi derajat kesehatan system di atasnya.
2.25.2 Paradigma kebidanan

Manusia adalah makhluk psikososial dari spiritual yang utuh dan unik.
Dalam arti merupakan suatu kesatuan utuh dari aspek jasmani,rohani dan unik
karena mempunyai berbagai macam kebutuhan sesuai dengan tingkat
perkembangannya (konsorsium Ilmu Kesehatan,1992).
Manusia selalu berusaha untuk memahami kebutuhannya melalui
berbagai upaya antara lain dengan selalu belajar dan mengembangkan
sumber-sumber yang diperlukan sesuai dengan potensi dan kemampuan yang
dimilikinya. Dalam kehidupan sehari-hari,manusia secara terus menerus
menghadapi perubshsn lingkyngan dan selalu berusaha beradaptasi terhadap
pengaruh lingkungan. Dimensi menusia sebagai satu kesatuan utuh antara
aspek fisi,intelektual,emosional,social cultural,spiritual dan lingkungan.
a. Individu sebagai klien

Individu adalah anggota keluarga yang unik sebagai kesatuan utuh dari
aspek biologi,psikologi,social dan spiritual. Peran bidan pada individu sebagai
klien. Pada dasarnya memenuhi kebutuhan dasarnya mencakup kebutuhan

24
biologi, social, psikologi dan spiritual karena adanya kelemahan fisik,mental,
keterbatasan, pengetahuan, kurang kemauan menuju kemandirian klien.
b. Keluarga sebagai klien

Keluarga merupakan sekelompok individu yang berhubungan erat


secara terus menerus dan terjadi interaksi satu sama lain baik secra perorangan
maupun secara bersama-sama, didalam lingkungannya sendiri atau
masyarakat secara keseluruhan . keluarga dalam fungsinya mempengaruhi dan
lingkup kebutuhan dasar manusia dapat dilihat pada hirarki Kebutuhan Dasar
Maslow, yaitu : kebutuhan fisiologis, rasa aman dan nyaman, dicintai dan
mencintai, harga diri, serta aktualisasi diri.
Beberapa alasan yang menyebabkan keluarga merupakan salah satu focus
pelayanan kebidanan, yaitu :
1. Keluarga adalah unitutama dalam masyarakat dan merupakan lembaga
yang menyangkut kehidupan masyarakat.
2. Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan, mencegah,
memperbaiki atau mengabaikan masalah kesehatan milai dari awal sampai
pada penyelesaiannya akan dipengaruhi keluarga. Keluarga mempunyai
peran utama dalam pemeliharaan kesehatan seluruh anggota keluarga.
3. Masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan . penyakit pada salah
satu anggota keluarga akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga
tersebut. Peran-peran dari anggota keluarga akan mengalami perubahan,
bila salah satu anggota menderita sakit. Disisi lain status kesehatan dari
klien juga sebagian akan ditentukan oleh kondisi keluarganya.
4. Masyarakat Sebagai Klien
5. Kasatuan Hidup Manusia
Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat
istiadat tertentu yang bersifat terus menerus, dan terikat oleh suatu identitas
bersama.

25
Cirri-cirinya :
a. Interaksi antar warga
b. Diatur oleh adat istiadat,norma,hokum dan peraturan yang khas.
c. Suatu komunitas dalam waktu
d. Identitas yang kuat mengikat semua warga
2.26 Kesehatan

Sehat didefinisikan sebagai kemampuan melaksanakan peran,dan fungsi


dengan efektif (person). Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada
kreatifitas,konstruktif dan produktifitas. Menurut H.L.Bloom ada 4 faktor yang
mempengaruhi kesehatan, yaitu :
1. Keturunan
2. Perilaku
3. Pelayanan kesehatan
4. Lingkungan

Sehat merupakan tujuan dalam pemberian pelayanan kebidanan, dimana kondisi


sehat atau sakit berada dalam suatu rentang dari kondisi sehat optimal sampai dengan
status kesehatan yang terendah yaitu kematian dan kondisi normal berada ditengah
(taylor C, dkk).
2.27 Lingkungan

Lingkungan dalam paradigm kesehatan berfokus pada lingkungan masyarakat,


dimana lingkungan dapat mempengaruhi status kesehatan manusia. Lingkungan
disini meliputi lingkungan fisik ,psikologis,social budaya dan lingkungan spiritual.
Untuk memahami hubungan lingkungan dengan kesehatan masyarakat
(individu,keluarga,kelompok dan masyarakat) dapat digunakan model segitiga agen –
hospes – lingkungan atau agant – host – environment triangle model yang
dikemukakan oleh (leavell,1965) dimana ketiga komponen saling berhubungan dan

