Anda di halaman 1dari 2

Pelanggaran asas kesetaraan oleh PT Infia Media Pratama

Dagelan resmi berdiri pada 14 Januari 2014, sebagai sebuah platform konten yang berfokus pada
hiburan dan konten kreatif untuk anak muda Indonesia, dan kemudian berkembang menjadi sebuah
produk dari perusahaan media PT Infia Media Pratama. Infia adalah singkatan dari Informasi
Indonesia. Lebih jelasnya, Infia adalah perusahaan yang mencakup media, agensi periklanan, ritel,
serta pengembang konten.

Kesuksesan Dagelan tak lepas dari seorang kreator muda berbakat bernama Andrey Noelfry
Tarigan. Ia berhasil membuat Dagelan sebagai sebuah akun yang berisi candaan dan sindiran
melalui gambar yang tentu saja saat ini sedang menjadi yang paling di cari oleh anak muda
Indonesia.

Chief marketing officer PT Infia Media Pratama, Danny Syah Aryaputra mengatakan di bawah PT
Infia Media Pratama dirinya bersama sang Founder menjadikan Dagelan ini sebagai ladang bisnis.
Dengan memiliki kesamaan selera humor, maka lahirlah ide membuat lelucon gambar di media
sosial. Setelah 3 tahun berjalan sudah lebih dari 11 juta pengikut di akun Instagramnya, itu terbukti
betapa konten humor yang paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia saat ini.
Saat ini, dagelan sudah memiliki 78 karyawan dan semuanya berjenis kelamin laki-laki. Danny
menjelaskan memang sengaja tidak merima karyawan perempuan. Tahun lalu sempat ada tiga
wanita yang ingin masuk tapi, ruang istirahat menjadi bahan pertimbangan. Danny memaparkan
bahwa karyawan pria sering tidur bahkan menginap di ruang istirahat dengan hanya mengenakan
pakaian dalam. Hal ini yang ditakutkan akan memicu isu pelecehan seksual di tempat kerja.

Meskipun Daegelan memiliki alasan yang melindungi wanita dari isu pelecehan seksual namun,
tetap saja Dagela melanggar asas kesetaraan dalam tata kelola perusahaan. Perusahaan tidak
memberikan kesamaan dalam hal penerimaan pegawai karena terjadi diskriminasi gender.
Seharusnya Dagelan memberikan kesempatan wanita untuk dapat berkarir di perusahaan tersebut.