Anda di halaman 1dari 50

PROPOSAL PETERNAKAN AYAM PEDAGING

TUGAS MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

PROPOSAL PETERNAKAN AYAM PEDAGING

Disusun Oleh :

YULIANAN PUSPITASARI L200100051

FATA NIDAUL KHASANAH L200100071

TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS KOMUNIKASI dan INFORMATIKA
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH SURAKARTA
2010

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon
pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan
pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin
banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat
merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu
sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu
membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran.
Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat
membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu
pemeliharaan ayam pedaging karena banyak orang yang membutuhkannya. Untuk memenuhi
kebutuhan ini banyak peternak ayam pedaging yang bersaing untuk menyuplai akan
kebutuhan daging tersebut.

Faktor yang paling menentukan dalam usaha peternakan terutama peternakan ayam ada tiga
hal yaitu pembibitan (breeding), makanan ternak/pakan (feeding) dan pengelolaan usaha
peternakan (management). Khusus dalam penyediaan bibit ayam, peternak diusahakan untuk
dapat memilih bibit yang berkuallitas. Tujuan penyediaan bibit yang berkualitas adalah agar
hasil panen dapat maksimal. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan oleh peternak
terutama mengenai produktifitas, kondisi dan kesehatan.

Tujuan

Tujuan dari usaha peternakan ayam pedaging adalah:

1. Dapat melakukan usaha ayam potong/pedaging dengan baik dan memberikan manfaat
yang besar
2. Dapat memasarkan daging ayam dengan baik
3. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya
4. Dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran

1. Kajian Teoritis

Saat ini telah banyak orang yang mendirikan usaha beternak ayam potong/pedaging, namun
kurang sukses dan banyak yang merugi. Hal tersebut mungkin disebabkan saat mereka akan
mendirikan usaha mereka tidak memperhatikan konsep-konsep dasar berusaha, tidak
mengetahui bagaimana membina serta mengembangkan usaha, dan juga mereka kurang
sukses karena mereka tidak memiliki sikap-sikap berkewirausahaan yang baik dan tangguh.
Oleh karena itu sebelum melaksanakan suatu usaha baru perlu mengetahui hal-hal/aspek-
aspek yang berpengaruh terhadap usaha tersebut. Hal tersebut diantaranya adalah aspek
kekuatan (strenght), kelemahan (waekness), kesempatan (opportunities), dan ancaman
(threath). Dengan melakukan analisis terhadap hal-hal tersebut diharapkan usaha akan
berjalan lancar dan sukses. Berikut adalah beberapa hal dari masing-masing aspek diatas:

1. Strength:
2. Beternak ayam potong/pedaging tidak begitu sulit
3. Resiko rugi/gagal kecil dengan modal yang relative kecil
4. Usaha ini mudah dilakukan dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak
5. Weakness:
6. Bila anak ayam terserang penyakit atau stress sulit untuk dipulihkan
7. Sulit mendapatkan anak ayam yang sehat dengan kualitas unggul
8. Adanya wabah penyakit dapat dengan mudah menular ke unggas lainnya
9. Opportunities:
10. Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan
11. Permintaan pasar tiap tahunnya selalu meningkat
12. Memberikan keuntungan yang cukup besar
13. Threat:
14. Banyak jenis usaha yang sama sebagai pesaing
15. Persaingan dalam pemasaran semakin ketat

BAB II
DESKRIPSI USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING

1. Sejarah Singkat

Ayam pedaging merupakan ayam yang sangat banyak dibutuhkan pada saat ini karena
memiliki rasa yang has lain dari ayam ras dan memiliki kekenyalan daging yang lebih alot
dibandingkan dengan ayam ras lainnya.

Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan
dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam
memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak
tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging
ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah
dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa
dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak
peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

1. Jenis

Berbagai macam jenis ras ayam pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu
bingung dalam menentukan pilihannya. Sebab semua jenis ras yang beredar memiliki daya
produktifitas relative sama. Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak
menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan ras apa yang akan dipelihara.
Adapun jenis ras ayam pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70,
ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch,
Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans,
Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

Jenis ras ayam yang dipasarkan pada usaha peternakan ini adalah jenis ayam pedaging bisa
disebut juga dengan ayam sayur (Hypeco-Broiler ) dengan berat badan mencapai 3kg.

1. Alamat Usaha

Usaha bidang peternakan ayam pedaging/potong ini terletak di desa Kalisat Rt 01/01,
Mrisen, Juwiring, Klaten.

1. Manfaat

Adapun beberapa manfaat berwirausaha peternakan ayam pedaging, diantaranya:

1. Penyediaan kebutuhan protein hewani


2. Pendidikan dan latihan ketrampilan dibidang usaha
3. Tabungan hari tua
4. Mencukupi kebutuhan keluarga

1. Pedoman Teknis Budidaya


2. Penyiapan sarana dan peralatan
3. Perkandangan

Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha peternakan ayam pedaging, meliputi:

Temperatur berkisar antara 32–35 derajat celcius

Kelembapan berkisar antara 60-70%

Konstruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang pentig kuat, bersih, dan
tahan lama

Tata letak kandang agar mendapatkan sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin
kencang

Model kandang ayam disesuaikan dengan umur ayam. Untuk anak ayam umur 2 minggu
sampai 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam berumur 1-3 bulan memakai kandang box
yang lebih besar, dan untuk ayam yang lebih dewasa menggunakan kandang postal

1. Litter (alas lantai)

Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan
tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai
campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasil serutan
kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

1. Brooder

Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat
pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika
baru menetas.

1. Tempat makan dan minum

Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu,plastik, almunium
atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat.

1. Alat-alat rutin

Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam, meliputi: suntikan, gunting operasi, pisau
potong operasi kecil, dan lain-lain.

Pembibitan ternak yang dipelihara harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:

Ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya

Pertumbuhan dan perkembangannya normal

Ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya

Tidak ada lekatan tinja di duburnya

2. Pemilihan bibit dan calon induk

Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit DOC (Day Old Chicken) ayam umur
sehari, meliputi:

1. Anak ayam (DOC) berasal dari induk yang sehat


2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya
3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya
4. Anak ayam memiliki nafsu makan yang baik
5. Ukuran badan normal
6. Bulu bersih dan kelihatan mengkilat,
7. Hidung bersih
8. Mata tajam dan bersih
9. Lubang kotoran (anus) bersih

3. Perawatan bibit dan calon induk


Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera diberi perhatian
secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai dengan petunjuk

1. Pemberian pakan dan minum

 Pemberian pakan

Untuk pemberian pakan dan minum ayam ras broiler ada 2 fase, yaitu fase starter dimulai
umur 0-4 minggu dan fase finisher umur 4-6 minggu. Pada usia 0-4 minggu diberi pakan BR1
dan paada usia 5-6 minggu di beri pakan BR2, biaya pakan dari bibit sampai panen setiap
ekor menghabiskan dana sebesar Rp 15.000

 Tabel pemberian minum ayam.

Fase Starter
Umur 1-7 hari 1,8 lt/hari/100 ekor
Umur 8-14 hari 3,1 lt/hari/100 ekor
Umur 15-21 hari 4,5 lt/hari/100 ekor
Umur 22-29 hari 7,7 lt/hari/100 ekor
Fase Finisher
Umur 30-36 hari 9,5 lt/hari/ 100 ekor
Umur 37-43 hari 10 lt/hari/100 ekor

Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan tiap 100 ekor pada fase starter adalah 122,6 liter.
Pada fase starter pemberian air minum hendaknya diberi tambahan gula dan obat stress
kedalam air minumnya, pemberian air gula diberikan 5x dari awal hingga tahap panen.

1. Pemeliharaan kandang

Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha


pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja.
Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai
catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan kandang dapat berguna secara
efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu
dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera disulam/diperbaiki
kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan
kandang bagi ternak yang dipelihara.

1. Hama dan penyakit


 Penyakit:

1. Berak darah (coccidiosis)

Gejala:

Tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil
kedinginan.

Penanganan:

Menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering, pemberian obat Tetra Chloine
Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau
sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.

1. Tetelo

Gejala:

Ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap
terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu
kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.

Penanganan:

Menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit
tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang, memisahkan ayam yang sakit.