26
dapat berpengaruh terhadap status kesehatan penduduk. Prinsip dasar dalam praktek
perawatan kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut :
a. Keluarga adalah unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
b. Sasaran terdiri dari,individu,keluarga,kelompok dan masyarakat.
c. Dengan kesehatan bekerja masyarakat bukan bekerja untuk masyarakat
d. Pelayanan kesehatan yang diberikan lebih menekankan pada upaya
promotif,preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitative.
e. Dasar utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat adalah meggunakan
pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam proses kesehatan.
f. Kegiatan ubukan dirumah kesehatan masyarakat adalah di masyarakat dan bukan
dirumah sakit.
g. Pasien adalah masyarakat secara keseluruhan baik yang sakit maupun yang sehat.
h. Asuhan kebidanan kesehatan masyarakat ditekankan kepada pembinaan prlaku
hidup sehat masyarakat.
i. Tujuan perawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan fungsi kehidupan
sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan seoptimal mungkin.
j. Perawatan kesehatan masyarakat tidak bekerja sama sendiri tetapi bekerja secara
team.
k. Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatn masyarakat digunakan
untuk kegiatan meningkatkan kesehatan, melayani masyarakat sehat atau yang
sakit, penduduk sakit yang tidak berobat ke puskesmas, pasti yang baru kembali
dari rumah sakit.
l. Home visite sangat penting.
m. Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan utama.
n. pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus mengacu pada sistim
pelayanan pelayanan kesehatan yang ada.
o. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan di institusi pelayanan kesehatan,
yaitu : Puskesmas, institusi seperti sekolah,petani dan lainya dimana keluarga
sebagai unit pelayanan.

27
BAB III
TINJAUAN LAPANGAN

3.1 LOKASI PRAKTIKUM


Lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kebidanan Komunitas, dan
Keperawatan Keluarga dilaksanakan di Wilayah Dusun III Desa Kimak RT 04
RW 07 Kecamatan Merawang.

3.2 VISI DAN MISI


3.2.1 Visi
Terbangunya tata kelola pemerintah Desa yang baik dan bersih guna
mewujutkan Desa Kimak yang adil, berpendidikan, makmur dan
sejahterah.

3.2.2 Misi
a. Melakukan reformasi/ perbaikan birokrasi dijajaran aparatur pemerintah
Desa guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
b. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, terbatas dari koropsi serta
bentuk-bentuk penyelewengan lainya.
c. Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan
kerja seluas- luasnya dengan berbasiskan pada potensi asli desa.
d. Meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat untuk mencapai taraf
kehidupan yang lebih baik dan layak. Meningkatkan mutu pendidikan
masyarakat untuk mampu bersaing dalam bidang keilmuan dan
pekerjaan.

28
3.2.3 Motto
Elok
Mandiri
Aman
Sejahtera

3.3 MONOGRAFI (TERMASUK PETA)


3.3.1 Keadaan Geografi
Secara geografi, khususnya Desa Kimak merupakan salah satu Desa di
Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka luas Wilayah dengan 4.892 Ha.

Batas – batas wilayah, terdiri dari :


a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Air Duren.
b. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Jade.
c. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sempan.
d. Sebelah Timur berbatasan Dengan Desa Jurung.

Luas wilayah 4.892 Ha terdiri dari


a. Pemukiman 35 Ha
b. Persawahan 50 Ha
c. Perkebunan 235 Ha

Jarak dari wilayah Desa Kimak ke :


a. PUSKESMAS : 13 Km
b. Rumah Sakit Provensi : 12 Km
c. Fasilitas lainya, seperti :
1) Sarana Pendidikan : SD
2) Tempat Peribadahan : Masjit

29
3) Sarana kesehatan umum : POSKESDES,PUSKESMAS, dan
Rumah Sakit
4) Sarana air bersih : MCK umum, dan PAM
5) Tempat Umum : Perkebunan, dan lapang bola

3.3.2 Topografi
Berdasarkan data dari PUSKESMAS Sungailiat, tanah di daerah
Bangka mempunyai Ph rata-rata di bawah 5 yang didalamnya mengandung
mineral biji timah, dan bahan galianya seperti : pasir kuarsa, kaolin, batu
gunung, dan lain-lain. Bentuk dan keadaan tanahnya adalah sebagai berikut : 4
% berbukit, 51 % berobak, bergelombang, 20 % lembah / datar sampai
berlombak, serta 25 % rawa bencah / datar.
Pada umumnya, sungai – sungai di daerah kabupaten bangka berhulu
di daerah perbukitan, dan pegunungan yang berbeda di bagian tengah Pulau
Bngka yang bermuara dipantai laut. sungai – sungai yang terdapat di
Kabupaten Bangka antara lain : suangai batu rusa, sungai layang, dan lain-
lain.sungai- sungai tersebut berfungsi sebagai sarana transportasi, dan belum
bermanfaat untuk pertanian, dan perikanan karena para nelayan lebih
cenderung mencari ikan ke laut . Pada dasarnya Daerah Kabupaten Bangka
tidak ada danau alam. Hanya ada bekas penambangan biji timah yang luas,
dan menjadikanya sebagai danau buatan yang disebut kolong.
Kabupaten Bangka beriklim tropis type A dengan variasi curah hujan
antara 18.5 hingg 394,7 mm setiap bulanya. Curah hujan terendah terjadi pada
bulan Agustus. Suhu rata- rata daerah Kabupaten Bngka berdasarkan data
dari Stasiun Meteorologi Pangkal pinang menunjukan variasi antara 26,2o
hingga 28,3o C. Untuk kelembaban udara bervariasi antara 71 hingga 88 %.
Sementara, intensitas penyinaran matahari rata – rata bervariasi antara 18,0,
hingga 66,1 %, dan tekanan udara antara 1.009,1 hingga 1.011,1 mb.

