Anda di halaman 1dari 20

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture BAB II STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING 2.1 TANGGAPAN TERHADAP
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture BAB II STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING 2.1 TANGGAPAN TERHADAP

BAB II STUDI PUSTAKA DAN STUDI BANDING

2.1 TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA ACUAN KERJA

2.1.1 Target Perancangan

Dalam perancangan desain Gedung Kantor LKPP terdapat target perancangan desain yang diharapkan dapat menjawab kebutuhan dan tuntutan desain yang

diminta, yaitu :

menjawab kebutuhan dan tuntutan desain yang diminta, yaitu : 1. Konsep Arsitektur Kota; konteks bangunan dengan

1.

Konsep Arsitektur Kota; konteks bangunan dengan kawasan CBD Rasuna Epicentrum. Desain mempertimbangkan master plan kawasan agar selaras dengan pengembangan perencanaan dan perancangan kawasan , khususnya akses jalan masuk menuju site.

2.

Desain Ruang Luar; pada level lantai dasar bangunan berupa penyediaan Plaza atau communal space pada bangunan dan lansekap yang selaras dan berkesinambungan dengan kawasan serta untuk kegiatan seremonial.

3.

Desain Bangunan Kantor yang terdiri atas Basement, Mezzanine dan Lantai Kantor. Mezzanine berfungsi sebagai area lobby terletak antara lantai dasar/plaza dan lantai 1 Bangunan Kantor sehingga ekspresi dari massa bangunan memiliki kesan mengambang ( floating ).

4.

Arsitektur Gedung Kantor LKPP; bukan merupakan tiruan dari bangunan yang telah ada dan dapat merepresentasikan bangunan gedung kantor pemerintah yang inovatif dan progresif sekaligus adaptatif terhadap perkembangan arsitektur kedepan.

Arsitektur Gedung Kantor LKPP; memiliki karakter kuat (well designed) dan khas, mengingat obyek tersebut sebagai satu-satunya bangunan Pemerintah dalam kawasan CBD Rasuna Epicentrum.

Arsitektur Gedung Kantor LKPP; mempertimbangan aspek iklim tropis serta mendukung upaya penggunaan energi yang efisien dan pemanfaatan maksimal potensi tata cahaya dan udara secara cerdas.

Disain Tata Ruang Dalam; mencerminkan efisiensi penggunaan ruang, fleksibel dengan desain Detail Teknis Bangunan, desain yang

5.

6.

7.

ruang, fleksibel dengan desain Detail Teknis Bangunan, desain yang 5. 6. 7. Sarrisa Pelnia Ulfha -
ruang, fleksibel dengan desain Detail Teknis Bangunan, desain yang 5. 6. 7. Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 8. 9. 10. 11. terintegrasi dengan sistem struktur, mekanikal dan
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 8. 9. 10. 11. terintegrasi dengan sistem struktur, mekanikal dan

8.

9.

10.

11.

terintegrasi dengan sistem struktur, mekanikal dan elektrikal serta perawatan bangunan yang tepat guna dan efisien bagi sebuah bangunan

kantor.

Penyediaan aksesibilitas; bagi para difabel baik di area dalam dan luar

bangunan serta lingkungannya.

Taksiran biaya pembangunannya; masih dalam koridor yang wajar bagi ukuran bangunan kantor Pemerintah. Spesifikasi teknisnya diupayakan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan diutamakan menggunakan kandungan lokal yang paling optimal. Keseimbangan antara pertimbangan ekonomis dengan kualitas yang

b.
b.

wajar (reasonable), pendekatan systemwide dalam perancangan, mencakup penerapan standar dan modul yang fleksibel baik untuk material maupun peralatan.

Optimum Reliability; dengan memperhatikan durable design details, praktis dan mudah dalam pemeliharaan.

