Anda di halaman 1dari 12

“LAPORAN HASIL PENGAMATAN

KEGIATAN KEDOKTERAN KERJA”

Dosen Pembimbing

dr. Pitut Aprilia

Oleh :

Nudiya Azimah 2010730081

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi Allah SWT, Shalawat dan Salam kami panjatkan bagi Nabi Besar kita
Nabi Muhammad SAW. Dalam mengikuti kegiatan IKAKOM 2 kami sebagai Mahasiswa di
tuntut agar bisa memahami dan menerapkan ilmu tersebut dalam praktik kedokteran nanti setelah
menyelesaikan masa pendidikan di bangku perkuliahan.
Dalam laporan ini penulis membahas mengenai Kedokteran Kerja, yang dijelaskan cara
melakukan diagnosis penyakit akibat kerja, faktor risiko yang dihadapi pekerja, bahaya potensial
akibat jenis pekerjaan yang dilakukan, serta K3 ( Kesehatan dan Keselamatan Kerja) dengan jenis
Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai kriteria pekerjaannya.
Adapun, unsur yang harus diperhatikan saat mengamati pada tempat kerja ialah : faktor 1)
Personal: meliputi, faktor usia, masa kerja, pendidikan, Indeks masa tubuh, faktor kesehatan,
perilaku 2) Equipment meliputi, alat yang digunakan yang dapat menyebabkan kecelakaan dalam
kerja 3) Material penggunaan bahan baku yang berbahaya 4) Environment merupakan dampak
dari lingkungan ; faktor fisik, kimawi, ergonomic, biologis, psikososial.
Penulis berharap semoga hasil dari laporan ini dapat bermanfaat bagi diri penulis sendiri
dan orang lain, sehingga diharapkan lebih banyak masyarakat yang lebih sadar bahwa setiap
pekerjaan memiliki risiko dan potensi bahaya. Bahwa penting sekali dalam melakukan pekerjaan
diperhatikan aspek-aspek yang dapat melindungi diri sehingga tidak membawa dampak penyakit
dimasa mendatang sehingga proktuvitas dapat terganggu dan biaya untuk berobat / perawatan tidak
sebanding dengan hasil yang diperoleh dari tempat kita bekerja.
.

Penulis
Tangerang Selatan, Agustus 2016
BAB I
PENDAHULUAN

Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kedokteran yang bermutu dan manusiawi sudah
tidak dapat di tunda lagi. Hal ini mengingat bahwa pelayanan kedokteran meskipun berkembang
pesat, tetapi semakin terkotak-kotak dengan munculnya berbagai spesialisasi dan subspesialisasi.
Lebih parah lagi, semakin berkembangnya komersialisasi pelayanan kesehatan dan kedokteran,
menurunnya etos profesionalisme serta banyak di temukan berbagai pelanggaran norma dan etika
kedokteran.
Pelayanan kuratif yang dianggap lebih menguntungkan justru berkembang pesat.
Pendekatan yang di anut lebih ke arah pendekatan individu, salah satunya adalah Ilmu Kedokteran
Kerja , sebenarnya Ilmu Kedokteran Kerja hampir sama dengan ilmu kedokteran biasa, hanya saja
dalam ilmu kedokteran kerja ini digunakan kemampuan untuk melihat potensi dan faktor risiko
dari pekerjaan yang dapat mengakibatkan penyakit akibat kerja , serta dibutuhkan improvisasi
dalam melakukan kedokteran kerja.
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja,
perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan
mencegah, mengurangi bahkan menihilkan resiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan
konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat
kerja yang menghabiskan banyak biaya. Melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi
jangka panjang yang memberikan keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
K3 dapat melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit akibat kerja, misalnya
kebisingan, pencahayaan (sinar), getaran, kelembaban udara, dan hal-hal lain yang menyebabkan
kerusakan pada pendengaran, gangguan pernapasan, kerusakan paru-paru, kebutaan, kerusakan
jaringan tubuh akibat sinar UV, percikan benda panas ,dan lain-lain. K3 dalam konteks kerja
berkaitan dengan waktu dan shift dalam bekerja, waktu rekreasi dan libur dan waktu pergantian
dalam shift bekerja.
Pedagang keliling adalah pedagang yang menjual dagangannya dengan cara berkeliling di
perumahan atau perkampungan. Pedagang keliling menjajakan barang dagangannya dengan
berbagai cara. Ada yang berjalan kaki, menggunakan keranjang yang dipikul, memakai gerobak,
atau menggunakan kendaraan. Misalnya, sepeda, sepeda motor, atau mobil. Barang-barang yang
diperjualbelikan di antaranya adalah sayur mayur, roti, jagung rebus, peralatan rumah tangga, dan
minuman. Cara menjajakan dagangan yang dilakukan oleh pedagang keliling ada bermacam-
macam. Ada yang berkeliling sambil berteriak, menggunakan bunyi dari bel sepeda, atau
menggunakan ketukan mangkuk. Cara-cara tersebut dilakukan untuk menarik minat para pembeli.
BAB II
PEMBAHASAN

