Anda di halaman 1dari 14

PENGARUH POSITIF BAHASA GAUL TERHADAP PERKEMBANGAN

BAHASA INDONESIA
Dosen Pembimbing: Abdul Kadir

Oleh:
PUPUT WAHYUNINGTYAS
NPM: 165210197

PROGRAM STUDI ILMU MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2016
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, Allah Swt, senantiasa melimpahkan rahmat dan


karunia-Nya, kepada penulis, sehingga makalah ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Makalah ini berjudul “HubunganKeterampilanBerbahasadenganManajemen”.
Penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan beberapa pihak. Untuk itu,
saya mengucapkan terimakasih kepada :
1.Abdul Kadir, selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia, yang senantiasa
memberikan arahan dalam proses pembuatan makalah tersebut.
2.Anggota kelompok yang telah berpartisipasi menyelesaikan makalah ini.
3.Mahasiswa kelas C Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UIR.
Penulis telah berusaha dengan maksimal dalam menyelesaikan makalah
ini.Namun, apabila masih terdapat kekurangan dan kelemahan baik dari segi
penyusunan maupun dari segi isi, penulis mohon maaf.
Pekanbaru, Oktober 2016

Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i
DAFTARISI ...................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2 Tujuan Penulisan Makalah .......................................................................................... 1
1.3 Perumusan Masalah .................................................................................................... 1
1.4 Manfaat Penulisan Makalah ........................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 3
2.1 Pengertian Bahasa Indonesia....................................................................................... 3
2.2 Fungsi Bahasa Indonesia ............................................................................................. 3
2.3 Pengertian Bahasa Gaul .............................................................................................. 3
2.4 Struktur Bahasa Gaul .................................................................................................. 4
2.5 Pengaruh Positif Bahasa Gaul Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia ............... 7
BAB III PENUTUP ........................................................................................................ 10
3.1 Simpulan .................................................................................................................. 10
3.2 Saran ........................................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 11
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahasa adalah sebuah sistem yang berhubungan satu sama lain, yang tersusun
dari simbol lisan yang bersifat arbitrer yang dipakai oleh sekelompok masyakat
bahasa digunakan untuk alat komunikasi dan berinteraksi antar sesamanya.
Mengungkapkan ide pendapat serta semua hal yang yang mereka butuhkan untuk
sebuah interaksi yang nyaman. Sebagai isyarat yang digunakan untuk sebuah
komunikasi, bahasa memang sangat beragam yang membedakan atara wilayah
satu dengan yang lainnya. Di negara satu dengan Negara yang lain juga pasti
memiliki bahasa yang berbeda pula. Dan didalam negara itu pastinya ada wilayah
atau daerah-daerah yang berbeda pula bahasanya. Begitu juga di Indonesia.
Sebagai contoh Indonesia memiliki berbagai ragam bahasa, ada bahasa jawa,
bahasa sunda, bahasa Madura dan banyak lagi. Dari sekian banyak bahasa di
Indonesia inilah yang membedakan antara daerah satu dengan lainnya. Namun
entah dari mana datangnya muncul bahasa anak muda yang selanjutnya disebut
juga bahasa gaul. Dewasa ini pemakaian bahasa gaul mengakibatkan interferensi
bahasa gaul yang terkadang muncul dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam
situasi resmi yang mengakibatkan penggunaan bahasa tidak baik dan tidak
benar.Dalam makalah ini penyusun akan mencoba mengupas segala sesuatu
tentang bahasa gaul dan bahasa Indonesia.

1.2 Tujuan Penulisan Makalah


Untuk mengetahui segala hal tentang bahasa gaul dan bahasa Indonesia yang baik
dan benar. Dan memahami dampak positif dari bahasa gaul terhadap bahasa
Indonesia.
1.3 Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas adalah:
1.3.1 Pengertian Bahasa Indonesia?
1.3.2 Fungsi Bahasa Indonesia?
1.3.3 Pengertian Bahasa Gaul?
1.3.4 Struktur Bahasa Gaul ?
1.3.5 Pengaruh Positif Bahasa Gaul Terhadap Perkembangan Bahasa Indonesia ?

