Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tak terasa kita telah sampai pada zaman dimana teknologi berkembang

sangat pesat. Dimana semua kegiatan yang dilakukan sangat berkaitan dengan

komputasi. Hal tersebut menimbulkan dampak positif dan negatifnya. Dampak

positifnya yaitu dapat mempermudah pekerjaan manusia. Dampak negatifnya

yaitu berkurangnya lapangan pekerjaan karena sudah diganti oleh robot/mesin.

Maka dari itu diperlukan solusi dari masalah tersebut. Salah satunya solusi yang

tepat adalah Wirausaha.

Kewirausahaan (entrepreneur) pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18

oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah

“agent whobuys means of production at certain prices in order to combine them”.

Adapun makna secara etimologis wirausaha/wiraswasta berasal dari bahasa

Sansekerta, terdiri dari tiga suku kata : “wira”,”swa”, dan “sta”. Wira berarti

manusia unggul, teladan, tangguh, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan,

pionir, pendekar/pejuang kemajuan, memiliki keagungan watak. Swa berarti

sendiri, dan Sta berarti berdiri. Istilah kewirausahaan pada dasarnya berasal dari

terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa inggris di kenal dengan between

toker atau go between. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha

adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah

organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut.


Dengan adanya praktikum kewirausahaan tentang pembuatan mie ini,

mahasiswa dapat menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sebagai salah satu

bentuk dari tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat dan juga

dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus pemecahan masalah yang sedang

dihadapi pemerintah saat ini yaitu berkurangnya lapangan pekerjaan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka masalah yang dapat dirumuskan

adalah sebagai berikut:

“Bagaimana cara kewirausahaan mengatasi permasalahan kurangnya

lapangan pekerjaan dengan membuat mie ?”

1.3 Tujuan Praktikum


Adapun tujuan dari pratikum pembuatan mie ini adalah:
1. Untuk dapat mengetahui cara pembuatan mie.
2. Untuk membuat mie kering dan basah.
3. Untuk dapat mempunyai kiat usaha mie.

1.4 Manfaat Praktikum

Manfaat praktikum yang ada dalam modul 3 ini adalah:

1. Agar Praktikan dapat membuat mie yang enak.

2. Agar Praktikan dapat mempunyai usaha mie.

3. Agar Praktikan dapat mempunyai usaha.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Uraian Produk
Mie adalah termasuk salah satu bahan makanan yang populer dan sangat
digemari. Selain dapat digunakan sebagai pelengkap berbagai jenis makanan, mie
juga dapat diolah sebagai bahan utama makanan. Lezatnya mie goreng ataupun
kuah yang dipadukan dengan racikan bumbu-bumbu yang tepat tentunya akan
sangat memanjakan lidah bagi penimatnya.
Mie instant merupakan salah satu jenis makanan cepat saji yang akhir-akhir
ini sangat marak di kalangan masyarakat. Proses penyajian yang tidak
memerlukan waktu lama dan sederhana, rasa yang beraneka ragam,
mengenyangkan, maupun harga yang relatif terjangkau menjadikan mie instant
sebagai salah satu produk yang sangat laris di pasaran. Dari anak-anak hingga
para orang tua kebanyakan lebih menyukai produk ini untuk sekedar dapat
mengganjal perut yang sedang lapar.
Bahan utama dari produk ini adalah mie kering yang terbuat dari tepung
terigu, minyak sawit, dan juga garam. Adapun untuk bumbu penyedapnya
merupakan campuran dari garam, monosodium glutamat, gula, dan beberapa
bumbu penyedap lainnya. Saat ini mie instant telah dipasarkan di seluruh dunia
dalam berbagai merk.
Mie instan sering disebut sebagai jenis makanan yang tidak sehat atau
junkfood. Hal itu dikarenakan dalam satu porsi tunggal mie instan banyak
mengandung karbohidrat dan lemak, tetapi kandungan protein, serat, vitamin,
mineral, maupun nutrisi penting lainnya sangatlah rendah. Untuk itu pada saat kita
ingin mengkonsumsi produk mie instant diperlukan penambahan beberapa bahan
seperti sayuran, telur, daging, maupun bahan lainnya yang dapat membantu untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh. Meskipun dianggap sebagai produk
olahan yang termasuk junkfood, akan tetapi mie instant memiliki beberapa
manfaat, seperti :

