Anda di halaman 1dari 3

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK

MENGANALISIS KEMAMPUAN TINGKAT TINGGI SISWA (HIGHER


ORDERED THINGKING SKILL) PADA SISWA KELAS X DI SMAN 2
SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2016/2017

( Konsep Materi Termodinamika)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan.
Proses pendidikan tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu
sendiri. Pembangunan diarahkan dan bertujuan untuk mengembangkan
sumber daya manusia yang berkualitas dan pembangunan sector ekonomi,
yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan belangsung dengan
bersama-sama. Pendidikan juga sebagai upaya untuk meningkatkan
sumber daya insani merupakan suatu usaha besar dan vital yang selalu
diupayakan serta menjadi pusat perhatian setiap Negara yang ingin
memajukan bangsanya. Usaha dan perjuangan suatu Negara dalam
meningkatkan kecerdasan serta kemampuan bangsanya dapat dilihat dari
system pendidikan.
Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi
peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan
lingkungannya dalam masyarakat.
Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan
untuk membelajarkan siswa . dengan program itu para siswa melakukan
berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi perubahan dan perkembangan
tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.
Dengan kata lain, sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang
memberikan kesempatan belajar. (Oemar Harmalik, 2007 : 17)

Suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud


tersebut dapat tercapai. Dan kita ketahui bersama bahwa di Indonesia
mengalami pergantian kurikulum pendidikan dari Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 (K-13) dapat
terlihat beberapa perubahan signifikan dalam proses pembelajaran yang
menjadi bagian terbesar pendidikan. Proses pembelajaran memiliki
tujuan pembelajaran sesuai target yang ingin dicapai. Dimana target ini
berkaitan dengan materi yang diberikan serta metode yang digunakan
dalam proses pembelajaran.
Keberhasilan pembelajaran disekolah merupakan tanggung jawab
bersama antara guru, orangtua, siswa dan sekolah itu sendiri. Dalam
penguasaan materi dapat dilakukan oleh semua guru, namun belum tentu
semua guru mampu untuk menyampaikan materi dengan baik kepada
siswa, cara penyampaian materi berkaitan erat dengan model dan metode
yang digunakan, oleh karena itu gurulah yang merencanakan dan
menyusun strategi agar tujuan belajar dapat tercapai dan diterima oleh
murid dengan baik.
Fisika merupakan disiplin ilmu pengetahuan dimana cara
pembelajarannya tidak hanya dihafalkan tetapi dengan pemahaman
konsep. dalam pemahaman konsep , siswa diharapkan betul-betul
memahami dan berusaha mengerti materi yang dipelajari. Oleh karena
itu, siswa diharapkan memiliki penguasaan fisika pada tingkat tertentu,
sehingga berguna bagi siswa dalam berkompetensi dimasa depan.
Peran guru dalam proses pembelajaran sangat dominan sehingga
menyebabkan kecenderungan siswa lebih bersifat pasif. Hal tersebut
membuat siswa lebih banyak menunggu sajian guru dari pada mencari
dan menemukan sendiri pengetahuan dan kemampuannya. Kita ketahui
bersama bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran siswa lebih banyak
bersifat pasif sedangkan gurunya lah yang aktif, hal ini akan
menyebabkan siswa menjadi santai dan malas bekerja atau belajar secara
mandiri. Model pembelajaran Disco