Anda di halaman 1dari 35

BAB I DASAR-DASAR PERPETAAN

Peta Topografi merupakan gambaran permukaan fisik bumi yang diproyeksikan pada bidang datar atau seperti terlihat dari atas dan diperkecil dengan perbandingan tertentu serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya baik secara visual maupun matematis. Berdasarkan tata cara penggambaran relief, ada 4 (empat) jenis peta

topografi, antara lain : Peta Topografi Kontur, Peta Topografi Hachures, Peta Topografi Tinting, Peta Topografi Shading. Jenis peta topografi yang dipergunakan untuk penelitian dan pekerjaan bersifat teknis adalah Peta Topografi Kontur yaitu peta yang menggambarkan relief sebagai garis-garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik- titik ketinggian sama pada peta topografi, memiliki sifat :

  • a. Garis kontur mewakili suatu nilai ketinggian tertentu

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 1
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
1
  • b. Setiap kelipatan 5 atau 10 daripada garis kontur digambarkan dengan garis yang lebih tebal yang disebut Kontur Indeks.

  • c. Garis kontur yang sangat renggang atau tanpa garis kontur, menunjukkan dataran, garis kontur yang rapat – sangat rapat menunjukkan lereng terjal – sangat terjal.

  • d. Garis kontur tidak akan saling berpotongan, dalam keadaan ekstrim pada relief berlereng sangat curam, tegak dan lereng menggantung boleh garis kontur digambarkan berimpit.

  • e. Garis kontur tidak berpotongan, tidak bercabang, jika membulat menutup kedalam, menunjukkan bukit atau cekungan (apabila pada garis kontur paling dalam dilengkapi dengan arsiran / sisir)

  • f. Garis kontur yang berpotongan dengan sungai, akan meruncing membentuk huruf V, dimana arah runcingannya searah dengan atau menunjukkan arah hulu sungai.

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 2
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
2
  • g. Garis kontur selalu berakhir pada tepi peta. Jarak antara 2 garis kontur yang berdekatan disebut Interval Kontur. Sebelum membaca peta perlu kiranya untuk

memahami informasi yang berada pada tepi peta/sekeliling peta. Informasi peta terdiri atas:

A. Informasi Umum

  • 1. Judul peta, menandakan daerah yang tergambar

dalam peta

  • 2. Nomor seri peta

  • 3. Nomor lembar

  • 4. Keterangan edisi

Untuk peta Topografi Indonesia, nomor seri peta dan lembar peta merupakan satu bagian dengan

judul peta. Nomor lembar peta merupakan identitas untuk daerah, dan skala peta merupakan identitas

2012-34
2012-34

kemutakhiran dari informasi yang peta. Contoh:

Nomor edisi : Edisi 1-1991

Nomor lembar

: Lembar

Enrekang

disajikan dalam

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 3
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
3

5. Skala atau kadar peta, adalah perbandingan jarak

antara dua titik

di peta dengan jarak datar

sebenarnya

di

lapangan.

Skala

peta biasanya

dicantumkan

di

sebelah

kanan

atas

peta

atau

di

tengah bawah peta dan biasanya di atas skala garis. Contoh :

Selang kontur: 25 m

Skala 1 : 50.000

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 cm 1 2 3 0 1
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
cm
1
2
3
0
1
2
3
4
5
km

Artinya: Jarak 1 centimeter di peta sama dengan jarak

50.000

centimeter atau setengah kilometer di

lapangan.

Skala

berfungsi untuk mengukur jarak

datar baik di peta maupun di lapangan.

