Anda di halaman 1dari 28

PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

METHODE PELAKSANAAN
PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG
UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

A. PENJELASAN UMUM

I. PENDAHULUAN

Proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Jalan Pramuka– Jakarta
Timur dibangun untuk menanggulangi beban volume kendaraan yang melintas sepanjang jalan
Pramuka - Jakarta Timur. Proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang
Underpass Jalan Pramuka – Jakarta Timur ini merupakan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum –
Pemerintah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Waktu pelaksanaan pekerjaan pada proyek
ini direncanakan selama 135 hari kalender.

II. LINGKUP PEKERJAAN

1) Umum / persiapan

i) Mobilisasi,
ii) Pengaturan dan pengendalian lalu lintas.

2) Pekerjaan Drainase

i) Saluran beton precast,


ii) Koker beton,
iii) Plat beton bertulang tutup saluran,

3) Pekerjaan Tanah

i) Pembersihan dan pembongkaran,


ii) Penggalian struktur untuk detour,
iii) Bongkar aspal,
iv) Bongkar bingkai beton,
v) Bongkar trotoar,
vi) Buang tanah ex. Galian keluar lokasi,
vii) Bongkar beton bertulang,
viii) Bongkar beton,
ix) Pemadatan tanah dasar pada penggalian.

4) Lapisan Pondasi atas dan permukaan

i) Gelar sirtu,
ii) Perkerasan jalan beton untuk detour,
iii) Perkerasan jalan rigid beton + Tulangan.

5) Pekerjaan Diaphragm wall

i) Pengadaan Precast concrete wall,


ii) Pembuatan Guide wall,
iii) Pemasangan Panel,
iv) Pembuangan tanah,

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 1


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

6) Pekerjaan Khusus Under Pass

i) Pembersihan lokasi,
ii) Pemancangan sheet pile baja,
iii) Penyanggaan, dan pemasangan jembatan sementara untuk keamanan operasi Kereta Api.

7) Pekerjaan Lain-lain

i) Pekerjaan Landscaping,

III. MANAJEMEN PROYEK

Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini ditangani oleh tenaga-tenaga trampil dari Joint
Operation Waskita Karya dengan Multi Struktur yang sudah berpengalaman dalam penanganan
proyek-proyek besar, sehingga keberhasilan pelaksanaan pekerjaan akan benar-benar terjamin, sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak.

 Struktur Organisasi

Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin Kepala Proyek, dibantu oleh
beberapa tenaga staf, dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan beserta pembantu-pembantunya.
Kepala Proyek bertanggung jawab kepada pimpinan Komite Manajemen JO Waskita Karya – Multi
Struktur.

Kepala proyek memimpin seluruh kegiatan di proyek, baik di bidang administrasi, teknik, maupun
kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

 Untuk masalah teknik engineering dan quality control, Kepala Proyek dibantu oleh bagian
teknik beserta stafnya.
 Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian Personalia dan
Keuangan beserta stafnya.
 Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.

Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerja-sama yang baik dengan
pihak pengawas, maka pelaksanaan proyek diharapkan dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang
disyaratkan.

 Sub Kontraktor

Dalam pelaksanaan proyek ini, Kontraktor Utama akan dibantu oleh Sub Kontraktor yang ditentukan
kemudian khususnya pada pekerjaan spesial seperti Penyangga dan pemasangan jembatan darurat
untuk pengamanan operasi Kereta Api, pekerjaan diaphragm wall.

IV. METODA PENCAPAIAN PROYEK

Untuk menjamin sistem manajemen dapat berlangsung dengan baik, manajemen Joint Operation
telah mengeluarkan kebijakan mutu. Sistem manajemen tersebut di atas dalam pelaksanaannya
ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana pengendali,
dan perangkat keras (hardware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang
pelaksanaan pekerjaan.
 Tenaga Kerja

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 2


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan sebagai personel
inti dalam organisasi proyek.
Tenaga Kerja terampil akan dipilih dan didatangkan dari luar dan dari daerah setempat.

Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas,

 Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek termasuk site engineer.


 Tenaga operasional lapangan : pelaksana (supervisor), mekanik dan operator.
 Pekerja (mandor, tukang, kenek, operator).

 Methode Pengendalian Proyek

Methode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema di bawah ini:

PROYEK PERUSAHAAN EKSTERNAL


Rencana Mutu terdiri dari: - Standard Peraturan
Methode Konstruksi Manual/prosedur Keppres, Kepmen, Perda,
Instruksi Kerja Administrasi dll
Jadwal Waktu Pelaksanaan Prosedur
Prosedur Kerja dll Organisasi
Personal
Keuangan

SUPERVISI

INPUT
Bahan OUPUT
CONSTRUCTION Produk akhir BMW
Alat PROCESS
Tenaga Kerja (Biaya, Mutu, Waktu)

INSPECTION & TEST EVALUASI

KRITERIA KEBERTERIMAAN
Gambar PELAPORAN +
Spesifikasi MONITORING
Mock Up

 Pemilihan Alat

Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis, jumlah maupun kapasitasnya serta sesuai dengan
kondisi lapangan dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk menjamin tercapainya sasaran
pelaksanaan pekerjaan, yakni Biaya Hemat, Mutu Akurat, dan Waktu Tepat.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 3


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Untuk proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang Underpass Pramuka Jakarta
Timur ini pada umumnya diperlukan peralatan sebagai berikut:

 Peralatan untuk pekerjaan persiapan meliputi,


1. Theodolite
2. Waterpass
3. Generator Set
4. Pompa air

 Peralatan untuk pekerjaan Diaphragm wall


1. Earth Auger
2. Excavator
3. Dump Truck
4. Service Crane
5. Truck Mixer
6. Concrete Vibrator
7. Bar Cutter dan Bar Bender
8. Grab
9. Tangki air

 Peralatan untuk pekerjaan Pembesian dan Pengecoran


1. Service Crane
2. Bucket Cor
3. Truck Mixer
4. Concrete Vibrator
5. Concrete Pump
6. Bar Cutter dan Bar Bender

 Peralatan untuk pekerjaan jalan


1. Excavator
2. Bulldozer
3. Dump Truck
4. Vibro Roller
5. Motor Grader
6. Water Tank Truck

 Operasional Staf Proyek


1. Mini Bus
2. Pick Up
3. Handy Talky
4. Fire Extinguisher
5. Perlengkapan Kantor

 Peralatan Pekerjaan Penyangga & Jembatan sementara Kereta Api


1. Service Crane
2. Vibro Hammer
3. Genset
4. HT
5. Peralatan kecil lainnya.

 Bahan

Kebutuhan bahan-bahan akan dikendalikan oleh bagian logistik dengan mengikuti pada jadwal
material dan spesifikasi teknik.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 4


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

 Material pekerjaan Under pass Pramuka terdiri atas,

1. Beton Ready Mix, K-300, K-350, K-500


2. Panel beton ukuran 0.4 x 100 x 125, 0.4 x 100 x 7.5 , 0.4 x 100 x 5
3. Besi Beton U24 & U40
4. Baja prestress strand 270 ASTM A-416 dia ½”, luas penampang efektif 0,987 cm 2
UTS:19000 Kg/cm2
5. Material Bekisting
6. Temporary Bridge,
7. Bentonite,
8. Semen.

Untuk material utama pekerjaan struktur adalah Beton Ready Mix akan disuplai oleh Supplier
Concrete setempat.

 Material pekerjaan Draniase terdiri atas,

1. Saluran precast 60 x 60 cm,


2. Koker beton 100 x 120
3. Plat beton
4. Dan lain-lain

 Pengamanan (Security)

Untuk pengawasan dan pengamanan proyek, Waskita Karya – Multi Struktur JO akan menyediakan
tenaga keamanan sesuai dengan kebutuhan, yang bertugas dalam hal,

 Pengamanan terhadap proyek pada umumnya


 Pengamanan terhadap bahan-bahan dan peralatan untuk pencegahan dari pencurian
 Pengamanan terhadap jalur Kereta Api.

 Program K3

Untuk keselamatan kerja seluruh staf dan pekerja yang terlibat dalam kegiatan proyek akan dibentuk
unit K3 yang akan membuat program seperti tersebut di atas dan akan diawasi. Dalam menanggulangi
hal-hal yang mungkin akan terjadi, maka unit K-3 akan bekerja sama dengan Puskesmas, Klinik,
Rumah sakit, maupun instansi-instansi lain yang terkait.

