Anda di halaman 1dari 22

A.

Situasi Darurat, Situasi Dilematis, Penyimpangan dalam Ibadah, Dhorurot menurut para ulama dimaksudkan untuk dua makna, makna
Berpakaian Erotisme, Ekshibisionisme, Rapi dan Simpatik umum dan makna khusus.

A.1 Situasi Darurat


 Makna umum adalah sesuatu yang harus ada demi tegaknya
Pengertian “DHORUROT” maslahat agama dan dunia yang dalam hal ini ada lima, yaitu:
penjagaan pada agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Dalam istilah, kata dhorurot (darurat) mempunyai beberapa makna,  Dalam makna ini, kebutuhan seseorang itu ada tiga tingkatan:
antara lain: dhoruriyyat, hajiyyat, dan kamaliyyat. Dhoruriyyat adalah lima hal
di atas yang tidak akan tegak kehidupan manusia tanpanya.
1. Dalam istilah ahli kalam

1. Hajiyyat adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia dalam


Dalam istilah mereka, dhorurot adalah suatu ilmu yang dihasilkan tanpa
kehidupannya, namun kalaupun tidak ada maka manusia tidak akan
butuh berpikir dan menelaah. Menurut mereka, ilmu terbagi dua: ilmu
binasa, hanya kehidupannya akan sangat susah.
yang dihasilkan dengan penelaahan dan berpikir, maka ini disebut ilmu
nazhori; sedangkan ilmu yang tidak butuh hal tersebut disebut ilmu 2. Kamaliyyat adalah sesuatu yang hanya sebagai penyempurna
dhoruri. kehidupan manusia, agar kehidupan mereka menjadi nyaman dan
nikmat.
2. Dalam istilah ahli ilmu ‘arudh

 Adapun dalam makna khusus, dhorurot adalah, “Sebuah kebutuhan


Ilmu ‘arudh adalah ilmu untuk menggubah sya’ir berbahasa Arab. Istilah
yang sangat mendesak yang menjadikan seseorang terpaksa
dhorurot menurut mereka adalah sebuah kondisi dimana mereka harus
menerjang larangan syar’i.”
keluar dari salah satu kaidah ilmu nahwu atau shorof agar sesuai dengan
timbangan ilmu ‘arudh tersebut.  Maknanya, kondisi darurat adalah sebuah kebutuhan yang sangat
mendesak, dimana tidak mungkin dihindari yang menyebabkan
3. Dalam istilah ulama syar’i
seseorang menerjang dan melanggar larangan syar’i yang bersifat
haram. Dan kalau keharaman itu tidak diterjang maka akan
menyebabkan sesuatu yang membahayakan dirinya.
 Batasan bahaya dalam pengertian kondisi darurat di atas menurut ini, sesuatu yang hanya prasangka belaka atau masih diragukan, tidak
Imam Suyuthi –dalam Asybah wan Nazho’ir- . Beliau bisa dijadikan dasar dalam menentukan kondisi darurat. Dalil syarat ini:
rahimahullah berkata: “Dhorurot adalah sampainya seseorang Allah mencela prasangka, dalam firman-Nya: ‫ض ٱلظظنن إإثث م‌مم‬
‫إإظن بضثع ض‬
pada sebuah batas di mana jika dia tidak melakukan yang terlarang
(haram) maka dia akan binasa atau mendekati binasa. Kondisi Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. (QS. Al-Hujurot

inilah yang membolehkan pelanggaran larangan.” [49]: 12)

Namun jika tidak sampai pada batas tersebut, maka tidak disebut Dalam suatu hadits diriwayatkan: Dari Abu Waqid al-Laitsi radhiyallahu

“dhorurot” tetapi itulah yang diistilahkan oleh para ulama dengan ‘anhu berkata: Kami pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi

“hajah”. Imam Suyuthi rahimahullah berkata: wa sallam: “Wahai Rasulullah, kami berada di sebuah negeri yang
terkena paceklik, maka bangkai apa yang halal untuk kami?” Maka
 “Hajah adalah semacam orang yang lapar yang seandainya dia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Apabila kalian
tidak mendapatkan apa yang dia makan maka dia tidak binasa, tidak menyiapkannya sebagai sarapan pagi atau makan sore, maka
hanya saja dia akan mengalami kesulitan dan keberatan. Ini tidak silakan memakannya.” (HR. Ahmad: 1600 dan dishahihkan oleh Hakim
membolehkan perkara yang haram dan hanya membolehkan 4/125).
berbuka saat puasa.”
Kaidah umum dalam syari’at Islam, bahwa banyak hukum yang
Syarat-Syarat Darurat dikaitkan dengan kondisi yakin atau predikat kuat. Namun, jika hanya
prasangka belaka maka sama sekali tidak digubris.
1. Kondisi bahaya besar itu telah benar-benar terjadi atau belum
terjadi, namun 2. Tidak bisa dihilangkan dengan cara yang halal.
diyakini atau diprediksi kuat akan terjadi.
Maknanya bahwa bahaya itu tidak bisa dihilangkan kecuali dengan cara
Maknanya, sesuatu yang membahayakan lima pokok dasar yang telah haram, dan tidak ada satu pun cara halal yang bisa mengatasinya.
disinggung di atas-itu secara yakin atau prediksi kuat telah atau akan Namun, apabila ditemukan cara yang halal meskipun dengan kualitas di
terjadi. Di mana kalau tidak menerjang yang haram, maka akan bawahnya, maka harus dan wajib menggunakan cara halal tersebut. Dalil
membinasakannya atau minimalnya mendekati kebinasaan. Atas dasar ‫ضفٱَتظتقوُاا ٱظلض ضماَ ٱثستض ض‬
syarat ini, firman Allah Ta’ala: ‫طثعتت ثم‬
Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu. (QS. 4. Waktu melanggar larangan saat kondisi darurat ini tidak boleh
At-Taghobun [64]:16) melebihi waktu darurat tersebut.

Ayat ini menunjukkan bahwa seseorang harus mengerahkan apa yang dia Artinya, kalau kondisi itu sudah hilang maka tidak boleh lagi melakukan
mampu untuk bertaqwa pada Allah, dan dalam masalah ini untuk perkara terlarang tersebut. Itulah yang sering diistilahkan oleh para ulama
meninggalkan yang haram. Apabila ada cara yang dihalalkan maka sama dalam sebuah kaidah: “Apa yang boleh dilakukan karena ada udzur,
sekali tidak boleh yang haram, dan tidak ada alasan darurat. maka akan batal apabila udzur itu sudah tidak ada.” Contoh: orang yang
tidak menemukan air atau tidak bisa menggunakan air boleh
3. Ukuran melanggar larangan saat kondisi terpaksa itu harus bertayamum, namun kalau kemudian ada air maka tidak lagi tayamum
dilakukan sekadarnya saja. dan harus berwudhu. Begitu pula jika sudah bisa menggunakan air, maka
tidak boleh lagi bertayamum.
Maksudnya bolehnya melakukan yang terlarang saat kondisi darurat
tersebut, hanya sekadar untuk menghilangkan bahaya yang menimpa 5. Melanggar sesuatu yang terlarang dalam kondisi darurat
dirinya saja. Jika bahaya tersebut sudah hilang maka tidak boleh lagi tersebut tidak akan
melakukannya. Allah berfirman: menimbulkan bahaya yang lebih besar.