Mengadopsi prinsip-prinsip arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture ); antara lain:

a.Konsumsi sumber daya alam, termasuk konsumsi air dan energi secara minimal dan mempertimbangkan penggunaan sumber energi terbarukan;

Memberikan dampak negatif yang minimal terhadap alam, lingkungan dan manusia, dengan menyediakan konsep sistem

pengelolaan dan pengolahan limbah dari bangunan; c.Kenyamanan termal dan visual di dalam bangunan harus terpenuhi sesuai peraturan atau standar nasional yang berlaku

d. Rancangan bangunan tidak meningkatkan konsentrasi CO2 di dalam

bangunan; e.memperhatikan orientasi (hadapan) bangunan, penempatan dinding

yang dapat menyerap panas berlebih secara proporsional, organisasi ruang sedemikian hingga agar penggunaan AC dapat dioptimalkan tanpa mengurangi kenyamanan termal yang disyaratkan;

f. Mengoptimalkan bidang atap dan dinding vertikal bangunan untuk mengurangi efek pemanasan kawasan (heat island effect);

g. Mempertimbangkan penyediaan jalur pedestrian yang nyaman dan

island effect ); g. Mempertimbangkan penyediaan jalur pedestrian yang nyaman dan Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013
island effect ); g. Mempertimbangkan penyediaan jalur pedestrian yang nyaman dan Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture teduh terpisah dengan jalur kendaraan bermotor. h. Meminimalkan perkerasan dalam
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture teduh terpisah dengan jalur kendaraan bermotor. h. Meminimalkan perkerasan dalam

teduh terpisah dengan jalur kendaraan bermotor.

h. Meminimalkan perkerasan dalam site dan memberi peneduhan yang

cukup pada permukaan tanah yang membutuhkan perkerasan.

12. Material bangunan dipertimbangkan menggunakan material yang ’low embodied energiatau low embodied carbon’.

13. Rancangan mempertimbangkan kemudahaan pelaksanaan melalui metode pelaksanaan yang menggunakan energi yang rendah dalam proses konstruksi.

2.1.2 Tanggapan Terhadap KAK Tanggapan terhadap kerangka acuan kerja untuk perencanaan, sebagai berikut :

1.

2.

3.

4.

acuan kerja untuk perencanaan, sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. Konsep Arsitektur Kota. Dalam hal

Konsep Arsitektur Kota. Dalam hal ini, konsep site menyesuaikan master plan kawasan CBD Rasuna Epicentrum terutama sirkulasi menuju site yang mudah pencapaian dimana ruang-ruang publik atau communal space dapat terintegrasi oleh kawasan sekitar

Adanya Mezzanine pada masa bangunan memberi kesan mengambang dimana area dibawah mezzanine dapat berfungsi sebagai plaza sebagai tempat aktivitas yang berhubungan dengan protokoler pemerintahan seperti upacara atau lainnya.

Pilihan bentuk dasar massa bangunan seperti persegi guna menyiptakan kesan kokoh dan formal, sedangkan bentuk segitiga memberikan kesan tegas dan berkarakter serta respon terhadap bentuk tapak.

Adanya bidang-bidang transparan pada masa bangunan sebagai simbol transparansi pemerintah dengan rekanan dan atau masyarakat Indonesia.

5.

6.

Desain bangunan mempertimbangkan aspek iklim tropis dengan memanfaatkan secara maksimal potensi tata cahaya dan dan udara. Orientasi masa bangunan terhadap bundaran dimana penempatan core yang didominasi bidang massif berada disisi barat sebagai solar buffer.

Tanggapan lebih detail akan diuraikan pada konsep

barat sebagai solar buffer. Tanggapan lebih detail akan diuraikan pada konsep Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013
barat sebagai solar buffer. Tanggapan lebih detail akan diuraikan pada konsep Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.2 STUDI PUSTAKA 2.2.1 Pengertian Kantor Secara etimologis kantor
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.2 STUDI PUSTAKA 2.2.1 Pengertian Kantor Secara etimologis kantor

2.2

STUDI PUSTAKA

2.2.1

Pengertian Kantor Secara etimologis kantor berasal dari Belanda: “kantoor”, yang maknanya:

ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris “office” memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja. Pengertian kantor dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kantor dalam arti dinamis dan kantor dalam arti statis.