Untuk tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut,

 Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek dan menyediakan tabung


pemadam kebakaran.
 Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja, seperti topi
pengaman, sabuk pengaman, sepatu, sarung tangan dan sebagainya.
 Melakukan pengamanan terhadap lalu lintas Kereta Api

V. KOORDINASI ANTAR DISIPLIN (INTERFACE)

Dalam penyelesaian secara keseluruhan proyek, banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang kegiatannya
akan saling berkaitan misalnya, pekerjaan Kereta Api dan diaphragm wall, pembesian, yang akan
dilaksanakan oleh Sub Kontraktor.
Oleh karena itu sangat diperlukan adanya koordinasi yang baik dan terpadu, untuk menghindari
terjadinya bentrokan dan kesimpangsiuran pelaksanaan, yang dapat mengakibatkan terjadinya
hambatan-hambatan yang tidak diinginkan.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 5


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Untuk mengatur kegiatan pekerjaan akan dilaksanakan :

 Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi ini dilaksanakan tiap hari, dan berfungsi membahas dan mengkoordinasikan
pelaksanaan pekerjaan, permasalahan dan penyelesaiannya serta program pelaksanaan di lapangan.

 Program dan Scheduling.

Jadwal Pekerjaan akan dijabarkan lebih detail (bulanan dan mingguan) dan akan dimonitor secara
cermat menggunakan laporan harian dan mingguan.
Untuk sementara pengontrolan secara keseluruhan akan dituangkan dalam bentuk Bar Chart.

VI. QUALITY CONTROL

Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan, perlu
dilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain
mengontrol,

 Seluruh material yang digunakan


 Pemilihan tenaga kerja
 Perawatan alat
 Test material di laboratorium dan lapangan

Melakukan pemeriksaan secara teratur, baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam
pelaksanaan pekerjaan, maupun terhadap cara pelaksanaan pekerjaan sendiri. Meskipun untuk hal-hal
tersebut di atas sudah ada penanggungjawabnya langsung, kiranya perlu ditunjuk petugas khusus
quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality Control
(proses ISO 9002) dan prosedurnya yang telah berlaku diproyek yang dilaksanakan oleh masing-
masing perusahaan yang membentuk Waskita Karya - Multi Struktur JO.

Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan sistematik dan terencana yang
diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di
proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang
diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di
pelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya:

- Sasaran mutu yang jelas


- Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab yang jelas
- Organisasi proyek yang handal
- Sistem dan prosedur mutu yang baku
- Penerapan manajemen mutu yang konsisten

Untuk lebih jelasnya dalam proses pelaksanaan penerapan Quality Control untuk proyek ini dapat
dilihat pada lampiran Quality Control process ISO 9002.

B. METODE KONSTRUKSI

Dalam melaksanakan pembangunan proyek Pembangunan dan Peningkatan Simpang Tak Sebidang
Under pass Pramulka perlu dibuat metode konstruksi pelaksanaan proyek yang secara garis besar
dapat diuraikan sebagai berikut, yaitu pekerjaan persiapan, traffic management, penggalian dan
pembongkaran serta pembersihan jalur jalan beton, perkerasan jalan beton, galian pekerjaan struktur,
pekerjaan diaphragm wall, pekerjaan struting, pekerjaan box culvert/ under pass, dan pekerjaan lain-
lain.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 6


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

I. PEKERJAAN PERSIAPAN

1. Site Planning
Pengaturan lapangan proyek diperlukan untuk mengakomodasikan:
a. Traffic Manajemen dan Detour
b. Kantor Direksi Lapangan dan Kontraktor
c. Pos Jaga
d. Stock Yard
e. Work Shop
f. Gudang Material/Mekanik
g. Kantor Sub Kontraktor
h. Rumah Genset
i. MCK/Toilet Lapangan untuk pekerja

2. Pengukuran / Setting Out


Sebelum pelaksanaan, dilaksanakan pekerjaan setting out, dimana diperlukan Joint Survey
bersama-sama antara Kontraktor, Engineer / Konsultan dan Dinas Pekerjaan Umum DKI sebagai
pemilik proyek. Hasil survey akan dipakai untuk keperluan shop drawing dan perhitungan
kuantitas aktual volume pekerjaan. Selain itu kami juga berkoordinasi dengan instansi-instansi
yang terkait untuk pekerjaan pembebasan lokasi (trotoar).

3. Pembuatan Pagar Pengaman


Pagar pengaman dibuat dengan cara yang mudah untuk dipindahkan dan dapat melindungi areal
pekerjaan dari arus kendaraan dan manusia, dimana pada tahap awal dibuatkan pagar untuk
melindungi pekerjaan pada daerah yang akan dilaksanakan pekerjaan perkerasan beton, untuk
selanjutnya dipindahkan untuk melindungi areal bagi pekerjaan struktur.

4. Mobilisasi
ksanakan setelah kontrak ditanda tangani, mobilisasi alat akan diawali untuk alat yang diperlukan
pekerjaan bongkar trotoar, peralatan yang mobilisasi untuk dipakai adalah Jack Hammer,
Excavator dan Dump Truck, yang mana juga dapat dipakai sebagai pembongkar aspal. Kemudian
dilanjutkan dengan pekerjaan pelebaran jalan, peralatan yang dimobilisasi untuk dipakai adalah
Bar Bender, Bar Cutter, Truck Mixer, Concrete Vibrator, Genset, Kompressor dll. Peralatan yang
dimobilisasi untuk dipakai adalah Earth Auger, Service Crane, Mesin Las, Concrete Pump
dll.disamping mobilisasi untuk material lainnya yang dipabrikasi diluar lokasi pekerjaan seperti
panel – panel form work dan lain – lain.

5. Direksi Keet
Kantor Kontraktor, Konsultan, Ware House, Work Shop, Barak Pekerja lengkap dengan furniture
dan isi bangunan yang dipersyaratkan dalam dokumen lelang akan dipersiapkan bersamaan
dengan pekerjaan setting out., semua bangunan tersebut diatas akan ditentukan tempatnya setelah
mendapat lahan yang disewa, dan bangunan tersebur akan ditutup dengan pagar pengaman/ pagar
sementara.. Dalam pembuatan kantor tersebut, fasilitas disekitarnya akan selalu dijaga dan
dirawat, sedangkan untuk kantor Pimpro dan staf akan ditentukan kemudian sesuai dengan
kebutuhan dan persetujuan pihak Pimpro.
Kantor yang akan dibangun dilengkapi dengan peralatan dan persyaratan yang dinyatakan dalam
dokumen lelang.

6. Test Pit
Test dilaksanakan dengan cara membuat lubang ukuran 1 x 1 dengan kedalaman 1 s/d 2 m.
Maksud diadakan test pit adalah untuk mengetahui utilitas yang ada

7. Pengecekan Perhitungan Volume


Pengecekan perhitungan volume dilakukan sebelum dan selama berlangsungnya proyek

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 7


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

8. Persiapan Quality
Pembuatan Job Mix yang diperlukan dan yang akan dipakai pada pelaksanaan pekerjaan di
proyek ini, seperti job mix beton dan lain – lain.

9. Listrik
Pengadaan listrik proyek untuk pelaksanaan pekerjaan diadakan dari penggunaan listrik langsung
dari PLN dan dilengkapi atau di back up dengan genset yang ditempatkan pada lokasi yang bebas
dari penyebab gangguan kebisingan.

10. Air
Pengadaan air kerja akan diadakan dari pompa sumur dalam dan didistribusikan melalui Water
Tank Truck. Fabrikasi Besi, Bekisting dikerjakan pada workshop dan didistribusikan memakai
truck.

II. PEKERJAAN TRAFFIC MANAGEMENT / DETOUR

Sebelum dilaksanakan pekerjaan pemancangan baja H-Beam dan diaphragm wall , maka untuk
menghindari kemacetan lalu-lintas atau menghindari pengurangan lebar jalan eksisting, maka
dilaksanakan pelebaran jalan dengan memakai rigid pavement (perkerasan beton) dilokasi trotoar
antara jalur cepat dan jalur lambat yang sudah dibongkar . Dengan demikian lalu-lintas dari Matraman
Pasar Genjing dan sebaliknya dapat memakai pelebaran jalur lambat jalan tersebut.

Dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan traffic management :

- Persiapan pengalihan jalur kendaraan akibat menyempitnya jalur yang akan dipakai dalam
tahapan pelaksanaan, dengan melaksanakan pemasangan pagar pengaman dan pelaksanaan
pekerjaan untuk perkerasan beton.

- Pemasangan rambu – rambu yang diperlukan sebelum memasuki lokasi pekerjaan sampai
dengan rambu – rambu saat berada dilokasi pekerjaan, seperti rambu perhatian untuk berhati
– hati, sampai dengan rambu pembatasan dan larangan yang diperlukan.

- Pengaturan areal dan waktu untuk kendaraan dan peralatan proyek keluar dan memasuki areal
kerja dengan meminimalkan terjadinya kemacetan akibat hal tersebut.

- Setelah selesainya jalur alternatif tersebut maka dilaksanakan pemindahan pagar pengaman
untuk melindungi pekerjaan struktur yang akan dilaksanakan seperti pekerjaan penyangga
Kereta Api dan diaphragm wall.

- Pemasaangan pagar pengaman yang dipakai untuk membatasi lokasi proyek dengan
masyarakat umum dan pejalan kaki.

- Melaksanakan koordinasi yang diperlukan dengan dinas atau instansi terkait selama
pelaksanaan pekerjaan.

Pengalihan lalu-lintas dapat dipakai rubber cone, rambu-rambu arah, petunjuk jalan dan bendera-
bendera. Pagar sementara akan dipasang pada daerah pemancangan dan akan dipasangkan lampu-
lampu sehingga akan terlihat pada waktu malam hari bilamana dilaksanakan pekerjaan lembur.

Dalam pelaksanaan pekerjaan ini akan dikoordinir oleh bagian tertentu dalam organisasi kontraktor
yang bertanggung jawab terhadap Safety, Health dan Environment, yang akan secara terus-menerus
akan memonitor dan mengevaluasi bagian pekerjaan ini.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 8


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Pengaturan lalu-lintas ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan mengendarai
kendaraan dan keamanan / kenyamanan bagi umum.

Pengaturan lalu-lintas ini terdiri dari :


 Penyediaan alat-alat pengatur lalu-lintas
 Pengecekan, perawatan dan perlindungan sepanjang area konstruksi
 Pemasangan alat-alat lalu lintas selama konstruksi
 Petugas pengatur lalu lintas di penyempitan jalan di jalur cepat ke jalur lambat.

Pelaksanaannya akan dikonfirmasikan dengan pihak yang berwenang. Kontraktor akan memelihara
jalan yang berpengaruh kepada area operasional dengan kondisi yang baik.
Tumpahan tanah dan material akan disingkirkan dan kondisi jalan dikembalikan ke posisi semula.
Kami akan bekerja sama dengan badan yang berwenang untuk mengatur kelancaran lalu lintas agar
terhindar dari kemacetan.

Dalam menyiapkan fasilitas pengaturan lalu lintas, sepanjang area kerja alat-alat pengatur lalu lintas
akan dipasang pada titik-titik tertentu sepanjang area pekerjaan dan sekitarnya.

Fasilitas pengatur lalu-lintas sepanjang area pekerjaan diperlukan antara lain sbb :
 Rambu-rambu
 Lampu-lampu
 Rubber Cone
 Penunjuk arah dan penunjuk jalan
 Pagar penghalang sementara
 Bendera-bendera
 Dan lain-lain

III. PEKERJAAN PELEBARAN JALAN

Pekerjaan pelebaran jalan dilaksanakan sebelum pekerjaan diaphragm wall dengan lokasi di trotoar
antara jalur cepat dan jalur lambat . Adapun tahapan dari pekerjaan pelebaran jalan tersebut adalah
sebagai berikut :

1. Pekerjaan
Pembersihan (Penebangan Pohon + Akar-akarnya)
Pekerjaan pembersihan disini adalah pekerjaan penebangan pohon yang berada dilokasi untuk
pelebaran jalan (dilokasi proyek) kemudian dilanjutkan dengan pembersihan akar-akar pohon
tersebut. Penebangan pohon dilaksanakan dengan menggunakan gergaji mesin. Sedangkan untuk
pembersihan / pencabutan akar-akar dari pohon tersebut dengan menggunakan excavator. Bekas
akar-akar pohon maupun batang-batang pohon segera dibuang keluar lokasi yang memenuhi
persyaratan yang ditentukan dengan menggunakan mobil truk.

2. Pekerjaan Bongkar
Trotoar
Pekerjaan bongkar trotoar dilaksanakan dengan menggunakan jack hammer dan excavator. Bekas
bongkaran selanjutnya dibuang keluar lokasi dengan menggunakan mobil truk.

3. Pekerjaan Galian
Tanah
Peralatan yang dipergunakan untuk pekerjaan galian tanah pada pelebaran jalan ini adalah
excavator dan dump truk. Galian tanah dilaksanakan sampai dengan elevasi yang telah
direncanakan. Bekas galian selanjutnya dibuang keluar lokasi dengan menggunakan mobil dump
truk yang dilengkapi dengan terpal untuk menutup permukaan atas agar tanah bekas galian yang
diangkut tidak tercecer di sepanjang perjalanan.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 9


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

4. Pekerjaan Cor
Perkerasan Jalan
Setelah pekerjaan galian tanah untuk pelebaran jalan selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan
pekerjaan pemadatan tanah dengan menggunakan vibro roller. Kemudian dilakukan tes kepadatan
tanah. Selanjutnya setelah memenuhi persyaratan, dimulailah pekerjaan lean concrete (lantai
kerja) dengan mutu beton B0.. Setelah diadakan pengecekan bersama antara kontraktor dan
pengawas dilapangan dan disetujui barulah dilaksanakan pekerjaan pengecoran. Mutu beton yang
dipakai adalah K 350. Pengecoran dilaksanakan langsung dari mobil truck mixer yang dilengkapi
dengan talang cor. Pemadatan menggunakan concrete vibrator. Pengecoran akan dilaksanakan
pada waktu malam hari, untuk meminimalkan kemacetan kendaraan yang mungkin timbul akibat
pekerjaan tersebut. Perawatan beton (curing) dilaksanakan dengan cara menggunakan karung goni
yang dibasahi air.

IV. Pekerjaan Struktur

Lingkup Pekerjaan Struktur meliputi :


1. Pekerjaan Diaphragm wall
2. Pekerjaan Caping/Cap Diaphragm wall
3. Pekerjaan Retaining Wall
4. Pekerjaan Railing beton
5. Pekerjaan Rigid Pavement
6. Pekerjaan Drainage
7. Pekerjaan Pemeancangan Shett Pile dan tutup
8. Pekerjaan box Culvert

4.1 Pekerjaan Diaphragm Wall


Setelah semua pekerjaan persiapan sudah selesai yang mana waktu pelaksanaanya adalah 5
minggu atau 35 hari, maka dapat dimulailah pekerjaan diaphragm wall.

 Pekerjaan Persiapan Diaphragm Wall meliputi :



Pekerjaan Pengukuran

Pembuatan Guide Wall

Pembuatan Mixing Plant

Peralatan yang Dipakai

1. Pekerjaan Pengukuran
Pekerjaan pengukuran meliputi pengukuran jalur dari diaphragm wall yang sekaligus
merupakan jalur dari guide wall yang akan dibuat.