‫غ ضوضل ضعاَمدد فضضل إإثثضم ضعلضثيِ ‌إه إإظن ٱظلض ضغتفوُممر ظرإحيِمم‬‫م‬
‫ضطتظر ضغثيِضر ضباَ د‬
‫فضضمإن ٱ ث‬ Dalil Kondisi Darurat dalam Syari’at Islam

Barangsiapa dalam keadaan terpaksa [memakannya] sedang ia tidak 1. Dalil al-Qur’an


menginginkannya dan tidak [pula] melampaui batas, maka tidak ada
dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Firman Allah:
Penyayang. (QS.al-Baqarah [2]: 173)
‫م‬ ‌ ‫ڪتم ٱثلضمثيِتضةض ضوٱلظدضم ضولضثحضم ٱثلإخنِإزيِإر ضوضماَ أتإهظل بإإهۦِ لإضغثيِإر ٱ ظ‬
‫غ ضوضل ضع اَمدد‬‫ض طتظر ضغثيِبضر ضبباَ د‬ ‫لإ فضضمإن ٱ ث‬ ‫إإنظضماَ ضحظرضم ضعلضثيِ ت‬
Atas dasar ini, orang kelaparan yang kalau tidak makan bangkai akan ‫فضضل إإثثضم ضعلضثيِ ‌إه إإظن ٱظلض ضغتفوُممر ظرإحيِمم‬
meninggal dunia maka boleh makan sekadar untuk menyambung
hidupnya saja. Tidak boleh sampai kenyang. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,
daging babi dan binatang yang [ketika disembelih] disebut [nama]
selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman [dia
[memakannya] sedang ia tidak menginginkannya dan tidak [pula] mendapat kemurkaan Allah], kecuali orang yang dipaksa kafir padahal
melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah hatinya tetap tenang dalam beriman [dia tidak berdosa], akan tetapi
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah [2]: 173) orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan
Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An-Nahl [16]:
Ayat-ayat yang senada dengan ini banyak sekali, yaitu: al-Maidah [5] 106)
ayat 3, al-An’am [6] ayat 119 dan 145, dan an-Nahl [16] ayat 115. Ayat-
ayat ini menunjukkan pembolehan mengkonsumsi makan makanan yang Kisah ini sangat jelas menunjukkan bahwa apa yang dilakukan oleh
haram tersebut dalam kondisi darurat. Dengan ini, semua yang asalnya Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu –dengan tindakan kekufurannya-
haram pun bisa menjadi boleh jika dalam kondisi darurat. tidak menjadikan dia kufur, karena beliau melakukan itu dalam kondisi
terpaksa.
2. Dalil as-Sunnah

Kisah Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu. Para ulama tafsir, berkaitan
dengan firman Allah dalam QS. An-Nahl [16] ayat 106, meriwayatkan 3. Dalil kaidah umum syar’i
tentang kisah Sahabat Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu ketika
disiksa oleh orang kafir. Mereka memaksanya kufur akan Rasulullah Masalah kondisi darurat ini masuk dalam keumuman kaidah-kaidah

shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dengan terpaksa Ammar mengikuti umum, yaitu:

kehendak mereka. Kemudian Ammar mengadukan hal itu pada Nabi


 Pertama: Syari’at Islam ini terbangun atas dasar mendatangkan
shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bertanya: “Lalu bagaimana dengan
kemaslahatan dan menolak mafsadat.
hatimu sendiri?” Ammar menjawab: “Masih sangat mantap dengan
 Kedua: Syari’at Islam dibangun untuk menjaga lima pokok utama
keimanan.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika
yaitu: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
mereka menyiksamu lagi, lakukan seperti yang engkau lakukan tersebut.”
Maka Allah menurunkan firman-Nya:
 Ketiga: Syari’at Islam dibangun di atas dasar kemudahan dan

‫صببثدمررا‬ ‫ن‬ menghilangkan kesulitan.


‫ڪإرهض ضوقضثلبتهت ۥ تمثطضم ٮٮإنن إبٱَ ث إليِضمـبإن ضولضـبإكن ظمن ضشضرضح إبٱَثلتكثفإر ض‬
‫ڪفضضر إبٱَظلإ إمنن بضثعإد إإيِضمـبنِإ ۦإهۦِ إإظل ضمثن أ ت ث‬
‫ضمن ض‬
‫ب ضعإظيِممم‬‫ب نمضن ٱظلإ ضولضهت ثم ضعضذا م‬‫م‬
‫ض م‬‫فضضعلضثيِإه ثم ضغ ض‬
 Keempat: Hukum-hukum Islam terbangun atas dasar kemampuan Shalat Dalam Keadaan Sakit
hamba.
Orang yang sedang sakit harus tetap melakukan shalat lima waktu,
Darurat dalam Ibadah Shalat selama akal atau ingatannya masih tetap normal. Cara melaksanakannya
sesuai dengan kemampuan orang yang sakit tersebut. Jika ia tidak
Ibadah shalat merupakan ibadah yang tidak dapat ditinggalkan walau mampu shalat dengan berdiri, maka ia boleh shalat dengan duduk. Jika ia
dalam keadaan apapun. Hal ini berbeda dengan ibadah-ibadah yang lain tidak mampu dengan duduk, boleh shalat dengan berbaring ke sebelah
seperti puasa, zakat dan haji. Jika seseorang sedang sakit pada bulan kanan menghadap kiblat. Jika ia tidak mampu berbaring boleh shalat
ramadhan dan tidak mampu untuk berpuasa, maka ia boleh tidak dengan terlentang dan isyarat. Yang termasuk dalam arti tidak mampu
berpuasa dan harus menggantinya pada hari lain. Orang yang tidak adalah apabila ia mendapatkan kesulitan dalam berdiri atau duduk, atau
mampu membayar zakat ia tidak wajib membayar zakat. Demikian pula sakitnya akan bertambah apabila ia berdiri atau ia takut bahaya.
halnya dengan ibadah haji, bila seseorang tidak mampu maka tidak ada
kewjiban baginya. Hal ini dijelaskan dalam hadits sebagai berikut: Dari Ali bin Abu Thalib
ra. telah berkata Rasulullah SAW tentang shalat orang sakit : “Jika kuasa
Shalat adalah ibadah yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim selama seseorang shalatlah dengan berdiri, jika tidak kuasa shalatlah sambil
masih memiliki akal dan ingatannya masih normal. Kewajiban tersebut duduk. Jika ia tidak mampu sujud maka isyarat saja dengan kepalanya,
harus dilakukan tepat pada waktunya. Halangan untuk tidak mengerjakan tetapi hendaklah sujud lebih rendah daripada ruku;nya. Jika ia tidak
shalat hanya ada tiga macam, yaitu hilang akal seperti gila atau tidak kuasa shalat sambil duduk, shalatlah ia dengan berbaring ke sebelah
sadar, karena tidur dan lupa (namun demikian ada kewajiban mengqadha kanan menghadap kiblat. Jika tidak kuasa juga maka shalatlah dengan
di waktu lain). terlentang, kedua kakinya ke arah kiblat.” (HR. Ad-Daruquthni).

Betapa pentingnya ibadah shalat ini, Rasulullah pernah bersabda : Shalat dalam Kendaraan

“Urusan yang memisahkan antara kita (orang-orang Islam) dengan Orang yang sedang berada dalam kendaraan mengalami situasi yang
mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Oleh sebab itu siapa yang berbeda. Ada yang di dalam kendaraan itu bisa tenang seperti dalam
meninggalkan shalat, sungguh ia telah menjadi kafir.” (HR. Ahmad dan kapal laut yang besar, adakalanya sesorang tidak merasa nyaman seperti
Abu Dawud). berada di dalam bis yang sempit. Untuk melakukan shalat di kendaraan
ini tentunya di sesuaikan dengan jenis kendaraan yang ditumpanginya. dilakukan dengan sempurna, para ulama membolehkan shalat sambil
Rasulullah SAW pernah ditanya oleh seorang sahabatnya bagaimana cara duduk dan berisyarat. Selain itu kendaraan ini tidak bisa
sholat di atas perahu. Beliau bersabda : “Sholatlah di dalam perahu itu diberhentikan sembarang waktu karena merupakan angkutan massal
dengan berdiri kecuali kalau kamu takut tenggelam.” (HR. Ad- yang telah memiliki jadwal tersendiri.
4. Tetapi bila kita naik mobil pribadi atau sepeda motor, maka
Daruquthni).
sebaiknya berhenti, turun dan melakukan shalat wajib di suatu
Bila selama perjalanan (dengan kendaraan) itu masih dapat turun dari tempat agar bisa melakukannya dengan sempurna.
5. Sedangkan riwayat yang mengatakan bahwa Nabi tidak pernah
kendaraan, maka hendaknya kita melaksanakan sholat seperti dalam
shalat wajib di atas kendaraan juga diimbangi dengan riwayat yang
keadaan normal. Tetapi bila memang tidak ada kesempatan lagi untuk
menceritakan bahwa Nabi SAW berperang sambil shalat di atas
turun dari kendaraan seperti bila naik pesawat terbang, maka kita
kuda/ kendaraan. Tentunya ini bukan salat sunnah tetapi shalat wajib
melakukan shalat di atas kendaraan itu. Hal ini dilakukan mengingat:
karena shalat wajib waktunya telah ditetapkan.