Contoh :

Jarak peta Skala = -------------------- Jarak medan
Jarak peta
Skala = --------------------
Jarak medan
Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 4
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
4

Jarak pada peta=15 cm, skala peta yang kita gunakan adalah 1 : 50.000. maka jarak medan adalah 15 cm x 50.000 cm = 750.000 cm = 7,5 km Kadang pada kasus-kasus tertentu dalam peta tidak menyatakan skala. Kita dapat mengatasinya dengan cara :

  • - ukur jarak antara dua titik di peta (JP)

  • - ukur jarak horisontal dua titik tersebut di medan (JM)

  • - maka skala peta = JP / JM

  • 6. Interval Kontur Merupakan pernyataan selang kontur

dinyatakan dalam meter. Interval kontur dapat diketahui dengan dengan menggunakan rumus:

Interval Kontur = 1/2000 x skala peta.

(menurut Jawatan Topografi)

 
Interval Kontur = 1/2000 x skala peta. (menurut Jawatan Topografi) Interval Kontur = (n tan 

Interval Kontur = (n tan x skala peta) /1000

 

(menurut PPFK TB)

n adalah jarak minimum antar garis kontur di peta, adalah sudut kemiringan lereng yang paling curam

n adalah jarak minimum antar garis kontur di peta,  adalah sudut kemiringan lereng yang paling

pada kasus tertentu interval kontur dapat membantu untuk menentukan harga suatu kontur / garis ketinggian.

  • 7. Petunjuk pembacaan grid peta

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 5
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
5

Informasi

ini

berada

dalam

dua

panel

di

letakan di bawah peta dan diberi warna sama dengan

warna grid dan gratikul pada peta (untuk peta berwarna).

Informasi ini berada dalam dua panel di letakan di bawah peta dan diberi warna sama dengan
Informasi ini berada dalam dua panel di letakan di bawah peta dan diberi warna sama dengan
Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 6
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
6

8. Informasi tentang arah utara (deklinasi magnetis) Biasa dicantumkan di tepi kiri bawah

TN GN MN sebenarnya)
TN
GN
MN
sebenarnya)

TN = True North (utara

GN = Grid North (Utara Peta) MN = Magnetic North (Utara

Magnetik) 9. Indeks Lembar Peta

Merupakan diagram yang menunjukan posisi

lembar peta

terhadap lembar peta-peta yang

bersebelahan. Fungsinya untuk memudahkan dalam menentukan nomor peta yang akan digunakan. Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed
bersebelahan. Fungsinya untuk memudahkan dalam
menentukan nomor peta yang akan digunakan.
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
7
  • 10. Glosari Disajikan dari istilah-istilah nama geografi dan

singkatannya yang digunakan dalam peta tersebut. Contoh: So = salo = sungai B. = bulu = bukit

  • 11. Tanda/Simbol Peta

Tanda/simbol konvensional yang digunakan dalam peta disertai dengan warna dan

artinya masing-masing. Gunanya untuk memudahkan dalam membayangkan keadaan medan yang akan dilalui. Panduan Pemetaan Geologi ....
artinya masing-masing. Gunanya untuk memudahkan
dalam membayangkan keadaan medan yang akan
dilalui.
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
8

BAB II GEOMORFOLOGI

Geomorfologi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari geologi,dimana ilmu ini mempelajari bentang alam (landscape); bagaimana bentang alam itu terbentuk secara konstruksional (yang diakibatkan oleh gaya endogen : aktivitas tektonik/struktur geologi), dan bagaimana bentang alam tersebut dipengaruhi oleh pengaruh luar berupa gaya eksogen seperti iklim, sungai dan lainnya yang bersifat destruksional, dan menghasilkan bentuk- bentuk alam darat tertentu (landform). Pembagian satuan bentang alam pada daerah penelitian di klasifikasi berdasarkan morfologi (morfografi dan morfometri) dan morfogenesis. Pendekatan morfometri didasarkan pada beberapa parameter geomorfologi yang dapat diukur (kuantitatif). Unsur tersebut terdiri atas ketinggian, luas, relief, sudut lereng, kerapatan sungai dan tingkat erosi, pendekatan morfografi menggunakan kenampakan foto-foto dan data citra satelit yang didapatkan pada

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 9
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
9

daerah penelitian sedangkan pendekatan morfogenesa didasarkan pada bentukan awal, perkembangan bentang alam serta proses-proses yang bekerja pada bentang alam tersebut (Van

Zuidam, 1985). Dalam interpretasi batuan dari peta topografi, hal terpenting yang perlu diamati adalah pola kontur dan aliran sungai.

