Anda di halaman 1dari 15

TUGAS BAHASA INDONESIA

( MAKNA KATA, MAKNA GRAMATIKAL DAN LESIKAL,


MAKNA KONSTEKS, KATA PUNGGUT )

Oleh :

SRI RAHAYU PRATIWI 160030005


NI MADE KESUMA DEWI 1600
I GUSTI AYU AGUNG DELLA HARYANTI DEWI 1600
RISKY ADI SAPUTRA 1600

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI


STMIK STIKOM BALI
2018
 Pengertian Makna Kata
Makna kata adalah arti atau maksud yang tersimpul atau terkandung dari suatu kata.

 Jenis-jenis Makna Kata


Berikut macam-macam jenis makna kata beserta pengertiannya.

1. Makna Leksikal
Makna leksikal adalah makna suatu kata sebelum mengalami proses perubahan
bentuk. Makna lesikal disebut pula makna kampus.
 Contoh:
Rumah = bangunan untuk tempat tinggal
Contoh: Itu rumah saya
a. Makan = ....
1.) Memasukkan makanan pokok ke dalam mulut lalu mengunyah dan
menelannya.
Contoh:
Mereka makan tiga kali sehari.
2.) Memasukkan sesuatu ke dalam mulut kemudian mengunyah dan
menelannya.
Contoh:
Ia sedang makan pisang.
b. Daun = bagian tanaman yang tumbuh berhelai-helai pada ranting sebagai alat
bernafas dan mengolah zat makanan.
Contoh:
Daun sirsak banyak mengandung khasiat.
2. Makna Gramatikal
Makna gramatikal adalah makna suatu kata setelah kata itu mengalami proses
gramatikalisasi, seperti pengimbuhan, pengulangan, atau pemajemukan. Makna
gramatikal sangat bergantung pada struktur kalimatnya. Oleh karena itu, makna
gramatikal disebut pula makna struktural.
 Contoh:
a. Rumah-rumahan = menyerupai rumah-rumahan.
Contoh:
Ina senang bermain rumah-rumahan.
b. Makanan = segala sesuatu yang dapat dimakan
Contoh:
Hindarilah makanan yang mengandung lemak.

3. Makna Denotasi
Makna denotatif adalah makna suatu kata sesuai dengan konsep asalnya, tanpa
mengalami perubahan makna atau penambahan makna. Makna denotasi disebut pula
makna lugas.
 Contoh:
a. Tangan kanan = tangan sebelah kanan
Contoh:
Tangan kanan Milla terkilir sewaktu bermain bulutangkis.
b. Kambing = binatang pemamah biak dan pemakan rumput atau daun-
daunan, berkuku genap, tanduknya berongga, diternakkan untuk diambil daging, susu,
atau bulunya.
Contoh:
Pak Tejo mempunyai lima ekor kambing.
4. Makna Konotasi
Makna konotasi adalah makna suatu kata berdasarkan berdasarkan perasaan atau
pemikiran orang. Makna konotasi dapat dianggap sebagai makna denotasi yang
mengalami penambahan makna. Penambahan tersebut berupa pengiasan atau
perbandingan dengan benda atau hal lainnya. Oleh karena itu, makna konotasi disebut
pula makna kias atau makna kontekstual.
 Contoh:
a. Tangan kanan = orang yang dipercaya; pembantu utama
Contoh:
Polisi berhasil menangkap tangan kanan koruptor kelas kakap itu.
b. Kambing hitam = orang yang dijadikan tumpuan kesalahan
Contoh:
Andre dituduh sebagai kambing hitam dalam kerusuhan antarkampung itu.
5. Makna Konseptual
Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari
konteks atau asosiasi apapun.
 Contoh:
Kata kuda memiliki makna konseptual ‘sejenis binatang berkaki empat yang biasa
dikendarai’;dan kata rumah memiliki makna konseptual ‘bangunan tempat tinggal
manusia’. Jadi, makna konseptual sesungguhnya sama saja dengan makna leksial,
makna denotatif, dan makna referensial.
6. Makna Asosiatif
Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah lleksem atau kata berkenaan
dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada diluar bahasa .
Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna
reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.