30
3.3.3 Keadaan Demografi
a. Jumlah RT : 4
b. Jumlah RW : 7
c. Jumlah penduduk : Jiwa terdirin dari :
1. Laki – laki : 986
2. Perempuan : 910
d. Jumlah kepala keluaga : 527 KK
e. Tingkat kepadatan penduduk
Dengan luas Wilayah 3.525,94 Ha

31
PETA WILAYAH DESA AIR ANYIR RT 04 RW 07
KELURAHAN KIMAK
(TERLAMPIR DIBELAKANG)

32
3.4 Kondisi Sosial Ekonomi, dan Masyarakat
Penduduk yang tinggal di Wilayah kerja Puskesmas Batu Rusa terdiri
dari berbagai ragam suku bangsa, dan keturunan. Penyebaran penduduk relatif
merata dengan kepadatan yang tidak terlalu tinggi kecuali, pada daerah – daerah
tertentu.
Mobilitas penduduk cukup tinggi sehingga memudahkan terjadinya
penyebaran penyakit menular. Pertambahan penduduk relatif terjaga dengan
adanya keberhasilan Program keluarga berencana.
Pendidikan yang cukup baik ditandai dengan banyaknya sekolah di
kacamatan Merawang. Mata pencarian penduduk cukup beragam antara lain :
berdagang, berkebun, nelayan, pegawai negri, buruh harian, dan lain – lain yang
sehingga penghasilan pun relatif cukup berfariasi.
3.5 PENDIDIKAN DAN AGAMA
Mayoritas penduduk Desa Kimak khususnya Dusun III RT 04 RW 07
beragama Islam, Buddha, Protestan, dan pendidikannya sebatas Sekolah
Dasar ( SD).

33
BAB IV
PROSES PELAKSANAAN ASUHAN KEBIDANAN
KOMUNITAS

4.1 Pengkajian
Pelaksanaan kegiatan praktek belajar lapangan Kebidanan Komunitas, dan
keluarga yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Kebidanan STIKES
Permata Nusantara yang berlangsung pada tanggal 12-24 Februari 2018 dan
telah dilakukan serah terima dari pihak STIKES Permata Nusantara, ke pihak
Desa Kimak RT 04 Kecamatan Merawang . Serah terima dilaksanakan di
KANTOR DESA Kimak yang dihadiri pihak STIKES Permata Nusantara, dan
Mahasiswi Studi ilmu kebidanan permata nusantara pada tanggal 12 Febuari
2018.
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan yang dilakukan mahasiswi
merupakan bentuk perkenalan dengan warga wilayan Desa Kimak RT 04 yang
berisikan penyampaian tujuan, dan maksud dari Mahasiswi selama
pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di wilayah Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang. Pada tanggal 12-24 Febuari 2018 Mahasiswi
melakukan pengkajian / pendataan pada masyarakat Desa Kimak RT 04, dan
Mahasiswi mendapat dukungan dari Kepala Desa Kimak . Masyarakat bersifat
aktif dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh
Mahasiswi.
Berdasarkan hasil pendataan tersebut, dan setelah dilakukan pengolahan
data maka didapatkan beberapa masalah Kebidanan Komunitas pada RT 04.
Tabulasi data dituangkan dalam bentuk tabel, dan diagram / grafik yang
kemudian dilanjutkan dengan analisa data.

