Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN JOURNAL READING

PUSKESMAS SUMBERLAWANG - SRAGEN

“Evaluasi Metode FASTPlaqueTB untuk mendeteksi Mycobacterium tuberculosis pada sputum


di beberapa unit pelayanan kesehatan di Jakarta – Indonesia”

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Indonesia

DisusunOleh :
Wahyu Julianda
09711068

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2014
EVALUASI METODE FASTPlaqueTB UNTUK MENDETEKSI Mycobacterium
tuberculosis PADA SPUTUM DI BEBERAPA UNIT PELAYANAN KESEHATAN DI
JAKARTA – INDONESIA

LATAR BELAKANG
Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang telah lama dikenal dan sampai
saat ini masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Prevalensi TB di Indonesia dan
Negara – Negara sedang berkembang lainnya cukup tinggi.
Saat ini kriteria terpenting untuk menetapkan dugaan diagnosis TB adalah berdasarkan
pewarnaan tahan asam. Walau demikian, metode ini kurang sensitif, karena baru memberikan
hasil positif bila terdapat >103 organisme/ml sputum.. Secara umum, metode penegakan
diagnosis yang banyak digunakan saat ini adalah metode lama, sehingga diperlukan teknik
diagnosis baru, yang dapat mendiagnosis TB dengan lebih cepat dan akurat.
Metoda diagnosis cepat yang baru dikembangkan yaitu penggunaan Mycobacteriophage.
Mycobacteriophage akan menginfeksi Mycobacterium tuberculosis hidup pada sputum. Deteksi
Mycobacterium tuberculosis pada sputum dapat dilakukan melalui 2 metoda, yaitu menggunakan
luciferase reporter phage (LRP) dan menggunakan metode amplifikasi faga. FASTPlaqueTBTM
(Biotec Laboratories Ltd., Ipswich, UK) merupakan salah satu metode cepat yang memiliki
prinsip kerja berdasarkan teknologi amplifikasi faga. Suatu penelitian meta analisis terhadap 13
penelitian phage based assay menunjukan bahwa nilai sensitivitas uji FASTPlaqueTBTM masih
memiliki rentang nilai sensitivitas yang cukup lebar, yaitu berkisar 21–94% dan rentang nilai
spesifisitasnya 83– 100%.10 Hingga saat ini belum ada penelitian yang dilakukan di Indonesia
untuk mengetahui efektivitas metode FASTPlaqueTBTM.
Metode
Sputum diperoleh dari 46 orang pasien, terdiri dari 18 pasien yang berobat jalan di poli paru
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSUPNCM) Jakarta, satu pasien
yang dirawat di bagian paru RSUPNCM Jakarta, 3 pasien yang berobat di Puskesmas Menteng
Jakarta dan 24 pasien yang berobat di Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
(PPTI) Tanah Tinggi Jakarta, yang memenuhi kriteria inklusi dan telah menandatangani
informed consent.
Hasil
Apabila dibandingkan dengan kultur LJ, metode ini memiliki sensitivitas 86,5% dan spesifisitas
78,9%, Nilai duga positif dan negat if metode FASTPlaqueTBTM adalah 85,0% dan 81,0%.
Rasio kemungkinan positif dan negatif uji ini adalah 4,14 dan 0,16. Apabila dilakukan kombinasi
pemeriksaan mikroskopis setelah homogenisasi dekontaminasi dan/atau FASTPlaqueTBTM,
maka diperoleh nilai sensitivitas sebesar 94,0%, spesifisitas 71,0%, nilai duga positif 81,0%,
nilai duga negatif 90,0%, rasio kemungkinan positif 3 dan rasio kemungkinana negatif 0,1. Hasil
ini menunjukkan bahwa kombinasi hasil pemeriksaan mikroskopis dan FASTPlaqueTBTM
mampu meningkatkan sensitivitas, namun tidak dapat meningkatkan spesifisitas.
EVALUASI METODE FASTPlaqueTB UNTUK MENDETEKSI Mycobacterium
tuberculosis PADA SPUTUM DI BEBERAPA UNIT PELAYANAN KESEHATAN DI
JAKARTA – INDONESIA
Critical Appraisal

Judul Jurnal :Evaluasi Metode FASTPlaqueTB untuk mendeteksi


Mycobacterium tuberculosis pada sputum di beberapa unit
pelayanan kesehatan di Jakarta – Indonesia
Penulis :Leli Saptawati, Mardiastuti, Anis Karuniawati, Cleopas Martin
Rumende
Jurnal : Jurnal Tuberkulosis Indonenesia
Tahun Terbit : 2012

Analisis PICO
Problem Deteksi Mycobacterium tuberculosis
Intervention -
Comparison Kultur LJ dan Pewarnaan ZN
Outcome untuk mengetahui efektivitas metode FASTPlaqueTB
Worksheet Jurnal Review
EVALUASI METODE FASTPlaqueTB UNTUK MENDETEKSI Mycobacterium
tuberculosis PADA SPUTUM DI BEBERAPA UNIT PELAYANAN KESEHATAN DI
JAKARTA – INDONESIA

A/ Are the results of the trial valid?