 Makna Kolokatif
Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase
sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna
kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam
kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.
 Makna Reflektif
Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual
dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat
sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh
berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.
 Makna Stilistika
Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau
situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu
sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia
ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa
kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada eaktu komunikasi itu.
 Makna Afektif
Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang
digunakan dalam berbahasa.
 Makna interpretatif
Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan
tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca
atau mendengarkan
Contoh:
Kata melati berasosiasi dengan sesuatu yang suci atau kesucian.
Kata merah berasosiasi dengan ‘berani atau juga ‘paham komunis’.
Makna asosiatif ini sebenarnya sama dengan lambing atau perlambangan yang
digunakan oleh suatu masyarakat bahasa untuk menyatakan konsep lain, yang
mempunyai kemiripan dengan sifat, keadaan, atau ciri yang ada pada konsep
asal kata atau leksem tersebut.
7. Makna Idiom
Makna idiom adalah satuan ujuran yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari
makna unsur-unsurnya, baik secara leksikal maupun secara gramatikal.
 Contoh:
Secara gramatikal bentuk menjual rumah bermakna ‘yang menjual menerima uang
dan yang mebeli menerima rumahnya’.
Ada dua macam idiom, yaitu:
a. Idiom penuh
Idiom yang semua unsur-unsurnya sudah melebur menjadi satu kesatuan, sehingga
makna yang dimiliki berasal dari seluruh kesatuan itu.
Contoh: membanting tulang, meja hijau, dan sebagainya
b. Idiom sebagian
Idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikalnya sendiri.
Contoh: buku putih yang bermakna buku yang memuat keterangan resmi mengenai
suatu kasus.
Pada contoh tersebut, kata buku, masih memiliki makna leksikalnya.

8. Makna Peribahasa
Makna peribahasa masih dapat diramalkan karena adanya asosiasi atau tautan antara
makna leksikal dan gramatikal unsur-unsur pembentuk peribahasa itu dengan makna
lain yang menjadi tautannya.
Karena peribahasa ini bersifat memperbandingkan atau mengupamakan, maka lazim
juga disebut dengan nama perumpamaan.
 Contoh:
Tong kosong nyaring bunyinya.
Peribahasa tersebut bermakna ‘orang yang tiada berilmu biasanya banyak cakapnya’.
9. Makna Kias
Tampaknya penggunaan istilah arti kiasan ini sebagai oposisi dari arti sebenarnya.
Oleh karena itu, semua bentuk bahasa (baik kata, frase, maupun kalimat) yang tidak
merujuk pada arti sebenarnya (arti leksikal, arti konseptual, atau arti denotatif) disebut
mempunyai arti kiasan.
 Contoh:
Putri malam dalam arti “bulan”
Raja siang dalam arti “matahari”

 Konstek
Makna kontekstual merupakan salah satu diantara jenis-jenis makna kata. Adapun
jenis-jenis makna kata yang telah dibahas sebelumnya antara lain makna leksikal dan
contohnya, makna gramatikal dan contohnya, makna struktural, makna metaforis,
contoh makna referensial dan nonreferensial, dan sebagainya. Dalam artikel makna
kontekstual dan konseptual, makna kontekstual diartikan sebagai makna yang muncul
berdasarkan konteksnya. Adapun konteks yang dimaksud adalah kalimat tempat
dimana contoh kata dasar itu berada. Dalam makna kontekstual, suatu kata dasar
dapat mempunyai makna berbeda-beda tergantung di kalimat mana dia berada.
Untuk lebih memahami makna kontekstual, di bawah ini terdapat beberapa contoh
makna kata kontekstual.

1. Badan

 Contoh:

a. Entah mengapa, seluruh badanku terasa begitu sakit.


b. Pada kalimat ini, kata badan dimaknai sebagai tubuh atau jasad manusia.
c. Badan perahu itu kini telah dicat dengan menggunakan cat berwarna putih.
d. Pada kalimat ini, kata badan dimaknai sebagai bagian dari suatu benda.
e. Pak Burhan bekerja didapuk sebagai ketua badan penasihat yayasan tersebut.
f. Pada kalimat ini, kata badan mempunyai makna bagian dari suatu kumpulan orang
yang mengerjakan sesuatu.
2. Mata