  • a. Pola kontur rapat menunjukkan batuan keras, dan pola kontur jarang menunjukkan batuan lunak atau lepas.

  • b. Pola kontur yang menutup (melingkar) di antara pola kontur lainnya menunjukkan lebih keras dari batuan di sekitarnya.

  • c. Aliran sungai yang membelok tiba-tiba dapat diakibatkan oleh adanya batuan keras

  • d. Kerapatan sungai yang besar, menunjukkan bahwa sungai-sungai itu berada pada batuan yang lebih mudah tererosi (lunak).

  • e. Kerapatan sungai adalah perbandingan antara total panjang sungai-sungai yang berada pada cekungan pengaliran terhadap luas cekungan pengaliran sungai-sungai itu sendiri).

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 10
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
10

Dalam interpretasi struktur geologi dari peta topografi, hal terpenting adalah pengamatan terhadap pola kontur yang menunjukkan adanya kelurusan atau pembelokan secara tiba-tiba, baik pada pola

bukit maupun arah aliran sungai, bentuk-bentuk topografi yang khas, serta pola aliran sungai.

  • a. Sesar, umumnya ditunjukkan oleh adanya pola kontur rapat yang menerus lurus, kelurusan sungai dan perbukitan, ataupun pergeseran, dan pembelokan perbukitan atau sungai, dan pola aliran sungai paralel atau rektangular.

  • b. Perlipatan, umumnya ditunjukkan oleh pola aliran sungai trellis atau paralel, dan adanya bentuk-bentuk dip-slope yaitu suatu kontur yang rapat di bagian depan dan merenggang makin ke arah belakang.

  • c. Jika setiap bentuk dip-slope ini diinterpretasikan untuk seluruh peta, maka sumbu-sumbu lipatan akan dapat diinterpretasikan kemudian. Pola dip- slope seperti ini mempunyai beberapa istilah yang mengacu pada kemiringan perlapisannya.

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 11
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
11
  • d. Kekar, umumnya dicirikan oleh pola aliran sungai rektangular, dan kelurusan-kelurusan sungai dan bukit.

  • e. Intrusi umumnya dicirikan oleh pola kontur melingkar dan rapat, sungai-sungai mengalir dari arah puncak dalam pola radial atau angular.

  • f. Lapisan mendatar, dicirikan oleh adanya areal dengan pola kontur yang jarang dan dibatasi oleh pola kontur yang rapat.

  • g. Ketidakselarasan bersudut, dicirikan oleh pola kontur rapat dan mempunyai kelurusan- kelurusan seperti pada pola perlipatan yang dibatasi secara tiba-tiba oleh pola kontur jarang yang mempunyai elevasi sama atau lebih tinggi.

  • h. Daerah melange, umumnya dicirikan oleh pola- pola kontur yang melingkar berupa bukit-bukit dalam penyebaran yang relatif luas, terdapat beberapa pergeseran bentuk-bentuk topografi kemungkinan juga terdapat beberapa kelurusan dengan pola aliran sungai rektangular atau concorted.

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 12
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
12
  • i. Daerah slump, umumnya dicirikan oleh banyaknya pola dip-slope dan penyebarannya yang tidak menunjukkan pola pelurusan tetapi lebih berkesan “acak-acakan”. Pola kontur rapat juga tidak menunjukkan kelurusan yang menerus, tetapi berkesan terpatah-patah.

  • j. Gunungapi, dicirikan umumnya oleh bentuk kerucut atau pola aliran radial, serta kawah pada puncaknya untuk gunungapi muda; sementara untuk gunungapi tua dan sudah tidak aktif dicirikan oleh pola aliran angular serta pola kontur melingkar rapat atau memanjang yang menunjukkan adanya jenjang volkanik atau korok-korok.

