Anda di halaman 1dari 5

Pangan Fungsional  Meningkatnya daya tahan tubuh  Flavonoid (antosianin, flavanol,

 Regulasi kondisi ritme fisik tubuh flavanon, flavonol, proantosianidin),


Pola hidup yang komprehensif untuk  Memperlambat proses penuaan isothiosianat (sulforafan)
memperbaiki kesehatan dan menguragi resiko  Menyehatkan kembali (recovery)  Mineral (Ca, Mg, K, Se)
penyakit:  Asam fenolat (as.kafeat, as.ferulat)
 Pola diet (pangan fungsional) Persyaratan yang harus dimiliki pangan  Stanol/sterol tanaman (stanol/sterol
 Olah raga teratur fungsional adalah:
bebas, stanol/sterol ester), polyol (gula
 Manajemen stress, 1. Harus merupakan produk pangan
alkohol ; xylitol, sorbitol, manitol,
 Menjaga berat badan (bukan berbentuk kapsul, tablet, atau
bubuk) yang berasal dari bahan laktitol)
 Aktivitas /pikiran positif
(ingredien) alami.  Prebiotik (inulin, FOS
2. Dapat dan layak dikonsumsi sebagai (fructooligosacharida), polidekstrosa)
Beberapa istilah untuk makanan yang
berpengaruh baik terhadap kesehatan yaitu: bagian dari diet atau menu sehari-hari  Probiotik (khamir, Lactobacilli)
Functional food, Nutraceutical, Pharma food, 3. Mempunyai fungsi tertentu pada saat  Fitoestrogen (isoflavon, lignan)
Designer food, Vita food, Phytochemical, Food dicerna, serta dapat memberikan peran  Protein kedelai
aceutical, Health food, Natural food dan Real dalam proses tubuh tertentu.  Sulfida (diallyl sulphida, allyl methyl
food trisulphida, dithiolthion)
Komponen non gizi  komponen aktif yang  vitamin (A, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12,
FOSHU (Foods for Specified Health Used) keberadaannya dalam makanan bisa terjadi Biotin, C, D dan E)
secara:
Pangan fungsional : pangan yang karena  alami Serat pangan: bagian dari tanaman yang tidak
kandungan komponen aktifnya diluar  penambahan dari luar bisa dicerna oleh enzim pencernaan dalam usus
kandungan zat gizinya dapat memberikan  proses pengolahan (akibat reaksi kimia halus manusia sehat.
manfaat bagi kesehatan, merupakan bagian dari tertentu atau aktivitas mikroba).
diet sehari-hari dan memiliki sifat sensoris yang Serat pangan meliputi polisakarida, karbohidrat
dapat diterima. Komponen bioaktif: senyawa aktif dalam pangan analog, oligosakarida, lignin, dan bahan yang
fungsional yang bertanggung jawab atas terkait dengan dinding sel tanaman.
3 fungsi dasar pangan fungsional, yaitu :
berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme yang Karbohidrat analog meliputi dekstrin tak
1. Sensory (warna dan penampilannya
yang menarik dan cita rasanya yang menguntungkan kesehatan. tercerna, pati resisten dan senyawa karbohidrat
enak) sintetis (polydekstrosa, metil selulosa dan
2. Nutritional (bernilai gizi tinggi) Komponen bioaktif pada pangan fungsional: hydroxypropylmethyl selulosa).
3. Physiological (memberikan pengaruh  karotenoid (beta-karoten, lutein dan
fisiologis yang menguntungkan bagi likopen) Pati resisten: jumlah dari pati dan hasil
tubuh).  serat pangan (serat tak larut, beta- pencernaan pati yang tidak diserap di dalam usus
glukan, serat terlarut) halus individu sehat.
Beberapa fungsi fisiologis yang diharapkan dari  asam lemak [Mono unsaturated fatty
pangan fungsional antara lain: acids (MUFA), Poly unsaturated fatty Serat pangan memberikan viskositas yang tinggi
 Pencegahan dari timbulnya penyakit acids PUFA)] pada digesta mengurangi absorpsi glukosa dan
kolesterol konsumsi serat pangan yang tinggi oleh mikroflora di dalam kolon serta menstimulir  membantu meningkatkan kesehatan
dapat mencegah diabetes maupun bifidobacteria. Ikatan â (2-1) glikosida ini tahan prostat, serta membantu mencegah
hiperkolesterol. terhadap pencernaan ensim, dan merupakan timbulnya penyakit jantung
sifat yang spesifik pada inulin.