A. STATUS KESEHATAN PENDERITA


I. Identitas Penderita
1. Nama : Tn. Yanto
2. Usia : 45 tahun
3. Kedudukan dalam keluarga : Kepala keluarga
4. Jenis Kelamin : laki - laki
5. Pendidikan : SMP
6. Pekerjaan : tukang ketoprak
7. Status Perkawinan : Menikah, 2 orang anak
8. Tanggal Kunjungan : 06 September 2016

II. Riwayat Penyakit


1. Keluhan Utama :
Punggung dan pergelangan tangan kanan sering sakit sejak 1 tahun yang lalu.
2. Riwayat Perjalan Penyakit Sekarang :
Panggung dan pergelangan tangan kanan dirasakan sakit ketika bekerja sebagai
tukang ketoprak.
3. Riwayat Penyakit Dahulu :
Sejak 1 tahun yang lalu, ketika seharian bekerja sebagai tukang ketoprak, sering
merasa pergelangan tangan terasa sakit.
4. Riwayat Penyakit dalam Keluarga :
Tidak ada penyakit yang sama dikeluarga
III. Riwayat Pekerjaan
1. Jenis Pekerjaan
Jenis Alat yang
Tempat Kerja Lama Kerja
pekerjaan digunakan
pedagang - Cobek Ciputat  Bekerja 7 jam /hari, hari
ketoprak - Pisau senin – sabtu dari jam : 07:00-
- Kompor 14.00 WIB
 Sudah bekerja sebagai
pedagang ketoprak selama 20
tahun.

2. Uraian tugas / pekerjaan


Menyiapkan bahan – bahan ketoprak, berangkat ke tempat pangkalan, menunggu
pelanggan, mengulek bahan – bahan ketoprak.

3. Bahaya potensial :

1. Urutan Kegiatan (secara detil)

Waktu Kegiatan

04:00 - 06:00 Belanja ke pasar dan menyiapkan bahan-bahan


06:30 - 07:00 Mengangkut bahan – bahan ketoprak ke tempat
gerobaknya dan berangkat ke pangkalan
07:00 - 14:00 Menunggu dan melayani pelanggan, istirahat,
sampai dagangan habis terjual.
14:10 - 14:30 Pulang ke rumah
2. Alat Pelindung Diri
- Menggunakan baju lengan pendek
- Menggunakan sandal jepit

3. Bahaya Potensial
a. Fisik : panas matahari
b. Kimia : asap rokok, debu
c. Biologis :-
d. Ergonomi : posisi berdiri dan badan membungkuk yang terlalu lama
e. Psikososial : jenuh

4. Gangguan kesehatan yang mungkin timbul


- Posisi tidak ergonomi : LBP (low back pain)
- sakit di pergelangan tangan : Carpal Tunel Syndrome
- Asap Rokok : Perokok Pasif
- Jenuh : stress, lelah

5. Risiko kecelakaan kerja


- Terpotong
- Percikan minyak
- Percikan bumbu ke mata
- Kebakaran
- Asap rokok
- Stress
IV. Pemeriksaan :
1. Pemeriksaan Fisik (secara umum)
1. Keadaan umum : Baik
2. Tanda Vital :
- Tekanan Darah : 120/70 mmHg (normal)
- Frekuensi Nadi : 80 kali/menit (normal)
- Frekuensi Nafas : 18 kali/menit (normal)
- Suhu : 36,40 C (normal)
3. Keadaan gizi
- Berat Badan : 56 Kg
- Tinggi Badan : 160 cm
- BMI : BB (kg)/ TB(m)2
56/(1.6)2 = 21,8
Kesan : Gizi normal

