Anda di halaman 1dari 10

 BERANDA

 SITE MAP

 HOME
 STRUKTUR»
 GEOTEKNIK»
 TRANSPORTASI»
 MANAJEMEN»
 GAYA HIDUP»
 ZONA BERFIKIR»
 INFO SIPIL»

Selamat Datang di Zona Atmadilaga


"Setetes Tinta Mampu Melahirkan Sejuta Inspirasi"

Model Pemilihan Moda Transportasi (Sistem


Transportasi)
RABU, DESEMBER 07, 2011 ADI ATMADILAGA NO COMMENTS
Model pemilihan moda bertujuan untuk mengetahui proporsi orang yang akan menggunakan setiap
moda.
Proses ini dilakukan untuk mengetahui atribut dan variabel-variabel yang mempengaruhi pelaku
perjalanan untuk pemilihan moda.Pemilihan moda juga sangat dipengaruhi oleh variabel demand
adalah yang berkaitan dengan kondisi sosio-ekonomi pelaku perjalanan dan variabel supply berkaitan
dengan tingkat pelayanan yang diberikan oleh moda transportasi tersebut

Aspek yang menjadi pertimbangan umum pelaku perjalanan dalam menentukan pilihan moda
angkutan adalah sebagai berikut:

 Aspek sosial ekonomi pelaku perjalanan.


 Aspek tingkat pelayanan yang diberikan oleh moda angkutan yang ada

Variabel Penentu Pemilihan Moda


Pemilihan moda berhubungan dengan perilaku pelaku perjalanan dalam menentukan pilihannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menentukan pilihannya, hal ini sangat tergantung
terhadap nilai utilitas yang diperoleh seseorang. Nilai utilitas pelaku perjalanan untuk yang satu
dengan yang lain akan berbeda.Variabel pengukur nilai utilitas disebut sebagai atribut, yang diperoleh
dengan menggolongkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaku perjalanan dalam menentukan
pilihannya secara sistemati.

Variabel Demand (Karakteristik Pelaku Perjalanan)

Variabel demand yang mempengaruhi pelaku perjalanan antara lain:

 Penghasilan (income), penghasilan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap pemilihan


moda
 Penghasilan terbatas biasanya memilih moda yang termurah, dibandingkan dengan orang
yang berpenghasilan tinggi akan mempertimbangkan kenyamanan walaupun akan membayar
lebih mahal.

Faktor Umur

 Umur, faktor umur akan mempengaruhi pemilihan moda angkutan


 Usia yang lanjut akan cendrung memilih angkutan yang lebih nyaman dan kurang
memperhatikan waktu tempuh.
 Usia muda yang lebih agresif yang sangat memperhitungkan masalah waktu tempuh dan
keleluasaan.

Jenis kelamin,

secara umum jenis kelamin akan mempengaruhi pemilihan moda antar kereta api dengan mobil
penumpang umumnya laki-laki lebih menyukai mobil penumpang dibanding dengan wanita.

Maksud perjalanan,

hal ini sangat erat kaitannya dengan pemilihan moda, karena maksud perjalanan akan berhubungan
dengan waktu misalnya pedagang,
Variabel Supply (Karakteristik Sistem Transportasi)

Karakteristik sistem transportasi dapat diartikan sebagai keadaan dan bentuk pelayanan yang dapat
diberikan oleh moda transport supply kepada pelaku perjalanan, antara lain adalah sebagai berikut.

a. Waktu Tunggu di Terminal (waiting time)

Waktu tunggu (waiting time) diterminal adalah, waktu yang harus disediakan pelaku perjalanan mulai
sampai di terminal sampai bus yang dipilihnya berangkat meninggalkan terminal menuju tempat
tujuan yang dikehendakinya. Lamanya waktu tunggu untuk masing-masing pelaku perjalanan tidak
selalu sama.

b. Waktu tempuh relatif,

Waktu tempuh relatif antara moda yang bersaing sangat mempengaruhi pelaku perjalanan dalam
pemilihan moda.
Untuk menentukan waktu tempuh relatif masing-masing moda dapat dilakukan dengan menghitung
waktu yang dipakai mulai dari rumah:
waktu menunggu kendaraan (waiting time), waktu penggantian moda, waktu didalam kendaraan,
sampai dengan ketempat tujuan.

c. Biaya perjalanan

Biaya perjalanan adalah yang dinyatakan sebagai biaya yang dikeluarkan oleh pelaku perjalanan
mulai dari rumah sampai ketempat tujuan.
Besarnya biaya perjalanan akan mempengaruhi pelaku perjalanan dalam menentukan pemilihan
moda angkutan yang digunakan

d. Tingkat pelayanan

Tingkat pelayanan yang ditawarkan ketiga moda bersaing dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama
bersifat subjektif dan sulit diukur seperti: keamanan dan kenyamanan, kemudahan pindah moda dari
satu moda ke moda angkutan lain.

e. Model dalam Pemilihan Moda

Model dalam pemilihan moda sangat bervariasi, tergantung kepada tujuan perencanaan
transportasi.Setiap moda angkutan dianalisis secara terpisah selama tahapan proses pemodelan,
dan perubahan sosio-ekonomi sangat mempengaruhi proses pemilihan moda. Setiap moda dianggap
bersaing dalam merebut pangsa penumpang, sehingga atribut penentu dari jenis pergerakan menjadi
faktor utama yang mempengaruhi pemilihan moda.