  • k. Karst, dicirikan oleh pola kontur melingkar yang khas dalam penyebaran yang luas, beberapa aliran sungai seakan-akan terputus, terdapat pola-pola kontur yang menyerupai bintang segi banyak, serta pola aliran sungai multibasinal. Walaupun dengan pola kontur yang melingkar dengan penyebaran cukup luas.

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 13
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
13
Satuan Bentang Alam Aspek Geomorfologi Pegunungan Tersayat Tajam /Terjal Denudasional Pegunungan Bergelombang/Mirin Denudasional Luas Wilayah (km²)
Satuan Bentang Alam
Aspek Geomorfologi
Pegunungan Tersayat
Tajam /Terjal
Denudasional
Pegunungan
Bergelombang/Mirin
Denudasional
Luas Wilayah (km²) (….%)
Sudut Lereng (…°)
Persentase Sudut (%)
Beda Tinggi (meter)
Relief
Bentuk Puncak
Bentuk Lembah
Bentuk Lereng
Jenis Pelapukan
Tingkat Pelapukan
23,1 (56%)
5 - 71
21 - 55
18(44%)
4 - 28
8 - 13
900
800
Morfologi
pegunungan
pegunungan
"V"
"V - U"
Morfogenesa
Soil
Jenis
Tebal
kimia dan fisika
tinggi
residual soil
0,3 – 2 meter
Kimia dan fisika
tinggi
residual soil
0,3-3 meter
Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 9
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
9
 

Warna

kecoklatan

Tingkat Erosi

sangat tinggi

   

Jenis Erosi

riil erotion, gulley erotion

 

Gerakan Tanah

-

   

Sedimen butiran -

 

Pengendapan

bongkah

   

Subsekuen dan

Tipe Genetik

konsekuen

Jenis

periodik

Penampang

"V" simetris

Sungai

Pola Saluran

sempit, asimetris dan berkelok

sebagian lurus

 

muda menjelang

Stadia

dewasa

kecoklatan

tinggi

riil erotion dan gulley

erotion

debris fall

-

Konsekuen dan

subsekuen

periodik

"V" simetris

sempit, lurus, asimetri

dan

relatif lurus

muda

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 10
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
10
 

Tufa halus, basal, trakit

tufa halus, tufa kasar da

Litologi Penyusun

dan breksi vulkanik

breksi vulkanik

Tata Guna Lahan

Pertanian, perkebunan

Hutan Produksi, perkebunan, pertanian

dan pemukiman

dan pemukiman

 

Lipatan, kekar dan

Lipatan, kekar dan sesa

Struktur Geologi

sesar geser

geser

Stadia Daerah

muda

muda

Tabel 2.1 Contoh Pembagian Satuan Bentang Alam Pada Suatu daerah Penelitian

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 11
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
11

Kelas

Sifat-sifat peoses dan

Warna

Lereng

kondisi alamiah

0 0 -

2 0

Datar

hingga

hampir

datar,

 

( 0 – 2 % )

tidak

ada

proses

yang berarti

denudasi

Hijau

2 0 -

4 0

Agak miring, gerakan tanah kecepatan rendah, erosi

Hijau

( 2 – 7 % )

lembar dan erosi alur (sheet

Muda

and rill erosion). Rawan erosi.

4 0 -

8 0

Miring,

sama

dengan

diatas,

 

( 7 – 15

tetapi

dengan

besaran

yang

Kuning

% )

lebih tinggi

8 0 -

16 0

Agak

curam,

banyak

terjadi

 
 

gerakan

tanah

dan

erosi,

( 15 – 30

terutama

longsoran

yang

Jingga

% )

bersifat mendatar

16 0 -

35 0

Curam, proses denudasional

 
 

Merah

( 30 – 70

intensif, erosi dan gerakan

Muda

% )

tanah sering terjadi

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 10
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
10
 

