Anda di halaman 1dari 6

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat Nya penulis dapat
menyelesaikan penyusunan karya ilmiah dengan judul ” PERBEDAAN MEDIA SIRAM PADA
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KACANG KEDELAI”. Dan penelitian ini kami lakukan
pada tanggal 7 Maret 2018 – 15 Maret 2018. Sehingga penulis sangat berharap karya ilmiah ini dapat
bermanfaat bagi kami sebagai media belajar dan masyarakat pada umumnya. Terimakasih penulis sampaikan
kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuannya dalam pembuatan laporan pengamatan
ini. Kami menyadari bahwa laporan pengamatan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan laporan pengamatan ini.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di Indonesia terdapat lebih dari 12.000 jenis kacang-kacangan, diantaranya adalah kacang tanah, kacang
hijau, kacang merah, kapri, koro, dan kedelai. Kacang Kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang
menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan
peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Kedelai
putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok,
sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat.
Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama
dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru di budidayakan masyarakat di luar Asia setelah
1910.
Kacang kedelai termasuk jenis tanaman yang relatif mudah untuk ditanam karena tidak tergantung pada
iklim tertentu. Dengan memperhatikan kecukupan faktor-faktor eksternal seperti air dan mineral, kelembaban
suhu serta cahaya, kacang kedelai dapat tumbuh dengan baik.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada kacang kedelai adalah
air. Pemberian jenis air yang berbeda akan menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Berdasarkan hal
tersebut, kelompok kami pun tertarik untuk meneliti jenis air yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman
kacang kedelai.

1.2 Rumusan Masalah


Tanaman yang sejenis belum tentu sama kualitasnya. Ada yang kualitasnya baik, ada juga yang
kualitasnya buruk. Begitupun dengan perkembangannya. Ada yang berkembang lebih cepat, ada juga yang
relatif lambat. Hal tersebut dipengaruhi oleh perbedaan media yang teraplikasi pada suatu tanaman tersebut.
Rumusan masalah dari karya tulis ini ialah membuktikan apakah perbedaan media yang berupa air yang
digunakan untuk menyiram tanaman berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman kacang
kedelai. Dan air yang digunakan adalah air keran, air cucian beras, air gula, dan air sabun.

1.3 Tujuan Penelitian


Penulisan karya tulis ini dilakukan untuk memenuhi tujuan-tujuan yang diharapkan dapat bermanfaat
bagi pembaca, rekan pelajar, dan bahkan masyarakat Indonesia.
Tujuan-tujuan tersebut ialah:
1. Mengetahui pengaruh perbedaan media siram pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman
2. Mengetahui optimal atau tidaknya pemberian air keran, air gula, air beras, dan air sabun bagi pertumbuhan
kacang kedelai.

1.4 Manfaat Penelitian


Dengan dilakukannya penelitian ini, pembaca dapat mengetahui bagaimana pengaruh perbedaan media
penyiraman (air keran, air sabun, air gula, air cucian beras) pada tumbuhan, khususnya pada kacang kedelai.
Manfaat dari penelitian ini pun dapat diterapkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga
sebagai sumber informasi dalam pengembangan pada teknologi pertanian. Dan tentu saja penilitian yang kami
lakukan ini juga telah menambah wawasan kami sendiri.

1.5 Hipotesis
Tumbuhan kacang kedelai yang diberi perlakuan dengan air cucian beras akan mengalami pertumbuhan
paling optimal dibandingkan dengan kacang kedelai yang diberi perlakuan dengan jenis air yang lain. Hal ini
dikarenakan, air cucian beras sangat berguna sebagai penyubur tanaman. Air cucian beras memiliki kandungan
nutrisi yang berlimpah di antaranya karbohidrat berupa pati sebesar 85-90 persen, protein glutein, selulosa,
hemiselulosa, gula, dan vitamin yang tinggi. Selain itu, air cucian beras merupakan media alternatif pembawa
bakteri Pseudomonas fluorescens. Bakteri tersebut adalah mikroba yang berperan dalam pengendalian petogen
penyebab penyakit karat dan memicu pertumbuhan tanaman.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu organisme. Pertumbuhan memiliki sifat tidak
dapat kembali atau irreversible. Sedangkan perkembangan merupakan proses untuk mencapai kematangan
fungsi suatu organisme. Walaupun berbeda dari segi pengertian, namun kedua proses ini berjalan secara
simultan atau pada waktu yang bersamaan dan saling terkait. Adapun perbedaannya terletak pada faktor
kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu tejadi
perubahan jumlah dan ukuran. Sebaliknya, perkembangan hanya dapat dinyatakan secara kualitatif karena
terjadi perubahan fungsional dalam tubuh suatu organisme sehingga tidak dapat diamati. Secara umum,
pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali degan stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan
sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah
dan mengalami diferensiasi. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk
organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu
pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