Secara umum model pemilihan moda dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu model
dengan menggunakan kurva diversi dan model teori probabilitas.
Model Kurva Diversi
Model ini menggunakan karakteristik pelaku perjalanan, karakteristik sistem transportasi dan
karakteristik perjalanan sebagai variabel yang mempengaruhi pemilihan moda, sebagai contoh
persentase yang menggunakan angkutan pribadi diplot bersama dengan satu variabel, misalnya
pemilikan kendaraan, atau pendapatan.

Model Probabilitas

Model Probabilitas adalah suatu model yang telah dikembangkan antara lain, model analisis probit
dan model analisis logit.
Dibanding dengan model kurva diversi model probabilitas lebih efisien dalam proses perhitungannya.
Model-model ini telah diterapkan pada berbagai situasi untuk menjelaskan bagaimana orang memilih
diantara alternatif moda yang bersaing.

Setiap alternatif dijelaskan dengan fungsi utilitas dan probabilitas, yang berkaitan dengan pilihan
seorang terhadap moda angkutan untuk mengestimasi proporsi kelompok masyarakat dalam memilih
alternatif moda yang bersaing. Pengembangan dari model ini meliputi dua tahap yaitu, pemilihan
bentuk matematik dan kalibrasi fungsi utilitas yang tepat.

Fungsi Utilitas dan Dis-utilitas

Fungsi utilitas adalah mengukur derajat kepuasan yang diperoleh seseorang terhadap
pilihannya.Fungsi dis-utilitas mewakili generalized cost yang berkaitan dengan tiap pilihan. Besarnya
tergantung karakteristik atau atribut tiap pilihan dan karakteristik individu (status sosial ekonomi )
yang membuat pilihan. Selain itu karakteristik perjalanan juga memberikan sumbangan terhadap
utilitas yang terkait dengan pemilihan suatu moda perjalanan tertentu.

Untuk menentukan suatu fungsi utilitas, variabel yang relevan perlu diseleksi dan begitu pula bentuk
fungsi tertentu yang berhubungan dengan variabel yang diseleksi. Fungsi utilitas biasanya dinyatakan
sebagai jumlah linier dari variabel bebas yang diberi bobot.
Bentuk transformasinya :

Bentuk transformasinya adalah sbb:


U= ao + a1 X1 + a2 X2 + … + an Xn
Dimana:
U = Utilitas
ao = Konstanta
X1 = Variabel bebas

Pilihan Diskrit (Discrete Choice)

Dasar teori, dalam menghasilkan model pemilihan diskrit (Discrete choice models) Sheffi
(1992).Hipotesa yang mendukung model pemilihan diskrit tergantung kepada situasi pilihan, yaitu
pilihan setiap individu terhadap setiap alternatif yang tersedia berdasarkan daya tarik atau nilai
manfaat
Utilitas dipengaruhi oleh beberapa atribut yang diperlakukan sebagai bentuk acak, sehingga utilitas
juga dimodelkan secara probability terhadap alternatif yang dipilih.Pada kenyataannya keputusan
yang diambil tidak hanya dipengaruhi oleh variabel rasional tetapi juga faktor irrasional, yang
menyebabkan unsur probabilitas dalam pemilihan moda.

Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:

U (i) = V(i) + e (i) Keterangan


U (i) = Fungsi pemilihan untuk alternatif (i)
V(i) = Fungsi deterministik dari atribut-atribut alternatif (i)
e (i) = bagian acak yang mencerminkan hal tertentu dari setiap individu, atribut yang tidak teramati,
variasi selera yang tidak teramati, termasuk kesalahan yang dilakukan oleh pemodel.