1. Lebih praktis
Manfaat mie instant untuk mengkonsumsinya tidak memerlukan waktu yang
lama dalam proses penyajiannya. Bagi mereka yang sibuk tidak perlu khawatir
saat lapar sedang melanda, karena mie instant dapat dijadikan sebagai salah satu
alternatif pilihan untuk mengganjal perut.
2. Sebagai sumber energi
Kandungan kalori yang terdapat dalam produk mie instant dapat membantu
memenuhi kebutuhan energi tubuh seseorang. Mengkonsumsi mie instant dapat
membantu seseorang untuk merasa kenyang di saat lapar. Namun hal yang perlu
diingat adalah ini bukan merupakan makanan pokok yang setiap saat bisa
dikonsumsi. Karena seperti yang kita tahu sebelumnya bahwa mie instant
mengandung sejumlah besar kalori dengan nilai gizi yang cukup rendah.
3. Bisa dinikmati siapa saja
Keberadaan mie instant merupakan hal yang bisa dinikmati oleh siapapun,
termasuk orang-orang yang berasal dari tingkat ekonomi yang rendah. Hal ini
dikarenakan harga mie instant yang terjangkau.
2.2 Uraian Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang di gunaka dalam proses pembuatan mie
adalah sebagai berikut :
2.2.1 Alat
 Gilingan
alat digunakan untuk membuat adonan mie hingga kalis dan biasanya
untuk membuat mie mengunakan ketebalan adonan 3 mm. Sistem operasi
pada gilingan membutuhkan sumber listrik 300–400 watt dengan kapasitas
gilingan 20-40 Kg perjam.
 Cetakan mie
Sebagai alat untuk membuat bentuk mie merupakan salah satu mesin
berteknologi modern yang memiliki fungsi sebagai pemberi kemudahan dalam
pengolahan suatu produk makanan. Selain itu, mesin ini dapat memberikan
peran sebagai pembungkus atau mengemas suatu produk untuk menjadi
terlindungi dan senantiasa aman.

 Panci
Pada proses pembuatan mie, panci di gunakan untuk menghaluskan dan
merebus mie.
 Kompor
Sebagai tempat bahan diproses untuk memberikan pemanasan bagi barang-
barang yang diletkakkan diatasnya.
 Pisau
Pisau digunakan untuk memotong mie menjadi beberapa bagian sesuai
keinginan.
2.2.2 Bahan
 Tepung Terigu
Tepung terigu adalah salah satu bahan makanan yang dibuat dari biji
gandum yang berbentuk serbuk atau butiran sangat halus berwarna putih.
Tepung terigu ini merupakan salah satu jenis tepung yang sering digunakan
manusia dalam membuat berbagai jenis makanan dan masakan. Misalnya,
terigu digunakan sebagai bahan pokok dalam pembuatan mie, roti, biskuit,
dan bubur.
Tepung terigu sebagai salah satu bahan pangan populer tentu saja memiliki
banyak manfaat di dalamnya. Dan bahkan meski terigu diperoleh dari
beberapa tahap pengolahan, gizi dari terigu pun tetap ada. Terigu
mengandung karbohidrat (zat pati) yang cukup tinggi, protein, asam
folat, vitamin E, asam lemak esensial, vitamin B, dan serat.
 Tepung Tapioka
Tapioka merupakan tepung yang terbuat dari singkong. Tepung ini
sering digunakan sebagai campuran dalam pembuatan bakso, siomay, atau
kue basah. Fungsi penambahan tepung tapioka adalah untuk menambah
kekenyalan makanan. Tepung tapioka yang bebas gluten merupakan pilihan
tepung yang lebih cocok terutama bagi Anda yang memiliki intoleransi
gluten.
 Garam
Garam adalah sejenis mineral yang dapat membuat rasa asin. Biasanya
garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl) yang
dihasilkan oleh air laut. Garam dalam bentuk alaminya adalah mineral kristal
yang dikenal sebagai batu garam atau halite.
Garam sangat diperlukan tubuh, namun bila dikonsumsi secara berlebihan
dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi
(hipertensi). Selain itu garam juga digunakan untuk mengawetkan makanan
dan sebagai bumbu. Untuk mencegah penyakit gondok, garam dapur juga
sering ditambahi yodium.
 Air
Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang
diketahui sampai saat ini di Bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi
hampir 71% permukaan Bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta
mil³) tersedia di Bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada
lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga
dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air,
dan lautan es. Air dalam objek-objek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus
air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah
(runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi
kehidupan manusia.
2.3 Peluang Usaha
Mie merupakan bahan makanan yang kaya akan karbohidrat dengan rasa
yang nikmat dan enak mampu memulihkan tenaga. Mie banyak dipilih sebagai
makanan favorit sebab kualitas rasa dan kelezatan mie mampu membuat selera
makan bertambah. Mie dapat diolah menjadi aneka jenis makanan mulai dari mie
kuah, mie telur, mie goreng, mie aceh dan sebagainya. olahan berbahan mie ini
sangat banyak sekali. Banyak yang telah menjalankan bisnis berbahan baku mie
mulai dari produsen mie, pengusaha kuliner mie dan sebagainya. Peluang usaha
mie sangatlah besar dan menguntungkan sehingga bisnis ini sangat bagus
dijalankan oleh siapa pun. Bagi yang tertarik untuk membuka bisnis mie maka
tidak ada salahnya jika mencoba menjalankan bisnis mie ini sebab bisnis mie
sangat menjajikan. Simak info lebih lengkap mengenai menjalankan bisnis pada
artikel dibawah ini :