Kantor dalam arti dinamis merupakan proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan, dan penyampaian/ pendistribusian data/informasi. Atau dapat dikatakan kantor dalam arti dinamis merupakan kegiatan ketatausahaan atau kegiatan administrasi dalam arti sempit

ketatausahaan atau kegiatan administrasi dalam arti sempit  Kantor dalam arti statis bisa berarti Ruang kerja,

Kantor dalam arti statis bisa berarti Ruang kerja, kamar kerja, markas, biro, instansi, lembaga, jawatan, badan, perusahaan, serta tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan penyampaian/pendistribusian data/informasi. Selain pengertian-pengertian tersebut, ada beberapa pengertian kantor secara statis menurut beberapa ahli diantaranya yaitu :

Menurut Moekijat(1997:3), kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha, dengan nama apapun juga tempat tersebut mungkin diberikan. Prajudi Atmosudirjo (1982:25),kantor adalah unit organisasi terdiri atas tempat, staf personel dan operasi ketatausahaan guna membantu pimpinan. Kallaus dan Keeling, office is a function where interdependent system of technology, procedures, and people are at work to manage one of the firm’s most vital resources-information. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kantor adalah balai (gedung, rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan atau juga disebut tempat bekerja.

rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan atau juga disebut tempat bekerja. Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013
rumah, ruang) tempat mengurus suatu pekerjaan atau juga disebut tempat bekerja. Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.2.2 Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kantor dalam
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.2.2 Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kantor dalam

2.2.2

Dari definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kantor dalam arti dinamis adalah tempat diselenggarakannya kegiatan tata usaha di mana terdapat ketergantungan system antara orang, teknologi, dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkannya. Pada setiap kantor akan ditemukan ”unsur inti” yaitu, manusia beserta hubungan-hubungan sosial mereka dan ”unsur kerja” yang meliputi sumber daya insani, sumber daya nir-insani, dan sumber daya konseptual. Dalam kenyataannya unsur inti akan dipengaruhi oleh unsur kerja pada saat kantor berfungsi sebagai perangkat untuk memasok informasi dan merawat aktiva sehingga diperlukan cara-cara bekerja yang efisien.

aktiva sehingga diperlukan cara-cara bekerja yang efisien. Pengertian Lembaga Pemerintahan Non Kementerian Lembaga

Pengertian Lembaga Pemerintahan Non Kementerian Lembaga Pemerintahan adalah lembaga pemerintahan atau "Civilizated Organization" Dimana lembaga tersebut dibuat oleh negara , dari negara, dan untuk negara dimana bertujuan untuk membangun negara itu sendiri . Lembaga negara terbagi dalam beberapa macam dan mempunyai tugas nya masing - masing antara lain Lembaga Pemerintahan Non Kementerian adalah lembaga negara di Indonesia yang dibentuk untuk melaksanakan tugas pemerintahan tertentu dari

presiden. Kepala LPNK berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden melalui menteri atau pejabat setingkat menteri yang mengoordinasikan. LKPP merupakan Lembaga Pemerintahan Non Kementrian yang berdiri sejak

2007.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) adalah Lembaga Pemerintah yang dibentuk untuk mengatur proses pengadaan barang/jasa yang dibiayai oleh APBN/APBD. Proses pengadaan di lingkungan pemerintah diharapkan dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien serta lebih mengutamakan penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, terbuka dan perlakuan yang adil bagi semua pihak. Lembaga tersebut diperlukan untuk perencanaan, pengembangan dan penyusunan strategi, penentuan kebijakan serta aturan perundangan pengadaan barang/jasa Pemerintah yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan

pengadaan barang/jasa Pemerintah yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013 9
pengadaan barang/jasa Pemerintah yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013 9