Penentuan Nilai Manfaat (Utilitas)

Penentuan nilai manfaat, dimaksudkan agar dapat diketahui bagaimana respon pelaku perjalanan
dalam menentukan pilihannya terhadap moda angkutan yang tersedia berdasarkan nilai manfaat
yang dapat dirasakan oleh pengguna jasa angkutan. Perbedaan dalam utilitas (U) berkaitan dengan
moda bersaing timbul disebabkan antara lain waktu tempuh yang lebih cepat, tetapi ongkos lebih
mahal dari yang lain.Variabel bebas dalam persamaan ini adalah waktu tunggu, pelayanan, dan
ongkos. Selanjutnya dapat digunakan untuk memprediksi pilihan pelaku perjalanan untuk berbagai
tujuan perjalanan

Untuk memprediksi pilihan pelaku perjalanan untuk berbagai tujuan perjalanan, antara lain adalah
sebagai berikut:

 Menentukan kepentingan relatif dari atribut


 Menetukan waktu Perjalanan
 Menentukan biaya perjalanan
 Menentukan fungsi utilitas untuk peramalan model.

Penetuan Nilai Utilitas

Untuk menentukan fungsi utilitas untuk peramalan model mengikuti prinsip dasar bahwa individu akan
memilih alternatif (i) jika nilai U ( i ) dari alternatif ( i) adalah yang terbaik dari antara U(.).
Model ini adalah dasar dari penurunan model-model pemilihan stokastik, misalnya Probit Model dan
Logit Model.

Logit Model

Logit Model adalah suatu bentuk pendekatan matematis untuk mengetahui persentasi pengguna
masing-masing moda.
Untuk dua tipe moda yang bersaing dapat digunakan Binomial logit dengan rumus sebagai berikut:
e V(a)
P(a) = ---------------
e V(a) + e V(b)

Multinomial logit

Sedangkan untuk tiga moda pilihan dapat digunakan model Multinomial logit
Memperhitungkan proporsi perjalanan yang akan memilih suatu moda tertentu berdasarkan
persamaan berikut
e (Uk)P(k) = e (Uk) /
Model ini dapat digunakan bila alternatif yang ada mempunyai fungsi pilihan yang bebas dan alternatif
tersebut bersifat saling menguntungkan (mutually exclusive).

Metoda Perhitungan

Metoda perhitungan dengan teknik regresi digunakan secara luas dalam pemodelan transportasi.
Pengolahan data dilakukan untuk mendapatkan hubungan kuantitatif antara sekumpulan atribut dan
responden individu.
Hipotesis yang diperoleh dari model regresi ini dapat diuji dengan uji t atau uji F untuk model yang
lebih komplit.

Hubungan tersebut secara umum dinyatakan dalam pesamaan sebagai berkut:


Y = ao + a1 X1 + a2 X2 + … + an Xn Dimana Y = Variabel tak bebas
ao = intercep
a1 = parameter variabel bebas
X1 = variabel bebas

Sampel

Sampel didefinisikan sebagai sekumpulan unit yang secara khusus diseleksi untuk mewakili populasi
yang lebih besar dengan atribut tertentu.
Metode sampling yang paling banyak diterima adalah metode sampling yang berbasiskan pada
bentuk sampel random.
Metode ini terbagi menjadi metode sampling sederhana, metode sampling bertingkat, dan metode
sampling pilihan.

Data dan Sampel

Data biasanya terdiri dari sampel pengamatan yang diperoleh dari populasi tertentu, dimana menjadi
tidak layak secara ekonomis jika diamati seluruhnya.
Masalah dalam data adalah bagaimana meyakini bahwa sampel tersebut cukup mewakili dan
menghasilkan kesimpulan yang valid dari sampel tersebut.

Artikel Terkait:
da

 Model Pemilihan Moda Transportasi (Sistem Transportasi)

stem Transportasi

 Rute Busway D.K.I. Jakarta 2014


 PEMILIHAN RUTE/PEMBEBANAN JARINGAN LALU LINTAS (ROUTE CHOICE/TRAFFIC
ASSIGNMENT)
 Model Pemilihan Moda Transportasi (Sistem Transportasi)
 Analisa Kategori/Klasifikasi Silang
 Bangkitan Pergerakan
 Sebaran Pergerakan

lan Raya

 Rute Busway D.K.I. Jakarta 2014


 PEMILIHAN RUTE/PEMBEBANAN JARINGAN LALU LINTAS (ROUTE CHOICE/TRAFFIC
ASSIGNMENT)
 Model Pemilihan Moda Transportasi (Sistem Transportasi)
 Analisa Kategori/Klasifikasi Silang
 Bangkitan Pergerakan
 Sebaran Pergerakan
 Desain Perkerasan Kaku Metode Bina Marga
 ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (3)
 ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (2)
 ALAT - ALAT BERAT PADA PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (1)