 Info Usaha Mie


Berbisnis mie menjadi salah satu pilihan para pengusaha karena mie sangat
disukai dan prospeknya sangat tinggi sekali untuk dijalankan. Mie terdiri dari dua
jenis berupa mie kering dan mie basah. Kedua jenis mie ini sangat disukai sebab
dalam pengolahannya mudah dan simple. Dari dua jenis mie ini mie basah
menjadi kategori mie yang harus segera di proses karena mudah basi sebab
bersifat basah. Sedangkan mie kering dapat diolah dalam waktu lama sebab kering
dan awet. Pilih jenis mie yang akan dijadikan produk usaha. Bila mengolah mie
basah atau mie kering harus paham mengenai tata cara dalam membuat produk
mie tersebut.
 Konsumen Mie
Konsumen dari mie bisa dilihat begitu besar baik anak sampai orang tua
menyukai mie sebagai bahan makanan yang mudah diolah. Mie juga bisa
dijadikan menu andalan pada suatu warung makan. Setiap harinya penjualan mie
begitu meningkat sehingga sangat menguntungkan bagi pelaku usaha mie. Bila
ingin mendapatkan konsumen yang besar maka cobalah untuk memasarkan
produk mie dengan mencangkup lingkungan yang luas.
 Bahan Baku Pembuatan Mie
Sebagai pelaku usaha mie maka perlu mengetahui mengenai bahan baku
yang digunakan untuk membuat mie. Bahan yang digunakan untuk memproduksi
mie ini sangat sederhana dan simple. Bahan tersebut berupa aneka jenis tepung,
tepung yang digunakan akan menghasilkan beberapa jenis mie. Pelaku usaha bisa
memilih jenis tepung yang diinginkan untuk menghasilkan jenis mie yang
diinginkan. Tepung yang biasa digunakan untuk membuat mie ialah tepung
tapioka, tepung pati, pewarna makanan, tepung sagu dan sebagainya.
 Kekurangan Usaha Mie
Menjalankan bisnis mie ini akan ada beberapa kendala yaitu bisnis mie
memiliki pesaing yang begitu tinggi. Butuh perjuangan besar supaya bisa
mendapatkan konsumen dan mampu bersaing di dalam dunia bisnis bahan
makanan. Bisnis ini membutuhkan banyak cara untuk bisa melancarkan usaha dan
produk disukai masyarakat.

