Anda di halaman 1dari 4

JEMBATAN KABUPATEN KEPAHYANG

Kampung Bogor

Permasalahan :

1. Jembatan ambruk sehingga tidak dapat digunakan.


2. Elevasi jembatan dibawah elevasi banjir sehingga pada saat sungai pada kondisi banjir, air
sungai menghantam jembatan yang mengakibatkan kekuatan jembatan menurun dan
kemudian jembatan ambruk.
3. Sedimentasi yang tinggi pada area jembatan mengakibatkan pada titik jembatan elevasi banjir
tinggi.
4. Tidak terdapatnya dinding sayap pengarah arus sungai yang berfungsi untu pengarah dan
perlindungan terhadap gerusan.

Usulan Penanganan :

1. Pembangunan Jembatan baru.


2. Peninggian elevasi jembatan menyesuaikan dengan elevasi banjir rencana.
3. Normalisasi sungai guna membersihkan sedimentasi di area jembatan.
4. Dibuat dinding sayap pengarah arus agar melindungi sayap jembatan untuk tidak tergerus.

Air Lanang

Permasalahan :

1. Kondisi lantai jembatan yang kurang layak, sehingga mengakibatkan banyak pengendara
motor tergelincir saat melalui jembatan dengan kondisi cuaca hujan.
2. Jembatan rangka baja masih kokoh, namun terdapat bagian yang diperbaiki.
3. Tidak terdapatnya dinding sayap jembatan yang berfungsi menahan tanah agar tidak tergerus
oleh aliran sungai.
4. Muatan maksimum yang melintas jembatan tidak lebih dari 2 ton.

Usulan Penanganan :

1. Perbaikan pada lantai jembatan dengan melapisi dengan plat lantai beton.
2. Penambahan perkuatan pada konfigurasi rangka baja dan memperbaharui bagian jembatan
yang sudah tidak layak.
3. Pembuatan dinding sayap jembatan, sehingga samping jembatan dan abutment dapat
terlindung dari gerusan air sungai.
4. Pemasangan rambu peringatan untuk kendaraan yang melintas tidak melebihi kapasitas
muatan jembatan.
5. Pembangunan jembatan baru disamping jembatan lama.

Cinto Mandi

Permasalahan :

1. Jalan rencana belum ada sehingga harus diperhatikan pada saat perencanaan selanjutnya.
2. Titik lokasi jembatan terlalu curam dan permukaan merupakan batuan monolit, hal berikut
dapat mempersulit pelaksanaan dilapangan dan tidak efisien.
3. Jalan eksisting terhadap titik lokasi jembatan terlalu curam sehingga sangat sulit untuk
direkayasa agar memenuhi standar perencanaan jalan.
Upaya Penanganan :

1. Koordinasi terkait dengan rencana jalan yang akan dibuat, terhadap titik lokasi jembatan yang
akan direncanakan.
2. Diperlukan pergeseran titik lokasi jembatan agar didapat desain rencana jembatan yang
efisien.
JEMBATAN KABUPATEN REJANG LEBONG
Air Nau 1

Permasalahan :

1. Jembatan eksisting masih menggunakan jembatan kayu yang sewaktu – waktu dapat terbawa
oleh aliran sungai yang deras.
2. Jembatan tersebut merupakan jembatan satu – satunya yang terdekat menghubungkan
antara 2 desa air nau dengan air rusa, jika jembatan terputus maka akses antara 2 desa
tersebut terhambat.

Usulan Penanganan :

1. Direncanakan jembatan yang kokoh agar menjadi jembatan permanen yang dapat
mengakomodir kebutuhan prasarana pada daerah tersebut.
2. Diperlukan jembatan sementara pada saat akan dibangunkan jembatan agar aktivitas
masyarakat yang memerlukan akses melalui jembatan tersebut tidak terhambat.

Sungai Kelingi, Muara Thalita

Permasalahan :

1. Railing jembatan yang tidak memenuhi standar dan tidak kokoh.


2. Gelagar dan diafragma jembatan telah mengalami korosi.
3. Tidak dipasang pelindung abutment dari gerusan air sungai
4. Lantai jembatan menggunakan kayu dilapisi pelat besi yang dapat mengakibatkan licin pada
saat hujan.
5. Muatan maksimum yang melintas jembatan tidak lebih dari 2 ton.

Usulan Penanganan :

1. Pemasangan baru railing jembatan yang sesuai dengan standar.


2. Penggantian atau perlindungan terhadap korosi dengan pengecatan.
3. Dipasang dinding sayap jembatan guna melindungi tanah disamping jembatan dan abutmen
agar tidak tergerus oleh aliran sungai.
4. Pemasangan rambu peringatan untuk kendaraan yang melintas tidak melebihi kapasitas
muatan jembatan
5. Pembuatan jembatan baru disamping jembatan lama.

Air Katie

Permasalahan :

1. Beda elevasi antra kedua sisi setinggi 27 meter.


2. Titik lokasi jembatan terlalu curam dan permukaan merupakan batuan monolit, hal berikut
dapat mempersulit pelaksanaan dilapangan dan tidak efisien.
3. Jalan eksisting terhadap titik lokasi jembatan terlalu curam sehingga sangat sulit untuk
direkayasa agar memenuhi standar perencanaan jalan.
4. Rencana trase jalan belum ada sehingga untuk sambungan terhadap jalan rencana harus
diperhatikan.

Usulan Penanganan :
1. Koordinasi terkait dengan rencana jalan yang akan dibuat, terhadap titik lokasi jembatan yang
akan direncanakan.
2. Diperlukan pergeseran titik lokasi jembatan agar didapat desain rencana jembatan yang
efisien.