Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Farmasi adalah ilmu yang mempelajari cara membuat, mencampur,
meracik formulasi obat, identifikasi, kombinasi, analisis dan standarisasi /
pembkuan obat serta pengobatan, termasuk pula sifat-sifat obat dan
distribusinya serta penggunaannya yang aman. Dalam ruang lingkup
farmasi kimia farmasi merupakan salah satu matakuliah yang ada
dijurusan farmasi dan wajib dipelajari karena menyangkut senyawa-
senyawa kimia
Kimia farmasi adlah ilmu yang mempelajari tentang analisis
kuantitatif dan kualitatif senyawa-senyawa kimia, baik dari golongan
organic (alifatik, aromatic, alisiklik, heterosiklik) maupun organic yang
berhubungan dengan khasiat dan penggunaannya sebagai obat. Selain itu
kimia farmasi juga menganalisis tentang zat yang bermanfaat dan beracun
pada makanan yang biasa dikonsumsi
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan,
makhluk hidup akansulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya.
Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu
pertumbuhan badan dan otak. Makanan adalah bahan yang biasanya
berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk
memberikan tenaga dana nutrisi. Memakan makanan yang bergizi tentunya
sangat diperlukan oleh setiap manusia karena dapat membantu
pertumbuhan serta menambah kandungan gizi pada tubuh setiap manusia.
Namun bagaimana dengan makanan yang mengandung racun atau
senyawa yang berbahaya. Pada zaman yang modern sekarang ini apalagi di
negara maju, banyak sekali makanan yang mulai diproduksi baik skala
kecil maupun skala industri. Tetapi sayangnya ada sebagian makanan atau
bahan makanan yang mengandung racun atau senyawa yang berbahaya
bagi tubuh manusia. Banyak produsen yang menyalahgunakan bahan-
bahan yang beracun dan mencampurnya pada berbagai macam bahan
makanan.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dilakukan percobaan ini,
dengan tujuan, maksud serta manfaat
I.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui kandungan yodium atau kadar yodium pada garam
yang dikonsumsi sehari-hari
2. Mengetahui bagaimana cara menentukan pengujian kualitatif HCN
I.3 Maksud
Adapun maksud dari praktikum ini adalah untuk melakukan uji
iodium dan uji sianida pada makanan atau bahan makanan yang biasa
dikonsumsi sehari-hari dengan sampel ubi hutan, snack singkong, dan
garam sawi, garam ibu bijak dan garam R
I.4 Prinsip
Prinsip pada metode ini dengan menggunakan uji yodium pada
sampel garam sawi, garam ibu bijak dan garam R. dan menggunakan uji
sianida pada ubi hutan dan snack singkong

BAB V
PENUTUP
V.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum di atas yaitu pada
sampel garam sawi, garam ibu bijak dan garam R, ada 2 sampel garam
yang tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena garam tersebut kurang
mengandung yodium yaitu garam sawi, dan garam R. sedangkan 1 sampel
menunjukan untuk layak dikonsumsi karena mengandung cukup yodium
yaitu garam ibu bijak.
Untuk cara menentukan pengujian kualitatif HCN disini kami
menggunakan 2 sampel yaitu sampel ubi hutan, dan snack singkong. Cara
penentuannya yaitu dengan cara uji sianida, dengan ketentuan apabila
warna kuning pada kertas pikrat berubah menjadi merah, berarti dalam
ampel terdapat HCN, dan apabila tidak terjadi perubahan warna berarti
sampel tidak mengandung HCN. Hasil yang kami dapatkan yaitu untuk
sampel snack singkong tidak mengandung HCN karena kertas pikrat tidak
terjadin perubahan warna, atau tetap berwarna kuning. Sedangkan pada
sampel ubi hutan mengandung HCN, karena kertas pikrat berubah warna
dari kuning menjadi kemerahan.
V.1 Saran
V.1.1 Saran untuk Jurusan
Saran kami kepada pihak jurusan agar memperhatikan keadaan
laboratorium dan melengkapi alat-alat praktikum yang masih kurang untuk
kepentingan bersama
V.1.2 Saran untuk Asisten
Agar lebih sabar dalam membimbing praktikan dan diharapkan
kepada asisten agar lebih mengawasi dan tegas kepada praktikan
menganggu kenyamanan praktikan lainnya yang sedang memperhatikan
V.1.3 Saran untuk Praktikan
Agar lebih berhati-hati satt melakukan praktikum dan tetap
menjaga kebersihan laboratorium.