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture lingkungan internal maupun eksternal secara berkelanjutan, berkala, terpadu,
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture lingkungan internal maupun eksternal secara berkelanjutan, berkala, terpadu,

lingkungan internal maupun eksternal secara berkelanjutan, berkala, terpadu, terarah dan terkoordinasi; Proses pengadaan barang/jasa dalam lingkup dan cakupan Pemerintah merupakan permasalahan lintas institusi dan lintas sektor yang memiliki dampak langsung bagi pengembangan usaha kecil, produksi dalam negeri, dan pengembangan iklim dan dunia usaha pada umumnya, maka dipandang perlu untuk dibentuk LKPP. Visi LKPP yaitu andal dalam mewujudkan sistem pengadaan yang kredibel. Sedang misi yang diembannya adalah mewujudkan aturan pengadaan yang jelas, sistem monitoring dan evaluasi yang andal, sumber daya manusia yang profesional, dan kepastian hukum pengadaan barang/jasa pemerintah. LKPP dipimpin oleh seorang Kepala dan lima pejabat Eselon-I (disebut unsur pimpinan LKPP). Masing-masing pejabat Eselon-I memiliki bidang kerja spesifik yang merupakan satu sistem utuh dan independen. Hubungan antar bidang kerja merupakan hubungan setara dan tidak terkait dengan strata atau tingkatan. Kepala LKPP mengoordinasikan seluruh pejabat Eselon-I, sehingga dapat digambarkan dalam bagan sbb :

Eselon-I, sehingga dapat digambarkan dalam bagan sbb : Bagan 2.1 Struktur Organisasi LKPP Sarrisa Pelnia Ulfha
Eselon-I, sehingga dapat digambarkan dalam bagan sbb : Bagan 2.1 Struktur Organisasi LKPP Sarrisa Pelnia Ulfha
Eselon-I, sehingga dapat digambarkan dalam bagan sbb : Bagan 2.1 Struktur Organisasi LKPP Sarrisa Pelnia Ulfha

Bagan 2.1 Struktur Organisasi LKPP

sehingga dapat digambarkan dalam bagan sbb : Bagan 2.1 Struktur Organisasi LKPP Sarrisa Pelnia Ulfha -
sehingga dapat digambarkan dalam bagan sbb : Bagan 2.1 Struktur Organisasi LKPP Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.3 STUDI BANDING 2.3.1 Studi Literatur Government Building Sejong
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.3 STUDI BANDING 2.3.1 Studi Literatur Government Building Sejong

2.3

STUDI BANDING

2.3.1

Studi Literatur Government Building Sejong City adalah gedung pemerintahan yang berada di pusat administrasi pemerintahan kota Sejong, Korea. Luas area tapak 36,629 m²

Architect

Location Principal Architect Project Team

Engineering

: Tomoon Architects & Engineers + Gurlim

Architects : Sejeong, Korea : Yeol Park : Moon-young Ko, Jae-jin Kim, Hong-bae Kim, Jeong-un Hwang, Jin-i Lee,Jin-ho Shin : ARUP International Limited

: 36,078 sqm : 56,500.39 sqm
: 36,078 sqm
: 56,500.39 sqm
: ARUP International Limited : 36,078 sqm : 56,500.39 sqm Site area : 36,629 sqm Site

Site area : 36,629 sqm

Site for Sport Area

Bldg. Area : 7,513.57 sqm

Total Floor Area

Landscape Area : 16,907.50 sqm

Gambar 2.1 Government Building Sejeong, Korea

Gedung Pemerintahan di Kota Sejong terdapat 3 zona yaitu zona 1 sampai 3 yang dibuat seolah-olah bangunan merupakan gerbang simbolis dari kota administrasi . Gerbang perkotaan dimana warga masyarakat dapat dengan bebas menggunakan area ini sebagai area interaksi baik digunakan untuk berbagai acara

menggunakan area ini sebagai area interaksi baik digunakan untuk berbagai acara Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013
menggunakan area ini sebagai area interaksi baik digunakan untuk berbagai acara Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture seperti festival maupun kegiatan kebudayaan lainnya. Dalam hal skala perkotaan,
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture seperti festival maupun kegiatan kebudayaan lainnya. Dalam hal skala perkotaan,

seperti festival maupun kegiatan kebudayaan lainnya. Dalam hal skala perkotaan, bentuk linier masterplan yang ada telah dipertahankan.

