Anda di halaman 1dari 159

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan yang
bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat
untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut
merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia baik masyarakat, swasta,
maupun pemerintah.
Tujuan pembangunan Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan secara optimal melalui terciptanya masyarakat,
bangsa, dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup
dengan perilaku sehat dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki kemampuan
untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata
di seluruh wilayah Indonesia.
Kelurahan Bawang berada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri dengan
jumlah penduduk sebanyak 2.689 jiwa yang tersebar di 8 RW dan 32 RT. Di
Kelurahan Bawang terdapat Puskesmas Pembantu Bawang yang merupakan
fasilitas kesehatan yang tersedia di Kelurahan Bawang. Sayangnya adanya
fasilitas ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Bawang.Dari segi
lingkungan Kelurahan Bawang tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir)
sehingga warga memilih untuk membakar sampahnya. Di Kelurahan Bawang
terdapat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang merupakan
program untuk menanam tanaman di halaman rumah warga.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) diartikan sebagai keintegrasian secara
menyeluruh baik dibidang keahliaan atau disiplin ilmu pengetahuan untuk

1
mengaplikasikan teori-teori yang dimilikinya ke dalam sebuah wujud nyata
pengabdian kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program
yang harus diikuti semua mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan
akademik, dimana pelaksanaan KKN ini merupakan proses yang sangat penting
terhadap kelangsungan proses akhir masa perkuliahan sebagai salah satu
persyaratan dan kelulusan mahasiswa.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) sangat besar manfaatnya bagi para mahasiswa
maupun masyarakat pada umumnya, dimana Kuliah Kerja Nyata (KKN)
dilaksanakan demi mendapatkan pengalaman di lapangan karena mengandung
makna yang sangat penting yaitu pendidikan dan pengabdian mahasiswa yang
diwujudkan dalam pengenalan dan penghayatan tentang pembangunan
masyarakat serta berusaha menciptakan metode-metode pemecahan berbagai
masalah dengan menggunakan kemampuan dan keterampilan yang sangat
tepat terhadap situasi yang berkaitan dengan perkembangan masyarakat
dalaam upaya menerapkan hasil kegiatan perkuliahan yang pernah ditempuh.
KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat)
yang dilaksanakan di Kelurahan kelurahan di Pesantren bertujuan untuk
merubah pola hidup masyarakat sehingga mereka sadar akan pentingnya
perilaku hidup yang sehat.Oleh karena itu program-progam yang dilaksanakan
juga merupakan program yang bertujuan menyadarkan masyarakat tentang
pentingnya kesehatan seperti penyuluhan kesehatan, pemeriksaan gratis
(bhakti sosial) dan kegiatan lainnya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari laporan
ini adalah sebagai berikut : Bagaimana intervensi terhadap masalah kesehatan
di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri?

2
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memecahkan masalah kesehatan yang ada di Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri sesuai dengan ilmu yang diperoleh saat
perkuliahan.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui keadaan geografis Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
b. Mengetahui keadaan demografi masyarakat Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
c. Mengetahui karakteristik masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
d. Mengidentifikasi masalah kesehatan Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
e. Melakukan pemecahan masalah kesehatan Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

D. Manfaat
1. Mahasiswa
a. Memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan tentang
kondisi kesehatan yang terjadi di masyarakat Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
b. Mempelajari karakteristik dari kesehatan masyarakat dan kesehatan
lingkungan serta masalah–masalah yang timbul di masyarakat
Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan
masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

3
d. Meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah kesehatan di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
2. Bagi Kelurahan
a. Memberikan informasi tentang kondisi dan masalah kesehatan yang
ada ataupun timbul di masyarakat.
b. Memberikan informasi sarana dan pelayanan kesehatan yang tersedia
untuk dimanfaatkan yang bertujuan untuk peningkatan status
kesehatan masyarakat yang optimal.
3. Bagi Institusi
Membentuk lulusan yang peka terhadap kondisi masyarakat dalam
mengupayakan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.

4
BAB II
PROGRAM DAN KALENDER KERJA

A. Program
1. Program I
Judul Kegiatan : Sosialisasi tentang Pengolahan Sampah Organik
dengan Metode Takakura
Lokasi : Rumah warga Kelurahan Bawang
Sasaran : Ibu pengajian
Perkiraan jumlah peserta : ± 50 Orang
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review pemilahan sampah organik dan
anorganik serta pengelolaan sampah organik dengan metode
takakura.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang proses pembuatan
kompos dai sampah organik dengan metode takakura.
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Penjelasan tentang penggolongan dan dampak sampah.
b. Penjelasan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik.
c. Penjelasan tentang manfaat kompos.
d. Penjelasan tentang pembuatan kompos dengan metode takakura.

5
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan menperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan
Alat/bahan :
1. Brosur
Rincian anggaran :
1) Brosur : Rp. 50.000,-
2) Konsumsi : Rp. 100.000,-
3) Doorprice : Rp. 20.000,-
Total : Rp. 170.000,-
Metode Kegiatan :
1) Ceramah
2) Diskusi
3) Tanya jawab

6
2. Program II
Judul Kegiatan : Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan
Mulut pada Anak
Lokasi : Kelurahan Bawang
Sasaran : Ibu-ibu Posyandu
Perkiraan Jumlah Peserta : ± 40 Orang
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui tentang pencegahan Penyakit Gigi dan
Mulut pada Anak
Kegiatan Peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang pencegahan Penyakit Gigi dan
Mulut pada Anak
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang
a) Pengertian tentang Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak
b) Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan
hal-hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang dianjurkan peserta penyuluhan
Kegiatan peserta :
1. Mendengarkan dan memperhatikan
2. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas

7
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan
Alat dan Bahan
1. Leafleat : Rp 15.000
2. Snack untuk 40 orang @ 2.000 : Rp 80.000
3. Doorprice : Rp 20.000
Total : Rp 115.000

8
3. Program III
Judul Kegiatan : Edukasi TOGA
Lokasi : MTs Miftahul ‘Ulum
Sasaran : Siswa – siswi kelas VIII – D
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review tentang edukasi TOGA.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang edukasi TOGA.
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang pengertian, manfaat dan contoh-contoh TOGA
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan
hal-hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Meberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat

9
b. Menjawab pertanyaan
Alat/bahan :
1. LCD
2. Leaflet TOGA
3. Tanaman TOGA
Rincian anggaran :
1. Tanaman TOGA : Rp. 60.000,-
2. Konsumsi : Rp. 80.000,-
3. Air mineral : Rp. 20.000,-
4. Doorprice : Rp. 20.000,- +
Total Rp. 180.000,-

10
4. Program IV
Judul Kegiatan : Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Benar
Lokasi : SDN 1 Bawang, SDN 2 Bawang, SDN 3 Bawang
Sasaran : Siswa – siswi kelas 3 SD
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review tentang cara cuci tangan yang benar.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang cara cuci tangan yang benar.
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang pengertian, manfaat dan cara cuci tangan yang
benar
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
d. Melakukan demonstrasi cara cuci tangan yang benar
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Meberikan salam penutup

11
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan
Alat/bahan :
1. LCD
2. Leaflet cuci tangan yang benar
3. Laptop
4. Sabun cuci tangan
5. Tissu
Rincian anggaran :
Sabun Dettol Rp. 7.750,-
Sabun nuvo reffil @ Rp. 2.000,- x 2 Rp. 4.000,-
Print + fotocopy Rp. 9.000,-
Laminating Poster Rp. 18.000,-
Buku @ Rp. 2.000,- x 6 Rp. 12.000,-
Pensil @ Rp. 500,- x 6 Rp. 3.000,-
Penghapus @ Rp. 800,- x 6 Rp. 4.800,-
Tissu Rp. 9.000,-
Total Rp. 67.600,-

12
5. Program V
Judul Kegiatan : Edukasi Bahaya Cacing Bagi Tubuh
Lokasi : SDN 1 Bawang, SDN 2 Bawang, SDN 3 Bawang
Sasaran : Murid kelas 3 Kelurahan Bawang
Perkiraan jumlah peserta : ± 100 Orang
Konsep Pelajaran
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review bahaya cacing bagi tubuh.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang bahaya cacing bagi tubuh
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
Menjelaskan tetang bahaya cacing bagi tubuh
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan menperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan :
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
Kegiatan peserta :
Menjawab pertanyaan
Alat/bahan :
a. Leafleat
b. LCD

13
c. Laptop
d. Terminal kuningan (oler)
Rincian anggaran :
1. Penghapus : Rp. 6.000,-
2. Pensil : Rp. 6.500,-
3. Buku tulis : Rp. 20.700,-
4. Kertas bungkus : Rp. 2.400,-
5. Leafleat : Rp. 50.000
Total : Rp. 85.600,-

14
6. Program VI
Judul Kegiatan : Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Sikat
Gigi bersama
Lokasi : SDN 2 Bawang, Kelurahan Bawang
Sasaran : Anak-Anak kelas IV
Perkiraan Jumlah Peserta : ± 25 Orang
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui tentang Penyuluhan Kesehatan Gigi dan
Mulut serta Sikat Gigi Bersama
Kegiatan Peserta :
a. Memperhatikan dan menanggapi tentang Penyuluhan Kesehatan Gigi
dan Mulut serta Sikat Gigi Bersama
b. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang
a) Bagaimana cara menyikat gigi dengan baik dan benar
b) Cara memilih pasta gigi dan sikat gigi yang baik
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan
hal-hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang dianjurkan peserta penyuluhan
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas

15
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Mereview ulang materi yang telah disampaikan
b. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
c. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
d. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan
b. Membaca Leafleat
c. Menjawab pertanyaan
d. Mereka ulang cara menyikat gigi yang baik dan benar
e. Sikat gigi bersama di halaman sekolah
Alat dan Bahan
1. Leafleat : Rp 50.000
2. Sikat Gigi : Rp 45.000
3. Pasta Gigi : Rp 35.000
4. Sikat 1 pac : Rp 5000
5. Doorprice : Rp 50.750
Total : Rp 185.750

16
7. Program VII
Judul Kegiatan : Bhakti Sosial Edukasi/Penyuluhan Penyakit
Diabetes Mellitus dan Pemeriksaan Tekanan
Darah, Gula Darah, dan Asam Urat
Lokasi : Aula kantor kelurahan Bawang
Sasaran : Masyarakat kelurahan Bawang
Perkiraan jumlah peserta : ± 100 Orang
Konsep Pelaksaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta dengan topik yang akan
disampaikan melalui review tentang penyakit diabetes mellitus,
pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang edukasi/penyuluhan penyakit
diabetes mellitus, tekanan darah, dan asam urat
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang :
a) Pengertian penyakit diabetes mellitus, tekanan darah, gula darah,
dan asam urat
b) Klasifikasi hipertensi dan hipotensi
c) Klasifikasi kadar gula tinggi dan kadar gula rendah
d) Cara perawatan dan pencegahan hipertensi dan hipotensi
e) Cara pencegahan penyakit diabetes mellitus
f) Cara diet untuk penderita penyakit diabetes mellitus

17
b. Menayangkan video tentang senam diabetes mellitus serta
menjelaskan tahap-tahap dari gerakan senam
c. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
d. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil program
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan
Alat/bahan :
a. LCD
b. laptop
c. Leafleat
d. Tensimeter
e. Stick asam urat
f. Stick gula darah
Rincian anggaran :
1. Stick gula darah : Rp 300.000,-
2. Blood lancet : Rp 14.000,-
3. Stick asam urat : Rp 72.500,-
4. Kotak snack : Rp 35.000,-

18
5. Snack dan air mineral : Rp 90.000,-
6. Uang Pak Bon : Rp 25.000,-
7. Leafleat : Rp 50.000,-
Total : Rp 586.500,-

19
8. Program VIII
Judul Kegiatan : Pemberian obat cacing
Lokasi : Posyandu Anggrek RW 04 dan TK
Sasaran : Balita dan anak-anak
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review tentang edukasi bahaya cacing.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang edukasi bahaya cacing
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang pengertian, dan bahaya cacing
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan
hal-hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
d. Memberikan obat cacing
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
c. Meminum obat cacing di depan petugas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Meberikan salam penutup

20
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan
Alat/bahan :
a. Obat cacing tablet (albendazol 400mg)
b. Leaflet bahaya cacing
Rincian anggaran :
1) Obat cacing : Rp. 100.000,-
2) Konsumsi : Rp. 100.000,-
3) Brosur : Rp. 25.000,-
Total : Rp. 225.000,-

21
9. Program IX
Judul Kegiatan : Pemeriksaan Tekanan Darah Keliling
Lokasi : Kelurahan Bawang
Sasaran : Masyarakat kelurahan Bawang
Perkiraan jumlah peserta : ± 100 Orang
Konsep Pelaksaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta dengan topik yang akan
disampaikan melalui review tentang pemeriksaan tekanan darah
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang pemeriksaan tekanan darah
2. Pengembangan
Kegiatan peserta KKN :
a. Menjelaskan tentang :
a) Pengertian pemeriksaan tekanan darah
b) Klasifikasi hipertensi dan hipotensi
c) Cara perawatan dan pencegahan hipertensi dan hipotensi
b. Melakukan pemeriksaan tekanan darah pada peserta yang bersedia
c. Memberikan kesempatan peserta pemeriksaan tensi keliling untuk
menanyakan hal-hal yang kurang jelas
d. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :

22
a. Melakukan evaluasi hasil program
b. Memberikan form rujukan kepada peserta yang tekanan darahnya
meningkat atau turun
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi form rujukan
Alat/bahan :
1. Tensimeter
2. Form Rujukan
3. Catatan hasil pemeriksaan

B. Kalender kerja
Kegiata Hari Ke
n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2
Pembuk
aan KKN
Pembag
ian obat
cacing
Posyand
u anak
dan
balita
Bimbing
an
belajar
gratis
Tensi
keliling
Penyulu
han
pengola
han
sampah
metode
takakur
a

23
Posyand
u lansia
Screenin
g
kesehat
an
Penyulu
han
TOGA
Survei
mawas
diri
Penyulu
han
pencega
han
penyakit
gigi dan
mulut
pada
anak
Edukasi
bahaya
cacing
Penyulu
han cuci
tangan
yang
benar
Penyulu
han
kesehat
an gigi
dan
sikat
gigi
bersam
a
Penyulu
han
diabetes
melitus
Bhakti
sosial
pemerik

24
saan
gula
darah,
asam
urat,
tensi
Tumpen
gan
penutup
an KKN

25
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang telah dicapai


Adapun hasil yang dicapai selama pelaksanaan KKN PPM adalah sebagai
berikut :
1. Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Sikat Gigi Bersama
Berdasarkan hasil penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut
serta sikat gigi bersama didapatkan hasil dan kesimpulan bahwa anak-
anak yang diberikan penyuluhan dapat menerima dan mengetahui
tentang bagaimana cara menyikat gigi dengan baik dan benar serta
bagaimana memilih sikat dan pasta gigi yang baik untuk menjaga
kesehatan gigi dan mulut.
Hal tersebut dapat dilihat dari praktik ulang yang diberikan pada
anak anak untuk dapat melihat seberapa tingkat kepahaman mereka
tentang cara menyikat gigi dengan baik dan benar.
Berdasarkan hasil survey yang didapatkan juga suatu
permasalahan yang terjadi pada saat penyuluhan yaitu situasi kelas yang
kurang kondusif.

2. Edukasi TOGA
Berdasakan hasil observasi yang telah dilakukan diseluruh
sekolahan kelurahan bawang, dipilihlah MTs Miftahul Ulum sebagai
sasarannya, karena Siswa siswi MTs Miftahul Ulum sebagian besar belum
mengetahui jenis tanaman toga, manfaat, khasiat yang terkandung dari
berbagai jenis toga dan cara mengolah tanaman toga menjadi sebuah
obat yang bermanfaat bagi kesehatan, sehingga dilakukan penyuluhan
tentang TOGA dan membuat taman dilingkungan sekolah. Tetapi

26
dikarenakan terdapat kendala yaitu kurangnya lahan pekarang sekolah
sehingga pembuatan taman di MTs tidak dilakukan, tetapi diganti dengan
pemberian TOGA sebanyak 10 macam dan diletakkan di depan kelas VIII-
D.

3. Penyuluhan cuci tangan


Dari hasil observasi dipilihlah siswa kelas 3 SDN Bawang 1,2 dan 3
karena dianggap mampu menerima materi dengan baik. Selain itu anak
kelas 3 juga sangat aktif dalam beraktifitas sehingga beresiko terinfeksi
bakteri saat bermain.Sehingga penyuluhan ini dianggap tepat untuk
diberikan siswa kelas 3.
Hasil dari penyuluhan cuci tangan adalah tumbuhnya budaya cuci
tangan dengan benar diantara anak anak dilihat dari antusias mereka
tidak hanya di saat penyuluhan tetapi juga saat bertemu di lingkungan
Kelurahan Bawang. Mereka selalu mereview apa yang telah diajarkan
pada mereka.

4. Penyuluhan pengolahan sampah metode takakura


Dari kegiatan sosialisasi yang telah kami lakukan dapat disimpulkan
bahwa pemahaman ibu ibu pengajian sudah cukup baik. Hal ini dapat
dibuktikan dengan adanya pemahaman tentang cara pemilahan sampah
organic dan organik serta banyaknya pertanyaan pertanyaan yang
diajukan oleh beberapa ibu pengajian yang hadir dalam sosialisasi dan
adanya ibu ibu pengajian yang datang ke posko kuliah kerja nyata (KKN)
guna menanyakan bagaimana cara pembuatan kompos yang baik dan
benar dengan menggunakan metode takakura. Selain itu saat diadakan
bhakti sosial kami juga telah melakukan demo bagaimana mengolah
sampah dengan metode takakura.

27
5. Penyuluhan DM dan pemeriksaan gratis
Berdasarkan hasil program kerja Bakti Sosial edukasi penyakit
diabetes mellitus, pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat
darah pada masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota
Kediri dapat kami simpulkan bahwa melalui program bakti sosial tersebut
dapat menambah pengetahuan masyarakat di kelurahan Bawang tentang
penyakit diabetes mellitus, membantu masyarakat di kelurahan Bawang
untuk dapat mengetahui cara mencegah penyakit diabetes mellitus, cara
diet untuk penderita diabetes mellitus serta membantu masyarakat
mengetahui kadar gula darah, asam urat dan tekanan darah, serta
diharapkan mampu mengurangi angka penderita diabetes mellitus di
kelurahan Bawang. Hal ini juga ditunjukan melalui antusias dari
masyarakat di kelurahan Bawang yang aktif dalam menyimak
,mendengarkan, bertanya ,serta mau melakukan pemeriksaan kadar gula
darah, asam urat, dan tekanan darah.