1. Shalat adalah ibadah yang wajib dikerjakan pada waktu yang telah
A.2 Situasi Dilematis
ditentukan baik secara normal atau dengan menjama‘. Sedangkan
meninggalkan sholat walau dalam safar lalu mengerjakan bukan
Dilema Konsep Sastra Islam
pada waktunya tidak didapati dalil/contoh dari Rasullullah.
2. Kendaraan di masa Nabi SAW adalah berupa hewan tunggangan
Dalam paradigma sastra Islam, konsep baku sastra dalam perspektif Islam
(unta, kuda dan lain-lain) yang dapat dengan mudah kita turun dan
belum disepakati secara menyeluruh. Di antara faktor yang sangat menonjol adalah
melakukan shalat. Bila dalam shalat wajib Nabi SAW tidak shalat di
adanya beberapa ayat dan hadits Nabi yang ditafsirkan oleh sebagian besar ulama sebagai
atas kendaraannya, maka hal itu karena Nabi melakukan shalat wajib
bukti tekstual kekurang simpatikan Islam dengan apa yang disebut dengan seni sastra
wajib secara berjamaah yang membutuhkan shaf dalam shalat. Atau
Pendapat semacam ini sebetulnya merupakan warisan dari kritikus sastra abad 2 dan 3 H,
pun juga beliau ingin shalat wajib itu dilakukan dengan sempurna.
3. Sedangkan kendaraan di masa kini bukan berbentuk hewan ketika mengatakan bahwa sastra menjadi lemah dan tidak berfungsi sejak Islam datang

tunggangan, tetapi bisa berbentuk kapal laut, kapal terbang, bus atau dan memposisikan diri sebagai musuh atas sastra.

kereta api. Jenis kendaraan ini ibarat rumah yang berjalan karena
Hal ini menurut mereka dibuktikan dengan turunnya ayat 224-227 surah Asy-Syu’ara’:
besar dan sesorang bisa melakukan shalat dengan sempurna
termasuk berdiri, duduk, sujud dan sebagainya. Dan meski tidak bisa
”Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.Tidakkah hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan”. (QS.
kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan Yaasiin: 69).
2. Bahkan mereka berkata (pula): "(Al-Qur'an itu adalah) mimpi-
bahwasanya mereka suka mengatakan apa yangmereka sendiri tidak
mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri
mengerjakan (nya)?, kecuali orang-orang(penyair-penyair) yang beriman
seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita
dan beramal saleh dan banyakmenyebut Allah dan mendapat
suatu mukjizat,sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus". (QS.
kemenangan sesudah menderitakezaliman. Dan orang-orang yang zalim
Al-Anbiyaa’: 5)
itu kelak akanmengetahui ke tempat mana mereka akan kembali”.
3. Bahkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang penyair yang
kamitunggu-tunggu kecelakaan menimpanya." Katakanlah:
Juga dalam hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda
"Tunggulah,maka sesungguhnya akupun termasuk orang yang
(artinya): ‛Sungguh, tenggorokan salah satu dari kalian dipenuhi gandum, lebih baik
menunggu (pula)bersama kamu." Apakah mereka diperintah oleh
daripada dipenuhi syair‛. Dalam pepatah Arab, para ulama masyhur
fikiran-fikiran merekauntuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini
mengatakan, ‛Sesungguhnya syair adalahtipuan dan pintunya adalah kejahatan‛.
ataukah mereka kaum yangmelampaui batas? Ataukah mereka
mengatakan: "Dia (Muhammad)membuat-buatnya." Sebenarnya
Ayat, hadis dan ungkapan para ulama di atas dijadikan bukti permusuhan antara Islam
mereka tidak beriman. Makahendaklah mereka mendatangkan
dengan sastra. Pada sisi yang lain keterkaitandan keterlibatan al- Qur’an tidak dapat
kalimat yang semisal Al-Qur'an itu jika mereka orang-orang yang
dipungkiri lagi. Karena al-Qur’an lahir dari kondisi di mana sastra Arab mengalami fase
benar”. (QS. Ath-Thuur: 30-34).4.
keemasannya dan al-Quran diturunkan dalam versi sastra yang luar biasa untuk 4. Mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus
membuktikan dan menaklukkan kehebatan sastra Arab. Sebetulnyaayat-ayat penyair meninggalkansembahan-sembahan kami karena seorang penyair
dalam al-Qur’an yang memiliki makna penolakan terhadap kepenyairan Muhammad, gila?" Sebenarnyadia (Muhammad) telah datang membawa
bertujuan untuk membuktikan risalah Muhammad adalah samawi (langit) bukan kebenaran dan membenarkanrasul-rasul (sebelumnya)”. (QS. Ash-
berasal dari proses renungan, pencarian, atau khayalan atau mimpi, atau dari syetan Shaffat: 36-37)
5. Maka Aku bersumpah dengan apa yang kamu lihat. Dan dengan
penyair. Ayat-ayat syuara’ untuk menghindarkan image dari kaum musyrik Arab
apa yang tidak kamu lihat. Sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah
bahwa Rasullah adalah penyair, antara lain:
benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang
1. ”Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad)
mulia, dan Al-Qur'an itu bukanlah perkataan seorang penyair.
danbersyair itu tidaklah layak baginya. Al-Qur'an itu tidak lain
Sedikit sekali kamuberiman kepadanya. Dan bukan pula perkataan
tukang tenung. Sedikitsekali kamu mengambil pelajaran Dengan paparan Ayat-ayat di atas, sebenarnya penulis inginmendeskripsikan tentang
daripadanya. Ia adalah wahyu yangditurunkan dari Tuhan semesta penegasan sikap al-Qur’an terhadap syair dan sastra. Makna eksplisit dari ayat-ayat di
alam”. (QS. Al-Haqqah: 38-43) atas, sebenarnya menghendaki dari sastra agar tidak sebagaimana yang telah ada pada
zaman jahiliyah. Agama Islam menghendaki agar syair/sastra sebagai alat pembangunan
Penegasan ketidakadaan unsur kepenyairan dari Nabi bukan berarti bahwa Islam dan pengembangan segala hal menuju arah positif dan maslahat, bukan sebagai alat
memusuhi dan mengingkari syair. Akan tetapi ayat-ayat di atas merupakan penghancur. Islam menginginkan syair-syair atau karyasastra menyesuaikan diri dengan
penegasan atas ‚kelangitan‛ risalah langit rasulullah. Dan penegasan atas tidak adanya komunitas baru yang penuh dengannilai-nilai luhur Islam. Maka posisi Islam terhadap
percampuran antara al-Qur’an dengan syi’ir. Al -Qur’an murni dari langit, dia sastra bukan sebagaimusuh, akan tetapi sikap Islam adalah sebagai pentashih sastra,
wahyu Ilahi yang Maha Suci.Penegasan al-Qur’an tentang umminya (buta huruf) yangmeluruskannya dari noda-noda hitam kajahiliyahan
Nabimerupakan bantahan atas tuduhan bahwa nabi telah membaca dan mengambil ayat-
A.3 Penyimpangan dalam Ibadah
ayat dari kitab-kitab samawi sebelumnya.