2.2 Tumbuhan Kacang Kedelai


2.2.1. Sejarah Singkat
Kedelai (kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu tanaman polong-
polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe.
Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.
Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan
Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat. Kedelai merupakan sumber
utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun
kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.
Kedelai yang dibudidayakan adalah Glycine max yang merupakan keturunan domestikasi dari spesies
moyang, Glycine soja. Dengan versi ini, G. max juga dapat disebut sebagai G. soja subsp. max. Kedelai
merupakan tanaman budidaya daerah Asia subtropik seperti Cina dan Jepang. Sebaran G. soja sendiri lebih luas,
hingga ke kawasan Asia tropik.
Beberapa kultivar kedelai putih dibudidaya di Indonesia, di antaranya adalah 'Ringgit', 'Orba', 'Lokon',
'Davros', dan 'Wilis'. 'Edamame' adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di
Indonesia dan berasal dari Jepang. (sumber: wikipedia)

2.2.2. Klasifikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus : Glycine
Spesies : Glycine max (L.) Merr.
2.2.3. Manfaat Kacang Kedelai
Dilihat dari harganya, kedelai merupakan bahan pangan yang murah dan bergizi. Dengan mengkonsumsi
tiap hari dapat membantu mencegah berbagai macam penyakit. Beberapa manfaat yang bisa dipetik dari kedelai
adalah sebagai berikut:
1. Zat Pembangun
Kedelai banyak mengandung protein yang berfungsi sebagai pembangun tubuh. Selain untuk
perkembangan sel- sel otak pada anak – anak, protein kedelai juga menyehatkan tubuh, meningkatkan stamina,
dan produksi sel tubuh yang baik.

2. Mengurangi Gejala Menopause


Kandungan kedelai berupa fitoestrogen dan isoflavin dapat membantu memberikan rasa nyaman saat
gejala menopause datang. Menopause terjadi karena kadar estrogen tubuh berkurang, sehingga menyebabkan
kulit kering, emosi tak stabil, dan depresi. Maka dengan memperbanyak konsumsi protein kedelai membantu
kebutuhan untuk bertahan dari efek gejala menopause.
3. Mencegah Osteoporosis
Peptida hasil kedelai dicerna dalam tubuh ternyata mengandung banyak kalsium. Dan dengan bantuan
produksi kalsium dari kedelai dapat membantu kita mencegah osteoporosis. Kedelai dapat membantu anak –
anak menambah asupan kalsium selain dari susu berkalsium.
4. Mencegah Atherosclerosis
Karbohidrat berupa serat kasar yang terdiri dari zat – zat pembakar lemak dalam tubuh, usus, atau
pembuluh darah. Karbohidrat jenis ini yang terkandung dalam kedelai yang bisa mencegah Atherosclerosis.
5. Anti Aging
Kandungan isoflavin dalam kedelai ternyata bersifat anti aging. Senyawa ini akan larut dalam air.
Isoflavin sangat baik untuk membantu menangkal radikal bebas penyebab penuaan dini.

6. Mencegah Kanker
Isoflavin adalah kandungan ajaib dalam kedelai yang mampu mencegah penyakit seperti : kanker
payudara, usus besar, kanker prostat, paru – paru, kanker perut ataupun rahim.

2.3. Indikator
A. Air Keran
Air keran mengandung pestisida. Air keran juga bagus digunakan sebagai media siram untuk tanaman.
Hal itu juga karena air keran mengandung mineral yang tinggi. Tetapi air keran yang mengandung kaporit
berlebih justru berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
B. Air Cucian Beras
Air cucian beras merupakan media alternatif pembawa bakteri Pseudomonas fluorescens. Bakteri
tersebut adalah mikroba yang berperan dalam pengendalian petogen penyebab penyakit karat dan memicu
pertumbuhan tanaman. Air cucian beras memiliki kandungan nutrisi yang melimpah di antaranya karbohidrat
berupa pati sebesar 85-90 persen, protein glutein, selulosa, hemiselulosa, gula, dan vitamin yang tinggi. Media
air cucian beras yang memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, bisa menjadi perantara terbentuknya hormon
auksin dan giberelin pada tumbuhan.