 Kelebihan Usaha Mie


Peluang usaha mie memang menjajikan untuk para pelaku usaha sehingga
ini menjadi kelebihan yang ada pada bisnis mie. Kelebihan lain yang terdapat
pada bisnis mie ialah usaha mie dapat dijalankan dengan mudah karena cara
mengolahnya tidak membutuhkan waktu lama dan bahan yang digunakan bisa
diperoleh dengan mudah.
 Pemasaran Produk Mie
Supaya usaha mie dapat disukai masyarakat maka proses promosi harus
dikerjakan secara maksimal agar bisnis bisa berjalan dengan lancar. Memasarkan
usaha mie dengan menjalin kesepatan dengan para pengusaha kuliner mie atau
bekerja sama dengan pemasok mie. Hal ini akan memudahkan lakunya produk
mie dipasaran. Pelaku usaha dan pemasok mie tentu akan mengambil produk mie
dalam jumlah yang cukup besar.
Dalam berbisnis tentu akan ada trik rahasia yang dapat dilakukan untuk
mendapatkan keuntungan. Apalagi untuk bisnis makanan yang juga memiliki
resiko tinggi. Sehingga untuk meminimalisasi adanya resiko tersebut maka anda
harus memahami triknya agar dapat meningkatkan omzet bisnis tersebut.
Memahami peluang usaha mie memang harus dilakukan agar dapat diambil
keputusan apa yang akan dilakukan dalam mengembangkannya.
Dikarenakan masih termasuk usaha kuliner maka dalam menjalankan bisnis
berjualan sari kedelai anda juga harus mengikuti aturan dan trik khusus agar usaha
kita bias menjadi yang terbaik di tengah persaingan bisnis makanan sebagai
berikut :
a. Biasakan diri untuk menabung setidaknya 10% dari keuntungan yang didapat,
karena kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi kemudian sehingga
tabungan bisa menjadi dana cadangan
b. Harga harus diperhatikan agar sesuai dengan tingkat konsumen sasaran
c. Pastikan promosi yang dilakukan langsung tepat pada sasaran konsumen
yang di inginkan sehingga perusahaan kita mengalami keuntungan
d. Pelayanan profesional juga bisa menjadi salah satu pendukung untuk
membuat para konsumen datang kembali
e. Jaga tingkat higienitas seluruh komponen pada sari kedelai tersebut dengan
baik dan maksimal
Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah naik turunnya harga
bahan baku pembuatan mie yang tidak bisa diprediksi. Namun bagaimanapun
keadaan bahan bakunya harus tetap menjaga kualitas mie dengan baik, meskipun
konsekuensinya adalah menaikkan harga jual atau mengecilkan ukurannya.
Dengan menjaga kualitas mie maka konsumen akan terus percaya pada mie yang
anda buat.
Besarnya peluang usaha mie untuk mendapatkan keuntungan tidak harus
membuat anda menjadi seenaknya dalam menjalankan bisnis. Pertimbangan
patokan harga juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Maka
adanya peluang tersebut harus dimanfaatkan dengan lebih baik dan bijak tentunya.

BAB III
PENGUMPULAN DATA

3.1. Alat

Adapun alat-alat yang digunakan dalam praktikum pembuatan mie pada


modul ini adalah :
1. Cetakan mie
2. Panci
3. Gilingan
4. Kompor
3.2. Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum pembuatan mie pada
modul ini adalah:
1. Tepung Tapioka 1 Kilogram
2. Tepung Terigu 2 Kilogram
3. Garam 0,5 Sdt
4. Air 50 ml
3.3. Prosedur Produksi
Adapun prosedur produksi pembuatan mie pada modul ini adalah:
1. Untuk membuat adonan mie pertama campurkan tepung terigu, garam, aduk
hingga rata. Tambahkan air 100 ml, aduk rata.
2. Uleni adonan mie dengan menambahkan air sedikit demi sedikit. Bila adonan
terasa masih keras, tambahkan sedikit air hingga terasa kalis.
3. Sebelum proses penggilingan, diamkan dulu adonan mie selama kurang lebih
15 menit agar adonan kenyal. Masukkan adonan mie dalam plastik agar
warnanya tidak cepat berubah.
4. Giling adonan menjadi lembaran (tebal 3mm). Bila menggunakan mesin
penggiling dari ramesia Mesin, Anda tak perlu khawatir ketebalan mie tidak
akan sama. ramesia Mesin juga menyediakan mesin pembuat mie yang bisa
mengubah adonan mie Anda langsung menjadi panjang pipih siap konsumsi.
5. Setelah lembaran adonan mie jadi berbentuk mie panjang, masak dalam air
mendidih selama kurang lebih 2 menit. Adonan mie dengan bahan tepung
terigu protein rendah memerlukan waktu perebusan lebih singkat dibanding
tepung jenis lainnya. Jangan terlalu lama merebus mienya, karena adonan mie
Anda akan cepat lembek. Bila telah selesai, angkat dan tiriskan. Mie buatan
Anda siap digunakan.
3.4. Flowchart

