Anda di halaman 1dari 6

1.

Data Pengamatan

1.1.SA
Potensial Anoda
a) Potensial anoda korban : -1,687 V / CSE
b) Potensial proteksi : -1,679 V / CSE
c) Potensial Natural pipa

Waktu Potensial
(menit) (V/CSE)
0 -0,763
15 -0,718
30 -0,714
*keterangan : pengukuran tidak dilanjutkan karena potensial sudah konstan
d) Potensial Pipa dengan variasi jarak elektroda CSE

Jarak (m) Potensial


(V/CSE)
1 -0,710
2 -0,717
3 -0,709
4 -0,694

1.2.Iccp

a) Pengukuran potensial proteksi dengan variasi kedalaman groundbed


Kedalaman ground bed (cm) Potensial (V/CSE)
10 -0,779
20 -0,793
30 -0,812
40 -0,815

b) Pengukuran potensial proteksi dengan variasi jarak groundbed terhadap pipa


Jarak (m) Potensial (V/CSE)
1 -0,755
2 -0,988
3 -0,990
4 -1,008

c) Pengukuran potensial pipa tiap testbox


Testbox Potensial
1 -1,181
2 -1,120
3 -1,112
4 -0,492
5 -0,387

d) Jembatan

Jembatan Potensial Potensial Potensial Potensial


jembatan jembatan Jembatan Jembatan
Sebelum diberi Sebelum Setelah diberi Setelah
arus (V/CSE) diberi arus (V/CSE) diberi arus
arus (V/SHE)
(V/SHE)
1 -0,332 -1,224
2 -0,3426 -1,199

2. Pengolahan data

2.1.SA
a) Pengaruh potensial natural pipa terhadap waktu

Grafik Potensial Natural Pipa terhadap Waktu


-0.71
0 5 10 15 20 25 30 35
Potensial Natural Pipa (V/CSE)

-0.72

-0.73

-0.74

-0.75

-0.76

-0.77
Waktu (menit)

b) Pengaruh potensial natural pipa terhadap jarak anoda korban


Grafik Potensial Pipa terhadap Jarak
Elektroda CSE
-0.69
Potensial Natural Pipa (V/CSE)

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5


-0.695

-0.7

-0.705

-0.71

-0.715

-0.72
Jarak Anoda Korban (m)

2.2.ICCP

a) Pengukuran potensial proteksi dengan variasi kedalaman groundbed

Grafik Potensial Proteksi terhadap


Kedalaman Groundbed
-0.775
Potensial Natural Pipa (V/CSE)

-0.78 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45
-0.785
-0.79
-0.795
-0.8
-0.805
-0.81
-0.815
-0.82
-0.825
Kedalaman Groundbed (m)

b) Pengukuran potensial proteksi dengan variasi jarak groundbed terhadap pipa


Grafik Potensial Proteksi terhadap
Jarak Groundbed
0
Potensial Natural Pipa (V/CSE) 0 1 2 3 4 5

-0.4

-0.8

-1.2
Jarak Groundbed (m)
3. Pembahasan

Pada praktikum kali ini dilakukan proteksi katodik pada pipa dengan metode
anoda korban (Sacrificial Anode) dan arus paksa atau ICCP (Impressed Current
Cathodic Protection ).

Pada kondisi awal, pipa dalam keadaan terproteksi karena tersambung dengan
anoda korban. Untuk mengetahui potensial natural pipa tanpa proteksi, maka
sambungan pipa dengan anoda korban diputus dan dilakukan pengukuran potensial
selnya dalam rentang periode tertentu sampai potensial sel konstan. Didapat potensial
sel pada t0 sebesar -0,763 V/CSE. Potensial sel pipa tersebut mengalami kenaikan pada
menit ke-15 menjadi -0,718 V/CSE dan mulai konstan pada menit ke-30 dengan
potensial sel pipa sebesar -0,714 V/CSE. Maka potensial natural pipa tanpa proteksi
sebesar -0,714 V/CSE.

Dari hasil pengujian di lapangan didapat potensial anoda korban sebesar -1,687
V/CSE. Potensial anoda korban tersebut relatif lebih negatif dibandingkan dengan
potensial natural pipa. Hal tersebut sesuai dengan teori bahwa potensial anoda korban
harus lebih negatif dibanding potensial logam yang akan diproteksinya sehingga secara
spontan memberikan arus listrik searah pada struktur logam yang dilindungi dan
menyebabkan potensial logam akan turun menuju daerah imunnya (Utami,2009).

Dari grafik potensial natural pipa terhadap jarak anoda korban didapatkan slope
positif yang berarti semakin jauh jarak antara anoda korban dengan elektroda CSE,
semakin positif potensialnya. Hal tersebut disebabkan karena semakin jauh jarak antara
anoda korban dengan elektroda CSE, semakin jauh aliran arus dari anoda korban.

Hasil pengukuran pipa yang terproteksi sebesar -1,679 V/CSE. Potensial pipa
terproteksi relatif lebih negatif terhadap potensial natural pipa yang sebesar -0,714
V/CSE. Hal tersebut sesuai dengan teori bahwa pipa yang terproteksi akan mengalami
penurunan potensial menuju daerah imunnya.
Selanjutnya dilakukan pengukuran potensial pada pipa yag dilindungi dengan
proteksi katodik jenis ICCP. Pengukuran dilakukan dengan variasi kedalaman
groundbed, variasi jarak groundbed thd pipa, dan pengukuran pipa 18 meter pada
tempat yang berbeda-beda. Groundbed yang dipakai merupakan jenis MMO (Metal
Mixed Oxide).
Pada pengukuran dengan variasi kedalaman groundbed, semakin dalam
groundbed ditancapkan semakin negatif potensial yang terukur. Hal ini dapat
disebabkan karena jika groundbed semakin dalam ditancapkan maka luas permukaan
untuk mengalirkan elektron lebih besar dan membuat pembacaan potensial lebih besar.
Pada pengukuran dengan vairasi jarak groundbed, semakin jauh groundbed
semakin negatif potensial yang terukur. Seharusnya semakin jauh goundbed semakin
kecil negatif potensialnya, karena pipa semakin jauh dari sumber arus. Tetapi karena
tanah untuk menancapkan groundbed mempunyai kemiringan maka potensial
pengukuran meningkat seperti saat pengukuran dengan variasi kedalaman.
Pada pengukuran pipa dengan panjang 18 meter, diukur potensial pipa pada
testbox yang berbeda beda. Pada testbox pertama yang berada dekat grounbed
mendapat potensial sebesar -1,181 V/CSE. Test box kedua dan ketiga berada lebih jauh
dari groundbed. Namun testbox kedua yang seharusnya mempunyai negatif potensial
yang lebih kecil, mendapat potensial sebesar -1,21 V/CSE. Hal ini disebabkan adanya
batu-batuan yang merupakan penghantar arus. Untuk testbox 4 dan lima, yang memiliki
potensial yang jauh lebih kecil dari yang lain, terdapat insulting joint yang diantara pipa
di testbox 4 dan 5 dengan yang lain sehingga potensialnya berbeda.
Selain dihitung potensial pipa dihitung juga potensial yang berada di bawah
pipa. Potensial jembatan berada pada kondisi terkorosi. Setelah disambungkan dengan
pipa potensial jembatan berada pada kondisi imun dan hampir sama dengan potensial
pipa. Hal ini dapat menunjukan apabila ada kebocoran arus pada pipa dapat dilihat dari
potensial pipa dibawahnya. Apabila sama atau mendekati potensial pipa berarti terjadi
kebocoran arus.