 Contoh:

a. Sorot matanya begitu tajam menatapku.


b. Pada kalimat ini, mata mempunyai makna sebagai pancaindera manusia yang
berfungsi sebagai alat penglihatan.
c. Ibu memasukkan benang ke dalam mata jarum.
d. Pada kalimat ini, kata mata dimaknai sebagai bagian lubang yang ada di bagian
yang tumpul sebuah jarum.
e. Mata pencaharianku adalah berdagang di pasar.
f. Kata mata dalam kalimat ini diartikan sebagai pekerjaan utama yang dikerjakan
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Kepala

 Contoh:

a. Terlalu banyak pikiran membuat kepalaku menjadi pusing.


b. Kata kepala pada kalimat ini bermakna bagian tubuh manusia yang ada di bagian
atas tubuh, serta menjadi tempat mata, hidung, mulut, telinga, rambut, dan otak
berada.
c. Pak Mulyadi resmi ditunjuk sebagai kepala desa yang baru.
d. Kata kepala pada kalimat ini bermakna pemimpin di suatu desa.

4. Darah

 Contoh:

a. Darah merupakan cairan yang ada di dalam tubuh serta terdiri atas plasma dan sel
berwarna merah dan putih.
b. Makna darah pada kalimatini adalah bagian tubuh (baik manusia atau hewan)
yang berbentuk cairan sertamempunyai bentuk dan ciri yang khusus.
c. Dia masih ada hubungan darah denganku.
d. Makna darah pada kalimat di atas adalah keturunan atau ikatan persaudaraan.
e. Sejak kecil, darah seni yang melekat di diri Clarisa sudah tercium oleh kedua
orang tuanya.
f. Makna darah pada kalimat di atas adalah bakat atau pembawaan.
5. Motor

 Contoh:

a. Pompa yang baru dibeli Ayah itu digerakkan oleh motor listrik.
b. Kata motor pada kalimat di atas adalah mesin penggerak suatu mesin.
c. Bobby mengantar adiknya dengan menggunakan sepeda motor.
d. Makna kontekstual motor pada kalimat ini adalah kendaraan beroda dua yang
mempunyai mesin penggerak di dalamnya.
e. Egi Maulana Vikry dianggap sebagai motor serangan Tim Nasional Indonesia U-
19.
f. Motor pada kalimat di atas bermakna orang yang memegang peranan penting
dalam suatu hal

 Kata Serapan
Kata serapan adalah kata – kata yang diambil dari bahasa asing dan diintegrasikan ke
dalam bahasa Indonesia. Kata serapan sendiri sering dikenal dengan kata pungutan
atau kata adaptasi. Meskipun berasal dari bahasa asing, kata serapan tersebut telah
menjadi bagian dalam bahasa Indonesia dan dipakai luas oleh masyarakat umum
dalam percakapan sehari – hari.

Proses Penyerapan Kata Asing


Kata – kata asing yang terserap ke dalam bahasa Indonesia melalui beberapa cara,
diantaranya adalah karena faktor adopsi, adaptasi, dan pungutan. Berikut ini adalah
pembahasan dan contoh – contoh kata serapannya.

1. Adopsi
Proses adopsi dalam penyerapan kata asing dilakukan dengan cara mengambil kata
asing tanpa merubah pelafalan maupun penulisan. Dengan kata lain, bunyi maupun
penulisannya sama dengan bentuk aslinya.

 Contoh :

Reshuffle, Hamburger, Supermarket, dan lain – lain.

 Contoh kalimat :

Andre menjadi gemuk karena suka memakan hamburger.


2. Adaptasi
Proses adapatasi adalah proses masuknya kata asing ke dalam bahasa Indonesia
dengan cara mengambil maknanya saja sedangkan penulisan dan lafalnya dirubah dan
disesuaikan ke dalam bentuk kaidah bahasa Indonesia.
 Contoh :

Organisasi, fluktuasi, minimal, maksimal, dan lain – lain.

 Contoh kalimat :

Organisasi itu melakukan bakti sosial untuk membantu anak yatim.