1.4 Manfaat Penulisan


Makalah ini sangat bermanfaat untuk memberikan informasi kepada masyarakat.
Khususnya remaja tentang pengaruh bahasa gaul yang akan menggeser bahasa
indonesia. Serta dampak positif penggunaan bahasa gaul terhadap perkembangan
bahasa indonesia. Timbul upaya masyarakat khususnya remaja untuk tetap
menjaga dan melestarikan Bahasa Indonesia.
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bahasa Indonesia


Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan sebagai bahasa resmi dan
bahasa persatuan Republik Indonesia, diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai
berlakunya konstitusi.

2.2 Fungsi Bahasa Indonesia


Fungsi bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan
informasi atau mengutarakan pikiran, perasaan atau gagasan karena bahasa
mempunyai fungsi-fungsi sebagai berikut:
1. Tujuan Praktis: Untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
2.Tujuan Artistik: Untuk mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-
indahny guna pemuasan rasa estetis manusia.
3. Sebagai kunci mempelajari pengetahuan lain di luar pengetahuan kebahasaan.
4. Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah
manusia selama kebudayaan dan adat istiadat serta perkembangan bahasa itu
sendiri.

2.3 Pengertian Bahasa Gaul


Bahasa gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan
di Jakarta pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi
muda yang mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain.
(Harimurti, Kridalaksana.2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama).
2.4 Struktur Bahasa Gaul

Ragam bahasa gaul remaja memiliki ciri khusus, singkat, lincah dan kreatif.
Kata-kata yang digunakan cenderung pendek, sementara kata yang agak panjang
akan diperpendek melalui proses morfologi atau menggantinya dengan kata yang
lebih pendek seperti “memang menjadi emang”.

Kalimat-kalimat yang digunakan kebanyakan berstruktur kalimat tunggal.


Bentuk-bentuk elip juga banyak digunakan untuk membuat susunan kalimat
menjadi lebih pendek sehingga seringkali dijumpai kalimat-kalimat yang tidak
lengkap. Dengan menggunakan struktur yang pendek, pengungkapan makna
menjadi lebih cepat yang sering membuat pendengar yang bukan penutur asli
bahasa Indonesia mengalami kesulitan untuk memahaminya.

1. Pengunaan awalan e
Kata emang itu bentukan dari kata memang yang disispi bunyi e. Disini
jelas terjadi pemendekan kata berupa mengilangkan huruf depan (m).
Sehingga terjadi perbedaan saat melafalkan kata tersebut dan merancu dari
kata aslinya.
2. Kombinasi k, a, g
Kata kagak bentukan dari kata tidak yang bunyinya tid diganti kag. Huruf
konsonan pada kata pertama diganti dengan k huruf vocal i diganti a.
Huruf konsonan kedua diganti g. sehingga kata tidak menjadi kagak.

3. Sisipan e
Kata temen merupakan bentukan dari kata teman yang huruf vokal a
menjadi e. Hal ini mengakibatkan terjadinya perbedaan pelafalan.
Contoh Bahasa Gaul

Galau
Untuk yang satu ini, teman gue sampe ada yang dinobatkan sebagai raja
galau. Entah kapan diresmikan kepadanya. Kata galau sebenarnya termasuk
dalam Bahasa Indonesia baku yang terdaftar di kamus, artinya perasaan kacau
nggak karuan, resah, bimbang. Tapi entah siapa yang memulai. Kata galau
mendadak populer di jejaring sosial. Sering muncul dengan #galau dan yang
berbau galau kayak #galaucity, #galaugombal, #lagugalau.

Afgan
Tahu kan siapa Afgan? Pernah dengar lagunya yang judulnya sadis. Isitilah ini
awalnya dipake sama orang-orang di forum jual beli Kaskus. Misal ada iklan,
“Jual motor, bisa nego, no afgan,” itu artinya, bisa nego tapi jangan sadis!

Alay
Banyak versi yang menyebutkan. Mulai dari anak lebay, anak kelayapan,
namun yang sering disebut adalah anak layangan. Konon, istilah ini
digunakan untuk menyebut anak-anak yang sering nongol di musik tv.
Berambut merah, dan berkulit gelap seperti kebanyakan main layangan gitu.
Namun seiring waktu, kata alay sering dipakai untuk anak-anak yang sok
eksis, narsis, norak dsb.

