Anda di halaman 1dari 18

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

1. Jelaskan secara terinci semua aspek yang berhubungan dengan sebuah penelitian, ditinjau
dari sisi peneliti dan proses penelitian itu sendiri. Jelaskan tahapan-tahapan yang harus
dilakukan dalam sebuah penelitian.
Jawab:
- Metodologi penelitian merupakan sebuah proses ilmiah berupa cara untuk
memperoleh data yang dapat digunakan dalam kepentingan penelitian ilmiah. Suatu
metodologi adalah analisis teoretis tentang suatu metode. Sedangkan penelitian
merupakan penyelidikan secara ilmiah dan sistematis dalam rangka mengembangkan
pengetahuan.
Penelitian juga merupakan usaha yang sistematis dan terstruktur dalam menyelidiki
suatu permasalahan yang membutuhkan jawaban yang ilmiah. Hakikat penelitian bisa
dipahami dengan cara mempelajari segala aspek mengenai motif untuk melakukan
penelitian.
- Proses yaitu suatu rangkaian langkah-langkah sistematis guna mendapatkan pemecahan masalah atau
mendapatkan jawaban dari suatu penelitian tertentu.

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan diantaranya ialah:


- Mengidentifikasi masalah/Mencari permasalahan: Tahap ini, peneliti harus terlebih
dahulu mencari apa masalah yang hendak diteliti.
- Merumuskan masalah: Dimana pada tahap ini merupakan kelanjutan dari penemuan
masalah yang kemudian peneliti membuat rumusan masalah berdasarkan masalah-
masalah yang akan diteliti. Buatlah secara operasional dan membuat batasan-batasan
masalahnya terutama dalam menentukan ruang lingkup masalah yang diteliti.
- Mengadakan studi pendahuluan: Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengumpulkan informasi-informasi berkaitan dengan masalah yang akan diteliti.
Sehingga dapat dapat diketahui keadaan atau kedudukan masalah tersebut baik
secara teoritis maupun praktis. Pengetahuan yang diperoleh dari studi pendahuluan sangat
berguna untuk menyusun kerangka teoritis tentang pemecahan masalah dalam bentuk
hipotesis yang akan diuji kebenarannya melalui pelaksanaan penelitian lapangan. Studi
pendahuluan dapat dilakukan dengan studi dokumenter, kepustakaan dan studi lapangan.
- Merumuskan hipotesis: Hipotesis merupakan dugaan sementara yang akan dibuktikan
kebenarannya melalui penelitian di lapangan.
- Menentukan sampel penelitian: Pada tahap ini, ditentukan obyek yang akan diteliti.
Keseluruhan obyek yang akan diteliti disebut populasi penelitian. Bila dalam penelitian
hanya menggunakan sebagian saja dari populasi, maka dalam hal ini cukup
menggunakan sampel.
- Menyusun rencana penelitian: Tahap ini merupakan pedoman selama melaksanakan
penelitian. Sebagai suatu pola perencanaan harus dapat mengungkapkan hal-hal yang
berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan penelitian, dan memuat hal-hal sebagai
berikut:
 Masalah yang diteliti dan alasan dilakukannya penelitian;
 Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan;
 Tujuan dilakukannya penelitian;
 Manfaat atau kegunaan penelitian;
 Dimana dilakukannya penelitian;
 Jangka waktu pelaksanaan penelitian;
 Organisasi kegiatan dan pembiayaan;
 Hipotesis yang diajukan;
 Teknik pengumpulan data dan pengolahan data;
 Sistematik laopran yang direncanakan;
Menentukan dan merumuskan alat penelitian atau teknik pengumpulan data.