34
4.2 HASIL TABULASI DATA PENGKAJIAN
1. Wilayah : Desa Kimak
2. Kecamatan : Merawang
3. Jumlah KK : 150
4. Jumlah KK yang terdata : 104
5. Jumlah KK yang tidak terdata : 46
6. Jumlah Penduduk yang didata : 298
7. Tanggal Pengkajian : 13 – 15 Februari 2018

1. STRUKTUR DAN SIFAT KELUARGA


A. Struktur Keluarga
Tabel 1.1 Distribusi Umur Berdasarkan Jumlah Penduduk
Diagram umur berdasarkan jumlah
No Umur Frekuensi % penduduk
1 0 – 12 Bulan 0 0 0 - 12 3-5 6 - 14 12 - 36
2 12 – 36 Bulan 0 0 bulan tahun tahun bulan
0% 0%> 64 0% 0%
3 3 – 5 Tahun 0 0
4 6 – 14 Tahun 0 0 50 - 64
tahun
9%
5 15 – 49 Tahun 63 69 tahun 15 - 49
6 50 – 64 Tahun 21 23 23% tahun
7 >64 Tahun 8 8 68%
Jumlah 104 100

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Angkatan
VII STIKES Permata Nusantara dari tanggal 13 – 15 Februari 2018 di Desa Kimak
RT 04 Kecamatan Merawang, dari jumlah penduduk yang terbanyak adalah
penduduk usia (15 – 49 tahun) dengan jumlah 63 jiwa (69%).

35
Tabel 1.2 Distribusi Agama Berdasarkan Jumlah Penduduk
Diagram Agama Berdasarkan Jumlah
No Agama Frekuensi % penduduk
1 Islam 100 100 Islam Protestan
2 Protestan 0 0 0%
katholik 0% hindu
3 Khatolik 0 0 0%
4 Hindu 0 0
5 Budha 0 0
6 Lain - lain 0 0 100%
Jumlah 104 100

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Angkatan
VII STIKES Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13 – 15 Februari 2018 di
Desa Kimak RT 04 Kecamatan Merawang, dari 104 KK Agama yang terbanyak
adalah Agama Islam dengan jumlah 104 KK (100%).

Tabel 1.3 Distribusi Tingkat Pendidikan Berdasarkan Jumlah Penduduk


No Pendidikan Frekuensi %
1 Tidak Sekolah 4 4
2 Tidak Tamat SD 6 7
3 TamatSD 47 51
4 Tamat SLTP 12 13
5 Tamat SLTA/SMA 23 25
7 Tamat D I - III 0 0
8 Tamat D VI / S- I 0 0
9 Tamat Pasca Sarjana 0 0
Jumlah 104 100

Tingkat Pendidikan Berdasarkan Jumlah KK


Tidak Sekolah
Tidak Tamat SD
Tamat SD
Tamat SLTP
Tamat SLTA / SMA
0% 0%
0% 4%
7%

25%

13% 51%
36
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Angkatan VI
STIKES Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13 – 15 Februari 2018 di Desa
Air Anyir RT 04 Kecamatan Merawang, dari 104 KK jumlah tingkat Pendidikan
terbanyak adalah Tamat Sekolah Dasar (SD) Jumlah 47 KK (51%).

Tabel 1.4 Distribusi Tingkat Pekerjaan Berdasarkan Jumlah Penduduk


No Pekerjaan Frekuensi %
1 IRT 50 48
2 PNS Non - Guru 1 1
3 TNI / Polri 0 0
4 Guru / Dosen 0 0
5 Swasta 9 9
6 Petani 30 29
7 Buruh 13 12
8 Lain - Lain 1 1
Jumlah 104 100

Grafik tingkat pendidikan berdasarkan jumlah


penduduk
IRT PNS Non - Guru TNI / polri Guru / Dosen

Swasta Petani Buruh Lain - Lain


1%
12%

29% 48%

9% 1%
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan
Angkatan VI STIKES Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13 – 15
Februari 2018 di Desa Kimak RT 04 Kecamata Merawang, dari 104 KK
pekerjaan yang terbanyak adalah IRT dengan jumlah 50 KK (54%).

37
Tabel 1.5 Distribusi Suku Bangsa Berdasarkan Jumlah Penduduk
No Suku Bangsa Frekuensi %
1 Jawa 0 0
22222 Non- Jawa 104 100
Jumlah 104 100

Grafik Suku Bangsa Berdasarkan


Jumlah Penduduk
Jiwa Non- Jawa
0%

100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan
Angkatan VI STIKES Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13 – 15
Februari 2018 di Desa Kimak RT 04 Kecamatan Merawang, dari 104 KK Suku
bangsa yang terbanyak adalah Non- Jawa dengan jumlah 104 KK (100%).

