Anda di halaman 1dari 5

1

Relining and Rebasing


drg. Suyadi
Pasien pemakai GTSL dan GTL berbahan acrylic suatu saat akan mengalami penyusutan
(atropi) pada jaringan pendukungnya, biasanya disebabkan :
1- Proses alami karena jaringan pendukung yang kehilangan giginya.
2- Pasien mengidap Diabetes mellitus yang parah dan tidak terawat.
Persentuhan yang sempurna antara Fitting surface suatu protesa dengan permukaan mukosa
jaringan pendukung pasti akan memberi stabilisasi dan kenyamanan saat pemakaian protesa gigi,
sedangkan pada GTL kondisi tersebut selain akan memberi sumbangsih stabilisasi juga akan
menambah retensi. Penyusutan jaringan pendukung pasti akan menurunkan kondisi tersebut
sehingga relining dengan memanfaatkan bahan self curing acrylic perlu dilakukan.
Lining yang sempurna juga memberi sumbangsih untuk terciptanya stabilisasi dan retensi bagi
pemakaian GTSL dan GTL.
Rebasing adalah upaya membentuk ulang Fitting suface dan Polishing surface sebuah
protesa gigi berbahan hot/heat curing acrylic karena cacat produksi misalnya poreus
(berlubang-lubang) atau juga clauded (gambaran warna awan) atau cacat karena kurang bahan
hot curing acrylic sehingga estetika serta kenyamanan terganggu. Rebasing dengan self curing
acrylic adalah usaha untuk mengkoreksi cacat produksi denture tersebut.
Relining juga upaya untuk membentuk kembali lingir (tepi) dari sayap (flange) sebuah protesa
GTSL dan GTL sehingga kondisinya sesuai seperti yang diinginkan dokter gigi pada aspek
hubungan protesa gigi dengan batas mukosa pipi yang bergerak dan tidak bergerak (fornix),
misalnya karena lingir sayap yang retak, pecah atau yang menekan melampaui batas mukosa
fornix akibat penyusutan jaringan pendukung. Lingir adalah bagian tepi dari sayap (flange)
protesa gigi sehingga merupakan fitting surface juga.
Kondisi yang sempurna pada fitting surface memberi kontribusi yang besar terhadap retensi dan
stabilisasi protesa gigi pada rongga mulut termasuk eliminasi permukaan fitting surface yang
menyentuh torus palatinus, frenulum dan insertio otot-otot diseputar rongga mulut.
Penyusutan jaringan pendukung diantaranya dapat disebabkan pada kasus :
- Immediate prothesa.
- Jarak pencetakan rahang yang hanya selisih beberapa hari setelah pencabutan gigi.
- Cacat tulang alveolus karena trauma.
2

- Diabetes mellitus yang tidak terawat.


- Karena kurun waktu edentoluos yang lama.
Kegagalan relining dapat terjadi bila saat pengisian selfcuring acrylic tidak memperhatikan
lokasi dan besaran (volume) penyusutan jaringan pendukung sehingga stabilisasi terganggu.
Kegagalan dapat juga berupa base plate bertambah tebal sehingga GTL rahang atas bertambah
berat karena volume self curing melampaui batas yang dibutuhkan, demikian hilanglah retensi
dan sekaligus vertical dimension jadi bertambah tinggi dengan akibat ikutannya terjadi Clicking
(bunyi klek-klek akibat benturan gigi atas dan bawah waktu mengunyah maupun waktu
berbicara..
Cara yang disajikan dalam tulisan berikut ini memberi peluang besar akan keberhasilan
relining pada prothesa lepasan berbahan hot/heat curing acrylic terutama pada single denture
ataupun full prothesa.
Tatalaksana Relining.
1-Inspeksi.
Semisal pada kasus relining pada Single denture (gigi palsu lengkap hanya 1 rahang saja).
Pasien diminta memakai Single denture-nya, amati stabilitas duduknya protesa pada mulut, bila
tidak stabil amati apakah disebabkan karena adanya torus palatinus dengan fitting surface yang
tidak di-eliminasi (tidak di-grinding) ataukah karena adanya bagian lingir yang bersentuhan
dengan frenulum atau karena ada otot-otot sekitar rongga mulut yang mengungkit protesa. Bila
sebab-sebab itu tidak ada maka relining perlu dilakukan dengan dugaan telah terjadi penyusutan
jaringan pendukung, dugaan tersebut diperkuat dengan anamnesa.
Untuk relining pada lingir flange amati hubungan lingir flange dengan batas lipatan mukosa
mulut yang bergerak, bila lingir bersentuhan bahkan mendesak batas mukosa yang bergerak
berarti perlu di relining, begitu pula bila batas lingir sayap (flange) protesa dalam hubungannya
dengan batas mukosa yang bergerak ada jarak lebih dari 2 mm misalnya karena pecah.

