Anda di halaman 1dari 6

Nama : Anisa Ananda Putri

NIM : 1531006

Judul : PEMANFAATAN POTENSI KEKAYAAN LIMBAH PELEPAH


SAWIT MENJADI ENERGI ALTERNATIF BRIKET ARANG DENGAN
VARIASI JENIS PEREKAT

A. Latar Belakang
Kebutuhan dan konsumsi energi masyarakat Indonesia semakin meningkat
seiring dengan bertambahnya populasi manusia. Bahan bakar minyak (BBM)
merupakan sumber energi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat baik
sektor menengah kebawah maupun masyarakat sektor menengah keatas. Disisi
lain sumber energi gas alam juga mengalami peningkatan dalam pemakaiannya
disektor rumah tangga maupun sektor industri (Ilham Muzy, dkk. 2014).
Konsumsi dan kebutuhan energi terus mengalami peningkatan setiap
tahunnya, secara historis dari tahun 2000 hingga tahun 2010 konsumsi energi
mengalami pertumbuhan rata-rata 3,09% (Papilo P, 2012). Meningkatnya
permintaan konsumsi energi ini tidak diimbangi oleh produksi minyak yang
memadai. Sumber energi seperti minyak, gas, dan batubara merupakan kelompok
energi fosil yang tidak dapat diperbarui. Sehingga dalam kurun waktu yang dekat
sumber energi fosil ini akan habis apabila tidak ada usaha untuk mencari sumber
energi alternatif lain pengganti bahan bakar minyak tersebut. Mau tidak mau
Indonesia beberapa tahun lagi diperkirakan akan menjadi negara pengimpor penuh
minyak bumi, mengingat minimnya ketersediaan cadangan energi yang dimiliki
oleh Indonesia (Hijrah PP, dkk. 2013).
Ketergantungan terhadap BBM haruslah diatasi cepat, agar tidak menjadi
masalah yang besar di masa yang akan datang. Salah satu cara untuk
mengatasinya adalah dengan mencari atau membuat sumber energi alternatif baru
yang bahan bakunya tersedia banyak dan berkelanjutan untuk jangka waktu yang
lama. Salah satu sumber energi alternatif yang dapat dipilih adalah limbah
biomassa. Biomassa secara umum merupakan bahan organik yang berasal dari
jasad hidup baik tumbuhan maupun hewan. Sektor perkebunan yang merupakan
salah satu sektor penyumbang biomassa terbesar di indonesia seperti perkebunan
kelapa sawit dimana indonesia menyandang status sebagai negara yang memiliki
Nama : Anisa Ananda Putri
NIM : 1531006

luas perkebunan yang terluas didunia, maka tidak heran bahwa biomassa di
indonesia tersedia cukup banyak.
Adapun limbah yang didapat dari perkebunan sawit diantaranya tandan
kosong, cangkang, dan pelepah sawit. beberapa limbah diatas seperti limbah
cangkang, dan tandan kosong sudah banyak dimanfaatkan seprti untuk bahan
baku pembuatan briket. Tetapi limbah pelepah sawit sering diabaikan sedangkan
populasi pelepah sawit tersebut sangat besar.
Jika saja setiap hektarnya ditanami 1500 batang sawit (asumsi jarak tanam
antar batang sawit 6 – 7 m) dan diketahui pula bahwa setiap bulannya dapat
dilakukan proses pemanenan sebanyak 2-3 kali/ bulan, sehingga dapat
diperkirakan banyaknya pelepah-pelepah sawit yang terbuang begitu saja. Maka
biomassa pelepah sawit ini perlu mendapat perhatian khusus. Seiring berjalannya
waktu, dewasa ini telah ditemukan cara yang paling tepat dalam memanfaatkan
sumber energi dari biomassa yaitu dengan cara menjadikan biomassa sebagai
bahan baku untuk pembuatan briket tersebut (briquettes)(Novi C, dkk. 2015).
Limbah biomassa yang terdapat pada perkebunan sawit diantaranya Seminar
Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan II Padang, 19 Oktober 2016.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan hasil survey kami mengenai kelayakan desa sasaran terhadap
Program Hibah Bina Desa (PHBD) dapat kami gambarkan beberapa pokok
permasalahan yaitu:
1. Mayoritas masyarakat Desa Pasir Utama mempunyai kebun sawit namun
tidak mengetahui pengolahan limbah sawit berupa pelepah sawit.
2. Pelepah sawit hanya dianggap limbah oleh masyarakat padahal banyak
terdapat kandungan energi yang dapat digunakan untuk kebutuhan energi.
3. Belum ada penanganan dan sosialisasi dari pemerintah untuk pemanfaatan
pelepah sawit.

C. Tujuan
1. Pemanfaatan pelepah sawit sebagai energi alternatif.
2. Penggunaan pelepah sawit sebagai briket arang untung sumber energi.
Nama : Anisa Ananda Putri
NIM : 1531006

3. Memberikan penanganan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk


pemanfaatan pelepah sawit.

D. Indikator Keberhasilan Program


1. Banyaknya pelepah sawit yang dihasilkan perhari dan mudah
mendapatkannya.
2. Tingginya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan terdapat kerja
sama yang baik antar masyarakat.
3. Pengetahuan yang memadai untuk membuat sebuah inovasi baru.
4. Adanya kerjasama antara teman – teman mahasiswa dan dosen untuk
memberikan pengetahuan kepada masyarakat.