Allah SWT berfirman (artinya): “Dan kamu tidak pernah membaca Makna komprehensif dalam ibadah didefinisikan oleh Syaikhul Islam

sebelumnya (Al-Qur'an) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) Ibnu Taimiyyah r.h. dengan ungkapan, “Ibadah adalah istilah yang

menulis suatu kitabdengan tangan kananmu; andai kata (kamu pernah mencakup segala perkataan dan perbuatan lahir maupun batin yang

membaca dan menulis),benar-benar ragulah orang yang mengingkari dicintai dan diridhai Allah. Ibadah dibangun di atas tiga hal, yaitu :

(mu)”. (QS. Al-‘Ankabut: 48).


1. Merendahkan diri di hadapan Allah
Bukan berarti bahwa penegasan tentang buta hurufnya Nabimerupakan pengakuan dan
dukungan al- Qur’an terhadap kebodohan dan buta huruf. Dan bahwa Islam itu menyeru 2. Mencintai Allah
kepada kebodohan danmemusuhi ilmu pengetahuan. Bahkan Allah bersumpah atas pena
3. Khauf, takut akan azab Allah
dan bahwa ayat pertama al- Qur’an adalah ayat tentang membaca, iptek dan pena.
Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya (artinya): “Bacalah dengan (menyebut)
Ibnu Katsir berkata, “Ibadah adalah satu perkara yang menggabungkan
nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakanmanusia dari
tadzallul (merendahkan diri), mahabbah (cinta), dan khauf (rasa takut).”
segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang
mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya”.(Al-‘Alaq: 1-5)
Ia mencakup shalat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan Bahaya Syirik
amanah, berbakti pada kedua orang tua, silaturahmi, menepati janji,
menyeru manusia kepada kebaikan, mencegah mereka dari Dalil yang menjelaskan tentang syirik antara lain:

kemungkaran, memerangi kaum kafir dan munafik, berbuat baik pada


1. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan dia
tetangga, anak yatim, miskin, musafir, manusia secara umum dan hewan
mengampuni segala dosa selain dari syirik, bagi siapa yang
yang dimiliki, berdoa, zikir, membaca dan sebagainya. Demikian pula,
dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka
cinta Allah dan rasulNya, takut kepada Allah, taubat kepada-Nya,
sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (an-Nisa: 48)
mengikhlaskan agama untuk-Nya, sabar menjalankan hukum-Nya,
mensyukuri nikmat-Nya, ridha kepada takdir-Nya, tawakal, mengharap
2. Sungguh telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya
rahmat-Nya, takut kepada azab-Nya dan lainnya merupakan ibadah pada
Allah ialah al-Masih putra Maryam.” Padahal al-Masih (sendiri)
Allah. Bila ibadah dipahami seperti itu, setiap muslim pasti bisa
berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu.”
menerima semua aspek kehidupan dan akan dihadapi dengan penuh
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan)
antusias. Sebab, semuanya bernilai ibadah kepada Allah selama
Allah, pasti Allah mengharamkan baginya surga dan tempatnya ialah
komitmen terhadap syarat-syaratnya.
neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong
pun.”(al-Maidah: 72)
Dengan pemahaman ibadah yang menyeluruh seperti itu, generasi Islam
pertama berhasil mencapai berbagai kejayaan di semua aspek pada
3. “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.
masanya. Ketika umat menerapkan iman dan ibadah yang benar, dan
Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
akhlak merupakan bagian dari ibadah wajib bagi muslim, terjadilah
kezaliman yang besar.” (Luqman: 13)
pencapaian gemilang yang belum terulang dalam sejarah. Dalam waktu
kurang dari setengah abad, penaklukan Islam berhasil menguasai wilayah Kesyirikan yang Dianggap Tradisi
mulai dari India di timur dan Selat Hindia di barat. Ini merupakan
prestasi gemilang yang tidak pernah ada tandingannya dalam sejarah. Perbuatan-perbuatan syirik yang banyak dilakukan oleh sebagian orang
Target mereka bukanlah bumi jajahan, melainkan hati yang mendapat dengan dalih bahwa amalan tersebut adalah tradisi dan adat-istiadat
hidayah dengan cahaya Allah, lalu masuk ke dalam agama Allah secara peninggalan leluhur. Padahal perbuatan tersebut adalah bentuk kesyirikan
berbondong-bondong.
yang membahayakan agama mereka. Di antara perbuatan-perbuatan mencintai istrinya/seorang wanita atau sebaliknya. Adapun dublah
tersebut adalah: (cincin yang dipakai oleh seseorang setelah menikah) dengan
keyakinan bahwa selama cincin emas tersebut dipakai maka
1. Tathayyur pernikahannya akan tetap langgeng, ini adalah keyakinan yang
syirik, karena tidak ada yang bisa membolak-balikan hati manusia
Tathayyur adalah beranggapan sial dengan waktu tertentu, tempat
selain Allah l.
tertentu, atau sesuatu yang dilihat, didengar, atau diketahui. (al-
Memakai cincin seperti ini minimal tasyabbuh (menyerupai) orang
Qaulul Mufid)
kafir, haram hukumnya. Bisa juga terjatuh ke dalam kesyirikan, jika
Di sebagian daerah, penduduk membangun rumah menghadap arah
dia berkeyakinan bahwa cincin itu bisa menjadi sebab langgengnya
tertentu. Mereka juga memulai membangun dan menempatinya di
pernikahan.
hari tertentu, dengan keyakinan akan mendatangkan keberuntungan
dan menjauhkan kesialan. Ada pula yang tidak mau berdagang di 4. Jampi-jampi/mantra
hari tertentu dan melarang pernikahan di bulan tertentu. Semua ini Yang dimaksud adalah ruqyah (bacaan-bacaan) yang syirik, yang
adalah bentuk tathayyur syirik, harus dijauhi oleh seorang muslim. mengandung permintaan bantuan kepada jin. Rasulullah n telah
Rasulullah berkata: ‫ٌالطنيِضضرةتإشببببببببار م‬،‫ك‬
‫ك‬ ‫ٌالطنيِضضرةتإشببببببببار م‬،‫ك‬
‫الطنيِضضرةتإشببببببببار م‬ ‫إإظنلنرضقٮضوُالتظضماَئإضمضوُالتنضوُلضةضإشار م‬
melarang tiga hal di atas dalam hadits beliau: ‫ك‬
“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.” (HR. “Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.”
Abu Dawud no. 3910, lihat al-Qaulul Mufid) (HR. Ahmad dan Abu Dawud, disahihkan oleh asy-Syaikh al-
2. Tamimah Albani).
Tamimah adalah sesuatu yang digantungkan pada seorang anak
untuk menolak ‘ain atau musibah. Sering kita melihat benda-benda Adapun ruqyah yang dibenarkan oleh syariat adalah yang memenuhi
yang digantungkan di rumah, mobil, toko, atau dipakaikan pada anak tiga syarat berikut.
dengan niat menolak bala. Semua ini termasuk jenis tamimah yang
syirik. Orang yang melakukannya terjatuh dalam kesyirikan. (Lihat  Bacaan dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan doa-doa yang baik.
al-Qaulul Mufid)  Menggunakan bahasa Arab dan dimengerti maknanya.
3. Tiwalah
Ia adalah sesuatu yang dibuat untuk membuat suami/seorang lelaki  Diyakini hanya semata-mata sebagai sebab, tidak bisa
berpengaruh selain dengan kehendak Allah.
5. Perdukunan antara yang beliau sebutkan adalah bahwa seorang dukun telah
Ini adalah musibah yang melanda banyak kaum muslimin. Banyak menjadi wali setan. Allah l berfirman:
orang menjadi pelanggan dukun dalam keadaan senang ataupun “Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-
susah, padahal ancaman bagi dukun dan yang mendatanginya sangat kawannya….” (al-An’am: 121) Padahal setan tidak akan
besar. Rasulullah n berkata: menjadikan seorang menjadi wali selain seorang yang kafir.
‫صببضلأضاربضإعيِنِضلضايِلضةر‬
‫“ ضمانِأ ضضتٮضعظرارفاَفضضسأ ضلضهتضعانِضشايدءلضامتتاقبضاللضهت ض‬Barang siapa mendatangi dukun (Lihat Ma’arijul Qabul hlm. 423—424)
dan bertanya sesuatu, tidak akan diterima shalatnya selama empat
puluh malam.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain, beliau berkata: 6. Sembelihan untuk selain Allah