Serat pangan di dalam kolon akan terfermentasi Antioksidan kelompok flavonoids antara lain
menghasilkan asam lemak rantai pendek (short Efek kesehatan inulin dan FOS antara lain: berupa senyawa-senyawa antosianin, flavanols,
chain fatty acids=SCFA) diantaranya asetat,  mengurangi konstipasi flavonones, flavonols serta proanthocyanidin.
propionat dan butirat yang dilaporkan dapat  menambah frekuensi ke belakang
mencegah kenaikan kolesterol (propionat) atau  melunakkan feses Jenis antioksidan kel flavonoid banyak terdapat
mencegah kanker kolon (butirat).  menaikkan kadar air feses pada buah-buahan (berry, cerry, anggur dan
 meningkatkan bifidobakteri, laktobasili apel), teh, coklat, bawang merah, brokoli dan
Serat pangan punya kapasitas pengikatan air  menurunkan Enterobakteri dan kacang tanah.
yang besar digesta (isi usus) ruah dan berkadar Clostridium perfringen.
air tinggi sehingga mencegah konstipasi maupun Efek kesehatan:
divertikulosis. Inulin dan FOS banyak terdapat dalam : bawang  meningkatkan pertahanan antioksidan
merah, bawang putih, pisang dan asparagus tubuh
Serat pangan mengikat molekul organik   memperbaiki fungsi otak
mengakibatkan terikatnya empedu  Antioksidan: molekul yang mampu  menjaga kesehatan jantung
menurunkan kolesterol. memperlambat atau mencegah proses oksidasi  menetralkan radikal bebas
molekul lain.
Serat pangan dapat mencegah: Isoflavon (daidzein, genistein) banyak terdapat
 diabetes type II Oksidasi adalah reaksi kimia yang dapat di dalam kedelai dapat membantu
 hiperkolesterolemia menghasilkan radikal bebas, sehingga mempertahankan kesehatan tulang dan otak
 menyehatkan kolon (mencegah memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. serta meningkatkan kekebalan.
konstipasi, divertikulosis dan kanker
kolon). Ada beberapa macam karotenoid, terdapat pada Vitamin C dan vitamin E merupakan dua jenis
Sumber serat pangan antara lain bekatul, sayur, bahan pangan misalnya wortel, labu kuning, vitamin antioksidan yang terdapat banyak pada
buah, serealia, dan rumput laut. ketela rambat (beta karoten), jeruk, telur, jagung buah-buahan dan biji-bijian sangat bagus untuk
(lutein, zeaxantine), serta tomat, semangka dan menetralkan radikal bebas, meningkatkan
Inulin: oligosakarida yang mengandung fruktosa anggur (lycopene). kesehatan tulang dan jantung serta
yang terdapat dalam tanaman. Senyawa meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin E
tersebut terdiri dari unit-unit fruktosa (dengan Antioksidan kelompok karotenoid telah diklaim memiliki fungsi antioksidan yang signifikan pada
ikatan â (2-1) glikosida dan gugus terminal memiliki efek menyehatkan antara lain: membran sel dan lipoprotein.
berupa glukosa. Inulin tanaman mengandung 2-  dapat menetralkan radikal bebas yaitu
150 unit fruktosa. suatu senyawa yang dapat merusak sel Salah satu jenis mineral yang bersifat antioksidan
dan mengakibatkan timbulnya penyakit yaitu selenium (Se) yang terdapat pada bahan
FOS: oligosakarida mengandung 2-10 unit kanker pangan seperti ikan, daging merah, biji-bijian,
fruktosa, dihubungkan dengan ikatan glikosidik.  meningkatkan pertahanan oksidasi bawang putih, hati dan telur berfungsi untuk
Inulin dan FOS tidak dicerna dalam usus halus,  membantu menyehatkan mata menetralkan radikal bebas yang dapat merusak
sehingga nilai kalorinya rendah dan difermentasi sel, dan meningkatkan kekebalan tubuh.
 mampu tumbuh dan bermetabolisme Prebiotik, probiotik, dan sinbiotik dapat
dengan cepat serta terdapat dalam meningkatkan level pertumbuhan bakteri
PUFA : Komponen bioaktif yang banyak terdapat jumlah yang tinggi dalam usus. tertentu dalam saluran pencernaan manusia
pada bahan pangan hewani.  dapat memproduksi asam-asam organik yang diimplikasikan sebagai faktor pertahanan
PUFA khususnya asam lemak Omega 3, banyak secara efisien dan memiliki sifat tidak saja untuk kerusakan di usus tetapi juga
terdapat dalam salmon, tuna, minyak ikan, antimikroba terhadap bakteri sistemik.
kenari dan rami merugikan.
Potensi kesehatan PUFA:  Mudah diproduksi, mampu tumbuh Konsep sinbiotik di bidang pangan yg populer
 mengurangi resiko penyakit jantung dalam sistem produksi skala besar, dan yaitu yoghurt sinbiotik terbuat dari hasil
koroner hidup selama kondisi penyimpanan fermentasi susu oleh bakteri Lactobacillus dan
 membantu memperbaiki kesehatan Bifidobacterium dengan ditambahkan sumber
mental dan fungsi penglihatan Prebiotik: ingredien bahan pangan yang tidak prebiotik seperti FOS, galaktooligosakarida
tercerna yang berfungsi menstimulasi (GOS), dan inulin.
Probiotik: mikroba hidup yang ditambahkan pertumbuhan dan atau aktivitas dari satu atau
pada makanan untuk kebutuhan diet dan lebih bakteri tertentu dalam usus besar, yang Komponen aktif yang terdapat secara alami
memberi efek kesehatan bagi inangnya dengan dapat memperbaiki kesehatan inang. dalam bahan pangan misalnya sebagai berikut:
cara meningkatkan keseimbangan mikroflora  Nerodiol dan linalool pada teh hijau yang
usus. Banyak pangan dengan oligosakarida atau berperan untuk mencegah karies gigi
polisakarida (termasuk serat pangan) yang dan mencegah kanker
Probiotik mikroba hidup yang masuk dalam diklaim mempunyai aktivitas prebiotic  Komponen sulfur pada bawang-
jumlah yang cukup (106-108 cfu/ml) dan bawangan yang berfungsi untuk
diharapkan dapat berkembang menjadi 1012 FOS, inulin dan oligofruktosa adalah contoh mencegah agregasi platelet dan
cfu/ml di dalam kolon  dapat memberikan prebiotik yang ditambahkan kedalam pangan menurunkan kadar kolesterol
manfaat kesehatan bagi inangnya olahan dan suplemen  Kurkumin pada rimpang kunyit dan l-
tumeron pada rimpang temulawak yang
Bakteri yang umum digunakan sebagai sumber Hanya probiotik (L. plantarum) dan prebiotik berkhasiat untuk pengobatan berbagai
probiotik  golongan bakteri asam laktat (BAL) (inulin) jenis tertentu menyebabkan penurunan penyakit
diantaranya Lactobacilli (Lactobacillus casei, L. kadar kolesterol.  Daidzein dan genestein pada tempe
plantarum), Bifidobacteria (Bifidobacterium yang berperan untuk menurunkan
bifidum, B. breve) Sinbiotik: suatu kombinasi dari prebiotik dan kolesterol dan mencegah kanker
probiotik yang menguntungkan inang dengan  Serat pangan dari berbagai sayuran,
Bakteri asam laktat dapat digolongkan sebagai meningkatkan pertahanan dan implantasi buah-buahan, serealia, dan kacang-
probiotik jika memenuhi beberapa persyaratan suplemen makanan yang mengandung mikroba kacangan yang berperan untuk
antara lain : hidup dalam saluran pencernaan dengan secara pencegahan timbulnya berbagai
 Non-patogenik yang mewakili mikroflora selektif memicu pertumbuhan dan atau penyakit yang berkaitan dengan proses
normal usus dari inang tertentu serta mengaktifkan metabolisme dari sejumlah pencernaan
masih aktif pada kondisi asam lambung bakteri baik sehingga meningkatkan kesehatan  Komponen volatil yang terdapat pada
dan konsentrasi garam empedu yang inangnya. bunga melati (jasmin), chrysant dan
tinggi dalam usus halus. chamomile yang aromanya sering
digunakan sebagai aromaterapi.
10. Roti dengan penambahan 5. Meningkatkan ketersediaan atau
suplemen/vitamin. stabilitas komponen suatu makanan
Pangan fungsional modern: 11. Biji-bijian utuh dan produk-produk tinggi yang diketahui mempunyai efek baik
1. Pangan tanpa lemak, rendah kolesterol serat terhadap kesehatan.
dan rendah trigliserida 12. Serealia dengan penambahan folat.
2. Breakfast cereals dan biskuit yang 13. Jus buah dengan penambahan Contoh komponen zat gizi yang sering
diperkaya serat pangan. suplemen/vitamin ditambahkan ke dalam bahan makanan:
3. Mi instan yang diperkaya dengan 14. Garam dapur dengan penambahan 1. Vitamin A, vitamin E, beta-karoten,
berbagai vitamin dan mineral. yodium flavonoid, selenium, dan seng (zinc) yang
4. Permen yang mengandung zat besi, 15. Garam dapur dengan pengurangan telah diketahui peranannya sebagai
vitamin, dan fruktooligosakarida. natrium dan penambahan kalium dan antioksidan untuk mengatasi serangan
5. Pasta yang diperkaya serat pangan magnesium radikal bebas yang menjurus kepada
6. Sosis yang diperkaya dengan 16. Nutrisi untuk makanan bagi diabetes. timbulnya berbagai penyakit kanker
oligosakarida, serat atau kalsium kulit 17. Bumbu masak dari herbal pengganti 2. Asam lemak omega-3 dari minyak ikan
telur MSG (Monosodium glutamat). laut untuk menurunkan kolesterol dan
7. Minuman yang mengandung suplemen meningkatkan kecerdasan otak,
serat pangan, mineral dan vitamin Pangan fungsional modern yang sengaja dibuat terutama pada bayi dan anak balita
8. Cola rendah kalori dan cola tanpa kafein dengan tujuan khusus umumnya diproduksi 3. Kalsium untuk menjaga kesehatan
9. Sport drink yang diperkaya protein. melalui salah satu atau lebih pendekatan tulang dan gigi, mencegah osteoporosis
10. Minuman isotonik dengan sebagai berikut : (kerapuhan tulang) dan tekanan darah
keseimbangan mineral 1. Menghilangkan komponen yang tinggi
11. Minuman untuk pencernaan. diketahui menyebabkan efek buruk jika 4. Asam folat untuk mencegah anemia dan
12. Minuman pemulih energi secara kilat dikonsumsi, misalnya protein alergan kerusakan syaraf
13. Teh yang diperkaya dengan kalsium (protein penyebab alergi) 5. Zat besi untuk mencegah anemia gizi
2. Meningkatkan konsentrasi komponen 6. Iodium untuk mencegah gondok dan
Contoh pangan fungsional yang dijual di pasar yang memiliki efek baik terhadap kretinisme (kekerdilan)
modern: kesehatan, baik berupa komponen 7. Oligosakarida untuk membantu
1. Margarin dan minyak rendah kolesterol nutrisi maupun komponen non-nutrisi pertumbuhan mikroflora yang
2. Minuman fermentasi yang mengandung (phytochemicals) yang secara alami dibutuhkan usus (Bifido bacteria).
bakteri baik seperti lactobacilli sudah terdapat dalam makanan tersebut
3. Yoghurt yang mengandung kultur 3. Menambahkan suatu komponen yang Permintaan pangan fungsional diprediksi akan
Acidophillus memiliki efek baik terhadap kesehatan meningkat karena:
4. Air minum dengan penambahan mineral yang sebelumnya tidak terdapat pada  Penyakit degeneratif (obesitas, diabetes,
seperti magnesium dan kalsium makanan tersebut jantung koroner, hypertensi dan kanker)
5. Air dengan penambahan oksigen 4. Mengganti suatu komponen dalam yang prevalensinya meningkat saat ini
6. Air heksagonal. makanan yang diketahui memiliki efek  keinginan masyarakat untuk hidup lebih
7. Susu kedelai buruk terhadap kesehatan dengan sehat dan bugar melalui pengaturan
8. Susu dengan penambahan komponen lain yang memiliki efek pola makan
suplemen/vitamin menguntungkan.
9. Susu rendah lemak
 keinginan dan obsesi sebagian orang
akan tampil awet muda tuntutan
peningkatan daya immunitas tubuh
 Obsesi makin bugar, cantik dan good
looking
 Kesibukan dan stress yang memicu
imsomnia dan bad mood

Pemerintah juga diuntungkan oleh


perkembangan pangan fungsional karena:
• kesempatan kerja dengan
berkembangnya industri pangan
fungsional
• pengurangan biaya pemeliharaan
kesehatan masyarakat
• peningkatan pendapatan (pajak) dari
industri pangan fungsional