Gengges
berasal dari kata ganggu yang diubah dikit, dikasih imbuhan *-es*
dibelakangnya. “Gw unfollow ah, soalnya gengges, fotonya sok imut.*

Hoax
Berarti berita palsu, diambil dari kata sama dalam bahasa Inggris yang berarti
cerita bohong. Bisa juga di film Amerika berjudul The Hoax (2006) yang
dianggap mengandung kebohongan. Awalnya cuma pengguna Internet di
Amerika saja yang make istilah Hoax, tapi lama-lama kata ini menjadi dipake
di seluruh dunia.

Jutek
Sering banget dengar ini. Kata ini sering dipake Pekerja Seks Komersil (PSK)
di awal tahun 2000-an buat nyebut pria sombong dan jarang senyum. Kata ini
akhirnya jadi kata umum yang dipake buat menunjuk orang yang judes, galak
dan nggak ramah.
Kepo
Berasal dari kata Kaypoh. Bahasa Hokkien yang banyak dipake di Singapura
dan sekitarnya. Sama seperti fudul, kepo berarti ingin tahu, mencampuri
urusan orang lain, dan nggak bisa diam. Kata ini punya konotasi yang rada
negatif. ” Dia udah putus belom sama sih sama ceweknya?””Iiih, kep banget
si loo!”

Kicep
artinya diem atau mematung biasanya karena malu atau nggak tau apa yang
mesti dilakuin. “Langsung kicep gw begitu ngeliat soal ulangan Fisika…”

Lebeh
perkembangan dari kata lebay yang juga merupakan bahasa populer sejak
sekitar tahun 2006, yang artinya berlebihan. “Nggak ketemu cowok gw sehari
rasanya nggak ketemu setahun”” Iiih, lebeh lo!”

Mager
Singkatan dari kata males gerak. “Laper tapi mager.”

Menel
Menunjukkan pada perilaku centil demi menarik perhatian orang yang
disukai.

Meper
Adalah mengelapkan tangan yang kotor atay terkena sesautu secara diam2,
bisa ke tembok, baju orang lain dll.