6. Penyuluhan bahaya cacing


Berdasarkan hasil program kerja Edukasi Bahaya Cacing pada
Tubuh yang di lakukan pada 3 SD di kelurahan Bawang yaitu SDN Bawang
1, SDN Bawang 2, dan SDN Bawang 3 dapat kami simpulkan bahwa melalui
edukasi bahaya cacing pada tubuh ini dapat menambah pengetahuan
siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang tentang bahaya cacing bagi
tubuh, dapat membantu siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang untuk
dapat mengetahui cara mencegah penyakit cacingan serta membantu
program kerja Puskesmas Bawang dalam mengurangi penyakit cacingan
pada anak. Hal ini juga ditunjukan melalui antusias dari siswa-siswi kelas 3

28
SD Bawang yang berperan aktif dalam menyimak ,mendengarkan,
bertanya ,serta mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
dengan sangat baik.

7. Tensi keliling
Berdasarkan hasil program kerja pemeriksaan tekanan darah
keliling pada masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren,
Kota Kediri dapat kami simpulkan bahwa melalui program bakti tersebut
dapat menambah pengetahuan masyarakat di kelurahan Bawang tentang
penyakit hipertensi, membantu masyarakat di kelurahan Bawang untuk
dapat mengetahui tekanan darah masing-masing, serta diharapkan
mampu mengurangi angka penderita hipertensi di kelurahan Bawang. Hal
ini juga ditunjukan melalui antusias dari masyarakat di kelurahan Bawang
yang aktif dalam menyimak ,mendengarkan, bertanya ,serta mau
melakukan pemeriksaan tekanan darah.

8. Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak


Berdasarkan hasil penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut
pada Anak di posyandu melati di kelurahan bawang, kecamatan
pesantren, kabupaten kediri ibu- ibu posyandu dapat menerima dan
memahami penyuluhan yang di berikan oleh mahasiswa KKN di kelurahan
bawang.
Hal tersebut dapat dilihat dan diobservasi dari penyuluhan yang
diberikan dari adannya feedback yang baik dari masyarakat dan
antusiasme ibu-ibu posyandu melati dikelurahan bawang kecamatan
pesantren kota Kediri.

29
Berdasarkan hasil survey yang didapat dari posyandu yang telah
dilakukan yaitu terdapat suatu permasalahan ditentang bagaimana cara
merawat dan membersihkan gigi sulung pada anak.

9. Pembagian obat cacing


Pemberian obat cacing diberikan untuk mengobati penyakit
cacingan pada anak-anak dan balita.Kegiatan tersebut dilakukan di dua
lokasi, yakni di Posyandu Anggrek RW 04 dan TK. Sebelum pelaksanaan
pemberian obat cacing terlebih dahulu diberikan penyuluhan tentang
bahaya cacing dalam tubuh.
Perlakuan pemberian obat cacing di Posyandu terlebih dahulu
balita ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badannya, selanjutnya
diberikan obat cacing satu anak satu tablet obat cacing “Albendazol” yang
harus dikunyah sampai halus dan kemudian minum air putih.
Perlakuan obat cacing di TK yaitu diberikan satu tablet untuk satu
anak, apabila anak tersebut tidak bisa menelan maka anak tersebut
diminta untuk mengunyah setengahnya dan yang setengahnya lagi
dikunyah lagi dan selanjutnya diberi minum.

B. Hambatan yang dialami


Tingkat partisipasi yang rendah dari masyarakat saat pelaksanaan
program bhakti sosial yang ternyata disebabkan oleh tidak sampainya informasi
ke masyarakat dari ketua RW setempat. Kurangnya data yang akurat tentang
masyarakat juga merupakan kendala mahasiswa KKN untuk menentukan
program yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Kelurahan
Bawang.

30
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Kelurahan Bawang berada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri dengan
jumlah penduduk sebanyak 2.689 jiwa yang tersebar di 8 RW dan 32 RT. Di
Kelurahan Bawang terdapat Puskesmas Pembantu Bawang yang merupakan
fasilitas kesehatan yang tersedia di Kelurahan Bawang. Sayangnya adanya
fasilitas ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Bawang.Dari segi
lingkungan Kelurahan Bawang tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir)
sehingga warga memilih untuk membakar sampahnya. Di Kelurahan Bawang
terdapat program PRPL yang merupakan program untuk menanam tanaman di
halaman rumah warga.
Adapun program Kerja mahasiswa KKN PPM di Kelurahan Bawang
setelah melakukan survei adalah sebagai berikut : Penuyuluhan pengolahan
sampah dengan metode takakura, Pembagian obat cacing secara massal,
Penyuluhan TOGA, Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut untuk anak,
Penyuluhan cuci tangan yang baik dan benar, Penyuluhan bahaya cacing,
Penyuluhan cara sikat gigi yang benar, Minggu bersih, Bakti sosial dan
pemeriksaan gula darah, tensi dan asam urat.
Dari hasil evaluasi keseluruhan program antusiasme warga dalam bidang
kesehatan masih kurang dilihat dari sedikitnya warga yang mau memeriksakan
gula darahnya. Sedangkan anak SD dan SMP lebih antusias dalam mengikuti
penyuluhan penyuluhan seperti TOGA, Cuci tangan, bahaya cacing, dan gosok
gigi yang benar.

31
B. Saran
Adapun saran yang dapat kami diberikan adalah sebagai berikut :
Bagi Kelurahan :
Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakatnya dalam
bidang kesehatan serta diharapkan dapat meningkatkan partisipasi
masyarakatnya sehingga masyarakat dapat hidup sehat dan sejahtera.
Bagi Mahasiswa :
Diharapkan mahasiswa dapat memberikan ilmunya kepada masyarakat
sehingga masyarakat dapat menyadari pentingnya kesehatan. Selain itu
mahasiswa perlu melakukan inovasi sehingga masyarakat tertarik untuk
mengikuti program program kesehatan tidak hanya yang dilaksanakan oleh
mahasiswa KKN tetapi juga program yang dlaksanakan pemerintah.

32
LAMPIRAN
A. Jurnal Laporan Harian
LAPORAN KEGIATAN HARIAN KELOMPOK KULIAH KERJA NYATA KELURAHAN BAWANG
KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI INSTITUT ILMU KESEHATAN PERIODE 2015/2016

Hari/Tanggal Waktu Kegiatan Tempat


Selasa, 1 September 2015 09.00 – 12.00 Pembukaan KKN Kantor Kecamatan
Pesantren
12.00 – 14.00 Istirahat Base camp KKN
14.00 – 15.00 Ramah tamah Lingkungan Kelurahan
kepada tokoh Bawang
masyarakat dan
warga
15.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
17.00 – 21.00 Rapat persiapan Base camp KKN
kegiatan.
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Rabu, 2 September 2015 08.00 – 10.00 Revisi proposal Kampus IIK
10.00 – 12.00 Mengurus perijinan Lingkungan Kelurahan
kegiatan Bawang
12.00 – 14.00 Istirahat Base camp KKN
14.00 – 15.00 Ramah tamah Lingkungan Kelurahan
kepada tokoh Bawang
masyarakat dan
warga
15.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
17.00 – 21.00 Rapat persiapan Base camp KKN
kegiatan.
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Kamis, 3 September 2015 07.00 – 08.00 Persiapan Base camp KKN
pelaksanaan
program
08.00 – 11.30 Pelaksanaan Posyandu anggrek RT.6
posyandu balita Kelurahan Bawang.
08.00 – 11.30 Pemberian obat TK di lingkungan
cacing massal Kelurahan Bawang
11.30 – 14.00 Istirahat Base camp KKN
14.00 – 16.00 Mengajak para siswa Lingkungan Kelurahan
SD sekitar base Bawang
camp untuk belajar
bersama

33
16.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
17.00 – 18.00 Pengajian dan solat Mushola
magrib berjama’ah
18.00 – 20.00 Belajar bersama Lingkungan Kelurahan
anak SD Bawang
20.00 – 21.30 Rapat persiapan Base camp KKN
kegiatan.
21.30 - selesai Rapat persiapan Base camp KKN
kegiatan.
Jum’at, 4 September 07.00 – 08.00 Persiapan Base camp KKN
2015 pelaksanaan
program
08.00 – 11.30 Pelaksanaan Posyandu tulip RW.7
posyandu balita kelurahan bawang.
08.00 – 11.30 Pemberian obat TK Pembina Bawang
cacing massal
11.30 – 16.00 Istirahat Base camp KKN
16.00 – 18.00 Melakukan tensi Lingkungan Kelurahan
keliling Bawang
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Lingkungan Kelurahan
SD sekitar base Bawang
camp untuk belajar
bersama
19.00 – 21.00 Penyuluhan P2KP Kantor Kelurahan
Bawang
21.00 – selesai Istirahat Base camp KKN
Sabtu, 5 September 2015 07.00 – 08.00 Persiapan Base camp KKN
pelaksanaan
kegiatan
08.00 – 08.30 Melakukan tensi Base camp KKN
gratis
08. 30 – 11.30 Kerja bakti Masjid dan mushola di
membersihkan sekitar lingkungan
tempat ibadah Kelurahan Bawang.
13.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Nonton bareng Base camp KKN
bersama anak-anak
sekitar base camp
19.00 – 20.00 Senam aerobik Kantor Kelurahan
Bawang
20.00 – 21.30 Persiapan program Base camp KKN

34
sosialisasi sampah
21.30 - selesai Istirahat Base camp KKN
Minggu, 6 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 11.30 Kerja bakti Lingkungan Kelurahan
Bawang
11.30 – 16.00 Istiahat Base camp KKN
16.00 – 18.00 Tensi keliling Base camp KKN
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
18.30 – 20.00 Pengajian bapak- Rumah bapak RW 1
bapak RW 1 Kelurahan Bawang.
18.30 – 21.00 Pelaksanaan Rumah Ibu Sri warga
program “Sosialisasi RW 1 Kelurahan
Pembuatan Kompos Bawang
dengan Metode
Takakura” dalam
acara pengajian ibu
–ibu PKK Kelurahan
Bawang
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Senin, 7 September 2015 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
08.00 – 10.00 Posyandu balita Posyandu mawar RW.1
kelurahan bawang.
10.00 – 11.50 Posyandu lansia Posyandu mawar RW.1
kelurahan bawang.
12.00 – 16.00 Istirahat Base camp KKN
16.00 – 17.00 Tensi keliling Lingkungan Kelurahan
Bawang
18.30 – 19.00 Tensi keliling Lingkungan Kelurahan
Bawang
18.30 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
20.00 – 21.00 Rapat pelaksanaan Base camp KKN
program
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Selasa, 8 September 2015 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
08.00 – 10.00 Penyuluhan MI Miftakhul Ulum

35
Tanaman Obat
Keluarga (TOGA)
08.00 – 11.00 Screening Kesehatan SDN Bawang 1
11.30 – 13.00 Personal hygine Base camp KKN
13.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
20.00 – 21.00 Rapat pelaksanaan Base camp KKN
program
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Rabu, 9 September 2015 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
08.00 – 10.00 Screening Kesehatan SDN Bawang 3
10.00 – 15.00 Istirahat Base camp KKN
15.00 – 17.00 Kunjungan ke Lingkungan Kelurahan
seluruh RT dan RW 1 Bawang
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
20.00 – 21.00 Rapat pelaksanaan Base camp KKN
program
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Kamis, 10 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 10.00 Screening Kesehatan SDN Bawang 2
08.00 – 11.00 Posyandu balita Posyandu dahlia RW.3
kelurahan bawang.
11.00 – 12.00 Izin ikut kegiatan Puskesmas Ngletih
12.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
19.00 – 21.00 Survei Mawas Diri Lingkungan Kelurahan
Bawang
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Jum’at, 11 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 10.00 Screening Kesehatan MI Miftakhul Ulum
08.00 – 10.00 Posyandi balita Posyandu melati RW.4
kelurahan bawang.

36
09.00 – 10.30 Penyuluhan Posyandu melati RW.4
pencegahan kelurahan bawang.
penyakit gigi dan
mulut pada anak
10.30 – 13.00 Survei Mawas Diri Lingkungan Kelurahan
Bawang
13.00 – 16.00 Istirahat Base camp KKN
16.00 – 20.00 Survei Mawas Diri Lingkungan Kelurahan
Bawang
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Sabtu, 12 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 11.00 Survei Mawas Diri Lingkungan Kelurahan
Bawang
11.00 – 15.00 Istirahat Base camp KKN
15.00 – 17.00 Survei Mawas Diri Lingkungan Kelurahan
Bawang
18.00 – 20.00 Nonton bareng Base camp KKN
bersama anak-anak
sekitar base camp
20.00 – 21.00 Rapat pelaksanaan Base camp KKN
program
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Minggu, 13 September 05.00 – 06.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 06.00 – 08.30 Minggu bersih Kantor Kelurahan
Bawang
08.30 – 12.00 Survei Mawas Diri Lingkungan Kelurahan
Bawang
Senin, 14 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 10.00 Posyandu balita Posyandu kemuning
RW.2 kelurahan
bawang.
10.00 – 11.00 Posyandu lansia Posyandu kemuning
RW.2 kelurahan
bawang.
12.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Selasa, 15 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN

37
2015 08.00 – 12.00 Screening Kesehatan MI Miftakhul Ulum
09.00 – 12.00 Edukasi bahaya SDN 2 Bawang
cacing dan
penyuluhan serta
demo cuci tangan
yang baik dan benar.
12.00 – 14.00 Istirahat Base camp KKN
14.00 – 17.00 Persiapan Base camp KKN
pembuatan kompos
dengan metode
takakura.
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
19.00 – 21.00 Tiba’an dengan ibu –
ibu pengajian
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Rabu, 16 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
08.00 – 12.00 Screening Kesehatan SMP Plus Darusallam
09.00 – 12.00 Edukasi bahaya SDN 1 dan 3 Bawang
cacing dan
penyuluhan serta
demo cuci tangan
yang baik dan benar.
12.00 – 14.00 Istirahat Base camp KKN
14.00 – 16.00 Pembuatan kompos Base camp KKN
dengan metode
takakura.
16.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Nonton bareng Base camp KKN
bersama anak-anak
sekitar base camp
20.00 – 21.00 Rapat pelaksanaan Base camp KKN
program
21.00 - selesai Istirahat Base camp KKN
Kamis, 17 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 10.00 Posyandu balita Posyandu menur RW.8
kelurahan bawang.
10.00 – 12.00 Posyandu menur RW.8
kelurahan bawang.

38
Jum’at, 18 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.00 – 11.00 Mengurus izin Kantor Kelurahan
kegiatan Bawang
Sabtu, 19 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.30 – 11.00 Penyuluhan SDN 2 Bawang
kebersihan gigi dan
mulut serta sikat gii
bersama.
12.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Rapat persiapan Base camp KKN
program program
20.00 – 22.00 Persiapan program Base camp KKN
22.00 – selesai Istirahat Base camp KKN
Minggu, 20 September 07.00 – 08.00 Personal hygine Base camp KKN
2015 08.30 – 11.00 Penyuluhan SDN 2 Bawang
kebersihan gigi dan
mulut serta sikat gii
bersama.
12.00 – 17.00 Istirahat Base camp KKN
18.00 – 20.00 Mengajak para siswa Base camp KKN
SD sekitar base
camp untuk belajar
bersama
20.00 – 21.00 Persiapan acara Base camp KKN
penutupan
21.00 – selesai Istirahat Base camp KKN
Senin, 21 September 08.00 – 10.00 Posyandu balita Posyandu nusa indah
2015 RW.5 kelurahan
bawang.
10.00 – 11.00 Posyandu lansia Posyandu nusa indah
RW.5 kelurahan
bawang.
11.00 – 13.00 Penutupan dan Di Kantor Kelurahan
pamitan dengan Bawang
acara tumpengan
Senin,22 September 2015 07.00 – 09.00 Personal hygine Base camp KKN
09.00 – selesai Pamitan dengan Lingkungan kelurahan
masyarakat bawang.
lingkungan bawang
RW 1

39
PROGRAM I :
SOSIALISASI TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK METODE TAKAKURA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Data Situasi Kelurahan
Sampah merupakan konsekuensi kehidupan, yang sering menimbulkan
masalah, dan jumlahnya akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan
jumlah penduduk dan beragam aktivitasnya. Peningkatan jumlah penduduk
berarti peningkatan jumlah timbulan sampah, dan semakin beragam aktivitas
berarti semakin beragam jenis sampah yang dihasilkan. Karenanya, sampah harus
mulai dipandang sebagai sumber daya.Ini berarti kebiasaan membuang harus
diubah menjadi mengolah. Konsep yang dapat digunakan dalam mengolah
sampah, adalah konsep 3R, yaitu:
1. Reduce: mengurangi penggunaan produk yang akan menghasilkan sampah.
2. Reuse : menggunakan ulang, menjual atau menyumbangkan barang-barang
yang masih dapat dimanfaatkan.
3. Recycle: memodifikasi benda yang tadinya tidak bermanfaat, menjadi
bermanfaat.
Di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri masing-masing
rumah mempunyai tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh keluarga untuk
memasak maupun berkebun sehingga perlu dibuatkan alternative pembuatan
pupuk organik untuk menghemat biaya pembelian pupuk. Program ini dipilih juga
karena di Kelurahan Bawang ini tidak memiliki tempat pembuangan sampah (TPS)
terbukti dari sekitar rumah warga banyak tumpukan sampah yang sering dibakar
yang asapnya dapat menyebabkan gangguan pernafasan disekitar lingkungan
bawang.

40
Salah satu cara yang dirasa dapat mengatasi permasalahan sampah di
lingkungan bawang adalah dengan mengolah sampah organic khususnya menjadi
sesuatu yang bermanfaat seperti kompos. Hal ini dapat membantu dalam
mereduksi sampah di sekitar daerah Kelurahan Bawang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari laporan ini
adalah sebagai berikut : Bagaimana pemahaman ibu ibu pengajian di kelurahan
Bawang khususnya RW 1 tentang pemanfaat sampah organik?

C. Tujuan
1
1. Tujuan Umum
Mampu mengenal, memahami, menganalisa dan menemukan metode
pemecahan masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu melakukan identifikasi masalah kesehatan masyarakat
yang ada di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
b. Mahasiswa mampu memberikan program intervensi untuk penanggulangan
permasalahan yang ada di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota
Kediri.
c. Mahasiswa mampu mengenal karakteristik masyarakat dan menilai
masalah-masalah kesehatan yang ada dengan survei di Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

41
D. Manfaat
1. Bagi Tempat KKN
Dapat dijadikan masukan guna mengembangkan kegiatan di dalam desa
yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat secara individu maupun
kelompok dan membina peran serta masyarakat di Kelurahan Bawang dalam
rangka meningkatkan kemampuan untuk pembangunan hidup sehat.
2. Bagi Mahasiswa
a. Menambah wawasan bagi mahasiswa terutama mengenai masalah
kesehatan masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota
Kediri.
b. Membantu mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang di dapatkan
dibangku perkuliahan dan dapat membentuk potensi dan kualifikasi ilmu
yang lebih baik.