- Tahap Pelaksanaan Penelitian


Dalam tahap ini, ada beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan dengan baik. Diantara
kegiatan dalam pelaksanaan penelitian diantaranya:
- Pengumpulan Data – Kegiatan ini harus didasarkan pada pedoman yang sudah
dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang dikumpulkan melalui kegiatan
penelitian dijadikan dasar dalam menguji hipotesis yang diajukan.
- Analisis Data – Pengolahan data atau analisis ini dilakukan setelah data terkumpul semua
yang kemudian dianalisis, dan dihipotesis yang diajukan diuji kebenarannya melalui analisis
tersebut. Jika jenis data yang dikumpulkan itu berupa data kualitatif, maka pengolahan
datanya dilakukan dengan cara menarik kesimpulan deduktif-induktif, namun jika data yang
dikumpulkan berupa jenis data kuantitatif atau berbentuk angka-angka, maka analisis yang
digunakan menggunakan analisis kuantitatif atau statistika sebelum menarik kesimpulan
secara kualitatif.
- Laporan Penelitian
Untuk kepentingan publikasi, maka penelitian harus dilaporkan kepada orang-orang yang
berkepentingan. Bentuk dan sistematik laporan penelitian dapat berupa artikel ilmiah,
laopran, skripsi, thesis atau disertasi. Tahap laporan penelitian ini merupakan tahap akhir
dalam sebuah proses penelitian.

2. Jelaskan jenis-jenis penelitian dan uraikan secara rinci metoda dan tahap-tahap
pelaksanaannya.
Jawab:
Jenis-jenis penelitian terbagi 4, antara lain:
a. Penelitian Menurut Tujuan
Menuruttujuannya, penelitiandapatdikelompokkanmenjadi :
- Penelitiandasarataumurni (basic research), Jujun S. Suriasumantri (1985)
menyatakanbahwapenelitiandasarataumurniadalahpenelitian yang
bertujuanmenemukanpengetahuanbaru yang sebelumnyabelumpernahdiketahui.
Penelitiandasarpadaumumnyadilakukanpadalaboratorium yang
kondisinyaterkontroldenganketat.
- Terapan (applied research), Jujun S. Suriasumantri (1985)
menyatakanpenelitianterapanadalahbertujuanuntukmempergunakanpengetahuanil
miah yang telahdiketahuiuntukmemecahkanmasalah-masalahkehidupanpraktis.
Penelitianterapandilakukandengantujuanmenerapkan, menguji,
danmengevaluasikemampuansuatuteori yang
diterapkandalammemecahkanmasalah-masalahpraktis.

b. Penelitian Menurut Metode


Menurutmetodenya, penelitiandapatdikelompokkanmenjadi :
- Metode sejarah, Berkenaandengananalisis yang logisterhadapkejadian-kejadian
yang telahberlangsung di masalaludantidakdapatdiulangkembali.
Tidakmungkinlagimengamatikejadian yang akanditeliti. Tujuan penelitian
untukmerekonstruksikejadian-kejadianmasalampausecarasistematisdanobyektif.
- Metodedescriptive, adalahsuatumetodedalammenelitimenggunakan data
padamasasekarang, denganmembuatdeskripsi, gambaran-
gambaranataulukisansecarasistimatismengenaifakta-fakta, sifat-
sifatsertahubunganantarafenomena yang diselidiki. Metode deskriptif
dikelompokkan atas 6 kelompok; metode survey, metode deskripsi
berkesinambungan, metode studi kasus, metode analisis pekerjaan dan aktivitas,
metode studi komperatif, dan metode studi waktu dan gerakan.
- Metode penelitian eksperimen, Melakukanpenelitian di bawahkondisibuatan
(artificial condition), dimanakondisitersebutdibuatdandiaturolehsipeneliti.
Penelitianinidilakukandenganmengadakanmanipulasiterhadapobjekpenelitianserta
adanyabendauji control. Terdapatempatbentukmetodeeksperimenyaitu; pre
experimental, true experimental, factorial, dan quasi-experimental.
- Metode research, adalahmetodepenelitian yang
mendasarkandirikepadafaktadanmenggunakananalisaperbandinganuntukmengada
kangeneralisasiempiris, menetapkankonsep-konsep,
membuktikanteoridanmengembangkanteoridimanapengumpulan data dananalisa
data berjalanpadawaktu yang bersamaan.
- Metode action research (penelitian tindakan), adalahsuatu proses yang
dilaluiolehperoranganataukelompok yang
menghendakiperubahandalamsituasitertentuuntukmengujiprosedur yang
diperkirakanakanmenghasilkanperubahantersebutdankemudian,
setelahsampaipadatahapkesimpulan yang dapatdipertanggungjawabkan,
melaksanakanprosedurini.
c. Penelitian Menurut Tingkat Explanasi
Menuruttingkat explanasi, penelitiandapatdikelompokkanmenjadi :
- Penelitiandeskriptif,
dilakukanterhadapvariabelmandiri,yaitutanpamembuatperbandingan,
ataumenghubungkandenganvariabel yang lain.
- PenelitianKomparatif, suatupenelitian yang
bersifatmembandingkan.variabelnyamasihmandiritetapiuntuksampel yang
lebihdarisatu
- PenelitianAsosiatif, merupakansuatupenelitian yang
mencarihubunganantarasatuvariabeldenganvariabel yang lain.
Minimalterdapatduavariabel yang dihubungkan.