C. Air Gula
Gula terdiri dari 2 jenis, yaitu monosakarida d a n polisakarida. Monosakarida yang terdapat pada gula
akan dapat mempercepat perkecambahan dan pertumbuhan kecambah. Namun apabila media tidak steril, justru
akan terjadi kebusukan karena ledakan populasi mikroorganisme yang akan menginfeksi tanaman
kacang kedelai. Gula terlibat dalam kontrol pertumbuhan dan penuaan tanaman.
D. Air Sabun
Air sabun memiliki tingkat kebasaan yang tinggi (±8). Sehingga sesuai dengan dasar teori yang ada,
bahwa bila tanah bersuasana basa (pH>7.0) biasanya tanah tersebut memiliki kandungan kalsium yang tinggi,
sehingga terjadi fiksasi terhadap fosfat dan tanaman. Karena tanah yang tingkat kebasaannya tinggi pasti
mengandung kalsium yang sangat tinggi. Dan itu sangat dibutuhkan oleh tanaman.

2.4. Faktor Eksternal dan Faktor Internal


2.4.1. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan
tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan (nutrisi), dan suhu.

1. Makanan
Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Tidak
hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk bisa tumbuh dengan baik tetapi juga
beberapa unsure-unsur mineral. Adapun menurut jumlah yang di butuhkan oleh tubuh, unsur mineral ini
dibedakan menjadi 2:
- Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini
meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
- Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini
meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel. Mikro elemen ini betfungsi sebagai
kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan. Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan
mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
2. Air
Tanpa air, tumbuhan tidak dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan tumbuhan. Air
berfungsi antara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzim enzimatik, menjaga kelembapan dan
membentuk perkecambahan pada biji.
3. Suhu
Pada umumnya, tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu dimana tumbuhan dapat
tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan suhu optimum. Suhu paling rendah yang
masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu minimum, sedangkan suhu tertinggi yang
masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maksimum.
4. Kelembapan
Pengaruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara yang lembab
berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.
5. Cahaya
Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat menguraikan auksin.
Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada
hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek dibandingkan waktu gelapnya malam). Adapula
tumbuhan yang berbunga pada hari panjang (lamnya penyinaran matahari lebih lama ketimbang waktu
gelapnya). Mengapa hal itu dapat terjadi? Karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom yang mengatur
pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan tanaman.

2.4.2. Faktor Internal


Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan
hormon.
1. Gen
Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa ditawar. Karena setiap mahluk hidup tentu
saja memiliki gen yang berbeda satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme hidup.
Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menjadi protein, polipeptida atau seuntaian DNA yang memiliki fungsi
bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang
berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali),
sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA ini telah disandi sebagaimana
rupa untuk menentukan bentuk dan pewarisan sifat dari induknya.
2. Hormon
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular,
termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan ini peran hormon ini sangatlah penting. Contoh
hormone yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara lain: auksin, giberelin, asam
absisat, asam traumalin, kalin, dan gas etilen.

BAB III
METODOLOGI PENGAMATAN DAN PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Pengamatan


Tempat pengamatan dilakukan dirumah saya sendiri yaitu di RT IV Kel. Parsoburan Tengah. Dan waktu
pengamatan dimulai dari tanggal 7 Maret 2018 – 15 Maret 2018. Tanaman kedelai tersebut disiram pada
pagi hari dan sore hari.

3.2 Alat dan Bahan


Alat :
Cangkul
Polybag 4 buah
Sekop
Bahan :
Benih kacang kedelai
Air keran
Air cucian beras
Air sabun
Air gula
Tanah

3.2 Metode Penelitian


Metode penelitian ini, dilakukan dengan cara observasi langsung. Penelitian dilakukan selama tiga
minggu dengan menanam biji kacang kedelai pada polybag yang telah dilubangi dengan agar air dapat diserap
dengan baik dan tidak tersumbat.
Biji kacang kedelai yang telah ditanam pada 4 buah polybag tersebut disiram pada pagi dan sore hari
setiap harinya. Air yang digunakan untuk menyiram tanaman pertama merupakan air keran, tanaman kedua
disiram dengan air beras, tanaman ketiga disiram dengan air gula, sedangkan tanaman keempat disiram dengan
air sabun.
Intensitas cahaya yang diterima kedua tanaman tersebut sama karena disimpan di tempat terbuka dan
berdekatan. Volume air yang digunakan untuk menyiram keempat tanaman kurang lebih sama. Keempat
tanaman tersebut tidak diberi pupuk sama sekali.