42
BAB II
PROGRAM KERJA
A. Program Kerja
Judul Kegiatan : Sosialisasi tentang Pengolahan Sampah Organik
dengan Metode Takakura.
Lokasi : Rumah warga Kelurahan Bawang
Sasaran : Ibu pengajian
Perkiraan jumlah peserta : ± 50 Orang
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang akan
disampaikan melalui review pemilahan sampah organik dan anorganik
serta pengelolaan sampah organik dengan metode takakura.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang proses pembuatan kompos dai
sampah organik dengan metode takakura.
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Penjelasan tentang penggolongan dan dampak sampah.
b. Penjelasan tentang pemilahan sampah organik dan anorganik.
c. Penjelasan tentang manfaat kompos.
d. Penjelasan tentang pembuatan kompos dengan metode takakura.
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan menperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas

43
3. Penutupan :
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan

44
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang Dicapai


1. Tujuan
a. Memberikan pengetahuan terhadap masyarakat disekitar Kelurahan
Bawang tentang pengolahan sampah khususnya sampah organik dengan
metode Takakura.
b. Meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam menjaga
kesehatan lingkungan.
c. Berkontribusi dalam menghemat biaya pengeluran pembelian kompos
dalam rumah tangga.
d. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
2. Manfaat
a. Mengetahui pengolahan sampah khususnya sampah organik dengan
metode Takakura,
b. Mengurangi volume sampah rumah tangga.
c. Tercapainya pola hidup bersih dan sehat.
3. Sasaran
a. Ibu – ibu pengajian rutin di sekitar RW 1 Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
b. Warga sekitar Kelurahan Bawang
4. Pelaksanaan
a. Minggu, 6 September 2015 pukul 19.00 WIB
b. Minggu, 20 September 2015 pukul 11.00 WIB
5. Tempat
a. Di rumah Ibu Sri warga RW 1 Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren
Kota Kediri.

45
b. Di Kantor Kelurahan Bawang
6. Hasil Kegiatan
a. Kehadiran peserta minimal 30 orang.
b. Antusiasme ibu-ibu pengajian (50%) dalam bertanya sangat tinggi
dibuktikan dengan adanya 6 pertanyaan yang ditanyakan dari target 3
pertanyaan.
c. Menghasilkan kompos yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat.
7. Media
Media kegiatan yang kami gunakan dalam kegiatan Sosialisasi Pembuatan
Kompos dengan Metode Takakura adalah brosur,poster serta sampah organik.
8. Pembahasan
Macam-Macam Sampah
Secara garis besar, sampah juga dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :
1. Sampah Anorganik/kering
Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti
plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan
gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan
sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk
lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik
wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng,
kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
2. Sampah organik/basah
Sampah organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa
makanan, sayuran, daun-daun kering, sampah dapur dan sebagainya.
Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos;
3. Sampah berbahaya
Sampah berbahaya merupakan sisa suatu usaha yang yang mengandung
bahan berbahaya atau beracun, baik secara langsung atau tidak langsung

46
dapat merusak atau mencemarkan dan membahayakan lingkungan
Sampah/Limbah hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta
makhluk hidup lainnya. Contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik
bekas dll.
Proses pengomposan ala keranjang takakura merupakan proses
pengomposan aeraob di mana udara dibutuhkan sebagai asupan penting
dalam proses pertumbuhan mikroorganisme yang menguraikan sampah
menjadi kompos. Media yang dibutuhkan dalam proses pengomposan yaitu
dengan menggunakan keranjang berlubang, diisi dengan bahan-bahan yang
dapat memberikan kenyamanan bagi mikroorganisme. Proses pengomposan
metode ini dilakukan dengan cara memasukkan hanya sampah organik
idealnya sampah organik tercacah - ke dalam keranjang setiap harinya dan
kemudian dilakukan kontrol suhu dengan cara pengadukan dan penyiraman
air.
1) Bahan
a. Sampah organik (sampah pasar seperti sisa buah – buahan, sayur –
sayuran, dan lain – lain)
b. Sekam
c. Kompos jadi
d. Nasi basi / larutan gula
2) Peralatan
a. Kardus / Kantong Plastik
b. Tempat sampah
c. Karung
d. Tali rapia
3) Cara Kerja
a. Siapkan tempat sampah.

47
b. Taruh kardus/kantung plastik didalam tempat sampah dengan posisi
melingkar disekitar tempat sampah.
c. Siapkan 2 bungkus sekam yang dimasukkan ke dalam karung, kemudian
diikat.
d. Setelah itu masukkan 1 bungkus sekam yang dimasukkan karung tadi
didalam tempat sampah.
e. Kemudian masukkan sampah – sampah organik ke dalam tempat
sampah diatas sekam tadi.
f. Setelah itu masukkan kompos yang sudah jadi,nasi basi ataupun larutan
gula diatas sampah organik.
g. Setelah 1 – 2 hari masukkan lagi sampah organik diatas kompos
tersebut.
h. Kemudian tutup dengan 1 bungkus sekamnya untuk menutupi sampah
organik tersebut.
i. Setelah itu tutup dengan rapat menggunakan plastik dan tekan agar
rapat kemudian tindihkan menggunakan genteng.

9. Hambatan Pelaksanaan Program


Pada saat program berlangsung terdapat beberapa kendala – kendala yang
kita alami antara lain :
a. Terkendalanya waktu sosialisasi yang begitu singkat sehingga demo
pembuatan kompos secara langsung tidak dapat dilakukan.
b. Penjelasan yang sangat singkat membuat ibu ibu pengajian menanyakan
dengan datang langsung ke base camp KKN.
c. Demo pembuatan kompos dilakukan disela-sela pemeriksaan gula darah
kepada peserta yang antri sehingga harus menjelaskan berulang-ulang.

48
10. Rincian Dana
Tabel 1 Anggaran Dana Kegiatan Program Sosialisasi Pembuatan Kompos
dengan Metode Takakura
No. Media Jumlah Total
1. Fotocopi brosur 120 lembar Rp. 15.000,-
2. Laminating poster 3 lembar Rp. 9.000,-
3. Keranjang sampah kecil 3 buah Rp. 31.500,-
4. Keranjang sampah besar 1 buah Rp. 38.000,-
5. Solasi 1 buah Rp. 2.700,-
6. Kertas coklat 5 lembar Rp. 5.000,-
7. Air mineral 2 dos Rp. 34.400,-
8. Konsumsi 60 kotak Rp. 114.000,-
Total Rp. 249.600,-

49
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari kegiatan sosialisasi yang telah kami lakukan dapat disimpulkan bahwa
pemahaman ibu ibu pengajian sudah cukup baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan
adanya pemahaman tentang cara pemilahan sampah organic dan organik serta
banyaknya pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh beberapa ibu pengajian
yang hadir dalam sosialisasi dan adanya ibu ibu pengajian yang datang ke posko
kuliah kerja nyata (KKN) guna menanyakan bagaimana cara pembuatan kompos
yang baik dan benar dengan menggunakan metode takakura.

B. Saran
1. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa mampu meningkatkan pengertahuan dan ketrampilan dalam
bersosialisasi dengan masyarakat langsung. Serta mahasiswa harus
mengembangkan program-program intervensi lainnya guna mengatasi
berbagai permasalahan di desa.
b. Sebelum melakukan penyuluhan mahasiswa hendaknya mencari
informasi kepada pihak pengajian pada hari apa atau acara apa terdapat
waktu luang untuk penyuluhan.
c. Mahasiswa hendaknya membuat leafleat atau brosur tentang materi
penyuluhan untuk peserta penyuluhan serta memberikan waktu kepada
peserta untuk bertanya hal yang kurang dimengerti.
2. Bagi Masyarakat
Bagi masyarakat di Lingkungan Bawang Kecamatan Pesantren Kota
Kediri agar mampu meningkatkan partisipasinya dalam pemanfaatan sampah
sehingga dapat digunakan sebagai kompos dengan tujuan menghemat biaya

50
pembelian kompos organik dan mengurangi sampah yang dibakar sehingga
menurunkan polusi udara.
3. Bagi Perangkat Desa Setempat
Bagi perangkat kelurahan disarankan untuk mampu mengembangkan
dan memanfaatkan bank sampah yang ada guna meningkatkan kebersihan
lingkungan serta dapat mendukung upaya pembuatan kompos menggunakan
sampah organik dengan menggunakan metode takakura.

51
LAMPIRAN

Pemberian dorprize kepada peserta penyuluhan

Pengisian daftar hadir peserta penyuluhan

52
Penyuluhan pengolahan sampah organik dengan metode Takakura

Demo pengolahan sampah organic dengan metode Takakura

53
PROGRAM II :
PENYULUHAN PENCEGAHAN PENYAKIT GIGI DAN MULUT PADA ANAK

BAB I
PENDAHULUAN

A. Data Situasi Desa


Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memiliki batas
wilayah sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Ngletih, sebelah selatan
dengan kelurahan Silir, sebelah timur dengan kelurahan Janti dan sebelah
barat dengan kelurahan Betet. Total luas wilayah kelurahan Bawang yaitu
257,00 Ha, dengan luas wilayah menurut penggunaan luas pemukiman 40,00
Ha, luas persawahan 135,00 Ha, luas pekuburan 1,00 Ha, luas pekarangan 1,00
Ha, perkantoran 5,00 Ha dan luas prasarana umum lainnya 75,00 Ha. Keadaan
iklim di kelurahan Bawang dengan curah hujan 1.700,00 mm dan suhu rata-
rata harian 30,00 0c.
Jumlah penduduk kelurahan Bawang tahun 2014 sampai sekarang yaitu
5287 orang yang terdiri dari 2689 penduduk laki-laki dan 2598 penduduk
perempuan serta memiliki 1889 Kepala Keluarga.
Hampir sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan peternak.
Masih banyak lahan dan komuditas yang belum dapat dimanfaatkan dengan
baik, sebagian besar pendudukan di kelurahan Bawang lebih memilih Tebu
sebagai komuditas utama. Hal ini dilihat berdasarkan data yang menunjukan
luas lahan tebu lebih besar dari lahan komuditas lainnya.
Untuk itu perlu ditingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam
memanfaat komuditas yang ada di kelurahan Bawang.

54
B. Perumusan Masalah
Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada hakikatnya merupakan perwujudan
dari salah satu catur dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada
masyarakat, yang bersifat lintas disiplin (interdisipliner) dan merupakan
komponen keilmuan secara aplikatif guna membantu kehidupan masyarakat
terutama di kelurahan. Melalui KKN mahasiswa dapat menerapkan
pengetahuan yang di dapat dalam lingkungan masyarakat .
KKN merupakan aktivitas belajar yang dilakukan dalam menggali,
menghayati, dan mencari solusi atas masalah-masalah yang terjadi dalam
masyarakat di kelurahan. Oleh karena itu, berdasarkan program kerja
Puskesmas di kelurahan Bawang pada bulan September, dimana terdapat
program screening terhadap siswa dan siswi SD maupun SMP di Kelurahan
Bawang, Dalam screening tersebut salah satunya yaitu pemeriksaan gigi dan
mulut, dimana pada saat screening banyak ditemukan anak-anak yang oral
hyginenya buruk dan banyak yang menderita karies rampan sedangkan pada
siswa SMP oral hyginenya jauh lebih baik dan hanya sebagian yang menderita
karies gigi, kamipun membuat salah satu program KKN Penyuluhan
Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak.
Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada pada ibu-ibu
posyandu anak di RW 04 Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren
Kabupaten Kediri. Penyuluhan ini diberikan pada ibu-ibu posyandu anak
Pengetahuan ibu terhadap kebersihan gigi dan mulut akan menuntaskan
status kesehatan gigi anak kelak. Mulai tumbuhnya gigi merupakan proses
penting dari pertumbuhan seorang anak, orangtua khususnya ibu harus tau
cara merawat gigi anaknya tersebut, dan juga harus mengajari anaknya cara
merawat gigi yang benar. Walaupun masih memiliki gigi susu, seorang anak
harus mendapatkan perhatian yang serius dari orangtua, karena gigi susu
akan mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen anak.

55
Program kerja Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada
Anak ini sendiri diharapkan dapat membantu mengurangi angka Penyakit
Gigi dan Mulut pada Anak di Kelurahan Bawang.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari
laporan ini adalah sebagai berikut : Bagaimana pengetahuan dan
pemahaman ibu-ibu posyandu anak tentang cara Pencegahan Penyakit Gigi
dan Mulut pada Anak?.

C. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Membantu Ibu-ibu posyandu anak RW 04 di kelurahan Bawang
mengetahui dan memahami penyakit gigi dan mulut yang dapat terjadi
pada anak.
2. Membantu ibu-ibu posyandu anak RW 04 di kelurahan Bawang untuk
dapat mengetahui cara mencegah penyakit gigi dan mulut pada anak.
3. Membantu program kerja Puskesmas Bawang dalam mengurangi
penyakit gigi dan mulut pada anak.

D. Manfaat
Manfaat dari kegiatan ini adalah Ibu-ibu mendapatkan wawasan
tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut anak. Selain itu
manfaat yang dirasakan juga adalah terciptanya kebiasaan menjaga
kesehatan gigi dan mulut anak sedini mungkin sehingga akan meningkatkan
derajat kesehatan gigi dan mulut anak di Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kabupaten Kediri.

56
BAB II
PROGRAM DAN KALENDER KERJA

A. Program Kerja
Judul Kegiatan : Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut
pada Anak
Lokasi : Kelurahan Bawang
Sasaran : Ibu-ibu Posyandu
Perkiraan Jumlah Peserta : ± 40 Orang
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui tentang pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut
pada Anak
Kegiatan Peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang pencegahan Penyakit Gigi dan
Mulut pada Anak
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang
a) Pengertian tentang Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak
b) Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang dianjurkan peserta penyuluhan

57
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan

Alat dan Bahan :


a. Leafleat
b. LCD
c. Komputer
d. Doorprice

Rincian Anggaran :
Leafleat :Rp 15.000
Snack untuk 40 orang @ 2.000 :Rp 80.000
Doorprice :Rp 20.000
Total :Rp 115.000

58
BAB III
REALISASI KEGIATAN

A. Hasil yang Dicapai


1. Tujuan
Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga
kebersihan gigi dan mulut pada anak agar masyarakat memahami
bagaimana cara menjaga kebersihan gigi dan mulut serta dapat merubah
pola tingkah laku dalam menjaga kebersihan rongga mulut anak yang salah
menjadi benar.
2. Manfaat
Dapat membantu ibu-ibu khususnya ibu-ibu posyandubagaimana menjaga
dan memelihara kebersihan gigi dan mulut anak.
3. Sasaran
Ibu-ibu yang sedang mengikuti posyandu balita.
4. Pelaksanaan
Jumat, 11September 2015 pukul 08.00-10.00 WIB
5. Tempat
Posyandu di RW 04 Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
6. Hasil Kegiatan
Ibu-ibu posyandu sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan.
7. Media
a. Leafleat
b. LCD
8. Pembahasan
Dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut anak diperlukan
6
pengetahuan dan perilaku ibu yang memadai untuk menunjang kesehatan
rongga mulut. Tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu yang kurang akan

59
mempengaruhi perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut anak.
Perilaku menjaga kebersihan gigi dan mulut yang baik dan benar dapat
mencegah berkembangnya mikroba yang menjadi faktor utama timbulnya
penyakit gigi dan mulut anaksehingga berfungsi sebagai tindakan preventif
yang bertujuan untuk mencegah penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi
pada anak, yaitu karies rampan.
Karies rampan adalah karies yang terjadi dengan tiba-tiba, mengenai
banyak gigi dalam waktu singkat termasuk gigi anterior bawah yang
biasanya kebal terhadap karies serta cepat melibatkan pulpa (Parkin, 1991).
Gigi yang terkena biasanya sudah mengalami kerusakan hebat dengan
konsistensi lesi sangat lunak (Collins, 1992).Karies rampan merupakan
penyakit multifaktoral dimana banyak faktor yang berperan dalam
terjadinya penyakit dan perkembanganya. (Yiu, 1992)
Winter dkk dalam Yiu, 1992. Mengatakan bahwa karies rampan
adalah lesi akut yang meliputi sebagian atau semua gigi yang telah erupsi,
menghancurkan jaringan mahkota gigi dengan cepat termasuk permukaan
yang biasanya imun terhadap karies serta mengakibatkan terkenanya
pulpa.
Davies menyatakan karakteristik rampan adalah terkenanya
permukaan proksimal gigi anterior bawah yang berkembang hingga
mengenai daerah servikal, di samping itu ada beberapa penulis lain
menyatakan bahwa kecepatan karies rampan dapat melibatkan sepuluh gigi
dalam waktu setahun. (Roesnawi, 2000).
a. Gambaran klinis
Karies rampan memiliki insiden paling tinggi pada usia sampai 8
tahun terutama jika anak sering mengkonsumsi makanan dan minuman
kariogenik serta kebersihan mulut buruk dapat dimulai sejak anak
berusia 2 tahun. (Suwelo, 1992). Beberapa gigi atau semua gigi yang

60
terkena karies rampan biasanya sudah mengalami kerusakan hebat,
dapat menjadi gangren.
b. Etiologi karies rampan
1) Konsumsi makanan
Seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman yang
mengandung karbohidrat terutama diantara waktu makan.
Waktu makan merupakan faktor yang dihubungkan dengan
perkembangan rampan karies.
2) Saliva
Berkurangnya sekresi serta kekentalan saliva.Saliva
dapat menghambat karies karena aksi buffer, kandungan
bikarbonat, amoniak dan urea dalam saliva dapat
menetralkan penurunan pH yang terjadi saat gula
dimetabolisme bakteri plak.Kecepatan sekresi saliva
berakibat pada peningkatan pH dan kapasitas buffernya. Bila
sekresi berkurang akan terlihat peningkatan akumulasi plak
sehingga jumlah mikroorganisme (streptococus mutans) akan
bertambah.
3) Faktor psikologis
Pada umumnya dapat mengakibatkan timbulnya
kebiasaan buruk dalam makan atau memilih makanan. Stres
juga dihubungkan sebagai penyebab berkurangnya sekresi
dan kekentalan saliva.
4) Faktor sistemik, misalnya penderita diabetes melitus.
5) Faktor turunan.
Orang tua yang peka terhadap karies akan mempunyai
anak yang juga peka terhadap karies. Hal ini disebabkan

61
karena dalam keluarga mempunyai pola kebiasan makan
yang sama dan pemeliharaan kesehatan gigi yang sama pula.
c. Pencegahan
1) Jangan memberikan dot botol yang berisi larutangula (susu,
formula atau sari buah), pada anak saat tidur.
2) Jangan membiarkan anak menghisap ASI secara kontinyu saat
tidur,karena ASI juga dapat menyebabkan kerusakan gigi.
3) Jangan menambahkan gula yang berlebihan.
4) Setiap kali selesai ngedot diusahakan untuk menyuruh anak
untuk berkumur air putih.
5) Ajarkan pada anak untuk minum menggunakn gelas menjelang
umur 1 tahun.
6) Kontrol dokter gigi 6 bulan sekali
d. Pembersihan gigi pada anak
1) 0-6 bulan: membersihkan gusi bayi dengan kain lembut dan
lembab (2x sehari).
2) 7-12 bulan: membersihkan mulut bayi dengan kain lembut
setelah menyusui dan biasakan memberikan air putih sebagai
ganti ASI bila anak meminta susu diluar jam menyusui.
3) 13-24 bulan: mulai menggosok gigi dengan sikat gigi kecil halus
berbahan nilon lembut. Orangtua sangat berperan.
4) 2-5 tahun: dengan bimbingan orangtua , anak mulai diajarkan
menggosok gigi.

Anggaran Dana Kegiatan Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan


Mulut pada Anak
Kotak Konsumsi Rp 25.000
Sabun Colek 5x 1000 Rp 5000

62
Sikat Gigi 3x8100 Rp 24.300
Sikat gigi 2x8200 Rp 16.400
Air mineral Rp 17.200
Door price Rp 28.000
Konsumsi Rp 90.000
Leaflat Rp 50.000
Lain-lain Rp 11.000
Total Rp 316.900

B. Hambatan Pelaksanaan Program


Dalam pelaksanaan program Penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan
Mulut pada Anak yaitu sulitnya mengumpulkan ibu-ibu posyandu secara
serentak dan banyak ibu-ibu yang sibuk dengan urusan rumah tangga sehingga
tidak bisa tinggal dengan waktu yang cukup lama.

63
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penyuluhan Pencegahan Penyakit Gigi dan Mulut pada
Anak di posyandu melati di Kelurahan Bawang Kecamatan pesantren Kota Kediri
ibu-ibu posyandu dapat menerima dan memahami penyuluhan yang di berikan
oleh mahasiswa KKN di kelurahan bawang. Hal tersebut dapat dilihat dan
diobservasi dari penyuluhan yang diberikan dari adannya feedback yang baik
dari masyarakat dan antusiasme ibu-ibu posyandu melati dikelurahan bawang
kecamatan pesantren kota Kediri.

B. Saran
Ditujukan Pada Mahasiswa KKN Berikutnya
a. Bagi peserta KKN diharapkan dapat lebih aktif lagi dalam menyumbangkan
ide-ide kreatif yang bermanfaat serta berperan aktif dalam melaksanakan
program kerja sehingga kegiatan KKN ini dapat bermanfaat bagi peserta
KKN sendiri dan terkhususnya masyarakat di kelurahan Bawang.
b. Mahasiswa KKN kedepannya lebih baik melakukan sosialisasi terlebih
dahulu kepada ibu-ibu lingkungan Bawang sehingga diharapkan banyak ibu-
ibu yang hadir.

64
LAMPIRAN

A. Dokumentasi

Ibu-ibu peserta penyuluhan

Penyuluhan pencegahan
penyakit gigi dan mulut pada
anak

65
PROGRAM III :
EDUKASI TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia dikenal sebagai gudangnya tanaman obat sehingga
mendapat julukan live laboratory. Sekitar 30.000 jenis tanaman obat dimiliki
Indonesia. Dengan kekayaan flora tersebut, tentu Indonesia memiliki potensi
untuk mengembangkan produk herbal yang kualitasnya setara dengan obat
modern. Akan tetapi, sumber daya alam tersebut belum dimanfaatkan secara
optimal bagi kepentingan masyarakat. Baru sekitar 1200 species tanaman obat
yang dimanfaatkan dan diteliti sebagai obat tradisional. Beberapa spesies
tanaman obat yang berasal dari hutan tropis Indonesia justru digunakan oleh
negara lain. Sebagai contoh adalah para peneliti Jepang yang telah mematenkan
sekitar 40 senyawa aktif dari tanaman yang berasal dari Indonesia. Bahkan
beberapa obat-obatan yang bahan bakunya dapat ditemukan di Indonesia telah
dipatenkan dan diproduksi secara besar-besaran di negara lain sehingga
memberi keuntungan yang besar bagi negara tersebut (Johnherf, 2007)
Sejak dahulu bangsa Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan
tumbuhan berkhasiat obat sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi
masalah kesehatan, jauh sebelum pelayanan kesehatan formal dengan obat-
obatan modernnya dikenal masyarakat. Pengetahuan tentang pemanfaatan
tanaman obat tersebut merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan
pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun hingga ke
generasi sekarang, sehingga tercipta berbagai ramuan tumbuhan obat yang
merupakan ciri khas pengobatan tradisional Indonesia. Dengan demikian, selain

66
memiliki kekayaan hayati yang besar, pengetahuan masyarakat lokal tentang
pemanfaatan sumber daya hayati tersebut cukup tinggi. Oleh karena itu,
tidaklah bijaksana apabila pengobatan penyakit dan pemeliharaan kesehatan
dengan pemanfaatan tumbuhan obat tidak diupayakan untuk dikembangkan
bagi kepentingan masyarakat dan bangsa (Johnherf, 2007).
Dalam memanfaatkan dan mengembangkan tanaman obat, juga harus
diperhatikan pelestarian dan perlindungannya. Pemanfaatan obat tradisional
untuk pemeliharaan kesehatan dan gangguan penyakit hingga saat ini masih
sangat dibutuhkan dan perlu dikembangkan, terutama dengan melonjaknya
biaya pengobatan dan harga obat-obatan. Adanya kenyataan bahwa tingkat
kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan semakin meningkat, sementara
taraf kehidupan sebagian masyarakat kita masih banyak yang kemampuannya
pas-pasan. Maka dari itu, pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis
merupakan solusi yang baik untuk menanggulangi masalah tersebut. Dengan
kembali maraknya gerakan kembali ke alam (back to nature), kecenderungan
penggunaan bahan obat alam/herbal di dunia semakin meningkat. Gerakan
tersebut dilatarbelakangi perubahan lingkungan, pola hidup manusia, dan
perkembangan pola penyakit. Obat yang berasal dari bahan alam memiliki efek
samping yang lebih rendah dibandingkan obat-obatan kimia, karena efek obat
herbal bersifat alamiah. Dalam tanaman-tanaman berkhasiat obat yang telah
dipelajari dan diteliti secara ilmiah menunjukan bahwa tanaman-tanaman
tersebut mengandung zat-zat atau senyawa aktif yang terbukti bermanfaat bagi
kesehatan. (Maheswari, 2002).
Penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat sangat luas, mulai
untuk bahan penyedap hingga bahan baku industri obat-obatan dan kosmetika.
Namun, di dalam sistim pelayanan kesehatan masyarakat, kenyataannya peran
obat-obat alami belum sepenuhnya diakui, walaupun secara empiris manfaat
obat-obat alami tersebut telah terbukti. Sebagai salah satu contoh adalah

67
penggunaan jamu sebagai obat kuat, obat pegal linu, mempertahankan
keayuan, pereda sakit saat datang bulan dan lain-lain, menyiratkan penggunaan
jamu yang sangat luas di masyarakat. Memang disadari, bahwa produksi jamu
belum banyak tersentuh oleh hasil-hasil penelitian karena antara lain
disebabkan para produsen jamu pada umumnya masih berpegang teguh pada
ramuan yang diturunkan turun-temurun. Akibatnya, hingga saat ini obat
tradisional masih merupakan bahan pengobatan alternatif di samping obat
modern. Tetapi, hal ini bisa membuka peluang bagi pengusaha atau petani
tanaman obat untuk menjadi kan ramuan obat tradisional nya menjadi bahan
pengobatan primer, tidak hanya sebagai alternatif (Maheshwari, 2002).
Flora dan fauna serta mineral yang berkhasiat sebagai obat harus
dikembangkan dan disebar luaskan agar maksimal mungkin dapat dimanfaatkan
dalam upaya-upaya kesehatan masyarakat. Khususnya untuk tanaman obat,
penyebarluasannya dapat dilakukan melalui TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
(Tukiman, 2004).
TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan upaya untuk meningkatkan
pemanfaatan tanaman berkhasiat obat. Selain sebagai sarana untuk menjaga
kesehatan masyarakat, toga juga berfungsi sebagai sarana penghijauan, sarana
untuk pelestarian alam, sarana memperbaiki gizi, sarana untuk pemerataan
pendapatan, sarana penyebaran gerakan penghijauann dan sarana keindahan
pekarangan atau lingkungan (Redaksi Agromedia, 2007).
Dengan semakin tingginya biaya pengobatan dan harga obat-obatan
kimia, serta banyaknya efek sampping yang ditimbulkan dari mengkonsumsi
obat-obatan kimia, sudah saatnya masyarakat sekarang lebih mengenal dan
memanfaatkan lagi tanaman berkhasiat obat yang tidak mempunyai efek
samping yang cukup mengkawatirkan bagi pemakainya, karena efek tanaman
berkhasiat obat bersifat alamiah. Dan didasari juga dengan kenyataan bahwa
tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pengobatan semakin besar, tetapi taraf

68
kehidupan masyarakat masih banyak yang kemampuannya pas-pasan, maka
dari itu, pengobatan dengan bahan alam yang ekonomis merupakan solusi yang
baik untuk menanggulangi masalah tersebut (Johnherf, 2007).
Oleh karena itulah, perlu dilakukan penyuluhan pengembangan
tanaman berkhasiat obat agar dapat bersaing dengan obat-obatan kimia yang
ada dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat akan khasiat dan
manfaat dari tanaman obat tersebut sehingga penggunaan tanaman berkhasiat
obat sebagai obat pun meningkat. Salah satu pengembangan tanaman obat ini
bisa dimulai melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Keadaan inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penyuluhan
mengenai Pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada kalangan dini,
khususnya para pelajar di tingkat menengah pertama. Oleh karena itu, sarana
pengembangan akademis mahasiswa Institus Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata
Kediri perlu mengembangkan dan meningkatkan serta melaksanakanprogram
aksinya sebagai perwujudan dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang utuh,
sehingga bisa memahami dan menghayati fenomena sosial di masyarakat secara
riil, sebagai pengembangan program dalam proses belajar dan mengajarkan
kepada mahasiswa denngan salah satu program yang cukup strategis adalah
melalui KKN.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut :
1. Apakah yang dimaksud dengan Tanaman Obat Keluarga ?
2. Bagaimana mengenalkan Tanaman Obat Keluarga pada para pelajar di
sekolah ?
3. Bagaimana membudidayakan Tanaman Obat Keluarga di lingkungan
rumah masyarakat ?

69
4. Bagaiamana cara memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga sebagai
pengobatan sendiri ?

C. Tujuan
Adapun tujuan umum dan khusus pada penyuluhan TOGA ini adalah
sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Memberikan edukasi tentang Tanaman Obat Keluarga
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan informasi tentang beberapa jenis Tanaman Obat
Keluarga
b. Memberikan informasi tentang pemanfaatan masing – masing
Tanaman Obat Keluarga
c. Mengetahui seberapa jauh pengetahuan siswa – siswi SMP
terhadap pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga

D. Manfaat
1. Mahasiswa
a. Memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan
tentang kondisi pengaruh Tanaman Obat Keluarga untuk
pengobatan sendiri di lingkungan Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
b. Mempelajari karakteristik dari kesehatan masyarakat dan
kesehatan lingkungan serta masalah– masalah yang timbul di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bersosialisasi
dengan masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren
Kota Kediri.

70
d. Meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah kesehatan di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
2. Bagi Kelurahan
a. Memberikan informasi tentang kondisi dan masalah kesehatan
yang ada ataupun timbul di masyarakat.
b. Memberikan informasi tentang status pemanfaatan Tanaman
Obat Kesehatan, sarana dan pelayanan kesehatan yang tersedia
untuk dimanfaatkan yang bertujuan untuk peningkatan status
kesehatan masyarakat yang optimal.
3. Bagi Institusi
Membentuk lulusan yang peka terhadap kondisi masyarakat
dalam mengupayakan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.

71
BAB II
PROGRAM KERJA

A. Program Kerja
Judul Kegiatan : Edukasi TOGA (Tanaman Obat Keluarga)
Lokasi : MTs Miftahul ‘Ulum
Sasaran : Siswa – siswi kelas VIII – D
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review tentang edukasi TOGA.
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan menanggapi tentang edukasi TOGA.
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang pengertian, manfaat dan contoh-contoh TOGA
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan

72
c. Meberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan

Alat/bahan :
1. LCD
2. Leaflet TOGA
3. Tanaman TOGA

Rincian anggaran :
Tanaman TOGA : Rp. 60.000,-
Konsumsi : Rp. 80.000,-
Air mineral : Rp. 20.000,-
Doorprice : Rp. 20.000,- +
Total Rp. 180.000,-

73
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil-hasil Yang Dicapai


1. Hasil
Siswa – siswi kelas VIII – D sangat antusias dalam menerima materi dan
aktif dalam menanyakan tentang materi-materi yang belum mereka
mengerti.

2. Hasil Kuisener Edukasi TOGA

Diagram Batang
Hasil Kuesioner Edukasi TOGA
35

30
Jumlah Jawaban

25

20

15

10

0
1 2 3 4 5
Sebelum Edukasi 23 25 22 20 19
Setelah Edukasi 30 30 30 30 30

Pembahasan
Penyuluhan edukasi TOGA dilakukan untuk memberikan informasi
tentang bermacam-macam TOGA yang dapat dimanfaatkan sebagai obat
untuk menyembuhkan penyakit. Penyuluhan edukasi TOGA dilakukan di MTs
Miftahul Ulum tepatnya di kelas VIII-D, sebelum memberikan penyuluhan

74
terlebih dahulu dilakukan pretest materi TOGA. Hasil dari pretest didapatkan
bahwa hasil jawaban yang paling banyak salahnya terdapat pada nomor 5.
Setelah penyuluhan edukasi TOGA dilakukan pula postest yang dilakukan
untuk mengetahui seberapa paham siswa-siswi tentang edukasi TOGA. Hasil
postest yang didapatkan ada peningkatan pengetahuan tentang TOGA,
dimana hasilnya benar semua dari 30 siswa.

B. Hambatan Pelaksanaan Program


Penyuluhan dilakukan diruang kelas VIII-D, ruang yang digunakan kecil dan
pada saat melaksanakan penyuluhan edukasi TOGA banyak siswa yang bicara
sendiri.

75
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga. Taman obat
keluarga pada hakekatnya sebidang tanah baik di halaman rumah, kebun
ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang
berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-
obatan. Kebun tanaman obat atau bahan ohat dan selanjutnya dapat disalurkan
kepada masyarakat , khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.
Salah satu fungsi Toga adalah sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat
kepada upaya-upaya kesehatan masyarakat yang antara lain meliputi: Upaya
preventif (pencegahan), Upaya promotif (meningkatkan derajat kesehatan), dan
Upaya kuratif (penyembuhan penyakit).
Berdasakan hasil observasi yang telah dilakukan diseluruh sekolahan
kelurahan bawang, dipilihlah MTs Miftahul Ulum sebagai sasarannya, karena
Siswa siswi MTs Miftahul Ulum sebagian besar belum mengetahui jenis
tanaman toga, manfaat, khasiat yang terkandung dari berbagai jenis toga dan
cara mengolah tanaman toga menjadi sebuah obat yang bermanfaat bagi
kesehatan, sehingga dilakukan penyuluhan tentang TOGA dan membuat taman
dilingkungan sekolah. Tetapi dikarenakan terdapat kendala yaitu kurangnya
lahan pekarang sekolah sehingga pembuatan taman di MTs tidak dilakukan,
tetapi diganti dengan pemberian TOGA sebanyak 10 macam dan diletakkan di
depan kelas VIII D.

76
B. Saran
1. Kepada mahasiswa KKN
a. Diharapkan mahasiswa KKN mampu menyalurkan ilmu yang dimiliki
tentang TOGA kepada siswa siswi MTs
b. Mahasiswa KKN diharap lebih menyiapkan diri sebagai pemateri
sehingga dapat melaksanakan penyuluhan dengan lancar dan dapat
menjawab pertanyaan dari peserta
c. Mahasiswa KKN harus menyiapkan strategi untuk menarik perhatian
peserta penyuluhan mungkin dengan membuat materi semenarik
mungkin.
2. Kepada siswa siswi MTs
Diharapkan siswa siswi Mts mampu menerapkan ilmu yang telah di berikan
di rumah dengan mulai menanam TOGA di halaman rumah maupun
memanfaatkan TOGA yang ada di sekitar lingkungan untuk digunakan
sebagai obat.

77
LAMPIRAN

Dokumentasi Kegiatan Penyuluhan Edukasi TOGA

Penyampaian Materi EdukasiTanaman Obat Keluarga

Pemberian Tanaman Obat Keluarga

78
Pemberian Leaflet dan Kuisener Tanaman Obat Keluarga

Tim Penyuluhan EdukasiTanaman Obat Keluarga

Pemberian Tanaman Obat Keluarga kepada pihak sekolah 79


Pemberian Doorprize kepada peserta penyuluhan
EdukasiTanaman Obat Keluarga

Form Kuisener
1. Tahukah anda apa itu TOGA?
a. Iya
b. Tidak
2. TOGA adalah tanaman hasil budidaya yang dikenal memiliki khasiat obat.
a. Benar
b. Salah
3. Manakah yang termasuk TOGA?
a. Bunga mawar
b. Bunga sedap malam
c. Rumput teki
d. Jahe

80
4. Adakah TOGA dirumah anda?
a. Iya
b. Tidak
5. Apakah kepanjangan TOGA?
a. Tanaman Obat Marga
b. Tanaman Obat Keluarga
c. Tradisional Obat Keluarga
d. Tradisional Obat Marga

 Leaflet

81
82
PROGRAM IV :
PENYULUHAN CARA CUCI TANGAN YANG BENAR

BAB I
PENDAHULUAN

A. Data Situasi Kelurahan


Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memiliki batas
wilayah sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Ngletih, sebelah selatan
dengan kelurahan Silir, sebelah timur dengan kelurahan Janti dan sebelah barat
dengan kelurahan Betet. Total luas wilayah kelurahan Bawang yaitu 257,00 Ha,
dengan luas wilayah menurut penggunaan luas pemukiman 40,00 Ha, luas
persawahan 135,00 Ha, luas pekuburan 1,00 Ha, luas pekarangan 1,00 Ha,
perkantoran 5,00 Ha dan luas prasarana umum lainnya 75,00 Ha. Keadaan iklim
di kelurahan Bawang dengan curah hujan 1.700,00 mm dan suhu rata-rata
harian 30,00 0c.
Jumlah penduduk kelurahan Bawang tahun 2014 sampai sekarang yaitu
5287 orang yang terdiri dari 2689 penduduk laki-laki dan 2598 penduduk
perempuan serta memiliki 1889 Kepala Keluarga.
Hampir sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan baternak.
Masih banyak lahan dan komuditas yang belum dapat dimanfaatkan dengan
baik, sebagian besar pendudukan di kelurahan Bawang lebih memilih Tebu
sebagai komuditas utama. Hal ini dilihat berdasarkan data yang menunjukan
luas lahan tebu lebih besar dari lahan komuditas lainnya.
Untuk itu perlu ditingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam
memanfaat komuditas yang ada di kelurahan Bawang.

83
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut :
5. Apakah yang dimaksud dengan Cuci Tangan?
6. Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
7. Apa saja manfaat cuci tangan yang benar?
8. Kapan saja waku untuk mencuci tangan?
9. Penyakit apa saja yang disebabkan tidak mencuci tangan?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan siswasiswi di SD 1,2 dan 3
Bawang mampumemahami tentang cuci tangan yang benar dengan
teknik enam langkah.
2. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan peserta mampu :
a) Menyebutkan pengertian mencuci tangan
b) Menyebutkan manfaat dari mencuci tangan yang benar
c) Menyebutkan waktu yang diharuskan untuk mencuci tangan
d) Menjelaskan tata cara mencuci tangan yang benar
e) Mendemonstrasikan cara mencuci tangan yang benar

D. Manfaat
1. Mahasiswa
a. Memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan tentang
pengaruh cuci tangan yang benar terhadap PHBS (Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat).

84
b. Mempelajari karakteristik dari kesehatan masyarakat dan
kesehatan lingkungan serta masalah– masalah yang timbul di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan
masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota
Kediri.
d. Meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah kesehatan di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
2. Bagi Kelurahan
a. Memberikan informasi tentang kondisi dan masalah kesehatan
yang ada ataupun timbul di masyarakat.
b. Memberikan informasi tentang cara cuci tangan yang baik dan
benar.
3. Bagi Institusi
Membentuk lulusan yang peka terhadap kondisi masyarakat
dalam mengupayakan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.

85
BAB II
PROGRAM KERJA DAN KALENDER KERJA

A. PROGRAM KERJA
Judul Kegiatan : Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Benar
Lokasi : SDN Bawang 1, 2 dan 3
Sasaran : Siswa – siswi kelas 3 SD
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review tentang cara cuci tangan yang benar.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang cara cuci tangan yang benar.
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang pengertian, manfaat dan cara cuci tangan yang
benar
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
d. Melakukan demonstrasi cara cuci tangan yang benar
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :

86
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Meberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan

Alat/bahan :
1) LCD
2) Leaflet cuci tangan yang benar
3) Laptop
4) Sabun cuci tangan
5) Tissu

Rincian anggaran :

Sabun dettol Rp. 7.750,-


Sabun nuvo reffil @ Rp. 2.000,- x 2 Rp. 4.000,-
Print + fc Rp. 9.000,-
Laminating Poster Rp. 18.000,-
Buku @ Rp. 2.000,- x 6 Rp. 12.000,-
Pensil @ Rp. 500,- x 6 Rp. 3.000,-
Penghapus @ Rp. 800,- x 6 Rp. 4.800,-
Tissu Rp. 9.000,-
Total Rp. 67.600,-

87
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang Dicapai


3. Tujuan
- Memberikan pengetahuan tentang cara cuci tangan yang benar
- Memberikan pengetahuan tentang penyakit yang dapat dicegah
melalui cuci tangan
4. Manfaat
- Peserta penyuuhan dapat melakukan cuci tangan yang benar.
- Peserta penyuluhan dapat terhindar dari penyakit karena tidak cuci
tangan.
- Membina perilaku hidup bersih dan sehat.
5. Sasaran
Siswa – siswi kelas 3 SDN Bawang
6. Pelaksanaan
Hari : Selasa dan Rbu
Jam : 9.00 WIB
Tanggal : 15 dan 16 September 2015
7. Tempat
Ruang Kelas 3 SDN Bawang 1,2 dan 3
8. Hasil
Sebelum diberikan penyuluhan peserta tidak mampu melakukan cuci
tangan yang benar. Setelah diberikan penyuluhan 90% siswa mampu
melakukan cuci tangan yang benar. Evaluasi dilakukan saat kegiatan
bimbingan belajar dengan menanyakan siapa yang cuci tangan dan
bagaimana cara cuci tangan yang benar kepada anak SD kelas 3 yang
telah mendapatkan penyuluhan tentang cuci tangan yang

88
benarsehingga dapat diketahui output dari penyuluhan cuci tangan
yang benar.
g. Media
Leaflet dan presentasi di LCD

B. Hambatan Pelaksanaan Program


Adapun hambatan yang dialami saat penyuluhan cuci tangan yang
baik dan benar adalah anak-anak yang hiperaktif sehingga pemateri harus
berusaha untuk mendapatkan perhatianana kanak SD. Selain itu di SD
Bawang 1 dan 3 memiliki tempat cuci tangan tetapi airnya tidak mengalir.
Sehingga demo dilakukantan pamenggunakan air dan sabun. Tetapi kami
telah meninggalkan poster cuci tangan dan sabun cuci tangan agar digunakan
anak-anak untuk cuci tangan.

89
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Mencuci tangan merupakan cara yang cukup berperan untuk
mencegah infeksi.Tangan kita dihuni oleh sekitar 1000 koloni bakteri normal dan
bentuk permukaankulit tangan yang tidak rata memungkinkan bakteri patogen
juga dapat hidup danberkembang di kulit tangan.
Dari hasil observasi dipilihlah siswa kelas 3 SDN Bawang 1,2 dan 3
karena dianggap mampu menerima materi dengan baik. Selain itu anak kelas 3
juga sangat aktif dalam beraktifitas sehingga beresiko terinfeksi bakteri saat
bermain. Sehingga penyuluhan ini dianggap tepat untuk diberikan siswa kelas 3.

B. Saran
1. Ditujukan Kepada Pihak Penyelenggara
Diharapkan dapat memperbaiki system pelaksanaan KKN. Seperti
penjelasan tentang apa yang harus dilakukan mahasiswa KKN. Penugasan-
penugasan dan format pengerjaannya. Sehingga tidak terjadi simpangsiur
antar mahasiswa mengenai tugas. Selain itu sidak yang dilaksanakan oleh
LPPM seharusnya dilaksanakan di minggu awal sehingga mahasiswa KKN
dapat memperbaiki kekurangan dalam melaksanakan program kerjanya.

2. Ditujukan Pada Mahasiswa KKN Berikutnya


a. Bagi peserta KKN diharapkan dapat lebih aktif lagi dalam
menyumbangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat serta berperan aktif
dalam melaksanakan program kerja sehingga kegiatan KKN ini dapat
bermanfaat bagi peserta KKN sendiri dan terkhususnya masyarakat di

90
kelurahan Bawang. Mahasiswa KKN juga harus mampu menarik minat
warga Kelurahan Bawang yang dinilai kurang dalam bidang kesehatan.
b. Diharapkan mahasiswa KKN selanjutnya lebih siap sebagai pemateri
penyuluhan kepada siswa-siswi SD dimana mahasiswa mampu menarik
perhatian peserta penyuluhan.
c. Mahasiswa KKN sebelumnya diharapkan koordinasi dengan pihak
sekolah jika akan melakukan demo serta melakukan pengecekan aliran
air di sekolah.

91
LAMPIRAN
Dokumentasi Kegiatan Penyuluhan Cara Cuci Tangan yang Benar

Kuis cara cuci tangan yang baik dan benar

Pembagian doorprize

Penyuluhan cuci tangan yang baik dan benar

Demo cara cuci tangan yang baik dan benar

92
PROGRAM V :
EDUKASI BAHAYA CACING PADA TUBUH

BAB I
PENDAHULUAN

A. Data Situasi Kelurahan


Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memiliki batas
wilayah sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Ngletih, sebelah selatan
dengan kelurahan Silir, sebelah timur dengan kelurahan Janti dan sebelah barat
dengan kelurahan Betet. Total luas wilayah kelurahan Bawang yaitu 257,00 Ha,
dengan luas wilayah menurut penggunaan luas pemukiman 40,00 Ha, luas
persawahan 135,00 Ha, luas pekuburan 1,00 Ha, luas pekarangan 1,00 Ha,
perkantoran 5,00 Ha dan luas prasarana umum lainnya 75,00 Ha.Keadaan iklim
di kelurahan Bawang dengan curah hujan 1.700,00 mm dan suhu rata-rata
harian 30,00 0c.
Jumlah penduduk kelurahan Bawang tahun 2014 sampai sekarang yaitu
5287 orang yang terdiri dari 2689 penduduk laki-laki dan 2598 penduduk
perempuan serta memiliki1889 Kepala Keluarga.
Hampir sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan baternak.
Masih banyak lahan dan komuditas yang belum dapat dimanfaatkan dengan
baik, sebagian besar pendudukan di kelurahan Bawang lebih memilih Tebu
sebagai komuditas utama. Hal ini dilihat berdasarkan data yang menunjukan
luas lahan tebu lebih besar dari lahan komuditas lainnya.
Untuk itu perlu ditingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam
memanfaat komuditas yang ada di kelurahan Bawang.

93
B. Perumusan Masalah
Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada hakikatnya merupakan perwujudan dari
salah satu catur dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada
masyarakat, yang bersifat lintas disiplin (interdisipliner) dan merupakan
komponen keilmuan secara aplikatif guna membantu kehidupan masyarakat
terutama di kelurahan. Melalui KKN mahasiswa dapat menerapkan
pengetahuan yang di dapat dalam lingkungan masyarakat .
KKN merupakan aktivitas belajar yang dilakukan dalam menggali,
menghayati, dan mencari solusi atas masalah-masalah yang terjadi dalam
masyarakat di kelurahan. Oleh karena itu, berdasarkan program kerja
Puskesmas di kelurahan Bawang pada bulan September, dimana terdapat
program pemberian obat cacing kepada anak TK, kami pun membuat salah satu
program kerja KKN yaitu Edukasi Bahaya Cacing Pada Tubuh.
Edukasi Bahaya Cacing pada Tubuh ini ditujukan kepada anak-anak SD
kelas 3 di tiga SD di kelurahan Bawang. Masing-masing SD tersebut yaitu SDN 1
Bawang, SDN 2 Bawang, dan SDN 3 Bawang. Edukasi ini diberikan kepada murid
kelas 3 SD dengan alasan murid kelas 3 SD sudah sedikit mengerti, memahami,
dan setidaknya dapat menerapkan edukasi yang telah diberikan.
Program kerja Edukasi Bahaya Cacing ini sendiri diharapkan dapat
membantu mengurangi angka cacingan di kelurahan Bawang, serta membantu
merealisasikan program kerja dari Puskesmas Bawang itu sendiri.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari laporan
ini adalah sebagai berikut : Bagaimana pengetahuan dan pemahaman siswa-
siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang terhadap bahaya cacing pada tubuh?

94
C. Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :
1. Membantu siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang mengetahui dan
memahami bahaya cacing bagi tubuh
2. Membantu siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang untuk dapat
mengetahui cara mencegah penyakit cacingan
3. Membantu program kerja Puskesmas Bawang dalam mengurangi
penyakit cacingan pada anak.

D. Manfaat Program
Menambah pengelaman mahasiswa KKN dalam mewujud nyatakan ilmu
pengetahuan dalam masyarakat serta menciptakan masyarakat yang sehat.

95
BAB II
PROGRAM KERJA

A. Program Kerja
Judul Kegiatan : Edukasi Bahaya Cacing Bagi Tubuh
Lokasi : SDN 1 Bawang, SDN 2 Bawang, SDN 3 Bawang
Sasaran : Murid kelas 3 kelurahan Bawang
Perkiraan jumlah peserta : ± 100 Orang
Konsep Pelajaran
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review bahaya cacing bagi tubuh.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang bahaya cacing bagi tubuh
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang bahaya cacing bagi tubuh
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan menperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan :
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
Kegiatan peserta :
a. Menjawab pertanyaan

96
Alat dan bahan :
1. Leafleat
2. LCD
3. Laptop
4. Terminal kuningan (oler)

Rincian anggaran :
Doorprice
Penghapus : Rp. 6.000,-
Pensil : Rp. 6.500,-
Buku tulis : Rp. 20.700,-
Kertas bungkus : Rp. 2.400,-
Leafleat : Rp. 50.000
Total : Rp. 85.600,-

97
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang Dicapai


1. Tujuan
a. Membantu siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang mengetahui
dan memahami bahaya cacing bagi tubuh
b. Membantu siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang untuk dapat
mengetahui cara mencegah penyakit cacingan
c. Membantu program kerja Puskesmas Bawang dalam mengurangi
penyakit cacingan pada anak.
2. Manfaat
Menambah wawasan dan pengetahuan mengenahi bahaya cacing dan
sebagai bahan dalam memberikan motivasi serta perawatan
3. Sasaran
Siswa siswi kelas 3 SDN 1 Bawang, SDN 2 Bawang, SDN 3 Bawang
4. Pelaksanaan
a. SDN 1 Bawang : Rabu tanggal 16 September 2015
Pukul 11.00-12.00 WIB
b. SDN 2 Bawang : Selasa tanggal 15 September 2015
Pukul 09.00-10.00 WIB
c. SDN 3 Bawang : Rabu tanggal 16 September 2015
Pukul 09.30 – 10.30 WIB
5. Tempat
SDN 1 Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri
SDN 2 Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri
SDN 3 Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri

98
6. Media
Leafleat, laptop, LCD dan terminal kuningan
7. Hasil kegiatan
Siswa-siswi kelas 3 SDN 1 Bawang, SDN 2 Bawang, SDN 3 Bawang antusias
dalam mengikuti jalannya penyuluhan mendengarkan materi yang
disampaikan dan mampu menjawab kuis
8. Pembahasan
Infeksi cacing atau biasa disebut dengan penyakit cacingan termasuk
dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah mahluk kecil
yang menyerang tubuh inangnyadengan cara menempelkan diri (baik di
luar atau di dalam tubuh) dan mengambil nutrisi dari tubuh inangnya.
Pada kasus cacingan, maka cacing tersebut bahkan dapat melemahkan
tubuh inangnya dan menyebabkan gangguan kesehatan.Cacingan
biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan kebersihan baik
terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya. Cacingan dapat
menular melalui larva/telur yang tertelan & masuk ke dalam tubuh
(Faridah, 2011).
Cacing merupakan hewan tidak bertulang yang berbentuk lonjong &
panjang yang berawal dari telur/larva hingga berubah menjadi bentuk
cacing dewasa. Cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun yang
ditinggalinya seperti pada kulit, otot, paru-paru, ataupun usus/saluran
pencernaanInfeksi cacing atau biasa disebut dengan penyakit cacingan
termasuk dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit. Parasit adalah
mahluk kecil yang menyerang tubuh inangnyadengan cara menempelkan
diri (baik di luar atau di dalam tubuh) dan mengambil nutrisi dari tubuh
inangnya. Pada kasus cacingan, maka cacing tersebut bahkan dapat
melemahkan tubuh inangnya dan menyebabkan gangguan
kesehatan.Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan

99
kebersihan baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya.
Cacingan dapat menular melalui larva/telur yang tertelan & masuk ke
dalam tubuh.Cacing merupakan hewan tidak bertulang yang berbentuk
lonjong & panjang yang berawal dari telur/larva hingga berubah menjadi
bentuk cacing dewasa. Cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun
yang ditinggalinya seperti pada kulit, otot, paru-paru, ataupun
usus/saluran pencernaan Infeksi cacing atau biasa disebut dengan
penyakit cacingan termasuk dalam infeksi yang di sebabkan oleh parasit.
Parasit adalah mahluk kecil yang menyerang tubuh inangnyadengan cara
menempelkan diri (baik di luar atau di dalam tubuh) dan mengambil
nutrisi dari tubuh inangnya. Pada kasus cacingan, maka cacing tersebut
bahkan dapat melemahkan tubuh inangnya dan menyebabkan gangguan
kesehatan.Cacingan biasanya terjadi karena kurangnya kesadaran akan
kebersihan baik terhadap diri sendiri ataupun terhadap lingkungannya.
Cacingan dapat menular melalui larva/telur yang tertelan & masuk ke
dalam tubuh.Cacing merupakan hewan tidak bertulang yang berbentuk
lonjong & panjang yang berawal dari telur/larva hingga berubah menjadi
bentuk cacing dewasa. Cacing dapat menginfeksi bagian tubuh manapun
yang ditinggalinya seperti pada kulit, otot, paru-paru (Abadi, 2005).
Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
berupa cacing. Cacing umumnya tidak menyebabkan penyakit berat
sehingga sering kali diabaikan walaupun sesungguhnya memberika
gangguan kesehatan. Tetapi dalam keadaan infeksi berat atau keadaan
yang luar biasa, kecacingan cenderung memberikan analisa keliru ke arah
penyakit lain dan tidak jarang dapat berakibat fatal (Margono, 2008).
Definisi infeksi kecacingan menurut WHO (2011) adalah sebagai
infestasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan
nematode usus. Diantara nematoda usus ada sejumlah spesies yang

100
penularannya melalui tanah atau biasa disebut dengan cacing jenis STH
yaitu Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Trichuris trichuira dan
Ancylostoma duodenale (Margono et al., 2006).
Kecacingan ini umumnya ditemukan di daerah tropis dan subtropis
dan beriklim basah dimana hygiene dan sanitasinya buruk. Penyakit ini
merupakan penyakit infeksi paling umum menyerang kelompok
masyarakat ekonomi lemah dan ditemukan pada berbagai golongan usia
(WHO, 2011).
Infeksi cacing kermi adalah suatu infeksi parasit yang terutama
menyerang anak – anak, dimana cacing Enterobius vermikularis tumbuh
dan berkembang didalam usus. Cacing ini menyebabkan infeksi cacing
kermi yang biasa disebut juga dengan enterobiasis. Infeksi biasanya terjadi
melalui telur cacing pindah dari daerah sekitar anus penderita ke seprei
atau mainan. Kemudian melalui jari – jari tangan, telur pindah ke mulut.
Setelah tertelan larva menetas didalam usus kecil dan tumbuh di usus
besar (2-6 minggu). Cacing dewasa betina biasanya bergerak disekitar
anus (pada malam hari) untuk menyimpan telurnya dilipatan kulit anus
(Satari, 2010).
Kecacingan jarang sekali menyebabkan kematian secara langsung,
namun sangat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Kecacingan
dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan
dan produktivitas penderita sehingga secara ekonomi dapat menyebabkan
banyak kerugian yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas sumber
daya manusia. Infeksi cacing pada manusia dapat dipengaruhi oleh
perilaku, lingkungan tempat tinggal dan manipulasinya terhadap
lingkungan (Wintoko, 2014).
Infeksi cacing gelang yang berat akan menyebabkan malnutrisi dan
gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. Infeksi

101
cacing tambang mengakibatkan anemia defesiensi besi, sedangkan
Trichuris trichiura menimbulkan morbiditas yang tinggi (Satari, 2010).