d. Penelitian Menurut Jenis Data


Menurutjenis data, penelitiandapatdikelompokkanmenjadi :
- Data kualitatif,adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skemadangambar.
- Data kuantitatifadalah data yang berbentukangkaatau data kualitatif yang
diangkakan.
- Penelitiandenganpendekatannaturalistik / kualitatifkebanyakandatanyaadalah data
kualitatifwalaupuntidakmenolak data kuantitatif.

3. Uraikan kegunaan studi literatur dan studi pendahuluan dalam sebuah penelitian.
Jawab :
A. Kegunaan atau manfaat Studi Literatur
 Memahami dengan baik sejarah perkembangan dari tema riset yang diangkat serta
berbagai kontroversi yang melingkupinya
 Memahami dengan baik konsep-konsep kunci/gagasan/studi/model utama yang
terkait dengan tema yang Anda teliti
 Mampu mendiskusikan gagasan-gagasan yang berkembang dalam konteks yang
sesuai dengan penelitian yang Anda lakukan
 Mampu melakukan evaluasi atas hasil karya orang lain
 Menghindari membuat ulang (reinventing the wheel) sehingga banyak menghemat
waktu dan juga menghindari kesalahan- kesalahan yang pernah dilakukan oleh orang
lain.
 Mengidentifikasikan metode yang pernah dilakukan dan yang relevan terhadap
penelitian ini.
 Meneruskan apa yang penelitian sebelumnya telah dicapai sehingga dengan adanya
studi pustaka ini, penelitian yang akan dilakukan dapat membangun di atas landasan
(platform) dari pengetahuan atau ide yang sudah ada.
B. Kegunaan atau manfaat Studi Pendahuluan
 Melaluistudipendahuluanpenelitidapatmengetahui:
1. Mungkindiketemukanbahwa orang lain
sudahberhasilmemecahkanmasalahsehinggatidakperlulagiditeliti.
2. Mungkindapatdiketahuihal-hal yang
relevandenganmasalahsehinggamemperkuatkeinginanuntukmeneliti
3. Apabilaada orang lain yang kebetulanmenelitimasalah yang
samaataubelumterjawabmasalahnya,
makapenelitidapatmengetahuimetodeapa yang digunakan, hasil-hasilapa
yang telahdicapai, bagianmanadaripenelitianitu yang belumterselesaikan,
faktor-faktorapa yang mendukungdan yang menjadihambatan.
4. Kemungkinanpenghematan yang dapatdilakukan, baikdarimasalahtenaga,
waktu, maupunbiaya
 Melaluistudipendahuluanpenelitijugadapatmengetahui:
1. Lebihjelasapa yang akanditeliti.
2. Dari siapainformasidapatdiperoleh
3. Bagaimanacaramemperoleh data atauinformasi
4. Menentukandengantepatcara yang digunakanuntukmenganalisis data
5. Bagaimanaharusmengambilkesimpulandanmanfaatpenelitian.

