Anda di halaman 1dari 31

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di zaman era globalisasi ini telah banyak dibangunnya industri-industri,


baik industri pertanian,pertambangan,kimia, dll. Sebuah industri yang baik tentu
memiliki kualitas yang baik pula, contohnya pada industri kimia dan
pertambangan , industri yang baik memiliki kualitas sumber daya manusia yang
baik ,tidak hanya itu suatu industri yang telah berkualitas baik juga memiliki
peralatan industri yang baik pula.
Peralatan industri yang baik untuk suatu industri tentunya memiliki
kriteria khusus, dan memiliki jenis-jenis yang beraneka ragam sesuai dengan
fungsi dan kegunaannya .

Sebagai mahasiswa teknik kimia perlu untuk mengetahui tentang peralatan


industri demi tercapainya sumber daya alam yang baik . Hal yang perlu kita
ketahui tentang peralatan industri antara lain prinsip kerjanya, bagian-bagian
alatnya, jenis-jenis alatnya serta manfaatnya . Kegunaan mempelajari tentang
peralatan industri ini ialah sebagai alat pelatihan untuk mahasiswa khususnya
mahasiswa teknik kimia agar saat terjun ke dunia kerja , kita telah kenal dan
paham tentang peralatan industri sebagai media kita saat bekerja nantinya.

Maka dari itu kami akan membahas salah satu alat indstri yaitu alat simpan
industri yang tentunya ini akan menjadi media untuk pelatihan kita sebagai calon
pekerja industri kimia.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas, dapat diambil suatu rumusan masalah, yaitu
sebagai berikut.:
1. Bagaimana karakteristik dari suatu zat padat,cair dan gas ?

2. Apa alat yang digunakan untuk menyimpan zat padat,cair, dan gas ?

3. Bagaimana karakteristik dan fungsi alat simpan zat padat,cair, dan gas ?

1
1.3 Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini, yaitu:
1. Menjelaskan prinsip alat-alat penyimpanan
2. Menjelaskan fungsi dan kegunaan dari alat-alat penyimpanan

Selain dari tujuan di atas, terdapat pula manfaat dari penyusunan makalah, yaitu
sebagai berikut.

1. Sebagai media pembelajaran dan latihan dalam penyusunan makalah.


2. Sebagai bahan bacaan tambahan mengenai alat-alat penyimpanan dalam
industri

2
BAB II
PEMBAHASAN

Penyimpanan bahan dalam proses Industri dapat dijumpai pada :


- Pada awal proses : menyimpan bahan baku
- Pada tengah-tengah proses : menyimpan bahan setengah jadi
- Pada akhir proses : menyimpan bahan jadi/produk
- Jumlah bahan yang disimpan tergantung dari:
o alat-alat pabrik secara keseluruhan
o metoda operasi : batch, semi-batch, continuous
frekuensi, lamanya waktu yang diperlukan untuk proses dari masing-
masing unit secara individu yang ada di pabrik
o mudah sukarnya bahan tersebut didapat, jalur distribusi bahan dan
produk

2.1 Partikel Zat Padat


2.1.1 Karakteristik Zat Padat
Partikel zat padat secara individu atau dalam perspektif tunggal
dikarakterisasikan dengan berapa ukurannya, seperti apa bentuknya, dan berapa
angka densitasnya
Untuk partikel yang bentuknya beraturan, misalnya berbentuk bola dan
kubus, ukuran dan bentuknya dapat dinyatakan dengan mudah, tetapi partikel
yang bentuknya tak beraturan (seperti butiran pasir dan serpihan mika), maka
istilah ukuran (size) dan bentuk (shape) menjadi tidak begitu jelas dan harus
didefinisikan ulang.

 Sifat-sifat partikel padat

Beberapa sifat dari partikel padatan yang berpengaruh dalam operasional


penanganannya di industri, antara lain:

3
1. Densitas, yang didefinisikan sebagai massa per satuan volum,
dengan simbol , dan satuan yang biasa digunakan adalah lb/cuft
atau gram/ml;
2. Gravitasi spesifik, yang merupakan rasio antara densitas bahan
terhadap densitas referen (/ref) dan tidak mempunyai satuan.
Untuk zat padat dan zat cair (solid dan liquid) biasanya digunakan
referensi air pada suhu 40C;
3. Densitas nyata (bulk or apparent density, b), yang merupakan total
massa per satuan total volum. Sebagai contoh, densitas nyata
kuarsa (quartz) adalah 2,65 gram/ml, tetapi pasir kuarsa sebanyak
2,65 gram tersebut mungkin mempunyai volum total 2 ml dan
mempunyai b = 1,33 gram/ml. Densitas bulk ini tidak begitu
intrinsik, karena dipengaruhi oleh porositas dari bahan. Bila bahan
berupa partikel tunggal non-pori, maka =b.
4. Kekerasan (hardness), didefinisikan sebagai ketahanan bahan
terhadap tumbukan mekanik.

