Anda di halaman 1dari 3

Degradasi Lingkungan: Deforestasi Di Indonesia

Deforestasi adalah proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk
diambil kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan. Bisa juga
disebabkan oleh kebakaran hutan baik yang disengaja atau terjadi secara alami.
Deforestasi mengancam kehidupan umat manusia dan spesies mahluk hidup lainnya.
Sumbangan terbesar dari perubahan iklim yang terjadi saat ini diakibatkan oleh
deforestasi.

Deforestasi terjadi baik di hutan temperate maupun di hutan hujan tropis. Hanya saja
saat ini dunia sangat mengkhawatirkan laju deforestasi yang terjadi di hutan hujan
tropis. Hal ini tidak terlepas dari penyustan hutan hujan tropis yang sangat besar.
Padahal hutan tersebut berfungsi sebagai penyangga kehidupan di bumi yang kaya
dengan keanekaragaman hayati dan menjadi penyimpan cadangan biomossa karbon
paling besar.

Negara-negara yang memiliki hutan tropis tercatat mengalami deforestasi signifikan.


Negara-negara tersebut diantaranya Brasil, Indonesia, dan Republik Demokratik
Kongo. Indonesia merupakan negara dengan deforestasi paling paling parah di dunia.
Bila ditarik satu abad kebelakang, Indonesia telah kehilangan 15,79 juta hektar hutan
tropis.

Grafik Deforestasi Hutan Indonesia 2004-2014 − WWF Indonesia/Data


Statistik Kehutanan
(Sumber: nationalgeographic.co.id)
Deforestasi terjadi karena desakan konverasi lahan untuk permukiman, infrastruktur,
dan pemanenan hasil kayu untuk industri. Selain itu juga terjadi konversi lahan untuk
perkebunan, pertanian, peternakan dan pertambangan. Berdasarkan catatan organisasi
lingkungan WWF, faktor terbesar yang menyebabkan deforestasi antara lain:

 Konversi pertanian. Populasi manusia yang terus membengkak membutuhkan


pasokan bahan pangan yang semakin besar. Untuk memenuhi itu, kebun-kebun
baru untuk kedelai dan gula di Brasil dibuka secara massif. Permintaan
terhadap biofuel juga telah mengakibatkan perluasan perkebunan kelapa sawit
di Indonesia secara massif.
 Illegal logging. Hampir 50% pemanenan kayu di hutan-hutan alam
merupakan illegal logging. Pemerintah di berbagai negara telah mencoba
mengawasi mulai dari pemanenan kayu di hutan hingga penjualannya. Namun
hal ini belum bisa memberantas illegal logging dengan efektif. Hutan hujan
tropis di Brasil, Kongo, Indonesia dan Rusia masih menjadi ajang pembalakan
liar.
 Kebakaran hutan. Jutaan hektar hutan telah lenyap akibat kebakaran
hutan setiap tahunnya. Deforestasi dari kebakaran hutan lebih banyak
dibanding deforestasi akibat konversi pertanian dan illegal logging disatukan.
Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan juga lebih besar, karena
berpotensi menghilangkan plasma nutfah dan ancaman langsung bagi manusia,
seperti gangguan kesehatan, kehilangan materi, dan jiwa.
 Penggunaan kayu bakar. Penggunaan kayu untuk bahan bakar di seluruh
dunia masih signifikan sebagai salah satu pendorong deforestasi. Setengah dari
praktek illegal loggingdidorong oleh konsumsi kayu bakar.

Desakan kebutuhan konversi lahan hutan diperparah dengan lemahnya pengawasan


dan metode yang digunakan dalam mengelola hutan. Sebut saja misalnya pembersihan
lahan untuk pertanian dan perkebunan. Masih banyak yang menggunakan cara-cara
dengan membakar hutan.

Untuk mencapai pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan SDM yang baik.
Dikutip dari kompas.com1,Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menangani
masalah-masalah kehutanan adalah dengan membentuk dan memberdayakan Kesatuan
Pengelolaan Hutan (KPH) di seluruh Indonesia.

https://regional.kompas.com/read/2016/08/30/15362721/setiap.tahun.hutan.indonesia.hilang.684.0
00.hektar , dikutip pada tangal 25 Maret 2018, pukul 16.54
Daftar Pustaka

Hendra, Cipto. (2016). Setiap Tahun, Hutan Indonesia Hilang 684.000 Hektar. Diakses
pada 25 maret 2018 terdapat pada: regional.kompas.com

Mubariq, Ahmad. (2010). Kehutanan. Diakses pada 25 maret 2018 terdapat pada:
https://www.wwf.or.id/program/reduksi_dampak_lingkungan/kehutanan/