bentuk linier masterplan yang ada telah dipertahankan. Gambar 2.2 Interaction Area Government Building
Gambar 2.2 Interaction Area Government Building diperuntukkan untuk publik
Gambar 2.2 Interaction Area Government Building
diperuntukkan untuk publik

Dalam hal skala arsitektur, bangunan itu dirancang sebagai gedung ramah lingkungan, yang murah hati dengan alam, lingkungan dan masyarakat, dan menghemat energi dengan cara bentuk arsitektur pasif.

dan menghemat energi dengan cara bentuk arsitektur pasif. Gambar 2.3 Landscape Bangunan Massa bangunan berhubungan

Gambar 2.3 Landscape Bangunan

Massa bangunan berhubungan dengan bangunan pemerintahan lain yang

jalan dan sungai yang membelah site bangunan inti dengan

berada diseberang

yang jalan dan sungai yang membelah site bangunan inti dengan berada diseberang Sarrisa Pelnia Ulfha -
yang jalan dan sungai yang membelah site bangunan inti dengan berada diseberang Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture bangunan lainnya. Penghubung bangunan berupa jembatan atau bridge yang
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture bangunan lainnya. Penghubung bangunan berupa jembatan atau bridge yang

bangunan lainnya. Penghubung bangunan berupa jembatan atau bridge yang membentang melewati sungai dan jalan. Bangunan membuka diri dengan membuat membentuk bangunan seperti huruf U,hal ini memberikan kesan bahwa adanya komunikasi antara pemerintah dengan warga masyarakat. Pada bagian depan dari bangunan terdapat space yang berfungsi sebagai ruang public dan area hijau sebagai are resapan air sungai.

ruang public dan area hijau sebagai are resapan air sungai. Gambar 2.4 Bird Eye Government Building
Gambar 2.4 Bird Eye Government Building Sejeong City
Gambar 2.4 Bird Eye Government Building Sejeong City

Lanscape dibuat dengan beberapa zona area terbuka yang dibuat sepanjang pedestrian kawasan yang saling berhubungan. Sehingga menghidupkan kawasan menjadi area yang hidup untuk publik.

menghidupkan kawasan menjadi area yang hidup untuk publik. Gambar 2.5 Bird view Government Building Sejeong City

Gambar 2.5 Bird view Government Building Sejeong City

yang hidup untuk publik. Gambar 2.5 Bird view Government Building Sejeong City Sarrisa Pelnia Ulfha -
yang hidup untuk publik. Gambar 2.5 Bird view Government Building Sejeong City Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.6 Concept Massing Mengenai fasad bangunan diadaptasi dari cara
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.6 Concept Massing Mengenai fasad bangunan diadaptasi dari cara
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.6 Concept Massing Mengenai fasad bangunan diadaptasi dari cara
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.6 Concept Massing Mengenai fasad bangunan diadaptasi dari cara

Gambar 2.6 Concept Massing

LKPP – Green Architecture Gambar 2.6 Concept Massing Mengenai fasad bangunan diadaptasi dari cara aliran sutra

Mengenai fasad bangunan diadaptasi dari cara aliran sutra tradisional Korea. Fasad pola aliran lebih dari desain formatif sederhana. Ini mengamankan ekonomi energi yang optimal dengan cara Green Facade. Ukuran dan sudut jendela yang diterapkan secara berbeda tergantung dari simulasi sinar matahari dalam Green Façade.

secara berbeda tergantung dari simulasi sinar matahari dalam Green Façade. Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013 14
secara berbeda tergantung dari simulasi sinar matahari dalam Green Façade. Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013 14

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Tabel 1.1 Tabel Keterangan Denah Government Building Sejeong City Denah
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Tabel 1.1 Tabel Keterangan Denah Government Building Sejeong City Denah