2. Pembuatan Guide Wall


Guide wall yang dibuat merupakan sebaris dinding yang terbuat dari beton bertulang, Guide
wall ini mempunyai fungsi yang penting antara lain :
 Sebagai pedoman jalur dari diaphragm wall yang akan dibuat
 Sebagai referensi level dari precast panel yang akan dipasang
 Sebagai tempat berpijak peralatan2 bantu yang akan di pergunakan dalam
pemasangan precast panel, misalnya untuk penempatan besi besi penggantung
 Sebagai referensi horizontal dari jalur precast panel
 Sebagai pedoman untuk menentukan kelurusan dari lubang galian

Pembuatan Guide Wall dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:


 Pengalian tanahnya dengan menggunakan Excavator
 Pengukuran dan setting out

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 10


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

 Pembesian
 Pembuatan bekisting Guide Wall
 Pengecoran

Gambaran mengenai bentuk dan posisi guide wall dapat dilihat pada gambar sket dibawah ini:

350 CL 350
Slurry Level Ground Level

D16
1000
Y12 @300c/c

300 600+ 50 mm 300

Concrete of Ordinary Quality Grade


(I Cover to all reinforcement to be 25
mm)

NTS
TYPICAL SECTION OF GUIDE WALL

3. Pembuatan Mixing Plant (Bentonite & Bentonite Cement)


Mixing plant merupakan tempat pembuatan slurry mud yang akan digunakan dalam proses
penggalian, dalam hal ini slurry mud-nya adalah bentonite cement slurry.
Proses pembuatan bentonite cement slurry dilakukan dalam beberapa tahap :
a. Bentonite akan disimpan di lapangan di atas pallet-pallet seberat masing-masing 1200 kg,
di dalam kantong yang masing-masing berisi 50 kg.
b. Pencegahan pengotoran lingkungan oleh debu bentonite akan kami lakukan dengan cara
membuka kantong bentonite pada saat benar-benar akan digunakan dan dibuka pada posisi
mulut mixer yang akan mengaduknya.
c. Bubuk bentonite akan dicampur dengan air menjadi bubur bentonite, ditampung dalam silo
atau kolam penyimpanan.
d. Sebelum penggalian panel dilaksanakan, bubur bentonite dicampurkan dahulu dengan
cement dengan perbandingan tertentu dan hasil campuran tersebut bentonite cement
ditampung pada suatu kolam atau silo. Setelah jumlah yang diperlukan dalam proses
penggalian tersebut terpenuhi, barulah dilaksanakan prosedur penggalian lubang panel.
e. Bentonite-cement akan dipompa dari kolam penampungan ke lubang galian melalui pipa
besi dia. 10 cm. Bentonite cement ini diambil sampelnya secara berkala untuk diuji
kekuatannya terhadap tekan dan permeabilitasnya.

Pengukuran dari Cara Bentonite Bentonite yang Sampul sebelum


panel sifat Pengukuran Segar sudah disuplai ke Di cor
Bentonite panel
Density (g/ml) Mud Balance 1.025+0.005 1.02 – 1.1 Diantara 1.025-1.15
Fluid Loss (ml) Temp. Alami 25 + 4 < 50 < 30 - 40
(30 menit test)
“ Cake “ Baroid Filter Prass < 2 mm < 6 mm < 3 mm

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 11


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Vescosity (det) Marsh Cone 32 - 35 32 - 40 32 - 35


Sand Content (%) Sand Screen <3%
PH PH Paper 8 - 10 8 - 11 8 - 11

f. Laboratorium bentonite akan diadakan di lapangan dengan peralatan-peralatan :



Baroid Filter Press (Free Water Test)

Mud Balance (Density Test)

Marsh Cone (Viscosity Test)

Sand Screen Test (Sand Content Test)

PH Paper (PH Test)

g. Selang waktu pengetesan dan kisaran besar hasil test yang dapat disetujui oleh konsultan
pengawas diusulkan pada butir berikut. Laporan hasil pengetesan / pemeriksaan
laboratorium akan dicatat dan disajikan sepanjang konstruksi.

4. Peralatan yang Dipakai



Digestor 2 m3 + 3x4R 40HP

Bentonite Test Set

Hydraulic Grab Leffer HSWG 3.2 / SOILMEC BH-12/sejenis

Pump 3x4R Mission

Vehicles Car/Kendaraan ringan

Switch Box 100 amp, & 400 Amp

Level

Crane Liebherr HS 852 HD/crane sejenis

Service crane Liebherr 850/crane sejenis

Generator 125 & 250 KVA

Welding Machine D4/400 Diesel

Tank 70 m3

Tank Various

INSTALASI PRECAST PANEL DIAPHRAGM WALL

Penggalian Parit Diaphragm Wall


Penggalian dilaksanakan dengan grab raksasa, untuk parit Diaphragm wall ukuran grab adalah
2.5 m x 0.5 m.
Grab raksasa ini dapat memandu kevertikalannya akibat berat sendiri seperti unting-unting dan
pembungkus luar grab yang terbuat dari besi yang sengaja dibuat panjang. Berat masing-
masing grab berkisar antara 8 – 15 ton.

Grab raksasa ini dalam melaksanakan penggalian yang diopersikan oleh crawler crane Liebherr
HS 852 HD, atau yang setara dengan crawler crane ini, sepanjang pulling force dan kecepatan
putar drum depan dan belakangnya adalah sama. Kapasitas grab ini sekitar 0.4 m 3 sekali
penggalian.

Penggalian akan dilaksanakan bite demi bite terus sampai ke dasar galian. Secara terus-menerus
tanah yang tergali harus segera diisi oleh bubur bentonite-cement yang baru supaya permukaan
bubur bentonite-cement berada dekat permukaan bibir atas guide wall.

Bibir atas guide wall harus dibuat pada elevasi sedemikian rupa sehingga selalu berada di atas
permukaan air tanah supaya tidak membahayakan stabilitas dinding galian.

Tanah yang tergali oleh grab raksasa secara terus-menerus akan diperiksa jenisnya dan dicatat.
Catatan ini merupakan dasar bagi pembuatan excavation report yang akan dibuat untuk setiap
lubang galian secara benar dan teliti.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 12


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Penggalian bite Penggalian bite Penggalian bite


pertama pada kedua pada ketiga pada
panel primary panel primary panel primary

Pembuangan Tanah Bekas Galian


Tanah bekas galian akan dibuang dari grab raksasa ke dump truk dan akan ditampung dalam pit
penampungan sebelum dibuang keluar proyek. Pada dekat pintu keluar proyek akan dipasang
tempat pencucian truk dengan tujuan agar tidak terjadi pengotoran pada jalan jalan diluar
proyek.

Metode Untuk Mengecek dan Memonitor Verticallity dan Stability Galian.


a. Vertikalisasi galian diperiksa secara terus menerus dengan memeriksa vertikalisasi wire rope
penggantung yang berfungsi sebagai unting-unting, grab raksasa yang sangat berat itu
adalah sebagai bandul. Secara berkala jarak antara wire rope dengan bibir kanan dan kiri
guide wall akan selalu diukur kesamaannya. Bila terjadi penyimpangan akan segera
terdeteksi dan dilakukan koreksi sebelum terjadi penyimpangan terlalu jauh.
b.Pada bagian penggalian secara terus-menerus dilakukan pengukuran kedalaman galian dengan
memakai meteran. Dengan cara ini adanya kelongsoran dengan cepat dapat terdeteksi.
c. Pada saat pelaksanaan installasi panel Diaphragm wall dilakukan pengukuran dengan
menggunakan theodolit untuk menjamin kelurusan panel pracetak tersebut.
d.Elevasi yang baik pada panel pracetak setelah instalasi dilakukan tetap dijaga dengan
menggantung panel-panel pracetak tersebut pada guide wall.

Pemasangan Precast Diaphragm Wall


Mendahului pemasangan precast panel, ditentukan terlebih dahulu level dimana ujung atas
precast panel ini akan diletakkan serta level dari permukaan atas guide wall. Kemudian pada
starter bar dari precast panel dipasang besi2 horizontal (dari besi beton) dimana jaraknya sesuai
dengan jarak selisih level dari permukaan atas guide wall dan permukaan atas precast panel.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 13


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Stater bar precast


Besi penggantung panel

Setelah pemasangan besi besi beton melintang seperti termaksud diatas, precast panel diangkat
dengan menggunakan service crane dan load spreader melalui titik titik angkatnya, dan
tergantung bebas, kemudian secara perlahan-lahan dimasukkan kedalam lubang galian
sementara itu verticality dari panel selalu dikontrol dan hubungan panel yang satu dengan panel
di sebelahnya harus selalu diperhatikan (khususnya connecting joint-nya) Sementara precast
panel dimasukkan, bentonite cement slurry yang ada dalam lubang akan meluap keluar lubang,
untuk itu biasanya dipasang pompa didekat permukaan lubang galian, dan bentonite cement
slurry yang meluap akan dipompakan kembali ke tanki penampungan dan selama belum set
akan dipakai kembali sebagai stabilyzing fluid.
Sementara itu untuk menjaga level dari precast panel yang sudah dimasukkan sementara
bentonite cement slurry belum mengeras (khususnya yang didasar lubang galian), precast panel
"digantung" dengan menggunakan besi penggantung yang diletakkan diatas guide wall.(lihat
gambar diatas)

Pekerjaan pemasangan precast panel dilanjutkan pada panel disampingnya.

