Anda di halaman 1dari 2

Bahan Bacaan Biomedik

(baca buku Hasjim, 2013)

1. Endositosis = Memasukan bahan atau zat dari luar kedalam sel

2. Fagositosis = jika bahan atau zat yang disitosis besar atau benda padat

3. Autofagi = mendapat bahan atau zat tanpa proses sitosis, melainkan bahan
atau zat yang mau dicerna dilingkupi dan dirangkul oleh membrane RE
halus yang kemudian lepas menjadi vacuola.

4. Fagosom = Berasal dari kata phagus (makan) dan soma (badan) yang
artinya badan yang berfungsi makan

5. Lisosom (primer dan sekunder)

Lisosom = lysis (mencerna) dan soma (badan) yakni organel sel yang
berfungsi untuk mencerna dan menghancurkan suatu zat atau bahan.

Lisosom merupakan kantung terikat membrane berisi enzim hidrolitik yang


digunakan oleh sel untuk mencerna molekul.

6. Pascalisosom = hasil pencernaan sel berupa molekul-molekul kecil.

7. Penyakit pompe = penyakit ini ditandai oleh banyak glikogen di dalam


berbagai jaringan, terutama dalam sel otot jantung, hati dan otot rangka.
Penyebabnya adalah sel penderita tidak mengandung enzim fosforilase yang
mencerna glikogen sehingga glikogen tetap berada di dalam lisosom.

8. Penyakit Tay-Sachs = Penyakit ini terjadi karena lisosom tidak dapat


mencerna glikolipid sehingga zat ini tertimbun di dalam otak.
9. Penyakit Hurler = lisosom tidak dapat mencerna mukopolisakarida
sehingga mukopolisakarida tertimbun di dalam sel hati

10. Penyakit akibat logam berat = Lisososm tidak dapat mencerna logam
berat, seperti debu silica (silicosis), abses (absestosis) yang terhirup dan lain-
lain

11. Hubungan agein sel dengan kerja lisosom = Lisosom dapat juga rusak
akibat minum obat terlalu lama. Berbagai butiran obat masuk kedalam
vakuola-vakuola untuk dicerna dengan enzim-enzim. Semakin tinggi dosis
obat atau semakin lama diminum, obat tersebut akan merusak organel sel
maka lisosom akan dikerahkan lebih banyak untuk mencerna organel-
organel yang rusak. Akibatnya, sel akan mati karena kelelahan bekerja
dalam melakukan fagositosis dan autofagi, mengisolasi, dan menawarkan
obat, mencernakan, dan merombak serta memugar organel yang rusak.