Tabel 1.1 Tabel Keterangan Denah Government Building Sejeong City

Denah Keterangan Lantai dasar merupakan communal space , terdapat area komersil sehingga seperti café atau
Denah
Keterangan
Lantai dasar merupakan communal space
, terdapat area komersil sehingga seperti
café atau book store. Pemanfaatan plaza
sebagai kegiatan seremonial dan kegiatan
lainnya.
Lantai 2, zona yang masih berhubungan
dengan kegiatan pelayanan pada kantor
pemerintahan.
Lantai 3 merupakan area kantor
pemerintahan yang berupa open plan
untuk staff yang kebutuhan ruang serta
pengorganisasiannya telah di
tentukan.Pada lantai 3, bangunan terpisah
dengan bangunan disebelah nya.
Terdapat void besar yang dapat kegiatan
yang sedang berlangsung dibawahnya.
nya. Terdapat void besar yang dapat kegiatan yang sedang berlangsung dibawahnya. Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013
nya. Terdapat void besar yang dapat kegiatan yang sedang berlangsung dibawahnya. Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Lantai 4 merupakan area open plan staff. Adanya jembatan atau
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Lantai 4 merupakan area open plan staff. Adanya jembatan atau
Lantai 4 merupakan area open plan staff. Adanya jembatan atau bridge sebagai penghubung sirkulasi dengan
Lantai 4 merupakan area open plan staff.
Adanya jembatan atau bridge sebagai
penghubung sirkulasi dengan bangunan
yang tepat berada disebelahnya. Disisi
depan bangunan terdapat sky forest
garden sebagai area hijau dilantai 4.
Lantai 5 merupakan area cubicle dari
staff. Terdapat jembatan sebagai sirkulasi
penghubung dengan void yang besar
dikiri dan kanan jembatan atau bridge
Lantai 6 dan 7 merupakan area untuk
staff berupa open plan. Pada lantai 6
masa bangunan menyatu dan area
jembatan menjadi area open plan.
Sedangkan lantai 7 dijadikan area lounge
atau area tunggu.
area open plan. Sedangkan lantai 7 dijadikan area lounge atau area tunggu. Sarrisa Pelnia Ulfha -
area open plan. Sedangkan lantai 7 dijadikan area lounge atau area tunggu. Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.5 Section A-A ’ Gambar 2.6 Section B-B’ Gambar
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.5 Section A-A ’ Gambar 2.6 Section B-B’ Gambar
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.5 Section A-A ’ Gambar 2.6 Section B-B’ Gambar

Gambar 2.5 Section A-A

Gambar 2.6 Section B-B’
Gambar 2.6 Section B-B’

Gambar 2.7 Perspective

Gambar 2.5 Section A-A ’ Gambar 2.6 Section B-B’ Gambar 2.7 Perspective Sarrisa Pelnia Ulfha -
Gambar 2.5 Section A-A ’ Gambar 2.6 Section B-B’ Gambar 2.7 Perspective Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.3.2 Gambar 2.8 Skylight Detail Lokasi : SCBD, Jakarta Selatan
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.3.2 Gambar 2.8 Skylight Detail Lokasi : SCBD, Jakarta Selatan
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2.3.2 Gambar 2.8 Skylight Detail Lokasi : SCBD, Jakarta Selatan

2.3.2

Gambar 2.8 Skylight Detail

Lokasi : SCBD, Jakarta Selatan Total semi gross : 49.000 sqm Jumlah Lantai : 32
Lokasi
: SCBD, Jakarta Selatan
Total semi gross : 49.000 sqm
Jumlah Lantai : 32 lantai kantor sewa, 3 lantai basemen
Luasan lantai tipikal : 1.586-1.632 sqm Semi Gross
Developer
: PT. Bintang Sedayu Makmur

Konsultan Arsitek : PT. Airmas Asri Structural Engineers: PT. Penta Rekayasa M & E Consultant : Acset Interior Design : Wilis Kusuma Architect Buiding Management: PT. Cushman & Wakefield Indonesia

