Anda di halaman 1dari 7

BAB II

II.2 Uraian Tanaman


II.2.1 Kunyit (Curcumae domestica)
a. Klasifikasi Tanaman Kunyit (Curcumae domestica) (Backer, C.A,
1965)
Regnum : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma domestika Kunyit (Curcuma
Domestica)
Val.
b. Morfologi Tanaman Kunyit (Curcumae domestica)
Tanaman kunyit (Curcuma mangga Val.) merupakan tanaman
semak berumur tahunan. Tanaman ini mempunyai tinggi 50-75 cm,
bentuk batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. Daun
berwarna hijau, berbentuk seperti mata lembing bulat lonjong di
bagian ujung dan pangkalnya. Panjang daun 30-60 cm dengan lebar
daun 7,5-12,5 cm, tangkai daunnya panjang sama dengan panjang
daunnya. Permukaan atas dan bawah daun agak licin, tidak berbulu.
Tanaman ini mempunyai bunga majemuk berbentuk bulir yang
muncul dari bagian ujung batang. Mahkota bunga berwarna kuning
mudaatau hijau keputihan, panjang 2,5 cm. Kunyit putih memiliki
rimpang berbentuk bulat, renyah, dan mudah dipatahkan. Kulitnya
dipenuhi semacam akar serabut yang halus hingga menyerupai
rambut. Rimpang utamanya keras, bila dibelah tampak daging buah
berwarna kekuning-kuningan di bagian luar dan putih kekuningan di
bagan tengahnya. Rimpang berbau aromatis seperti bau mangga, dan
rasanya mirip mangga sehingga masyarakat menyebutnya temu
mangga (Syukur, 2003).
c. Kandungan zat-zat kimia kunyit
1. Zat warna kurkuminoid yang merupakan suatu senyawa diaril
heptanoid 3-4% yang terdiri dari Curcumin, dihidro kurkumin,
desmetoksi kurkumi dan bisdesmetoksi kurkumin.
2. Minyak atsiri 2-5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan
fenilpropana turmeron (aril-turmeron, alpha turmeron dan beta
turmeron), kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren,
zingiberin, aril kurkumen, humulen.
3. Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin dan dammar
4. Mineral yaitu magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium,
timbal, seng, kobalt, aluminium dan bismuth (Sudarsono et.al,
1996).
c. Khasiat Kunyit
Menurut (Kiso et al., 1983) bagian yang sering dimanfaatkan
sebagai obat adalah rimpang; untuk, antikoagulan, antiedemik,
menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut,
memperbanyak ASI, stimulan, mengobati keseleo, memar dan
rematik. Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai
antihepatotoksik, enthelmintik, antiedemik, analgesic.
Selain itu kurkumin juga dapat berfungsi sebagai
antiinflamasi dan antioksidan. Menurut (Kiso et al., 1983) kurkumin
juga berkhasiat mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung
karena dinding empedu dirangsang lebih giat untuk mengeluarkan
cairan pemecah lemak. Minyak atsiri pada kunyit dapat bermanfaat
untuk mengurangi gerakan usus yang kuat sehingga mampu
mengobati diare. Selain itu, juga bisa digunakan untuk meredakan
batuk dan anti kejang.
II.3 Uraian Bahan
1. Alkohol 70% (Dirjen POM, 1979)
Nama resmi : AETHANOLUM
Nama lain : Alkohol, etanol, ethyl alkohol
Berat molekul : 46,07
Rumus molekul : C2H5OH
Rumus struktur :

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air, dalam kloroform P


dan dalam eter P.
Pemerian : Cairan tidak berwarna jernih, mudah menguap dan
mudah bergerak. Bau khas rasa panas. Mudah
terbakar dan memberikan nyala biru yang tidak
berasap.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. Terhindar dari cahaya,
ditempat sejuk jauh dari nyala api
Kegunaan : Untuk membersihkan alat
2. Aquadest (Dirjen POM, 1979)
Nama ResmI : Aqua destilata
Nama Lain : Aquadest
Rumus molekul : H2O
Berat molekul : 18,02 gr/mol
Rumus Struktur :
H-O-H
Pemerian : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau,
tidak berasa.
Kegunaan : Sebagai pelarut.
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik.
3. BACl2 (Dirjen POM, 1979; Rowe dkk, 2003)
Nama resmi : BARII CHLORIDUM
Nama lain : Barium Klorida
Rumus molekul : BACl2
Berat molekul : 208,336 gr/mol
Rumus struktur :