5. Kerapuhan (brittleness atau friability), adalah mudah atau tidaknya


suatu zat menjadi patah akibat benturan. Kekerasan suatu mineral
tidak identik dengan sifat rapuhnya. Sebagai contoh: tanduk,
plastik, dan gipsum adalah bahan lunak dan tidak mudah pecah
oleh pukulan, sedangkan batu bara adalah lunak tapi mudah pecah.
Kerapuhan adalah lawan dari kekerasan. Sifat liat atau kenyal
(toughness) adalah sifat logam dan campurannya yang juga disebut
ketahanan pukul.
6. Friksi (gesekan) adalah tahanan untuk meluncurkan suatu bahan
terhadap bahan lain. Koefisien gesekan adalah rasio gaya yang
paralel terhadap permukaan gesek dalam arah gerakan yang
dibutuhkan untuk menjaga kecepatan konstan, terhadap gaya tegak
lurus dan gaya yang searah dengan gerakan benda.

4
2.1.2 Penyimpanan Zat Padat

Beberapa 5amper yang harus diperhatikan terhadap zat padat dalam


penyimpanan agar aliran pengeluarannya dapat 5amper adalah antara lain :

- Ukuran zat padat yang disimpan


Ukuran partikel merupakan 5amper yang paling umum dan dapat
dikendalikan serta merupakan 5amper yang berpengaruh terhadap kemampuan
alir dari material.Umumnya , makin besar ukuran partikel ,maka makin besar
material dari halangan dan makin mudah material mengalir.

- Kelembapan zat padat tersebut


Kebanyakan material menyerap uap air sampai batas tertentu, tetapi
penyerapan uap air lebih lanjut akanmenyebabkan masalah yang tak dapat
diabaikan pada aliran zat padat tersebut. Kadar uap air yang terkandung dapat
dihilangkan dengan cara pemanasan.

- Temperatur
Temperatur tinggi akan merupakan masalah bagi pengairan material yang
mempunyai titik leleh rendah.
 Penyimpanan dalam jumlah besar dilakukan dengan 3 metode :

- Ditimbun dengan sistem outdoor

- Ditimbun dengan sistem indoor

- Disimpan dalam bin/bunker dan silo

1. Sistem Outdoor

Bahan yang disimpan adalah bahan yang tidak dipengaruhi oleh udara,
hujan, panas dll, misalnya : batu, kayu, dsb

Terdapat berbagai metode antara lain:

- penyimpanan dibawah “travelling bridge”

5
- penimbunan dikanan kiri jalan
- overheadamper
- drag scrapper amper

Pemilihan metode penyimpanan ini didasarkan pada:

- sifat bahan yang disimpan


- jumlah bahan yang disimpan
- cara handling bahan.
2. Sistem Indoor
Penyimpanan dengan sistem ini dapat dilakukan dengan 2 cara:

(1) penyimpanan indoor dalam bentuk timbunan:


- untuk menyimpan bahan yang harus dipertahankan tetap kering

- bahan yang memerlukan perlindungan terhadap atmosfer pada musim


tertentu, 6 amper bahan keramik, mineral, hasil pertanian dll.

- alat yang digunakan untuk sistem ini, yaitu:


 monorail crane baik untuk storing maupun delivering
 conveyor system, 6amper belt conveyor bersama dengan bucket
elevator
 conveyor system (belt) yang dilengkapi dengan tripper
(2) penyimpanan indoor dalam bentuk bunker/bin dan silo
3. Bin/Bunker dan Silo
- Banyak dipakai dan sangat menguntungkan bila feeding berlangsung
secara gravity

- Bahan yang disimpan bersifat free flowing

- Pengumpanan bahan melalui bagian atas bin yang terbuka


menggunakan monorail crane yang dilengkapi dengan tripper

6
- Pengeluaran bahan berlangsung secara gravity untuk bahan yang
bersifat free flowing sedangkan untuk bahan yang cenderung
menyumbat dipakai mechanical agitator

 SILO:
- Alat ini prinsipnya sama dengan bin hanya ukurannya lebih besar (+_40 m)
- Cocok untuk menyimpan bahan seperti lime, semen, dll
- Penumpanan bahan melalui bagian atas 7amper7tur ketinggiannya
digunkaan pengumpan berupa elevator, bucket atau 7amper pneumatics.