C. Hambatan Pelaksanaan Program


Adapun hambatan yang dialami selama pelaksanaan program edukasi
cacing yaitu kurangnya fasilitas. Dari perencanaan yang telah kami ajukan,
ada sesi acara yang tidak dapat terealisasikan seperti pemeriksaan cacing
bersama siswa-siswi SD kelas 3 di kelurahan Bawang dengan menggunakan
salah satu sampel kotoran kuku,hal ini dikarenakan tidak adanya fasilitas
berupa mikroskop yang tidak dapat dipinjamkan oleh pihak penyelenggara.
Proses pemberian materi kepada siswa-siswi kurang maksimal karena
suasana kelas yang sedikit ramai.

102
BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil program kerja Edukasi Bahaya Cacing pada Tubuh


yang di lakukan pada 3 SD di kelurahan Bawang yaitu SDN Bawang 1, SDN
Bawang 2, dan SDN Bawang 3 dapat kami simpulkan bahwa melalui edukasi
bahaya cacing pada tubuh ini dapat menambah pengetahuan siswa-siswi kelas 3
SD di kelurahan Bawang tentang bahaya cacing bagi tubuh, dapat membantu
siswa-siswi kelas 3 SD di kelurahan Bawang untuk dapat mengetahui cara
mencegah penyakit cacingan serta membantu program kerja Puskesmas
Bawang dalam mengurangi penyakit cacingan pada anak. Hal ini juga ditunjukan
melalui antusias dari siswa-siswi kelas 3 SD Bawang yang berperan aktif dalam
menyimak ,mendengarkan, bertanya ,serta mampu menjawab pertanyaan-
pertanyaan yang diberikan dengan sangat baik.

B. Saran
1. Ditujukan Kepada Pihak Penyelenggara
Dari perencanaan yang telah kami ajukan, ada sesi acara yang tidak
dapat terealisasikan seperti pemeriksaan cacing bersama siswa-siswi SD
kelas 3 di kelurahan Bawang dengan menggunakan salah satu sampel
kotoran kuku,hal ini dikarenakan tidak adanya fasilitas berupa mikroskop
yang tidak dapat dipinjamkan oleh pihak penyelenggara. Diharapkan
kedepannya pihak penyelenggara dapat meminjamkan fasilitas yang
dibutuhkan agar program kerja yang telah direncanakan dapat berjalan
lancar.
2. Ditujukan Pada Mahasiswa KKN Berikutnya
a. Bagi peserta KKN diharapkan dapat lebih aktif lagi dalam
menyumbangkan ide-ide kreatif yang bermanfaat serta berperan aktif

103
dalam melaksanakan program kerja (jika bisa menyiapkan alat berupa
mikroskop untuk pemeriksaan screaning cacing atau sekedar
memberikan gambar cacing pada tubuh d mikroskop) sehingga
kegiatan KKN ini daoat bermanfaat bagi peserta KKN sendiri dan
terkhususnya masyarakat di kelurahan Bawang.
b. Pemberian materi penyuluhan hendaknya menggunakan metode yang
menarik perhatian dan mudah dipahami siswa-siswi SD kelas 3 yang
masih anak-anak

104
LAMPIRAN

Edukasi/penyuluhan kepada siswa-


siswi SD kelas 3 tentang bahaya
cacing dalam tubuh

Sesi Tanya jawab oleh siswa-siswi


SD kelas 3

Pemberian doorprize kepada siswa-


siswi yang dapat menjawab Kuis

Sesi foto bersama siswa-siswi SD


kelas 3 setelah edukasi/penyuluhan

105
PROGRAM VI :
PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT SERTA SIKAT GIGI BERSAMA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Data Situasi Desa


Pembangunan kesehatan merupakan bagian dari pembangunan yang
bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat
untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut
merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia baik masyarakat,
swasta, maupun pemerintah.
Tujuan pembangunan Indonesia Sehat 2010 adalah meningkatkan
kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan secara optimal melalui terciptanya masyarakat,
bangsa, dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup
dengan perilaku sehat dan dalam lingkungan yang sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara
adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Kelurahan Bawang berada di Kecamatan Pesantren Kota Kediri dengan
jumlah penduduk sebanyak 2.689 jiwa yang tersebar di 8 RW dan 32 RT. Di
Kelurahan Bawang terdapat Puskesmas Pembantu Bawang yang merupakan
fasilitas kesehatan yang tersedia di Kelurahan Bawang. Sayangnya adanya
fasilitas ini kurang dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Bawang.Dari
segi lingkungan Kelurahan Bawang tidak memiliki TPA (Tempat Pembuangan
Akhir) sehingga warga memilih untuk membakar sampahnya. Di Kelurahan

106
Bawang terdapat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang
merupakan program untuk menanam tanaman di halaman rumah warga.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada
masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral
pada waktu dan daerah tertentu.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) sangat besar manfaatnya bagi para mahasiswa
maupun masyarakat pada umumnya, dimana manfaat bagi mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata (KKN) yaitu melatih mahasiswa untuk menjadi inspirator dalam
menghadapi persoalan di masyarakat, melatih mahasiswa untuk menerapkan
ilmu teoritis yang telah didapatkan di perkuliahan, dan untuk melatih
mahasiswa untuk hidup dimasyarakat yang penuh realitas yang terkadang
tidak realistis. Manfaat bagi masyarakat adalah diharapkan dapat memberikan
perubahan-perubahan sosial kearah yang lebih baik, dan masyarakat
diharapkan dapat memperoleh masukan-masukan baru terhadap
permasalahan-permasalahan yang dihadapi.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa akan langsung berhadapan pada keadaan
dan permasalahan yang ada dimasyarakat serta berusaha mencari solusi
tentang permasalahan yang dihadapi seperti di kelurahan Bawang pada SDN 2
Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Oleh karena itu, sarana
pengembangan akademis mahasiswa Institus Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata
Kediri perlu mengembangkan dan meningkatkan serta melaksanakan program
aksinya sebagai perwujudan dari “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang utuh,
sehingga bisa membantu masyarakat terutama siswa-siswi SD dalam
memecahkan masalah kesehatan yang mereka alami, sebagai pengembangan
program dalam proses belajar dan mengajarkan kepada mahasiswa dengan
salah satu program yang cukup strategis adalah melalui KKN.
KKN PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat)
yang dilaksanakan di Kelurahan kelurahan di Pesantren bertujuan untuk

107
merubah pola hidup masyarakat sehingga mereka sadar akan pentingnya
perilaku hidup yang sehat.Oleh karena itu program-progam yang dilaksanakan
juga merupakan program yang bertujuan menyadarkan masyarakat tentang
pentingnya kesehatan seperti penyuluhan kesehatan, bhakti sosial dengan
pemeriksaan gratis dan kegiatan lainnya.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari laporan
ini adalah sebagai berikut : Bagaimana intervensi terhadap masalah kesehatan
Gigi Anak di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kabupaten Kediri?

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Memecahkan masalah kesehatan yang ada di Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri sesuai dengan ilmu yang diperoleh saat
perkuliahan.
2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui keadaan geografis Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
b. Mengetahui keadaan demografi masyarakat Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
c. Mengetahui karakteristik masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
d. Mengidentifikasi masalah kesehatan Kelurahan Bawang Kecamatan
Pesantren Kota Kediri.
e. Melakukan pemecahan masalah kesehatan Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

108
D. Manfaat
1. Mahasiswa
a. Memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan tentang
kondisi kesehatan yang terjadi di masyarakat Kelurahan Bawang
Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
b. Mempelajari karakteristik dari kesehatan masyarakat dan kesehatan
lingkungan serta masalah– masalah yang timbul di masyarakat
Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan
masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
d. Meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah kesehatan di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
2. Bagi Kelurahan
a. Memberikan informasi tentang kondisi dan masalah kesehatan yang
ada ataupun timbul di masyarakat.
b. Memberikan informasi sarana dan pelayanan kesehatan yang tersedia
untuk dimanfaatkan yang bertujuan untuk peningkatan status
kesehatan masyarakat yang optimal.
3. Bagi Institusi
Membentuk lulusan yang peka terhadap kondisi masyarakat dalam
mengupayakan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat.

109
BAB II
PROGRAM KERJA

B. Program Kerja
Judul Kegiatan : Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Sikat
Gigi Bersama
Lokasi : SDN 2 Bawang
Sasaran : Siswa – siswi kelas VI
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui tentang Penyuluhan Kesehatan Gigi dan
Mulut serta Sikat Gigi Bersama
Kegiatan Peserta :
a. Memperhatikan dan menanggapi tentang Penyuluhan Kesehatan Gigi
dan Mulut serta Sikat Gigi Bersama
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang materi yang disampaikan
1) Menjelaskan tentang bagaimana cara menyikat gigi
2) Bagaimana urutan menyikat gigi dengan baik dan benar
3) Cara memilih pasta gigi dan sikat gigi yang baik
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang dianjukan siswa siswi

110
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Mereview ulang materi yang telah disampaikan
b. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
c. Melakukan evaluasi terhadap hasil penyuluhan
d. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mendengarkan
b. Membaca Leafleat
c. Menjawab pertanyaan yang diberikan
d. Memperagakan ulang cara menyikat gigi yang baik dan benar didepan
kelas
e. Melakukan sikat gigi bersama di halaman sekolah
Alat dan Bahan
1. Leafleat
2. LCD Proyektor
3. Phantom
4. Sikat Gigi
Rincian Dana
Leafleat : Rp 50.000
Sikat Gigi : Rp 45.000
Pasta Gigi : Rp 35.000
Sikat 1 pac : Rp 5000
Doorprice : Rp 50.750
Total : Rp 185.750

111
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

C. Hasil-hasil Yang Dicapai


Hasil
Siswa – siswi kelas VI SDN 2 Bawang sangat antusias dalam menerima
materi dan mendengarkan dengan baik pada saat penyuluhan diberikan
hingga pengaplikasiannya langsung pada sikat gigi bersama yang dilakukan
dihalaman sekolah.

D. Hambatan Pelaksanaan Program


Penyuluhan dilakukan pada siswa siawi kelas VI SDN 2 Bawang, pada saat
pelaksanaan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Sikat Gigi Bersama
yaitu ditemukan hambatan antara lain :
a. Suasana kelas yang kurang kondusif.
b. Ada sebagian siswa-siswi yang kurang fokus dan bermain sendiri.
c. Pada saat pelaksanaan sikat gigi bersama ada sebagian anak yang sibuk
bermain dan mengganggu teman temannya.

112
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut serta
sikat gigi bersama didapatkan hasil dan kesimpulan bahwa anak-anak yang
diberikan penyuluhan dapat menerima dan mengetahui tentang bagaimana
cara menyikat gigi dengan baik dan benar serta bagaimana memilih sikat dan
pasta gigi yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Hal tersebut dapat dilihat dari praktik ulang yang diberikan pada anak
anak untuk dapat melihat seberapa tingkat kepahaman mereka tentang cara
menyikat gigi dengan baik dan benar.
Berdasarkan hasil survey yang didapatkan juga suatu permasalahan yang
terjadi pada saat penyuluhan yaitu situasi kelas yang kurang kondusif.

B. SARAN
1. Kepada siswa siswi
Dari hasil penyuluhan diharapkan siswa-siswi SDN Bawang 2 dapat
mengetahui bagaimana cara menyikat gigi dengan baik dan benar dan
dapat mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari.
2. Kepada mahasiswa KKN
a. Diharapkan mahasiswa KKN mampu menyalurkan ilmu yang
sebelumnya dimiliki untuk di sampaikan dan diajarkan kepada siswa-
siswi tentang kesehatan gigi dan mulut serta cara menyikat gigi dengan
baik dan benar.
b. Mahasiswa diharapkan menyiapkan diri atau memiliki strategi untuk
menarik perhatian peserta penyuluhan sehingga bisa fokus pada
penyuluhan.

113
c. Diusahakan materi penyuluhan semenarik mungkin agar peserta
penyuluhan tidak bosan dan dapat memahami materi penyuluhan.

114
LAMPIRAN

A. DOKUMENTASI
a. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta sikat gigi bersama

1.1 Gambar Penyuluhan Sikat Gigi Bersama

1.2 Gambar Pemberian doorprice

115
1.3 Gambar Sikat Gigi Bersama di halaman sekolah

116
PROGRAM VII :
EDUKASI/PENYULUHAN DIABETES MELLITUS DAN BHAKTI SOSIAL PEMERIKSAAN
GRATIS TEKANAN DARAH, GLUKOSA DARAH, DAN ASAM URAT

BAB I
PENDAHULUAN
A. Data Situasi Desa
Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri memiliki batas
wilayah sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Ngletih, sebelah selatan
dengan kelurahan Silir, sebelah timur dengan kelurahan Janti dan sebelah barat
dengan kelurahan Betet. Total luas wilayah kelurahan Bawang yaitu 257,00 Ha,
dengan luas wilayah menurut penggunaan luas pemukiman 40,00 Ha, luas
persawahan 135,00 Ha, luas pekuburan 1,00 Ha, luas pekarangan 1,00 Ha,
perkantoran 5,00 Ha dan luas prasarana umum lainnya 75,00 Ha. Keadaan iklim
di kelurahan Bawang dengan curah hujan 1.700,00 mm dan suhu rata-rata
harian 30,00 0c.
Jumlah penduduk kelurahan Bawang tahun 2014 sampai sekarang yaitu
5287 orang yang terdiri dari 2689 penduduk laki-laki dan 2598 penduduk
perempuan serta memiliki 1889 Kepala Keluarga.
Hampir sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani dan baternak.
Masih banyak lahan dan komuditas yang belum dapat dimanfaatkan dengan
baik, sebagian besar pendudukan di kelurahan Bawang lebih memilih Tebu
sebagai komuditas utama. Hal ini dilihat berdasarkan data yang menunjukan
luas lahan tebu lebih besar dari lahan komuditas lainnya.
Untuk itu perlu ditingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam
memanfaat komuditas yang ada di kelurahan Bawang.

117
B. Perumusan Masalah
Keberadaan perguruan tinggi pada hakekatnya adalah memenuhi
tuntutan dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat di bidang jasmani
dan rohani serta mahasiswa dituntut mampu membina, mengembangkan atau
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni kepada masyarakat
melalui salah satu darma yang harus dilaksanakan secara institusional dan
professional.
Kuliah Kerja Nyata diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan
pengabdian terhadap masyarakat, di mana setiap mahasiswa dituntut untuk
berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang ada disekitar masyarakat,
tempat dimana penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata diadakan.
Mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dan dapat menjalin kerja sama
yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat. Selain itu mahasiswa
diharapkan dapat membantu masyarakat sesuai dengan keahlian dan
keterampilan yang dimiliki, serta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah
didapat ke dalam bentuk program kerja kegiatan yang bertujuan untuk
membantu masyarakat sesuai dengan masalah yang timbul.
Berdasarkan data yang diterima dari Puskesmas Pembantu Kelurahan
Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri yang menunjukan angka penderita
diabetes cukup tinggi, maka kelompok KKN kami mengadakan program kerja
edukasi/penyuluhan diabetes mellitus dan mengadakan bhakti sosial
pemeriksaan gratis tekanan darah, glukosa darah, dan asam urat.
Pelaksanaan program kerja bhakti sosial ini bertujuan untuk membantu
para masyarakat di kelurahan Bawang untuk lebih mengenal gejala penyakit
diabetes mellitus, cara pencegahan, dan cara diet untuk penderita diabetes
serta masyarakat dapat mengetahui langsung kadar gula darahnya sehingga
dapat membantu mengurangai angka penderita diabetes di kelurahan Bawang.

118
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari laporan
ini adalah sebagai berikut : Bagaimana pengetahuan dan pemahaman
masyarakat di kelurahan Bawang mengenai penyakit diabetes mellitus dan
bagaimana hasil pemeriksaan kadar gula darah masyarakat di kelurahan
Bawang?
C. Tujuan
Tujuan dari program kerja bhakti sosial ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman para lansia di kelurahan
Bawang mengenai penyakit diabetes mellitus
2. Untuk membantu para lansia mengetahui secara langsung kadar glukosa
darahnya melalui pemeriksaan glukosa darah
3. Untuk membantu menurunkan angka penderita diabetes di kelurahan
Bawang

D. Manfaat
Menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes
mellitus, cara mencegah, dan cara diet untuk penderita diabetes mellitus serta
mengetahui secara langsung hasil pemeriksaan glukosa darah.

119
BAB II
PROGRAM KERJA

A. Program Kerja
Judul Kegiatan : Edukasi/Penyuluhan Penyakit Diabetes Mellitus dan
Bhakti Sosial Pemeriksaan Tekanan Darah, Gula
Darah, dan Asam Urat
Lokasi : Aula kantor kelurahan Bawang
Sasaran : Masyarakat kelurahan Bawang
Perkiraan jumlah peserta : ± 100 Orang
Konsep Pelaksaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta dengan topik yang akan
disampaikan melalui review tentang penyakit diabetes mellitus,
pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang edukasi/penyuluhan penyakit
diabetes mellitus, tekanan darah, dan asam urat
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang :
1) Pengertian penyakit diabetes mellitus, tekanan darah, gula darah,
dan asam urat
2) Klasifikasi hipertensi dan hipotensi
3) Klasifikasi kadar gula tinggi dan kadar gula rendah
4) Cara perawatan dan pencegahan hipertensi dan hipotensi
5) Cara pencegahan penyakit diabetes mellitus
6) Cara diet untuk penderita penyakit diabetes mellitus

120
b. Menayangkan video tentang senam diabetes mellitus serta menjelaskan
tahap-tahap dari gerakan senam
c. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
d. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil program
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan

Alat/bahan :
1. LCD
2. laptop
3. Leafleat
4. Tensimeter
5. Stick asam urat
6. Stick gula darah

Rincian anggaran :
Stick gula darah : Rp 300.000,-
Blood lancet : Rp 14.000,-
Stick asam urat : Rp 72.500,-
Kotak snack : Rp 35.000,

121
Snack dan air mineral : Rp 90.000,-
Uang Pak Bon : Rp 25.000,-
Leafleat : Rp 50.000,-
Total : Rp 586.500,-

122
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang Dicapai


1. Tujuan
a. Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat di
kelurahan Bawang mengenai penyakit diabetes mellitus dan
hipertensi
b. Untuk membantu masyarakat mengetahui secara langsung kadar
glukosa darah dan asam urat melalui pemeriksaan glukosa darah dan
asam urat
c. Untuk membantu menurunkan angka penderita diabetes di kelurahan
Bawang
2. Manfaat
Menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes
mellitus, cara mencegah, dan cara diet untuk penderita diabetes mellitus
serta mengetahui secara langsung hasil pemeriksaan glukosa darah.
3. Sasaran
Masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
4. Pelaksanaan
Minggu, 20 September 2015 pukul 07.00-12.00 WIB
5. Tempat
Aula kantor Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
6. Media
Leafleat, laptop, LCD, tensimeter, stick pemeriksaan glukosa darah, stick
pemeriksaan asam urat.