IV. Data Fokus / Khusus


B. Masalah Gangguan Kesehatan
Tabel 1.6 Distribusi Masalah Gangguan Tingkat Kesehatan Yang
Terkena Penyakit Diare / Mencret Berdadsarkan Jumlah KK

No Anggota keluarga yang terkena diare / mencret Frekuensi %


1 Tidak 96 92
2 Ya 8 8
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga Yang Terkena Penyakit Diare /


Mencret Berdasarkan Jumlah Penduduk
Tidak Ya
8% ada
38
Tidak
92%
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Angkatan
VII STIKES Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13 – 15 Februari 2018 di
Desa Kimak RT 04 Kecamatan Merawang, dari 104 KK yang terbanyak Terkena
Penyakit Diare / Mencret adalah 1 KK(7%).
Tabel 1.7 Distribusi Gangguan Tingkat Kesehatan Yang Terkena Penyakit
Batuk / Pilek Berdasarkan Jumlah KK

No Anggota Keluarga Yang Terkena Frekuensi %


Penyakit Batuk / Pilek (ISPA)
1 Tidak 96 2
2 Ya 8 98
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga Yang Terkena Penyakit


Batuk / Pilek (ISPA)
Tidak Ya

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Angkatan
VII STIKES Permata Nusantara dari tanggal 13 – 15 Februari 2018 di Desa Kimak
RT 04 Kecamatan Merawang, dari 104 KK yang terkena penyakit Batuk Pilek (ISPA)
adalah 8 KK (2%).
Tabel 1.8 Distribusi Gangguan Kesehatan Yang Terkena Penyakit DBD
Berdasarkan Jumlah KK
No Anggota keluarga yang terkena penyakit DBD Frekuensi %
1 Tidak 104 100
2 Ya 0 0
Jumlah 104 100
0% Anggota Keluarga yang terkena penyakit DBD
berdasarkan Jumlah KK
Tidak Ya
39
100%
Interpretasi Data : Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu
Kebidanan STIKES Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13 – 15 Februari 2018
di Desa Kimak RT 04 Kecamatan Merawang dari 104 KK yang terkena Penyakit
DBD adalah 0 KK(0%).

Tabel 1.9 Distribusi Gangguan Kesehatan Yang Terkena Penyakit Cacingan


Berdasarkan Jumlah KK
No Anggota Keluarga Yang Terkena Penyakit Cacingan Frekuensi %
1. Tidak 104 100
2. Ya 0 0
Jumlah 104 100

anggota keluarga yang terkena penyakit


cacingan berdasarkan jumlah KK
tidak ya
0%

100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februarit 2018 di Desa Kimak RT
04 Kecamatan Merawang dari 104 KK Yang Terkena Penyakit Cacingan adalah dari
jumlah KK 0 (0%).

Tabel 2.0 Distribusi Gangguan Kesehatan Yang Terkena Gejala atau Penderita
TBC.
No Anggota keluarga yang terkena Gejala atau Penderita TBC Frekuensi %
1. Tidak 104 100
2. Ya 0 0
Jumlah 104 100

40
Anggota keluarga yang terkena gejala atau penderita
TBC
0

tidak

100% Ya

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK Yang Terkena Gejala atau Penderita TBC adalah
0 KK (0%).

Tabel 2.1 Distribusi Gangguan Kesehatan Pada Balita Sewaktu dilahirkan Berat
Badannya Kurang Dari 2000 Gram.
No Anggota Keluarga Pada Balita Dilahirkan Frekuensi %
Berat Badan Kurang Dari 2000 Gram
1. Tidak 104 100
2. Ya 0 0
Jumlah 104 100

anggota keluarga yang lahirnya <2000 Gram


Tidak Ya

100

41
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang Terkena Penyakit/Pada Balita dilahirkan
Berat Badan <2000 Gram adalah Dari Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 2.2 Distribusi Kematian pada bayi/balita/anak/ibu/bapak/kakek/nenek


yang di sebabkan penyakit
No Anggota Keluarga yang ada Frekuensi %
kematian disebabkan penyakit
1. Tidak 103 99
2. Ya 1 1
104 100

Anggota Keluarga yang ada kematian


disebabkan penyakit
Tidak
Ya

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang Meninggal disebabkan penyakit adalah dari
jumlah 1 KK (1%).
Tabel 2.3 Distribusi Gangguan Kesehatan Pada bayi /balita/ anak /remaja/ anak
/remaja yang mengalami gizi buruk.
No Anggota Keluarga Yang Frekuensi %
Mengalami Gizi Buruk
1. Tidak 104 100
2. Ya 0 0
104 100

42
Anggota Keluarga Yang Mengalami Gizi Buruk

Tidak
Ya

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang Mengalami gizi buruk adalah dari jumlah 0
KK (0%)
Tabel 2.4 Distribusi Gangguan Kesehatan pada ibu hamil yang mengalami
masalah kehamilan
No Anggota keluarga ibu hamil yang Frekuensi %
mengalami masalah kehamilan
1. Tidak 104 100
2. Ya 0 0
Total 104 100

Anggota keluarga yang mengalami masalah


kehamilan
Ya
0%

Tidak
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang mengalami masalah pada kehamilan adalah
Dari Jumlah 0 KK (0%).

43
Tabel 2.5 Distribusi Gangguan kesehatan yang mengalami masalah anemia.
No Anggota Keluarga Yang Frekuensi %
Mengalami Masalah Anemia
1. Tidak 104 100
2. Ya 0 0
104 100

Anggota Keluarga Yang Mengalami masalah


anemia
Tidak Ya
0%

100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang mengalami masalah pada anemia adalah
Dari Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 2.6 Distribusi PHBS yang memiliki jamban yang baik.