3.3 Langkah Kerja


Berikut merupakan langkah-langkah letika proses penanaman dan pengamatan kacang kedelai:
1. Masukkan tanah yang telah disiapkan ke dalam keempat Polybag.
2. Memupuk tanah dengan pupuk kompos secukupnya untuk setiap Polybag yang berisi tanah dan tanah
kemudian diaduk agar pupuk dan tanah bercampur.
3. Tanah dalam Polybag yang sudah diberi pupuk kemudian diberi air secukupnya.
4. Tanam benih kedelai dengan membuat 4 lubang (jangan terlalu dalam) pada masing-masing polybag dan
diberi benih sebanyak 1 biji pada masing-masing lubang (tutup lubang jangan terlalu menekan).
5. Lakukan penyiraman rutin setiap hari (setiap pagi dan sore) dengan menggunakan media siram yang
berbeda (air keran, air cucian beras, air sabun, air gula) untuk setiap Polybag.
6. Ukurlah panjang daun, tinggi batang, serta berapa jumlah daun yang muncul setiap harinya, lalu masukkan
hasil pengamatan tersebut kedalam tabel pengamatan.
7. Perhatikan proses pertumbuhan yang terjadi pada setiap kacang kedelai yang telah disirami jenis air yang
berbeda.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Ming Perubahan Panjang / Tinggi Tanaman
Tanggal
gu ke Air Keran Air Beras Air Gula Air Sabun
7 Maret PB : 0-15 cm PB : 1-20 cm PB : 0-17 cm PB : 0-12 cm
1 2018 – 15 LD : 0-3 cm LD : 0-3 cm LD : 0-3 cm LD : 0-3 cm
Maret 2018 JD : 0-12 helai JD : 0-12 helai JD : 0-4 helai JD : 0-4 helai

LAMPIRAN

Hari Perubahan Panjang / Tinggi Tanaman


Tanggal
ke Air Keran Air Beras Air Gula Air Sabun

7 Maret Batang : 1 cm
1 - - -
2018 mulai berkecambah

Batang : 2,5 cm Batang : 2 cm Batang : 2 cm


8 Maret Batang : 1 cm
2 Daun: 0,5 cm Daun: 0,5 cm Masih
2018 Masih berkecambah
Jml. Daun: 2 helai Jml. Daun: 2 helai berkecambah
Batang : 4 cm Batang : 6 cm Batang : 5 cm Batang : 4 cm
9 Maret
3 Daun: ± 1 cm Daun: ± 1 cm Daun: ± 1 cm Daun mulai
2018
Jml. Daun: 2 helai Jml. Daun: 2 helai Jml. Daun: 2 helai terbuka
Batang : 8 cm
Batang : 6 cm Batang : 9 cm Batang : 7,5 cm
10 Maret Daun: ± 1,5 cm
4 Daun: ± 1,5 cm Daun: ± 1,5 cm Daun: ± 1,5 cm
2018 Jml. Daun: 2
Jml. Daun: 4 helai Jml. Daun: 4 helai Jml. Daun: 4 helai
helai
Batang : 11 cm
Batang : 8 cm Batang : 11 cm Batang : 10 cm
11 Maret Daun: ± 1,5 cm
5 Daun: ± 1,5 cm Daun: 2 cm Daun: ± 1,5 cm
2018 Jml. Daun: 4
Jml. Daun: 4 helai Jml. Daun: 4 helai Jml. Daun: 4 helai
helai
Batang : 15 cm
Batang : 14 cm Batang : 17 cm Batang : 11 cm
12 Maret Daun: 2cm
6 Daun: 2 cm Daun: 2,5 cm Daun: 2,2 cm
2018 Jml. Daun: 4
Jml. Daun: 8 helai Jml. Daun: 8 helai Jml. Daun: 4 helai
helai
Batang : 18 cm
Batang : 15 cm Batang : 20 cm Batang : 17 cm
13 Maret Daun: 3 cm
7 Daun: 3 cm Daun: 3 cm Daun: 3 cm
2018 Jml. Daun: 4
Jml. Daun: 12 helai Jml. Daun: 12 helai Jml. Daun: 4 helai
helai
8 14 Maret Batang : 16 cm Batang : 22 cm Batang : 18 cm Batang : 21 cm
2018 Daun: 3,5 cm Daun: 4 cm Daun: 3,5 cm Daun: 4 cm
Jml. Daun: 14 helai Jml. Daun: 14 helai Jml. Daun: 6 helai Jml. Daun: 12
helai
9 15 Maret Batang : 17 cm Batang : 24 cm Batang : 20 cm Batang : 22,5 cm
2018 Daun: 3,7 cm Daun: 4,5 cm Daun: 3,7 cm Daun: 4,5 cm
Jml. Daun: 17 helai Jml. Daun: 14 helai Jml. Daun: 8 helai Jml. Daun: 7
helai