3. Pungutan
Kata serapan yang diambil melalui proses pungutan adalah kata – kata yang
merupakan padanan kata dari bahasa asing itu sendiri. Dengan kata lain kata serapan
yang melalui cara ini adalah kata – kata asing yang diterjemahkan ke dalam bahasa
Indonesia.
 Contoh :

 Try out = uji coba


 Balance = Imbang
 Defisit = Kekurangan, dan lain sebaginya.

 Contoh Kalimat :

Sebelum mengikuti Ujian Nasioanl, para siswa harus mengikuti uji coba.

 Pengertian Kata Serapan


Kata serapan adalah kata hasil integrasi dari bahasa lain (biasanya bahasa asing) ke
dalam bahasa Indonesia. Kata yang termasuk dalam kata serapan biasanya sudah
digunakan oleh masyarakat secara umum. Oleh karena itu ejaan, tulisan, dan ucapan
disesuaikan dengan cara pengucapan masyarakat Indonesia. Secara tidak langsung,
kata serapan ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang bahasa asing.

Kenapa harus menyerap dari bahasa asing? Apakah bahasa Indonesia kekurangan
kata? Jawabannya tentu saja “Tidak”. Justru dengan adanya kata serapan ini, bangsa
Indonesia semakin kaya akan bahasa. Bahasa Indonesia semakin beragam kosa
katanya dan juga semakin berkembang. Adanya kata serapan dapat terjadi karena hal
berikut:
lebih cocok digunakan dalam arti konotasinya
kata serapan tersebut lebih bercorak internasional
karena kata asli dari kata asing lebih mudah digunakan daripada terjemahannya.

 Jenis-Jenis Kata Serapan


Beragam kata serapan dapat dikelompok berdasarkan dua kategori. Kategori tersebut
adalah pengelompokkan berdasar bahasa asal dan pengelompokkan berdasarkan
proses integrasinya.

 Kata Serapan Berdasarkan Bahasa Asal


Bahasa asing bukanlah menjadi satu-satunya sumber bahasa bagi kata serapan. Kata
serapan juga dapat diperoleh dari bahasa Daerah. Berikut penjelasannya.

1. Kata Serapan dari Bahasa Daerah


Beberapa kata dari beragam daerah di Indonesia juga menjadi bahasa asal bagi kata
serapan. Bahasa daerah tersebut antara lain bahasa Jawa, bahasa Sunda, Dialek khas
Jakarta, bahasa Minangkabau. Berikut adalah contoh kata serapan dari bahasa daerah.

Bahasa Jawa Bahasa Sunda Dialek khas Jakarta Bahasa Minangkabau

Ampuh : Sakti Nyeri : Sakit Ceroboh : Tidak hati-hati Acuh : Peduli

Langka : Jarang Ada Mending : Lumayan Genit : Bergaya Gigih : Tangguh

Lugu : Polos Meriang : Sakit Cakep : Mempesona Bertele-tele : Melantur

2. Kata Serapan dari Bahasa Asing

Banyak kata serapan yang berasal dari beberapa bahasa asing, antara lain bahasa
Inggris, bahasa Arab, bahasa Portugis, bahasa Cina, bahasa Belanda. Berikut beberapa
contoh kata serapan dari masing-masing bahasa asing:

Bahasa Inggris Bahasa Arab Bahasa Portugis Bahasa Cina Bahasa Belanda

Aktor Abad Armada Bakiak Amatir

Bisnis Almanak Algojo Bakmi Akte


Detail Baligh Bangku Bakwan Bombardir

Ekspor Ilmu Dadu Cawan Coklat

Inovasi Lafal Dansa Ginseng Diet

 Kata Serapan Berdasarkan Prosesnya


Kelompok kata serapan yang kedua berdasar pada proses bahasa asing tersebut masuk
ke dalam bahasa Indonesia. Terdapat empat cara penyerapan bahasa asing ke dalam
bahasa Indonesia, yaitu adopsi, adaptasi, terjemahan, dan kreasi.

