Anda di halaman 1dari 17

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP  Xenophon Tahun 434-355 SM : dia

KESUBURAN TANAH menganggap bahwa pupuk kandang adalah


tidak ada sesuatu yang lebih baik pupuk
Kesehatan dan Kesuburan Tanah kandang tadi. Mungkin pada zaman Xenophon
- Kesuburan tanah adalah kemampuan ini dia aplikasikan pupuk hewan pada tanah-
tanah untuk mendukung pertumbuhan tanah yang kurang subur. Sehingga, pada saat
tanaman dengan sifat kimia, fisika, dan itu dia berkesimpulan bahwa pupuk kandang
biologi yang dimilikinya adalah sesuatu yang tidak dapat dikalahkan
- Kesehatan tanah diartikan suatu keadaan oleh sesuatu yang lain.
tanah yang dapatmendukung  Theophrastus Tahun 372-287 SM : dia
pertumbuhan tanaman secara sehat memberi kotoran hewan pada lubang tanam
tanpaadanya gangguan apapun kemudian tanamannya tumbuh subur. Dari
Kesuburan dan kesehatan tanah bisa beberapa kotoran hewan yang dia aplikasikan
berubah-ubah.Tanah yang tadinya subur dan dia bikin deret pupuk kandang. Deretannya
sehat bisa saja menjadi kurang subur dan sakit. yaitu : Manusia, babi, kambing, biri-biri,
- Faktor penyebab menurunnya lembu betina, lembu jantan dan kuda artinya
kesuburan tanah diantaranya yaitu manusia yang paling tinggi kesuburannya
penyerapan zat hara oleh tanaman, sampai ke yang paling rendah yaitu kuda.
penguapan elemen hara ke atmosfer, Kotoran manusia dikatakan lebih subur karena
resapan ke dalam tanah, dan terjadinya pemakan segala, sehingga keragaman yang
erosi. dimakan manusia lebih banyak, sehingga
- Faktor penyebab menurunnya ampasnya pun memiliki kandungan yang lebih
kesehatan tanah diantaranya yaitu tidak beragam. Lembu betina lebih subur dibanding
pernah melakukan pemberian bahan lembu jantan : karena biasanya lembu betina
organik ke tanah, pemakaian pupuk yang makannya lebih milih-milih makanan yang
berlebihan, terjadinya pencemaran bahan kualitasnya baik seperti tanaman-tanaman
kimia berbahaya (seperti pestisida kimia), muda berbeda dengan lembu laki-laki
melakukan pembakaran di atas lahan sehingga makanan. Biasanya di tanaman-
(merusak tekstur tanah) dan juga erosi. tanaman muda seperti pucuk batang muda,
banyak mengandung hormone auksin, di
Sejarah Kesehatan dan Kesuburan Tanah dalam tubuh lembu betina tadi hormone
 Tahun 2500 : Kesehatan kesuburan tanah tersebut tidak dapat dicerna kemudian
mulai tercatat dan ditekuni sejak 2500 tahun disekresikan dan menjadi air seni, sehingga
SM. Di daerah sungai Tigris pada Ada ketika dia keluar dan jatuh ke tanah, tanahnya
tanaman yang ditanam pada daerah tertentu lebih subur.
hasilnya lebih banyak, di mana di daerah itu  Varo : kotoran ayam dan burung lebih subur
tanah yang ditanami adalah tanah tanah yang dibandingkan dengan tinja manusia.
sering terkena banjir. Ternyata tanah yang Perbedaan dengan Theoprastus : tanah yang
sering kena banjir, tingkat kesuburan diaplikasikan yang berbeda, di mana ayam dan
tanahnya lebih baik dibandingkan dengan burung karena makannya padi-padian/ biji-
yang tidak kena banjir. bijian yang kandungan fosfornya tinggi, nah
 Herodotus Tahun 500 SM : terkait dengan ketika kotoran ini diberikan ke tanah-tanah
pada tanah-tanah yang sering banjir tingkat yang kandungan fosfornya rendah maka akan
kesuburan lebih baik dibanding dengan daerah memberikan respon yang cukup baik.
yang tidak sering baik. Kemudian, masyarakat Kemudian, pada Theoprastus tadi tanahnya
yang hidup pada daerah itu lebih sejahtera memiliki kandungan fosfornya tinggi,
dibanding dengan masyarakat yang hidup di sehingga menurut Theoprastus tadi lebih baik
luar daerah yang sering banjir. dengan kotoran manusia. Kemudian, dia sudah
mulai membuat bagaimana kotorannya lebih dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman itu
baik dengan membuat bahan-bahan awal adalah air. Karena air yang banyak dikasih
(sumber pakan) yang lebih baik yaitu ketika seiring dengan pertumbuhan yang banyak.
lembu diberi makan “snail clover” (sejenis Jadi, yang menentukan pertumbuhan itu
tanaman kacangan dari genus Trifolium), adalah air tadi.
beliau menganggap hal ini akan mempersubur  Boyle tahun 1627-1691 melanjutkan dari
ekskremen lembu. Leguminosa mampu penelitian Van Helmont : dia liat tadi dalam
mengikat N bebas, maka ketika dimakan tanaman ternyata ada garam dan unsur hara
lembu tadi mengandung kandungan N nya yang lain. Jadi untuk menjelaskan saja bahwa
yang tinggi. pertumbuhan tadi bukan saja oleh air tetapi
 Cato Tahun 234-149 : dia menganjurkan ada factor-faktor lain. Factor lain itu yang
penanaman tanaman sela acinum pada tanah kurang sedikit tadi. Jadi, tidak bisa
tanaman anggur yang rendah kesuburan hanya dengan air saja tetapi ada materi yang
tanahnya. Diduga acinum tadi merupakan lain yang bisa membangun tumbuhan tadi
sejenis tanaman leguminosa.Ketika ada anggur untuk tumbuh dengan baik.
diselanya dikasih tanaman leguminosa  Glauber ahli kimia berbangsa jerman
harapannya tanaman leguminosa dapat berpendapat bahwa sendawa dari kalium
memfiksasi N bebas sebagian yang keluar dari hidrat lah yang bertanggung jawab sebagai
eksudat akarnya bisa dimanfaatkan oleh penyusun utama vegetasi dan bukan air. Ini
tanaman anggur. Atau guguran daun tanaman terkait dengan asal kehidupan (1604-1668).
leguminosa yang gugur tadi bisa dimanfaatkan  Masih terkait dengan KNO3 si John Mayow
sebagai pupuk yang bermanfaat bagi tanaman Tahun 1643-1679 dikatakan bahwa Di dalam
anggur. kotoran hewan yang menentukan baik atau
 Tahun 113-62 SM : Plinneus sudah tidaknya adalah KNO3
menemukan kapur dan sendawa (KNO3).  Penemuan oksigen oleh Priestly sekitar tahun
Sendawa dapat meningkatkan kesuburan 1775 merupakan kunci pembuka rahasia dari
tanah. Jadi, kapur dan sendawa tadi sudah sejumlah pertanyaan yang menyelubungi
diperkenalkan oleh Plinneus pada tahun 113- misteri kehidupan tanaman yang menunjukkan
62 SM. Dia memberi catatan juga: bahwa bahwa penjernihan udara terjadi jika adanya
tanaman palma membutuhkan garam asin cahaya, tetapi dalam ruangan gelap, udara
dalam jumlah banyak. tidak dapat dijernihkan. Itu merupakan konsep
Kemudian, masuk ke setelah masehi proses fotosintesis nantinya. Jadi kalo ada
perkembangan di kesuburan sudah mulai cahaya maka aka nada perubahan cahaya
melewati dugaan-dugaan.Sudah memulai menjadi CO2 menjadi O2. Itu akan terjadi
berbicara itu dengan data walaupun terkait dengan Van Helmont tadi yang air. Jadi
penelitiannya itu masih disusun dengan penjernihan udara itu juga ada air.
sederhana.Misalnya :
 Van Helmont (1577-1644) menanam tanaman Hukum Minimum Liebig
willow ditanam di suatu pot kemudian hanya Hukum minimum /liebig merupakan hukum
disiram dari air suling. Sebelum ditanam yang menjadikan dasar sampai sekarang untuk
pohonnya ditimbang, dan media tanamnya menentukan hukum. Karena dari temuan liebig
ditimbang. Kemudian, setelah lama ditimbang itu dikatakan bahwa pertumbuhan tanaman itu
lagi pohonnya berapa dan tanahnya berapa. sangat ditentukan oleh kandungan unsur hara
Ternyata selisih jumlah pertambahan pohon di yang paling sedikit oleh karena itu,
pot itu sangat signifikan, tetapi pengurangan digambarkan seperti tong. Tong itu kan datar
media tanaman itu sangat sedikit sekali. kalo dia dilubangi atau dipotong sedikit ketika
Sehingga, dari penelitian itu Van Helmont dikasih air maka berapa pun air yang diberikan
mengambil kesimpulan bahwa yang maka volume yang tertinggi nanti adalah batas
yang dilubangi tadi. Akan tetapi, meskipun tidak diberi unsur hara lagi, maka hasil
digambarkan tong di sana bukan berarti semua yang tinggi tadi menyebabkan tanaman
unsur hara itu dalam kondisi yang sama banyak. terdegradasi dari segi tanahnya karena
Tapi samanya itu dalam kondisi keseimbangan tanaman tadi bersifat menguras hara.
atau kesetaraan jumlahnya. Faktor Lingkunganmeliputi :
2. Iklim :
Hubungan Tanah dan Tanaman a. Temperatur merupakan ukuran intentitas
- Tanah sebagai media tanam panas.
- Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Kisaran temperatur secara umum untuk
tanaman makluk hidup: -350C– +750C; Tanaman
- Bentuk hara dalam tanah pertanian : 25 – 400C.
- Kuantitas dan intensitas hara Kaitan temperature dengan pertumbuhan
- Gerakan hara dalam tanah tanaman biasanya berpengaruh pada :
- Mekanisme penyerapan hara oleh akar fotosintesis, respirasi, permeabilitas dinding sel,
- Kurva pertumbuhan tanaman transpirasi, penyerapan air dan hara, aktivitas
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil enzim dan koagulasi protein. Kaitan dengan
tanaman : kesuburan tanah temperature tadi akan
- Tanaman berpengaruh terhadap penyerapan air dan unsur
- Iklim hara. Ada beberapa unsur hara yang
- Air penyerapannya itu sangat dipengaruhi oleh
- Unsur Hara pergerakan air. Sehingga, kondisi suhu akan
- Media Tumbuh membuat tanaman mengalami transpirasi yang
1. Tanaman mengambil air tanah. Ketika air tanah itu masuk
Genetik : ke dalam tanaman disertai juga unsur hara yang
- Kesehatan dan kesuburan tanah lebih terlarut dalam air tadi di ke daerah permukaan
mudah diperbaiki yang kesuburannya akar.
karena kalo kita bicara tentang kesehatan b. Sinar Matahari
itu terkait dengan kemasaman, keracunan Yang terpenting adalah lama penyinaran dan
Al, salinitas tinggi dan pH yang rendah. intensitas untuk pertumbuhan tanaman.Aspek
Dan orang bioteknologi berusaha sinar matahari yang terkait dengan pertumbuhan
menciptakan tanaman yang tahan terhadap : proses fotosintesis, lama penyinaran dan
hal tersebut. Tetapi sekarang, hal tersebut periode tumbuh
sudah tidak menarik lagi. Karena ternyata c. Udara
kesuburan itu lebih mudah untuk Berfungsi untuk respirasi dan bahan dasar
dikendalikan. Misalnya tanah yang tidak CO2 dalam proses fotosintesis
subur bisa lebih subur dengan
ditambahkan pupuk. 3. Air :
- Pada masa lalu pemilihan varietas tanaman - kadarnya dalam tanah bervariasi : jenuh air
berdasarkan tingkat kesuburan tanah yang (saturated) - kapasitas lapangan (field
berbeda. Sekarang hal tersebut tidak harus capacity) - layu permanen (wilting point).
berdasarkan kesuburan lagi, karena pada Antara jenuh air dan kapasitas lapang : air
tanah yang tidak subur dapat ditambahkan gravitasi, antara kapasitas lapang dan titik
pupuk. layu permanen : air tersedia. Di bawah
- Pemilihan tanaman yang tahan titik layu permanen : air tidak tersedia bagi
kemasaman, keracunan Al dan salinitas tanaman
tinggi, pH rendah dan salinitas tinggi - Fungsi lengas antara lain sebagai : pelarut,
- Tanaman dengan hasil panen tinggi maka media transportasi, bahan dasar H2O.
membutuhkan unsur hara yang tinggi. Jika
- Air sangat penting bagi proses fotosintesis Berperan : dalam proses pertumbuhan
dan respirasi. Tingkat ketersediaan air tanaman
dalam tanah, air dibedakan menjadi air C, H, dan O : unsur utama bagi penyusun tubuh
tersedia dan air tidak tersedia tanaman
Air tersedia : air yang berada di antara Contoh unsur hara :
air gravitasi dan air yang tidak tersedia (0,3- - N : menjadi penyususn pada protein dan
15 bar). klorofil. Sehingga, kalo N nya kurang proses
Air gravitasi : karena air berada di pori- pembentukan klorofil tidak baik maka akan
pori makro, posisinya itu sangat mobile mengindikasikan warna daun tanaman
karena berada pada pori-pori drainase. Jadi berwarna kekuning-kuningan yang semula
gaya gravitasi masih lebih besar dengan hijau (klorosis).
gaya perbedaan potensial yang ada pada N juga berpengaruh juga pada enzim
tanaman. Air gravitasi merupakan air yang yang merupakan jenis protein juga. Karena
tidak tersedia bagi tanaman. N nya kurang maka akan ada gangguan pada
kerja enzim sehingga N nya kurang
0 to -0.3 bar = Air Gravitasi pertumbuhan tanamannya terhambat seperti
0.3 to -15 bar = Kapasitas Lapang tanamannya kerdil, warnanya kekuning-
15 to -100 bar = Keadaan kering angin kuningan secara merata, lama kelamaan
0,000 bar = Kering Oven akan mengalami nekrosis, kemudian
tanaman mati.
4. Tanah : Kelebihan : menghambat pembungaan
Tanah berdasarkan fase penyusun tanah - Ca (kalsium) : berfungi pada proses
dibedakan menjadi : fase padat, cair dan gas. pembentukan dinding sel
Tanah ideal bagi pertanian itu tanah yang fase Kekurangan : dinding sel tanamannya
padatnya 50 %, air 25%, udaranya 25% akan menjadi lebih tipis, karena dinding
Fase padatan :Pada fase padatan merupakan selnya tipis maka lebih mudah terinfeksi
tempat tersimpannya unsur hara (cadangan mikroorganisme.
unsur hara) - P : dikenal juga dengan kunci kehidupan.
Fase cair :Air terkait dengan transpirasi Proses perkecambahan itu diawali dengan
berperan dalam transport hara dalam bentuk ion pembentukan energi untuk merombak. Jadi
ke arah tanaman. kalo tidak ada maka tidak ada energy untuk
Fase gas :Udara untuk respirasi artinya merombak. Maka biasanya di biji itu terdapat
media pertukaran gas antara akar tanaman dan fosfor. Selain itu, fosfor juga bertanggung
organisme tanah (bakteri, fungi, dsb) dengan jawab terhadap semua energy pada proses
atmosfer sehingga mendapatkan O2 dan melepas metabolisme tanaman baik itu fotosintesis,
CO2 hasil respirasi. respirasi, dan yang lainnya sangat dipengaruhi
Kalo perbandingannya tidak oleh fosfor.
optimal.Misalnya tanahnya 75%, airnya sedikit, Indikasi kekurangan : warna tanaman
udaranya sedikit. Maka akan berpengaruh pada menjadi keungu-unguan dari kondisi awal
pertumbuhan tanaman. Kalo air dalam keadaan tanaman itu hijau, tanaman kerdil,
sedikit maka dia sudah masuk ke titik layu berbunganya lebih cepat
permanen tadi, kalo udaranya sedikit - Mg, Boron : berperan pada fotosintesis
menandakan kondisi tanah itu jenuh air.Kalo dia Kekurangan : daun tanaman kekuning-
jenuh air larinya ke reduksi, kalo dia jenuh air kuningan dimulai dari tulang-tulang daun
larinya ke oksidasi. - Potasium atau Kalium : diserap banyuak tapi
tidak ditemukan dalam bentuk komponen, dan
5. Unsur Hara tidak diketahui posisinya. Sifatnya mobile
(mudah dipindahkan) karena tidak membentuk
komponen. Dimulai dari yang tua diambil Perbedaan pergerakan unsur hara dari
untuk yang muda. Sehingga kekurangan tanah ke akar dengan penyerapan unsur
kalium pada tanaman dilihat dari pengeringan hara oleh akar
pinggiran daun tanaman tua dan dimulai dari Kalo pergerakan unsur hara dari tanah ke
daun yang paling bawah. Dia kering karena akar itu unsur haranya baru nempel di
bagian daun tadi ditinggalkan oleh Kalium permukaan akar tp kalau penyerapan unsur hara
untuk membentuk daun yang lebih muda. oleh akar itu mulai dari permukaan dia masuk ke
Fungsi : membuka dan menutupnya ruang luar ruang akar, kemudian dari ruang luar
stomata, berperan pada proses translokasi masuk ke ruang dalam.Penyerapan unsur hara
pati oleh akar tanaman ada dua mekanisme :
mekanisme pasif dan mekanisme aktif.