Sangat

curam,

batuan

 

umumnya

mulai

tersingkap,

35 0 - 55 0 (70 –

proses

denudasional

sangat

Merah

intensif,

sudah

mulai

140% )

menghasilkan

bahan

rombakan

 

Curam sekali, batuan

 

> 55 0

tersingkap,

proses

( > 140 % )

denudasional sangat kuat dan rawan jatuhan batu, tanaman

Ungu

jarang tumbuh (terbatas)

 

Tabel 2.2 Kelas lereng dengan sifat-sifat proses dan kondisi alamiah yang kemungkinan terjadi dan usulan warna untuk peta relief secara umum (disadur dan disederhanakan dari Van Zuidam, 1985)

Tabel 2.3

Klasifikasi ITC, 1986

 

Satuan

 

Warna/ Simbol

Struktural

Ungu

Vulkanik

Merah

Denudasional

Coklat

Marine

Hijau

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 11
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
11

Fluvial

Biru tua

 

Glasial

Biru muda

 

Kras

Oranye

Eolian

 
 

Kuning

 

Panjang Lereng (m)

Keterangan

< 15

Sangat Pendek

15 - 50

Pendek

50 - 250

Sedang

250 - 500

Panjang

> 500

Sangat Panjang

Lereng adalah kenampakan permukaan alam pada suatu beda tinggi. Tabel 2.4 Klasifikasi Panjang Lereng (Van Zuidam,

1983)

Pembuatan peta kelerengan dapat dilakukan dengan dua(2) cara yaitu metode Wentworth dan metode Lingkaran

Bentuk lereng secara umum yaitu cekung, cembung, dan lurus. Lereng tak teratur yaitu halus dan kasar (tak teratur). Bentuk alur dan lembah yaitu dangkal, bentuk “U”, dan bentuk “V”

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 12
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
12

Pelapukan (weathering) adalah segala perubahan atau tiap-tiap perubahan pada batuan oleh pengaruh cuaca. Perubahan ini berwujud penghancuran (fisika) dan penguraian (kimiawi) batuan.

Proses pelapukan dipengaruhi oleh beberapa faktor (input) yaitu iklim/ cuaca, topografi, batuan, dan vegetasi. Pada dasarnya dikenal adanya 2 tipe pelapukan, yaitu:

  • a) Pelapukan mekanis (fisis) yaitu pecahnya

batu-batuan menjadi fragmen-fragmen yang lebih kecil (desintegrasi) sebagai akibat dari :

  • - kelebihan beban,

  • - perbedaan dan perubahan (amplitudo = ayunan, pergantian) suhu, karena insolasi (penyinaran matahari).

  • - pembentukan kristal air atau garam,

dan

  • - tekanan dari desakan perakaran tumbuhan.

  • b) Pelapukan kimiawi, yaitu perubahan susunan

kimiawi batuan (dekomposisi) sebagai akibat dari

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 13
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
13

reaksi kimia yang dilakukan oleh air (H 2 O), Oksigen (O 2 ) dan zat asam arang (CO 2 ) dari atmosfer dan vegetasi:

  • - Oksidasi; dengan bantuan unsur O 2

  • - Hidrolisa; penguraian dengan unsur H 2 O dari ion H + dan ion OH.

  • - Hidratisasi; persenyawaan dengan H 2 O.

  • - Karbonisasi; dengan unsur CO 2 ,

  • - Solution (pelarutan), dan

  • - “coloid plucking”. Bentukan-bentukan yang dihasilkan oleh proses- proses pelapukan:

    • a. Differential weathering, proses pelapukan yang telah mengikis, merusak dan membuat bentukan-bentukan pada bagian-bagian yang lemah dari suatu massa batuan

    • b. Talus, Puing-puing yang dijatuhkan dari lapukan pada lereng yang curam dan menumpuk di kaki lereng membentuk talus cone (kerucut puing) dan kipas puing.