2.1.3. Peralatan
1. Storage
Storage umumnya merupakan tempat penyimpanan bagi bahan-bahan
yang berwujud padat. Macam-macam storage di antaranya storage piles, silo, bin,
dan hopper. Dari sejumlah storage tersebut, storage piles merupakan
penyimpanan terbuka dan yang lainnya merupakan penyimpanan tertutup.
a. Storage piles
Storage piles merupakan cara penyimpanan yang murah dan sederhana,
dimana bahan yang akan disimpan dibuat dalam tumpukan-tumpukan (piles) di
tempat terbuka. Tumpukan tersebut dibuat langsung dari bahan-bahan yang keluar
dari belt conveyor. Moving trapper dapat berupa single dan dapat pulamultipel.

Gambar material membentuk ‘gunungan’ diujung Belt Conveyor

7
Bahan-bahan yang dapat disimpan dengan cara seperti ini adalah bahan-
bahan padat yang tak terpengaruh oleh keadaan cuaca.Bahan tersebut antara lain
batubara, pasir, kerikil.

Material ditumpuk dengan menggunakan ‘Reversible Shuttle Conveyor

Material melalui traveling

Tripper batang menimbunkan material di sepanjang tripper travel

Material ditumpuk dengan menggunakan ‘fixed tripper’

Material ditumpuk dengan menggunakan ‘multiple conveyor’

Gambar Material ditumpuk dengan multiple conveyor

8
a. Bin, Silo dan Hopper

Untuk zat padat yang berbahaya, terlalu mahal atau berharga dan terlalu
mudah larut atau rusak bila ditumpukkan di udara terbuka, maka dilakukan
penyimpanan di dalam tempat tertutup seperti bin, silo, atau hopper. Alat ini
berupa bejana berbentuk silinder atau segi empat terbuat dari beton atau baja, silo
biasanya tinggi, berdiameter relatif kecil. Bin tidak terlalu tinggi dan biasanya
agak besar, sedangkan hopper adalah bin kecil dengan dasar agak miring dan
digunakan untuk menumpuk sementara sebelum zat padat diumpan ke dalam
proses. Semua kemasan itu dimuat dari atas dengan elevator atau sejenis dan
biasanya mempunyai pengeluaran dari bawah.

 Silo

Silo biasanya terdiri dari sejumlah sel dengan bentuk bulat, bujur sangkar,
persegi enam atau persegi delapan yang satu sama lain ditempatkan menurut suatu
sistem tertentu. Bejana tegak lurus untuk penyimpanan bahan-bahan padat,
pengisian dilakukan menggunakan peralatan trasportasi tertentu dan lubang
pengeluaran terletak di sebelah bawah, alat ini prinsipnya sama dengan alat
penyimpanan berupa bin, hanya ukurannya lebih besar. Bila dibandingkan bin,
silo memiliki ketinggian mencapai 40 meter.Silo selalu diisi dari atas dan
pengeluarannya melalui sebuah lubang pada sisi sebelah bawah. Karena sering
terjadi tekanan yang sangat tinggi pada bagian bawah silo, maka silo lebih sesuai
dengan bahan-bahan yang tidak memperlihatkan kecenderungan bergumpal
menjadi satu

Gambar Silo

9
 Bin dan Hopper
Bin ini berupa bejana berbentuk silinder atau segi empat terbuat dari beton
atau baja yang biasanya tidak terlalu tinggi dan agak besar.Alat penyimpan ini
biasa terbuat dari stainless steel (berlapis enamel) dimana bagian bawah berbentuk
kerucut untuk mempermudah pengeluaran bahan. Frame penyangga dibuat dari
rangka baja dengan kekuatan yang sesuai.

Gambar Bin
Prinsip Kerja : Pengeluaran zat padat dari bin dapat melalui setiap bukaan
yang terdapat di dekat dasar bin, dimana tekanan pada sisi keluar lebih kecil dari
tekanan vertikal pada ketinggian yang sama sehingga bukaan tidak dapat
tersumbat. Kecuali pada bin kecil, untuk pengeluaran di dasar bin tidak dapat
dibuka secara keseluruhan dan biasanya digunakan dasar berbentuk kerucut (cone)
atau piramid dengan bukaan bundar yang cukup kecil pada ujungnya dan ditutup
dengan suatu katup atau pengumpan putar. Apabila lobang pengeluaran dibuka,
maka bahan yang berada langsung di atas bukaannya itu akan mengalir.

Semua bin dilengkapi dengan alat pendeteksi ketinggian atau level


indicator sehingga apabila bin sudah penuh, maka secara otomatis masukkan
material ke dalam bin akan terhenti.

Hopper adalah bin kecil dengan dasar agak miring dan digunakan untuk
menumpuk sementara sebelum zat diumpan ke dalam proses alat penyimpan zat
cair.Hopper dapat berbentuk seperti lingkaran, persegi panjang atau bujur
sangkar. Salah satu jenis yang terpenting adalah vibrating hopper. Hopper ini

10
berguna untuk mempermudah aliran padatan keluar storage, yaitu dengan
memberi getaran. Berdasarkan arah getaran, vibrating hopper dibedakan atas :

a. Gyrating Hopper, yaitu getaran yang dikenakan tegak lurus terhadap


saluran arus
b. Whirpool hopper, yaitu mempunyai arah getaran kombinasi dari gerak
memulir dan mengangkat .