Pergerakan unsur hara dari tanah ke akar - Mekanisme pasif : secara difusi. Kalo di
tanaman dan penyerapan unsur hara oleh akar luar akar banyak, unsur haranya masuk ke
itu berbedaPergerakan unsur hara dari tanah ke dalam tapi kalau di dalamnya banyak dia
akar tanaman yang mengikuti tiga mekanisme : bisa tidak keluar.
1. Intersepsi akar/pertukaran kontak : adanya - Mekanisme aktif : unsur hara dari ruang
pertemuan langsung antara akar dengan tapak luar akar masuk ke ruang dalam akar
jerapan (koloid). Maka akar harus lebih kemudian masuk ke mitokondria. Dengan
banyak atau lebih panjang. Makin panjang bantuan carrier dan energy.
akar makin banyak persentuhan dengan tapak Contoh unsur hara berpengaruh pada
jerapan (koloid), sehingga penyerapan unsur tanaman:
hara lebih banyak. Pengertian lainnya adalah Respon tanaman terhadap faktor
daya jelajah akar menemui tapak jerapan pembatas ganda, umumnya mengikuti Hukum
2. Aliran masa :ion diangkut ke akar dalam aliran Faktor Pembatas (Law of Limiting Factor) yaitu:
air yang saling berhubungan. Aliran air ini ada Pengaruh suatu faktor menjadi kecil ketika
di dalam tanah disebabkan oleh tanaman yang terdapat faktor pembatas pertumbuhan lain dan
mentranspirasikan air (yang semula diserap pengaruhnya menjadi paling besar ketika semua
oleh akar) melalui daun via stomata. Aliran faktor lain terdapat pada kondisi optimal.
masa ini unsur haranya itu pasif dia mengikuti Interaksi dua faktor tumbuh dapat digambarkan
pergerakan air dan sangat ditentukan oleh pada Gambar berikut.
aliran air tanah. Kalo kita kasih pupuk
misalnya yang dipengaruhi oleh pergerakan
aliran masa kita kasih tidak air maka pupuk
nya banyak tapi dia tidak bergerak. Pupuk
banyak tapi pertumbuhan tidak baik.
Unsur hara : nitrat, flour, kalsium, fosfat.
Pada keempat unsur ini maka air menjadi
sesuatu yang penting.
3. Difusi : perbedaan ion konsentrasi dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang rendah.
Atau ke tekanan yang tinggi ke tekanan yang
rendah.
Contoh unsur hara yang terkait dengan difusi
: Fosfat dan Kalium. Artinya pergerakan unsur
haranya lebih dekat dengan akar karena
pergerakannya lebih lambat
- Gambar kurva a: dosis pemberian N0 dan N1,
pupuk P pada dosis 0 kemudian dosis P Bentuk dan Fungsi N
dengan dosis P1. Dengan pemberian N tanpa  Nitrogen dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah
pemberian fosfat terjadi peningkatan berat yang besar, umumnya menjadi faktor pembatas
kering. tetapi peningkatan berat kering akibat pada tanah-tanah yang tidak dipupuk
 Bentuknya berupa asam amino, amida dan amin
pemberian nitrogen akan lebih jauh naiknya
yang berfungsi sebagai kerangka (building
apabila kita tambahkan dengan fosfat. Itu yang
blocks) dan senyawa antara (intermediary
dikatakan dengan interaksi. Jadi, pemberian compounds), protein, khlorofil, asam.
taraf factor yang satu akan berbeda - Pembentukan asam amino, amida yang
kombinasinya kalo kita terapkan pada taraf merupakan salah komponen dasar penyusunan
factor yang lain pada factor keduanya. sel.
- Gambar kurva b: Tanpa pemberian pupuk P - Karena komponen dasar penyusunan sel maka
hanya pupuk N saja terjadi peningkatan bobot N berfungsi dalam pertumbuhan. kekurangan
kering. Tetapi peningkatan berat kering ini sel dapat menyebabkan tanaman mengalami
akan lebih kecil dibanding jika pada kekerdilan.
pemberian pupuk N disertai juga dengan  Nukleat: protein/enzim mengatur reaksi biokimia,
pemberian pupuk P. sehingga, dalam hal ini N merupakan bagian utuh dari struktur klorofil,
warna hijau pucat atau kekuningan disebabkan
tidak terjadi interaksi
kekahatan N, sebagai bahan dasar DNA dan
RNA.
Untuk melihat ada interaksi atau tidak - Nitrogen membentuk protein dan klorofil.
dilihat dari punya potensi bertemu tidak Klorofil berkaitan dengan proses fotosistesi,
antara dua garis pada kurva tadi. kalau N nya kurang maka fotosintesis juga
dapat terganggu disebabkan pembentukan
NITROGEN klorofilnya terganggu.
- Enzim, yang merupakan kelompok protein,
 Nitrogen di udara = 79% ketika enzim terganggu maka proses
 Masalahnya N2 bentuk yang tidak dapat metabolisme dalam tanaman akan mengalami
digunakan tumbuhan. terganggu, yang penting juga terkait DNA dan
- Artinya udara kita didominasi oleh nitrogen, RNA yang merupakan pewarisan, dimana
tetapi dalam kenyataan dilapangan tanaman dalam RNA dan DNA unsur N sangat
banyak kekurangan nitrogen. H berperan sehingga kekurangan N dapat
- Hal ini disebabkan N dalam udara adalah mengganggu pewarisan kepada tanaman
dalam bentuk yang tidak tersedia bagi tanaman berikutnya
- Tanaman menyerap nitrogen dapat berupa
amonium NH4 atau nitrat NO3, sementara
diudara dalam bentuk N2. Mobilitas N dalam tanaman
- Agar N2 bisa dimanfaatkan oleh tanaman maka  Unsur N sangat mobil dalam jaringan tanaman,
dia harus diubah dulu bisa dalam bentuk NO3 dialih tempatkan dari daun yang tua ke daun yang
atau nitrat atau amonium kalau dia masuk muda
sistem pergerakan akar. tapi dari daun atau  Gejala kekahatan klorosis muncul pada daun
langsung kedalam tanaman dapat dalam dibagian bawah yaitu daun yang lebih tua
bentuk amoniak/ NH3 itu dia bisa masuk lewat  Jika berlebihan N akan merangsang pertumbuhan
fiksasi vegetatif, laju fotosintesis tinggi, penggunaan
 Sumber N yang digunakan untuk pertanian, dari: CH2O juga tinggi, akibatnya menghambat
Bahan Organik = 37%, kematangan tanaman, jaringan menjadi sukulen,
Pupuk Kandang = 19%, tanaman rebah, mudah terserangpenyakit.
Tanah = 19% - Salah satu peran N dalam tanaman yaitu dalam
Hujan = 8%, menyusun klorofil, pada saat N kurang pada
Pupuk = 13%, tanaman maka ditranslokasikan dari jaringan
Kotoran = 4%. tertua ke jaringan yang lebih muda.
- Jika ditranslokasikan dari jaringan tertua ke - kelebihan N dapat meneybabkan tanaman
muda maka yang ditinggalinya nanti akan sekulen juga dapat memperpanjang masa
mengalami kekurangan nitrogen, hal ini vegetatifnya. Selain itu lebih parahnya adalah
terlihat dari warna yang kekuning-kungingan disebabkan oleh serangan penyakit, misalanya
karena klorofilnya yang bermasalah sehingga kalau kita kasih pupuk N biasanya awal naik
warna kekuningan tsb dikenal klorosis. kemudian sampai maksismum dia turun,
- Jadi N di dalam tanaman walaupun dalam kelebihan ini bisa disebabkan oleh keracunan
bentuk komponen tapi masih bisa N yang banyak atau disebabkan oleh faktor
ditranlokasikan dari jaringan tua ke jaringan tanaman yang tidak kuat sehingga mudah
muda, nanti bisanya tanaman yang mengalami terserang penyakit yang menyebabkan
kekurangan nitrogen gejalanya dimulai dari produksinya lebih turun. Dari 2 kejadian tsb
yang tua dulu menguning kemudian naik ke maka dalam pemberian pupuk nitrogen kita
yang setengah tua lalu ke yang bagian lebih harus pertahankan tidak boleh kurang atau
muda jadi kuningnya bertahap. Namun jika tidak boleh kelebihan.