mulai

Pencampuran tepung terigu, garam dan air 100 ml

Proses uleni adonan mie dengan penambahan air sedikit


demi sedikit

Tidak
Kalis
Ya

Diamkan adonan ± 15 menit lalu masukan kedalam


plastik

A
A

Giling adonan menjadi lembaran tebal 3 mm

Potong mie ukuran kecil

Packaging
selesai
Gambar 3.1 Flowchart

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisa Produk


Dalam praktikum kewirausahaan modul 3 adalah tentang pembuatan mie.
Pembuatan mie menggunakan alat-alat dari laboratorium kewirausahaan yang
begitu canggih sehingga mudah untuk dibuat. mie yang telah dibuat dikemas
secara rapi menggunakan kemasan plastik bening agar terlihat menarik dan mudah
dibawa kemana-mana oleh pembeli. Pada setiap kemasan berisi mie. Mie ini
sudah diberi tepung tapioca sehingga di jamin tahan lama tampa bahan pengawet
dan tidak lengket serta terjamin kualitasnya dan sangat cocok untuk para pecinta
makanan sehat tambah bahan pengawet.
Pada pembuatan mie harus diperhatikan juga masalah kebersihan dan
bahan-bahan yang bagus agar hasil mie tersebut menghasilkan mie yang
berkualitas dan bermutu. Pembuatan mie yang telah dilakukan, didapatkan hasil
yang sangat memuaskan karena di bantu dan di dampingi oleh para instruktur
handal dari asisten laboratorium yang di dukung dari pencampuran bahan-bahan
yang sempurna. Sehingga, hasil mie yang dihasilkan seperti yang diharapkan.

4.2 Tabel Perhitungan


Perhitungan modal dan keuntungan setelah kami melakukan penjualan
adalah sebagai berikut :
4.2.1 Modal
Modal yang dikeluarkan dalam proses penjualan sebagai berikut :
Tabel 4.1 Modal Usaha
No Nama Bahan Satuan Jumlah Harga
1 Terigu 2 Kilogram Rp. 12.000
2 Tepung Tapioka 1 Kilogram Rp. 5.000
3 Air 50 Ml Rp. 1.000
4 Listrik 2 Kwh Rp. 4.000
5 Kemasan 1 Pack Rp. 3.000
Total Harga Rp. 25.000

4.2.2 Keuntungan
Keuntungan yang diperoleh dalam proses penjualan sebagai
berikut
Tabel 4.2 Keuntungan
No. Nama Produk Harga Persatuan Jumlah Hasil Jumlah
Produk
1 Mie Nyoh-Nyoh 2.800 11 Pack Rp. 30.800
Jumlah Rp. 30.800
Rumus
 Untung = Total Pemasukan – Total Pengeluaran
= Rp. 30.000 – Rp. 25.000
= Rp. 5.000
 Keuntungan dalam persen:
5.000 x 100% = 20%
25.000
4.2 Tabel Pengamatan
Tabel 4.3 Pengamatan
No Nama Tanggapan
1. Ilham Untuk kemasan mie kurang menarik,tapi harganya murah
2. Aris Rasanya enak dan lezat dan kemasan kurang menarik.
3. Sumariyati Mienya kurang bermerk semoga enak di makan, tetapi
harganya murah.
4. Saidin Mienya kenyal dan terlihat sehat tidak mengandung bahan
kimia.
No Nama Tanggapan

5. Suci Mienya kemasanya kalau bisa di kasik gambar produksi


biar menarik.
6. Morena Mienya murah dan terlihat bergizi dan sehat
7. Ambar Harga sesuai dengan isinya, jika menjual lagi tolong di
tuliskan tanggal kadaluarsanya agar mengetahui batas
pemakaianya untuk kelayakan di konsumsi.
8. Isnaini Mienya terlalu sedikit untuk harga mahasiswa tetapi
untuk kesehatan bagus karena tampah bawan pengawet.
9. Anggi Harga terjangkau, rasanya enak dan gurih.
10. Novi Produknya untuk seorang mahasiswa sangan inovatif
terus di kembangkan , masalah rasa sudah bagus dan
enak.