Gambar Vibrating Hopper

Gambar Gyrating Hopper

Gambar Whirpool Hopper

11
2.2 Partikel Zat Cair
2.2.1 Peralatan
1. Tangki

a. Tangki Elevasi (Elevated Tanks)

Tangki ini dapat mensuplai aliran yang lebih besar bila diperlukan, tapi
kapasitas pompa yang dibutuhkan hanya untuk aliran rata-rata.. Dengan demikian
dapat dihemat investasi untuk pompa dan sistem piping.

Gambar Tangki Elevasi

b. Tangki Terbuka (Open Tanks)


Tangki tipe ini dapat digunakan untuk menyimpan material yang tidak
dipengaruhi oleh air, cuaca, atau polusi udara. Terkadang juga masih diperlukan
atap, misalnya jenis atap mengambang (floating roof) ataupun atap tetap (fixed
roof). Tutup tangki tipe fixed roof biasanya berbentuk kubah (dome) atau kerucut
(cone). Untuk tangki berukuran besar digunakan atap kerucut yang menggunakan
penyangga dari dalam. Juga dibutuhkan lobang (vent) untuk mencegah perubahan
tekanan akibat perbedaan temperatur karena pertambahan liquid

12
Gambar Open tank dan Close tank

c. Tangki Bertekanan (Pressure Tanks)


Tangki tipe ini berupa tangki silinder dengan atap bentuk kubah atau
kerucut. Biasanya beroperasi pada tekanan beberapa ratus Pascal atau beberapa
lb/ft2 . Tangki ini juga disebut dengan tangki atmosferik.
Bentuk yang digunakan biasanya ellips, bola, struktur toroidal atau
silinder sirkular dengan bagian atas (head) berbentuk ellips, torispherical atau
hemispherical.
Tangki bertekanan keluaran ASME untuk kegunaan sebagai boiler tidak
diizinkan untuk beroperasi di bawah tekanan 103,4 kPa (15 lbf/in2). Demikian
pula dengan tangki yang digunakan untuk keperluan operasi vakum (vacuum
tanks), harus dilengkapi dengan kerangan (valve) penurun tekanan atau didesain
untuk khusus operasi vakum yang desain prosedurnya disediakan oleh The ASME
Pressure Vessels Code).

13
Gambar Beberapa tipe tangki bertekanan

Jenis-jenis tangki lainnya :

1.Balance Tank

Balance tank berfungsi untuk menampung cairan sludge yang akan diolah
14amper14t separator. Tangki ini memiliki 3 buah pipa. Pipa I terdapat dibawah
tangki untuk menyalurkan sludge ke sludge separator, pipa II berada pada bagian
tangki yang atas untuk pemasukan sludge ke balance tank, sedangkan pipa yang
ke tiga digunakan apabila sludge dalam tangki terlalu penuh . Untuk
mempertahankan sludge pada 14amper14ture 90 – 95 °C,didalm tangki ini
dialirakan steam. Tangki ini terdapat pada Pabrik Kelapa Sawit.

14
2. Tangki Pemisah (Continuous Settling Tank)

Didalam tangki ini dilakukan pemisahan pertama minyak dengan sludge


secara pengendapan. Untuk mempermudah pemisahan suhu dipertahankan 90-
95Oc. Berdasarkan perbedaan berat jenis, minyak yang berat jenisnya lebih kecil
naik keatas melalui skimmer (15amper pengutipan minyak) masuk ke oil Tank,
sedangkan yang berat jenisnya lebih besar akan turun kebawah lalu di alirkan ke
sludge tank..
 Spesifikasi Teknik :
Jumlah : 1unit
Kapasitas : 90M³
Kecepatan Agitator : 13 rpm
Tebal Plat : Atas Mild Steel 8 mm, Tengah Mild Steel 9 mm,
Bawah Mild Steel 10mm
Tinggi tangki : 6000 mm.

 Pemisahan minyak dengan sludge memerlukan kondisi sebagai berikut :


Suhu cairan : 90-95°C
Ketebalan minyak : 60cm
Waktu tinggal minyak kasar di CST minimal 6 jam

15
3. Tangki Masakan Minyak (Oil Tank)

Minyak yang telah dipisah pada tangki pemisah ditampung dalam tangki ini
untuk dipanasi lagi sebelum diolah di oil purifier sekaligus pengendapan kotoran
yang masih terikut pada minyak.Pada oil tank suhu harus dijaga 95 0C, 16amper
pemanasan dilakukan dengan pipa spiral yang dialiri uap. Agar kotoran yang
dapat mempengaruhi kemurnian minyak tidak menumpuk maka dilakukan blow
down secara rutin.Adapun hal – hal yang perlu diperhatikan :
1) Saringan uap yang mengalir harus berfungsi dengan baik.
2) Dengan penambahan uap diharapkan kadar air dan minyak di oil tank antara
0,5 – 0,7% dan kadar kotoran antara 0,1 – 0,3%
3) Pipa uap spiral sebaiknya terbenam dalam cairan minyak untuk mendapatkan
transfer panas yang efektif.

