Anda di halaman 1dari 7

Tabel Analisis

Rangkuman Kategori Sub tema Tema


(P1) “supervisi menurut saya ialah sebagai Pemahaman Persepsi
evaluasi, iya melakukan evaluasi Supervisi
kepada setiap ruangan”
(P2) “supervisi untuk penilaian yang sikap,
untuk tindakan ya supervisi berjenjang
tapi tidak ada pelaporan”
(P3) “kalau menurut uwak supervisi itu di
rumah sakit tu kan a, kalau dilakukan
dengan terus menerus itu ya dari mulai
jenjangnya dari atas”
(P4) “menurut saya supervisi keperawatan
itu adalah kegiatan berjenjang dari
manajemen rumah sakit baik itu dari
kasi keperawatan, kepala ruangan dan
ketua tim untuk memonitor,
mengevaluasi sejauh mana pekerjaan
atau kemampuan perawat dalam
menjalankan uraian tugasnya”
(P5) “supervisi itu sebenarnya sebuah
bentuk pengawasan memberikan
masukan kepada pelaksanaan kepada
setiap perawat yang melaksanakan
kegiatan di keperawatan”

(P1) “Terutama si yang saya tau si untuk Pemahaman


kayak jam dinas jam kedatangannya Ruang Lingkup
jam berapa dan jam pulangnya jam
berapa, terus dari pakaian kemudian
memberikan asuhan keperawatan” “
(P1)”….kedisiplinan kemudian dalam
memberikan asuhan keperawatan”
(P2)“yang pasti tindakan, yang pasti
komunikasi nya juga kan, itu yang bisa
kita lihat untuk disupervisi, supervisi di
ruangan ya, tapi supervisi seperti
pengembangan seperti yang mau
sekolah”
(P2) “tindakan asuhan keperawatan, sarana
dan prasarana “
(P3) “perawat pelaksana melakukan fiksasi
dengan teknik yang baik dan benar
sesuai dengan prosedur…. melihat
kamu melakukan SP 1 pada halusinasi,”
(P4) “… yang di supervisi kompetensi dari
asuhan keperawatan yang ada di
ruangan,… SOP dalam asuhan
keperawatan “

98
(P5) “melaksanakan asuhan keperawatan”

(P1) “sangat bermanfaat” Manfaat/dampak


(P2) “manfaat supervisi sebenarnya bagus,
sehingga kita bisa mampu melihat
teman – teman yang mampu untuk
kompetensi dibidangnya yang pertama,
yang ke dua kita bisa melihat
komunikasi terapeutiknya”
“… dapat meningkatkan kemampuan
agar lebih kompeten,”
(P3) “…kalau supervisi itu dilakukan dengan
terus menerus efeknya atau dampaknya
dari supervisi itu sendiri akan
meningkatkan mutu pelayanan yang kta
berikan itu sendiri kepada pasien dan
keluarganya kan gitu ya”
(P4) “untuk mengontrol atau mengevaluasi
kualitas dari asuhan keperawatan yang
diberikan oleh perawat, menurut saya
sangat penting”
(P5) “Sangat bermanfaat”

(P2)“… kepala ruangan,….. Supervisi Pelaksaana Pendukung Manajemen


menurut saya tidak ada batasan, artinya Supervisi
dia boleh dilapangan kemudian dia
boleh menjadi supervisi ya seperti itu”
(P3) “…orang yang kompeten…
(P4)”kalau yang pertama kasi keperawatan
berarti kasi keperawatan melaksanakan
supervisi kepada kepala ruangan, dan
yang menjadi supervisor adalah kepala
ruangan, dan berikutnya untuk
mensupervisi ketua tim adalah kepala
ruangan, kepala ruangan mensupervisi
ketua tim yang ada di ruangan,
berikutnya anggota tim yang
melakukannya adalah ketua tim”
(P5) “ karenakan supervisi itu kalau bisa
tidak memegang kerja lain…”
(P5)“yang melaksanakan supervisi di
ruangan dibebankan/pengawasanya
dilimpahkan kepada kepala ruang,
kepala ruang melimpahkan kepada
katim”

(P1) “kalo dulu si ada waktu zamannya kasi Pengalaman


keperawatan nya bu x kah…”
(P2) “dulu mereka pernah ada supervisi,
artinya mereka punya buku tapi