4.3 Analisa SWOT


Berikut analisa SWOT yang akan kami jalani :
1. Strengths | Kekuatan
 Daerah sekitar UPN “Veteran” Jatim belum ada yang menjual mie basah.
 Konsep yang ditawarkan menggunakan free ongkir dengan pembelian minimal
4 Bungkus
 Memiliki website untuk order dan kesediaan produk.
 Harga mie murah meriah
 Bebas bahan pengawet
 Kemasan yang berbeda dengan di kemas di plastic
2. Weakness | Kelemahan
 Harga bahan yang naik turun
 Manajemen perusahaan masih sederhana
 Modal untuk memulai usaha masih kurang
 Tidak tahan lama
 Konsumen yang berasal dari mahasiswa lebih menyukai makanan yang isntan.
3. Opportunities | Kesempatan
 Belum ada pesaingan pemasaran
 Bisa order dengan cukup telepon dan di sms
 Penjualan “Mie Ayam Sehat” memiliki peluang yang cukup besar karenaselain
memiliki cita rasa yang enak dan unik juga memiliki kandungan gizi yang
memadai.
4. Threats | Ancaman
 Mie tidak bisa di simpan lama-lama.
 Bahan pembuatan mie yang terkadang harganya naik turun.
 Dalam memproduksi “Mie Ayam Sehat” memungkinkan pihak lain mencuri
resep ataupun ide usaha yang telah dikembangkan.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Dari hasil praktikum kewirausahaan ini didapatkan kesimpulan sebagai


berikut :
Dengan berwirausaha, seseorang dapat mandiri dalam berbisnis, tidak
cemas akan status pekerja pada perusahaanya dan lebih bebas dalam menjalankan
usahanya. Dalam modul ini, salah satu usaha yang digunakan adalah membuat dan
menjual mie. Indonesia memiliki sejumlah kuliner dengan citarasa yang lezat
seperti salah satunya adalah mie. Mie merupakan kuliner yang terbuat dari biji
kedelai dan menjadi salah satu nya kuliner yang digemari oleh masyarakat dari
dulu hingga kini. Maka dari itu, mie dapat digunakan sebagai peluang
berwirausaha yang sangat bagus. Disamping itu, wirausahawan dapat membuka
lapangan pekerjaan bagi orang lain sehingga memberikan manfaat bagi
lingkungan sosial dan mengatasi masalah pengangguran yang ada.
5.2 Saran
Adapun saran dalam praktikum kewirausahaan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk laboratoriumnya harap ditambah lagi mesin pengolahan produknya,
agar mahasiswa dapat membuat produk yang baru, efisien dan bermutu.
2. Fasilitas didalam laboratorium harap diutamakan karena merupakan
prioritas utama dalam praktikum kewirausahaan ini.
3. Untuk waktu pelaksanaan peraktikum kewirausahaan kedepannya harap
lebih longgar lagi sesuai dengan jadwal masing-masing agar para
mahasiswa dapat berlatih dan belajar tentang berwirausaha yang
sebenarnya serta dapat menghasilkan nilai tambah dan pengalaman yang
berarti.
4. Sebaiknya di dalam modul tersedia resep untuk membuat mie agar
mahasiswa tidak bingung dalam mengolah mie

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2018.”kewirausahaan”https://id.wikipedia.org/wiki/Kewirausahaan

diakses pada 18 Februari 2018 pukul 18.00 WIB.


Harian netral.2015.”pengertian kewiraushaan dan wirausaha serta ciri dan

tujuannya.http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-kewirausahaan-dan

wirausaha-serta-ciri-dan-tujuannya.html diakases pada 18 Februari 2018.


http://hobitiduur.blogspot.com/2016/03/laporan-praktikum-pengolahan-mie-

nabati.html diakses tanggal 18 Maret 2018, pukul 16.00 WIB


Kasali, Rhenald dkk. 2012. Kewirausahaan. Hikmah : Jakarta.
Kumorohadi, Untung & Nurhayati. 2010. “Analisa Kualitas Pembinaan dan

Pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa”. Unsud :

Purwokerto.
Meredith, G. Geoffrey et al. 1996. Kewirausahaan Teori dan Praktek. PT Pustaka

Binaman Pressindo : Jakarta.

LAMPIRAN