Posted in: Jalan Raya,Moda,Sistem Transportasi,Transportasi

Reactions:
Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda

0 COMMENTS:

POSTING KOMENTAR

LINKS TO THIS POST

Buat sebuah Link

Follow by Email
Submit
Cari Blog Ini
Telusuri

Search

 Popular Post
 Download File
 Arsip
POPULAR POSTS
 Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi
 Mengenal Jenis Tipe dan Fungsi Serta Kegunaan Masing-Masing Tipe APAR (Alat Pemadam Api
Ringan)
 MENGENAL TIPE SAMBUNGAN DAN HUBUNGAN KAYU YANG SERING DIJUMPAI DI DUNIA
KONSTRUKSI
 TEKNIK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN
 Menghitung Daya Dukung Tanah
 Pengalaman Mengikuti Seleksi Masuk Penerimaan PT. PLN (Persero)
 Teknik penyusunan Jaringan Kerja / Network Planning
 Desain Geometric Jalan Raya (Rakayasa Jalan Raya)

SHARE

 Penyediaan kebutuhan SDM drafter AutoCAD untuk Perusahaan - Dadang Fauzi


 Manajemen Gambar - Eddy Santoso
 Penjelasan mengenai Standard penggunaan LINE / Garis di AutoCAD - Eddy Santoso
 Solusi mengatasi Autocad error tidak bisa diinstal - Dadang Fauzi
 Mengenal lebih dekat tentang Drafting Setting (DSettings) - Eddy Santoso

HALAMAN FACEBOOK

PENGIKUT

GOOGLE+ FOLLOWERS

Subscribe

Follow Us!

Be Our Fan

STATISTIK PENGUNJUNG

1,984,134
LABELS
AASHTO (1) Aliran Air Dalam Media Porus(3) Analisis Gaya Batang(1) Balok (3) bekerja optimal (1) Bengkel
Baja(1) Beton (9)Beton Bertulang (6)Civil 05 (1) Ekonomi Teknik (2) gambut (1)Gempa (2) Hukum Darcy (1) Ilmu

ukur Tanah (3) Jalan Raya (15)Jenis-Jenis Beton (2)Jobs Hiring (1) Kapasitas jalan
Raya (1) Kayu (4)Kemampuan Otak(5) klasifikasi tanah (1)Konsolidasi (2)Manajemen

Proyek (10)Materi Kuliah (20)Mekanika Rekayasa (1)Mekanika


Tanah(10) Motivation (6)Otak Kiri dan Kanan (1)otak pria dan wanita (1)Pelat 1 (satu)
Arah)(2) Pemetaan (5)Pencil Art (1)Perencanaan Pelat (3)Permeabilitas (1)Pondasi (6) Rumah
Minimalis (3) SAP2000(1) Semen Portland (1)simpang Bersinyal (2)Sketsa Wajah (1)Struktur Rangka (4)Teknik
Menggambar(2) Teknik Sipil Manajemen(15) Teknik Struktur (19)Tips
Rumah (8)Tutorial (2) Vertical Drain (1)
LANGGANAN
Postingan
Komentar

TEKNIK SIPIL

PROFIL

AD I AT M AD I L AG A

A Lazy boy who loves new challenge to find every new hopes. draws every dreams to real
life, writes every moments as art n colors life with every feelings
LIHAT PROFIL LENGKAPKU

OTHER'S BLOG

Blognya Wong Sipil karo Arsitek
Cara Membuat Gambar Kerja Arsitektural Denah Rumah 2 Lantai dengan AutoCAD

CIVIL ACADEMIC
Mid.dwg - 4shared.com - penyimpanan dan berbagi-pakai file online - unduh

VSI NETWORK :: VSI USTAD YUSUF MANSUR ::

Autocad Civil 3D
TOP MINGGU INI
 MENGENAL TIPE SAMBUNGAN DAN HUBUNGAN KAYU YANG SERING DIJUMPAI DI DUNIA
KONSTRUKSI
 Pengalaman Mengikuti Seleksi Masuk Penerimaan PT. PLN (Persero)
 Menghitung Daya Dukung Tanah
 Persyaratan Beton Bertulang
 Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi
 Mengenal Jenis Tipe dan Fungsi Serta Kegunaan Masing-Masing Tipe APAR (Alat Pemadam Api
Ringan)
 TEKNIK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN
 Desain Geometric Jalan Raya (Rakayasa Jalan Raya)
TOP BULAN INI
 MENGENAL TIPE SAMBUNGAN DAN HUBUNGAN KAYU YANG SERING DIJUMPAI DI DUNIA
KONSTRUKSI
 Menghitung Daya Dukung Tanah
 Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi
 Mengenal Jenis Tipe dan Fungsi Serta Kegunaan Masing-Masing Tipe APAR (Alat Pemadam Api
Ringan)
 TEKNIK PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN
 Persyaratan Beton Bertulang
 Desain Geometric Jalan Raya (Rakayasa Jalan Raya)
 Pengalaman Mengikuti Seleksi Masuk Penerimaan PT. PLN (Persero)
Copyright © 2011 Kampuz SipiL | Powered by Blogger
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail