Anda di halaman 1dari 10

Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,

hidayah dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Dibuatnya makalah ini adalah sebagai syarat untuk memenuhi mata kuliah yang

sedang kami emban, yaitu akuntansi manajemen dengan topik “Perilaku Biaya Aktivitas dan

Perhitungan Biaya berdasarkan Aktivitas”. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat

menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat

memperbaiki bentuk maupun isi makalah agar menjadi lebih baik.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan

baik dari segi susunan kalimat maupun bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka

kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah

ini.

Akhir kata, dengan harapan semoga makalah ini dapat bermanfaat kepada kita semua.

Aamiin....

Makassar, September 2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di dalam akuntansi manajemen istilah biaya dapat digunakan untuk berbagai hal,

karena banyak jenis biaya dan biaya tersebut diklasifikasikan sesuai dengan kebutuhan

manajemen. Biaya-biaya ini penting dalam menyiapkan laporan keuangan eksternal, yaitu

laporan laba-rugi dan neraca.

Biaya-biaya yang disajikan pada laporan keuang tersebut diatur berdasarkan fungsi.

Dalam hal ini, semua biaya perusahaan dimasukkan dalam satu dari tiga kategori berikut :

produksi atau manufaktur (dalam akun harga poko penjualan), biaya pemasaran dan biaya

administrasi.

Pengaturan ini cocok untuk pelaporan eksternal bahkan pelaporan tersebut

diwajibkan. Akan tetapi pengelompokan fungsional sama sekali tidak membantu

penganggaran, pengendalian dan pengambilan keputusan. Untuk tujuan-tujuan ini, kita perlu

memahami perilaku biaya. Perilaku biaya (cost behaviour) adalah cara biaya berubah dalam

hubungannya dengan perubahan penggunaan aktivitas. Atau dengan kata lain perilaku biaya

adalah istilah untuk menggambarkan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan

keluaran (output).

B. Rumusan Masalah

1. Pembahasan mengenai Perilaku Biaya Aktivitas, antara lain :

a) Apa definisi dari perilaku biaya tetap, biaya variable dan biaya campuran ?

b) Bagaimana peranan model penggunaan sumber daya dalam memahami

Perilaku biaya?
c) Bagaimana memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan

variabel ?

d) Bagaiman peranan regresi berganda dalam penilaian Perilaku biaya?

2. Pembahasan mengenai Perhitungan Biaya berdasarkan Aktivitas, antara lain :

a) Apakah pentingnya biaya per unit ?

b) Bagaimana pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi ?

c) Apa penyebab pendekatan perhitungan biaya berdasarkan fungsi dapat

menimbulkan distorsi biaya ?

d) Bagaimana cara kerja suatu system perhitungan biaya berdasarkan aktivitas

dalam perhitungan biaya produk ?


BAB II

PEMBAHASAN

A. Perilaku Biaya Aktivitas

1. Perilaku Biaya Aktivitas

Berdasarkan dari perilakunya, biaya dapat dibagi menjadi tiga golongan : biaya

tetap, biaya variabel dan biaya campuran.

Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap

konstan dalam rentang yang relevan ketika tingkat keluaran aktivitas berubah,

dengan kata lain biaya yang tidak dipengaruhi oleh perubahan jumlah keluaran

(output). Misalnya biaya sewa gedung.

Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan

bervariasi secara proporsional terhadap perubahan keluaran. Jadi, biaya variabel naik

ketika keluaran naik dan akan turun ketika keluaran turun. Biaya variabel dapat

berhubungan dengan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan margin penjualan.

Misalnya jika perusahaan membuat sebuah pabrik busi, maka tembaga yang

digunakan dalam produksi adalah biaya variabel. Ini berarti jika perusahaan berhenti

memproduksi busi, maka perusahaan tidak lagi memiliki biaya tembaga.

Biaya campuran adalah biaya memiliki komponen tetap dan variabel. Misalnya

biaya pengawas produk yang memakai insentif dengan kapasitas produksi.

2. Peranan model penggunaan sumber daya dalam memahami perilaku biaya

Banyaknya kapasitas yang diperlukan bergantung pada tingkat kinerja yang

diminta. Biasanya, dapat diasymsikan bahwa kapasitas yang diperlukan

berhubungan dengan tingkat di mana aktivitas dikerjakan secara efisien.


Tingkat yang efisien atas kinerja aktivitas disebut kapasitas praktis (practical

capacity)/ Hal ini terkadang terdapat kelebiham kapsitas. Untuk mengetahui

bagaimana hal itu terjadi dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi Perilaku biaya,

penting untuk mengetahui sumber daya yang fleksibel dan terikat.

Sumber daya fleksibel (flexible resources) dipasok saat digunakan dan

dibutuhkan. Suatu perusahaan akan sangat baik jika hanya membeli sumber daya

yang diperlukan, tepat saat sumber daya tersebut diperlukan. Hal tersebut terkadang

terjadi. Misalnya, bahan baku langsung sering dibeli saat dibutuhkan dan dengan

jumlah yang sesuai kebutuhan.

Sumber daya terikat (committed resources) adalah sumber daya yang dipasok

sebelum penggunaan, mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau

implisit untuk memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang

apakah jumlah sumber daya yang tersedia digunakan secara penuh atau tidak.

Sumber daya terikat dapat memiliki kapasitas yang tidak terpakai karena kapasitas

yang tersedia lebih banyak daripada yang digunakan.

3. Memisahkan biaya campuran menjadi komponen tetap dan variable

Ada tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran

menjadi komponen tetap dan varibel.

- Metode tinggi-rendah (high-low method), adalah suatu metode untuk

menentukan persamaan suatu garis lurus dengan terlebih dahulu memilih dua

titik (titik tinggi dan rendah) yang akan digunakan untuk menghitung parameter

perpotongan dan kemiringan. Titik tinggi didefinisikan sebagai titik dengan

tingkat keluaran atau aktivitas tertinggi. Titik rendah didefinisikan sebagai titik

dengan tingkat keluaran atau aktivitas terendah.


- Metode scatterplot, adalah sutu metode penentuan persamaan suatu garis dengan

menggambarkan data dalam suatu grafik.

- Metode kuadrat terkecil (method of least squares), menguadratkan setiap deviasi,

dan menjumlahkan deviasi yang dikuadratkan tersebut sebagai ukuran kedekatan

keseluruhan.

4. Peranan regresi berganda dalam penilaian Perilaku biaya

B. Perbedaan Produk Berwujud dan Tidak Berwujud

Keluaran (output) organisasi merupakan salah satu objek biaya terpenting. Ada dua

jenis keluaran, yaitu produk berwujud dan jasa. Produk berwujud (tangible product)

adalah barang yang dihasilkan dengan mengubah bahan baku melalui pengguna tenaga

kerja dan masukan (input) modal, seperti pabrik, lahan dan mesin. Televisi, mobil,

komputer, pakaian dan perabotan adalah contoh produk berwujud.

Jasa (service) adalah tugas atau aktivitas yang dilakukan untuk pelanggan atau

aktivitas yang dijalankan oleh pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas

organisasi. Jasa juga diproduksi dengan menggunakan bahan, tenaga kerja dan masukan

modal. Perlindungan asuransi, perawatan kesehatan, perawatan gigi, jasa pemakamam

dan akuntansi adalah contoh berbagai aktivitas jasa yang dilakukan untuk pelanggan.

Jasa berbeda dengan produk berwujud dalam empat dimensi penting : tidak

berwujud, tidak tahan lama, tidak dapat dipisahkan dan tidak selalu sama. Tidak

berwujud berarti pembeli jasa tidak dapat melihat, merasakan, mendengar atau

mencicipi suatu jasa sebelum jasa tersebut dibeli. Jadi, jasa adalah produk tidak

berwujud. Tidak tahan lama berarti jasa tidak dapat disimpan untuk kegunaan masa

depan oleh pelanggan (ada beberapa kasus yang tidak ukum, yaitu saat barang-barang

berwujud tidak dapat disimpan, tetapi harus dikonsumsi saat diadakan. Meskipun jasa
tidak dapat disimpan, beberapa jasa seperti operasi plastik memberi pengaruh jangka

panjang dan tidak perlu diulangi oleh pelanggan tersebut. Jasa lainnya memberi pengaruh

jangka pendek dan menciptakan pelanggan setia. Contoh jasa yang berulang adalah jasa

rekening giro, jasa penjagaan rumah dan binatu. Tidak dapat dipisahkan berarti

produsen dan pembeli jasa biasanya harus melakukan kontak langsung saat terjadi

pertukaran. Akibatnya, jasa kerap tidak dapt dipisahkan dari produsennya. Tidak selalu

sama berarti terdapat peluang variasi yang lebih besar pada penyelenggaraan jasa

daripada produksi produk. Penyelenggara jasa bisa saja dipengaruhi oleh pekerjaan yang

dilakukan, bautan individu lainnya yang bekerja dengan mereka, pendidikan dan

pengalaman mereka, serta faktor-faktor pribadi seperti kehidupan rumah tangga.

C. Perbedaan Laporan Keuangan untuk Perusahaan Manufaktur dan Jasa

Perusahaan manufaktur memperoleh produk persediaan yang dibuat dari bahan

mentah/baku menjadi bahan baku atau bahan jadi. Jadi tidak mutlak perusahaan jenis ini

mengolah bahan baku menjadi bahan jadi tetapi bias saja mengolah kembali

memproduksi bahan baku untuk perusahaan lain.

Pada perusahaan manufaktur terdapat empat jenis lapran keuangan yang utama yaitu

laporan harga pokok produksi, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal dan neraca.

Perusahaan manufaktur meliputi persediaan bahan baku, persediaan dalam proses

produksi, persediaan bahan pembantu, persediaan barang jadi, pembelian, ada harga

pokok penjualan dan ada akuntansi biaya.

Perusaahan jasa bias kita artikan sebagai perusahaan yang khusus bergerak menangani

atau memberikan pelayanan di bidang penjualan jasa (keahlian). Contohnya bank,

asuransi, bengkel, rental, salon dan masih banyak contoh lainnya.


Perusahaan jasa meliputi tidak memiliki persediaan, pembelianlansung di masukkan

dalam peralatan atau perlengkapan, tidak ada harga pokok penjualan.

D. Perbedaan antara Sistem Akuntansi Manajemen berdasarkan Fungsi dan Aktivitas

Sistem akuntansi manajemen dapat diklasifikasikan secara umum sebagai system

berdasarkan fungsi dan system berdasar aktivitas. Pendekatan berasarkan fungsi dan

aktivitas dapat ditemukan dalam praktik nyata.

Sistem akuntansi manajemen berdasarkan fungsi (functional based management-FBM)

telah dikenal dari tahun 1900-an dan masih digunakan secara luas dalam sector

manufaktur dan jasa.

Sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas (activity based management-ABM)

merupakan system yang lebih baru . Sistem manajemen biaya berdasarkan aktivitas juga

digunakan secara luas dan pemanaatannya semakin tinggi, khususnya di antara

organisasi-organisasi yang memiliki beragam produk dan pelanggan, produkyang lebih

rumit, siklus waktu produk yang lebih pendek, peningkatan persyaratan kualitas dan

tekanan persaingan yang ketat.

Sistem manajemen biaya berdasarkan fungsi :

1. Penggerak berdasarkan unit

2. Insentif dalam pengalokasian

3. Perhitungan harga pokok produk secara sempit dan kaku

4. Berfokus pada pengelolaan biaya

5. Informasi aktivitas sedikit

6. Maksimalkan kinerja unit individual

7. Penggunaan ukuran keuangan untuk kinerja

Sistem manajemen biaya berdasarkan aktivitas :


1. Penggerak berdasarkan unit dan nonunit

2. Insentif dalam penelusuran

3. Perhitungan harga pokok produk secara luas dan fleksibel

4. Berfokus pada pengelolaan aktivitas

5. Informasi aktivitas terperinci

6. Maksimalisasi kinerja seluruh system

7. Penggunaan ukuran keuangan dan non keuangan untuk kinerja


BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

B. SARAN