Anda di halaman 1dari 2

3.

Dasar Teoritis Penilaian Kualitatif

Kaian penelitian kualitatif berawal dari kelompok ahli seorang ahli “mazhab Cliricago” pada
tahun 19920-1930 yang menetapkan pentingnya penelitian untuk mengkaji kelompok kehidupan
manusia. Pada waktu yang sama, kelompok ahli antropologi menggambarkan outline dari metode
karya lapangan yang melakukan pengamatan langsung kelapangn untuk mempelajari adat dari awal ,
tampak bahwa penelitian kualitatif merupakan bidang penyelidikan tersendiri. Bidang ini bersilang
dengan disiplin dan pokok permasalahan lainya. Suatu kumpulan istilah,konsep,asumsi yang
komplek dan saling terkait meliputi istilah penelitian kualitatif.

Pada penelitian kualitatif, teori di artikan sebagai paradigma. Seorang peneliti dalam kegiatan
penelitianya, baik dinyatakan secara eksplist atau tidak, menerapkan paradigma tertentu sehingga
penelitian menjadi terarah. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah:

a. Pendekatan fenomenologis. Dalam p-andangan fenomenologis, penelitian berusaha


memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitanya terhadap orang-orang biasa dalam situasi-
situasi tertentu.
b. Pendekatan interaksi simbolik. Dalam pendekatan interaksi simbolik di asumsikan bahwa
objek orang,situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri, sebaliknya pengertian itu
di berikan kepada mereka. Pengertian yang di berikan pada pengalamn dan proses
penafsiran bersifat esensial serta menetukan.
c. Pendekatan kebudayaan. Untuk menggambarkan kebudayaan menurut prespektif ini
seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa dimana manusia diharapkan
berprilaku secara baik. Penelitian dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana
diharapkan berprilaku dalam suatu latar kebudayaan.
d. Pendekatan etnometodologi. Etnomedologi berupaya untuk memahami bagaiman
masyarakat. Memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri.
Etnometodologi berusaha memahami bagaimana orang-orang memulai melihat,
menerangngkan, dan mengurangi keteraturan dunia tempat mereka hidup. Seorang peneliti
kualitatif yang mrupakn sudutn pandang ini berusaha menginteprestasikan kejadian dan
peristiwa sosial sesuai dari sudut pandang penelitianya.

Munculnya penelitian kualitatif adalah karena reaksi dari tradisi dengan positivisme dan
potpositivisme yang berupaya melakukan kajian budaya interpretatif sifatnya. Sebagai jenis
metode dan pendekatan dalam penelitian kualitatif, tingkat perkembangan dan kematangan
masing-masing metode ditentukan juga oleh bidang keilmuan yang memiliki sejarah
perkembanganya . setiap uraian mengenai penelitian kualitatif harus bekerja dalam bidang
historis yang kompleks.

4. ciri-ciri penelitian kualitatif

Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian lain. Untuk mengetahui perbedaan tersebut
ada 15 ciri penelitian kualitatif yaitu:

a. Dalam penelitian kualitatif data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah(natural
setting)
b. Peneliti sebagai alat penelitian, artinya peneliti sebagai alat utama pengumpulan data yaitu
dengan etode pengumpulan data berdasarkan pengamatandan wawancara.
c. Dalam penelitian kualitatif di usahakan pengumpulan data secara deskriftif yang kemudian
di tulis dalam laporan. Data yang di peroleh dalam penelitian ini berupa kata-kata,bukan
gambar dan angka.
d. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil, artinya dalam pengumpulan
data sering memperhatikan hasil dan akibat dari berbagai variabel yang saling mengaruhi.
e. Latar belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya. Demikian maka apa yang ada
dibalik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian kualitatif.
Mengutaman data langsung atau”first hand”. Penelitian kualitatif menuntut sebanyak
mungkin kepada penelitianya untuk melakukan sendiri penelitian di lapangan.
f. Dalam penelitian kualitatif digunakan metode tringulasi yang dilakukan secara ekstensif baik
tringulasi metode maupun tringulasi sumber data.
g. Mementingkan rincian kontekstual. Penelitian mengkumpulkan dan mencatat data yang
sangat rinci mengenai hal-hal yang di anggap bertalian yang di teliti.
h. Subjek yang di teliti berkedudukan yang sama dengan penelitian jadi tidak sebagai objek
atau yang lebih rendah kedudukanya.
i. Mengutamakan prospektif emik artinya mementingkan pandangan responden, yakni
bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dan segi pendirianya.
j. Verifikasi penerapan metode ini antara lain melalui kasus bertentangan atau negatif.
k. Pengambilan sampel secara purposif. Metode kualitatif menggunakan sampel yang sedikit
dan dipilih menurut tujuan penelitian.
l. Menggunakan”audit trail” metode yang dimaksud adalah dengan mencantumkan metode
pengumpulan dan analisa data.
m. Mengadakan analisis sejak awal penelitian. Data yang di peroleh langsung dianalisa,
dilanjutkan dengan pencairan data lagi dan dianalisa demikian harus sampai dianggap
mencapai hasil yang memadai.
n. Teori bersifat dari dasar. Dengan data yang di peroleh dari penelitian dilapangan dapat
dirumuskan kesimpulan atau teori.