‫صببظدقضهتبإضماَيِضتقوُلتفضقضادضكفضضربإضماَأتانإزلضضعضلٮتمضحظمدد‬
‫“ ضمانِأ ضضتٮضعظرارفاَأضاوضكاَإهرنِاَفض ض‬Barang siapa mendatangi Rasulullah telah memberitakan bahwa termasuk orang yang dilaknat

dukun dan bertanya sesuatu kemudian membenarkannya, dia telah adalah seorang yang melakukan sembelihan untuk selain Allah Dari

mengkufuri apa yang diturunkan kepada Muhammad. ”Asy-Syaikh Ali bin Abi Thalib, Rasulullah berkata: ‫لضضعضن ات ضمان ضذبضضح لإضغايِإر اإ ضولضضعضن ات ضمان‬

Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menegaskan bahwa mendatangi ‫آضوىَ تماحبببببإدرثاَ ضولضضعبببببضن اتببببب ضمبببببان لضضعبببببضن ضوالإبببببضدايِإه ضولضضعبببببضن اتببببب ضمبببببان ضغيِظبببببضر االضمنِضببببباَضر‬

dukun ada beberapa rincian hukum. “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah
melaknat orang yang melaknat (mencerca) dua orang tuanya. Allah
1. Datang dan bertanya kepadanya, maka tidak diterima shalatnya melaknat orang yang melindungi pelaku pelanggaran syar’i. Dan
empat puluh hari. Allah melaknat orang yang mengubah-ubah batas tanah.” (HR.
Muslim) Di antara sembelihan yang dipersembahkan untuk selain
2. Datang, bertanya kepadanya, dan membenarkan ucapannya, Allah l adalah berbagai bentuk sembelihan untuk jin.
maka ia telah ingkar kepada apa yang diturunkan kepada
Rasulullah 7. Larung (sedekah laut)

3. Datang untuk membongkar kesesatannya, diperbolehkan. (Lihat Di antara sembelihan syirik adalah sembelihan tahunan yang
al-Qaulul Mufid) dipersembahkan untuk selain Allah l, baik untuk laut (sedekah laut),
Adapun tentang kafirnya dukun, asy-Syaikh Hafizh bin Ahmad sungai, gunung, maupun yang lainnya.
al-Hakami menyebutkan sembilan alasan kafirnya dukun. Di
8. Sembelihan untuk pengantin Ketahuilah, semua hal itu adalah kemungkaran yang harus diingkari.
Di sebagian tempat ada sebuah tradisi penyembelihan ketika ada Rasulullah n berkata:
pernikahan. Kedua mempelai diperintahkan untuk menginjakkan ‫ك‬‫ٌ ضفبإإان ضلبام يِضاسببتضإطاع فضبإقضالبإببإه ضوضذلإبب ض‬،‫ٌ فضببإإان لضببام يِضاسببتضإطاع فضبإلإضسبباَنإإه‬،‫ضمان ضرضأىَ إمانِتكام تمانِضكررا فضاليِتضغيِنببارهت بإيِضببإدإه‬
kedua kaki mereka di darah sembelihan tersebut sebelum memasuki ‫ف ا ا إليِ ضمببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببباَإن‬ ‫ضبببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببببضع ت‬ ‫أض ا‬
rumahnya. “Barang siapa melihat kemungkaran hendaknya dia ubah dengan
tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu
9. Sembelihan untuk rumah baru juga maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman.”
(HR. Muslim) (Lihat Ma’arijul Qabul, Ighatsatul Lahafan, Tahdzirul
Di sebagian daerah, ketika telah selesai membangun rumah, mereka
Muslimin)
menyembelih seekor hewan. Sebagian mereka bahkan menanam
kepala hewan tersebut di rumah barunya. Ini juga termasuk 12. Mencari berkah dari benda-benda tertentu, sebagian orang mencari
sembelihan yang syirik. berkah kepada pohon, kuburan, atau benda-benda yang mereka
miliki, seperti keris dan cincin.
10. Memenuhi keinginan jin yang masuk pada tubuh seseorang
Ketika ada orang kerasukan jin kemudian diruqyah, jin terkadang
minta disembelihkan hewan untuk dirinya. Jika terjadi hal demikian, 13. Faedah
permintaan jin itu tidak boleh ditunaikan, karena hal tersebut adalah Tidak boleh bertabarruk (mencari berkah) dari diri seseorang,
sembelihan untuk jin. (Lihat al-Qaulul Mufid, asy-Syaikh dengan tubuh atau bagian tubuh seseorang tertentu, selain Rasulullah
Muhammad al-Wushabi)
11. Kesyirikan di kuburan Seorang muslim tidak boleh mencari berkah dengan diri seseorang
yang dianggap saleh, baik ludah, rambut maupun bagian tubuh
Di antara perbuatan syirik yang dianggap biasa adalah perbuatan-
lainnya. Hal ini berdasarkan beberapa alasan:
perbuatan di pekuburan sebagai berikut, yaitu berdoa kepada
penghuni kubur, nadzar untuk penghuni kubur, isti’anah (meminta a. Hal tersebut kekhususan bagi Rasulullah,
tolong kepada penghuni kubur), isti’adzah (meminta perlindungan
kepada penghuni kubur), istighatsah (meminta dihilangkan bencana b. Tidak ada seorang pun setelah Rasulullah n wafat yang meminta
kepada penghuni kubur). berkah dengan bagian tubuh Abu Bakr, Umar, Utsman, Ali bin
Abi Thalib, dan sahabat lainnya. Seandainya hal tersebut Ibnu Taimiyah berkata, “Membungkuk ketika memberikan
dibolehkan, niscaya akan dilakukan oleh orang-orang di zaman penghormatan adalah perbuatan yang dilarang. Hal ini sebagaimana
mereka. dalam riwayat at-Tirmidzi dari Nabi n, bahwa mereka bertanya
tentang seseorang yang berjumpa dengan temannya lalu
c. Akan menyebabkan fitnah dan ujub (bangga diri) dari orang membungkuk kepadanya. Beliau berkata, “Tidak boleh.”
yang dimintai berkah. Juga karena ruku dan sujud tidak boleh dilakukan selain untuk Allah
walaupun hal ini menjadi bentuk penghormatan pada syariat
14. Sihir
sebelum kita, sebagaimana dalam kisah Yusuf, “dan ia menaikkan
Sihir adalah satu amalan kufur yang harus dijauhi oleh seorang
kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Mereka (semuanya)
muslim. Seseorang yang belajar dan mengajarkan sihir telah terjatuh
merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Yusuf pun berkata,
dalam kekufuran.
“Wahai ayahku, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu.” (Yusuf: 100)
Allah berfirman: “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh
Seorang muslim harus mendahulukan syariat Allah di atas segala
setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan
hal. Dia harus mengutamakan syariat daripada hawa nafsu, adat-
bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak
istiadat, dan pendapat akalnya. Allah telah mencela orang yang lebih
kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya setan-setan itulah yang kafir
mendahulukan hawa nafsunya. Allah berfirman: “Maka pernahkah
(mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.”
kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai
(al-Baqarah: 102)
tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan
Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya serta
15. Sedekah bumi meletakkan tutupan atas penglihatannya? Siapakah yang akan
Sedekah bumi yaitu memberikan sesuguh/sesaji ketika hendak panen memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)? Maka
padi dan lainnya. Menurut mereka, sesaji itu dipersembahkan untuk mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (al-Jatsiyah:23).
Dewi Sri. Ini pun termasuk bentuk kesyirikan.