123
7. Hasil kegiatan
Berdasarkan hasil program kerja Bakti Sosial edukasi penyakit
diabetes mellitus, pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat
darah pada masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota
Kediri dapat kami simpulkan bahwa melalui program bakti sosial tersebut
dapat menambah pengetahuan masyarakat di kelurahan Bawang tentang
penyakit diabetes mellitus, membantu masyarakat di kelurahan Bawang
untuk dapat mengetahui cara mencegah penyakit diabetes mellitus, cara
diet untuk penderita diabetes mellitus serta membantu masyarakat
mengetahui kadar gula darah, asam urat dan tekanan darah, serta
diharapkan mampu mengurangi angka penderita diabetes mellitus di
kelurahan Bawang. Hal ini juga ditunjukan melalui antusias dari
masyarakat di kelurahan Bawang yang aktif dalam menyimak,
mendengarkan, bertanya ,serta mau melakukan pemeriksaan kadar gula
darah, asam urat, dan tekanan darah.

8. Pembahasan
Diabetes merupakan keadaan yang timbul karena ketidakmampuan
tubuh mengolah karbohidrat/glukosa akibat kurangnya jumlah insulin
atau insulin tidak berfungsi sempurna Bila kadar gula darah meningkat
diatas 100 mg/dl, insulin disekresi dengan cepat kedalam pembuluh darah
untuk mentrasportasikan glukosa kesel target atau untuk disimpan dalam
bentuk glikogen di dalam hati dan otot. Setelah glukosa ditransportasikan
kadar gula darah akan kembali normal didalam darah Bila seseorang
puasa insulin akan menurun, tetapi untuk membuat keadaaan gula darah
normal Hormon glukagon dilepas yang merangsang Glikogenolisis dan
Glukoneogenesis yang akan meningkatkan pembentukkan glukosa dan
meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

124
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten
dengan tekanan sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik di atas 90
mmHg. Hipertensi pada populasi lanjut usia didefinisikan sebagai tekanan
sistoliknya di atas 160 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg.
Hipertensi dapat dibedakan menjadi empat stadium sesuai dengan tabel
klasifikasi tekanan darah orang dewasa berusia 18 tahun keatas yaitu
sebagai berikut :
Klasifikasi Tekanan Darah Orang Dewasa Berusia 18 Tahun Keatas
Tekanan Darah
Kategori Tekanan darah
Sistolik(mmHg) Diastolik(mmHg)
Normal < 130 < 85
Normal tinggi 130 – 139 85 - 89
Hipertensi :
Stadium 1 (ringan) 140 – 159 90 - 99
Stadium 2 (sedang) 160 – 179 100 - 109
Stadium 3 (berat) 180 – 209 110 - 119
Stadium 4 (sangat berat) ≥ 210 ≥ 120

Apabila tekanan diastolik dan sistolik pada kelompok yang berbeda, maka
harus dipilih kategori yang tertinggi untuk mengklasifikasikan status
tekanan darah seseorang. Misalnya 160/90 mmHg harus diklasifikasikan
stadium 2 dan 180/120 mmHg harus diklasifikasikan stadium 4. hipertensi
sistolik mandiri dinyatakan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau
lebih tinggi dan tekanan diastoliknya kurang dari 90 mmHg dan
diklasifikasikan pada stadium yang sesuai (misal 170/85 mmHg dianggap
sebagai hipertensi sistolik mandiri) (Nirawati,2010).
Asam urat adalah hasil metabolisme purin dalam tubuh. Zat asam urat
ini biasanya akan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine dalam kondisi

125
normal. Namun dalam kondisi tertentu, ginjal tidak mampu mengeluarkan
zat asam urat secara seimbang, sehingga terjadi kelebihan dalam darah.
Kelebihan zat asam urat ini akhirnya menumpuk dan tertimbun pada
persendian-persendian dan tempat lainnya termasuk di ginjal itu sendiri
dalam bentuk kristal-kristal. Asam urat terutama disintesis dalam hati
yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase. Asamurat diangkut ke ginjal
oleh darah untuk filtrasi, direabsorbsi sebagian, dan diekskresi sebagian
sebelum akhirnya diekskresikan melalui urine. Peningkatan kadar asam
urat dalam urine dan serum bergantung pada fungsi ginjal, kecepatan
metabolisme purin, dan asupan diet makanan yang mengandung purin
(Syamsuhidayat dan Wim de Jong, 2004).
Dalam beberapa keadaan, misalnya konsumsi makanan yang
mengandung purin tinggi, atau karena ginjal kurang mampu mengeluarka
nnya dalam tubuh, maka kadar asam urat dalam darah akan meningkat.
Kadar asam urat dalam darah adalah laki - laki 3,4-7,7 mg/dL, perempuan
2,5-5,5 mg/dL dan anak-anak 2,0-2,5mg/dL. Peningkatan kadar asam urat
dalam darah disebut juga hiperurisemia.
Keadaan ini dapat menyebabkan penumpukan kristal asam urat di
persendian danmenimbulkan peradangan di daerah tersebut. Kondisi
menetapnya hiperurisemiamenjadi predisposisi (faktor pendukung)
seseorang mengalami radang sendiakibat asam urat (gout arthritis), batu
ginjal akibat asam urat ataupun gangguanginjal (Misnadiarly, 2009).

B. Hambatan Pelaksanaan
Hambatan yang ditemukan selama program kerja ini berlangsung
yaitu kurangnya antusias warga yang turut berpartisipasi dalam
penyuluhan diabetes mellitus maupun dalam bhakti sosial pemeriksaan
tekanan darah, glukosa darah dan asam urat.

126
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil program kerja edukasi penyakit diabetes mellitus,
dan bhakti sosial pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat
darah pada masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota
Kediri dapat kami simpulkan bahwa melalui program bakti sosial tersebut
dapat menambah pengetahuan masyarakat di kelurahan Bawang tentang
penyakit diabetes mellitus, membantu masyarakat di kelurahan Bawang
untuk dapat mengetahui cara mencegah penyakit diabetes mellitus, cara diet
untuk penderita diabetes mellitus serta membantu masyarakat mengetahui
kadar gula darah, asam urat dan tekanan darah, serta diharapkan mampu
mengurangi angka penderita diabetes mellitus di kelurahan Bawang. Hal ini
juga ditunjukan melalui antusias dari masyarakat di kelurahan Bawang yang
aktif dalam menyimak, mendengarkan, bertanya, serta mau melakukan
pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan tekanan darah.

B. Saran
1. Ditujukan Kepada Pihak Penyelenggara
Dari program kerja yang telah berjalan ini cukup berjalan dengan
baik atas bantuan pihak penyelenggara, kedepannya mungkin bisa
ditingkatkan lagi kerja samanya khususnya dalam hal pendampingan dan
bimbingan anak didik di tempat KKN.
2. Ditujukan Pada Mahasiswa KKN Berikutnya
Agar mendapatkan antusias warga yang baik maka diperlukan
sosialisasi sebelumnya dari kegiatan yang akan dilakukan. Diharapkan
bagi peserta KKN berikutnya dapat lebih memberikan ide-ide kreatifnya

127
dalam meyusun program kerja untuk kegiatan yang akan dilaksanakan
pada saat KKN di suatu Desa ataupun memberikan tambahan kegiatan
pada program kerja yang telah kami realisasikan terlebih dahulu di suatu
Desa, sehingga dengan adanya tambahan kegiatan KKN untuk tahun
berikutnya maka akan terlihat suatu peningkatan kualitas serta
kekereatifan suatu ide-ide baru.

128
LAMPIRAN

A. Dokumentasi

Pengisian daftar hadir

Edukasi penyakit diabetes


mellitus

Pemeriksaan gula darah dan


asam urat

Pemeriksaan tekanan darah

129
Pemberian form rujukan
kepada peserta

B. Hasil Pemeriksaan
1. Hasil Pemeriksaan
a. Pemeriksaan tekanan darah

DAFTAR HASIL PEMERIKSAAN TENSI


KKN KELURAHAN BAWANG
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

HASIL
UMUR
NO NAMA RW RT SISTOLE DIASTOLE
(tahun)
(mmHg) (mmHg)

1 Drs.Muhartoyo - - 53 110 70

2 Bu Miaton 04 01 42 100 70

3 Bu Sudarsih 01 02 50 120 80

4 Bu Siti Mardiah 01 04 68 120 70

5 Bu Saidah 04 01 57 130 80

6 Munasir 03 02 55 130 80

7 Bu Tamini 01 04 80 130 70

8 Bu Komsiatun 07 02 55 130 90

130
9 Pak Samsuri 01 04 70 110 70

10 Bu Marfuatim 03 02 72 170 110

11 Bu Sulasmi 03 03 47 120 80

12 Bu Mutiah 01 01 62 140 80

13 Bu Ponirah 03 02 60 140 90

14 Bu Mursini 03 02 65 120 80

15 Bu Suyatmi 03 03 55 140 90

16 Bu Suwati 03 04 48 150 100

17 Bu Ruqayah 03 04 47 120 80

18 Bu Saibatul 03 03 36 110 70

19 Bu Sundari 01 02 50 120 80

20 Bapak Suhadi 01 02 60 130 80

b. Pemeriksaan gula darah

DAFTAR HASIL PEMERIKSAAN GULA DARAH


KKN KELURAHAN BAWANG
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

UMUR HASIL
NO NAMA RW RT
(tahun) (mg/dl)
1 Bu Murtiah 01 01 62 233

2 Bu Komsatun 02 02 59 100

3 Bu Sulastri 01 01 44 97

4 Munasir 03 02 55 93

5 Bu Sulasmi 03 03 47 105

6 Bu Ponirah 03 02 60 359

131
7 Bu Suyatmi 03 02 55 93

8 Bu Suwati 03 05 48 99

9 Bu Saibatul 03 03 36 139

10 Drs.Muhartoyo 53 106

11 Bapak Suhadi 01 02 60 130

12 Bu Saedah 04 01 57 109

13 Bu Mursini 03 02 65 137

14 Bapak Tawi 01 02 72 165

15 Bu Partini 01 02 65 147

16 Bu Marfuatim 03 02 72 88

17 Bu Siti Mutiah 02 04 59 98

18 Bu Sudarti 01 01 63 258

19 Bu Rubitah 01 01 62 295

20 Bu Anjar 01 01 57 121

c. Pemeriksaan asam urat

DAFTAR HASIL PEMERIKSAAN ASAM URAT


KKN KELURAHAN BAWANG
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

UMUR
NO NAMA RW RT HASIL (mg/dl)
(tahun)
1 Bu Murtiah 01 01 62 12,3

2 Bu Kumsatun 07 02 59 7,1

3 Bu Saedah 04 01 57 5,9

4 Bu Siti Mardiah 01 04 68 7,8

5 Bu Tamini 01 04 80 4,5

132
6 Bu Mursini 02 02 65 7,1

7 Bu Marfuatim 02 02 72 7,1

8 Bu Rukaiyah 03 04 47 5,9

9 Bapak Muhartoyo 02 01 53 5,2

10 Bapak Bambang 01 01 60 10.9

11 Bu Sulastri 03 01 44 7,1

12 Bu Munasir 03 02 55 13,0

13 Bu Sulasmi 03 03 47 7,8

14 Bu Ponirah 03 02 60 3,4

15 Bu Suyatmi 03 02 55 5,4

16 Bu Suwati 03 05 48 5,2

17 Bu Yuliani 01 03 36 5,0

18 Bu Suti 01 02 40 8,7

19 Bu Saringatun 01 02 65 7,8

20 Bu Rubika 02 04 76 6.7

d. Daftar rujukan
DAFTAR RUJUKAN

PEMERIKSAAN TENSI DAN GULA DARAH


KKN KELOMPOK KELURAHAN BAWANG 2015
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

Tensi GDA As.Urat


NO NAMA RW RT
(mmHg) (mg/dl) (mg/dl)
1 Bu Marfuatim 03 02 170/110 88 7,1
2 Bu Suwati 03 04 150/100 99 5,2
3 Bapak Bambang 02 01 180/110 - 10,9

133
4 Bu Murtiah 01 01 140/80 233 12,3
5 Bu Ponirah 03 02 140/90 359 3,4
6 Bu Mursini 03 02 120/80 137 8,1
7 Bapak Munasir 03 02 130/80 93 13,0
8 Bapak Tawi 01 02 160/100 165 -
9 Bu Sudarti 01 01 - 258 -
10 Bu Rubitah 01 01 140/80 295 -

C. Form Rujukan

FORM RUJUKAN
KKN KELURAHAN BAWANG
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

Nama : ……………………………………………………….

Umur : ……………………………………………………….

Jenis Kelamin : ……………………………………………………….

Hasil :

Gula Darah Tekanan Darah

Rujukan : ……………………………………………………….

134
PROGRAM VIII :
PEMBERIAN OBAT CACING MASSAL

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Cacingan masih merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia. Prevalensi penyakit cacingan berkisar 60% - 90%
tergantung lokasi, higine, sanitasi peribadi dan lingkungan penderita
(Hadidjaja, 1994). Tingginya prevalensi ini disebabkan oleh iklim tropis dan
kelembaban udara yang tinggi di Indonesia selain higine dan sanitasi yang
rendah sehingga menjadi lingkungan yang baik untuk perkembangan cacing.
Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Trichuris trichiura (cacing cambuk),
Ancylostoma duodenale dan Necator americanus(cacing tambang)
merupakan beberapa dari Soil Transmitted Helminths (STH) yang sering
dijumpai pada penderita. Penularan infeksi cacing yang tergolong STH
umumnya terjadi melalui cara tertelan telur infeksius atau larva menembus
kulit seperti cacing tambang. Disebut sebagai STH karena bentuk infektif
cacing tersebut berada di tanah (Srisasi Ganda Husada, 1998). Infeksi cacing
usus merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap penurunan
kualitas sumber daya manusia, dalam hal ini, akan menghambat
pertumbuhan fisik, perkembangan, dan kecerdasan bagi anak yang
terinfeksi.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak usia sekolah dasar
merupakan golongan yang sering terkena infeksi cacing usus karena sering
berhubungan dengan tanah (DepKes RI, 2004).

135
Laporan hasil survei prevalensi infeksi cacing usus pada 10 propinsi
tahun 2004, Sumatera Utara menduduki peringkat ke – 3 (60,4 %) dalam hal
penyakit cacingan (DepKes RI, 2004). Kebiasaan hidup kurang higienis
menyebabkan angka terjadinya penyakit masih cukup tinggi Penggunaan
antihelmintik atau obat anti cacing perlu untuk memberantas dan mengurangi
cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh. Sebagian besar antihelmintik
efektif terhadap satu macam jenis cacing, sehingga diperlukan diagnosis yang
tepat sebelum menggunakan obat tertentu. Seharusnya pemberian
antihelmintik haruslah mengikut indikasi-indikasi tertentu. Untuk mengobati
cacingan, banyak obat anti cacing diberikan pada anak bertujuan untuk
mengeluarkan cacing segera bersama tinja hanya dalam dosis sekali minum.
Obat anti-cacing yang dipilih harus diperhatikan benar karena tidak semuanya
cocok pada anak. Pemberian obat anti cacing tanpa dasar justru akan merugikan
anak yang mana akan memperberat kerja hati. Diagnosis harus dilakukan
dengan menemukan telur/larva dalam tinja, urin, sputum dan darah atau
keluarnya cacing dewasa melalui anus,mulut atau lainnya.
Keadaan inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penyuluhan
mengenai edukasi cacing pada kalangan dini, khususnya para pelajar di tingkat
dasar. Oleh karena itu, sarana pengembangan akademis mahasiswa Institut Ilmu
Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri perlu mengembangkan dan meningkatkan serta
melaksanakanprogram aksinya sebagai perwujudan dari “Tri Dharma Perguruan
Tinggi” yang utuh, sehingga bisa memahami dan menghayati fenomena sosial di
masyarakat secara riil, sebagai pengembangan program dalam proses belajar
dan mengajarkan kepada mahasiswa dengan salah satu program yang cukup
strategis adalah melalui KKN.

136
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, maka dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut : Bagaimana perilaku ibu-ibu terhadap pemberian
obat antihelmintik kepada anak-anak?

C. Tujuan
Adapun tujuan umum dan khusus pada pemberian obat cacing massal
ini adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui perilaku ibu – ibu terhadap pemberian
antithelmintik kepada anak-anak mereka berdasarkan anjuran dokter
atau tanpa anjuran dokter.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dalam mengobati
infeksi cacing.
b. Untuk mengetahui sikap ibu dalam mengobati cacingan.
c. Untuk mengetahui tindakan ibu dalam mengobati cacingan.

D. Manfaat
1. Mahasiswa
a. Memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan tentang
kondisi kesehatan dan penyakit cacingan di lingkungan Kelurahan
Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
b. Mempelajari karakteristik dari kesehatan masyarakat dan
kesehatan lingkungan serta masalah– masalah yang timbul di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

137
c. Meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bersosialisasi dengan
masyarakat di Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota
Kediri.
d. Meningkatkan kepekaan terhadap masalah-masalah kesehatan di
masyarakat Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.
2. Bagi Kelurahan
a. Memberikan informasi tentang kondisi dan masalah kesehatan
yang ada ataupun timbul di masyarakat.
b. Memberikan informasi tentang status pemanfaatan Tanaman Obat
Kesehatan, sarana dan pelayanan kesehatan yang tersedia untuk
dimanfaatkan yang bertujuan untuk peningkatan status kesehatan
masyarakat yang optimal.
c. Data dan informasi hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi
ibu agar memberi obat antihelmintik pada anak sesuai dengan
indikasi.
d. Data dan informasi hasil penelitian ini sebagai masukan bagi Dinas
Kesehatan Kota Kediri penyuluhan dalam upaya pengobatan,
pencegahan dan pemberantasan infeksi cacing.
3. Bagi Institusi
Membentuk lulusan yang peka terhadap kondisi masyarakat
dalam mengupayakan kesehatan masyarakat yaitu meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.