 Hama:

1. Tungau (kutuan)

Gejala:

Ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-ngibaskan bulu karena gatal, nafsu
makan turun, pucat dan kurus.

Penanganan:

Anitasi lingkungan kandang ayam yang baik, pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat,
dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan air
kemudian semprotkan dengan menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang
encerkan dengan air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau
pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau
Black leaf 40.
4. Panen

Hasil panen dari peternakan ayam pedaging ini dibedakan menjadi dua, yakni hasil utama dan
hasil tambahan. Hasil utama dari ternak ayam pedaging adalah daging ayam. Sedangkan hasil
tambahan dari ternak ayam pedaging adalah kotoran ayam yang dapat dimanfaatkan sebagai
pupuk.

BAB III

RENCANA PRODUKSI dan PEMASARAN

1. Sarana dan Prasarana

Lokasi tempat usaha ini cukup strategis dan jauh dari pemungkiman masyarakat sehingga
jauh dari kebisinggan sehingga tidak menyebabkan ayam ini steres, sebab apabila apabila
ayam ini mengalami streres maka ayam akan banyak yang mati. Iklim kandang yang cocok
untuk beternak ayam pedaging meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32,2–35
derajat C, kelembaban berkisar antara 60–70%, penerangan dan atau pemanasan kandang
sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan
tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat
kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi udara dan
membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya kandang dibangun dengan
sistem terbuka agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.Untuk
kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih dan tahan
lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya disediakan selengkap mungkin seperti
tempat pakan, tempat minum, tempat air, tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat
penerangan.

1. Rincian Biaya Produksi

Setelah melakukan langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha, maka usaha dapat dimulai
dengan kalkulasi anggaran sebagai berikut:

 Rincian Dana
 Pembuatan Kandang
 Tanah milik sendiri 2000M
 Kandang ukuran 20X10m (3kandang)
 Bambu 500 batang/kanadang (@Rp5000) Rp 2.500.000 X3 = Rp
7.500.000;
 Genting 7000buah/kandang (Rp400/1000biji) Rp 2.800.000 X 3 = Rp
8.400.000;
 Paku usuk 20kg/ kandang (Rp12000/kg ) Rp 240.000 X 3 = Rp
720.000;
 Paku reng 20kg/ kandang (Rp12.000/kg) Rp 240.000 X 3 = Rp 720.000;
 Pasir 1rit/kandang untuk tiang (Rp500.000/rit) Rp 500.000X3 = Rp
1.500.000;
 Semen 30sak/ kandang utk tiang (@Rp40.000) Rp 1.200.000 X 3 =
R3.6000.000;
 Spilt / koral 2:3 / kandang (Rp125.000) Rp 875.000X3 = Rp 2.625.000;
 Pasir 2rit untuk pembuatan lantai (@500.000/rit) Rp 1.000.000 x 3 = Rp
3.000.000;
 Semen 20 untuk pembuatan lantai(@40.000) Rp 800.000 x 3 = Rp
2.400.000;

Rp33.465.000

 Biaya tukang bangunan 25 hari


 Tukang 3org (@50.000/hr) Rp 3.750.000 = Rp 3.750.000; Laden 8org
(@30.000/hr) Rp 6.000.000 = Rp
6.000.000;

Rp 9.750.000
 Peralatan Kandang
 Tempat pakan 100biji (@25.000) Rp 2.500.000 x 3 = Rp 7.500.000;
 Tempat minum 36biji otomatis (@60.000) Rp 2.160.000 x 3 =
Rp 6.480.000;
 Gasolet 3biji (@1000.000) Rp 3.000.000 x 3 = Rp 9.000.000;
 Sekop Rp 50.000 x 3 = Rp 150.000;
 Tabung gas ukran 50kg (@700.000) Rp 700.000 x 3 = Rp 2.100.000;
 Ember Rp 40.000 x 6 = Rp 240.000;
 Thermometer 1 @5000 Rp 5.000 x 3 = Rp
15.000;
 Burder penyekat DOC 42M (15.000/m) Rp 630.000 x 3 = Rp 1.800.000;
 Gas1kwintal (@750000) Rp 750.000 x 3 = Rp 2.250.000;
 Sekam padi alas kandang 24krg (@8500) Rp 204.000 x 3 = Rp 612.000;

Rp30.147.000

 Instalasi listrik
 Kabel 2rol (@300.000) Rp 600.000 x 3 = Rp 1.800.000;
 Lampu 10watt 12lmp (@10.000) Rp 120.000 x 3 = Rp 360.000;
 Stop kontak 4 broko (@10.000) Rp 40.000 x 3 = Rp 120.000;

Rp 2.280.000;

 Instalansi air
 Pralon 12bj 1/4int (@16.000) Rp 192.000 x 3 = Rp 578.000;
 Kran /kandang 2 buah (@15.000) Rp 30.000 x 3 = Rp 90.000;

Rp 668.000;

 Intalasi gas
 Selang 20m (12.000/mtr) Rp 240.000 x 3 = Rp 720.000;

Rp 720.000;

 Bibit Ayam
 Bibit DOC max (@5000) x 2000ayam Rp 10.000.000 x 3 =
R30.000.000;
 Bibit DOC Min (@3500) x 2000ayam Rp 7.000.000 x 3 = R21.000.000;

 Pakan dan obat-obatan


 BR-1 (0-4minggu) /kg 6000
 BR-2 (5-6minggu) /kg 5000
 Sampe 40 hari membutuhkan @15.000 x 2000 Rp 30.000.000 x 3 = Rp
90.000.000;

Rp 90.000.000;

 Vitamin
 4 hari Vaksin tetes mata ( Rp30.000/2000ekor) Rp 30.000 x 3 =
Rp 90.000;
 21 hari Vaksin diminumkan (Rp30.000/2000ekor) Rp 30.000 x 3 =
Rp 90.000;
 Vitamin lainnya (fotivif) (@250.000/kg) Rp 250.000 x 3 = Rp
750.000;
 Gula jawa 5kg/2000ekor x 5 (Rp 13.000/kg) Rp 325.000 x 3 =
Rp 975.000;

Rp 1.905.000;

 Tenaga kerja 3org utk 3 kandang @700.000 Rp 2.100.000 = Rp 2.100.000;

Rp 2.100.000;

 Biaya Listrik
 Pemakaian listrik /bln @150.000 Rp 150.000 x 3 = Rp
450.000;

Rp 450.000;

 Modal awal pembuatan kandang


o Pembuatan Kandang 065.000;
o Lantai (semen + pasir) Rp 400.000;
o Biaya tukang bangunan Rp 750.000;
o Peralatan Kandang 147.000;
o Instalasi listrik Rp 280.000;
o Instalasi air Rp 000;
o Intalasi gas Rp 000;
o Bibit Ayam harga @5000 Rp 30.000.000;
o Bibit Ayam harga @3500 – 000.000;
o Pakan dan obat-obatan Rp 90.000.000;
o Vitamin Rp 905.000;
o Tenaga kerja 3org Rp 100.000;
o Biaya Listrik Rp 000;

Rp 198.485.000;
 Jadi modal awal pembangunan ternak ayam jika harga bibit ayam @5000 adalah
sebesar Rp 198.485.000

 Jadi modal awal pembangunan ternak ayam jika harga bibit ayam @3500 adalah
sebesar Rp 189.485.000;

 Jumlah Pendapatan
 Harga jual ayam /kg

Berat ayam siap panen max 2kg

 Max 14.000/kg x 2kg x 2000ayam Rp 56.000.000 x 3 = Rp168.000.000;


 Min 13.000/kg x 2kg x 2000ayam Rp.52.000.000 x 3 = Rp156.000.000;

 Masukan Tambahan
 Nilai jual pupuk kandang 20krg (2000/krg) Rp 40.000 x 3 = Rp 120.000;

 Jumlah Pendapatan

Jumlah pendapatan di peroleh dari hasil panen ayam serta hasil pupuk kandang yang di jual

Harga jual /kg

 Max 14.000/kg x 2kg x 2000ayam 000.000;


 Min 13.000/kg x 2kg x 2000ayam 000.000;

Nilai jual pupuk kandang 20krg (2000/krg) Rp 120.000;