No Anggota Keluarga yang Memiliki jamban Frekuensi %
1. Tidak 0 0
2. Ya 104 100
Total 104 100
Anggota Keluarga Yang Memiliki Jamban

Tidak Ya
0%

100%

44
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Air Kimak
RT 04 Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak memiliki jamban adalah Dari
Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 2.7 Distribusi PHBS dan Ventilasi dan pencahayaan yang baik.
No Anggota keluarga Yang Memiliki Frekuensi %
Ventilasi Rumah Yang Baik
1. Tidak 0 0
2. Ya 104 100
Jumlah 104 100

anggota keluarga yang memiliki ventilasi rumah yang


baik
Tidak Ya
0%

100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak memiliki ventilasi rumah yang baik
adalah Dari Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 2.8 Distribusi PHBS pada penataan ruangan rumah


No Anggota Keluarga yang memiliki Frekuensi %
penataan ruangan rumah
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

45
anggota keluarga yang memiliki penataan ruanganrumah
Tidak
0%

Ya
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak memiliki Penataaan ruangan rumah
adalah Dari Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 2.9 Distribusi PHBS yang memiliki lantai rumah (ditegel/keramik)


No Anggota Keluarga Yang Memiliki Frekuensi %
lantai rumah Keramik/ditegel
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga yang memiliki lantai rumah


keramik/ditegel
Ya Tidak
0%

100%

46
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak memiliki lantai rumah keramik/ditegel
adalah Dari Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 3.0 Distribusi PHBS yang membuang sampah pada tempat khusus
No Anggota Keluarga pada PHBS Frekuensi %
sampah pada tempat khusus
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga pada PHBS sampah pada tempat


khusus
Ya Tidak
0%

100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT
04 Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak memiliki tempat pembuangan
sampah adalah Dari Jumlah 0 KK (0%).

47
Tabel 3.1 Distribusi PHBS sarana sumber air bersih
No Anggota keluarga Pada PHBS Frekuensi %
sarana sumber air bersih
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga Pada PHBS sarana sumber air bersih


Ya Tidak

0%

100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak memiliki sarana sumber air adalah
Dari Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 3.2 Distribusi PHBS pada bak mandi dirumah bebas jentik
No Anggota keluarga yang memiliki Frekuensi %
bak mandi bebas jentik
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga yang memiliki bak mandi bebas


jentik
Tidak
0%

Ya
100%
48
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak membersihkan bak mandi adalah Dari
Jumlah 0 KK (0%).

Tabel 3.3 Distribusi PHBS sebelum dan sesudah bekerja selalu mencuci tangan
No Anggota keluarga pada PHBS Frekuensi %
yang selalu mencuci tangan
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga pada PHBS yang selalu mencuci tangan


Tidak
0%

Ya
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah
bekerja adalah Dari Jumlah KK (0%).
Tabel 3.4 Distribusi PHBS memiliki kebiasaan sikat gigi setelah makan dan
sebelum tidur.
No Anggota Keluarga PHBS Frekuensi %
kebiasaan menggosok gigi
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

49
Anggota keluarga PHBS kebiasaan menggosok gigi setelah
makan dan sebelum tidur
Tidak
0%

Ya
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang tidak menggosok gigi setalah makan dan
sebelum tidur adalah Dari Jumlah KK (0%).

Tabel 3.5 Distribusi PHBS sewaktu melahirkan bayi ditolong oleh bidan
No Anggota keluarga PHBS sewaktu Frekuensi %
melahirkan ditolong oleh bidan
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga Pada PHBS Sewaktu melahirkan


ditolong oleh bidan
Tidak
0%

Ya
100%

50
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang sewaktu melahirkan tidak ditolong oleh
bidan adalah Dari Jumlah KK (0%).

Tabel 3.6 Distribusi PHBS sewaktu bumil,memeriksakan kehamilannya


minimal 7 kali ke bidan
No Anggota keluarga pada PHBS sewaktu bumil selalu Frekuensi %
memeriksa kehamilan minimal 7 kali ke bidan
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga pada PHBS sewaktu bumil selalu


memeriksa kehamilan minimal 7 kali ke bidan
Tidak
0%

Ya
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang sewaktu bumil tidak memeriksa kehamilan
minimal 7 kali adalah Dari Jumlah KK (0%).
Tabel 3.7 Distribusi pada PHBS sewaktu tidak ingin hamil menjadi akseptor KB
No Anggota Keluarga sewaktu tidak hamil Frekuensi %
menjadi akseptor KB
1. Ya 74 71
2. Tidak 30 29
Jumlah 104 100