4. Sand Trap Tank

16
Sand trap tank adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan pasir yang
terbawa dalam minyak kasar. Prinsip kerja sand trap tank adalah pemisahan
berdasarkan berat jenis dengan cara pengendapan. Tangki ini biasanya terdapat
pada Pabrik Kelapa Sawit.
Spesifikasi
a. Diameter = 1760 mm
b. Tinggi = 2520 mm
c. Bahan = Mild steel plate 6 mm
d. Pipa Steam = 3 inchi, Butterfly Valve
e. Pipa Drain = 6 Inch

5. Tangki Timbun (Storage Tank)

Tangki timbun adalah sebuah wadah penyimpanan, biasanya digunakan


untuk menyimpan cairan, terkadang untuk menyimpan gas.Tangki timbun
digunakan di pabrik kelapa sawit dan 17amper seluruh pabrik besar.

 Bahan konstruksi dan keamanan tangki


Tangki penyimpan terbuat dari bahan (material) berstruktur tertentu.
Bahan baja yang diperkuat ( reinforced) banyak digunakan. Plastik dan gelas yang
diperkuat plastik digunakan untuk tangki dengan kapasitas mencapai 230 m3
(60.000 galon). Selain tahan korosi, keuntungan lainnya dari bahan ini adalah :
lebih ringan dan biayanya lebih murah. Plastik dan penutup gelas juga digunakan

17
pada tangki baja. Aluminium dan logam non-besi lainnya digunakan untuk
keperluan khusus sesuai sifat–sifat spesial yang dimilikinya. Bila bahan
konstruksinya membutuhkan logam (metal) mahal seperti tantalum, maka dapat
digunakan sebagai tanks-lining (pelapis tangki) atau clad-metals.
Beberapa tingkatan baja yang digunakan pada tangki standar API maupun
AWWA kualitasnya lebih rendah dibanding yang biasa dipakai untuk vessel
bertekanan. Syarat yang diizinkan oleh standar ini juga lebih tinggi dari yang
diizinkan oleh ASME. Tangki yang mengandung bahan non-toksik dalam jumlah
kecil tidak akan terlalu mengganggu dan dapat mentoleransi berkurangnya faktor
keamanan. Tangki ada yang mengandung bahan toksik kadar tinggi dan banyak
sekali tangki yang mengandung sejumlah bahan yang dapat mengganggu
(hazardous).

 Isolasi Kontainer (Container Insulation)


Tangki yang mengandung material diatas temperatur atmosfer,
membutuhkan isolasi untuk mengurangi kehilangan energi (panas). Hampir semua
jenis material yang biasa digunakan sebagai material isolasi dapat digunakan.
Contohnya : Kalsium silikat, fiber glass, wool mineral, gelas selular dan busa
plastik. Tangki yang harus dilindungi dari cuaca biasanya mempunyai jaket atau
lapis (tutup) pelindung seperti misalnya aspal.
Tangki yang berisi material dengan temperatur yang lebih rendah dari
temperatur atmosfer juga membutuhkan isolasi untuk meminimalkan penyerapan
panas.

 Penyangga Tangki (Tank support)


Tangki baja atmosfer yang besar dapat dibangun secara vertikal pada landasan
pasir, kerikil (gravel), dan pecahan batu pada areal seluas 150 cm (6 inci), bila
tanah (subsoil) nya kurang layak. Landasan tersebut dapat berbentuk datar atau
kerucut, tergantung pada bentuk dasar (bottom) tangki.

18
2. Reservoir dan Pond (Penyimpan dan penampung bawah tanah)
Material yang tidak terlalu mahal, jika tidak oleh hujan atau polusi
atmosfer, dapat disimpan dalam pond, yang dapat diekskavasi atau dibentuk
seperti dam. Untuk mencegah kehilangan akibat penyerapan, tanah landasan yang
akan terendam oleh material harus di treatment dulu untk memastikan sifat kedap
atau tak tembus (impervious). Hal ini dapat dilakukan dengan melapisi pond
tersebut dengan plastic film, atau bahan penghalang lainnya.
Tangki yang sangat besar (kapasitasnya) disebut dengan Reservoir, karena
besarnya kapasitas maka biasanya tidak tertutup. Atas dasar inilah reservoir
digunakan untuk menyimpan cadangan air.Dengan cara penyimpanan bawah
tanah seperti pada tipe reservoir dan pond ini, maka investasiuntuk penyimpanan
dapat dikurangi. Aplikasi secara ekstensif dari cara ini adalah digunakan pada
penyimpanan produk-produk petroleum. Material lain yang banyak menggunakan
metode ini adalah penyimpanan air. Pada saat air permukaan berlebihan, maka air
tersebut disuplai ke penyimpanan bawah tanah, untuk digunakan pada saat
diperlukan.