 Jumlah pendapatan jika harga ayam /kg Rp 14.000 Rp 168.000.000;


 Penjualan pupuk kandang Rp 000;

Rp 168.120.000;

 Jumlah pendapatan jika harga ayam /kg 13.000 Rp 156.000.000;


 Penjualan pupuk kandang Rp 000;

Rp 156.120.000;
 Keuntungan

 Rincian Jumlah pendapatan


o Jumlah pendapatan jika harga ayam /kg Rp 14.000 Rp 168.120.000;

 Jumlah pendapatan jika harga ayam /kg 13.000 Rp 156.120.000;

 Rincian Jumlah operasional


o Bibit Ayam @5000 Rp 30.000.000;
o Pakan dan obat-obatan Rp 90.000.000;
o Vitamin Rp 905.000;
o Tenaga kerja 3org Rp 100.000;
o Biaya Listrik Rp 000;

Rp 124.455.000;

 Jika harga bibit ayam @3500 Rp 21.000.000


 Pakan dan obat-obatan Rp 90.000.000;
 Vitamin Rp 905.000;
 Tenaga kerja 3org Rp 100.000;
 Biaya Listrik Rp 000;

Rp 115.455.000;

 Menghitung Keuntungan (Jumlah Pendapatan – Jumlah operasional )


 Pendapatan – operasional

Rp 168.120.000 – Rp 124.455.000 = Rp 43.665.000;

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 14.000.000 dan harga bibit @5000 adalah
sebesar Rp 43.665.000.

 Pendapatan – operasional

Rp 168.120.000 – Rp 115.455.000 = Rp 52.665.000

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 14.000.000 dan harga bibit @3500 adalah
sebesar Rp 52.665.000

 Pendapatan – operasional

Rp 156.120.000 – Rp 124.455.000 = Rp 31.665.000


Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 13.000.000 dan harga bibit @5000 adalah
sebesar Rp 31.665.000

 Pendapatan – operasional

Rp 156.120.000 – Rp 115.455.000 = Rp 40.665.000;

Keuntungannya jika harga jual ayam /kg Rp 14.000.000 dan harga bibit @3500 adalah
sebesar Rp 40.665.000;

1. Kendala

Setiap usaha pasti memiliki kendala, begitu juga dengan usaha peternakan ayam, kendala
yang dihadapi adalah semakin banyaknya persaingan peternakan ayam, tidak hanya semakin
banyak pesaing tetapi hama dan penyakit yang menyebabkan ayam mati juga menjadi
kendala yang tidak bisa di pandang sebelah mata oleh para pengusaha peternakan ayam.

1. Antisipasi Persoalan

Beternak ayam pedaging/potong memiliki prospek yang cukup cerah pada masa sekarang ini,
dilihat dari kebutuhan akan daging di Berbagai wilayah yang cukup besar.

Peluang untuk beternak ayam pedaging/potong ini memang menggiurkan akan tetapi didalam
berusaha, kita harus tetap mengantisipasi persoalan-persoalan yang muncul dalam
pemeliharaan dan pemasaran. Melihat persaingan yang terus meningkat didalam pemasaran,
maka untuk mengantisipasi persoalan yang akan timbul, perlu adanya peningkatan
pemeliharaan untuk menghasilkan daging yang segar, sehat dan bebas dari hama dan
penyakit serta siap untuk dipasarkan. Yaitu dengan cara vaksinasi pada ayam dan rutin dalam
pembersihan kandang.

1. Teknik Pemasaran

Pemasaran produk usaha ternak ayam pedaging merupakan salah satu ujung tombak
keberhasilan usaha di bidang peternakan tersebut. Dalam usaha kali ini hasil panen
peternakan disalurkan dengan sistem kemitraan cabang kabupaten Klaten. Dimana hasil
panen tersebut telah memiliki pasarnya sendiri yang mana pengusaha bekerjasama dengan
PT. POHKPAN untuk menyalurkan hasil panen ayamnya.

Bibit ayam pedaging Bentuk kandang ayam

Alas lantai dari kulit padi/sekam Tempat pakan dan minum ayam
BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan

Melihat dari permintaan yang masih belum terpenuhi akan ayam potong saat ini maka
pengembangannya sangat menguntungkan bagi peternak maka dari itu peternakan ayam
potong sangat bagus untuk dikembangkan, dan melihat dari segi kemudahan dalam
mengembangkan dan mudah dalam pemeliharaan ternak ayam potong ini dapat diternakkan
secara intensif oleh peternakan rakyat yang selama ini hanya sebagai usaha sambilan saja.
1. Saran
2. Sebaiknya beternak ayam potong dilakukan secara intensif agar mendapatkan hasil
yang maksimal bukan hanya sebagi usaha sambilan bagi peternak dipedesaan.
3. Untuk peternak yang ada dipedesaan yang telah memiliki ternak ayam potong
sebaiknya dikandangkan bukan dilepas begitu saja untuk menghindari penyakit pada
ternak dan manusia.
Proposal Usaha Budidaya Ayam Pedaging (BROILER)
Senin, 07 Agustus 2017 Ternak Ayam

Blog Anak Muda |

Proposal Usaha Budidaya Ayam Pedaging (BROILER) dan Analisis Usaha Budidaya Ayam pedangaing
atau ayam potong BROILER yang menguntungkan....halo sahabat budidayapetani.com gimana
kabarnya nih , , ,tentu sehat donk.. pada kali ini admin akan menyebarkan aretikel perihal makalah
atau tawaran perjuangan ternak ayam pedaging (Broiler) atau lebih sering dikenal masyarakat ayam
potong..budidaya ayam pedaging sangat menguntungkan soalnya masa panen ayam sangatlah cepat
yaitu pada umur 28 hari sudah bisa di panen baiklah pribadi saja admin bagikian tawaran budidaya
ayam pedaging semogga artikel ini dapat membantu sebagai refrensi untuk sahabat yang mau
mencoba ternak ayam pedaging

Keyword
proposal perjuangan ayam potong pdf
contoh tawaran perjuangan ayam BROILER
contoh tawaran ternak ayam PEDAGING
proposal ternak pedaging ayam ptong pdf
proposal budidaya ayam potong sukses

tawaran perjuangan peternakan ayam pedaging 2017


contoh tawaran perjuangan ternak ayam potong
contoh urusan ekonomi plan peternakan ayam pedaging

PROPOSAL USAHA BETERNAK AYAM PEDAGING (BROILER)

BAB I
PENDAHULUAN

Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita , alasannya hampir 100% orang Indonesia suka
makan daging ayam. Sehingga berbisnis ternak ayam potong merupakan peluang yang sangat
rupawan untuk dikembangkan. Beberapa waktu yang lalu , urusan ekonomi ayam potong sempat
mengalami kemunduran ketika flu burung melanda dunia. Banyak pengusaha ayam potong yang
bangkrut alasannya daging ayam menjadi “tersangka” utama sehingga menimbulkan orang takut
mengkonsumsi daging ayam lagi. Sekarang informasi flu burung sudah perlahan menghilang , inilah
prospek cerah untuk beternak ayam potong yang mulai menguat kembali.

A. Latar Belakang Masalah


Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja
yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta ,tetapi lapangan pekerjaan
ketika ini sangat terbatas , hal ini menimbulkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari
segi ekonomi individual tentu saja persoalan pengangguran itu sangat merugikan alasannya insan
mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh alasannya itu sebagai calon tenaga kerja , kita
harus bisa berpikir kreatif dan inovatif yang bisa membaca peluang serta berilmu memanfaatkannya
sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu perjuangan untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran.
Selain menguntungkan dari segi ekonomi , sebagaian besar aktivitas wirausaha juga sangat
membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak , baik secara pribadi
maupun tidak langsung.
Salah satu perjuangan yang akan dikembangkan yaitu budidaya ayam pedaging(broiler) , alasannya
banyak orang yang membutuhkannya ,karena daging merupakan sumber protein yang dibutuhkan
oleh manusia.Jadi peluang perjuangan ayam pedaging cukup menguntungkan untuk dijalankan.