99
semenjak saya masuk 2010 sampai saat
ini itu saya belum pernah ada untuk
dilakukan supervisi secara global,”
(P3) “karena kami dulu punya supervisi win
secara global, artinya ada perawat
senior yang ditunjuk sebagai supervor
yang melakukan supervisi tapi secara
global win, secara global dalam arti
kata supervisi secara umum.
… adah, kan kita juga ada SK dulu ya,
(mbak dulu termasuk nggak sebagai
perawat supervisi “bertanya ke
temannya” (iya pernah “jawaban”))
jadi setau saya dulu pernah, tapi kalau
mau dapat data pendukungnya, insya
Allah kalau saya bisa carikan SK
supervisi saya bahwa sanya kami
memang ada supervisi “

Hambatan
Manajemen
(P2) “…… supervisi itu perlu tenaga yang SDM
berkompeten pasti”
(P3) “ salah satu faktornya adalah
ketenagaan perawatnya itu sendiri,
karena gini siapa yang di tunjuk gitu
kan, bersedia nggak” “….. dari SDM
perawat itu tu yang harus emang di
latih, tapi mereka sendiri mau
nggak”…… “sebenarnya kita
kekurangan tenaga ya Win”
(P5) “Satu kurang SDM”
(P5)“ …. Ketenagaan,,….. Kurang tenaga “
”…..karena kalau supervisi itukan harus
ada tenaganya khusus

(P1) “ Tapi ini tidak ada SK,…. Hambatanya Kebijakan


dari SK”
(P2) “ ….Harus ada SK juga”
(P4) “ … belum adanya peraturan yang
mengikat dari manajemen rumah sakit,
kalau tidak ada peraturan yang
mengikat mewajibkan untuk
pelaksanaan supervisi,”
“… belum tajam aturannya”
“…secara detail belum ada”
(P5) “lebih kearah kebijakan”

100
(P1)“ha a mungkin kembalikan lagi ke Dukungan
manajemen rumah sakit kali ya “
(P1) “supervisi keperawatan kita memang
kurang”,
(P2) ” …secara global supervisi emang kami
belum ada tapi kalo dari ruangan
emang sering…”
“… Cuma ditempat kita ini belum
dilaksanakan”
“… tapi belum adanya penerapan
supervisi”,
(P3) “… mungkin manajemennya, dalam arti
manajemennya kan supervisi ini
akhirnya bagaimana? bagaimana? apa
outputnya, kalau di pihak manajemen,
out putnya apa sebenarnya? apa hanya
sekedar gitu aja udah, gitu aja udah gitu
kan”
“… dalam arti kita harus mendapat
dukungan…”
(P5) “jadi supervisi secara manajemenya
belum kita bentuk”
(P5) “ supervisi ini belum kita bentuk”

(P2) “Kalau orang supervisi kan harus ada Anggaran


fee nya, ya kan ndak mungkin kita suruh
mereka untuk melakukan supervisi tapi
tidak ada fee… “
(P5) “kedua karena biaya atau anggaran,
….. tapi ya dana juga si ujung ujungnya
dana anggaran juga.”

(P2) “ …tetapi untuk pendokumentasiannya Dokumentasi


belum ada”
(P4) “kalau pendokumentasiannya kita
membuat versi masing masing ruangan,
buku dokumentasi kadang kadang tiap
ruangan berbeda persepsinya yang
penting ada catatan.”

(P3) “kemudian motivasi dari perawat itu Motivasi


sendiri, untuk melakukan dan dilakukan
supervisi. Motivasi mereka, kan
misalkan kita akan melakukan supervisi
nanti tiba tiba mereka stress, kaya saya
kemaren kan tiba tiba stress saya

101
inginnya emang ada peningkatan tapi
setelah saya buat penelitian kecil bukan
untuk ini ya tapi untuk saya sendiri
untuk kenaikan pangkat ya saya
melakukan penelitian kecil dengan
supervisi, komunikasi pada supervisi ya,
kemauan motivasi buat itu didalam
menjalankan supervisi.”
(P2) “….yang kurang mampu diajarin, yang
gak isi diingatin, kemudian kinerja pasti
berpengaruh yang disupervisi kinerja
pasti bertambah, orang akan berfikiran
seperti ini wah nanti ada supervisi nanti
akan di nilai lo itu sudah persepsi yang
pasti untuk meningkatkan kinerja, orang
yang di supervisi itukan ini akan dilatih
dan tidak bisa untuk prakteknya kita
lihat sering sering di supervisi artinya
ekspert, yak an akhirnya punya perawat
dapat meningkatkan kemampuan agar
lebih kompeten, gitu “