Pemasangan Pemasangan Pemasangan Pemasangan


Panel ke 1 Panel ke 1 Panel ke 2 Panel ke 2
Selesai Selesai
PEMASANGAN PANEL

prosedur pelaksanaan instalasi dinding Diaphragm pracetak dapat kami gambarkan sebagai
berikut :

Untuk tahapan pekerjaan diaphragm wall ini terlebih dahulu dipersiapkan panel beton sesuai
gambar kerja.
Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan diaphragm wall dari penyediaan
sampai instalasi adalah 12 minggu (84 hari), dengan asumsi per hari 5-6 panel untuk panjang
12,5 m, 7-8 panel untuk panjang 7,5 meter, dan 10 panel untuk panjang

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 14


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Kolam/ Tangki
Bentonite-Cement

Supply Cement
Cement Stock Kolam Bentonite
Yang Bersih Mixing

Unit

Supply Bentonite Mixing


Bentonite Stock Unit

Supply
Panel Panel Stock

Pemasangan Penggalian
Panel dengan
Hydrolic Grab

Truck Pembuangan Pemindahan Lumpur


Tanah Lumpur Kotor Kotor
Dengan Excavator

4.2 Pekerjaan Caping

Pekerjaan Caping diaphragm wall dilaksanakan setelah pekerjaan instalasi panel diaphragm wall
selesai. Lingkup pekerjaan Caping diaphragm wall meliputi :

o Pekerjaan Pembersihan.
Pembersihan disini adalah pembersihan sisa-sisa bentonite semen yang ada diatas panel
difraghma wall dan sekitar diaphragm wall.

o Pekerjaan Pembesian.
Pekerjaan pembesian meliputi pabrikasi dan instalnya . Untuk pekerjaan pabrikasi dikerjakan
di bedeng kerja atau work shop, kemudian besi yang sudah dipabrikasi diangkut ke lapangan
dengan menggunakan truck dan untuk pemasangan besi harus sesuai dengan gambar kerja.

Peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan pembesian adalah :


1. Bar Cutter
2. Bar Bender
3. Light truck
4. Geget

o Pekerjaan Bekisting.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 15


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Tahap awal pekerjaan bekisting adalah menentukan atau membuat marking / batas caping
beam oleh surveyor.
Untuk pekerjaan bekisting dipergunakan multiplek t=15 mm, dengan bantuan girder peri.
Kemudian letakkan multiplek dibatas marking dan perkuat dengan girder dan support dari
peri dan dibantu dengan separator sebagai penguat.

Gambar terlampir.

o Pengecoran.
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting selesai, maka diadakan pengecekan bersama
antara konsultan, pengawas PU dan kontraktor.
Setelah selesai pengecekan dan perbaikan bila ada komplain, maka pekerjaan pengecoran bisa
dimulai, dengan mutu beton yang digunakan adalah K 300.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengecoran :
1. Concrete Vibrator
2. Talang cor
3. Truck Mixer

Skema Pengecoran, gambar terlampir.

4.3 Pekerjaan Railing Beton

Pekerjaan Railing beton meliputi :

o Pekerjaan Precast Railing Beton


Untuk pekerjaan ini sebaiknya dibuat bekisting / cetakan dari besi supaya hasil akhir dari
railling beton bagus. Untuk pengecoran dapat dilakukan di site atau di work shop.

o Pekerjaan Pemasangan railing beton


Railing beton dapat dipasang setelah umur railling beton telah mencukupi. Railling beton
sendiri akan dipasang diatas caping beam Diaphragm wall. Waktu pelaksanaan railling beton
adalah 11 minggu / 77 hari.

4.4 Pekerjaan Retaining Wall

Lingkup pekerjaan Retaining Wall meliputi :


a. Galian tanah.
b. Pasir Urug
c. Lean Concrete
d. Pembesian
e. Bekisting
f. Concrete K-300

a. Galian tanah
Untuk pekerjaan galian terlebih dahulu distek out oleh surveyor juga kedalam galian. Alat-
alat yang diperlukan :
- Excavator.
- Dump Truck
Hasil dari galian sendiri langsung dibawa keluar dari site dengan asumsi jarak ± 20 km.

b. Pasir Urug
Setelah galian selesai maka diberi pasir dengan persyarata n yang ditentukan, setebal ± 10 cm.

c. Lean concrete

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 16


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Setelah pasir urug, maka konstruksi diatasnya adalah pekerjaan lean concrete dengan beton
kelas B0. Beton disupplay dari ready mix dan diangkut dengan truk mixer.
Pengecoran lean concrete menggunakan konstruksi talang.

d. Pembesian
Pembesian disini meliputi fabrikasi dan instalasi. Untuk pekerjaan fabrikasi dikerjakan di
bedeng kerja atau work shop kemudian besi yang sudah difabriaksi diangkut ke site /
lapangan dengan menggunakan light truk. Untuk pemasangan besi harus sesuai dengan
gambar kerja.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pekerjaan Pembesian :
- Bar Cutter
- Bar Bender
- Light Truck
- Gegep

e. Bekisting
Untuk pekerjaan bekisting dipergunakan multiplek t=15 mm dengan bantuan perancah
peri. Tahap awal pekerjaan bekisting adalah menentukan atau membuat marking/batas
retaining wall oleh surveyor. Kemudian letakkan multiplek dibatas marking dan perkuat
dengan perancah peri dan dibantu dengan separator sebagai penguat.

f. Pengecoran
Setelah pekerjaan pembesian dan bekisting selesai, maka diadakan pengecekan bersama
antara konsultan, pengawas PU, dan Kontraktor.
Setelah selesai pengecekan dan perbaikan bila ada komplain, maka pekerjaan pengecoran
bisa dimulai.
Peralatan yang dibutuhkan untuk pengecoran :
- Concrete Vibrator
- Talang cor
- Truck Mixer

4.5 Pekerjaan Rigid Pavement

Pekerjaan Rigid Pavement meliputi :


1. Pekerjaan Galian
2. Persiapan Sub Grade
3. Sirtu
4. Lean Concrete
5. Concrete K 350 termasuk tulangan

1. Pekerjaan Galian
Peralatan untuk pekerjaan Galian adalah :
- Excavator
- Dump Truk

Pekerjaaan galian dimulai setelah pekerjaan retaining wall., diaphragm wall, pemancangan
sheet pile , dan pekerjaan penyanggaan rel Kereta Api selesai. Pekerjaan galian dilakukan dari
arah rel Kereta Api mundur kebelakang .

Skema Penggalian : gambar terlampir

2. Persiapan Sub Grade


Peralatan untuk pekerjaan sub grade adalah :
- Motor grader
- Vibro roller

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 17


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

- Excavator

Setelah pekerjaan galian selesai, maka dimulailah pekerjaan persiapan dengan menggunakan
motor grader.
Persiapan sub grade dikerjakan sesuai dengan top level yang telah ditentukan oleh surveyor.
Selama pekerjaan persiapan sub grade, bila diperlukan air, maka harus dipersiapkan.

3. Sirtu
Setelah pekerjaan persiapan sub grade selesai, maka surveyor memberikan stek out untuk
persiapan sirtu beserta top levelnya.
Begitu sirtu disuplay oleh suplier, maka langsung dihampar memakai motor grader dan
dipadatkan dengan vibro roller dan wales.

Peralatan dan material yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah :


- Motor Grader
- Vibro Roller
- Tandem/wales 12 ton
- Sirtu

4. Lean Concrete
Setelah selesai penghamparan dan pemadatan sirtu, maka dilanjutkan dengan pekerjaan lean
concrete setebal 10 Cm

Peralatan dan material yang dipakai adalah :


- Truck Mixer
- Jidar perata
- Ready mix kelas BO

5. Concrete K 350 dengan tulangan


Setelah selesai pekerjaan lean concrete dilanjutkan dengan pekerjaan concrete K 350 dengan
tulangan.
Peralatan yang dipakai adalah :
- Truck Mixer
- Concrete Vibrator
- Jidar perata
- Bar Cutter
- Bar bender
- Alat Penyemprot

Tahap pertama adalah marking yang diberikan oleh surveyor, setelah itu pasang bekisting
yang sudah dipabrikasi.
Tahap kedua adalah penghamparan plastic sheet dan pemasangan tulangan berikut dowelnya.
Tahap ketiga adalah setelah diadakan inspeksi oleh konsultan dan pengawas PU, maka
pengecoran bisa dilanjutkan. Beton ready mix K-350 yang dipakai harus terlebih dahulu
diambil slumpnya dan kubus beton sebelum dituangkan keareal yang akan dicor.

