Anda di halaman 1dari 1

BAB VI

KESIMPULAN

a. Transportasi Laut

1) Secara umum kondisi infrastruktur transportasi laut di Kota Tegal tergolong baik. Pada
pelabuhan perikanan pantai maupun pelabuhan niaga secara fisik memenuhi standar kedalaman
dan luas kolam pelabuhan. Diikuti dengan kondisi fasilitas pokok, penunjang dan funsgional
dengan ketersediaan 86% memenuhi standar fasilitas. Untuk fasilitas dermaga, pelabuhan
perikanan memenuhi standar luas, namun pelabuhan niaga belum memenuhi. Kemudian juga
terdapat permasalahan yaitu pendangkalan kolam pelabuhan di pelabuhan perikanan pantai, dan
rendahnya aktivitas bongkar muat kapal di pelabuhan niaga.

2) Hingga tahun 2037 supply fasilitas dermaga pelabuhan perikanan maupun pelabuhan niaga
belum memenuhi kebutuhan yang diproyeksikan dari peningkatan jumlah aktivitas pelabuhan.
Untuk fasilitas kolam pelabuhan masih diambang batas aman, jika tidak ada perubahan pada jenis
kapal dan kondisi alam di Kota Tegal. Untuk itu dibutuhkan perluasan dermaga, dan peningkatan
kuantitas maupun kualitas fasilitas pokok, penunjang, dan fungsional lainnya di pelabuhan
perikanan pantai maupun pelabuhan pengumpul.

3) Dalam skenario infrastruktur penunjang Kota Tegal sebagai waterfront city berkonsep
pariwisata, diperkirakan akan terjadi peningkatan demand wistawan baik mengikuti trend maupun
ditargetkan. Untuk menyeimbangan demand yang akan meningkat tersebut, maka disusunlah
beberapa rencana antara lain pembangunan pelabuhan penumpang di Kelurahan Muarareja,
Kecamatan Tegal Barat yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, peningkatan aksesibilitas dan
jaringan jalan , serta integrasi antarmoda transportasi darat, laut dan udara meliputi pesawat,
kereta api, bus, kapal dan angkutan umum lainnya.