Ruang bawah tanah juga dibangun untuk proses pembekuan (low


temperatur and cryogenic storage). Terowongan ataupun tangki bawah tanah
merupakan cara praktis untuk menyimpan material yang berbahaya (hazardous)
dan bahan radioaktiv. Bahan penutupnya dapat berupa batuan tanah, yang dapat
menahan teknan sekitar 690 kPa (100 lbf/in2).

Gambar Reservoir

19
2.3 Partikel Zat Gas
Sifat gas adalah menyebar ke segala arah sehingga tekanan didalam tempat
itu adalah sama, maka bila dalam tempat itu terdapat celah atau lekukan yang
membuat tekanan dalam tempat itu tidak sama akan menyebabkan terjadinya
kebocoran gas
2.3.1 Gas Holder
Gas seringkali disimpan dalam gas holder yang dapat berekspansi atau
dalam holder tipe liquid seal (bersegel likuid) dan dry seal. Untuk holder tipe
liquid seal biasanya berupa kontainer silinder, bertutup pada bagian atas dan
pengaturan volume dengan cara naik-turunnya pelampung. Tangki ini dibuat
beberapa tahap (biasanya 5 tahap). Ukuran tangki dapat mencapai 280.000 m3
atau 10 x 106 cuft.

Gambar Gas Holder

2.3.2 Vessel Bertekanan (Pressure Vessel)


Pembahasan tentang vessel bertekanan cenderung ke arah gambaran dan
kode yang digunakan untuk desain dan konstruksinya. Para insinyur kimia yang
mendesain atau menentukan spesifikasi alat harus mendeterminasi peraturan

20
badan hukum yang relevan terhadap masalah dan isu tentang standar dan kode
yang tepat sebelum mengambil keputusan. Karena biasanya kondisi ketiganya
(hukum, kode dan standar) secara frekwensi dapat berubah.
Vesel bertekanan adalah kontainer bertutup yang panjangnya terbatas
(beda dengan pipa yang panjangnya tak terbatas). Sedangkan untuk dimensinya
yang terkecilpun biasanya masih lebih besar dari ukuran pipa. Tekanannya
biasanya di atas 7 atau 14 kPa (1 atau 2 lbf/in2). Hal ini beda dengan boiler
yang biasanya digunakan untuk pembangkit steam (uap) atau untuk pemanas
ulang pada unit alat lain.

Vessel Bertekanan (P.T PUSRI)

21
Vessel Bertekanan

Vesel bertekanan standar ASME (American Society of Mechanical


Engineers) mempunyai aturan tentang desain, fabrikasi dan inspeksi untuk boiler
dan vesel bertekanan, yang tercantum dalam 11 peraturan (regulasi)) sebagai
berikut:

I. Power Boiler
II. Material : a. Ferrous
b. nonferrous
c. sambungan (welding), elektroda, logam pengisi

22
III. Aturan tentang konstruksi Pabrik Tenaga Nuklir
IV. Heating Boiler
V. Pengujian non-destruktif
VI. Aturan tentang pemeliharaan dan operasi Power Boiler
VII. Petunjuk untuk pemeliharaan Power Boiler
VIII. Vesel bertekanan (Pressure Vessel)
IX. Kualifikasi sambungan (welding) dan las (brazing)
X. Vesel Plastik bertekanan yang diperkuat Fiber
(Fiber- reinforced plastic pressure vessel)

XI. Aturan untuk servis dan inspeksi Komponen Pabrik Tenaga Nuklir

Liquified Petroleum Gas (LPG) merupakan produk dari API Standar 2510.
Desain dari instalasi LPG tersebut berada di Laut dan pada terminal-terminal
jaringan pipi (pipeline), Pabrik Processing gas alam, dan kilang-kilang. Beberapa
Standar yang dikenal adalah :

a. NFPA standar 58 : National Fire Protection Association, yaitu


Standar untuk penyiapan dan transportasi LPG

b. NFPA standar 59 : Standar untuk penyiapan dan transportasi LPG


pada pabrik-pabrik Utilitas

c. NFPA standar 59A :standar untuk produksi, storage, dan transportasi


LNG

Pengertian istilah botol (bottle) biasanya digunakan untuk tangki


bertekanan yang cukup kecil hingga ukuran portable. Botol mempunyai interval
ukuran dari 57L (liter) hingga ukuran kapsul CO2 sekitar 16,4Ml (1 in3). Tipe
Botol banyak digunakan untuk gas-gas dalam jumlah kecil (sedikit), termasuk
udara, H2, N2, O2, Argon, Asetilen, freon, dan gas petroleum. Beberapa
diantaranya berupa kontainer sekali pakai langsung buang (one time use
disposible containers).

23
2.3.3 Jaringan Pipa (Pipeline)

Tipe ini bukanlah merupakan alat penyiapan utama. Bagaimanapun, pipa


ditanam secara serie pada jaringan paralel terkait (terintegrasi) dan digunakan
untuk penyimpan (storage) Hal ini dapat mencegah (mengurangi) investasi unuk
fondasi dan tanah akan melindungi pipa tersebuit dari yang ekstrim. Instalasi ini
secara ekonomi akan diragukan (doubtful) bila didesain menyerupai vessel
bertakanan. Fungsi storage dapat dicapai dengan cara menaikkan tekanan pada
jaringan pipa yang beroperasi sehingga dapat menggunakan volume pipa tersebut
sebagai tangki.

Gambar. Jaringan Pipa

2.3.4 Low Temperature and Cryogenic storage

Tipe ini digunakan untuk gas-gas yang dapat cair pada tekanan rendah pada
temperatur atmosfer. Dalam storage tipe cryogenik, gas berada pada atau sekitar
tekanan atmosfer dan menyisakan (terbentuk) likuid akibat temperatur rendah.
Suatu sistem dapat juga beroperasi pada kombinasi tekanan dan temperatur yang
jauh lebih lebih (sangat) rendah.
Gas cair harus dijaga pada titik didih (boiling point, BP) atau sedikit di
bawah BP. Refigerasi dapat digunakan, tapi yang biasa digunakan adalah
pendinginan secara evaporasi. Jumlah likuid yang dievaporasi diminimisasi oleh

24
isolasi. Uap dapat dibuang ke atmosfer (sebagai buangan atau waste), dikompressi
lanjut atau dicair ulang, atau dapat juga untuk digunakan lagi.
Pada temperatur yang sangat rendah dengan udara cair dan substansi
sejenis, tangki mungkin (sebaiknya) mempunyai dinding rangkap dengan
interspasi yang dievakuasi (terpisah). Contohnya Labu Dewar. Tangki ukuran
besar bahkan sampai ke jaringan pipoa saat ini dibangun dengan cara tersebut.
Alternativ lain adalah digunakan dinding ganda tanpa vakum tapi dengan bahan
isolasi pada interspasi. Contoh bahan untuk isolasi tersebut adalah perlite dan
busa plastik yang keduanya banyak digunakan. Terkadang modifikasi kedua cara
tersebut (isolasi dan vakum) yang digunakan.

Gambar Cryogenic storage

25
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
a. Prinsip
- Alat penyimpan zat padat

Alat penyimpan zat padat terdiri dari storage. Storage umumnya


merupakan tempat penyimpanan bagi bahan-bahan yang berwujud padat. Macam-
macam storage di antaranya storage piles, silo, bin, dan hopper.
 Storage piles merupakan cara penyimpanan yang murah dan sederhana,
dimana bahan yang akan disimpan dibuat dalam tumpukan-tumpukan
(piles) di tempat terbuka

 Silo. Alat ini prinsipnya sama dengan alat penyimpanan berupa bin, hanya
ukurannya lebih besar. Bila dibandingkan bin, silo memiliki ketinggian
mencapai 40 meter. Silo selalu diisi dari atas dan pengeluarannya melalui
sebuah lubang pada sisi sebelah bawah
 Bin dan Hopper .

Bin ini berupa bejana berbentuk silinder atau segi empat terbuat dari
beton atau baja yang biasanya tidak terlalu tinggi dan agak besar .
Pengeluaran zat padat dari bin dapat melalui setiap bukaan yang terdapat
di dekat dasar bin, dimana tekanan pada sisi keluar lebih kecil dari
tekanan vertikal pada ketinggian yang sama sehingga bukaan tidak dapat
tersumbat.Hopper dapat berbentuk seperti lingkaran, persegi panjang atau
bujur sangkar. Salah satu jenis yang terpenting adalah vibrating hopper

26
- Alat Penyimpan zat cair
Alat penyimpan zat padat terdiri dari tangki dan reservoir. Contoh tangki
ialah Tangki elevasi, Tangki terbuka dan Tangki bertekanan atau tangki
atmosferik.
1. Tangki
 Tangki Elevasi (Elevated Tanks). Tangki yang dibutuhkan hanya untuk
mengukur aliran rata-rata.
 Tangki Terbuka (Open Tanks). Tangki tipe ini dapat digunakan untuk
menyimpan material yang tidak dipengaruhi oleh air, cuaca, atau polusi
udara.