Methode pelaksanaan rigid pavement : gambar terlampir

4.6 Pekerjaan Drainage


Lingkup pekerjaan drainage adalah :
- Galian
- Urugan Pasir
- Lantai kerja
- Saluran precast

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 18


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Sedang jenis drainage adalah :


- Saluran beton precast ukuran 60x60
- Koker beton ukuran 100 x 120
- Plat beton bertulang tutup saluran ukuran 60/100-15, tebal 10 cm

a. Saluran beton precast ukuran 60 x 60


Untuk pekerjaan ini bisa dilakukan di work shop atau disuplay oleh Pihak Ketiga , misalnya
Dusaspun atau setara.

b. Galian
Untuk pekerjaan galian terlebih dahulu harus di setting out oleh surveyor.
Peralatan yang dipakai :
o Excavator
o Dump Truk

c. Pasir Urug
Setelah pekerjaan galian selesai, maka harus diratakan sesuai dengan level yang telah
ditentukan oleh surveyor dan dipadatkan. Setelah itu masukkan pasir urug dan ratakan
dengan ketebalan 10 cm.

d. Lantai Kerja
Setelah selesai pasir urug, maka dilanjutkan dengan lantai kerja. Untuk lantai kerja
materialnya bisa dari ready mix atau site mix

e. Pemasangan Saluran Precast


Peralatan yang dipakai :
- Excavator
- Light Truck

Saluran precast dipasang di kiri – kanan underpass. Untuk pelaksanaannya sendiri setelah
rigid pavement dengan underpass.

 Koker saluran
Untuk tahapan pekerjaan sama dengan pekerjaan saluran precast ukuran 60 x 60 cm.
Sedangkan untuk lokasi pekerjaannya adalah antara rigid pavement dengan underpass.

 Tutup Saluran
Lingkup pekerjaannya :
e.1. Precast tutup saluran, dapat dikerjakan di Site atau Work Shop.
e.2. Pemasangan tutup saluran, dikerjakan secara manual dibantu truck pengangkut.

Waktu pelaksanaan drainase adalah : 4 minggu.

f. Pekerjaan Pemancangan Sheet Pile dan Turap

f.1. Lingkup pekerjaan disini adalah :


- Penyediaan sheet pile dan H beam.
- Pemancangan
f.2. Peralatan yang dipakai :
- Crane
- Vibro Hammer / Pile Driver
- Genset
- Light Truck
- Peralatan Surveyor

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 19


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Pekerjaan pemancangan dilaksanakan setelah pekerjaan penyanggaan rel kereta api selesai.
Pemancangan dimulai dari dekat rel mundur kebelakang. Pada saat pemancangan harus extra
hati-hati, dikarenakan banyaknya utilitas yang ada diatas rel kereta api. Waktu pelaksanaan
pemancangan sheet pile dan H beam adalah 4 minggu / 28 hari kerja. Khusus untuk dibawah rel
kereta api, tidak dilakukan pemancangan. Metodenya diganti dengan sistem turap kayu.

g. Pekerjaan Pembuatan Underpass / Box Culvert


Peralatan yang dipakai untuk pekerjaan ini adalah :
- Excavator
- Dump truck
- Mesin las
- Bar cutter
- Bar bender
- Concrete pump
- Truck mixer
- Form work Peri.

Lingkup pekerjaan undrepass / box culvert adalah :


- Galian
- Struting
- Pasir urug
- Cable stone
- Lean concrete
- Pembesian
- Bekisting
- Concrete K-300

g.1. Galian
Pekerjaan galian untuk underpass dilaksanakan setelah semua pekerjaan penyanggaan rel kereta
api selesai, juga ramp kiri-kanan underpass selesai. Pekerjaan galian disini menggunakan
excavator yang turun ke ramp. Pekerjaan galian dilakukan bertahap, karena harus diselingi /
diiringi dengan pekerjaan struting. Skema pekerjaan galian dapat dilihat pada gambar terlampir.
Selama pekerjaan galian harus di standbykan pompa air sebanyak 2 unit.

g.2. Struting
Pekerjaan struting adalah pekerjaan perkuatan untuk sheet pile waktu pekerjaan galian. Struting
dikerjakan secara bertahap sesuai dengan tahapan pekerjaan galian.

Material dan peralatan yang dibutuhkan :


- H beam 350.350.12.19.
- H beam 400.400.13.21.
- H beam 200.200.8.12.
- H beam 150.150.7.10.
- Plate 350 x 350 x 10
- Plate 260 x 260 x 15
- Plate 100 x 100 x 10
- Stiffener 270 x 140 x 10
- Crane kapasitas 25 ton.
- Mesin las.

g.3. Pasir Urug

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 20


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Setelah pekerjaan galian mencapai level yang telah ditentukan dan struting selesai maka
dilanjutkan dengan pekerjaan pasir urug.

g.4. Coble Stone


Pekerjaan coble stone menggunakan batu kali yang bulat dengan diameter ± 20 cm. Cable stone
ditata rapi secara manual dan diantara celah diisi batuan kecil. Selama pekerjaan cable stone
harus dilakukan pemadatan juga.

g.5. Lean Concrete


Pekerjaan lean concrete dilaksanakan diatas lapisan cable stone. Material yang digunakan adalah
ready mix kelas B0. Cara pengerjaannya terlebih dahulu dipasang talang dan ready mix
dicurahkan melewati talang tersebut. Selanjutnya diratakan sesuai dengan level yang diberikan
oleh konsultan (level rencana). Setelah lean concrete mengering, diatasnya diberi marking untuk
batas underpass / box culvert.

g.6. Pembesian
Lingkup pekerjaan pembesian meliputi :
- Pabrikasi
- Angkut + install

g.6.1. Pabrikasi
Pabrikasi besi dapat dilakukan di site atau work shop. Untuk pekerjaan pabrikasi ini
diperlukan alat-alat sbb :
- Bar cutter
- Bar bender
Waktu pelaksanaan pabrikasi dapat dilakukan saat mulainya pekerjaan galian tanah.
Pabrikasi besi harus sesuai dengan bar bending schedule yang ada atau sesuai dengan
gambar kerja.

g.6.2. Angkut + install


Setelah lean concrete selesai, maka besi beton yang sudah dipabrikasi, diangkut ke site
dan mulailah dipasang sesuai dengan urutan gambar kerja yang ada. Tahapan awal adala
pemasangan besi beton untuk lantai bawah, kemudian dinding dan terakhir dak / lantai
atas sekaligus plat injak.

g.7. Bekisting
Sama seperti pekerjaan pembesian, maka pekerjaan bekisting meliputi :
- Pabrikasi
- Angkut + install

Tahap awal adalah pemasangan bekisting lantai bawah. Skemanya seperti terlihat pada gambar
terlampir:

Tahap kedua adalah pemasangan bekisting dinding. Skemanya seperti terlihat pada gambar
terlampir:

Tahap ketiga adalah pemasangan bekisting dak / lantai atas. Skemanya seperti terlihat pada
gambar terlapir.

g.8. Pengecoran Concrete K-300


Pekerjaan pengecoran disini dilaksanakan setelah mendapat persetujuan dari konsultan dan
pengawas PU atas pekerjaan pembesian dan bekisting.

Peralatan yang dipakai adalah :

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 21


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

- Concrete pump
- Vibrator
- Truck mixer
- Alat curing

Material yang dipakai adalah beton ready mix K-300.

V. Pekerjaan Kereta Api

Khusus pekerjaan ini, Kontraktor disyaratkan harus benar-benar menguasai teknik-teknik perkereta
apian, karena perjalanan kereta api tidak boleh berhenti. Dalam hal ini Kontraktor dibantu oleh NSC
yang sudah terbiasa menangani pekerjaan tersebut.