51
Anggota Keluarga sewaktu tidak hamil menjadi akseptor
KB
Tidak
30%

Ya
74%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang sewaktu tidak ingin hamil tidak KB adalah
Dari Jumlah KK (24%).
Tabel 3.8 Distribusi pada PHBS sewaktu bayi ini telah di imunisasi secara
lengkap
No Anggota Keluarga pada PHBS sewaktu bayi Frekuensi %
telah di imunisasi secara lengkap
1. Ya 90 87
2. Tidak 14 13
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga pada PHBS sewaktu bayi telah di imunisasi


secara lengkap
Tidak
13%

Ya
87%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04

52
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang sewaktu bayi telah di imunisasi secara
lengkap adalah Dari Jumlah KK (10%).

Tabel 3.9 distribusi PHBS pada bayi telah ditimbang secara rutin diposyandu
No Anggota keluarga PHBS pada bayi telah Frekuensi %
ditimbang secara rutin diposyandu
1. Ya 90 87
2. Tidak 14 13
Jumlah 104 100

Anggota keluarga PHBS pada bayi telah ditimbang secara


rutin diposyandu

13%

87%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK pada bayi tidak ditimbang secara rutin adalah
Dari Jumlah KK (10%).
Tabel 4.0 Distribusi PHBS yaitu kebiasaan makan yang beranekaragam
No Anggota keluarga pada PHBS kebiasaan Frekuensi %
makan yang seimbang
1. Ya 90 87
2. Tidak 14 13
Jumlah 104 100

53
Anggota keluarga pada PHBS kebiasaan makan yang
seimbang
Tidak
7%

Ya
93%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK pada keluarga yang kebiasaannya makanannya
tidak seimbang adalah Dari Jumlah KK (7%).

Tabel 4.1 Distribusi PHBS pada keluarga telah membiasakan makan dari
sumber hewani
No Anggota keluarga pada PHBS makan Frekuensi %
dari sumber hewani
1. Ya 103 99
2. Tidak 1 1
Jumlah 104 100

Anggota keluarga pada PHBS


Tidak
makan dari sumber hewani
1%

Ya
99%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04

54
Kecamatan Merawang dari 104 KK pada keluarga yang makan tidak dari sumber
hewani adalah Dari Jumlah KK (1%).
Tabel 4.2 Distribusi pada PHBS bagi ibu yang memasak menggunakan garam
beryodium
No Anggota keluarga pada PHBS Frekuensi %
masak menggunakan garam
1. Ya 104 100
2. Tidak 0 0
Jumlah 104 100

Anggota keluarga pada PHBS masak menggunakan garam


Tidak
0%

Ya
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK pada keluarga yang masak tidak menggunakan
garam adalah Dari Jumlah KK (0%).
Tabel 4.3 Distribusi pada PHBS yang menjadi anggota atau mendapat
BPJS/KARTU SEHAT.
No Anggota Keluarga pada PHBS yang Frekuensi %
menjadi anggota atau mendapat
BPJS/KARTU SEHAT.
1. Ya 57 55
Tidak 47 45
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga pada PHBS yang menjadi anggota


atau mendapat BPJS/KARTU SEHAT.

Tidak 55
45% 55%
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota atau maendapat BPJS atau
kartu sehat adalah Dari Jumlah KK (55%).

Tabel 4.4 Distribusi PHBS pada keluarga yang merokok


No Anggota keluarga yang perokok Frekuensi %
1. Ya 52 50
2. Tidak 52 50
Jumlah 104 100

Anggota keluarga yang perokok

Ya
Tidak 50%
50%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Maret 2017 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota tidak perokok adalah Dari
Jumlah KK (50%).

Tabel 4.5 Distribusi PHBS kebiasaan berolahraga


No Anggota keluarga memiliki Frekuensi %
kebiasaan berolahraga
1. Ya 24 23
2. Tidak 80 77
Jumlah 104 100

56
Anggota keluarga memiliki kebiasaan berolahraga

Ya
23%

Tidak
77%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota tidak berolahraga adalah
Dari Jumlah KK (77%).

Tabel 4.6 Distribusi Kebiasaaan kesehatan pada SPAL yang memenuhi syarat
kesehatan
No Anggota keluarga Pada SPAL Frekuensi %
1. Ya 82 79
2. Tidak 22 21
Junmlah 104 100

Anggota keluarga Pada SPAL

Tidak
21%

Ya
79%

57
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga tidak SPAL
adalah Dari Jumlah KK (21%).

Tabel 4.7 Distribusi Kebiasaan memiliki kandang ternak


No Anggota keluarga kebiasaan Frekuensi %
memiliki kandang ternak
1. Ya 56 54
2. Tidak 48 46
Jumlah 104 100

Anggota keluarga kebiasaan memiliki kandang ternak

Tidak
Ya
46%
54%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota tidak memiliki kandang
ternak adalah Dari Jumlah KK (46%).