kuningnya secara keseluruhan itu disebabkan - Kalau kita lihat bagan warna daun, dulu
oleh penyakit Bulai yang disebabkan oleh terdapat 7 level dan sekarang disederhanakan
virus itu langsung otomatis semuanya kuning. menjadi 4 level saja, jadi yang bagus hanya
- Berbeda halnya warna kuning karena level 2 dan 3, dimana kalau 1 itu kurang kalau
kekurangan magnesium berbeda, kalau 4 itu kelebihan hanya digunakan level 2 dan 3
kekurangan nitrogen kuningnya merata tapi biasanya diamati pada daun padi bagan daun
kalau kekurangan magnesium kuningnya pada tadi yang dikembangkan oleh IRRI dan belum
tulang-tulang daun. Gejala nekrosis hampir efektif digunakan untuk tanaman yang lain.
sama dengan kekurangan kalium, tetapi
nekrosis yang disebabkan oleh kalium itu Sumber N
dimulai dari pinggir daun yang menguning  Perombakan bahan organik
kemudian menuju ke bagian tengah.  Daur N
- Kekurangan nitorgen dimulai dari yang  Penyematan biologis : Simbiotik dan non
jaringan tua ke setengah tua trus ke yang lebih simbiotik
muda. Dan jika sudah kekurangan N akut  Deposisi atmosfir : karena muatan listrik dan
semuanya kuning maka akan lanjut lagi kegiatan industri
mengalami nekrosis yaitu kematian jaringan  Pupuk N, kotoran hewan, dan kompos
- Sampe dengan masa klorosis itu masih bisa
diperbaiki, jadi kalau tanaman kekuningan Bentuk N yang diserap tanaman
dapat diperbaiki oleh N dari pupuk N maka  Bentuk NH3 (amoniak) diserap oleh daun dari
dalam waktu beberapa hari kalau kita misalnya udara atau dilepaskan dari daun ke udara,
kasih pupuk urea itu cepat warnanya dapat jumlahnya tergantung konsentrasi di udara
kembali hijau. Tapi kalau sudah sampai  Sebagian besar N diambil akar dalam bentuk
nekrosis dia tidak bisa kembali lagi karena anorganik yaitu NH4+ (ammonium) and NO3-
nikrosis sudah kematian jaringan sehingga (nitrat)
belum ada teknologi yang dapat
 Jumlahnya tergantung kondisi tanah, nitrat lebih
menghidupkannya lagi.
banyak terbentuk jika tanah hangat, lembab dan
- Sedangkan jika N berlebih akan dapat
aerasi baik.
merangsang proses fotosintesi yang
- Umunya NH3 dapat diserap melalui daun oleh
menyababkan proses pertumbuhan lebih lanjut
tanaman jadi kalau pemberian pupuk dari daun
akibatnya masa reproduktif akan mundur, jadi
digunakan amoniak. Makanya tanaman yang
pemberian N berlebihan akan memundurkan
didekat tempat pembuangan air biasanya lebih
masa reproduktif. Ketika pertumbuhannya luar
bagus dan banyak mengandung amoniaknya
biasa tidak diikuti oleh unsur lain, dapat
- Tapi pada serapan akar dalam bentuk
menebabkan badannya tanaman akan lebih
ammonium atau dalam bentuk nitrat, bisa juga
lemah atau sekulen. karena dia lemah ketika
ditentukan oleh jenis tanaman, jenis tanaman
ada penyakit dia akan mudah terinfeksi
ada yang bisa mengambil amonium dan nitrat
sehingga tanaman yang kelebihan Nitrogen
ada yang lebih suka nitranya saja atau
mudah terserang oleh penyakit.
amoniumnya saja tergantung dari kekuatan menjadi nitrat dan nitrat menjdai amoniak tapi
tanaman menyimpan nitrogen proses itu tidak selalu cepat terjadi di vakuola.
- Bentuk NH3 NH4 atau NO3 sangat ditentukan - Tapi ada beberapa tanaman yang lebih tahan
oleh kondisi lingkungan, kalau kondisinya menggunakan pupuk amonium dibanding
oksidasi bagus, maka N terdorong membentuk tanaman yang lain tapi tanaman terung
nitrat jadi ada proses nitrifasi. Proses terungan lebih suka nitrat karena tanaman
nitrifikasi membutuhkan nitrogen membentuk terung terunga tsb selain nitrat dia lebih suka
dari bukan nitrat menjadi nitrat nanti lawanya kation kation untuk meningkatkan serapan
denitrifikasi. Sedangkan dalam kondisi kation dia menyerap anion NO3 dalam bentuk
reduktif maka amonium lebih tahan hama anion dan NH4 amonium dalam bentuk kation
karena tidak ada oksigen maka tidak ada maka dia lebih banyak mengambil nitrat pada
proses nitrifikasi. tanaman terung terungan.
- Nitrat lebih tahan divakuola dibanding - Dari NO3 diambil langsung ke proses ke nitrit
amonium, jadi ketahan tanaman menampung amoniak kemudian ke asam amino. tapi kalau
jumlah amonium itulah yang menentukan diambil dalam bentuk amoniak maka
keracunan atau tidak. Sebenarnya yang prosesnya langsung ke asam amino contohnya
dikatakan mampu menahan amonium lihat proses fiksasi oleh rhizobium, proses fiksasi
proses cepat merubah dari amonium ke nitrat, oleh rhizobium tsb bentuk N yang diberikan
nitrat ke amoniak, amoniak ke protein oleh tanaman dalam bentuk amoniak, tapi
nantinya. Kalau lambat terjadi penumpukan kalau diserapnya dalam bentuk amonium
amoniu itu yang menggangu sistem tanaman nanti akan ada proses perubahan dari amonium
itu yang disebbkan tanman itu keracunan ke nitrat dulu, kemudian nitrit lalu amoniak
amonium dan masuk ke proses asam amino.
- Kecepatan inilah yang menentukan tanaman
 Penyerapan NH4+ lebih banyak terjadi pada itu tahan atau tidak atau lebih tahan keracunan
pH tanah netral, sedangkan NO3- pada pH amonium atau tidak tahan. nanti apa saja yang
rendah dapat mempengaruhi proses perubahan itu
 Senyawa NO3- umumnya bergerak menuju sangat ditentukan oelh enzim diataranya :
akar karena aliran masa, senyawa NH4+ enzim nitrit reduktase yang dipengaruhi oleh
bersifat tidak mobil, gerakan disebabkan kerja enzim dalam tanaman ditambahlagi
oleh difusi dan aliran masa dengan sistem energi NADH dan NADPH.
 Jika kadar NH4+ tinggi dapat bersifat
meracun, sedangkan jika kelebihan NO3- Transformasi N dalam tanah
dapat secara aman disimpan dalam vakuola Di dalam tanah unsur N dapat mengalami
 Senyawa nitrat harus direduksi (NO3- alihrupa yaitu:
menjadi NH3) terlebih dahulu di dalam  Mineralisasi
tubuh tanaman sebelum disintesis menjadi  Immobilisasi
asam amino.  Nitrifikasi
 Denitrifikasi
Preferensi tanaman  Volatilisasi
 Kebanyakan tanaman tumbuh baik pada kondisi  Fiksasi N
campuran, tanaman yang tahan terhadap suasana
masam umumnya lebih baik jika diberi NH4+, Mineralization
sebaliknya keluarga terung-terungan (Solanaceae)  Mineralisasi adalah proses perubahan dari
lebih menyukai NO3-, karena membutuhkan komplek menjadi sederhana atau dari organik
banyak kation lainnya (penyerapan nitrat menjadi anorganik, protein terdekomposisi
merangsang penyerapan kation) menjadi N nantinya,
- Pada kebanyakan tanaman kalau kebanyakan  Pelepasan N organik menjadi N yang tersedia
amonium dapat meracuni tanaman tadi karena bagi tanaman yaitu : NH4+, melibatkan mikrobia
amonium yang tertumpuk divakuola dia
heterotrof yaitu bakteri dan kapang
menjadi racun bagi tanaman itu sendiri kecuali
ada proses percepatan dari amonium berubah
 Bahan organik tanah mengandung N sekitar 5%,  Kehilangan N dalam bentuk gas, reaksi NO3-
sekitar 1-4 % dari N organik mengalami menjadi N2 dan N2O.
mineralisasi setiap tahunnya.  Bakteri anaerob : Pseudomonas, Bacillus,
 Aminnisasi :perubahan protein menjadi asamm menggunakan N sebagai sumber O2 dalam
amino, dimana asam amino berubah lagi ke respirasi, terjadi pada tanah tergenang atau
bentuk yang lebih sederhana namanya terbatasnya oksigen, sekitar akar atau seresah
amonifikasi yang sedang terombak
Proteins + H2O → asam amino + amina + urea  -perubahan dari nitrat menjadi bukan nitrat, yang
+ CO2 + energi. pemecahan protein menjadi melinatkan mikroorgansme, tanpa
unit lebih kecil, yang mengandung gugus NH2 mikroorganisme tsb maka tidak terjadi perubahan
 Ammonifikasi : R-NH2 + H2O → NH3 + R-OH + bentuk menjadi nitrat. melibatkan pseudomanas
energi NH3 + H2O → NH4+ + OH- dan basilus yang berperan.