B. Tujuan
Tujuan dari perjuangan peternakan ayam pedaging adalah:
1. Dapat melaksanakan perjuangan ayam potong/pedaging dengan baik dan menawarkan manfaat
yang besar
2. Dapat memasarkan daging ayam dengan baik
3. Dapat menjaga kelangsungan perjuangan dan mengembangkannya
4. Dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran
5. Mendapatkan keuntungan yang besar dalam perjuangan ayam pedaging
6. Sebagai pengetahuan atau menambah wawasan dalam menjalankan usaha.

C. Peluang usaha
Mengapa saya memilih perjuangan ayam pedaging untuk menjadi perjuangan saya dan memilih
kawasan perjuangan disini alasannya diliat dari kebutuhan dan banyaknya warung makan yang
membutuhkan daging ayam pedaging tersebut cukup terbuka buat saya membuat perjuangan ini
,karena didasari juga dengan factor atau terbatasnya orang yang membuat perjuangan ayam
pedaging tersebut.Sehingga peluang saya untuk membuka perjuangan ini dan menerima hasil yang
besar cukup terbuka.

BAB II
RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK AYAM PEDAGING(BROILER)

A. Lokasi kawasan usaha


Lokasi wirausaha yang akan dibangun yaitu :
Tempat : Di kebun
Areal : di sekitar kebun yang jau dari pemukiman

Jenis perjuangan yang akan di laksanakan akan Di beri nama perjuangan yaitu:
Nama perjuangan :”POTAS”(potong berkualitas).

B. Jadwal Kegiatan
Wirausaha beternak ayam pedaging akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang. Dengan aneka
macam pertimbangangan yang berkaitan pribadi dengan rencana saya.

C. Info Produk
Ayam yang umum dikembangkan sebagai ayam potong yaitu ayam ras pedaging atau broiler. Ayam
ras pedaging tersebut merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang
memiliki daya produktivitas tinggi , terutama dalam memproduksi daging ayam. Selain itu ayam
broiler juga memiliki kelebihan alasannya hanya dengan waktu 5-6 ahad sudah bisa dipanen. Dengan
waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan , maka banyak peternak gres serta
peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.
Untuk memulai perjuangan di bidang ternak ayam ini , persiapan sarana , prasarana , dan peralatan
harus maksimal. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Kandang
Sistem perkandangan yang ideal untuk perjuangan ternak ayam ras yaitu:
- Persyaratan temperatur berkisar antara 32 ,2-35º C
- Kelembaban berkisar antara 60-70%
- Penerangan/pemanasan sangkar sesuai dengan aturan yang ada
- Tata letak sangkar biar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang
- Model sangkar diadaptasi dengan umur ayam , untuk anakan hingga umur 2 ahad atau 1 bulan
memakai sangkar box , sedangkan untuk ayam remaja ± 1 bulan hingga 2 atau 3 bulan memakai
sangkar box yang dibesarkan dan untuk ayam cukup umur bisa dengan sangkar postal atapun
sangkar baterai.

2. Peralatan
- Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering , maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak
ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm , materi litter dipakai campuran
dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya , atau hasil serutan kayu dengan
panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

- Indukan atau brooder


Alat ini berbentuk bulat atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di
tengah. Fungsinya menyerupai induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika gres menetas.

- Tempat bertengger
Tempat bertengger untuk kawasan istirahat/tidur , dibuat bersahabat dinding dan diusahakan
kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup biar terhindar dari angin
dan letaknya lebih rendah dari kawasan bertelur.
-Tempat makan , minum dan kawasan grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup , bahannya dari bambu , almunium atau apa saja
yang besar lengan berkuasa dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk kawasan grit dengan kotak
khusus

- Alat-alat yang lainnya


Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan , gunting operasi , pisau potong
operasi kecil , dan lain-lain.

3. Pembibitan
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
b. pertumbuhan dan perkembangannya normal
c. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
d. tidak ada lekatan tinja di duburnya.

Pemilihan Bibit dan Calon Induk


Ada beberapa anutan teknis untuk memilih bibit/ DOC (Day Old Chicken)/ ayam umur sehari:
a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c. Tidak terdapat keganjilan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e. Ukuran tubuh normal , ukuran berat tubuh antara 35-40 gram.
f. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Sementara untuk perlindungan minum diadaptasi dengan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2
(dua) fase yaitu:
a. Fase starter (umur 1-29 hari) , kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing ahad , yaitu
ahad ke-1 (1-7 hari) 1 ,8 lliter/hari/100 ekor; ahad ke-2 (8-14 hari) 3 ,1 liter/hari/100 ekor , ahad ke-3
(15-21 hari) 4 ,5 liter/hari/100 ekor dan ahad ke-4 (22-29 hari) 7 ,7 liter/hari/ekor. Kaprikornus
jumlah air minum yang dibutuhkan hingga umur 4 ahad adalah
sebanyak 122 ,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi
pelengkap gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan yaitu 50
gram/liter air.

b. Fase finisher (umur 30-57 hari) , terkelompok dalam masing-masing ahad yaitu ahad ke-5 (30-36
hari) 9 ,5 liter/hari/100 ekor , ahad ke-6 (37-43 hari) 10 ,9 liter/hari/100 ekor , ahad ke-7 (44-50 hari)
12 ,7 liter/hari/100 ekor dan ahad ke-8 (51-57 hari) 14 ,1 liter/hari/ekor. Kaprikornus total air minum
30-57 hari sebanyak 333 ,4 liter/hari/ekor.

4. Kelebihan usaha
Usaha ternak ayam merupakan salah satu perjuangan yang menghasilkan omset dengan keuntungan
yang cukup besar. Maka tidaklah kaget lagi kalau perjuangan ini banyak diminati para pencari usaha.
Selain itu menjalankan perjuangan ini juga memiliki waktu yang relative cukup kalem , jadi
perjuangan ini tidak mengganggu aktivitas sehari – hari saya
5.Kekurangan usaha
Dalam merawat ayam diharapkan teknik dan pengetahuan yang sempurna perihal peternakan.
Karena beternak ayam tidaklah mudah , alasannya takaran makan , minum , luas sangkar serta
lingkungan sangkar juga harus diadaptasi biar ayam dapat tumbuh dengan baik. Karena banyaknya
penyakit menyerupai flu burung , dan penyakit ayam lainnya dapat mengancam perjuangan kita.Jika
dalam pemasarannya kekurangan yang dihadapi mungkin alasannya perjuangan kita gres , jadi masih
banyak konsumen yang meragukan produk kita dan masih jarang juga yang tahu perihal perjuangan
kita tersebut dan kualitas produk saya

6.Pemasaran
Untuk pemasaran perjuangan ini , dapat dipromosikan mlalui pemasaran dari verbal ke verbal ,ke
pasar swalayan atau juga dengan membuat brosur untuk promosi kepada masyarakat sekitar.
Disamping itu kita juga bisa berhubungan dengan perjuangan pemotongan ayam atau menitipkan
anak ayam kita kepada penjual bibit ayam , dan menitipkan telur kepada para supplier telur. Tapi
ingat , perhatikan selalu perbandingan telur dan anak ayam yang dijual dengan stock yang akan
diternakan perjuangan kita. Sehingga perjuangan kita tidak kehabisan stock bibit ayam yang
diternakan.

D.Analisa Ekonomi
a. Pengeluaran
Modal tetap , meliputi:

1. Kandang ayam ukuran 3x3 m @500.000 x 5 buah Rp 2.500.000 ,00


2. Tempat minum ayam @ 7.000 x 10 buah Rp 70.000 ,00
3. Tempat makan ayam @ 10.000 x 10 buah Rp 100.000 ,00
4. Gaji pegawai 2 x @ 750.000 ,00 Rp 1.500.000 ,00
5. Lampu penerangan 4 buah @ 5.000 x 4 Rp 20.000 ,00+
6. Jumlah Rp 4.190.000 ,00

Biaya variabel , meliputi:

1. Pembelian anak ayam 250 x @ 6.500 ,00 Rp 1.625.000 ,00


2. Pembelian Kosentrat (BR) 5 karung @50 kg Rp 1.625.000 ,00
3. Pembelian obat-obatan Rp 100.000 ,00
4. Biaya listrik Rp 100.000 ,00 +
5. Jumlah total modal Rp 3.450.000 ,00
6. Penyusutan modal tetap Rp 140.800 ,00+
7. Total pengeluaran Rp 3.590.000 ,00

Modal yang di keluarkan seluruhnya yaitu Rp 4.190.000+3.590.000 =7.780.000 ,00.