2- Cara kerja dan bahan.


a- Siapkan : Alginat, air, bowl dan spatula-nya, lembaran malam merah, round boor, Arkansas
stone , powder dan liquid selfcuring acrylic, stelon pot, cement spaltel dan alat poles.
b- Kurangi ketinggian lingir sehingga tidak bersentuhan dengan mukosa bergerak sejarak 3 mm.
3

c- Cari letak lokasi dan besaran penyusutan jaringan pendukung dengan menyiapkan adonan
alginat encer, tuang pada fitting surface. Segera pasang (insersi) single denture dalam mulut
pasien dan perintahkan untuk menggigit Setelah adonan alginate mengeras lepaskan Single
denture dari mulut pasien, maka akan ditemukan lokasi dan besaran (volume) penyusutan
jaringan pendukung sebagaimana ditunjukkan oleh alginate yang menempel. Bila alginate tidak
mencetak sempurna karena kurang bahan maka alginate dibuang dan lakukan cetak ulang
sampai gambaran fitting surface sempurna.
d- Bila fittting surface dari alginat tergambar sempurna buat out line lokasi penyusutan yang
ditandai dengan memperforasi baseplate dengan round boor dan beberapa lubang lagi
diantaranya.
Volume alginate pada fitting surface sama dengan volume selfcuring acrylic yang dibutuhkan.
e- Lepaskan alginate yang melekat pada single denture, fitting surface dibersihkan dan keringkan
lalu fitting surface dilingkup lokasi penyusutan di grinding dengan Arkansas stone hingga
permukaannya menjadi kasar dan lebih tipis untuk menjamin perlekatan selfcuring acrylic pada
base plate. Lubang-lubang perforasi didalam lingkup outline dibuat untuk memberi peluang
kelebihan adonan selfcuring dapat keluar sehingga besaran volume dan lokasi penyusutan akan
terisi dengan selfcuring acrylic secara tepat.
f- Tuangkan adonan selfcuring acrylic pada lokasi penyusutan dengan volume yang sudah
diperkirakan sesuai dengan volume alginate yang sudah kita lepas dari fitting surface.
g- Ukurlah besaran Vertical dimention pasien dengan mengukur jarak pupil-sudut bibir dengan
lembaran malam merah lalu diberi tanda. Pasien diminta menggigit single denture-nya perlahan-
lahan sambil kita mengukur Vertical dimention-nya dengan lembaran malam merah pada jarak
cuping hidung-dasar dagu. Kalau Vertical dimension sudah didapat maka pasien diperintahkan
untuk menekan gigitannya pelan-pelan sampai didapat tambahan kedalaman 2 mm untuk Free
way space-nya, lalu perintahkan untuk stop tidak menambah tekanan gigitan. Kelebihan
adonan self curing acrylic akan mengalir keluar melalui lubang-lubang perforasi yang dibuat
pada base plate dan flange serta juga melalui lingir sayap.

3- Finishing.
Kurangi ketinggian lingir antara 1mm – 2 mm dari batas mukosa yang bergerak. termasuk
membebaskan sentuhan lingir dengan frenulum dan dengan insersi otot-otot rongga mulut. Buat
4

seal pada lingir flange sepanjang sisi bukal-labial dengan bahan self curing acrylic setebal 1 mm
selebar 2 mm. Haluskan semua kelebihan selfcuring acrylic yang mengalir keluar lewat lubang-
lubang perforasi dan di poles. Seal dibuat untuk menjamin saliva tidak masuk ke fitting surface
dan sekaligus akan menambah tekanan retensi otot pipi dan otot bibir pada protesa kearah
jaringan pendukung tanpa mengungkit protesanya. Demikian relining selesai.
Sebagaimana kelemahan semua produk manusia maka kekurangan (disadvantage) yang
muncul disini yaitu berupa menurunnya nilai estetika dengan tampak adanya sedikt perbedaan
warna dari isian2 selfcuring acrylic pada flange labial yang sedikit berbeda dengan warna acrylic
semula. Dan itu bisa dikoreksi dengan self curing yang dilapisi pada flange labial tersebut setelah
permukaan polishing surface pada labial flange ditipiskan dan dikasarkan terlebih dahulu dengan
Arkansas stone. Jangan lupa polishing pada tahap terakhir harus sempurna.

Tatalaksana Rebasing.
Rebasing sebagai upaya dokter gigi untuk menyempurnakan Fitting surface dan Polishing
surface karena cacat produksi semisal poreusitas, clauded maupun karena pengisian bahan
adonan heat curing acrylic yang kurang volumenya. Rebasing dibedakan berdasarkan lokasinya.
a- Rebasing pada permukaan polishing surface dilakukan dengan cara grinding bagian yang
cacat dengan arkansas stone yang kasar sedalam 2 mm lalu isi dengan adonan self curing
acrylic secara lege artis ( sesuai aturan seni), lalu dipoles.
b- Rebasing pada permukaan fitting surface, caranya :
1- Permukaan fitting surface yang cacat di grinding dengan Arkansas stone yang kasar
sehingga bagian yang cacat tergerus hilang.
2- Bagian yang tergerus dibuat perforasi dengan round boor.
3- Isi bagian yang tergerus dengan adonan selfcuring acrylic secukupnya dan insersi
protesa itu ke dalam mulut pasien maka kelebihan adonan (ekses) akan keluar lewat
lubang perforasi.
4- Ekses dipoles.
Rujukan :
1- Denture Relining and Rebasing. Dr. Amir Mehmood Butt, Jurnal.
2- Assistensi, Drg. Sudaryanto. MDSc.
Klaten, 11 Maret 2015.
5