 Gabungan aminisasi dan amonifisasi adalah  Bakteri memerlukan bahan organik, bahan orgaik
mineralisasi yang siap dirombak sebagai sumber energi
- 4 (CH2O) + 4 NO3- + 4H + → 4 CO2 + 2 N2O-
+ 6 H2O
- 5 (CH2O) + 4 NO3- + 4H + → 5 CO2 + 2 N2O-
Immobilisasi (assimilasi) + 7 H2O
 Berkebalikan dengan proses mineralisasi.  Kehilangan N dari pupuk umumnya 10-30%,
Pengambilan bentuk N anorganik dari tanah pada kondisi: penambahan bahan orgaik dan
kemudian menyatukan bahan tersebut menjadi kurangnya aerasi, temperatur hangat : antara 50–
bentuk N organik oleh mikrobia, dapat berupa 80 F, pH > 5,5 cukup sediaan nitrat, tanaman
NH4+ atau NO3-. dapat membatasi denitrifikasi dengan mengurangi
 Immobilisasi adalah proses perubahan dari kadar air dalam tanah dan nitrat karena diserap
sederhana menjadi komplek atau dari anorganik
menjadi organik. Tanaman menyerap N kemudian Volatilisasi
masuk proses membentuk protein itu proses  Kehilangan berupa gas NH3, terutama dari pupuk
imobilisasi. Nitrogen diambil oleh N di permukaan, juga rabuk di permukaan tanah,
mikroorganisme masuk kedalam sistem tubuh kehilangan rabuk juga terjadi saat penanganan
mikroorganisme itu disebabkan immobilisasi dan penyimpanan, dengan reaksi NH4+ → H+ +
artinya yang semula bebas menjadi tidak bebas NH3-.
dalam arti dia diikat dalam bentuk komponen  Penguapan yaitu proses perubahan bentuk dari
senywa misalnya nitrat menjadi non nitrat kemudian diubah
 Kesetimbangan antara mineralisasi dan menjadi NH3 berubah lagi N2O2 kemudian N2O
immobilisasi ditentukan oleh nisbah C:N menjadi N2 kemudaian naik keudara
 Kehilangan NH3 terutama pada pH tinggi, (pH >7
Nitrifikasi kesetimbangan reaksi bergerak ke kanan,
 Perubahan NH4+ menjadi NO3-, sumber NH4+ kehilangan tersebut dapat ditekan dengan cara
dapat berupa bahan organik atau pupuk, melalui 2 pemberian pupuk dibenamkan, atau dengan
tahapan proses oksidasi: penyiraman air irigasi, urea bersifat sangat larut)
 2 NH4+ + 3 O2 → 2 NO2- (nitrit) + 2 H2O +  Pada tanah masam dan netral : kehilangan urea
4H + (Nitrosomonas bacteria) dan lebih besar dibanding pupuk NH4+, reaksi awal
 2 NO2- + O2 → 2 NO3- (Nitrobacter bacteria) NH4+ bersifat asam. Hidrolisis Urea
 Nitrit bersifat meracun, umumnya tidak sampai meningkatkan pH sekitar butiran CO(NH 2)2
mengumpul, karena reaksi nitrit menjadi nitrat (urea) + H+ + 2H2O → 2 NH4+ + HCO3-
jauh lebih besar dibanding perubahan ammonium  ini memerlukan H+ ada menaikkan pH, dapat
menjadi nitrit. mencapai >7 mendorong reaksi : NH4+ + HCO3-
 Ada dua jenis bakteri ototrof yang menonjol, → NH3- + H2O + CO2
mereka mendapatkan energi dari oksidasi N,
sedangkan C diambil dari CO2 Fiksasi N
 Meskipun kadar N udara 78%, tetapi ketersediaan
Denitrifikasi N dalam tanah sering menjadi faktor penghambat.
Terdapat 70 juta kg N setiap hektar tanah. N2 disumbangkan ketanah kemudian dari tanah
harus diubah menjadi bentuk yang tersedia bagi diambil oleh tanaman.
tanaman  Tapi yang simbiotik dari N bebas masuk kedalam
 Fiksasi industri : N2 direduksi dengan energi yang tanaman langsung yaitu dalam bentuk amoniak
besa (high energy inputs), pada temperatur tinggi tadi langsung masuk kedalam sistem tanaman.
12000C dan tekanan tinggi 500 atm, dengan tapi dalam nonsimbiotik dia masuk kedalam
reaksi : 3H2 + N2 → 2 NH3. NH3 (amonia tubuh kemudian mikroorganismenya mati
anhidrat) digunakan langsung sebagai pupuk atau kemudian terurai kemudain itu yang diambil oleh
sebagai bahan baku pupuk N yang lain tanaman itu dari udara, maka sudah dari udara
 Berbagai mikrobia dapat menyemat N2 : tadi terbentuklah masuk kedalam bahan
Simbiotik atau hidup bebas. Rhizobia dan legum. organikadalah tanaman, dari tamanan nanti mati
Hal ini penting bagi dunia pertanian. Bakteri kemudian mengalami mineralisasi dari
simbiotik membentuk bintil akar, tanaman inang mineralisasi kemudian masuk kedalam sistem
menerima N yang tersemat sedangkan bakteri tanah.
menerima fotosintat.  Sudah masuk sitem tanah tadi, kalau N dalam
- Proses sederhananya untuk simbiotik : bentu nitrat misalnya berubah menjadi Nitrit
biasanya akar yang terdapat eksudatnya menjadi N2O2 menjadi NH2OH menjadi
memancing rhizobium untuk menempel di amoniak ada yang bisa masuk kedalam tanaman
perakaran kemudian masuk ke sistem ada yang keluar volatilisasi, itu dari udara
perakaran menjadi bintil akar yang biasanya kembali keudara lagi.
pada tanaman legum yang terdapat bintil akar  Fiksasi simbiotik : syaratnya ada tanaman inang
berwarna merah yang menandakan bintil akar contohnya rhizobium mewajibkan tanaman inang
tsb aktif, didalam bintil akar itu dalamnya seperti tanaman legum dan tidak bisa
rhizobium bersimbiosis jika bukan tanaman ianag. Simbiotik
- Yang terjadi didalam bintil akar secara mikroorganisme bersatu dengan tanaman , maka
sederhana : dari N bebas dirubah ke NH3 dari N bebas dirubah menjadi amoniak dan
kemudain masuk kedalam tanaman, dalam amniak langsung masuk kedalam tanaman.
proses tahapan ini banyak hal yang berfungsi  Tapi nonsimbiotik diambil dari udara bebas
harus ada Mo dan Fe yang dimana unsur hara kemudian masuk kedalam tubuhnya berubah
mikro berperan dalam proses fiksasi nitrogen bentuk dia mati kemudian mengalami
- Untuk efektifitas atau tidak sangat ditentukan mineralisasi dan N nya menyumbang ke tanaman
oleh pH tanah, pH tanah menentukan hidup atau sisa eksudatnya dari keguanaan N berlebih
nyaman atau tidak nyaman dari bakteri, diambil oleh tanaman, setelah masuk kedalam
biasanya bakteri pada pH netral kalau pHnya tanaman itu proses immobilisasi
rendah kurang nyaman hidupnya sehingga  Immobilisasi dari sederhana menjadi komplek
untuk meningkatkan fiksasi pHnya dibuat dalam tanaman, dari tanaman ketika mati
netral antara 6,5-7,2 mengalami penguranain, pengurain itu dinamakan
- N2 menjadi NH3 harus ada energi didalamya mineralisasi yaitu perubahan dari yang komplek
ada enzim nitrogenase, energi biasanya dari menjadi yang lebih sederhana, yang sederhana itu
eksudat yang diambil dari tanaman memberi bisa kembali lagi kedalam tanaman tsb atau bisa
pada rhizobium tadi nanti akan menghasilkan masuk keudara lagi, kalau dalam bentuk nitrat
amoniak yang diberikan pada tanaman. dibuangnya nanti berubah menjadi nitrit menjadi
bentuk N lain akhirnya ke udara lagi.