    • c. Residual boulders, Onggokan-onggokan batu besar bersusun-susun; terjadi pada massa batuan

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 14
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
14

yang bercelah (jointing), terutama pada jenis granit. Di alam ada empat macam proses pelapukan mekanik yang terjadi, yaitu frost wedging, unloading, thermal expansion dan aktivitas organik, sedangkan pelapukan kimia contohnya spherowaidal whetring (Kulit bawang). Tingkat pelapukan dilihat dari kenampakan produk pelapukan yaitu tinggi, sedang, dan rendah.

Tabel

 

2.4

Derajat

Kelapukan

Batuan

(menurut

Bieniwaski, 1976)

 
 

KELAS

K R I T E R I A

ISTILAH

 

Tidak

tampak

tanda-tanda

 
 

1

pelapukan.

Batuan

sesegar

Segar

 

kristal.

Beberapa

(tak

diskontinuitas kadang bernoda.

kadang-

lapuk)

 

2

Pelapukan hanya terjadi

Lapuk

 

pada diskontinuitas terbuka

Ringan

yang

menimbulkan

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 15
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
15
 

perubahan

warna.

Dapat

dari

 

mencapai 1 cm

3

permukaan kontinuitas.

Lapuk

Sebagian besar

batuan

Sedang

berubah warna. Belum repui

(kecuali batu sedimen yang

4

tersemen

kurang

baik).

Diskontinuitas

bernoda

Lapuk

dan / atau terisi bahan

Kuat

lapukan.

5

Pelapukan meluas ke seluruh massa batu. Sebagian massa batu repui. Batu tidak

berkilap.

Seluruh

bahan

Lapuk

batuan berubah warna,

Sempurna

kecuali kwarsa.

Batuan

mudah

digali

dengan

palu

geologi.

Struktur

batuan

berubah

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 16
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
16
 

warna membusuk dan repui hanya sebagian tekstur dan struktur masih tampak. Kenampakan luar seperti tanah.

 

Soil adalah hasil akhir dari proses pelapukan batuan. Batuan induk merupakan batuan yang terletak dibawah lapisan tanah atau endapan yang belum terkompaksi. Tanah yang terbentuk di atas batuan induk dan belum mengalami transportasi atau perpindahan tempat disebut dengan tanah residu (residual soil). Sedangkan tanah yang sudah berpindah tempat dari tempat terbentuknya disebut dengan tanah terpindahkan (transported soil). Erosi dalam arti yang luas adalah proses terlepas dan terangkutnya material bumi oleh tenaga geomorfologis. Air hujan yang jatuh ke permukaan

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 17
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
17

bumi akan mengalami serangkaian proses yang akan berpengaruh pada bentuk erosi; yaitu tetesan hujan yang langsung jatuh menumbuk ke permukaan bumi akan mengakibatkan terlepas/terbongkarnya material, dan ini yang disebut erosi percik hujan ( spalsh erosion ); air hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir sebagai limpasan ( overland flow ). Air limpasan yang tipis melebar dan mengalir akan melepaskan material permukaan bumi di seluruh permukaan terbuka disebut erosi lembar ( sheet erosion ); air limpasan akan terkonsentrasi membentuk aliran linier hingga dapat menghasilkan bentuk erosi alur ( riil erosion ) dan erosi parit ( gully erosion ). Gerakan tanah adalah merupakan suatu produk dari proses gangguan kesetimbangan lereng yang menyebabkan bergeraknya massa tanah dan batuan ke tempat atau daerah yang lebih rendah (Sampurno, 1987). Gerakan tanah diklasifikasikan berdasarkan kecepatan bergeraknya (lambat, cepat, sangat cepat); tipe gerakannya (meluncur, berguling,

Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 18
Panduan Pemetaan Geologi
....
(Obed Duma)
18

berlompatan, atau jatuh tanpa menyentuh bidang lain hingga terhenti), besarnya butiran (blok, batu-batu lepas, puing batuan/talus, tanah dsb), dan kadar keairan batuan (basah, lembab, kering).