(P1) “…diberikan pelatihan dulu Pelatihan Pengembangan


pengetahuan dulu kemudian baru
dibentuk tim supervisi”
(P2) “…pelatihan supervisi, pasti perlu…”
(P3) “Kalau emang ada materinya khusus ya
perlu aja untuk menambah wawasan”
(P4)“…“pelatihan tetap perlu, jadi untuk
menyeragamkan, menyatukan persepsi
mengenai supervisi persepsi dan system
supervisinya sehingga kualitas supervisi
atar ruangan satu dan ruangan lain itu
sama, outputnya sehingga perawat yang
ada di rumah sakit ini mendapatkan
perlakuan yang sama saat disupervisi
jadi sistemnya sama sehingga hasilnya
juga diharapkan tidak bereda”
(P5) “..Sangat”

102
(P1) “Penghargaan untuk perawat ada)….” Reward
… kalau reward untuk katim biasanya
diberikan oleh karu kalau sudah
melakukan pekerjaan ini ini ni bagus
itukan reward juga, ndak harus dalam
bentuk hadiah atau apa, he he biasanya
bagus mbak ida udah ini ni ni bagus
mbak ida beres sip itu reward juga kan .
ndak harus berfikirya dalam bentuk
uang, dalam bentuk barang nggak,
nggak seperti itu lah. Kalau kita sudah
melakukan tugas kita dengan baik
biasanya karu memberikan reward
untuk kita, bagus ya di ruangan ini
bagus ya, bagus ya mbak ida”
(P2) “penghargaan ada tapi kalau bentuk
uang tidak….. ya, kita sudah kayak
contohnya adalah perawat terbaik
dirumah sakit, itu bentuk suatu
penghargaan ya, kemudian
penghargaan kita bukan bentuk duit,
reward juga iya bentuk penghargaan,
teman teman kita juga kalau melakukan
tindakan juga mendapatkan reward,
jadi memang jangan selalu berasumsi
penghargaan berupa uang reward juga
bisa itu adalah salah satu contoh
perawat terbaik.
(P3) “Kami tahun 2016 sudah bisa memilih
perawat terbaik dan itu terobosan dari
komite pada saat itu”
(P5) “kepada mereka yang punya potensi
loyal jadi kita tidak hanya memberikan
berupa penghargaan berbentuk barang
tapi kita juga memberikan dalam bentuk
pelatihan melihat kualitas mereka
apakah bisa menjadi katim atau menjadi
kepala ruang atau menjadi perawat
tertentu di ruangan tertentu yang
memang memerlukan keahlian
tersendiri, itu saja yang bisa
diberikan.”

103
(P2) “… pasti satu supervisinya adalah orang Harapan
yang berkompeten, emang orang yang
mampu, orang yang mampu menyelesaikan
masalah dan mengambil keputusan, karena
dia adalah sebagai perpanjangan orang
orang yang mempunyai suatu keputusan,
kemudian emang harus diadakan supervisi
biar kita sama sama bisa mengontrol, dan
emang harus ada penghargaan lah”
(P3) “supervisi ynag emang untuk
meningkatkan pelayanan kita ke pasien
itu yang saya inginkan,”
(P4) “saya harapkan mungkin, tadi aturanya
jelas, ada aturan yang tertulis yang
menikat memang ini kewajiban dari
semua perawat, dari kasi keperawatan,
dari kepala ruangan, ketua tim sampai
perawat pelaksana sehingga mereka itu
merasa memang ini bagian aturan yang
ada di rumah sakit, tidak merasa
terpaksa jika dilakukan supervisi, nah
kemudian a kelengkapan,
kelengkapanya dilengkapi ntah itu nanti
buku dokumentasi supervisinya
diseragamkan jadi setelah dengan
diseragamkan nanti semua yang ada di
rumah sakit ini walaupun berbeda
ruangan dia punya buku catatan yang
sama, sitemnya di seragamkan dan
dilaksanakan terus menerus, continue”

104