Proses proses yang terjadi dalam tanah
 Atmosfer : N2 difiksasi yang melibatkan Penyematan N lainnya
mikroorganisme simbiotik atau nonsimbiotik.  Azolla Anabaena : paku air dan ganggang hijau
contoh simbiotik adalah rhizobium dengan biru (cyanobacteria), jumlah N yang tersemat
tanaman legum dan anabaena azolla dengan cukup untuk padi sawah
tanaman azolla  Cyanobacteria (blue-green algae), hidup bebas,
 Nonsimbiotik artinya tidak harus ada tanaman pada tanah tergenang, permukaan tanah yang
inang mikroorganisme sendiri secara bebas dapat lembab
memfiksasi mengambil N diudara kemudian
 Azospirillum : bakteria yang hidup bebas, atau  Kalsium Nitrat (Ca(NO3)2 mengandung 15–16%
bersekutu dengan akar serealia atau rerumputan N dan 21% Ca pupuk ini cocok untuk tanah
 Azotobacter : bakteria hidup bebas, di tanah, air, masam (eropa)
risosfer, atau permukaan daun.  Natrium Nitrat (NaNO3) mengandung 16% N
 Bentuk hubungan yang lain kurang berhubungan pupuk ini dikenal juga dengan nama salpeter Chili
dengan pertanian, tetapi bermanfaat bagi karena garam ini merupakan endapan kering
ekosistem alam atau agroforestry. Pohon legum : antara pegunungan Andes dan daerah pantai
mimosa, akasia. Frankia : aktinomisetes Cordillera di negara Chili.
simbiotik, Alder.
Pupuk N dalam bentuk Amida:
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi fiksasi N  Urea (CO(NH2)2) kanduangan N-nya 47–48%
(Urea) = pupuk urea kita kasih ke tanah akan
mengalami beberapa reaksi mulai dari
pembentukan amoniun kemudaia diubah menjadi
nitrat, nitrat bisa diambil oleh tanmaan. dalam
urea tidak bisa dilangsung diambli langsung dan
ada reaksidari amidaberubah menjadi amonium
bisa diambil atau amonium mengalami nitrifikasi
menjadi nitrat sehingga bisa diambil oleh
tanaman
 murni) sedangkan dalam bentuk pupuk
kendungan N-nya 45–46%, bersifat higroskopis,
 Kalsium Siamida (CaCN2) mengandung 20% N
dan 20 % Ca, bentuk bisa tepung atau bulir,
bewarna kelabu hitam, berbau karbid, beracun
Pupuk Yang Mengandung Nitrogen jika terhisap setelah meminum alkohol.
Pupuk N dalam bentuk Amonium :
 Anhidrus amonia (NH3) kanduangan N-nya FOSFAT
82%, berbentuk gas tak berwarna, berbahaya
mengganggu pada kadar 25 ppm dan fatal jika Bentuk dan fungsi P di dalam jaringan
2000 ppm tanaman
 Amonium Sulfat (NH4)2SO4 atau dikenal dengan  P dibutuhkan tanaman dalam jumlah relatif
pupuk ZA (Zwavel zure amonium) kandungan N- besar, sedikit lebih kecil dibawah N dan K,
nya 20–21% dan S 24%, berbentuk kristal setara dengan S, Ca dan Mg
bewarna putih
 Fosfat: unsur P sangat reaktif, di alam
 Aminum Chlarida (NH4Cl), bewarna putih,
ditemukan dalam bentuk gugus fosfat
mengandung 26% N
 Amonium Nitrat (NH4NO3) berbentuk bulir atau
prill bewarna putih, mengandung 35% N setengah Fungsi Fosfor
berbentuk amonium dan setengahnya lagi Ditemukan dalam bentuk gugus fosfat yaitu:
berbentuk nitrat  ATP untuk transfer energi (Lebih banyak)
 Amonium Fosfat (NH4H2PO4) MAP dan DAP  NADP untuk fotosintesis (Lebih banyak)
mengandung P selain N Fosfor juga berfungsi dalam bentuk lain
 Amonium Nitrate Limestone (ANL) untuk yaitu:
meningkatkan keamanan pupuk amonium nitrat,  Asam nukleat: Penyusun DNA, RNA
negara-negara yang melarang penggunaan pupuk  Lemak fosfat (phospholipids): membran sel
ini mencampurnya dengan kalsit (CaCO3) dan organ dalam sel

Pupuk N dalam bentuk Nitrat


Sumber P panjang akar, pertemuan dengan P semakin
 Perombakan bahan organik: menyumbang 20- tinggi.
80% dari total P dalam tanah  P punya sifat lain yaitu mudah diserap kation
 Pelarutan mineral P : mineral primer (apatit) lain seperti Fe Al dan ca. Kalau jauh sulit
dan sekunder, mineral primer sangat lambat diserap, kalau disebarkan akan diikatkation
tersedia menjadi sumber jangka panjang lain. Ph tinggi diikat Al dan Ca ,Ph rendah Fe
 Pengendapan sedimen erosi dan Al. (Ca dan Fe dipengaruhi kondisi Ph,
 Pupuk P : Al tidak terlalu).
Ditanah mineral tanah yang mengandung P  Kadar dalam tanah rendah : sekitar 0,05 ppm
tidak banyak  Adanya reaksi penjerapan, presipitasi di
Pupuk P digunakan untuk subtitusi bahan dalam tanah
organik yang tidak dikembalikan pada  ion fosfat bergerak < 1 mm dalam satu musim
tanah saat produksi tanaman tanaman
Ada pupuk P mudah larut (TSP dan SP-  Ukuran dan kerapatan sistem perakaran
36) Yang sulit larut (Batuan fosfat, banyak sangat penting dalam proses penyerapan P
digunakan di perkebunan. Kandungan P
tidak sebanyak TSP dan SP-36). Transformasi P di dalam tanah
Unsur P di dalam tanah akan mengalami
Bentuk P yang diserap tanaman proses alihrupa : mineralisasi-immobilisasi,
 Kebanyakan P diserap dalam bentuk ion penjerapan-pelepasan pada permukaan mineral:
anorganik orthofosfat: HPO42-(Mono) atau lempung, oksida Fe dan Al, karbonat,
H2PO4(di-) pengendapan-pelarutan mineral sekunder: Ca,
Hal ini sangat ditentukan dengan Al, Fe fosfat atau pelapukan mineral tanah
kondisi Ph. Kalau Ph rendah yang banyak primer: Apatit.
diserap H2PO4, kalau Ph tinggi HPO4-. Mineralisasi
Kalau Ph nya netral maka HPO4- dan H2PO4  Kompeks-sederhana / organik-anorganik
lebih banyak tersedia tapi lebih mudah Kandungan P dalam bahan organik tanah
terserap dalam bentuk H2PO4(Untuk sekitar 1% P organik melepaskan fosfat
membentuk keseimbangan yang sama ±Ph anorganik yang tersedia bagi tanaman. Enzim
nya harus 7) fosfatase yang dihasilkan oleh berbagai
 Akar juga menyerap beberapa fosfat organik: mikrobia, melepas ion orthofosfat. P organik
asam nukleat, fitin, kontribusi terhadap dalam tanah, hampir 50% berupa fosfat inositol,
keseluruhan hara P masih kecil. lemak fosfat (fosfolipid) dan asam nukleat
 Penyerapan H2PO4- lebih cepat dibanding sekitar 10%.
HPO42-, hal ini terkait dengan muatan divalen Hampir 50% P organik belum dikenali
vs. monovalen. Keseimbangan kation/anion : dengan baik. Fofat Inositol merupakan
penyerapan fosfat meningkatkan penyerapan rangkaian ester fosfat : C6H6(OH)6 OH
Ca, Mg, K, keseimbangan muatan. digantikan oleh inositol, gugus fosfat, terutama
dalam bentuk asam pitat (phytic acid). Inositol
Gerakan P menuju akar hexaphosphate: memiliki 6 gugus fosfat,
Ion HPO42- atau H2PO4- terutama bergerak merupakan hasil aktivitas mikrobia, sisa
menuju akar karena difus (Beda kosentrasi dari perombakan.
tinggi ke rendah): Imobilisasi (asimilasi)
Permasalahan: Proses ini merupakan kebalikan dari
 Waktu tempuh yang lama (1 musim tanam 1 mineralisasi. Pengambilan P anorganik dari
mm) Maka dari itu pemberian pupuk P harus tanah (HPO42- or H2PO4-) kemudian diubah
sedekat mungkin dengan tanaman. semakin menjadi P organik oleh mikrobia. Ada
keseimbangan antara proses mineralisasi dengan
immobilisasi. Nisbah C:P menentukan laju besar dibandingkan bentuk kristalin, karena
perombakan bahan organik (seperti halnya luas permukaan lebih besar dan terjadi
nisbah C/N), mineralisasi P juga ditentukan oleh sebagai partikel diskrit atau selaput atau
nisbah C/N. Nisbah C/P tinggi, mikrobia lapisan film pada partikel tanah lainnya.
menggunakan P tersedia dari larutan tanah, Takaran pupuk lebih tinggi diperlukan
ketersediaan bagi tanaman berkurang. Jika kadar untuk menjaga kecukupan P larutan tanah
P dalam larutan tanah rendah maka pada tanah yang memiliki kapasitas retensi
pertumbuhan mikrobia terhambat, perombakan yang besar
bahan organik juga lambat. Nisbah C/P bahan
organik tanah sekitar 100:1. nisbah C:N:P
sekitar 120:10:1,3.
 jika C:P > 300, P imobilisasi > P Ketersediaan dan Penyematan P dari Pupuk
mineralisasi  Faktor kuantitas dan intensitas , kapasitas
 jika C:P = 200-300, P imobilisasi = P penyanggaan dan penyematan saling
mineralisasi berkaitan. P dalam pupuk: sifatnya sangat
 jika C:P < 200, P imobilisasi < P larut dalam air (very soluble), meningkatkan
mineralisasi kadar P larutan. Faktor intensitas: kadar hara
dalam larutan tanah, adalah P yang segera
Penyebab Kehilangan P tersedia. inilah yang mengalami asimilasi
 Run Off oleh organisme, penjerapan oleh pemukaan
 Pencucian (sangat kecil) karena mudah dan reakasi presipitasi. Penyematan P
diikat dengan kation lain mengurangi intensitas (P dalam larutan),
 Saat panen (kehilangan P terbesar, apalagi tetapi juga menjadi cadangan untuk mengisi
jika tidak dikembalikan lagi kandungan P kembali P dalam larutan, yakni sebagai
nya) penyangga.
