Anda di halaman 1dari 6

A.

PROSEDUR KERJA
1. Hari pertama PERSIAPAN SAMPEL & ISOLASI ke media
EA,MCA,SSA,dan TCBSA
a. Persiapa sampel
1) Disiapkan Alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Dilarutkan 2 gram feses dalam 5 ml aquadest
3) Dihomogenkan
b. Isolasi ke media EA
1) Disiapkan Alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Dipipet 50 µl sampel tersebut lalu dimasukkan kedalam media EA
3) Disebar atau dizig-zag secara sinambung sampel pada media
dengan menggunakan ose yang telah dipijarkan diatas api bunsen
sebelum dan sesudah melakukan pemindahan.
4) Ditunggu hingga kering, kemudian dimasukkan kedalam incubator
pada suhu 37ºC selama 1 x 24 jam.
5) Diaati petubuh koloni.
c. Isolasi ke media MCA
1) Disiapkan Alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Dipipet 50 µl sampel tersebut lalu dimasukkan kedalam media
MCA
3) Disebar atau dizig-zag secara sinambung sampel pada media
dengan menggunakan ose yang telah dipijarkan diatas api bunsen
sebelum dan sesudah melakukan pemindahan.
4) Ditunggu hingga kering, kemudian dimasukkan kedalam incubator
pada suhu 37ºC selama 1 x 24 jam.
5) Diamati pertumbuha koloni.
d. Isolasi ke media SSA
1) Disiapkan Alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Dipipet 50 µl sampel tersebut lalu dimasukkan kedalam media
SSA
3) Disebar atau dizig-zag secara sinambung sampel pada media
dengan menggunakan ose yang telah dipijarkan diatas api bunsen
sebelum dan sesudah melakukan pemindahan.
4) Ditunggu hingga kering, kemudian dimasukkan kedalam incubator
pada suhu 37ºC selama 1 x 24 jam.
5) Diamati pertumbuha koloni.
e. Isolasi ke media TCBSA
1) Disiapkan Alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Dipipet 50 µl sampel tersebut lalu dimasukkan kedalam media
TCBSA
3) Disebar atau dizig-zag secara sinambung sampel pada media
dengan menggunakan ose yang telah dipijarkan diatas api bunsen
sebelum dan sesudah melakukan pemindahan.
4) Ditunggu hingga kering, kemudian dimasukkan kedalam incubator
pada suhu 37ºC selama 1 x 24 jam.
5) Diamati pertumbuha koloni.
2. Hari kedua (PEWARNAAN GRAM,UJI KATALASE,& INOKULASI)
pada media EA,MCA,SSA,dan TCBSA
a. Pewarnaan gram EA,MCA,SSA,dan TSIA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose bulat.
3) Diambil bakteri sebanyak 1-2 ose kemudian diletakkan ke objek
glass dengan cara seperti baygon.
4) Difiksasi kaca preparat sebanyak 3 kali diatas api Bunsen.
5) Ditambahkan 2-3 tetes Kristal violet,kemudian diamkan selama 2
menit.
6) Dicuci air mengalir.
7) Ditambahkan 2-3 tetes lugol,kemudian diamkan selama 1-2 menit.
8) Dicuci air mengalir.
9) Ditambahkan 2-3 tetes alcohol 96%,kemudiankan diamkan selama
30 detik.
10) Dicuci air mengalir.
11) Ditambahkan 2-3 tetes air fuksin,kemudian diamkan selama 1
menit.
12) Dicuci air mengalir.
13) Dikeringakan di atas tissue kering.
14) Diamati menggunakan mikroskop perbesaran 10 kali,40 kali, dan
100 kali di tambahkan oil emersi.
b. Uji katalase EA,MCA,SSA,dan TSIA
1) Disiapkan alat dan baha pada media
2) Dipijarkan ose bulat.
3) Diambil bakteri sebanyak 1-2 ose kemudian diletakkan ke objek
glass dengan cara seperti baygon.
4) Ditambahkan 1 tetes H2O2 pada preparat tersebut.
5) Diamati adanya gelembunnya.
c. Isolasi pada TSIA
I. Pada EA ke TSIA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media EA kemudian ditusukkan
pada media TSIA,jangan sampai dasar tabung secara aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu
37ºC.
5) Diamati butt,slant,H2S dan gas.
II. Pada MCA ke TSIA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media EA kemudian ditusukkan
pada media TSIA,jangan sampai dasar tabung secara aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu
37ºC.
5) Diamati butt,slant,H2S dan gas.
3. Hari ketiga da keempat(INOKULASI & IDENTIFIKASI) ke uji Biokimia
a. Pada media MIO
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media TSIA kemudian ditusukkan
pada media MIO,jangan sampai dasar tabung secara aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu 37ºC.
5) Dimati motility pada media ditandai degan (+) warna hitam pada
daerah tusukan.
6) Ditambahkan larutan kovaks sebanyak 5 sampai 10 tetes pada
media lalu homogenkan.
7) Diamati indolnya ditandai dengan (+) cicin ungu dan diamat
ornitinya ditadai dengan (+) perubauhan warna menjadi kuning.
8) Dicatat hasil identifikasi.
b. Pada media MRVP(uji MR)
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media TSIA kemudian
dihomogenkan pada media MR,jangan sampai dasar tabung secara
aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu 37ºC.
5) Setelah diinkubasi ditambahkan 5 tetes reagen metilen red (MR)
pada media MR lalu homogenkan.
6) Diamati petumbuhan pada media ditandai dengan perubuhan
media (+) berwarna merah.
7) Dicatat hasil identifikasi.
c. Pada media MRVP(uji VP)
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media TSIA kemudian
dihomogenkan pada media VP,jangan sampai dasar tabung secara
aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu 37ºC.
5) Setelah diinkubasi Diteteskan 10 tetes alfa naftol (neftboll) 5%
pada media VP lalu homogenkan.
6) Ditambahkan lagi 15 tetes KOH 40% pada media VP lalu
homogenkan.
7) Diamati petumbuhan pada media ditandai dengan perubuhan
media (+) berwarna merah.
8) Dicatat hasil identifikasi.
d. Pada media SCA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media TSIA kemudian ditusukkan
pada media SCA,jangan sampai dasar tabung secara aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu 37ºC.
5) Diamati petumbuhan pada media ditandai dengan perubuhan
media (+) berwarna biru.
6) Dicatat hasil identifikasi.
e. Pada media UREA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media TSIA kemudian ditusukkan
pada media UREA,jangan sampai dasar tabung secara aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu 37ºC.
5) Diamati petumbuhan pada media ditandai dengan peruhbuhan
media (+)berwarna merah atau ungu.
6) Dicatat hasil identifikasi.
f. Pada media LIA
1) Disiapkan alat dan bahan.
2) Dipijarkan ose lurus menggunakan api bunsen.
3) Diambil 1-2 ose biakan pada media TSIA kemudian ditusukkan
pada media KIA,jangan sampai dasar tabung secara aseptic.
4) Diinkubasi di inkubator selama 1 kali 24 jam dengan suhu 37ºC.
5) Diamati petumbuhan pada media ditandai dengan perubuhan
media (+) berwarna ungu.
6) Dicatat hasil identfikasi