Studi Lapangan Office 8 Tower, Senopati Office 8 Tower merupakan kantor sewa yang berada di kawasan SCBD

(Sudirman Central Business District). Dikelilingi oleh Residences 8 Tower yang merupakan bangunan hunian dan gedung perkantoran SCBD. Office 8 Tower dirampungkan pada tahun 2012.

hunian dan gedung perkantoran SCBD. Office 8 Tower dirampungkan pada tahun 2012. Sarrisa Pelnia Ulfha -
hunian dan gedung perkantoran SCBD. Office 8 Tower dirampungkan pada tahun 2012. Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.9 Siteplan Office 8 Senopati, SCBD Gambar 2.10 Office
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Gambar 2.9 Siteplan Office 8 Senopati, SCBD Gambar 2.10 Office
Gambar 2.9 Siteplan Office 8 Senopati, SCBD
Gambar 2.9 Siteplan Office 8 Senopati, SCBD

Gambar 2.10 Office 8 Senopati, SCBD

Gambar 2.9 Siteplan Office 8 Senopati, SCBD Gambar 2.10 Office 8 Senopati, SCBD Sarrisa Pelnia Ulfha
Gambar 2.9 Siteplan Office 8 Senopati, SCBD Gambar 2.10 Office 8 Senopati, SCBD Sarrisa Pelnia Ulfha

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Tabel 1.2 Tabel Keterangan Denah Kantor Sewa Office 8 Senopati
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Tabel 1.2 Tabel Keterangan Denah Kantor Sewa Office 8 Senopati

Tabel 1.2 Tabel Keterangan Denah Kantor Sewa Office 8 Senopati

Denah Fungsi Fasilitas & Keterangan Image Lobby Area publik seperti lobby, foodcourt, ruang tunggu, atm
Denah
Fungsi
Fasilitas & Keterangan
Image
Lobby
Area publik seperti lobby,
foodcourt, ruang tunggu, atm
gallery dan beberapa area
komersial yang berhubungan
dengan residences 8.
Ketinggian lobby 12m.
Kantor Sewa
Zoning kantor sewa dimulai
dari lantai 5 dengan luasan 237
m² semua lantai tipikal kantor
sewa dan 195 m² untuk core
(shaft, ME & Stair)
Ketinggian ruangan 2,8 m
from finished floor level.
(shaft, ME & Stair) Ketinggian ruangan 2,8 m from finished floor level. Sarrisa Pelnia Ulfha -
(shaft, ME & Stair) Ketinggian ruangan 2,8 m from finished floor level. Sarrisa Pelnia Ulfha -

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Untuk lantai 21 total luasan 247 m² semua lantai tipikal
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture Untuk lantai 21 total luasan 247 m² semua lantai tipikal
Untuk lantai 21 total luasan 247 m² semua lantai tipikal kantor sewa dan 221 m²
Untuk lantai 21 total luasan
247
m² semua lantai tipikal
kantor sewa dan 221 m² untuk
Kantor sewa
core (shaft, ME & Stair).
Sedangkan untuk lantai 23-35
total luasan
219
m² semua lantai tipikal
kantor sewa dan
221 m² untuk core (shaft, ME
& Stair).
Terdapat 10 unit lift
penumpang, yaitu :
Sirkulasi
Vertikal/Core
- 5 Unit untuk Low zone
(GF-19) dengan
kapasitas 24 orang
(Lantai 20)
- 5 unit untuk High zone
(20-37) dengan
kapasitas 24 orang
- 1 unit executive lift
- 1 unit lift service
(20-37) dengan kapasitas 24 orang - 1 unit executive lift - 1 unit lift service Sarrisa
(20-37) dengan kapasitas 24 orang - 1 unit executive lift - 1 unit lift service Sarrisa

Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

21

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2 unit parking lift (B3- B2-B1 dan GF) Terdapat toilet
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture 2 unit parking lift (B3- B2-B1 dan GF) Terdapat toilet
2 unit parking lift (B3- B2-B1 dan GF) Terdapat toilet pria dan wanita disetiap lantai
2 unit parking lift (B3-
B2-B1 dan GF)
Terdapat toilet pria dan wanita
disetiap lantai disisi timur dan
barat
-
Parking Area
Kapasitas parkir untuk 3 lantai
basement ±740 unit mobil
-
Curtain wall :
Reflective glass pane
-
Ceiling : Bare Ceiling
-
Material
Floor , Penggunaan
marble pada area
lobby dan lift lobby
dan bare concrete pada
area kantor.
- Partition
menggunakakan
double gypsum board
filled with glasswool
Mekanikal
Elektrikal
- Sistem
AC
:
ramah
gypsum board filled with glasswool Mekanikal Elektrikal - Sistem AC : ramah Sarrisa Pelnia Ulfha -
gypsum board filled with glasswool Mekanikal Elektrikal - Sistem AC : ramah Sarrisa Pelnia Ulfha -

Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

22

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture lingkungan, ekonomis dan multi zone ac sysytem - Pwer supply
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture lingkungan, ekonomis dan multi zone ac sysytem - Pwer supply
lingkungan, ekonomis dan multi zone ac sysytem - Pwer supply : 100VA/m² termasuk AC dengan
lingkungan,
ekonomis
dan
multi
zone
ac
sysytem
-
Pwer
supply
:
100VA/m²
termasuk
AC
dengan
100%
power
genset,
didukung
oleh
peralatan
standar
gedung
-
Building
Automation
system,
Integrated
computerized
system
untuk
alarm
central,
AC,
lighting,
pengudaraan
dan
pemadam kebakaran
-
Security system : 24
jam dan terb unung
dengan ruang kontrol
-
Card access security
system check in the
lobby
Security dan
-
Safety
Measures
CCTV berada di main
lobby, exit points and
lift
Fire Safety
Fire alarm, sprinklers,
fire hydrants, smoke
System
and heat detectors, fire
houses
and
sprinklers, fire hydrants, smoke System and heat detectors, fire houses and Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013
sprinklers, fire hydrants, smoke System and heat detectors, fire houses and Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

23

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture

Gedung Kantor LKPP – Green Architecture extinguisher in every floor comply to NFPA - 20 Gambar
Gedung Kantor LKPP – Green Architecture extinguisher in every floor comply to NFPA - 20 Gambar
extinguisher in every floor comply to NFPA - 20
extinguisher in every floor comply to NFPA - 20

extinguisher in every floor comply to NFPA - 20

extinguisher in every floor comply to NFPA - 20
Gambar 2.11 Potongan Gambar Office 8 Senopati, SCBD
Gambar 2.11 Potongan Gambar Office 8 Senopati, SCBD
- 20 Gambar 2.11 Potongan Gambar Office 8 Senopati, SCBD Office 8 Senopati berada dikawasan hunian

Office 8 Senopati berada

dikawasan hunian

apartemen. Sehingga

bagian bawah dari

residence dan office

saling berhubungan.

Berikut adalah office 8

senopati. (Kotak

berwarna merah, gambar

- - -
-
-
-

Core berada ditengah masa bangunan terdapat lift , shaft dan utilitas. Lift merupakan sirkulasi vertical yang berfungsi sebagai akses penghubung bagian bawah dengan ruang-ruang dibagian atas.

Area lift dibagi menjadi 3, yaitu :

Low zone disisi utara dengan kapasitas 24 orang (GF-19floor)

High zone disisi selatan dengan kapasitas (20floor - 37floor)

Parking lift pada bagian bwah (B3- B2-B GF)

Gambar 2.11 Potongan Gambar Office 8 Senopati, SCBD

pada bagian bwah (B3- B2-B GF) Gambar 2.11 Potongan Gambar Office 8 Senopati, SCBD Sarrisa Pelnia
pada bagian bwah (B3- B2-B GF) Gambar 2.11 Potongan Gambar Office 8 Senopati, SCBD Sarrisa Pelnia

Sarrisa Pelnia Ulfha - 41209010013

24