Narsis
Bukan istilah baru sih. Tapi mungkin banyak yang belum tahu, narsis juga
punya legenda lho. Berasal dari cerita yunani, ada seseorang lelaki tampan
bernama Narcissus yang menolak cinta seorang cewek bernama Echo.
Kemudian patah hati dan mengutuk Narcissus buat jatuh cinta dengan
bayangannya sendiri di kolam. Sekarang, kata narsis digunakan buat
menggambarkan orang yang terlalu suka sama diri sendiri, salah satu tandanya
adalah hobi banget foto sendiri.
2.5 Pengaruh positif bahsa gaul terhadap perkembangan bahasa indonesia
Kekreatifitasan merupakan hak setiap manusia untuk berkarya maupun
menciptakan hal hal baru. Di jaman modern ini orang orang di tuntut untuk
mencari serta menciptakan hal-hal yang baru agar tidak tertinggal serta
memiliki tantangan. Berbahasa dalam berkomunikasi juga tak luput dari yang
namanya kreatifitas, contohnya dengan kemunculan bahasa bahasa alay dan
gaul. Terlepas dari menganggu atau tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada
salahnya kita menikmati tiap perubahan atau inovasi bahasa yang muncul.
Asalkan dipakai pada situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan
yang tepat juga. Dampak positif dengan digunakannya bahasa gaul adalah
remaja menjadi lebih kreatif. Pesatnya perkembangan jumlah pengguna
bahasa gaul menunjukkan semakin akrabnya genersai muda Indonesia dengan
dunia teknologi terutama internet. Munculnya bahasa gaul juga menunjukkan
adanya perkembangan zaman yang dinamis, karena suatu bahasa harus
menyesuaikan dengan masyarakat penggunanya agar tetap eksis. Fenomena
kebahasaan yang paling hangat terjadi adalah maraknya penggunaan kata-kata
gaul oleh anak remaja. khususnya remaja yang berada pada perkotaan, remaja
yang berada pada bangku sekolah , maupun yang tidak. Sejatinya bahasa-
bahasa gaul yang di ikuti mereka berawal dari iklan, yang ada di televisi.
filem dan sejenisnya yang kata-kata yang merujuk pada bahasa gaul yang kini
booming kini seperti ciyus ‘serius’, miapah ‘demi apa’, enelan ‘beneran’ dan
masih banyak lagi. Sepintas, kata-kata seperti itu terkesan lumrah terdengar
sehari-hari. Penggunaannya marak digunakan oleh berbagai kalangan
khususnya para remaja. Banyak yang menganggap jika penggunaan kata-kata
terebut dianggap wajar dan lucu atau bahkan mencirikan identitas dari
sekelompok tertentu.
Dalam bidang komunikasi Bahasa gaul ini bukan hanya sebagai alat
komunikasi, namun juga alat identifikasi. Para remaja menggunakan bahasa
gaul ini bisa jadi untuk mengidentifikasikan diri mereka. Pengunaan bahasa
gaul juga dapat berguna untuk menumbuhkan eksistensi diri. Bahasa ini
digunakan oleh kalangan remaja sebagai bahasa kode atau singkatan agar
kata-kata menjadi unik, lucu dan menarik. Tidak dipungkiri hingga sekarang
bahasa gaul semakin luas pemakaiannya dan semakin banyak para remaja
bahkan orang dewasa menggunkan penulisan atau pengucapan bahasa gaul
karena adanya unsur daya tarik yang membuat orang-orang yang sebelumnya
kurang paham akan bahasa gaul ini menjadi ingin tahu dan akhirnya
mengikuti menggucapkan atau menulis dengan bahasa gaul. Bahasa gaul
merupakan fenomena tersendiri di kalangan masyarakat khususnya remaja di
indonesia. Bahasa gaul biasanya digunakan dalam penulisan-penulisan pada
obrolan yang informal seperti tulisan dan kalimat-kalimat yang di tulis di
media facebook. yang sifatnya menghibur, menjalin keakraban, atau untuk
mencairkan suasana, karena menurut para alayers ( sebutan untuk anak alay )
apabila memakai bahasa atau penulisan baku suasana yang terjadi cenderung
formal dan tidak akrab.
Pada dasarnya, ada dua hal utama yang menjadi perhatian remaja,
yaitu identitas dan pengakuan. Penggunaan dan penulisan bahasa dengan ciri
khasnya bisa menjadi pembentukan kedua hal tersebut di atas. Terdapat dua
alasan utama mengapa remaja menggunakan bahasa tulis dengan ciri
tersendiri; pertama, mereka mengukuhkan diri sebagai kelompok sosial
tertentu, yaitu remaja. Kedua, merupakan sebuah bentuk perlawanan terhadap
dominasi bahasa baku atau kaidah bahasa yang telah mapan. Remaja merasa
menciptakan identitas dari bahasa yang mereka ciptakan sendiri pula. Remaja
sebagai kelompok usia yang sedang mencari identitas diri memiliki kekhasan
dalam menggunakan bahasa lisan maupu tulis. Terdapat semacam
keseragaman gaya yang kemudian menjadi gaya hidup mereka. sehingga
mereka yang tidak menggunakannya akan dianggap ketinggalan jaman atau
kuno.
Dari hasil pengamatan, bahasa alay dapat memberikan manfaat dan efek
positif khususnya bagi alayers itu sendri:
1. Sebagai sarana komunikasi yang menarik bagi alayers karena menurut
mereka dengan menggunakan bahasa alay berarti mereka telah
menganekaragamkan bahasa khususnya pada remaja yang semula
hanya menggunakan bahasa daerah atau bahasa Indonesia.
2. Sebagai sarana penuangan kreativitas dalam penulisan-penulisan yang
non formal agar terlihat unik, karena dengan penulisan bahasa alay
yang berbeda dengan penulisan bahasa pada umumnya yang berupa
penggabungan huruf dan angka maupun penambahan komponen huruf
di setiap kata mereka (alayers) dianggap kreatif karena bisa
menciptakan tulisan tulisan yang unik dan menarik pada penulisan non
formal. Apabila dilihat dari segi usahanya, Pembinaan bahasa
Indonesia ditujukan pada pemakai bahasa Indonesia, sedangkan
pengembangan bahasa Indonesia ditujukan pada bahasa Indonesia itu
sendiri. Jadi, pembinaan bahasa Indonesia berurusan dengan
bagaimana pemakai bahasa Indonesia harus menggunakan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar serta dapat menggunakan sesuai
dengan kedudukan dan fungsinya; sedangkan pengembangan bahasa
Indonesia berurusan dengan bagaimana bahasa Indonesia dapat
menjalankan kedudukannya sebagai bahasa nasional dan bahasa
Negara serta dapat menjalankan fungsinya sebagai bahasa pemersatu,
bahasa pemerintahan, bahasa pengantar kependidikan, bahasa
perhubungan resmi, dan bahasa pendukung ilmu pengetahuan dan
teknologi . Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa pembinaan
bahasa Indonesia berurusan dengan bagaimana pemakai bahasa
Indonesia harus menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan
benar serta dapat menggunakan sesuai dengan kedudukan dan
fungsinya. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran bahasa
alay sebagai sebuah variasi nuansa baru bahasa yang semakin diminati
oleh kalangan remaja tentunya sangat memiliki efek besar terhadap
pembinaan bahasa Indonesia. Bahasa alay yang tergolong sebagai
bahasa informal yang banyak digunakan sebagai alat untuk
berkomunikasi
Begitupun dengan pengembangan bahasa Indonesia. Kehairan bahasa
alay yang semakin diminati oleh remaja menghasilkan kata-kata baru
meskipun maknanya sama dengan kata baku bahasa Indonesia. Kata-
kata dalam bahasa alay sering mencampuradukkan bahasa Indonesia,
bahasa asing ataupun bahasa daerah. Itu semua bisa memperbanyak
tiap suku bahasa indonesia.
3. Remaja menjadi lebih kreatif. Terlepas dari dari mengganggu atau
tidaknya bahasa gaul ini, tidak ada salahnya kita menikmati tiap
perubahan atau inovasi bahasa yang muncul. Asalkan diapakai pada
situasi yang tepat, media yang tepat dan komunikan yang tepat juga.
BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Bahasa gaul adalah ragam bahasa Indonesia nonstandar yang lazim digunakan
di Jakarta pada tahun 1980-an. Ragam ini semula diperkenalkan oleh generasi
muda yang mengambilnya dari kelompok waria dan masyarakat terpinggir lain.
(Harimurti, Kridalaksana.(2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama).