Kelarutan : Larut dalam lima bagian air


Pemerian : Hablur tidak berwarna
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Sebagai zat tambahan
4. H2SO4 (Dirjen POM, 1979; Rowe dkk, 2003).
Nama resmi : ACIDIUM SULFURICUM
Nama lain : Asam Sulfat
Rumus molekul : H2SO4
Berat molekul : 98,07 gr/mol
Rumus struktur :

Kelarutan : Larut kurang lebih 630 bagian air dan dalam lebih
kurang 1300 bagian air mendidih, praktis tidak larut
dalam etanol, larut dalam gliserol dan dalam sirop
Pemerian : Cairan kental seperti minyak, korosif tidak berwarna
jika ditambahkan dengan air menimbulkan panas
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai zat tambahan
5. HCl (Dirjen POM, 1979; Rowe dkk, 2003)
Nama resmi : ACIDIUM HIDROCHLORIDUM
Nama lain : Asam Klorida
Rumus molekul : HCl
Berat molekul : 36,46 gr/mol
Rumus struktur :
Kelarutan : Larut dalam air dan etanol (95 %)
Pemerian : Cairan tak berwarna, berasa asam dan bau
merangsang
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.
Kegunaan : Sebagai zat tambahan
6. Metanol (Dirjen POM, 1979, Rowe dkk, 2003 )
Nama resmi : METHANOL
Nama lain : Metil alcohol
Rumus molekul : CH3OH
Berat molekul : 32,04 g/mol
Rumus struktur :

Pemerian : Cairan tidak berwarna, jernih, bau khas


Kelarutan : Dapat bercampur dengan air, membentuk cairan
jernih tidak berwarna
Penyimpanan : Dalam wadah tertup baik
Kegunaan : Sebagai pelarut
II.3 Prosedur kerja
II.3.1 Metode BaCl2
1. Haluskan sampel
2. Kemudian diperas menggunakan kertas saring dan di ambil filtratnya
3. Ambil 1 ml dan masukkan ke dalam tabung reaksi
4. Tambahkan beberapa tetes larutan BaCl2 jenuh
5. Terjadi pembentukan endapan
6. Kemudian dipanaskan terjadi perubahan warna yaitu dari warna gelap
menandakan terdapatnya boraks
II.3.2 Metode FeCl3
1. Haluskan sampel
2. Kemudian diperas menggunakan kertas saring dan di ambil filtratnya
3. Ambil 1 ml dan masukkan ke dalam tabung reaksi
4. Tambahkan FeCl3 sebanyak 5tetes dan HCl 5 tetes
5. Terjadi perubahan warna menjadi kuning kehijauan
6. Kemudian dipanaskan terjadi perubahan warna menjadi orange
kemerahan menandakan terdapatnya boraks
II.3.3 Metode Uji Bakar
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Diambil 10 bagian sampel yang sudah dihancurkan
3. Masukkan sampel ke dalam mortir
4. Kemudian ditumbuk hingga halus
5. Tambahkan 2 tetes asam sulfat pekat
6. Kemudian tambahkan methanol secukupnya
7. Kemudian dibakar. Apabila nyala api hijau menunjukan bahwa adanya
boraks
II.3.4 Metode Kertas Tumerik
Kertas tumerik adalah kertas saring yang dicelupkan ke dalam
larutan tumerik (kunyit) yang digunakan untuk mengidentifikasi asam
borat. Uji warna kertas kunyit pada pengujian boraks yaitu dengan cara
membuat kertas tumerik dahulu yaitu:
1. Ambil beberapa potong kunyit ukuran sedang
2. Kemudian tumbuk dan saring sehingga dihasilkan cairan kunyit
berwarna kuning
3. Kemudian, celupkan kertas saring ke dalam cairan kunyit tersebut dan
keringkan. Hasil dari proses ini disebut kertas tumerik.
4. Sampel yang telah dihaluskan dimasukkan ke dalam mortir dan
tambahkan air sedikit demi sedikit hingga larut
5. Setelah larut, cairan disaring
6. Kemudian, celupkan kertas tumerik ke dalam cairan sampel yang telah
disaring,apabila positif mengandung boraks, maka kertas akan berubah
warna
7. Dan apabila diberi uap ammonia berubah menjadi hijau-biru yang
gelap maka sampel tersebut positif mengandung boraks
II.3.5 Metode Kurkumin
1. Dipotong-potong sampel kemudian dihancurkan dengan mortir dan alu
2. Masing-masing sampel dimasukkan ke dalam gelas kimia
3. Ditambahkan air sampai bahan tercelup
4. Di didihkan
5. Diberi 5 tetes ekstrak kurkumin
6. Sampel yang mengandung boraks berwarna merah kecoklatan