Tabel 4.8 Distribusi Kebiasaan Keluarga memiliki persediaan obat


No Anggota keluarga yang menyediakan Frekuensi %
obat(P3K)
1. Ya 34 33
2. Tidak 70 67
Jumlah 104 100

58
Anggota keluarga yang menyediakan obat (P3K)

Ya
33%
Tidak
67%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota tidak menyediakan obat
adalah Dari Jumlah KK (67%).

Tabel 4.9 Distribusi Kebiasaan Kesehatan pada halaman rumah ditanam obat-
obatan keluarga
No Anggota Keluarga menanami Frekuensi %
tanaman obat-obatan
1. Ya 18 17
2. Tidak 86 83
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga menanami tanaman obat-obatan

Ya
17%

Tidak
83%

59
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota tidak menanami tanaman
obat dihalaman adalah Dari Jumlah KK (83%).
Tabel 5.0 Distribusi Kebiasaan kesehatan bila sakit pergi kefasilitas kesehatan
No Anggota keluarga bila mengalami sakit Frekuensi %
pergi kefasilitas kesehatan
1. Ya 96 92
2. Tidak 8 8
Jumlah 104 100
Anggota keluarga bila mengalami sakit pergi kefasilitas
kesehatan
Tidak
8%

Ya
92%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota tidak borobat ke fasilitas
kesehatan adalah Dari Jumlah KK (8%).

Tabel 5.1 Distribusi Kebiasaan kesehatan untuk check-up


No Anggota keluarga kebiasaan Frekuensi %
untuk check-up
1. Ya 42 40
2. Tidak 62 60
Jumlah 104 100

60
Anggota keluarga kebiasaan untuk check-up

Ya
40%
Tidak
60%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga tidak mengecek
kesehatan adalah Dari Jumlah KK (60%).
Tabel 5.2 Distribusi Kebiasaan kesehatan mengonsumsi obat Tablet Fe
No Anggota Keluarga yang Frekuensi %
mengonsumsi tablet Fe
1. Ya 79 76
2. Tidak 25 24
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga yang mengonsumsi tablet Fe

Ya
76%

61
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga tidak
mengonsumsi tablet Fe adalah Dari Jumlah KK (24%).

Tabel 5.3 Distribusi Kebiasaan kesehatan ASI Ekslusif


No Anggota keluarga yang Frekuensi %
menyusui bayi (ASI EKSLUSIF)
1. Ya 19 20
2. Tidak 85 80
Jumlah 104 100

Anggota keluarga yang menyusui bayi (ASI EKSLUSIF)


Tidak
20%

Ya
80%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga tidak pemberian
ASI EKSLUSIF adalah Dari Jumlah KK (80%).

Tabel 5.4 Distribusi Kebiasaan Sarapan Pagi


No Anggota Keluarga yang Frekuensi %
membiasakan sarapan pagi
1. Ya 101 97
2. Tidak 3 3
Jumlah 104 100

62
Anggota Keluarga yang membiasakan sarapan pagi

Ya
12%

88%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga tidak sarapan
pagi adalah Dari Jumlah KK (88%).

Tabel 5.5 Distribusi Kebiasaan Pada minum-minuman beralkohol


No Anggota Keluarga kebiasaan Frekuensi %
minum yang beralkohol
1. Ya 0 0
2. Tidak 104 100
Jumlah 104 100

Anggota Keluarga kebiasaan minum yang beralkohol


Ya
0%

Tidak
100%

63
Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga mengonsumsi
minuman beralkohol adalah Dari Jumlah KK (0%).

Tabel 5.6 Distribusi Kebiasaan mengonsumsi Narkoba


No Anggota keluarga yang Frekuensi %
mengonsumsi Narkoba
1. Ya 0 0
2. Tidak 104 100
Jumlah 104 100

Anggota keluarga yang mengonsumsi Narkoba Ya


0%

Tidak
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga mengonsumsi
narkoba adalah Dari Jumlah KK (0%).
Tabel 5.7 Distribusi Kebiasaan Kesehatan pada penyakit menular (AIDS
/Syphilis /dll)
No Anggota keluarga pada penyakit Frekuensi %
menular
1. Ya 0 0
2. Tidak 104 100
Jumlah 104 100

64
Anggota keluarga pada penyakit menular
Ya
0%

Tidak
100%

Interpretasi Data :
Berdasarkan hasil Pendataan Mahasiswi Program Studi Ilmu Kebidanan Stikes
Permata Nusantara Sungailiat dari tanggal 13-15 Februari 2018 di Desa Kimak RT 04
Kecamatan Merawang dari 104 KK yang menjadi anggota keluarga penyakit menular
adalah Dari Jumlah KK (0%).

65