4. Apa yang dimaksud dengan abstrak dari sebuah karya ilmiah. Komponen apa saja yang
harus ada pada penulisan abstrak.
Jawab :
Abstrak merupakan sebuah ringkasan isi dari sebuah karya tulis ilmiah yang ditujukan
untuk membantu seorang pembaca agar dapat dengan mudah dan cepat untuk melihat
tujuan dari penulisannya. Di dalam dunia akademik, tulisan pendek ini digunakan oleh
institusi/lembaga/organisasi pendidikan sebagai informasi awal atas sebuah penelitian
ketika dimasukkan dalam jurnal, konferensi, lokakarya, atau yang sejenisnya. Dalam
dunia maya (internet), sebuah abstrak digunakan sebagai gambaran singkat atas sebuah
karya tulis ilmiah/penelitian untuk dibaca, sebagaimana halnya sebuah “display” model
pakaian dipajang untuk dilihat atau diuji pakai sebelum dibeli. Selanjutnya, bagian
lengkap sebuah penelitian dijual kepada mereka yang berminat untuk mendapatkannya.
Struktur penulisan sebuah abstrak yang terjadi saat ini menggambarkan ketidakpastian
konsep atau ketidakjelasan panduan yang dimiliki tentang susunan yang jelas dari sebuah
abstrak. Alasan atau pandangan atas perbedaan yang terjadi di dunia akademik tidak
dibahas dalam tulisan ini karena saat ini yang lebih penting meluruskan dan atau
menyamakan pandangan tentang penulisan sebuah abstrak yang baik. Penulisan sebuah
abstrak harusnya memperhatikan:
1. Struktur Paragraf.
Sebuah abstrak ditulis dalam satu paragraf yang menerangkan keseluruhan isi tulisan
secara singkat dan jelas. Penulisannya tidak melakukan indensasi pada kalimat pertama
paragraf. Single space adalah pilihan yang dimiliki oleh penulis untuk menyusun kalimat
dalam paragrafnya. Lebih dalam, kadang seorang pembimbing Skripsi/Tesis/Disertasi
mengatur hingga pada penggunaan jenis huruf dan ukuran tertentu.
2. Jumlah kata.
Idealnya sebuah paragraf terdiri dari 150 sampai dengan 200 kata. Namun, pertimbangan
jumlah kata yang paling tepat dalam penulisan Skripsi, Tesis, ataupun disertasi biasanya
bergantung pada pertimbangan pandangan pembimbing (supervisor) yang mendampingi
seorang mahasiswa dalam penulisannya. Seorang supervisor harusnya tidak
mempertimbangkan jumlah kata sebagai acuan utama penulisan paragraf, karena bagian
utama justru isi (content) paragraf.
3. Isi paragraf.
Pada saat pembimbingan, seorang supervisor mengedepankan 4 bagian empiris dari
sebuah abstrak. Pertama, indentifikasi fokus penelitian dijelaskan secara singkat agar
pembaca memahami apa yang diamati oleh seorang peneliti di dalam penelitiannya.
Kedua, penulis perlu menggambarkan secara jelas desain penelitian yang dilakukan
dalam proses pencarian jawaban atau solusi atas persoalan yang diangkat di dalam
penelitiannya. Desain langkah penyelesaian masalah ini oleh mahasiswa lazim dikenal
dengan istilah Metode Penelitian. Ketiga, selanjutnya penulis akan menjelaskan hasil
temuannya kepada pembaca. Beberapa peneliti menganggap hasil temuan yang diungkap
tidak perlu mengungkap pembahasan yang dilakukan karena hal itu justru akan membuat
pengulangan isi tulisan. Jelas maksudnya karena bagian pembahasan temuan penelitian
juga diurai di dalam bagian kesimpulan. Keempat, perlunya bagian kesimpulan di dalam
sebuah tulisan juga terlihat di dalam sebuah abstrak yang tetap mendapatkan perhatian
penting sebagai bagian akhir dari paragraf. Pada bagian ini kadangkala sejumlah peneliti
menyisipkan rekomendasi penelitian namun tanpa pembahasan atau uraian yang panjang.
Lebih lanjut, tidaklah lazim sebuah abstrak diisi oleh nama si penulis serta para
pembimbing tulisannya, apalagi hal itu ditulis dalam huruf cetak tebal.
Penulisan abstrak memang tidak bisa diselesaikan dalam satu kali penulisan. Sama halnya
dengan penulisan esei (essay), penulisan abstrak juga memerlukan latihan agar bisa
menciptakan hasil tulisan yang baik. Saat ini panduan penulisan menggunakan APA
(American Psychology Association) style telah populer digunakan di perguruan tinggi.
Meskipun panduan penulisan ini bukanlah satu-satunya panduan penulisan yang ada,
APA style menjadi pilihan banyak para penulis dikarenakan pertimbangan panduan ini
digunakan oleh banyak perguruan tinggi di dunia sehingga juga memundahkan
penyesuaian dan penerimaannya.