2. Pemeriksaan Klinis :
• Kepala : normocepal, rambut warna hitam, distribusi merata, tidak mudah rontok.
• Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, reflek cahaya (+/+), pupil isokor.
• Hidung : septum deviasi (-), sekret -/-, epistaksis -/-.
• Telinga : bentuk normotia, serumen -/-, otorhea -/-.
• Mulut : mukosa bibir lembab (+), lidah kotor (-), tremor (-), stomatitis (-), sianosis
(-), perdarahan gusi (-).
• Leher : pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-).
• Paru
I : normochest, pergerakan dinding dada simetris, retraksi sela iga (-).
A : vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/-.
• Jantung
I : ictus cordis terlihat di ICS V linea midclavicula sinistra.
A : BJ I dan II murni reguler, gallop (-), murmur (-).
• Abdomen
I : datar.
A : bising usus (+) normal.
P : nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan limpa tidak teraba.
P : timpani pada 4 kuadran abdomen.
• Ekstremitas
Atas : Akral hangat, RCT < 2 detik, edema -/-.
Bawah : Akral hangat, RCT < 2 detik, edema -/-.

V. Pemeriksaan Laboratorium :
a. Laboratorium Rutin : tidak dilakukan pemeriksaan
(darah, urine, feces rutin)
b. Laboratorium Khusus : tidak dilakukan pemeriksaan
(kimia darah)
c. Pemeriksaan Radiologi : tidak dilakukan pemeriksaan
(Rontgen, USG)
d. Pemeriksaan Non- Lab : tidak dilakukan pemeriksaan
(Audiometri, Spirometri)

VI. Analisis hubungan pekerjaan dengan penyakit yang diderita


1. Pemeriksaan ruang/tempat kerja :
Pekerjaan dilakukan diruang terbuka, penuh asap rokok dan debu.

2. Pembuktian hubungan penyakit dengan bekerja:


Pasien bekerja sebagai pedagang ketoprak selama 7 jam/hari selama 6
hari. Menyebabkan tangan dan punggung sakit, serta bekerja di ruangan terbuka
yang terpapar asap rokok dan debu. Keluhan akan berkurang dengan istirahat

3. Pembuktian tidak adanya hubungan penyakit dengan penyebab di luar pekerjaan :


Yanto selama 20 tahun sudah menjalani pekerjaan ini dan tidak ada
aktifitas lain di luar pekerjaannya.
VII. Menegakkan Diagnosa Penyakit Akibat Kerja
- Diagnosa Kerja :
Suspek CTS
Suspek LBP

- Diagnosa Differensial :
 HNP

VIII. Kategori Kesehatan


“Kesehatan baik dengan kelainan yang dapat dipulihkan”

IX. Prognosa
1. Ad Vitam : Ad Bonam (menyangkut kehidupan)
Ad Sanasionam : Ad Bonam (menyangkut kesembuhan)
Ad Fungsionam : Ad Bonam (menyangkut fungsional)

X. Permasalahan pasien dan rencana penatalaksanaannya

No Jenis Target Waktu dan


Rencana Tindakan
Permasalahan Evaluasi
1. Pergelangan Menggunakan wrist band Di istirahatkan selama 1-2
tangan dan untuk pergelangan tangan. jam.
punggung sakit Memakai korset punggung.
2. Dampak stress Meluangkan waktu bersama
keluarga
BAB III
KESIMPULAN & SARAN

A. Kesimpulan
Kecelakaan yang mungkin sering terjadi bisa mengakibatkan pergelangan tangan
dan punggung sakit karena terlalu lama mengulek serta posisi berdiri sambil membungkuk.
Butuh posisi yang ergonomi untuk melakukan kegiatan agar pekerjaan tersebut tidak
merugikan.

B. Saran
Butuh istirahat selama 3 hari . Untuk mengatasi pergelangan tangan serta punggung
pemakaian wrist band untuk tangan dan pemakaian korset untuk punggung.
Lampiran 1
Foto-foto kegiatan