1. Adopsi
Proses adopsi merupakan proses terserapnya bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia
dengan mengambil keseluruhan kata. Bahasa asing yang diambil adalah kata yang
mempunyai makna sama. Kata serapan dengan proses adopsi tidak mengubah lafal
dan ejaan dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Contoh kata serapan dengan proses
adopsi antara lain supermarket (dari kata supermarket), formal (juga dari kata formal),
editor (dari kata yang sama yaitu editor).
2. Adaptasi
Kata serapan melalui proses adaptasi disesuaikan dengan lafal dan ejaan bahasa
Indonesia. Makna kata serapan ini mempunyai makna yang sama dengan kata
sebelumnya. Contohnya adalah maksimal (dari kata maximal), organisasi (dari kata
organization), intelektual (intelectual). Dalam proses adaptasi terdapat beberapa
kaidah yang digunakan, antara lain:

1. Aa → a,

contohnya octaaf → oktaf

2. Ae → ae,

contohnya aerodynamics → aerodinamika

3. Ae → e jika bervariasi dengan e,

contohnya haemoglobin → hemoglobin

4. Ai → ai,

contohnya trailer → trailer


5. Au → au,

contohnya audiogram → audiogram

6. C → k jika di muka a, u, o, dan konsonan,

contohnya cubic → kubik

7. C → s jika di muka e, i, y,

contohnya central → sentral

8. Cc → k jika di muka u, o, dan konsonan,

contohnya accomodation → akomodasi

9. Cc → ks jika di muka e dan i,

contohnya accent → aksen

10. ea → ea ,

contohnya idealist → idealis

3. Terjemahan
Proses menerjemah dilakukan dengan mengambil maknanya saja, sedangkan lafal dan
ejaan diubah. Contoh kata serapan ini antara lain suku cadang (dari kata spare part),
uji coba (dari kata try out), siksaan (dari kata azab).
4. Kreasi
Cara kreasi hampir sama dengan cara terjemahan. Perbedaanya terletak pada bentuk
fisik yang tidak dituntut sama. Misal pada kata asing ditulis dalam 2 kata atau lebih,
maka pada kata serapan diperbolehkan jika hanya ditulis dalam satu kata saja.
Contohnya adalah effective (kata serapannya menjadi berhasil guna).

 Contoh Kata Serapan


Sebagai pelengkap referensi tentang kata serapan, berikut disajikan beberapa contoh
kata serapan:
No. Kata Asal Kata Serapan Bahasa Asal

1. Abad Abad Arab

2. Algoz Algojo Portugis

3. Acar Acar Parsi

4. Almanak Almanak Arab

5. Ajian Mantra Jawa Kuno

6. Angkara Murka Jawa Kuno

7. Amateur Amatir Belanda

8. Atleet Atlet Belanda

9. Actor Aktor Inggris

10. Aquarium Akuarium Inggris

11. Allergy Alergi Inggris

12. Ballpoint Bolpen Inggris

13. Ballon Balon Inggris

14. Boetiek Butik Belanda

15. Baligh Baligh Arab

16. Bakiak Bakiak China

17. Banco Bangku Portugis

18. Bolo Bolu Portugis

19. Cuba Coba Jawa Kuno

20. Chocolade Coklat Belanda

21. Coin Koin Inggris

22. Community Komunitas Inggris

23. Copy Salin Inggris

24. Conducive Kondusif Inggris

25. Data Data Inggris


26. Discount Diskon Inggris

27. Director Direktur Inggris

28. Docent Dosen Belanda

29. Duraka Durhaka Jawa Kuno

30. Diwasa Dewasa Jawa Kuno

31. Encang Paman Belanda

32. Egoistisch Egois Belanda

33. Edition Edisi Inggris

34. Embryo Embrio Inggris

35. Essay Esai Inggris

36. Erosion Erosi Inggris

37. Export Ekspor Inggris

38. Etiquette Etiket Belanda

39. Enzyme Enzim Inggris

40. Ijs Es Belanda

41.. Hotel Hotel Belanda

42. Garem Garam Jawa Kuno

43. Ilmu Ilmu Arab

44. Halal Halal Arab

45. Haram Haram Arab

46. Istana Istana Parsi

47. Kadai Kedai Tamil

48. Kahabar Kabar Arab

49. Lafazh Lafal Arab

50. Maqalatun Makalah Arab

51. Rizqi Rezeki Arab


52. Petti Peti Tamil

53. Ulogam Logam Tamil

54. Zakarotil Sekarat Arab

55. Zhalim Lalim Arab