 Tangki Bertekanan (Pressure Tanks). Tangki tipe ini berupa tangki


silinder dengan atap bentuk kubah atau kerucut. Biasanya beroperasi
pada tekanan beberapa ratus Pascal atau beberapa lb/ft2 . Tangki ini juga
disebut dengan tangki atmosferik

2. Reservoir dan Pond (Penyimpan dan penampung bawah tanah)


Tangki yang sangat besar (kapasitasnya) disebut dengan Reservoir, karena
besarnya kapasitas maka biasanya tidak tertutup. Material yang tidak terlalu
mahal, jika tidak oleh hujan atau polusi atmosfer, dapat disimpan dalam pond
- Alat Penyimpan Gas
Alat penyimpan gas terdiri dari gas holder, vessel bertekanan , jaringan
pipa dan cryogenic storage
 Gas Holder. Tangki ini dibuat beberapa tahap (biasanya 5 tahap). Ukuran
tangki dapat mencapai 280.000 m3 atau 10 x 106 cuft
 Vessel Bertekanan (Pressure Vessel). Vesel bertekanan adalah kontainer
bertutup yang panjangnya terbatas (beda dengan pipa yang panjangnya tak
terbatas).
 Jaringan Pipa (Pipeline).Pipa ditanam secara serie pada jaringan paralel
terkait (terintegrasi

27
 Cryogenic storage. Dalam storage tipe cryogenik, gas berada pada atau
sekitar tekanan atmosfer dan menyisakan (terbentuk) likuid akibat
temperatur rendah. Suatu sistem dapat juga beroperasi pada kombinasi
tekanan dan temperatur yang jauh

b. Fungsi

 Storage piles merupakan cara penyimpanan yang murah dan sederhana,


dimana bahan yang akan disimpan dibuat dalam tumpukan-tumpukan
(piles) di tempat terbuka.

 Silo . Merupakan bejana tegak lurus untuk penyimpanan bahan-bahan


padat

 Bin. Merupakan alat penyimpan zat padat dimana bagian bawah


berbentuk kerucutuntuk mempermudah pengeluaran bahan

 Hopper ini berguna untuk mempermudah aliran padatan keluar storage,


yaitu dengan memberi getaran

 Tangki Elevasi . Tangki ini dapat mensuplai aliran yang lebih besar ,tapi
kapasitas pompa yang dibutuhkan hanya untuk aliran rata-rata.

 Tangki Terbuka Tangki tipe ini dapat digunakan untuk menyimpan


material yang tidak dipengaruhi oleh air, cuaca, atau polusi udara

 Tangki Bertekanan . Tangki yang dapat beroperasi pada tekanan


beberapa ratus Pascal atau beberapa lb/ft2

 Reservoir digunakan untuk menyimpan cadangan air dengan cara


penyimpanan bawah tanah

 Gas Holder. Merupakan alat penyimpan gas yang dapat berekspansi atau
dalam holder tipe liquid seal (bersegel likuid) dan dry seal. Dapat
digunakan pada tekanan di atas 7 atau 14 kPa (1 atau 2 lbf/in2).

28
 Jaringan Pipa (Pipeline). Dapat mencegah (mengurangi) investasi unuk
fondasi dan tanah akan melindungi pipa tersebuit dari yang ekstrim

 Cryogenic storage. Tipe ini digunakan untuk gas-gas yang dapat cair pada
tekanan rendah pada temperatur atmosfer

29
30
DAFTAR PUSTAKA

Zamhari,Mustain,dkk.2014. Peralatan Industri Proses 1. Palembang : Politeknik


Negeri Sriwijaya.
2012. Alat-alat Industri Kimia. http://namikazewand.blogspot.com/2012/03/alat-
alat-industri-kimia.html. Diakses pada tanggal 13 Maret 2014.
2013. Penyimpanan Bahan Padatan. http://zefdes.blogspot.com/2013/05/tangki-
penyimpanan-bahan-padatan.html. Diakses pada tanggal 13 Maret 2014.
2013. Penyimpanan dan Transportasi Zat Padat..
http://yoniarman.blogspot.com/2013/07/penyimpanan-dan-transportasi-
zat-padat.html. Diakses pada tanggal 13 Maret 2014.
2014. Bab1 Alat Penyimpanan Bahan.
http://www.authorstream.com/Presentation/adnancrusader3500-1566076-
bab-1-penyimpanan-bahan/. Diakses pada tanggal 13 Maret 2014.
2014. Peralatan Industri . http://www.chinecrusherid.com/peralatan/n_2855.html
. Diakses pada tanggal 13 Maret 2014.

31