Anda di halaman 1dari 2

Peristiwa Abiogenesis

Teori abiogenesis menjelaskan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati. Penggagas teori
ini adalah Aristoteles, saat beliau membuka peti di gudangnya yang berisi tumpukan baju
kemudian dari baju-baju tersebut terdapat tikus. Ketika diperhatikan baju-bajunya sudah robek
dan bolong-bolong. Dari sini beliau berpikir bahwa tikus-tikus tersebut berasal dari bajunya. Maka
beliau menggagas suatu teori bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati (abiogenesis).

Walaupun teori ini sulit diterima oleh akal manusia zaman sekarang, namun nyatanya teori ini
dianut masyarakat kala itu dan bertahan beberapa waktu lamanya. Setelah akhirnya teori ini runtuh
oleh teori biogenesis yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.

Terlepas dari runtuhnya teori abiogenesis, saya memiliki sebuah pertanyaan. apakah ada
dalam sejarah manusia suatu peritiwa dimana ”makhluk hidup berasal dari benda mati” ?. Ternyata
jawabannya ada.

Peristiwa abiogenesis ini terjadi pada masa kaum Tsamud. Kaum Tsamud sangat pandai
membuat bangunan dan seni pahat dari batu (Q.S. 89: 9). Pada saat itu nabi Shaleh a.s
menunjukkan bukti kenabiannya dan bukti kebesaran Allah SWT dengan memperlihatkan kepada
kaum Tsamud seekor unta yang cantik yang berasal dari batu. Sontak saja, kaum Tsamud dibuat
kagum dengannya.

Selain itu, peristiwa abiogenesis pernah terjadi pula di kalangan masyarakat bani israil. Saat
itu nabi isa a.s membuktikan kenabiannya dengan membentuk suatu bentuk burung dari tanah liat.
Kemudian nabi isa meniupnya maka jadilah burung bentukan itu menjadi burung sungguhan (Q.S
5: 110).

Nah, itulah peristiwa abiogenesis yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Peristiwa
tersebut bukan suatu bukti bahwa teori abiogenesis benar. Namun, peristiwa tersebut
mengingatkan kepada kita bahwa sangatlah mudah bagi Allah SWT menciptakan makhluk hidup
dari benda mati (abiogenesis). Semoga dengan tanda-tanda kebesaran Allah SWT tersebut,
semakin menambah keyakinan kita akan keberadaan Allah SWT. Wallahu’alam..

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang,
bahtera yang ada di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan
dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya (keringnya) dan
Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan
antara langit dan bumi. Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi
kaum yang memikirkan.” (Q.S 2:164).

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa memikirkan tanda-tanda kebesaran-Nya


dan orang-orang yang mendapat rida-Nya. Amiiin