Anda di halaman 1dari 5

FUNGSI KOGNISI

A. Proses Informasi
Proses informasi terdiri atas 3 proses, yaitu :
- Sensasi  hasil stimulasi neuron sensori
- Persepsi  kesadaran terhadap sensasi/stimuli
- Kognisi  proses berkesinambungan seperti memori, bahasa, dan
kemampuan memecahkan masalah yang digunakan untuk menyusun struktur
atau strategi dalam menanggapi stimulus secara sadar. Kognisi terdiri atas
atensi, memori, bahasa, orientasi, fungsi eksekutif, praksis, dan gnostik.

B. Area Asosiasi

Area ini berfungsi untuk menerima dan analisis sinyal dari korteks sensorik,
motorik dan struktur subkortikal. Terdiri atas :
1. Area asosiasi parieto-oksipitotemporal
- Analisis koordinat spasial tubuh
- Area Wernicke, terletak di korteks auditori primer pada posterior gyrus
temporalis pada lobus temporal sebagai pusat interpretasi berbasis bahasa
dan simbolisme verbal (90% pada hemisfer kiri sebagai hemisfer
dominan)
- Gyrus angularis, terletak di posterior area Wernicke anterolateral lobus
oksipital sebagai pusat penerima informasi kata-kata dari visual yang akan
disalurkan ke area Wernicke
- Area penamaan objek, terletak di daerah paling lateral lobus oksipitalis
anterior dan lobus temporalis anterior sebagai penerima informasi nama
dari lobus temporal dan informasi sifat fisik dari lobus oksipital untuk
disalurkan ke area Wernicke
2. Area asosiasi prefrontal
Area ini berkaitan dengan korteks motorik untuk perencanaan pola kompleks
dan berurutan dari gerak motorik, sebagai tempat proses informasi sensoris
membentuk persepsi  memori kerja  aksi, perencanaan tugas yang yang
berurutan untuk tujuan yang kompleks, serta membentuk proses yang
memungkinkan multitasking
3. Area Broca
4. Area Asosiasi limbik
BASAL GANGLIA
A. Komponen
- Nukleus kaudatus
- Putamen
- Kapsula interna (ruang antara nukleus kaudatus dan putamen)
- Globus pallidus
- Substantia nigra
B. Jaras Putamen
Jaras ini berkaitan dengan sistem kortikospinal untuk mengatur pergerakan pola
aktivitas motorik yang kompleks dan halus (eg. menulis alfabet, aspek vokalisasi,
memukul bola kasti, gerakan-gerakan terlatih yang sebagian besar tidak disadari)

(Korteks serebri  motorik (premotorik, suplemental) dan sensorik  putamen


 globus pallidus (interna, eksterna), subtalamus, substantia nigra  nuklei
ventroanterior dan ventrolateral (thalamus)  korteks motorik primer, korteks
premotorik, korteks suplementer)
Lesi pada bagian-bagian berikut menyebabkan :
- Globus pallidus  atetosis (gerak menggeliat spontan dan berulang)
- Subtalamus  hemibalismus (gerak flailing spontan)
- Putamen  korea (gerak menyentak-nyentak kecil)
- Substantia nigra  parkinsonism (rigiditas, akinesia, tremor)

C. Jaras Kaudatus
Jaras ini memberikan kontrol atau pengendalian kognitif terhadap pola gerakan
motorik yang berurutan untuk mencapai suatu tujuan yang kompleks secara tanpa
disadari dalam waktu cepat (beberapa detik), serta menentukan kecepatan dan
intensitas gerakan

D. Sistem Neurotransmitter