Hasil yang diharapkan dalam satu kali periode panen perjuangan ini ,
Bobot berat ayam sekarang menjadi + 1 ,5 - 2 kg dari berat sebelumnya.

b. Pemasukan
Catatan = Harga 1kg daging ayam Rp 25.000 ,00
1). Hasil penjualan ayam
Pada sangkar ukuran 3x3 m @1.5kg Rp 37.500 ,00
Maka : 50 ayam x Rp 37.500 ,00 Rp 1.875.000 ,00
2).Karena ada 5 buah sangkar ayam ,
maka 5 x Rp 1.875.000 ,00 = Rp 9.375.000.00
3).Jadi total pendapatan = Rp 9.375.000.00

c. Keuntungan
Keuntungan bersih selama satu periode panen
(4-5 minggu)=Rp 9.375.000.00–Rp.7.780.000 ,00 = Rp 1.595.000 ,00
Jadi keuntungan rata-rata setiap 1 kali panen = Rp 1.595.000 ,00
OLEH :
NAMA : SRI WULAN
NIM : 201311070
PRODI : MANAJEMEN INFORMATIKA

MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


AMIK IMELDA MEDAN
TA. 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena memenuhi

Ujian Akhir Semester. Makalah ini telah diupayakan agar dapat sesuai apa yang diharapkan

dan dengan terselesainya Makalah ini sekiranya bermanfaat bagi setiap pembacanya.
Makalah ini penulis sajikan sebagai bagian dari proses pembelajaran agar kiranya kami

sebagai mahasiswa dapat memahami betul tentang perlunya sebuah tugas agar menjadi bahan

pembelajaran.

Selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu,

saya sebai pemakalah mengucapkan rasa syukur yang tulus dan ikhlas kepada Tuhan Yang

Maha Esa, serta ucapan terima kasih kepada : Dosen Pengajar yang selalu member

pengarahan dalam proses penyelesaiian makalah sehingga Makalah ini dapat terselesaikan

dengan baik.

Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari kesempurnaan dan dengan segala

kerendahan hati kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun, sehingga apa yang

kita harapkan dapat tercapai. Dan merupakan bahan kesempurnaan untuk makalah ini

selanjutnya. Besar harapan penulis, semoga makalah yang penulis buat ini mendapat ridho

dari Tuhan Yang Maha Esa

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................. 1

1.1.1 Visi .................................................................... 2

1.1.2 Misi .................................................................... 2

1.1.3 Tujuan ................................................................ 3


1.2 Profil Usaha ..................................................................... 4

BAB II. PRODUK

2.1 Jenis Produk..................................................................... 5

2.2 Alat dan Bahan ................................................................ 6

2.3 Proses Pembuatan ............................................................ 7

2.3.1 Kebutuhan Kandang .......................................... 7

2.3.2 Teknik Pemilihan Bibit ..................................... 8

2.3.3 Teknik Pemberian Pakan dan Minum ............... 9

BAB III. PEMASARAN

3.1 Strategi Pemasaran .......................................................... 11

3.2 Analysis SWOT ............................................................... 13

3.3 Struktur Organisasi .......................................................... 15

BAB IV. PERHITUNGAN KEUNTUNGAN

4.1 Modal ............................................................................... 16

4.1.1 Modal Internal ................................................... 16

4.1.2 Modal Eksternal ................................................ 16

4.2 Perhitungan Keuntungan Usaha ...................................... 18

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ...................................................................... 19

5.2 Saran ................................................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 20


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Usaha di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat cepat. Hal ini ditandai dengan

berdirinya berbagai usaha guna memenuhi kebutuhan meningkat. Tetapi Mencari pekerjaan

dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang

berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan

saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat

dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena

manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai wirausahawan,

kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai

memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada

satu jenis pekerjaan saja.

Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah

pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha

juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik

secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu usaha yang akan dikembangkan yaitu budidaya ayam pedaging(broiler), karena

banyak orang yang membutuhkannya,selain dan daging merupakan sumber protein yang
dibutuhkan oleh manusia.selain itu Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita,

karena hampir 100% orang Indonesia suka makan daging ayam. Sehingga berbisnis ternak

ayam potong merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan. Beberapa waktu

yang lalu, bisnis ayam potong sempat mengalami kemunduran ketika flu burung melanda

dunia. Banyak pengusaha ayam potong yang gulung tikar karena daging ayam menjadi

“tersangka” utama sehingga menyebabkan orang takut mengkonsumsi daging ayam lagi.

Sekarang isu flu burung sudah perlahan menghilang, inilah prospek cerah untuk beternak

ayam potong yang mulai menguat kembali.

1.1.1 

Usaha PORTAS memiliki visi sebagai mitra/fatner yang satrategis yang sanggup memberikan

kepuasan dalam memberikan produksi yang berkualitas dalam memenuhi kebuuhan

pelanggan atau masyarakat.

1.1.2 Misi





d





Meningkatkan masyarakt pertenakan yang berkualitas sumber daya yang berperan aktif

dalam kegiatan usaha peternakan yang berbasis agribisnis

1.1.3 Tujuan



d

r dk

d dapat meningkatkan


kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran



s

m

 m

m Membantu dalam memenuhi kebutuhan

daging (protein hewani)

1.2 PROFIL USAHA

Profil Perusahaan

Berikut ini adalah profil perusahaan yang direncanakan:

Usaha Ayam

1. Nama Perusahaan : PORTAS

2. Bidang Usaha : Usaha Dagang3

3. Jesi Produk/Jasa : Ayam Broiler

4. Alamat Perusahaan : Jl. Glugur Darat Medan Timur

5. No. Telp : 081360140658

6. Alamat Email : swportas@gamil.com

BAB II

PRODUK

2.1 Jenis Produk


Ayam broiler atau yang disebut juga ayam ras pedaging (broiler) adalah jenis ras

unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas

tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Ayam broiler yang merupakan hasil

perkawinan silang dan sistem berkelanjutan sehingga mutu genetiknya bisa dikatakan baik.

Mutu genetik yang baik akan muncul secara maksimal apabila ayam tersebut diberi faktor

lingkungan yang mendukung, misalnya pakan yang berkualitas tinggi, sistem perkandangan

yang baik, serta perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Ayam broiler merupakan

ternak yang paling ekonomis bila dibandingkan dengan ternak lain, kelebihan yang dimiliki

adalah kecepatan pertambahan/produksi daging dalam waktu yang relatif cepat dan singkat

atau sekitar 4 - 5 minggu produksi daging sudah dapat dipasarkan atau dikonsumsi.

Keunggulan ayam broiler antara lain pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan

yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia

muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak. Perkembangan yang pesat dari ayam

ras pedaging ini juga merupakan upaya penanganan untuk mengimbangi kebutuhan

masyarakat terhadap daging ayam. Perkembangan tersebut didukung oleh semakin kuatnya

industri hilir seperti perusahaan pembibitan (Breeding Farm) yang memproduksi berbagai

jenis strain

Broiler Modren Strain Lohman Brown Jenis pemilihan ayam yaitu Broiler Modren Strain

Lohman Brown dengan Ciri-ciri : warna kulit putih, kaki dan dada besar serta Berat tubuh
strain lohman brown pada umur 3-5 minggu sekitar 1,6 – 1,7 kg dan akhir produksi 1,9 – 2,1

kg

2.2 Alat dan Bahan

Tempat makan

Temapat minum

Nipple



Terpal tirai

Tabung gas

Regulator

Selang LPG



Sprayer kandang

Pembats kandang

Timbangan

Selang air



Pompa air

Gembok

Sekop

Termometer

Higrometer

Timba

Doc

Pakan
Obat dan vaksin

Koran Bekas

Listrik

Desinfektan

Kapur

2.3 Proses pemeliharaan

2.3.1 Kebutuhan Kandan

1. Arah kandang sebaiknya membujur timur-barat,

2. Tinggi tiang tengah keatap minimal 6-7 meter dan tiang tepi minimal 2.5 - 3 meter, lebar

kandang maksimal 6-8 m. d.

3. Kandang memakai type open house dan menggunakan sistem liter

4. Bentuk atapnya memakai tipe monitor

5. Lokasi kandang yaitu sumber air besih dan mudah di dapat, sarana komunikasih dan

transportasi mudah terjangkau,

6. Sirkulasi udara lancar dan jarak dengan rumah penduduk tidak terlalu dekat

7. Kelembaban berkisar antara 60-70%

8. Luas Kandang Populasi 1000 ekor = P x L = 16 m x 5 m

2.3.2 Teknik Pemilihan Bibit

Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya

2. pertumbuhan dan perkembangannya normal

3. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.


4. tidak ada lekatan tinja di duburnya.

5. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.

6. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .

7. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.

8. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.

9. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.

10. Tidak ada letakan tinja diduburnya.

2.3.3 Teknik Pemberian pakan dan minum

Kualitas dan kuantitas pakan fase starter :kualitas atau kandungan zat gizi pakan

terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-

0,9%, ME 2800-3500 Kcal. kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan

yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43

gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur

22-29 hari) 91 gram/hari/ekor.

Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520

gram.

Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut: kualitas atau kandungan zat

gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%, kalsium (Ca) 1%,

Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.

kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat golongan umur yaitu: minggu ke-

5(umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129 gram/hari/ekor,

minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146 gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161

gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram

Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2

(dua) fase yaitu:


Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu,

yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1

liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29

hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4

mingguadalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama

hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula

yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

Fase finisher ( umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu

minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100

ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1

liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

BAB III

Strategi Pemasaran

3.1 Strategi Pemasaran

Bekerja sama dengan kesehatan dalam memberikan vaksin

Hal ini sangat penting demi kesehatan ayam. Ayam adalah hewan yang rentan terhadap

penyakit. Untuk menghindari terjangkitnya virus mematikan dan berbahaya seperti virus flu

babi atau flu burung. Gejala awal sangat sulit untuk diketahui karena hampir tidak

menimbulkan gejala awal. Dengan menjalin kerjasama dengan dinas kesehatan maka Anda

akan rutin mendapatkan informasi dan penyuluhan mengenai vaksin. Selain itu jika sedang

maraknya virus ayam-ayam akan terselamatkan dengan sesegera mungkin. Sehingga

perusahaan tidak mengalami kebangkrutan. Dengan menjalin kerjasama berarti Anda juga

telah membantu program pemerintah.

Menjali hubungan baik dengan pihak pasar atau tempat usaha sekitar Dengan menjalin

hugungan yang baik akan menambah pasar penjualan ayam. Jika hubungan baik makan usaha
juga akan lancer Terus jalin hubungan yang baik. Jaga tali silahturahmi dengan erat. Dengan

begini banyak para penjual ayam yang memasok ayam dari perusahaan Anda untuk dijual

kembali. Mereka adalah mitra yang sangat menguntungkan. Untuk meningkatkan hubungan

kerja sama sebaiknya Anda memberikan bingkisan terutama saat hari raya tiba. Trik ampuh

agar para penjual di pasar merasa bahwa sangat dibutuhkan.

o Jual Secara Eceran

biasanya para pembeli eceran ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang hanya memerlukan

sedikit daging saja Umumnya orang yang membeli secara eceran langsung pada tempat

pemotongan ayam karena harganya lebih murah daripada membeli di pasar. Terkadang

pembeli hanya membeli sayap saja, paha saja bahkan ada yang membeli bagian dalam ayam

seperti ati saja. Manfaatkan peluang yang ada. Dan menjaga kualitas kebersihan tempat usaha

Tekan biaya operasional perawatan

Biaya operasional bisa ditekan untuk menghindari pembengkakan uang. Untuk makanan,

ayam adalah pemakan segalanya. Jadi tidak perlu harus memberikan makanan ayam asli, bisa

memberikan jagung, sayuran yang tidak layak makan dan lainnya. Fakta membutkikan 70%

biaya operasional dihabiskan untuk makanan ayam.

Patok harga yang sedikit lebih rendah

umpulkan semua data yang ada lalu pertimbangkan harga penjualan yang akan dipatok. Lebih

baik menjual dengan harga sedikit murah namun laris di pasaran daripada menjual dengan

harga mahal namun lama untuk laris. Yang terpenting ayam habis dan mencapai target

penjualan.

Ikuti seminar / perkumpulan perternak ayam

Bergabunglah komunitas perkumpulan ayam baik yang diadakan oleh lembaga maupun

swasta.dengan mengikuti seminar akan banyak dan semakin bertambah

Rawat ayam dengan baik


Ayam adalah hewan yang mudah stres, jadi perhatikan kebersihan kandang, makanan yang

sehat akan menghasilkan ayam sehat dan perhatikan cuaca apalagi ketika musim hujan.

Pastikan ayam tetap hangat dalam cuaca yang dingin.

3.2 Analysis Swot

Strength (Kekuatan)

1. Cobb jenis light terbaik dari jenis lain yang memberikan manfaatlebih terjamin 1untuk

mencapai kemaksimalan.

2. Masa Panen lebih cepat, kemudahan untuk mendapatkan bibit DOC.

3. SumberDaya Tenaga ahli yang fropesional, paktor pendukung perternakan yang tersedia

(air, pakan,sekam).

4. Dekat dengan akses jalan, pendistribusian ke satu perusahaan

Weaknes (Kelemahan)

1. Ayam mudah mati, pengobatan yang kurang memadai akibat

2. Lay Out terlalu sempit apabila masa panen, pengembangan usaha kesempatanya kecil karena

terpaku oleh perijinan.

3. Sekitar kandang banyak pohon- pohon yang menghalangi angin

Opportunities (Peluanng)
Semakin kompetitif berkreasi dalam memanfaatkan produk samping
Threats (Hambatan)

1. Volume pesaing semakin banyak

2. Banyak sekali berbagai macam penyakit yang menyerang, pertumbuhan ayam melambat

akibat faktor penyakit yang dapat menurunkan produksi usaha

3. Pakan yang semakin mahal,

3.3 Struktur Organisasi


No Nama Jabatan Tugas
- Monitoring dan Evaluasi
- Mengkoordinir kegiatan
Bertugas Mengatur manajeman dan
1 Sriw ulan Pemilik/Pemimpin operasional perusahaan
Pelayanan - Menyusun Perencanaan
- Menginventarisir semua inventaris
Wiliam dan penjualan kekayaan lembaga
Melayani pembelian dan pemesanan
2 ayam
- Membuat laporan bulanan
- Menyiapkan sarana meja dan kursi

- Mencatat jumlah produksi


- Penyusunan rencana hasil dari
3 Setia Wati Manajer Produksi targetusaha
- Meningkatkan kualitas hasil ternak.
- Menjalin relasi bisnis
4 Sahdan Putra Pemasaran - Memasarkan hasil usaha
- Mencatat dan mendata hasil dari

BAB IV

Perhitungan Keuntungan

4.1 Modal

Modal adalah segala sesuatu baik berupa uang maupun keseluruhan barang-barang yang masih ada

dalamproses produksi dan digunakan untuk biaya usaha. Jenis modal berdasarkan sumber :

Sumber internal

Modal yang berasal dari sumber internal adalah modal atau dana yang di bentuk

atau di hasilkan sendiri dalam perusahaan. Sumber internal atau sumber dana yang di bentuk
atau di hasilkan sendiri di dalam perusahaan adalah keuntungan yang di tahan (retained net

profit)

Sumber eksternal Sumber eksternal adalah sumber modal yang berasal dari luar perusahaan,

dana yang berasal dari sumber eksternal adalah sumber yang berasal dari kreditur dan

pemilik, peserta atau penanam saham di dalam perusahaan. Modal yang berasal dari kreditur

adalah utang bagiperusahaan yang bersangkutan dan modsl ysng berasal dari kreditur tersebut

adalah apa yang di sebut sebagai modal asing.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Ayam merupakan salah satu ternak yang potensial di daerah kita,dilihat dari segi

konsumsi masyarakat dan kebutuhan masyarakat akan daging dan telur ayam sangat tinggi

karena hampir setiap hari dikonsumsi,sehingga beternak ayam adalah salah satu peluang

bisnis yang sangat menguntungkan jika kita mau menekuninya dengan sungguh – sungguh.

Beternak ayam juga memerlukan profesionalisme dan dedikasi yang penuh terhadap

peternakan ayamnya, agar hasil yang didapat juga maksimal dan sangat memuaskan. Dalam

arti kita mendapat keuntungan dari sisi ekonomi dan juga kita akan mendapatkan kepuasan

batin dan itu merupakan kebanggaan tersendiri dari diri kita atas usaha yang kita tekuni.

5.2 Saran

Semoga makalah ini dapat menjadi panduan yang berguna bagi para peternak ayam

baik bagi pemula maupun yang professional.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.mentari-dunia.com/2013/01/proposal-usaha-budidaya-ayam pedaging.html
http://ayambroiler.com/menghitung-bep-pada-budidaya-ayam-broiler/
http://www.bisnishack.com/2014/08/7-strategi-dalam-berbisnis-ayam-potong.html
http://gootoez.blogspot.co.id/2012/07/usaha-peternakan-ayam-potong-maju-jaya.html
http://wildin-wijaksono.blogspot.co.id/2012/06/peternakan-ayam.html
AYAM PEDAGING (Broiler)

I. Pendahuluan

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat
menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan
yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA
berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha
peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat),
bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang
kotoran (anus) bersih

III. Kondisi Teknis yang Ideal

a. Lokasi kandang

Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana
transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.

b.Pergantian udara dalam kandang.

Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan


oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.

c.Suhu udara dalam kandang.

Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :

Umur (hari) Suhu ( 0C )

01 – 07 34 – 32

08 – 14 29 – 27

15 – 21 26 – 25

21 – 28 24 – 23

29 – 35 23 – 21

d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi

Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.

IV. Tata Laksana Pemeliharaan


4.1 Perkembangan

Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe
panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak
memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan
kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan
lebih murah.

Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga
energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas
tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10
ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada
umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum,
stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

4.2. Pakan

– Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat
pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan
mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi.
Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

– Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat
pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap
pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%.
Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar
protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA
lewat air minum dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan
dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.

– Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1
cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.

– Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara
menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang
dipanen.

Contoh perhitungan :

Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama
pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :

Berat total ayam hasil panen =

1000 x 2 = 2000 kg

FCR = 3125 : 2000 = 1,6


Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan
sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA
Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.

4.3. Vaksinasi

Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk
menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan
pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21
hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

4.4. Teknis Pemeliharaan

– Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera
diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 – 2 cc/liter air minum
atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti
energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13
gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada
prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan
berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).

– Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan
penambahan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan
dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi
yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.

– Minggu Kedua (hari ke 8 -14).

Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama,


meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk
minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.

– Minggu Ketiga (hari ke 15-21).

Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah
48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan
vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air
minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk
beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air
mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah
POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.

– Minggu Keempat (hari ke 22-28).

Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada
umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam.
Pertumbuhan yang normal
mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg
untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini
ayam mulai rentan terhadap penyakit.

– Minggu Kelima (hari ke 29-35).

Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah
kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas
lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg
untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot
badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 – 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah
dapat dipanen.

– Minggu Keenam (hari ke-36-42).

Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap
ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang
baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

4.5. Penyakit

Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :

– Tetelo (Newcastle Disease/ND)

Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering
megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat.
Setelah 1 – 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam
berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah
menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat
menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang
dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.

– Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)

Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus
golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak
teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada
umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui
pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan,
yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

– Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)

Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma


gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung
dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai,
mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan
melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat
dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.
– Berak Kapur (Pullorum).

Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare
mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur.
Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.

Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan
belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah
pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau
stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta
cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang
terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang
disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara
rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai
mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta
dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan
tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil
lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC
NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur
dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan
suplemen khusus ternak dengan kandungan :

1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam,
pembentukan darah dan lain-lain.

2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine ,


Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk
pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh

3. Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan


ketahanan tubuh.

4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang

Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu
pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya.
Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna
selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit.
Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus
hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.
Bab I
LATAR BELAKANG
Ayam broiler merupakan ternak potong yang paling cepat dipanen dibandingkan
ternak unggas lainnya. Selain itu daging ayam bloirer sangat disukai kalangan masyarakat
karena harganya lebih terjangkau. Dengan demikian bidang kegiatan usaha peternakan dapat
dikembangbiakan dan dengan adanya pertumbuhan penduduk yang banyak maka kebutuhan
hewanipun terutama ayam atau unggas akan meningkat.
Dari pada itu untuk budidaya ayam broiler supaya sukses kita perlu adanya sarana dan
prasarana yang dapat menjamin suksesnya kegiatan tersebut. Sehinnga dalam waktu yang
relative singkat 6 minggu. Kita dapat melakukan proses pemasaran dengan awal, dengan vovt
badan mencapai standart.

Tujuan :
1. Untuk membuka lapangan kerja baru
2. Untuk belajar berwirusaha.
3. Mengurangi angka pengangguran

BAHAN
NO NAMA BAHAN SPESIFIKASI SATUAN JUMLAH
1 DOC Strain BOX 6
2 Pakan jadi BR 1 Wonokoyo SAK 36
3 Sekam - SAK 40
4 Vaksin ND AMPUL 12
5 Formalin 40% LITER 1
6 Gula Pasir KG 1
7 Vita chick - bungkus 5

FASILITAS PERALATAN

NO NAMA BAHAN SPESIFIKASI SATUAN JUMLAH


1 Tempat pakan Ukuran 2 kg Buah 48
2 Tempat minum Vol 5 l Buah 48
3 Brooder Ukuran 4 buah lampu Buah 3
4 Chick guard Lebar 120 cm Buah 3
5 Timbangan Skala kg Buah 1
6 Tirai Terbuat dari sak meter 30
7 Thermometer Celsius dan farenhait Buah 3
8 Timba Volume 10 l Buah 3
9 Sekop - Buah 3
10 Cangkul Lbar 60 cm Buah 3
11 Sabit - Buah 2
12 Feeder tray Diameter 35 cm Buah 12
13 Tempat minum Volume 6 l Buah 12
14 Tempat pakan Volume 5 kg Buah 12
15 Sapu - Buah 3
16 Kawat Diameter 2 mm Meter 50
17 Lampu 100 watt Buah 12
18 Hands prayer Skala 14 l Buah 1

PROSESI PRODUKSI
Proses produksi ayam broiler meliputi beberapa hal antara lain :
A. PERSIAPAN KANDANG DAN PERALATAN
Sebelum DOC datang , kandang sudah harus bersih , lakukan desinfeksi satu minggu
sebelum DOC datang. Tujuan dari kegiatan desinfeksi ini adalah untuk membunuh bibit
penyakit setelah kandang di bersihkan lakukan secara merata . selain kebersihan dalam
kandang yang baik ialah kandang yang mempunyai ventilasi . setelah itu harus di berikan
penerangan yang cukup baik.

Siapkan alat – alat yang di gunakan untuk proses pemeliharaann harus sudah ada
didalam kandang alat – alat tersebut harus sudah bersih dan desinfeksi.

B. PENANGANAN DOC

Kegiatan penanganan DOC meliputi :


1) Memindahkan DOC yang baru di beli satu persatu kedalam kandang dengan pemanas yang
sudah disiapkan.
2) Pemberian air gula
Setelah ayam di pindahkan selanjutnya diberikan larutan gula dengan konsentrasi 2 % dan
pastikan setiap DOC meminum larutan tersebut. Kegunaan air gula ialah untuk
mengembalikan kondisi DOC selama perjalanan.