  • a. Terban (Subsedence, tipe jatuh, runtuh):

Perpindahan ke bawah tanpa ada gerakan horizontal. Jatuh tegak lurus, merosot ke bawah. Misalnya, runtuhnya atap gua di daerah karst, atap gua galian pertambangan yang tidak dapat menahan beban atapnya.

  • b. Gerakan sangat lambat (Slow flowage, tipe rayapan)

    • - Soil creep (rayapan tanah),

    • - Talus creep (rayapan puing),

    • - Rock creep (rayapan batu-batu),

    • - Rock glacier creep,

    • - Solifluction (rayapan lumpur, tanah jenuh air).

  • c. Gerakannya cepat (Rapid flowage, tipe

  • aliran):

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 19
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    19
    • - Earth flow; (gerakan material bumi/tanah yang butirannya halus, jenuh air pada lereng yang landai.

    • - mud flow, gerakannya lebih cepat dari earth flow, mengikuti atau terikat pada lembah dengan kadar air yang lebih banyak.

    • - Debris avalanches, melalui saluran- saluran kecil pada lereng-lereng curam (bercabang-cabang).

    • d. Gerakannya sangat cepat (Landslides, longsor lahan, tipe longsoran):

      • - Slumping, yaitu peluncuran unit massa puing dari hancuran batuan yang biasanya disertai putaran ke belakang (berguling).

      • - Debris slides, peluncuran cepat, bahannya gembur, tetapi tidak disertai gerakan berguling.

      • - Debris fall, puing-puing runtuh.

      • - Rock slides, peluncuran / pelongsoran massa batuan pada bidang struktur lapisan atau pada bidang retakan / patahan (eskarp).

    Banyak Air

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 20
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    20
    • - Rock fall, massa batuan yang belum lapuk jatuh begitu saja. Peristiwa rock fall disebabkan oleh kondisi lereng tergantung (over hanging), karena penggangsiran di kaki lereng oleh gelombang (pantai), pengerukan oleh pekerjaan arus sungai pada tikungan luar, penggalian batu oleh manusia (daerah pertambangan).

    - Rock fall , massa batuan yang belum lapuk jatuh begitu saja. Peristiwa rock fall disebabkan

    Gbr 2.1 Berbagai Tipe Gerak Massa Batuan. (A.K. Lobeck, 1939: 92)

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 21
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    21

    Sungai adalah air yang mengalir pada saluran (palung, lembah) yang dibuatnya sendiri. Menurut konsep ini, “air yang mengalir” dipandang sebagai tenaga geologi yang dapat merubah bentuk, struktur dan posisi/lokasi batuan; jadi, menyangkut perubahan lithologis, fungsi air mengalir yaitu mengikis, mengangkut dan mengendapkan. Sebagai contoh: makin cepat air mengalir makin kuat pula air mengalir itu mengikis batuan; juga makin kuat mengangkut atau memindahkan batuan. Makin lemah (tenang) pengaliran air sungai makin cepat mengendapkan batuan yang telah diangkutnya.

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 22
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    22

    Contoh perubahan batuan karena pekerjaan

    sungai:

    Batuan masif (padas, kompak) berubah menjadi batuan klastis (pecahan, hancuran): bongkah, kerakal, kerikil, pasir, debu, liat. Batuan beku dan batuan metamorf menjadi batuan endapan: breksi, breksi- konglomerat, konglomerat. Batuan tidak berlapis- lapis menjadi batuan berlapis-lapis. Perubahan posisi (lokasi): dari posisinya di pegunungan menjadi batuan endapan di dasar laut. Bentuk-bentuk endapan sebagai berikut :

    • a. Kipas aluvial (Alluvial Fan), Kipas aluvial biasanya terbentuk di mulut celah (ngarai), dari pengaliran cepat pada palung yang sempit tiba-tiba keluar dan mengalir pada dataran yang lebar-meluas sehingga pengaliran tiba-tiba melemah. Melemahnya arus berarti kemampuan air mengangkut bahan menjadi lemah, maka bahan-bahan muatan air diendapkan di mulut celah dengan bentuk adari titik pusat

    menyebar ke depan membentuk kipas. Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 23
    menyebar ke depan membentuk kipas.
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    23