Untuk itu ada item-item yang harus diperhatikan :


1. Item schedule perjalanan kereta api.
2. Item koordinasi dengan pihak DAOP / PT. KAI.
3. Item keselamatam kereta api.

Adapun lingkup pekerjaannya meliputi :


1. Supporting / penopang rel / pemancangan
2. Pemasangan temporary bridge / jembatan sementara.

1. Supporting / Pemancangan

a. Pekerjaan Persiapan
a.1 Alat-alat pemancangan, yang meliputi :
- Crawler crane, kapasitas 35 ton : 1 unit
- Vibro hammer, kapasitas 60 kw : 1 unit
- Genset, kapasitas 250 kw : 1 unit
a.2 H beam :
- 300.300.10.15.12000 = 32 batang
- 400.400.13.21. = 30 batang
a.3 Cross beam :
- H.400.400.13.21.10000 = 2 batang
- H.419.407.31.49.12000 = 12 batang
a.4 C canal dan besi siku secukupnya untuk tumpuan bracing.
a.5 Temporary bridge, L = 11.00 m = 6 unit.
a.6 Baut-baut dan plat

b. Penyiapan lahan dan sewa tanah untuk penyimpanan barang


c. Pembuatan Direksi Keet dan Kantor Kontraktor beserta Gudang
d. Penyiapan dan pengukuran serta titik-titik pancang yang dilakukan oleh surveyor yang
dikoordinir oleh konsultan atau pengawas PU dan dibantu oleh pihak Kereta Api, dalam hal
ini diwakili oleh DAOP I.
e. Semua pekerjaan mobilisasi tersebut diatas memerlukan waktu sekitar 2 (dua) minggu.

2. Pekerjaan Pemancangan dan Pembuatan Split Pondasi

a Split Pondasi
a.1 Untuk split pondasi, setelah ditentukan titiknya oleh surveyor, maka tanamkan
anchor L 75 x 75 x 8 kedalam tanah existing dan sisakan kepermukaan sepanjang 30
cm. Kemudian diatas anchor tersebut dipasangkan plat dan anchor bolt yang nantinya

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 22


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

akan dihubungkan / sebagai pegangan cross beam. Untuk pekerjaan tersebut


dilakukan sebelum pekerjaan pemancangan.
a.2 Setelah selesai pekerjaan pemasangan anchor dan anchor bolt, maka hampar pasir
setebal 10 cm dan dipadatkan.
a.3 Buat bekisting ukuran 2 x 1 x 0,5 m
a.4 Kemudian cor beton kelas K-300 sebanyak 4 m3 dan difinish serta dirawat betonnya
dengan karung goni yang diberi air selama 3 hari.
a.5 Waktu pekerjaan pembuatan split pondasi adalah 20 (Duapuluh) hari sesuai dengan
pekerjaan pemancangan/

b Pemancangan

b.1 Setelah semua titik-titik pemancangan telah ditentukan oleh surveyor, maka dimulai
persiapan alat-alat yang diperlukan.
b.2 Setelah jalur cepat ditutup, maka crane dimobilisasi pada titik yang telah ditentukan,
juga material H beam 300.300.10.15 ditempatkan pada titiknya. Crane disetting dan
mengangkat vibro hammer, juga sekalian H beam diangkat, dan vibro hammer
ujungnya dijepitkan pada H beam yang akan dipancang.
Tempatkan H beam pada titik yang telah ditentukan, kemudian nyalakan genset, maka
pemancangan dimulai. Dengan kapasitas alat yang ada, maka waktu yang diperlukan
untuk pemancangan 1 (satu) titik memerlukan waktu ± 2 jam, dikarenakan lokasi
pekerjaan yang penuh dengan kabel KRL dan CTC. Jadi waktu yang diperlukan
untuk pekerjaan pemancangan tersebut sampai seluruhnya selesai adalah 10 (sepuluh)
hari kerja.
b.3 Selama pekerjaan pemancangan diharuskan selalu berkoordinasi dengan SK, DK
dan Stasiun terdekat, juga ditempatkan train watcher sebanyak ± 2 orang.

3. Pemasangan Temporary Bridge

Untuk pekerjaan pemasangan temporary bridge meliputi pekerjaan sbb :


a Pemotongan top H beam sesuai dengan level yang ditentukan oleh surveyor.
b Pemasangan rail bundle
c Penggalian ballast setempat untuk cross beam
d Pemasangan cross beam
e Pemasangan adjusting beam
f Pemasangan rail bundle sepanjang temporary bridge
g Penggalian ballast sepanjang temporary bridge
h Pemasangan bantalan kayu
i Pemasangan temporary bridge

a. Pemotongan top pile dan pemasangan pile cap


Setelah pemancangan selesai, selanjutnya dimulai pemotongan pile sesuai dengan level
yang ditentukan oleh surveyor. Untuk keamanan pekerjaan tersebut sebaiknya dipasang rail
bundle terlebih dahulu, karena untuk memotong top pile diperlukan pekerjaan galian di kiri-
kanan rel.
Luasan areal yang perlu digali adalah 4 x 1,5 m2. Untuk pekerjaan rail bundle dipakai
sistem 3 x 5, maksudnya 1 bundle rail diperlukan 5 batang rel dengan panjang 5 m dipasang
3 bundle.

Skets dari rail bundle dapat dilihat pada gambar terlampir.

Setelah rail bundle terpasang, maka penggalian dapat dilakukan dengan hati-hati sambil
memperhatikan jadwal kereta api. Setelah penggalian mencapai level yang ditentukan,
maka pemotongan top pile bisa dilakukan

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 23


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

 Untuk pekerjaan rail bundle memakan waktu ± 3 hari kerja


 Untuk pekerjaan galian memakan waktu ± 1 minggu kerja
 Untuk pekerjaan pemotongan top pile memakan waktu ± 2
hari kerja.

Selama pekerjaan rail bundle, pekerjaan galian dan pemotongan top pile diharuskan selalu
berkonsultasi dan komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait.

b. Setelah top pile dipotong selanjutnya dipasang pile cap, waktu yang diperlukan 1 hari kerja.
Selanjutnya dilakukan penggalian ballast melintang rel sampai mencapai level yang
diinginkan / ditentukan supaya dapat memasang cross beam. Waktu yang diperlukan ± 1
minggu kerja.

Gambar terlampir

c. Setelah selesai galian ± 1 minggu, dilanjutkan pemasangan cross beam sebanyak 14 unit.
Waktu yang diperlukan ± 2 hari kerja.

d. Setelah semua cross beam terpasang, maka dilanjutkan dengan pekerjaan perkuatan
penopang rel dengan cara dimasukkan bantalan kayu. Waktu yang diperlukan ± 1 hari kerja.
Setelah semua pekerjaan pendukung jembatan sementara telah selesai, yang mana waktu
pelaksanaannya kira-kira 41 – 45 hari kerja / 1,5 bulan, maka tahapan selanjutnya adalah
pemasangan temporary bridge atau jembatan sementara.

e. Pekerjaan pemasangan jembatan sementara / temporary bridge


Untuk tahapan pekerjaan ini harus dipersiapkan peralatan beserta material-material dan
metode yang sesuai dengan kondisi setempat.

Peralatan dan material perlengkapan sbb :


- Crane 35 ton = 2 unit
- Seling = 50 meter
- Pen puller = 10 unit
- Dongkrak pal = 10 unit
- HTT = 2 unit
- Linggis = 20 bh
- Bantalan kayu = 500 batang
- Rel. R.42, L : 5 m = 75 batang
- Palu 5 kg = 20 bh

Metode yang akan diterapkan dengan 3 tahapan pekerjaan.

Untuk memulai pekerjaan ini, segala perijinan dan metode yang akan dilaksanakan sudah
harus diajukan ke pihak ketiga dalam hal ini PT. KAI sebulan sebelumnya.

Tahapan pekerjaan pemasangan temporary bridge

e.1. Tahapan pertama adalah di jalur lambat (dari arah Rawamangun)


Untuk memulai pekerjaan ini, lalu-lintas kendaraan semuanya dialihkan ke jalur cepat
dengan berkoordinasi dengan DLLAJR, Kepolisian dan Aparat setempat. Setelah
semua lalu-lintas dialihkan, maka dimulailah pekerjaan pemasangan rel bundle yang
mana akan memakan waktu ± 2 hari. Juga pemasangan semboyan kereta api yamg
menunjukkan adanya pekerjaan di areal rel kereta api.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 24


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Setelah pekerjaan pemasangan rel bundle selesai, maka dilanjutkan dengan


penggalian ballast sambil dilakukan perkuatan rel kereta api dengan menggunakan
bantalan kayu. Waktu pelaksanaan kira-kira ± 4 hari. Setelah penggalian selesai,
maka temporary bridge disiapkan pada lokasi setempat. Sambil menunggu informasi
dari pihak berwenang, maka persiapan untuk pemasangan temporaray bridge
dimatangkan.