5. Jelaskan sistematika dan faktor-faktor apa saja yang harus tercakup dalam:
a) Pembuatan proposal penelitian yang baik
b) Penulisan laporan hasil penelitian yang baik

Jawab:

a) Sistmatika dan factor-faktor yang harus tercakup dalam pembuatan proposal penelitian
yang baik adalah:

 Sistematika proposal penelitian

Bentuk suatu proposal yang berlaku di suatu lembaga kadang-kadang berbeda dengan
yang berlaku di lembaga lain. Namun, menilik tujuan dan fungsinya, unsur- unsur
yang termuat dalam suatu proposal penelitian, sepatutnya meliputi :

 keberadaaan penelitian terhadap masalah yang bersangkutan,


 pernyataan masalah dan hipotesis,
 jenis data yang diperlukan,
 sumber data atau subjek penelitian,
 alat pengumpul data,
 analisis data yang dilakukan, dan
 rencana kegiatan.

Unsur-unsur yang termuat dalam proposal itu disusun dalam suatu sistematika
tertentu. Untuk pegangan mungkin sistematika proposal yang berlaku di lingkungan
Ditjen Dikti Depdikbud bisa dijadikan pegangan (dengan catatan bila di lembaga tempat
diajukannya proposal anda belum ada panduan resmi).
Setelah proposal diterima, biasanya dibuat suatu kerangka acuan yang akan
dijadikan pegangan, baik oleh penyandang dana maupun oleh peneliti. Sistematika
kerangka acuan sedikit berbeda dengan sistematika proposal.

 Factor-faktor yang harus tercakup dalam pembuatan proposal:

 PENDAHULUAN
 Latar Belakang
 Identifikasi Masalah
 Batasan Masalah
 Rumusan Masalah
 Tujuan Penelitian
 Manfaat Penelitian
 TINJAUAN PUSTAKA
 Kajian Teori
 Kerangka Berfikir
 Hipotesis
 PROSEDUR PENELITIAN
 Jenis dan Pendekatan Penelitian
 Waktu dan Tempat Penelitian
 opulasi dan Sampel
 Teknik Pengumpulan Data
 Instrumen Penelitian
 Teknis Analisis Data

b) Sistmatika dan factor-faktor yang harus tercakup dalam pembuatan laporan hasil
penelitian yang baik adalah:

 Sistematika Laporan Penelitian

Laporan lengkap penelitian seharusnya disusun dengan format dan sistematika

disesuaikan dengan aturan yang berlaku di lembaga yang akan menerima laporan itu.

Meskipun demikian, ada keuniversalan dari isi yang dituangkan dalam laporan, yaitu

sekurang-kurangnya terdiri dari bab pendahuluan, bab yang menguraikan acuan teori,
bab yang menjelaskan tentang prosedur penelitian, bab yang menjelaskan hasil

penelitian dan pembahasannya, dan bab yang menguraikan kesimpulan dan implikasi.

Pada halaman awal biasanya dicantumkan pula abstrak penelitian, yang berisi uraian

yang sangat ringkas yang berisi apa masalah, bagaimana menelitinya dan kesimpulan

apa yang diperoleh (biasanya sekitar setengah halaman kuarto diketik satu spasi).

Bab pendahuluan berisi uraian tentang latar belakang dilaksankannya penelitian,

rmusan masalah, tujuan, dan kepentingan penelitian. Bab acuan teori, atau sering juga

diberi label tinjauan pustaka, berisi uraian tentang teori-teori yang diambil dari disiplin

ilmu pengetahuan tertentu yang dijadikan acuan penelitian yang dilakukan. Mengacu

kapada teori yang dijadikan acuan, pada bab ini juga dirumuskan definisi operasional

variabel yang diukur atau diteliti, asumsi-asumsi yang diajukan, dan hipotesis-hipotesis

yang akan diuji dengan data hasil penelitian. Bab prosedur penelitian berisi uraian tentang

subjek yang dilibatkan dalam penelitian serta bagaimana menentukan dan memilihnya,

rancang bangun (desain) atau metode penelitian yang digunakan dan bagaimana menguji

kevalidan kereliabelannya serta berapa derajat kevalidan dan kereliabelan instrumen itu