    Gbr. 2.2 Kipas Aluvial (Alluvial Fan)

    Gbr.2.3 Crevasse-spalys

    • b. Dataran banjir (flood plain), Di bagian tengah dan bagian hilir sungai telah terjadi pengendapan. Dataran banjir mulai terbentuk jika sungai telah mencapai stadium muda menjelang dewasa (Gb. 2.4).

    • c. Tanggul alam (natural levee) Masih termasuk dataran banjir, tanggul alam terbentuk di tepi sungai memanjang dengan arah sejajar sungai, dan rata-rata lebih tinggi dari tinggi rata-rata dataran banjir (lihat Gbr. 2.4). Mengapa lebih tinggi dari dataran banjir pada umumnya? Di saat pengaliran maksimum, kecepatan arus juga

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 24
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    24

    maksimum, muatan bahan angkutan juga maksimum. Ketika pengaliran meluap ke luar dari palung sungai, menjauh dari benang arus dan arus melemah, maka bagian tepi inilah yang paling awal menerima bahan-bahan endapan; selanjutnya sisanya dibawa menyebar.

    tanggul alam

    dataran banjir dataran banjir
    dataran banjir
    dataran banjir

    Gbr. 2.4 Profil melintang Sungai Dewasa: Dataran banjir (flood plain) dan tanggul alam (natural levee)

    • d. Point

    Bar,

    Point

    bar

    merupakan pematang-pematang alam yang sejajar alur sungai, merupakan bagian dari dataran banjir. Bentuk point bar mirip dengan tanggul alam; bedanya, tanggul alam terletak di tepi alur sungai, sedangkan point bar agak jauh dari alur sungai.

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 25
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    25
    • e. Teras

    sungai

    adalah

    dataran banjir yang kembali tererosi secara

    bertahap dan meninggalkan teras-teras yang bertingkat. Lihat Gbr. 2.5

    e. Teras sungai adalah dataran banjir yang kembali tererosi secara bertahap dan meninggalkan teras-teras yang bertingkat.

    Gbr. 2.5 Berbagai Bentuklahan Fluvial.

    Gbr. 2.6Mender dan Teras Sungai

    • f. Gosong, Endapan- endapan baru di dasar sungai berupa onggokan pasir berbentuk elips. Gosong pasir biasanya hanya muncul di permukaan air di waktu kondisi pengaliran di bawah normal. Jadi, gosong kadang- kadang muncul dan kadang-kadang tenggelam.

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 26
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    26
    • g. Beting, Beting hampir sama dengan gosong. Bedanya, karena beting selamanya tampak di permukaan air berupa pulau di tengah sungai. Tanahnya masih lembek berupa rawa-rawa sehingga tidak atau belum ada tumbuhan. Beting terbentuk di bagian sungai yang daya angkut pengalirannya tiba-tiba melemah.

    • h. Tanggul pantai, Bahan endapannya berasal dari material angkutan air sungai, tetapi pengendapannya dibantu oleh air laut. Arahnya sejajar dengan arah pantai laut dan tegak lurus terhadap arah tanggul alam (natural levee).

    • i. Delta, Pada bahagian muara sungai, di laut atau di danau, terjadi sedimentasi yang akhirnya mencapai permukaan air, disebut delta. Delta adalah jenis endapan yang batuannya terdiri dari batuan klastis (butiran) halus yang diendapkan secara teratur, berlapis- lapis . Permukaannya datar sesuai dengan permukaan air.

    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 27
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    27
    Panduan Pemetaan Geologi .... (Obed Duma) 28 Gambar 21
    Panduan Pemetaan Geologi
    ....
    (Obed Duma)
    28
    Gambar 21

    Proses pembentukan meander dan danau tapak kuda