 Kapasitas penyanggaan (buffering capacity)
Keseimbangan Bentuk P dalam Tanah adalah kemampuan tanah untuk
 Tanah kapuran mempertahankan kadar hara dalam larutan
P lebih banyak diikat oleh Ca karena tanah (ability of soil to maintain nutrient
karbonat. Mineral karbonat; permukaan mineral concentrations in the soil solution)
dalam kondisi alkalin, karbonat stabil terbentuk ataukapasitas fasa padatan tanah untuk
pada pH 7.8 atau lebih; fosfat menggantikan mengisi hara dalam larutan tanah yang
gugus CO32-; ada juga yang terjerap pada diserap oleh tanaman (capacity of solid soil
permukaan Al(OH)3 dan Fe(OH)3 phases to replenish solution nutrients taken
 Tanah halus: up by plant roots). Faktor kuantitas: meliputi
Semakin banyak pertemuan akar P organik, P terjerap dan P mineral,
dengan P akan semakin banyak diikat, merupakan fraksi labil dan fraksi tidak labil.
maka semakin halus tanah maka P labil : merupakan P yang mudah
keberadaan P dalam tanah semakin tersedia dalam bentuk adsropsi (masih
tinggi. di permukaan). P labil masih di tapak
Memiliki kapasitas jerapan yang lebih jerapan.
tinggi dibanding tanah kasar, karena luas P tidak labil: P yang sulit tersedia dalam
permukaannya lebih besar. Tanah masam bentuk absorpsi. P yang labil tidak
memiliki kapasitas jerapan lebih besar langsung masuk larutan, tapi menjadi P
dibanding tanah netral atau kapuran. labil dulu baru masuk ke larutan tanah.
Oksida Al dan Fe memiliki kapasias jerapan P tidak labil biasanya dalam bentuk
lebih besar dibanding karbonat. Oksida mineral sekunder dan primer
amorf memiliki kapasitas jerapan lebih
Manajemen Pupuk P Gejala Kekurangan P
Harus melihat sifat P, Pergerakan  Daun menjadi keungu-unguan
berdasakan difusi (sangat lambat), banyak  Pertumbuhan yang kerdil
diminati oleh kation lain (Fe, Al, Ca) jadi  Walaupun tanaman kerdil tapi tanaman
tidak boleh bertemu dengan kation itu, tapi tetap berbunga
harus dekat dengan perakaran. (Efisiensi P
hanya 20-25%) Catatan Tambahan:
Tujuannya untuk mengurangi penyematan P.  Banyak tanah yang mengandung P tapi
Pada tanah yang memiliki kapasitas jerapan bukan dalam kondisi larut jadi tidak dapat
tinggi, frekuensi pemberian harus tinggi dengan digunakan tanaman. Untuk mengubah dari
dosis yang rendah. Pengaruh penempatan tidak larut menjadi larut yaitu dengan cara:
pupuk: meninggikan pH, atau menggunakan
 Disebar (surface applications): mobilitas P mikroorganisme tanah (syaratnya P harus
dalam tanah terbatas, P akan bergerak ke akar ada dalam tanah).
dengan sangat lambat.  Presipitasi : Pengendapan
 Disebar dan dibenamkan (broadcast and Adsorpsi : Mudah diambil oleh
incorporate): P diberikan pada zone tanaman
perakaran, P terbuka penuh terhadap Absorpsi : Sudah masuk struktur,
permukaan tanah, potensi penyematan P sulit diambil oleh tanaman
maksimal.  P dalam bentuk organik, yang dilepas
 Larikan (band placement): mengurangi menjadi bentuk anorganik 1% saja.
kontak tanah dengan pupuk, penyematan Artinya walau kandungan bahan
lebih sedikit dibanding jika disebar dan organiknya tinggi, tapi yang tersedia bagi
dibenamkan, akar akan menembus zona P. tanaman kecil (dekomposisi).
Cara aplikasi terbaik: tergantung hasil uji  Kandungan P diatas lebih tinggi daripada
tanah dan jenis tanah, larikan sangat penting dibawah, karena P lebih banyak terkunci
pada tanah yang memiliki P rendah dengan diatas karena bisa dipegang Ca, Fe, dan
kapasitas penyematan yang tinggi, pada tanah Al.
yang memilki P tinggi, atau tanah dengan  P untuk kation Ph nya antara 7,0-7,5 tapi
kapasitas penyematan rendah aplikasi dengan untuk P tersedia 5,5-7,0.
cara disebarkan dan dibenamkan setiap 3-4  TSP sudah jarang digunakan,
tahun cukup efektif. penggantinya SP-36.
 P banyak digunakan pada fase
Peranan Agronomi Fosfor perkecambahan (diambil dari simpanan
 Pembelahanseldanpembentukanlemakdan pada biji, makanya lebih banyak pada
albumin tanaman yang menghasilkan biji-bijian),
 Pembentukanbuah, bunga, danbiji masuk ke fase reproduktif dan
 Kematangantanaman, melawanefek nitrogen penumpukan pati, sampai ke pematangan.
 Merangsangpertumbuhanakarhalusdanramb  Untuk meningkatkan P: Dengan
ut: karena untuk mengambil fosfor pada menggunakan mikoriza (Asosiasi jamur
jarak yang agak jauh. dengan akar). Mikoriza ada 2 tipe yaitu
 Kualitashasiltanaman: pada tanaman endo, ekto. Endo lebih banyak digunakan
kacang-kacangan, polongnya tidak bolong) karena dapat memfiksasi sampai 90%.
 Ketahananterhadappenyakit. (kalau Endo masuk dalam akar, ekto hanya
manajemennya salah, maka akan lebih menyelimuti akar sehingga
banyak penyakit) mikroorganisme lain tidak bisa masuk
akar. Memperbanyaknya mikoriza
biasanya dari tanaman yang sudah
terinfeksi lalu diperbanyak. Biasanya  Tidak tersedia: K dalam struktur mineral primer,
tanaman dibuat stress untuk merangsang dengan lambat akan mengisi pangkalan K
menghasilkan spora mikoriza lebih tersedia, meliputi 90-98% total K dalam tanah.
banyak.
Bentuk Kalium (K) Tanah
KALIUM (K)  K-relatif tidak tersedia (felspar, Mika dll, 90-98%
dari Total K
a. K-lambat tersedia, K-tidak dapat
 Kerak bumi mengandung lebih-kurang 3,11%
dipertukarkan (1-10% dari K-total) K-
K 2O
tidak dapat dipertukarkan
 Air Laut mengandung 0,4% K2O
b. K-segera tersedia, k-dapat dipertukarkan dan
 Mineral utama sumber K tanah adalah Felspat
K dalam larutan tanah (1-2% K-total)
(KAlSi3O8), Muskovit (KAl(AlSi3O10)(OH)2),
 90% K-dapat dipertukarkan
Biotit (K(MgFe)3(AlSi3O10)(OH)2).
 10% K-larutan tanah

Sumber K
Bentuk K Relatif Tidak Tersedia
 Bahan Organik (Rabuk, kompos dan biosolid):
 Sebagian besar bentuk K tanah mineral adalah
kebanyakan K dalam bentuk terlarut, sehingga
dalam bentuk kalium relatif tidak tersedia
segera tersedia bagi tanaman.