(bila dilakukan pengujian secara empirik), dan metode atau teknik analisis data yang

digunakan. Bab hasil penelitian dan pembahasan berisi rangkuman data yang diperoleh

dan pembahasannya. Bab kesimpulan dan implikasi berisi uraian tentang apa

kesimpulan yang diperoleh dan apa implikasi dari diperolehnya kesimpulan itu.

 Factor-faktor yang harus tercakup dalam penulisan laporan hasil penelitian yang baik
adalah sebagai berikut:

 PENDAHULUAN
 Latar Belakang Masalah
 Identifikasi Masalah
 Pembatasan Masalah
 Perumusan Masalah
 Tujuan
 Hipotesis (jika diperlukan)

 KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR


 Kajian Teori
 Kerangka Berpikir

 METODOLOGI PENELITIAN
 Metode dan Desain Penelitian
 Variabel Penelitian
 Populasi dan Sampel
 Instrumen Penelitian
 Teknik Pengumpulan Data
 Teknik Analisis Data
 Prosedur Penelitian

 HASIL PENELITIAN
 Deskripsi Data Hasil Penelitian
 Pembahasan Hasil Penelitian
 Pengujian Hipotesis

 KESIMPULAN DAN SARAN


 Kesimpulan
 Saran
 DAFTAR PUSTAKA
 LAMPIRAN-LAMPIRAN
 Karya Tulis Ilmiah
 Ringkasan (Summary)
 Abstrak

6. Jelaskan tentang teknik presentasi yang baik dan efektif dalam menyampaikan hasil
penelitian dan karya ilmiah dalam sebuah forum ilmiah.

JAWAB :

Teknik Presentasi merupakan salah satu hal yang perlu dikuasai di era teknologi dan
komunikasi saat ini. Selain itu, presentasi juga merupakan satu bagian tak terpisahkan
dari kegiatan ilmiah di perguruan tinggi, seperti penelitian, pengabdian pada masyarakat,
penulisan karya ilmiah, dan lain-lain. Dengan presentasi, kita berusaha
mengkomunikasikan hasil penelitian, atau ide kita secara langsung kepada pendengar
yang berarti juga pada komunitas ilmiah (thought collective). Namun tidak semua orang
menguasai teknik presentasi yang baik. Bahkan bagi sebagian orang presentasi
merupakan suatu hal yang menakutkan sehingga tidak jarang banyak yang gagal saat
melakukannya.
Banyak orang yang pandai dalam menulis suatu artikel ilmiah, namun kurang mampu
untuk menyampaikannya dalam forum ilmiah. Selain itu sering juga kita menyaksikan
suatu karya ilmiah yang sangat bagus namun disajikan (dipresentasikan) dengan tidak
bagus, sehingga mengurangi sasaran yang ingin dicapai dalam karya ilmiah tersebut tidak
sampai, selain itu juga dapat mengurangi kualitas dari karya ilmiah tersebut. Jadi untuk
memperesentasikan suatu karya ilmiah membutuhkan beberapa persyaratan tertentu,
karena presentasi merupakan cara untuk menjelaskan sesuatu (ide, opini, kasus, solusi,
informasi dll) kepada kumpulan orang yang dapat dilakukan baik dengan bantuan
teknologi maupun tidak.
Orang yang pintar secara logika (baca: IQ tinggi) belum tentu bisa menjadi presenter
yang baik. Bisa dikatakan presenter yang hebat dipastikan punya kecerdasan komunikasi
yang tinggi. Kecerdasan komunikasi ini menjadi salah satu kecerdasan yang paling
dominan yang menentukan kesuksesan seseorang (menurut penelitian beberapa
perusahaan di Amerika) kecerdasan logik ternyata hanya menempati urutan dibawah 10
besar. Kecerdasan komunikasi seseorang tak ubahnya seperti kecerdasan lainnya, yang
merupakan potensi yang diturunkan secara genetis, namun demikian komunikasi
merupakan suatu hal yang dapat dipelajari oleh seseorang, sehingga memungkinkan bagi
setiap orang untuk mampu berkomunikasi dengan baik.
Dalam tulisan ini ditampilkan berbagai tips atau cara untuk melakukan presentasi yang
baik yang dikutip dari berbagai sumber. Namun untuk penyempurnaan sebuah presentasi
perlu digabung dengan kemampuan dan bakat pribadi yang dimiliki oleh presenter agar
presentasi dapat lebih menarik.