E. Luaran yang Diharapkan


1. Masyarakat mampu memanfaatkan limbah pelepah sawit menjadi energi
alternatif briket arang dengan variasi jenis perekat dan membersihkan
lingkungan.
2. Terbentuknya kelompok binaan yang menjadi penyuluh atau pendamping.
3. Publikasi tulisan ilmiah diartikel, koran, dan Jurnal Pemberdayaan.
4. Poster hasil pelaksanaan program.

F. Manfaat
1. Masyarakat dan petani dapat mengetahui meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan dalam membuat energi alternatif briket arang dengan variasi
perekat dari pelepah sawit.
2. Dapat menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan.
3. Hubunga kerja sama yang baik dengan melibatkan masyarakat, rekan-
rekan mahasiswa, serta dosen dalam melakukan pengabdian masyarakat
akan semakin tinggi dengan memberikan pengarahan dan pelatihan dalam
pengembangan usaha.
Nama : Anisa Ananda Putri
NIM : 1531006

G. Gambaran Umum Masyarakat Sasaran


1. Profil Desa
Desa Pasir Utama adalah salah satu desa Transmigrasi atau lebih
dikenal dengan sebutan DU SKPC. Desa ini memiliki Luas 4420 Km2 yang
terletak di Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Jarak desa ke ibukota kecamatan 15 km, jarak ke kota kabupaten 20 km, jarak
dari Ibukota provinsi 215 km. Akses jalan dari ibukota kecamatan merupakan
jalan aspal dan menuju desa merupakan jalan berbatu selesai pengerasan
dengan kondisi yang baik dan disepanjang jalan desa merupakan perumahan
masyarakat dan areal perkebunan sawit.
Penduduk desa ini mayoritas beragama Islam dan Kristen, sedangkan
suku mayoritas adalah jawa, batak, melayu dan mandailing yang pada
umumnya bermata pencaharian sebagai petani sawit, buruh tani, penggarap
ladang, pedagang, pelayanan jasa dan pegawai.

2. Kondisi topografi
Desa Pasir Utama merupakan desa perkebunan sawit dan karet. Tata
guna lahan didesa ini diperuntukkan :
 Tanah Kering : Pemukiman
 Tanah Perkebunan : Perkebunan sawit dan karet
 Tanah Kosong : Pemakaman Umum
 Fasilitas Umum : Tempat Ibadah, sekolah, Perkantoran,
Puskesmas Pembantu, Pasar, Koperasi dan Lapangan Olahraga

3. Pemerintahan
Desa Pasir Utama dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang dibantu oleh
1 orang sekretaris Desa dan 5 orang Kepala Urusan (Kaur). Desa ini terdiri
dari 3 Dusun, 6 RW dan 31 RT. Untuk sarana dan akses infrastruktur
didaerah ini cukup memadai diantaranya jalan tanah bebatuan (pengerasan),
Kantor Desa, Sarana Ibadah, Sekolah, Puskesmas Pembantu, Koprasi dan
Lapangan Olahraga. Pelayanan kepada masyarakat dan penyelenggaraan
administrasi desa cukup baik.
Nama : Anisa Ananda Putri
NIM : 1531006

4. Kependudukan
Kependudukan Desa Pasir utama telah dilakukan pendataan ulang oleh
aparat desa pada akhir bulan tahun 2010 dengen tujuan menertibkan kembali
administrasi dan untuk berbagai keperluan. Jumlah penduduk sebanyak 2.214
jiwa terdiri dari 640 KK serta jumlah rumah saat ini 533 rumah.

H. Metode Pelaksnaan
Untuk pelaksanaan pembuatan briket arang dengan variasi jenis perekat dai
pelepah sawit di Desa Pasir Utama kami menggunakan metode semi
pemberdayaan yang mana pada metode ini untuk pelaksanaan pekerjaan fisiknya
akan diminta swadaya masysrakat atau sumbangan masyarakat berupa tenaga,
sedangkan untuk pembiayaan alat dan bahan pembuatan biogas menggunakan
dana dari Program Hibah Bina Desa akan digunakan dengan sebaik mungkin.
Untuk sumber bahan baku pelepah sawit yang akan dipakai adalah limbah pelepah
sawit yang ada disekitaran kebun sawit di desa tersebut. Adapun tahapan-tahapan
yang kami rencanakan sebagai berikut :
1. Proses pembuatan briket
 Persiapan bahan
 Proses penggilingan
 Pengayakan
 Percetakan / pencampuran
 Pengeringan

I. Jangka Waktu Pelaksanaan


Tahap Kegiatan Juli Agustus September Oktober,
I Tahap Persiapan
1. Pekerjaan Persiapan
2. Mobilisasi Alat & Bahan

II Tahap Pelaksanaan
Nama : Anisa Ananda Putri
NIM : 1531006

1. Sosialisasi dan penyuluhan tentang briket arang dengan berbagai


perekat dari pelepah sawit.
2. Penyiapan/pemilihan tempat atau lokasi
3. Pembuatan bangunan sarana dan tahap pelaksanaan pembuatan
Biogas

III Laporan
1. Penulisan laporan

J. Biaya