Setelah ijin untuk pekerjaan pemasangan temporary bridge diberikan, maka


dimulailah pekerjaan tersebut. Untuk pekerjaan ini harus disesuaikan dengan waktu
yang diberikan. Dalam hal ini waktu yang diperlukan adalah 150 menit.
Tahapan awal adalah membuka rel bundle, selanjutnya pindrol atau KA Clip dibuka
dengan pen puller atau palu 5 kg. Setelah semua pendrol atau KA Clip dibuka, maka
rel dinaikkan dengan menggunakan Yamagashi atau Dongkrak Pal, selanjutnya semua
bantalan kayu dan bantalan beton dikeluarkan dan disusun pada tempat tertentu.
Setelah itu dilanjutkan pemasangan temporary bridge. Temporary bridge dipasang
dengan bantuan crane.
Setelah temporary bridge terpasang, maka semua pendrol dipasang kembali dengan
menggunakan pen puller. Setelah selesai semua maka dilanjutkan dengan perkuatan
temporary bridge dan juga rel serta pemadatan ballast dengan menggunakan HTT.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan level crossing untuk lalu-lintas di jalur
lambat, maksudnya diatas temporary akan dilewati oleh kendaraan. Setelah selesai
semua, maka dilanjutkan dengan tahap kedua.
e.2. Tahapan kedua adalah di jalur cepat dari arah Jalan Pramuka
Untuk tahapan kedua ini sistem pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan tahapan
pertama, cuma ditahapan ini harus dilaksanakan terlebih dahulu adalah membuat
support untuk tiang CTC dan kabel KRL.
Waktu pelaksanaan pembuatan support adalah 4 hari kerja, yang mana waktu
pelaksanaannya sejalan dengan pekerjaan lainnya. Waktu pelaksanaan untuk tahapan
kedua adalah sama dengan tahapan pertama yaitu : ± 8 hari kerja.
e.3. Tahapan ketiga adalah di jalur lambat dari arah Jalan Salemba
Untuk langkah pekerjaannya adalah sama dengan ditahapan kesatu dan kedua. Waktu
pelaksanaannya adalah ± 8 hari kerja.
Berikut ini adalah schedule untuk pemasangan temporary bridge / window time

Schedule Window Time

No Jenis Pekerjaan Alat yang diperlukan Waktu pelaksanaan

1 Membuka rel bundle  Kunci pas ± 20 menit


 Kait
 Tambang
2 Membuka pendrol atau KA  Pen Puller ± 10 menit
Clip  Palu
 Linggis
3 Mengangkat rel - Dongkrak Pal ± 10 menit
- Yamagoshi
4 Mengeluarkan bantalan kayu  Kait dan pikulan ± 20 menit
dan beton
5 Memasukkan temporary  Crane ± 30 menit

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 25


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

bridge
6 Memasang pendrol diatas - Pen Puller ± 20 menit
temporary bridge dan diluar - Palu
temporary bridge - Linggis
7 Perkuatan temporary bridge  HTT ± 40 menit
dan pemadatan ballast

Total waktu pelaksanaan untuk pekerjaan temporary bridge / pekerjaan kereta api
adalah : ± 60 hari – 65 hari kerja (± 2 bulan).

VI. Pekerjaan Finishing

Lingkup pekerjaan finishing meliputi :


1. Pekerjaan Timbunan
2. Pekerjaan Pembongkaran / Pencabutan Sheet Pile
3. Pembongkaran Temporary Bridge
4. Pembuatan railing beton diatas underpass
5. Pemasangan / perapihan akhir.

1. Pekerjaan Timbunan
Setelah box culvert selesai, maka pekerjaan timbunan dapat dilaksanakan. Timbunan disini selain
dengan tanah juga material granular di kiri-kanan box culvert dengan lebar ± 50 cm. Setelah
timbunan selesai, maka dipasang plat injak dibawah rel disamping kiri-kanan box culvert.

2. Pekerjaan Pencabutan Sheet Pile


Setelah timbunan selesai, maka sheet pile semuanya dicabut dengan menggunakan Crane +
Vibro Hammer. Untuk pekerjaan ini harus diperhatikan schedule perjalanan kereta api. Selama
pekerjaan pencabutan sheet pile, maka jalur lambat akan ditutup sementara.

3. Pembongkaran Temporary Bridge


Lingkup Pekerjaan :
a Penyediaan material ballast.
b Penyediaan bantalan beton
c Pengeluaran temporary bridge
d Pembongkaran cross beam
e Pencabutan H beam
f Pembongkaran split pondasi.

a. Penyediaan Material Ballast


Material ballast didatangkan ke site dan dimasukkan kedalam karung-karung plastik kapasitas
25 kg dan ditata rapi sepanjang rel kereta.

b. Penyediaan Bantalan Beton


Bantalan beton disiapkan pada lokasi pekerjaan

c. Pengeluaran Temporary Bridge dan Pembongkaran Cross Beam


Setelah ijin untuk pekerjaan pengeluaran temporary bridge disetujui dan semua persiapan
peralatan dan material sudah lengkap, maka pekerjaannya dapat dimulai.

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 26


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

Skema / tahapan pekerjaan pengeluaran temporary bridge :

No Jenis Kegiatan Peralatan Waktu

1 Pemasangan Rambu - ± 10 menit


2 Pembukaan Pendrol / KA Clip  Pen puller ± 10 menit
 Palu
 Linggis
3 Pengangkatan Rel  Yamagoshi ± 10 menit
 Dongkrak Pal
4 Pengangkatan temporary bridge - Blander ± 50 menit
+ pengeluaran cross beam - Crane
5 Pemasukkan ballast - ± 30 menit
6 Pemasangan bantalan beton  Pikulan ± 30 menit
7 Pengikatan rel + pemadatan  Pen puller ± 40 menit
 Palu
 Linggis
 HTT
8 Finishing akhir - ± 20 menit

d. Pencabutan H beam / Pemotongan H beam


Setelah temporary bridge + cross beam sudah dilepas dan rel sudah kembali ke keadaan
semula, maka H beam harus dicabut kembali. Peralatan yang diperlukan adalah crane dan
vibro hammer + genset. Tetapi bila H beam ada diareal underpass / box culvert, maka hanya
dilakukan pemotongannya saja.

e. Pembongkaran Split Pondasi


Pekerjaan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pekerjaan pencabutan / pemotongan H beam.
Peralatan yang digunakan adalah jack hammer. Tetapi bila levelnya dibawah level existing
jalan, maka tidak perlu diadakan pembongkaran, cukup diurug saja.

4. Pembuatan Railing Beton Diatas Underpass


Setelah pekerjaan pembongkaran temporary bridge selesai dan rel kereta api kembali ke kondisi
semula / awal. Pekerjaan railing disini adalah pekerjaan pembuatan pagar dengan lebar 5 m dan
panjang 17,4 m dan dibuat disisi kiri-kanan underpass

5. Pekerjaan Perapihan Akhir


Pekerjaan Perapihan Akhir meliputi :
a Pekerjaan Relokasi Utilitas Kereta Api
b Pekerjaan Pemasangan Rambu-rambu lalu-lintas
c Pekerjaan Pemasangan PJU
d Pembuatan Median
e Pekerjaan Pemasangan Bingkai Beton
f Pekerjaan Perapihan dan Pembersihan
g Demobilisasi

C. P E N U T U P

Demikian metode pelaksanaan secara garis besarnya, metode pelaksanaan yang lebih detail akan
dibuat pada saat pelaksanaan nanti. Uraian secara garis besar yang dapat kami sampaikan sebagai

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 27


PEMBANGUNAN dan PENINGKATAN SIMPANG TAK SEBIDANG UNDER PASS PRAMUKA - JAKARTA TIMUR

usulan tentang pekerjaan-pekerjaan yang terlingkup dalam Proyek Pembangunan dan Peningkatan
Simpang Tak Sebidang Underpass Pramuka – Jakarta Timur.

Tentu saja di dalam pelaksanaannya nanti dapat timbul ide-ide baru, yang disesuaikan dengan
dokumen dan gambar-gambar dalam tender. Hal - hal yang lebih terinci lagi akan dibuat lebih lanjut
sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan nanti.

Mudah-mudahan uraian ini dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang langkah-langkah
yang akan dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini.

Jakarta, 20 Juni 2002


Waskita Karya –Multi Struktur JO

Ir. I Gusti Ngurah Putra


Board Of Management

WASKITA KARYA – MULTI STRUKTUR JO halaman 28