Anda di halaman 1dari 1

Galang Naufal Ellwid Putra

23020115140093/TP 2015

Asam Hypoiodus, Lindungi Buah Lawan Kontaminasi Bakteri


Buah merupakan salah satu komoditas penting dalam penyumbang gizi,
vitamin dan mineral bagi tubuh manusia. Di beberapa negara termasuk Indonesia,
musim panen sangat terbatas. Buah merupakan pangan perishable yang mudah rusak
dan memiliki masa simpan yang pendek. Pembusukan buah dapat disebabkan oleh
berbagai macam factor, salah satunya adalah factor biologis yaitu kontaminasi bakteri.
Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mempertahankan kualitas dan
memperpanjang masa simpan dari buah. Pengawetan yang disarankan yaitu
pengawetan yang aman dan tidak merusak nutrisi dan tekstur buah.
Salah satu metode dalam pengawetan buah adalah menggunakan system
peroksidase (PODS). Paling popular dan sering dijumpai dalam pengawetan system ini
adalah menggunakan senyawa hypothiocyanate (OSCN-). Namun Senyawa
antimikroba yang akan saya bahas disini adalah asam hypoiodous (HIO). Asam
hypoiodous relative lebih murah karena menggunakan bahan baku daun tomat yang
biasanya menjadi limbah pada industry pangan dengan bahan baku tomat. Sedangkan
sumber peroksidase yang berasal dari pangan hewani contohnya adalah susu yang
dinamakan dengan laktoperoksidase (Hayashi dkk., 2012). Penelitian yang dilakukan
sebelumnya menemukan bahwa asam hypoidous pada daun tomat tidak kalah efektif
sebagai antibakteri dibandingkan dengan system laktoperoksidase dari susu (Al-baarri
dkk., 2015). Enzim peroksidase dapat diperoleh dari tanaman diantaranya adalah buah
persik, kedelai, tomat, dan tembakau.
Asam hypoiodous adalah oxyacids hasil dari kombinasi antara H2O2 dan KIO3
yang memiliki sifat antibaketri. Asam hypoiodous menurunkan aktivitas bakteri
dengan mengoksidasi kelompok sulfhid rill dari enzim mikroba sehingga system
fungsional protein mikroba terganggu sehingga menyebabkan kematian pada mikroba.
Metode pengawetan buah dengan asam hypoiodous dapat memaksimalkan aktivitas
peroksidase sehingga dapat menjadi antibakteri yang aman yang efektif pada pada
bakteri seperti E.coli (Adi dkk., 2016).
Referensi:
Adi, C. W. C., Al-Baarri, A. N., dan Legowo, A. M. 2016. Pengoptimalan H2o2 Dan
Kio3 Sebagai Upaya Memaksimalkan Aktivitas Peroksidase Daun Tomat Dalam
Menghasilkan Senyawa Hypoiodous Acid (HIO) (Doctoral dissertation, Fakultas
Peternakan & Pertanian).
Al-baarri, A. N., A.M. Legowo, S. Hayakawa and M. Ogawa. 2015. Enhancement
antimicrobial activity of hyphothiocyanite using carrot against Staphylococcus
Aureus and Escherichia Coli. Italian Oral Surgery. 3: 473– 478.
Hayashi, M., S. Naknukool, S. Hayakawa, M. Ogawa, and A. N. Al-Baarri. 2012.
Enhancement of antimicrobial activity of a lactoperoxidase system by carrot
extract and β-carotene. Food Chemistry, 130 (3): 541–546.