16. Sesajen, yakni memberikan sesuguh untuk karuhun ketika hendak


melaksanakan acara tertentu.
17. Memberikan penghormatan dengan membungkuk
A.4 Berpakaian Erotisme, Ekshibionisme, Rapi dan Simpatik yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling
taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha
Erotisme
Industri media massa telah “menjebak” wanita ke dalam lingkaran setan. Mengenal”. Dari ayat tersebut tersirat bahwa wanita adalah makhluk
Aspirasi-aspirasi mereka dikontrol dan dibatasi oleh gagasan-gagasan Allah yang kualitasnya seperti juga pria, bukan terletak pada fisiknya
yang mereka peroleh dari media massa. Dalam memandang dan ataupun kemampuannya untuk memuaskan pria, melainkan pada
memperlakukan wanita, kadang media massa bersikap paradoks. Di satu ketaqwaannya.
sisi media massa mempromosikan kemajuan dan prestasi wanita, tapi di
sisi lain media massa juga “melemparkan” wanita kembali kepada
Dalam ayat yang lain Allah memperintahkan wanita untuk menutup
keterbelakangan, dengan tetap menonjolkan keutamaan wanita sebagai
aurat, ”Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka
makhluk yang melulu ingin menarik perhatian lawan jenisnya.
menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.
Pesan-pesan media massa sedemikian halus sehingga para pemirsa
dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan
wanita sendiri tidak menyadari bahwa mereka digiring ke dalam suatu
janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka,
ideologi tertentu, yang sesungguhnya bertentangan dengan nilai-nilai
atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka,
agama tentang identitas dan peran mereka. Islam mengajarkan
atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka,
sebagaimana yang tertuang dalam banyak ayat Al-Qur’an. Misalnya
atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara
dalam QS. al-A’raf : 26 dikatakan ”Hai anak Adam [umat manusia],
perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang
Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepadamu Pakaian untuk
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai
menutup auratmu dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa
keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang
[selalu bertaqwa kepada Allah] Itulah yang paling baik. yang demikian
aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar
itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan
diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu
mereka selalu ingat”.
sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu
Dalam QS. Al-Hujurot : 13, Allah juga berfirman ”Hai manusia, beruntung”. (QS. An-Nuur : 31).
Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
Demikian juga dalam QS. Al Ahzab Allah berfirman : ”Hai nabi,
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke Oleh karena itu, benarlah Islam yang mengancam keras terhadap para
seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah wanita yang berpakaian tetapi telanjang (kaasiyaat ‘aariyaat), berpakaian
untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah ketat, tipis, atau tidak menutup aurat. Ancaman dari Islam itu demi
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. melindungi perempuan, dan agar terjadi keamanan di masyarakat.
Islam memandang wanita sebagai manusia yang harus diperlakukan
Namun kini justru celana lejjing (legging) –yang kadang disebut celana
secara serius. Secara implisit beberapa ayat tersebut mengisaratkan
potlot/ pensil– ketat membentuk lekuk-lekuk yang seharusnya hanya
bahwa nilai mereka bukan terletak pada penampilan fisik mereka,
pantas untuk pakaian dalam, ternyata justru dipakai sebagai celana biasa
melainkan pada kata-kata, gagasan-gagasan dan kebajikan-kebajikan.
oleh para wanita. Padahal ancaman dalam Islam sangat keras:‫صانِضفاَإن إمان أضاهإل‬
‫إ‬
Ekshibisionisme ‫ت تمإميِضل م‬
‫ت‬ ‫ت ضعاَإريِضبباَ م‬
‫س ضونإضساَمء ضكاَإسضيِاَ م‬ ‫ب االبضقضإر يِض ا‬
‫ضإرتبوُضن بإضهاَ الظنِاَ ض‬ ‫الظنِاَإر لضام أضضرهتضماَ قضاوُمم ضمضعهتام إسضيِاَطم ضكأ ضاذضناَ إ‬
‫ت االضماَئإلضإة ضل يِضادتخالضن االضجنِظةض ضوضل يِضإجادضن إريِضحهضبباَ ضوإإظن إريِضحهضبباَ لضتيِوُضجببتد إمببان‬
‫ت ترتءوتسهتظن ضكأ ضاسنِإضمإة االبتاخ إ‬
‫ضماَئإضل م‬
Kejahatan Penyimpangan Syahwat, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi (‫ٌ صحيِح‬،‫ )أحمد و مسلم عن أبي هريِرة‬.‫ضمإسيِضرإة ضكضذا ضوضكضذا‬.
‫ضضمان إلي ضماَ بضايِضن لضاحيِضايِإه ضوضماَ بضايِضن إراجلضايِإه أض ا‬
wa sallam bersabda:‫ضضمان لضهت الضجنِ ظضة‬ ‫ضمان يِض ا‬
“Dua macam manusia dari ahli neraka yang aku belum melihatnya
“Barangsiapa menjamin untukku antara dua rahangnya (yaitu mulutnya) sekarang, yaitu: (pertama) kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti
dan antara dua kakinya (yaitu kemaluannya) maka aku jamin baginya ekor-ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya; dan (kedua)
surga” (HR Al-Bukhari). wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan
menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok, kepala
Penyimpangan seksual berupa eksibisionisme biasanya diderita kaum
mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak masuk surga
pria. Kepuasan seksual penderita eksibisionis ini diperoleh dengan cara
bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga telah
memamerkan alat kelaminnya di depan umum, dengan harapan korban
tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR Muslim, dan
yang menjadi target juga akan mengalami rangsangan seksual. Penderita
Ahmad dari Abi Hurairah, Shahih).
eksibisionis lebih suka memamerkan alat kelaminnya daripada
berhubungan badan karena sudah terasosiasi dalam pikirannya bahwa ia
Rapi dan Simpatik
akan merasa lebih puas jika melakukan eksbisionisme. Ekshibisionisme
Merupakan cara pemuasan seks abnormal dengan jalan memperlihatkan Menurut ajaran Islam, berpakaian adalah mengenakan pakaian untuk
genitalnya pada orang lain yang tidak ingin melihatnya. menutupi aurat, dan sekaligus perhiasan untuk memperindah jasmani
seseorang. Sebagaimana ditegaskan Allah Swt, dalam firman-ya: “Wahai
anak cucu Adam! Susungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk 3. Hendaklah mendahulukan anggota badan yang sebelah kanan, baru
menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu. Tetapi pakaian takwa kemudian sebelah kiri.
4. Tidak menyerupai pakaian wanita bagi laki-laki, atau pakaian laki-
itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan
laki bagi wanita.
Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26). Ayat
5. Tidak meyerupai pakaian Pendeta Yahudi atau Nasrani, dan atau
ini memberi acuan cara berpakaian sebagaimana dituntut oleh sifat
melambangkan pakaian kebesaran agama lain.
takwa, yaitu untuk menutup aurat dan berpakaian rapi, sehingga tampak 6. Tidak terlalu ketat dan transparan, sehingga terkesan ingin
simpati dan berwibawa serta anggun dipandangnya. memperlihatkan lekuk tubuhnya atau mempertontonkan kelembutan
kulitnya.
Islam sangat menganjurkan kepada umatnya untuk selalu tampil rapi dan 7. Tidak terlalu berlebihan atau sengaja melebihkan lebar kainnya,
bersih dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah saw. Menyatakan bahwa sehingga terkesan berat dan rikuh menggunakannya, disamping bisa
kebersihan adalah sebagian dari iman. Artinya, orang beriman akan mengurangi nilai kepantasan dan keindahan pemakainya.
selalu menjaga kerapian dan kebersihan kapan dan di mana dia berada.
Semakin tinggi keimanan seseorang maka dia akan semakin menjaga Adab Berpakaian dalam Kehidupan Sehari-hari
kebersihan dan kerapian tersebut. Di dalam berpakaian yang diajaran
Sebagaimana muslim yang beriman, hendaknya kamu berpakaian sesuai
Islam, berpakaian tidak hanya sekedar kain penutup badan, tidak hanya
dengan ajaran Islam. Bagi wanita, pakaiannya harus menutupi seluruh
sekedar mode atau trend yang mengikuti perkembangan zaman. Islam
aurat. Artinya, seluruh tubuhnya harus tertutup oleh pakaian (busana),
mengajarkan tata cara atau adab berpakaian yang sesuai dengan ajaran
kecuali muka dan kedua telapak tangan. Selain itu, seorang muslim juga
agama, baik secara moral, yang jelas indah dipandang dan nyaman
harus menggunakan pakaian yang pantas dan menarik untuk dipandang,
digunakan. Diantara Adab Berpakaian Dalam Pandangan Islam Yaitu
sesuai dengan ukuran tubuhnya. Begitu pula bagi seorang muslim,
Sebagai Berikut:
pakaiannya harus menutupi aurat dan tidak berlebihan. Sebagai remaja,
1. Harus memperhatikan syarat-syarat pakaian yang islami, yaitu yang hendaknya kamu yang mulai membiasakan diri berpakaian secara islami
dapat menutupi aurat, terutama wanita. sesuai adab berpakaian dalam Islam. Bagi yang sudah melakukannya,
2. Pakailah pakaian yang bersih dan rapi, sehingga tidak terkesan
pertahankan sampai akhir hayatmu, bagi yang belum, mulailah dari
kumal dan dekil, yang akan berpengaruh terhadap pergaulan dengan
sekarang berpakaian secara Islam. ridak ada kata terlambat untuk berbuat
sesama.
kebaikan . Kamu tidak perlu merasa malu untuk mempraktekkan adab
pakaian secara islami, bahkan sebaliknya harus merasa bangga dan
percaya diri terhadap apa yang kamu lakukan. Untuk membiasakan diri Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama
mempraktikkan adab berpakaian secara Islami, hendaklah terlebih dahulu lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut
untuk perhatikan hal berikut ini : adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya, seperti:
Al-Kitab (Buku), Al-Furqan (Pembeda benar salah), Adz-Dzikr (Pemberi
1. Tanamkan keimanan yang kuat dalam hati, agar niat niat yang baik peringatan), Al-Mau'idhah (Pelajaran/nasihat), Al-Hukm
tidak tergoyahkan (Peraturan/hukum), Al-Hikmah (Kebijaksanaan), Asy-Syifa'
2. Yakinkan dalam hati bahwa menutup aurat bagi seorang muslim dan
(Obat/penyembuh), Al-Huda (Petunjuk), At-Tanzil (Yang diturunkan),
muslimah adalah wajib hukumnya, sehingga akan mendapat dosa
Ar-Rahmat (Karunia), Ar-Ruh (Ruh), Al-Bayan (Penerang), Al-Kalam
bagi yang meninggalkannya
3. Tanamkan keyakinan bahwa Islam tidak bermaksud memberatkan (Ucapan/firman), Al-Busyra (Kabar gembira), An-Nur (Cahaya), Al-
umatnya dalam berpakaian, bahkan sebaliknya memberikan Basha'ir (Pedoman), Al-Balagh (Penyampaian/kabar), Al-Qaul
kebebasan dan perlindungan bagi harkat dan martabat umatnya. (Perkataan/ucapan),
4. Tanamkan rasa bangga telah berpakaian sesuai ajaran Islam, sebagai
perwujudan keimanan yang kuat dri diri seorang muslim/muslimah Surat, ayat dan ruku'
Al-Qur'an terdiri atas 114 surah (surat) dan 6666 ayat. Setiap surat akan
B. Al-Quran
Al-Qur'an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al- terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat
Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni
bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada surat Al Kautsar, An-Nasr dan Al-'Așr. Surat-surat yang panjang terbagi
Nabi Muhammad melalui perantaraan Malaikat Jibril, dan sebagai wahyu lagi atas subbagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau
pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad adalah sebagaimana yang topik tertentu.
terdapat dalam surat Al-'Alaq ayat 1-5. Salah satu keajaiban Alquran,
adalah terpelihara keasliannya dan tidak berubah sedikitpun sejak Makkiyah dan Madaniyah

pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadan 14 abad yang lalu Sedangkan menurut tempat diturunkannya, setiap surat dapat dibagi atas

hingga kiamat nanti. Otentisitas Alquran sudah dijamin oleh Allah, surat-surat Makkiyah (surat Mekkah) dan Madaniyah (surat Madinah).

seperti dalam firman-Nya, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Pembagian ini berdasarkan tempat dan waktu penurunan surat dan ayat

Alquran, dan Sesungguhnya Kami pula yang benar-benar tertentu di mana surat-surat yang turun sebelum Rasulullah hijrah ke

memeliharanya.” (QS Al-Hijr: 9) Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong
surat Madaniyah. Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya  Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-
pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq, Anfaal, Al-Hijr dan sebagainya
panggilannya ditujukan kepada manusia. Sedangkan yang turun di
 Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-
Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang, menyangkut
Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas dan sebagainya
peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan
atau seseorang dengan lainnya (syari'ah). Pembagian berdasar fase
Penulisan Al-Qur'an dan perkembangannya
sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah
Penulisan (pencatatan dalam bentuk teks) ayat-ayat al-Qur'an sudah
yang turun di Mekkah.
dimulai sejak zaman Nabi Muhammad. Kemudian transformasinya
menjadi teks yang sudah dibundel menjadi satu seperti yang dijumpai
Juz dan manzil
saat ini, telah dilakukan pada zaman khalifah Utsman bin Affan.
Dalam skema pembagian lain, Al-Qur'an juga terbagi menjadi 30 bagian
dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini
Masa Nabi Muhammad
untuk memudahkan mereka yang ingin menuntaskan bacaan Al-Qur'an
Pada masa ketika Nabi Muhammad masih hidup, terdapat beberapa orang
dalam 30 hari (satu bulan). Pembagian lain yakni manzil memecah Al-
yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur'an yakni Zaid bin Tsabit, Ali
Qur'an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari
bin Abi Talib, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ubay bin Kaab.
(satu minggu). Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan
Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak
dengan pembagian subyek bahasan tertentu.
diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah
Menurut ukuran surat kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana,
Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada di dalam potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-
Al-Qur'an terbagi menjadi empat bagian, yaitu: sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an setelah wahyu

 As Sab'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al- diturunkan.

Baqarah, Ali Imran, An-Nisaa', Al-A'raaf, Al-An'aam, Al Maa-


idah dan Yunus
 Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu'min dan
sebagainya
Masa Khulafaur Rasyidin berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk
dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah
Pemerintahan Abu Bakar
bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam pada masa
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran
depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur'an.
(dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang
mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur'an dalam jumlah
Mengutip hadist riwayat Ibnu Abi Dawud dalam Al-Mashahif, dengan
yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir
sanad yang shahih:
akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk
mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang saat itu tersebar di antara
para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai “ Suwaid bin Ghaflah berkata, "Ali mengatakan: Katakanlah segala yang baik tenta
koordinator pelaksanaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai Allah, apa yang telah dilakukannya mengenai mushaf-mushaf Al Qur'an sudah atas
dan Al-Qur'an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya Utsman berkata, 'Bagaimana pendapatmu tentang isu qira'at ini? Saya mendapat beri
diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut mereka mengatakan bahwa qira'atnya lebih baik dari qira'at orang lain. Ini ham
hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar kekufuran'. Kami berkata, 'Bagaimana pendapatmu?' Ia menjawab, 'Aku berpendapat
sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya pada satu mushaf, sehingga tidak terjadi lagi perpecahan dan perselisihan.' Kami ber
yakni Hafshah yang juga istri Nabi Muhammad. sangat baik'."