3) Penimbangan
Penimbangan dilakukan untuk mengetahui bobot badan awal pemeliharaan. Bobot badan
awal standart ialah 34 – 35 gr/ekor . temperatur brooder 35 c atau 95 F. cara penimbangan
bobot badan DOC :
BOX + DOC + BOX kosong
JUMLAH DOC

4) Pemberian pakan
Untuk mg 1 pakan ditaburkan diatas feeder tray . pakan untuk mg ini sebaiknya
berbentuk remah ( crumble ) . apabila pemeliharaan dilakukan secara sungguh – sungguh
ayam akan cepat dipanen . dan apabila pemberian pakan tidak di lakukan denngan full
feeding maka pemberian pakan harus di jadwal tetapi apabila pakan diberikan dengan full
feeding maka pakan yang habis harus segera di isi kembali. Pemeliharaan secara full feeding
atau tidak secara full feeding masing – masing ada keuntungan dan kerugian dibawah ini
adalah table jumlah tempat pakan dn tempat minum .
C. PEMELIHARAAN RUTIN
Kegiatan rutin dilakukan selama pemeliharaan ayam broiler meliputi :
1. Pemberiann pakan dan bobot badan dilakukan setiap hari.
2. Penimbangan pakan dan bobot badan : dilakukan di akhir minggu.
3. Mengganti litter : dilakukan kalau litter sudah basah dan lembab.
4. Membuka tirai : dilkukan setiap hari.
5. Menghitung konversi pakan : di lakukan di akhir minggu.

D. Pengobatan dan kesehatan


Pengobatan dilakukan secara rutin supaya tidak timbul penyakit pada ayam . selain itu
pengobatan juga dilakukan penambahan feed supplement agar nafsu makan bertambahan .

Kegiatan vaksinasi di lakukan pada umur :


 Umur 3 – 4 hari : vaksin ND 13 + Ma 5 dengan di luent steril ) sewa tetes mata.
 Umur 21 hari : vaksin ND laostta air minum.

Pengobatan dilakukan untuk menghindari angka mortalitas yang cukup tinggi .


pencegahan penyakit juga bisa dilakukan dengan cara mencegah kebersihan kandang dan
lingkungan

E. Pelebaran sekat
Pelebaran dilakukan apabila ayam sudah sesak dan sulit bergerak . tetapi pelebaran
dilakukan 1 minggu sekali / sesuai dengan umur ayam.

F. Pemanenan .
Pemanenan dilakukan setelah ayam berumur ± 6 minggu. Biasanya dilakukan dengan
cara menjual hidup atau karkas . pemanenan meliputi kegiatan menangkap ayam, mengikat
ayam , dan memotong ayam . apabila terdapat ayam yang belum memenuhi standart harus
ditinggal dan untuk dipelihara lagi sampai ayam tersebut gemuk / besar dan siap di jual serta
kandungan protein sudah memenuhi standart gizi.
Ayam yang baik ialah ayam yang gemuk . tidak sakit , serta mempunyai kwalitas ,
yang baik dan bermutu daging yang berkwalitas ialah daging yang masih segar tidak ada
lengket bagian kulit pada daging tersebut dan struktur daging bagus pemotongan biasanya
dilakukan secara manual dan dengan menggunakan mesin pemotong.

G. Pemasaran
Pemasaran biasanya dilakukan dengan cara memanggil pembeli ayam. Pembeli /
konsumen tersebut membeli dalam jumlah besar tetapi harganya sedikit murah dan menurun .
lebih sedikit naik / mahal dibandingkan kita jual ke pembeli besar /konsumen . pemasaran
dapat dilakukan dengan menyetorkan ayam yang dipanen kepada penjual ayam yang ada di
dekat kampung – kampung sekitar anda.
Analisa usaha
Untuk mengetahui jumlah dan jenis biaya yang di keluarkan pada usaha ini , berikut ini
kami cantumkan rencana anggaran biaya jenis usaha budidaya ayam pedaging :

1. Fix cost ( biaya tetap )

Penyusutan = (Nb-Ns) : (nilai ekonomis x jumlah periode)


Ns (nilai sisa) = 10% dari nilai baru (Nb)
a) Kandang Nb = Rp 7.500.000,- Ns =10%
Jangka usia ekonomis 15 th
Penyusutan / periode = (Rp 7.500.000,-- Rp 750.000,-) : (15 th x 5 periode)
= Rp 90.000,-
b) Tempat pakan Nb = Rp 10.000,- / buah, kebutuhan 5 buah
Jangka usia ekonomis 2 th
Penyusutan / periode = (Rp 50.000,-- Rp 5.000,-) : (2 th x 5 periode)
=Rp 4.500,-
c) Tempat minum Nb = Rp 7.500,- / buah, kebutuhan 5 buah
Jangka usia ekonomis 2 th
Penyusutan / periode = (Rp 37.500,- - Rp 3.750,-) : (2 th x 5 periode)
= Rp 3.375,-
d) Timbangan Nb= Rp 250.000,-
Jangka usia ekonomis 5 th
Penyusutan / periode = (Rp 250.000,- – Rp 25.000,-) : (5 th x 5 periode )
= Rp 9.000,-
e) Seng pj = 5 cm; L = 90 cm, Nb = 75.000,-
usia ekonomis 7 th
Penyusutan / periode = ( Rp 75.000,- - Rp 7.500,- ) : (7 th x 5 periode )
= Rp 1.929,-

f) Broder = Rp 250.000,- usia ekonomis 10 th


Penyusutan / periode = (Rp 500.000,- – Rp 50.000,- ) : (10 th x 5 periode )
= Rp 9.000.-
g) Skop Nb = Rp 15.000,- usia ekonomis 2 th
Penyusutan / periode = ( Rp 15.000,- – Rp1.500,-) : (2 th x 5 periode )
= Rp 1.350,-
h) Tirai Nb = RP 50.000,- usia ekonomis 3 th
Penyusutan / periode = ( Rp 50.000,- –Rp 5.000,- ) : (3 th x 5 periode )
= Rp 3.000.-
Total penyusutan periode = Rp 122.154.-
i) Biaya listik dan air = Rp 20.000.-

Total biaya tetap = Rp 142.154.-

B. BIAYA VARIABEL.
NO NAMA BAHAN JUMLAH HARGA SATUAN HARGA TOTAL
1 DOC 6 box Rp . Rp. 1.800.000.00
300.000.00
2 vaksin 12 ampul Rp. 8.000.00 Rp. 96.000.00
3 Pakan 36 sak Rp. 260.000.00 Rp. 9.360.000.00
4 Sekam 40 sak Rp. 1.500.00 Rp. 60.000.00
5 Gula 1 kg Rp. 10.000.00 Rp. 10.000.00
6 Vita chick 5 bungkus Rp. 15.000.00 Rp. 75.000.00
7 Lain - lain - - Rp. 80.000.00
Jumlah Rp. 11.481.000.00

1) biaya total = biaya tetap + biaya variable


= Rp. 142.154.00 + Rp. 11.481.000.00
= Rp. 11.623.154.00
2) Mortalitas =5%
= 5/100 x 600 ekor = 30 ekor
3) produksi ekor = 600 ekor – 30 ekor = 570 ekor
produksi ( kg ) = 570 ekor x 2 kg = 1.140 kg

4) biaya persatuan produksi = Rp. 11.623.154.00


1.140 kg
= Rp. 10.195,75 .-

5) harga jual ayam hidup / kg = Rp. 13.000.00

6) penerimaan = 570 ekor x Rp. 13.000.00 x 2 kg


=Rp. 14.820.000.00
7) Pendapatan marjinal = total penerimaan – biaya variable
= Rp. 14.820.000.00 – Rp 11.481.000.00
= Rp. 3.339.000.00
8) pendapatan bersih = total penerimaan – biaya total
= Rp. 14.820.000.00 – Rp. 11.623.154.00
= Rp. 3.196.846.00
9) R/C ratio = total penerimaan : biaya total
= 14.820.00.00 – 11.623.154.00
= 1,28
BEP ( nilai ) = seluruh biaya tetap
1 – V cost
Seluruh penjualan
= Rp. 142.154.00
1 – 11.481.000.00
Rp. 14.820.000.00
= Rp. 142.154.00
0,23
=. Rp.618.060,87.-
BEP ( volume ) = biaya tetap
Harga jual/ unit – biaya variable /unit.
= Rp. 142.154.00
Rp. 26.000.00/ekor – Rp.19.135.00/ekor
= 20,70

BAB II
PENUTUP

Dengan berakhirnya pemberitahuan proposal tentang pemeliharaan ayam broiler dari


kami semoga atas kerjasamanya kami ucapkan terimakasih dan semoga kegiatan ini dapat
berlangsung dengan baik dan bisa berlanjut seterusnya amin ya robbal allamin.