138
BAB II
PROGRAM KERJA

A. Program Kerja
Judul Kegiatan : Pemberian obat cacing
Lokasi : Posyandu Anggrek RW 04 dan TK
Sasaran : Balita dan anak-anak
Konsep Pelaksanaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta penyuluh dengan topik yang
akan disampaikan melalui review tentang edukasi bahaya cacing.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang edukasi bahaya cacing
2. Pengembangan
Kegiatan pengajar :
a. Menjelaskan tentang pengertian, dan bahaya cacing
b. Memberikan kesempatan peserta penyuluhan untuk menanyakan hal-
hal yang kurang jelas
c. Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
d. Memberikan obat cacing
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas
c. Meminum obat cacing di depan petugas
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :

139
a. Menyimpulkan materi yang telah diberikan
b. Melakukan evaluasi hasil penyuluhan
c. Meberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan mencatat
b. Menjawab pertanyaan

Alat/bahan :
1. Obat cacing tablet (albendazol 400mg)
2. Leaflet bahaya cacing

Rincian anggaran :
Obat cacing : Rp.100.000,-
Konsumsi : Rp. 100.000,-
Brosur : Rp. 25.000,- +
Total : Rp. 225.000,-

140
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang Dicapai


1. Tujuan
a. Untuk menambah pengetahuan masyarakatakan bahaya cacing
yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
b. Untuk mengurangi dampak penyakit cacing pada anak – anak dan
menjaga kesehatan tubuh.
2. Manfaat
a. Agar masyarakat dapat menjaga kesehatan diri sendiri, anak –
anak, dan lingkungan keluarga secara mandiri
b. Masyarakat dapat hidup lebih sehat sehingga meningkatkan
kualitas hidup sehat.
3. Sasaran
Anak-anak dan balita
4. Pelaksanaan
Hari : Kamis dan Jumat
Tanggal : 03-04 September 2015
5. Tempat
Rumah ibu Rahayu dan TK Pembina Bawang
6. Hasil Kegiatan
Peserta penyuluhan sangat antusias dalam menerima materi dan aktif
dalam menanyakan tentang materi-materi yang belum mereka
mengerti dan dapat menerima obat cacing secara gratis.
7. Media
Leaflet dan presentasi di LCD

141
B. Hambatan Kerja
Pada program kerja pemberian obat cacing massal terdapat beberapa
hambatan yaitu beberapa anak menolak meminum obat cacing karena takut
rasanya pahit. Saat meminum obat ada anak yang hampir muntah karena rasa
obat yang pahit.

142
BAB iV
SIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN
Pemberian obat cacing diberikan untuk mengobati penyakit cacingan
pada anak-anak dan balita. Kegiatan tersebut dilakukan di dualokasi, yakni di
Posyandu Anggrek RW 04 dan TK. Sebelum pelaksanaan pemberian obat cacing
terlebih dahulu diberikan penyuluhan tentang bahaya cacing dalam tubuh.
Perlakuan pemberian obat cacing di Posyandu terlebih dahulu balita
ditimbang berat badannya dan diukur tinggi badannya, selanjutnya diberikan
obat cacing satu anak satu tablet obat cacing “Albendazol” yang harus dikunya
sampai halus dan kemudian minum air putih. Perlakuan obat cacing di TK yaitu
diberikan satu tablet untuk satu anak, apabila anak tersebut tidak bisa menelan
maka anak tersebut diminta untuk mengunyah setengahnya dan yang
setengahnya lagi dikunyah lagi dan selanjutnya diberi minum.
Ascariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh agen biologis berupa
cacing ascaris lumbricoides. Prevalensi penyakit ini masih cukup tinggi karna
cacina penyebab penyakit ini hidupnya didaerah tropis, bersifat kosmopolit.
(dimana-mana). Penularan melalui cacing tersebut yang melekat pada sayuran
dan makanan tidak bersih yang terkontaminasi telur cacing.
Penularan cacing gelang diawali dari feses yang keluar dari anak
penderita. Di tanah, dia akan tumbuh dan berkembang selama 3 minggu untuk
menjadi larva yang infektif. Bila larva ini termakan manusia, maka akan pecah di
usus. Kemudian masuk ke pembuluh darah balik (vena) menuju jantung,
dilanjutkan ke paru-paru. Selanjutnya, dari paru-paru larva menuju
tenggorokan, lalu ke lambung, berakhir di usus halus. Di usus halus ini, larva
akan berganti kulit, kemudian menjadi dewasa. Setelah 2 bulan menginfeksi,
cacing betina akan bertelur sekitar 20.000 butir per hari.

143
Infestasi cacing pada anak akan mengganggu pertumbuhan,
menurunkan kemampuan fisik, produktifitas belajar dan intelektualitas. Selain
itu juga dapat menyebabkan gangguan gizi, anemia, gangguan pertumbuhan
yang pada akhirnya akan mempunyai pengaruh terhadap tingkat kecerdesan
seorang anak.

B. SARAN
1. Kepada mahasiswa KKN
a. Diharapkan mahasiswa KKN mampu menyalurkan ilmu yang dimiliki
tentang edukasi cacing kepada masyarakat.
b. Mahasiswa KKN diharapkan menyiapkan minuman yang manis supaya
setelah mengunyah obat yang pahit langsung dibilas dengan minuman
manis sehingga peserta tidak sampai muntah.
c. Mahasiswa harus pintar-pintar dalam merayu peserta untuk mau
meminum obat cacing
2. Kepada masyarakat
Diharapkan masyarakat, khususnya ibu – ibu dan anak – anak mampu
menerapkan ilmu yang telah di berikan dalam perilaku hidup sehat sehari –
hari sehingga anak-anak terbebas dari cacingan dan dapat tumbuh dengan
gizi yang tercukupi.

144
LAMPIRAN

Pemberian Obat Cacing Massal

145
PROGRAM IX :
PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH KELILING

BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Keberadaan perguruan tinggi pada hakekatnya adalah memenuhi
tuntutan dinamika pembangunan dan kebutuhan masyarakat di bidang
jasmani dan rohani serta mahasiswa dituntut mampu membina,
mengembangkan atau menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni kepada masyarakat melalui salah satu darma yang harus dilaksanakan
secara institusional dan professional.
Kuliah Kerja Nyata diselenggarakan sebagai salah satu kegiatan
pengabdian terhadap masyarakat, di mana setiap mahasiswa dituntut untuk
berperan aktif terhadap kegiatan-kegiatan yang ada disekitar masyarakat,
tempat dimana penyelenggaraan KuliahKerja Nyata diadakan.
Mahasiswa diharapkan dapat beradaptasi dan dapat menjalin kerja
sama yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat. Selain itu mahasiswa
diharapkan dapat membantu masyarakat sesuai dengan keahlian dan
keterampilan yang dimiliki, serta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang
telah didapat kedalam bentuk program kerja kegiatan yang bertujuan untuk
membantu masyarakat sesuai dengan masalah yang timbul.
Berdasarkan data yang diterima dari Puskesmas Pembantu Kelurahan
Bawang, KecamatanPesantren, Kabupaten Kediri yang menunjukan penyakit
hipertensi menempati urutan pertama dalam daftar 3 penyakit terbanyak,
maka kelompok KKN kami mengadakan program kerja pemeriksaan tekanan
darahk eliling. Pelaksanaan program kerja ini bertujuan untuk membantu

146
para masyarakat di kelurahan Bawang untuk meengetahui tekanan darah
masing-masing dan dapat melakukan pencegahan secara dini sehingga dapat
membantu mengurangi tingkat hipertensi di kelurahanBawang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang di atas, maka rumusan masalah dari
laporan ini adalah sebagai berikut : Bagaimana tekanan darah masyarakat
kelurahan Bawang?

C. Tujuan
Tujuandari program kerjabakti sosial ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk membantu masyarakat kelurahan bawang mengetahui secara
langsung tekanan darah masing-masing
2. Untuk membantu menurunkan angka penderita hipertensi di kelurahan
Bawang

D. Manfaat
Menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai
hipertensi, cara mencegah dan mengetahui secara langsung hasil
pemeriksaan tekanan darah.

147
BAB II
PROGRAM KERJA

E. Program Kerja
Judul Kegiatan : Pemeriksaan Tekanan Darah Keliling
Lokasi : Kelurahan Bawang
Sasaran : Masyarakat kelurahan Bawang
Perkiraan jumlah peserta : ± 100 Orang
Konsep Pelaksaan
1. Pembukaan
Kegiatan pengajar :
a. Perkenalan
b. Menghubungkan pengalaman peserta dengan topik yang akan
disampaikan melalui review tentang pemeriksaan tekanan darah.
Kegiatan peserta :
Memperhatikan dan menanggapi tentang pemeriksaan tekanan darah
2. Pengembangan
Kegiatan peserta KKN :
1) Menjelaskan tentang :
c. Pengertian pemeriksaan tekanan darah
d. Klasifikasi hipertensi dan hipotensi
e. Cara perawatan dan pencegahan hipertensi dan hipotensi
2) Melakukan pemeriksaan tekanandarah pada peserta yang bersedia
3) Memberikan kesempatan peserta pemeriksaan tensi keliling untuk
menanyakan hal-hal yang kurang jelas
4) Menjawab pertanyaan yang diajukan peserta
Kegiatan peserta :
a. Mendengarkan dan memperhatikan
b. Menanyakan hal-hal yang kurang jelas

148
3. Penutupan
Kegiatan pengajar :
a. Melakukan evaluasi hasil program
b. Memberikan form rujukan kepada peserta yang tekanan darahnya
meningkat atau turun
c. Memberikan salam penutup
Kegiatan peserta :
a. Memperhatikan dan menanggapi form rujukan

Alat/bahan :
1. Tensimeter
2. Form Rujukan
3. Catatanhasilpemeriksaan

149
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM

A. Hasil yang Dicapai


1. Tujuan
a. Untuk membantu masyarakat mengetahui secara langsung tekanan
darah masing-masing
b. Untuk membantu menurunkan angka penderita hipertensi di
kelurahan Bawang
2. Manfaat
Menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai
hipertensi, cara mencegah dan mengetahui secara langsung hasil
pemeriksaan tekanan darah
3. Sasaran
Masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
4. Pelaksanaan
Tanggal 6-9 September 2015
5. Tempat
Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
6. Media
Tensimeter, catatan hasil pemeriksaan, form rujukan
7. Hasil kegiatan
Adapun hasil yang dicapai selama pelaksanaan program kerja
pemeriksaan tekanan darah keliling adalah sebagai berikut :
Masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
dapat kami simpulkan bahwa melalui program bakti tersebut dapat
menambah pengetahuan masyarakat di kelurahan Bawang tentang
penyakit hipertensi, membantu masyarakat di kelurahan Bawang untuk
dapat mengetahui tekanan darah masing-masing, sertadiharapkan

150
mampu mengurangi angka penderita hipertensi di kelurahan Bawang.
Hal ini juga ditunjukan melalui antusias dari masyarakat di kelurahan
Bawang yang aktif dalam menyimak ,mendengarkan, bertanya ,serta
mau melakukan pemeriksaan tekanan darah.

B. Hambatan Pelaksanaan Program


Pada program kerja di atas terdapat hambatan kerja yaitu beberapa
masyarakat tidak mau ikut serta dalam pemeriksaan tekanan darah keliling.
Hal ini dikarenakan masyarakat mengira pemeriksaan tekanan darah keliling
akan dibebani biaya dan masyarakat takut jika melakukan pemeriksaan
tekanan darah maka akan mengetahui hasil yang buruk, untuk alasan yang
kedua biasanya pada penderita hipertensi. Selain itu ada masyarakat yang
tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan sama sekali sehingga
merasa tidak perlu diperiksa.

151
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil program kerja pemeriksaan tekanan darah keliling
pada masyarakat di kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri
dapat kami simpulkan bahwa melalui program bakti tersebut dapat
menambah pengetahuan masyarakat di kelurahan Bawang tentang penyakit
hipertensi, membantu masyarakat di kelurahan Bawang untuk dapat
mengetahui tekanan darah masing-masing, serta diharapkan mampu
mengurangi angka penderita hipertensi di kelurahan Bawang. Hal ini juga
ditunjukan melalui antusias dari masyarakat di kelurahan Bawang yang aktif
dalam menyimak ,mendengarkan, bertanya ,serta mau melakukan
pemeriksaan tekanan darah.

B. Saran
1. Ditujukan Kepada Pihak Penyelenggara
Dari program kerja yang telah berjalan ini cukup berjalan dengan baik
atas bantuan pihak penyelenggara, kedepannya mungkin bisa ditingkatkan
lagi kerja samanya khususnya dalam hal pendampingan dan bimbinganan
akademik di tempat KKN.
2. Ditujukan Pada Mahasiswa KKN Berikutnya
a. Agar mendapatkan antusias warga yang baik maka diperlukan
sosialisasi sebelumnya dari kegiatan yang akan dilakukan.
b. Mahasiswa KKN selanjutnya hendaknya memberikan penjelasan
kepada peserta pemeriksaan bahwa pemeriksaan tersebut bebas biaya
dan dapat membantu masyarakat untuk mengetahui tekanan darah
masing-masing.

152
c. Diharapkan bagi peserta KKN berikutnya dapat lebih memberikan ide-
ide kreatifnya dalam meyusun program kerja untuk kegiatan yang akan
dilaksanakan pada saat KKN di suatu kelurahan ataupun memberikan
tambahan kegiatan pada program kerja yang telah kami realisasikan
terlebih dahulu di suatu kelurahan, sehingga dengan adanya tambahan
kegiatan KKN untuk tahun berikutnya maka akan terlihat suatu
peningkatan kualitas serta kekreatifan suatu ide-ide baru.

153
LAMPIRAN

A. Dokumentasi

Pemeriksaan tekanan darah

Pencatatan data peserta dan


hasil

Pemberian form rujukan


kepada peserta

154
B. Daftar Hasil Pemeriksaan
1. Daftarhasilpemeriksaantekanandarah
DAFTAR HASIL PEMERIKSAAN TENSI

KKN KELURAHAN BAWANG


IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

UMUR HASIL
NO NAMA RW RT
(tahun) SISTOLE DIASTOLE

1 Pak Ali 01 04 60 140 80


2 Bu Kasri 01 04 50 130 80
3 Bu Suti 01 04 65 150 90
4 Bu Komsatin 01 04 63 100 70
5 Bu Solik 01 04 30 120 80
6 Pak Tugianto 01 04 44 130 90
7 Bu Supirah 01 04 65 110 80
8 Bu Tamini 01 04 80 130 90
9 Meirawati 01 04 19 120 80
10 Alfin 01 04 14 100 70
11 Pak Khamim 01 04 28 130 90
12 Bu UmiAsri 01 04 40 120 80
13 Pak Hariono 01 04 48 150 100
14 Bu Sutingat 04 01 73 130 80
15 Bu Aminaton 04 01 61 100 80
16 Pak Imanm 04 01 60 130 80
17 Pak Santoso 04 01 39 120 80
18 Bu Wiji 04 01 33 110 80

155
19 Bu Siti 04 01 30 110 80
20 Pak Suwardi 04 01 35 110 80
14 Bu Istikomah 04 01 50 110 80
15 Pak Hariono 04 01 59 130 80
16 Bu Suparti 04 01 48 120 80
17 Bu DwiRatna 04 01 20 90 50
18 PakHendra 04 01 35 120 70
19 Bu Rumiatin 04 01 43 90 50
20 Bu Ilul 04 01 39 120 80
21 Bu Suriarny 04 01 43 130 80
22 Bu Sudarwati 04 01 50 110 70
23 Bu Nipah 04 01 31 90 50
24 Pak Erwanto 04 01 30 90 50
25 Pak Imam 04 01 46 110 70
26 Pak Slamet 04 01 43 140 100
27 Bu UmiRodiah 04 01 26 110 70
28 Pak Mus 04 01 30 110 70
29 Bu Katinah 04 03 49 120 70
30 Pak Misroni 04 03 50 130 90
31 Pak Munirudin 04 03 51 150 100
32 Bu SitiKotiyah 04 03 43 100 50
33 Bu Kasiyah 06 02 75 110 70
34 Bu Anis 06 02 25 110 70
35 Bu Sri Astuti 06 02 33 110 60
36 Bu Anisa 06 02 26 90 50
37 Bu Rumini 06 02 54 130 80

156
38 Dendy 06 02 17 110 60
39 Bu Latifah 06 02 25 100 60
40 Bu Muamalah 06 02 36 110 70
41 Bu Siti Mariah 06 04 35 120 70
42 Bu Samijah 06 04 75 80 50
43 Bu Rokayah 07 02 60 230 140
44 Bu Sanem 07 02 70 110 80
45 Bu Supinah 07 02 50 180 110
46 Bu Anjar 07 02 20 120 70
47 Bu Yati 02 02 51 130 80
48 Pak Purwanto 02 02 52 120 70
49 Pak Supano 02 02 45 140 90
50 Bu Siti 02 02 37 130 80
51 Bu Hariani 08 03 35 130 80
52 Bu Sriatun 08 03 56 150 100
53 Pak Purwanto 08 03 51 150 100
54 Bu Katoyah 08 02 48 120 70
55 Bu Saminah 08 02 54 150 90
56 Bu Ida 08 02 31 150 100
57 Bu Sulastri 08 03 35 120 70
58 Bu Mariamah 08 03 42 110 70
59 Bu Rosatun 08 03 45 110 80
60 Pak Bintoro 08 03 47 110 70
61 Pak Samijan 08 03 55 140 100
62 Bu Satinah 08 03 44 130 90
63 Pak Deni 08 03 32 120 70

157
64 Bu Warsini 08 03 50 180 110
65 Pak Harsito 08 03 30 130 80

2. Daftar rujukan pasien


DAFTAR RUJUKAN

PEMERIKSAAN TENSI KELILING


KKN KELOMPOK KELURAHAN BAWANG 2015
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

HASIL
NO NAMA RW RT UMUR
SISTOLE DIASTOLE

1 Bu Suti 01 04 65 150 90
2 Pak Hariono 01 04 48 150 100
3 Pak Munirudin 04 03 51 150 100
4 Bu Samijah 06 04 75 80 50
5 Bu Rokayah 07 02 60 230 140
6 Bu Supinah 07 02 50 180 110
7 Bu Sriatun 08 03 56 150 100
8 Bu Ida 08 02 31 150 100
9 Bu Warsini 08 03 50 180 110

158
C. Form Rujukan

FORM RUJUKAN
KKN KELURAHAN BAWANG
IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI

Nama : ……………………………………………………….

Umur : ……………………………………………………….

JenisKelamin : ……………………………………………………….

Hasil Tekanan Darah

Rujukan : ……………………………………………………….

159