 Umumnya dalam bentuk demikian berada dalam
 K tertukar: sebagai K+ dalam kompleks
mineral felsfart dan mika, mineral ini relatif agak
pertukaran, pertukaran merupakan reaksi dalam
resisten terhadap hancuran iklim.
tanah yang paling penting bagi K
 Mineral-mineral yang mengandung Kalium dapat
 K tidak tertukar : K+ pada posisi antar kisi
dilihat pada Tabel di bawah ini:
dalam mineral lempung 2:1
Mineral Rumus Kimia %K
 Pelarutan mineral K: kebanyakan tanah
Felspart
memiliki kadar K total yang tinggi, K yang
Ortoklas KAlSi3O8 12,30
dimiliki tersebut lebih banyak dibanding hara
Sanidin KAlSi3O8 9,64
yang lain, sedangkan untuk tanah pasir secara
Mika
alami kandungan K memang rendah, sumber K
Biotit K2(Mg4Fe)Al(Al3Si5O20) 5,82
adalah mineral feldspar dan mika, yang akan
(OH)4
tersedia dengan lambat, ini menjadi sumber K
dalam jangka panjang, K tersedia merupakan
Muskovit KAl (AlSi3O10) (OH)2 7,48
sebagian kecil saja dari K total
Felspatoid
 Pupuk K
Leusit K2(Al2Si2)O8 16,17
Alih rupa K dalam tanah
Bentuk K Lambat Tersedia
 Pertukaran kation: jerapan dan pelepasan dari
 Bila dalam tanah terdapat koloid tipe 2:1 seperti
permukaan lempung atau bahan organik tanah.
montmorilonit dan vermikulit, maka Kalium yang
 Penyematan: K berada di antara kisi lempung,
berasal dari pupuk akan difiksasi antara kisi-kisi
yaitu pada mineral lempung sekunder, pelepasan
mineral tersebut sehingga kurang tersedia badi
K ini sangat lambat karena sukar ditukar kation
tanaman
lain
 Pelapukan mineral primer: feldspar, mika

 Kalium dalam bentuk demikian tidak dapat


Ketersediaan K
digantikan oleh pertukaran hara dan
 Segera tersedia: K labil, K dalam larutan tanah
konsekuensinya tidak tersedia dan merupakan
atau komplek pertukaran, meliputi 1-2% dari total
Kalium cadangan
K dalam tanah.
 Tersedia lambat : K tidak tertukar, K tersemat,
Neraca Kalium
meliputi 1-10% K total dalam tanah.
K-tersedia (masuk)
a. Sisa tanaman, Sisa hewan, dan Pupuk kandang Gejala Kekurangan Kalium
b. Pupuk perdagangan  Gejala yang nampak pertama kali dari
c. Mineral Kalium kekurangan K dapat dilihat pada bagian daun,
d. Air irigasi kemudian diikuti oleh melemahnya bagian batang
tanaman yang menyebabkan kerebahan pada
K-tersedia (keluar) tanaman biji-bijian.
a. Terangkut panen  Kekurangan K dapat mengurangi hasil tanpa
b. Tercuci diikuti oleh gejala yang jelas. Peristiwa ini
c. Tererosi dikenal dengan kelaparan tersembunyi (hidden
d. Fiksasi hunger).
 Kekurangan K juga dapat menurunkan resistensi
Faktor Yang Mempengaruhi Ketersediaan tanaman terhadap penyakit-penyakit tertentu,
Kalium seperti Powdry-mildew pada tanaman gandum,
 Tipe koloid liat (tipe 2:1 dapat memfiksasi K) kerusakan pada bagian batangnya, busuk akar,
 Temperatur (keadaan membeku dan mencair dan Winter killed pada tanaman Alfalfa
dapat membebaskan K yang terfiksasi oleh
koloid) Jenis Pupuk Kalium Dan Kandungan
 Keadaan basah dan kering (kandungan kalium Didalamnya
tersedia akan meningkat bilah tanah lembab di
keringkan)
 pH tanah (fikasasi kalium terjadi pada pH tanah
yang tinggi)
 Pelapukan (semakin intensif pelapukan maka
ketersediaan kalium semakin meningkat)

Peranan Agronomi Kalium


 Walaupun Kalium tidak terdapat sebagai ikatan
organik dalam tanaman, namun unsur K cukup
banyak diserap tanaman, kekurangan unsur K
dapat menimbulkan gangguan yang hebat
terhadap pertumuhan tanaman.
 Fungsi utama K dalam tanaman adalah sebagai Manajemen P pupuk
katalisator berbagai reaksi enzimatik dan proses  Aplikasi pupuk K: berikan pupuk dalam jumlah
fisologis lainnya. yang sedikit tetapi lebih sering (use smaller but
more frequent) pada tanah dengan daya
Bentuk dan fungsi K dalam tanaman penyematan yang tinggi atau untuk membatasi
 Unsur K dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah konsumsi yang berlebihan dan hilang karena
yang besar, yakni terbesar kedua setelah hara N. pelindian.
Pada tanah yang subur kadar K dalam jaringan  Penempatan pupuk: (1). aplikasi permukaan K
hampir sama dengan N. memiliki keterbatasan mobilitas dalam tanah, K
 K tidak menjadi komponen struktur dalam yang diberikan di permukaan tanah akan bergerak
senyawa organik, tetapi bentuknya semata ionik, menuju akar dengan sangat lambat, (2).
K+ berada dalam larutan atau terikat oleh muatan disebarkan dan dibenamkan, menempatkan K
negatif dari permukaan jaringan misalnya: R- pada zona perakaran, penyematan K akan
COO - K+ maksimum pada tanah dengan tektsur halus dan
 Fungsi utama K adalah mengaktifkan enzim- memiliki daya semat yang tinggi, (3). lingkaran,
enzim dan menjaga air sel. Enzim yang kontak antara tanah dengan pupuk terbatas, dapat
diaktifkan antara lain: sintesis pati, pembuatan mengurangi penyematan K, sangat bermanfaat
ATP, fotosintesis, reduksi nitrat, translokasi gula pada tanah yang memiliki kadar K rendah tetapi
ke biji, buah, umbi atau akar. punya daya semat yang tinggi.
 K yang berada dalam mineral jika mengalami
pelapukan akan menyediakan sejumlah K yang
cukup berarti pada beberapa tanah, perlu dengan penambahan zat pengatur tumbuh ke
diperhatikan dalam pemupukan. Pengapuran dalam medium. Di dalam morfogenesis, lama
dapat meningkatkan kejenuhan basa dan KPK penyinaran berkaitan dengan energi yang diterima
tanah karen sumbangan muatan terubahkan, dapat oleh jaringan. Tanaman yang tumbuh pada
meningkatkan K tersedia dan mengurangi penyinaran panjang memiliki jumlah auksin
pelindian K. endogen yang lebih tinggi dibandingkan pada
penyinaran pendek.
Beberapa Pertimbangan Dalam Penggunaan Lama penyinaran 24 jam dan Media WPM +
Pupuk Kalium BAP 0,5 mg/l menghasilkan respon terbaik
 Efek samping : pemberian pupuk Kalium diikuti
terhadap persentase eksplan membentuk tunas
oleh ion-ion pengiring (Cl-, SO4=, Na+, dan Mg2+).
danumur muncul tunas.
Dalam hubungan dengan anion, Cl memberikan
pengaruh yang kurang baik pada tanaman yang
sensitif terhadap serapan Cl yang tinggi (seperti
tembakau, kentang, ubi jalar, dan jeruk). Maka
pada tanaman yang demikian pemupukan KCl
sebaiknya tidak dilakukan dan diganti dengan
K2SO4, sedangkan untuk tanaman yang lain KCl
sangat baik, dan harganya lebih murah. Ion lain
adalah Na+ sangat baik untuk tanaman bit tetapi
kurang baik untuk tanah.
 Penempatan pupuk : Pupuk ini cepat terurai dan
masuk kedalam tanah sehingga pupuk K
sebenarnya dapat ditempatkan diatas tanah. Jika
terkena daun dalam konsentrasi yang tinggi dapat
menyebabkan terbakar (plasmolisis).
 Pencucian K terjadi cukup besar pada tanah pasir
dan tanah-tanah dengan KTK sangat rendah

Jurnal Winda
Mengingat belakangan ini permintaan
bahan tanam karet untuk keperluan peremajaan
serta pembukaan areal baru semakin meningkat,
namun karena rendahnya produktivitas dan mutu
karet yang dihasilkan. Oleh karena itu dalam
upaya untuk memenuhi permintaan bibit karet
yang meningkat tersebut dan tidak bergantung
dengan musim serta untuk menghasilkan batang
bawah secara klonal yang seragam adalah
dengan teknik kultur jaringan tanaman, dengan
perbanyakan tanaman yang dilakukan secara in
vitro yaitu dengan teknik embriogenesis somatik
dan teknik microcutting
Lama penyinaran 12 jam terang 12 jam gelap
danlama penyinaran 24 jam terang memberikan
respon terbaik terhadap persentase eksplan
membentuk tunas. lama penyinaran dalam kultur
jaringan mempunyai pengaruh terhadap
kandungan hormon endogen. Peranan lama
penyinaran dalam kultur jaringan terhadap
morfogenesis mungkin dapat juga digantikan