Dengan digunakannya bahsa gaul remaja menjadi lebih kreatif. Karena remaja
dapat mengembangkan ide yang ada pada diri mereka dan mereka dapat
menciptakan inovasi bahasa yang baru.

3.2 SARAN
Sebaiknya remaja jangan berlebihan menggunakan bahasa gaul karena dapat
mengganggu perkembangan bahasa indonesia di kalangan remaja. Dan hendaknya
melakukan pemahan yang mendalam terhadap pengaruh bahasa gaul serta
mulailah dari diri kita sendiri untuk membudidayakan bahasa indonesia dan
meningkatkan kembali eksistensinya dikalangan remaja.

Kita boleh menggunakan bahasa gaul, akan tetapi jangan sampai


menghilangkan budaya berbahasa indonesia. Karena bahasa indoneisa merupakan
bahasa resmi kenegaraan dan lambang dari identitas nasional yang kedudukannya
tercantum dalam Sumpah Pemuda dan UUD 1945 Pasal 36.
DAFTAR PUSTAKA

http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-bahasa-indonesia/html.
Didownload pada hari Minggu 13 November 2016.
http://raflialitar.blogspot.co.id/2014/11/pengaruh-bahasa-gaul-terhadap.html.
Didownload pada hari Minggu 13 November 2016.
http://www.academia.edu/9534983/MAKALAH_BAHASA_INDONESIA_RAGAM
_BAHASA._
Didownload pada hari Minggu 13 November 2016.