Screening Questions

1. Was there a clear question for Yes


the study to address? Sampel pada penelitian ini adalah 46 orang pasien, terdiri
HINT: A question should include dari 18 pasien yang berobat jalan di poli paru Rumah
information about Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo
The population (RSUPNCM) Jakarta, satu pasien yang dirawat di bagian
The test paru RSUPNCM Jakarta, 3 pasien yang berobat di
Puskesmas Menteng Jakarta dan24 pasien yang berobat
The setting
di Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia
The outcomes
(PPTI) Tanah Tinggi Jakarta, yang akan dilakukan uji
FASTPlaqueTB dan dibandingkan dengan Kultur
Lowenstein-Jensen (LJ) dan pewarnaan Ziehl Neelsen.
Pengumpulan spesimen dilakukan selama 2 periode
yaitu bulan April–Juli 2009 dan Oktober–Desember
2010. Tujuan penelitian ini yaitu menguj metode
FASTPlaqueTB dalam mendeteksi Mycobacterium
tuberculosis pada sputum dalam membantu penegakan
diagnosis TB yang cepat, akurat, mudah dan aman.
2. Was there a comparison with an Yes
appropriate reference standard? Yes, Peneltian ini dibandingkan dengan baku emas
HINT: Is this reference test(s) the untuk diagnosis Tuberculosis yaitu Kultur Lowenstein-
best available indicator Jensen (LJ)
in the circumstances?

3. Did all patients get the Yes


diagnostic test and reference Yes, sebanyak 49 peserta penelitian dilakukan uji
standard? diagnostik dan beberapa dari sampel penelitian tersebut
HINT: Consider tidak diikutkan karena beberapa factor yang dapat
Were both received regardless of membiaskan hasil penelitian.
the results of the test of interest
Check the 2X2 table (verification
bias)
4. Could the results of the test No,
have been influenced by the results Hasil penelitian tidak dipengarui oleh hasil standar,
of the reference standard? Peserta penelitian tahu akan diuji sehingga penelitian ini
HINT: Consider tidak dilakukan secara blind, peserta penelitian juga
Was there blinding? diberikan informed consent terlebih dahulu agar
Were the tests performed menuetujui tindakan yang akan dilakukan.
independently
(Review bias)

5 . Is the disease status of the Yes


tested population clearly Yes, Penelitian ini menentukan kriteria inklusi dengan
described? mensyaratkan bahwa pasien yang ikut dalam penelitian
HINT: Consider ini harus mnunjukkan gejala – gejala Tuberculosis yaitu
Presenting symptoms gangguan di saluran nafas (batuk > 2 minggu, batuk
darah, sesak nafas, nyeri dada), terdapat gejala sistemik
Disease stage or severity
(demam, malaise, keringat malam, anoreksia, penurunan
Co-morbidity berat badan

Differential diagnoses
(Spectrum Bias)

6. Were the methods for Yes


performing the test Described in Metode pengujian dijelaskan dengan sangat rinci, yaitu
sufficient detail? terdapat pada bagian metode penelitian dan mengikuti
HINT: Consider prosedur / protocol dari Biotec Laboratories Ltd., Ipswich,
Was a protocol followed? UK

B/ What are the results? Metode FASTPlaqueTB memiliki sensitivitas 86,5% dan
7 . What are the results? spesifisitas 78,9%, Nilai duga positif dan negat if metode
HINT: Consider FASTPlaqueTB adalah 85,0% dan 81,0%. Rasio
Are the sensitivity and specificity kemungkinan positif dan negatif uji ini adalah 4,14 dan
and/or likelihood 0,16. Apabila dilakukan kombinasi pemeriksaan
ratios presented? mikroskopis setelah homogenisasi dekontaminasi
Are the results presented in such a dan/atau FASTPlaqueTB, maka diperoleh nilai
way that sensitivitas sebesar 94,0%, spesifisitas 71,0%, nilai duga
We can work them out? positif 81,0%, nilai duga negatif 90,0%, rasio
kemungkinan positif 3 dan rasio kemungkinan negatif
0,1.
8. How sure are we about the Pada jurnal tidak dijelaskan tentang nilai Confidence
results? index (CI) dan Confidence Limit (CL)
consequences and cost of
alternatives
performed?
HINT: Consider
Could they have occurred by
chance?
Are there confidence limits?
What are they?

C/ Will the results help locally? Yes


9. Can the results be applied to Yes, Metode FASTPlaqueTB dapat diterapkan dalam
your patients/the population of populasi masyarakat karena penelitian ini dilakukan di
interest? Indonesia sehingga tidak ada perbedaan etnis, ras yang
HINT: Do you think your signifikan yang dapat mempengaruhi hasil.
patients/population are so different
from those in the study that the
results cannot be applied?
Such as age, sex, ethnicity and
spectrum bias.
10. Can the test be applied to your
patient or population of interest? Yes, Jika Metode diagnostic FASTPlaqueTB
HINT: Consider dikombinasikan dengan metode pewarnaan ZN karena
Resources and opportunity costs dapat meningkatkan nilai spesifitas dan tidak, jika hanya
Level and availability of expertise digunakan metode FASTPlaqueTB saja, karena nilai
required to sensitifitas dan spesifisitasnya lebih rendah dibandingkan
Interpret the tests metode ZN. Hal lainnya, selama ini pemerintah
Current practice and availability menggunakan metode ZN untuk diagnostic TB, sehingga
of services untuk cost nya jauh lebih murah metode ZN. Sehingga
Pilihannya hingga sekarang metode ZN yang efektif dan
efisien digunakan.
11. Are the benefits worth the Yes No
harms and costs? Yes, menurut saya, penelitian ini memiliki manfaat yang
lebih banyak dibandingkan dengan kerugiannya karena
This is unlikely to be addressed by dengan terapi kombinasi dapat dicapai penurunan suhu
the trial. But what do you think? yang lebih cepat.