Anda di halaman 1dari 4

TUGAS UAS METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH GEMPA TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN DI


SUKABUMI

Disusun oleh:

Selvi Dyah Ayu Hendriyani

051001400095

Dosen:

Dr. Ir. Trihono Kadri, MS.

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

2017
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Sukabumi merupakan daerah yang berpapasan langsung dengan Samudera Hindia dan
di kellingi oleh gunung berapi aktif yang masih di manfaatkan sumber daya gas alamnya.
Dengan di kelilingi oleh gunung berapi aktif dan berpapasan langsung dengan Samudera
Hindia membuat daerah ini sering terjadi gempa, baik gempa berskala besar maupun kecil.

1.2. Rumusan Masalah


Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan dengan singkat :
1. Apa dampak dari gempa yang terjadi di daerah Sukabumi
2. Apa dampak struktur bangunan di daerah Sukabumi itu sendiri
3. Bagaimana cara memperkecil kerugian dan kerusakan yang terjadi akibat gempa.

1.3. Maksud dan Tujuan


Dari rumusan masalah yang ada kita dapat menjelaskan maksud dan tujuan yang
dimaksud, antaralain :
1. Mengatahui dampak apa saja yang terjadi akibat gempa
2. Mengethui struktur bangunan di daerah rawan terjadi gempa
3. Mengetahui cara memperkecil dampak yang ada baik kerugian material maupun
kerusakan akibat gempa
4. Untuk menerapkan di tempat atau daerah rawan gempa lainnya
5. Untuk bahan belajar bagi mahasiswa teknik sipil nantinya.
BAB II

PEMBAHASAN

Telah terjadi gempa berkekuatan 6,3 skala richter hari senin tanggal 12 Juni 2017 pukul
06:15:07 WIB pagi hari yang berpusat di laut selatan jawa atau sekitar 179 km Baratdaya
daerah Kota Sukabumi, Jawa Barat. Menurut hasil analisis gempa yang berselang 5-6 detik ini
tidak memicu akan terjadinya tsunami.

Masyarakat yang sebelumnya sering di beri pengarahan dan simulasi mengahadapi


gempa dan tsunami keluar rumah dan tidak menimbulkan kepanikan. Di Sukabumi sendiri
merupakan daerah yang sering terjadi gempa, dengan demikian pemerintah setempat sudah
menetapkan peraturan – peraturan apalagi dalam hal pembangunan.

Pemerintah sendiri menerapkan aturan yang dimana bila ingin membangun di utamakan
bangunan yang tahan gempa dan tidak lebih dari 5 untuk bangunan apapun, serta
konstruksinya yang tidak terlalu rumit. Hal ini diterapkan guna memperkecil tingkat kerusakan
dan kerugian akibat gempa seperti retak yang bisa menimbulkan robohnya suatu bangunan
akibat gempa dan pengerjaanya yag tidak benasr dan tidak kuat gempa.

Dengan demikian dampak yang terjadi akibat gempa sangatlah kecil karena dengan
adanya peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Sukabumi.
BAB III

KESIMPULAN

Sukabumi merupakan daerah yang berpapasan langsung dengan Samudera Hindia


dan di kellingi oleh gunung berapi aktif yang mengakibatkan sering terjadinya gempa.
Dengan gempa yang sering terjadi tersebut membuat Pemerintah membuat suatu
peraturan guna memperkecil kerusakan dan keugian akibat gempa. Aturan yang dibuat
oleh Pemerintah Sukabumi yaitu bila ingin membangun di utamakan bangunan yang tahan
gempa dan tidak lebih dari 5 untuk bangunan apapun, serta konstruksinya yang tidak
terlalu rumit.