Pemerintahan Utsman bin Affan


Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat
Menurut Syaikh Manna' Al-Qaththan dalam Mahabits fi 'Ulum Al
keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur'an (qira'at) yang disebabkan
Qur'an, keterangan ini menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Utsman
oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari
telah disepakati oleh para sahabat. Demikianlah selanjutnya Utsman
daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman
mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar
sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar
yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari
(menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah
dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash
jenis penulisan yang baku. Standar tersebut, yang kemudian dikenal
dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam. Ia memerintahkan mereka
dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga
agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara
saat ini. Bersamaan dengan standardisasi ini, seluruh mushaf yang
Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan
bahasa Quraish karena Al Qur'an turun dalam dialek bahasa mereka. terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur'an itu
Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia sendiri.
mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman,
Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah (mushaf al-
Imam).
Terjemahan

Al Qur'an edisi Kairo


Terjemahan Al-Qur'an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks

Naskah kuno Al-Qur'an tertua yang masih ada di dunia sampai dengan Al-Qur'an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh.

saat ini, berumur kurang lebih 100 (seratus) tahun setelah nabi Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya

Muhammad meninggal.[23] Upaya untuk menstandarisasi Al-Qur'an dari Al-Qur'an.

dilakukan di Kairo Mesir pada tahun 1923 sampai 1924. Para pakar
Sebab Al-Qur'an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan
muslim berkumpul di Kairo, Mesir dan memutuskan untuk menuliskan
untuk suatu maksud yang bervariasi; kadang-kadang untuk arti hakiki,
edisi standar Al-Qur'an mengenai penomoran surah dan ayat-ayat Al-
kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud
Qur'an, dengan mendasarkan pada tradisi lisan. Hal ini dimaksudkan
lainnya. Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan
untuk mengkoreksi semua perbedaan tulisan dan penomoran dari Al-
oleh:
Qur'an yang beraneka ragam.[24] Al-Qur'an edisi Kairo tidak ditulis
berdasarkan naskah kuno manapun, namun sangat terkenal dan
1. Al-Qur'an dan Terjemahannya, oleh Departemen Agama Republik
disebarluaskan dengan bantuan dari pemerintah Arab Saudi.
Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002
2. Terjemah Al-Qur'an, oleh Prof. Mahmud Yunus
Upaya penerjemahan dan penafsiran Al Qur'an
Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur'an telah 3. An-Nur, oleh Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash-Siddieqy
menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam,
mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun hasil usaha tersebut 4. Al-Furqan, oleh A. Hassan guru Persatuan Islam

dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi


5. Al-Qur'anu'l-Karim Bacaan Mulia, oleh Hans Bague Jassin
Terjemahan dalam bahasa Inggris antara lain: otentisitas ini adalah banyaknya penghafal Alquran yang terus lahir ke
1. The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah dunia, dan pengkajian ilmiah terhadap ayat-ayatnya yang tak pernah
Yusuf Ali berhenti.
2. The Meaning of the Holy Qur'an, oleh Marmaduke Pickthall
Kejaibannya, meski Alquran diturunkan 14 abad lalu, namun ayat-
Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan ayatnya banyak yang menjelaskan tentang masa depan dan bersifat
oleh: ilmiah. Bahkan dengan kemajuan ilmu dan teknologi saat ini, banyak
1. Qur'an Kejawen (bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam Jogyakarta ayat-ayat Alquran yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan telah
2. Qur'an Suadawiah (bahasa Sunda) berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah ekperimen
penelitian ilmiah. Berikut beberapa fakta ilmiah Alquran yang dihimpun
3. Qur'an bahasa Sunda oleh K.H. Qomaruddien
dari berbagai sumber, di mana berbagai penemuan ilmiah saat ini

4. Al-Ibriz (bahasa Jawa), oleh K. Bisyri Mustafa Rembang ternyata sesuai dengan ayat-ayatnya, yaitu:

5. Al-Qur'an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa), oleh Prof. K.H.R. Muhamad 1. Fakta tentang besi, Dalam Alquran surat Al Hadiid ayat 25
Adnan menjelaskan bahwa Allah menurunkan besi yang memiliki
kekuatan hebat dan memiliki banyak manfaat bagi manusia.
6. Al-Amin (bahasa Sunda)
Paling tidak, terdapat sembilan ayat dalam Alquran yang
7. Terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Bugis (huruf lontara), oleh KH membahas dan menjelaskan tentang besi. Salah satunya, “Dan
Abdul Muin Yusuf (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Urwatul Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah
Wutsqaa Benteng Sidrap Sulsel) Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di
gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang
Para ulama sependapat, di antara sekian banyak mukjizat yang Allah memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang
berikan kepada Nabi Muhammad saw, yang terbesar adalah Alquran. memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah
Alquran adalah kitab suci penyempurna kitab-kitab suci para nabi menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri
sebelumnya. Alquran bukan hanya petunjuk untuk mencapai kebahagiaan (kepada-Nya).” (QS An-Nahl: ayat 81)
hidup bagi umat Muslim, tapi juga seluruh umat manusia. Bukti 2. Fakta penciptaan berpasangan, Surat Yaasin ayat 36
menjelaskan, Allah menciptakan segala sesuatu secara
berpasang-pasang. Dalam ayat lain, Allah uga berfirman, “Dan Biologi modern telah berhasil mengungkap petunjuk dari ayat
segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu itu. Pertumbuhan bayi di dalam rahim melewati tiga tahap (tiga
mengingat akan kebesaran Allah.” (QS Adz-Zaariyat: 49). kegelapan). Alquran menggunakan istilah ‘kegelapan’ karena
Menurut ayat ini, Allah menciptakan yang berpasangan tidak memang proses penciptaan manusia dalam perut ibu terjadi di
hanya manusia, melainkan segala sesuatu yang tumbuh dari dalam rahim yang gelap. Tahap-tahap itu, pertama, tahap Pre-
bumi dan berbagai partikel yang tidak terlihat mata. Seorang embrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel
ilmuwan asal Inggris, Paul Dirac, berhasil melakukan penelitian kemudian menjadi segumpalan sel yang membenamkan diri
yang membuktikan bahwa materi diciptakan secara pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot, sel-sel
berpasangan. Penemuannya dinamakan ‘Parite. Dia memperoleh penyusunnya mengatur diri mereka sendiri untuk membentuk
Nobel di bidang fisika pada tahun 1933 karena penemuannya tiga lapisan.
5. Fakta tentang relativitas waktu, Albert Einstein pada awal abad
itu.
3. Fakta tentang garis edar tata surya, Matahari, planet, satelit dan 20 berhasil menemukan teori relativitas waktu. Teori ini
benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing- menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan.
masing. Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang Waktu dapat berubah sesuai dengan keadaannya. Beberapa ayat
alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya seperti: dalam Alquran juga telah megisyaratkan adanya relativitas
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari waktu ini, di antaranya dalam Alquran surat Al Hajj ayat 47,
dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam surat As Sajdah ayat 5 dan Alquran surat Al Ma’aarij ayat 4
garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33) “Dan matahari berjalan
ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha
Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38) Pengamatan
astronomi telah membuktikan kebenaran fakta ini. Menurut ahli
astronomi, matahari bergerak sangat cepat dengan kecepatan
mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam
sebuah garis edar yang dinamakan Solar Apex.
4. Fakta tentang penciptaan manusia dalam 3 tahap, Dalam
Alquran surat Az Zumar ayat 6 dijelaskan, manusia diciptakan
dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan. Perkembangan ilmu