7.1.1. Persiapan yang Matang


Persiapan merupakan 90% bagian dari presentasi, dan sisanya sebesar 10% adalah
penyajian dan diskusi. Meskipun anda menguasai subyek dan mampu berbicara penuh
wibawa, persiapan yang cermat tetap diperlukan, paling tidak untuk dua alasan penting :
(1) Menemukan informasi lebih lanjut tentang subyek untuk disarikan bagi hadirin.
Pilihlah informasi yang menonjol. Jika tidak memiliki cukup informasi, sebaiknya
tidak memberikan presentasi;
(2) Memasarkan gagasan kepada hadirin serta memperoleh dan mempertahankan
perhatian hadirin.
Langkah-langkah persiapan itu adalah: (1) analisis sasaran, (2) survei lokasi, (3)
kerangka & struktur, (4) penelitian & penerapan, (5) penulisan, (6) visualisasi & media,
(7) latihan, dan (8) penyampaian/penyajian. Namun, kedelapan tahap tersebut tidak
berarti jika pembicara tidak menguasai subyek dan pengetahuan penunjang lainnya.

7.1.2. Persiapan Bahan Presentasi


Bahan presentasi dapat dikemas lebih menarik dan tidak membosankan berkat bantuan
teknologi yang berkembang pesat saat ini. Anda dapat menggunakan bahan presentasi
yang sederhana tetapi canggih menggunakan media powerpoint atau menggunakan bahan
presentasi yang lebih interaktif dengan multimedia builder (bisa pake flash).
Tujuan bahan presentasi adalah semata-mata sebagai guiden (panduan) agar materi
presentasi tidak keluar dari bahan yang telah kita tetapkan. Seorang presenter yang
pandai berbicara seringkali lupa dan keluar dari materi yang seharusnya dipresentasikan
dan tidak sesuai dengan alur presentasi yang disiapkan. Oleh karena itu sampaikan bahan
yang akan disampaikan dalam media presentasi pokok-pokok pikiran untuk menjaga alur
presentasi (biasanya berupa pointer-pointer bahasan).

7.1.3. Pelaksanaan Presentasi


Dalam memberikan presentasi, sebelumnya anda harus mempersiapkan diri dengan baik.
Penampilan anda mencerminkan keberhasilan presentasi anda. Gunakan pakaian dan
asesoris diri sesuai dengan tema presentasi. Gunakan pakaian terbaik yang anda punya
dan pastikan pakaian anda sesuai kombinasi antara bawahan dan atasan. Dalam forum
presentasi antar perguruan tinggi, anda dapat menggunakan pakaian yang
dikombinasikan dengan Jas Almamater untuk menegaskan dari mana anda berasal. Yang
tak kalah penting dari penampilan diri anda adalah tampilan yang rapi pada rambut anda.

7.1.4. Hal-hal Yang perlu diperhatikan dalam Presentasi


Beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian dalam presentasi antara lain adalah ;
a. Kuasai Lingkungan. Penguasaan lingkungan diperlukan untuk menghindari tambahan
tekanan mental ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Trik yang dapat
dilakukan adalah: datanglah sesaat sebelum presentasi dimulai, sehingga anda cukup
waktu untuk: mempersiapkan sarana presentasi (mencoba sound, LCD, Laptop,
pointer, atau bahkan sampai merancanakan akan berdiri dimana ketika anda
presentasi). Atur skenario dengan moderator (jika moderatornya teman anda) agar
anda tidak kaget jika terjadi perubahan skenario secara mendadak oleh moderator
(termasuk alokasi waktu yang disediakan moderator untuk anda)
b. Perhatikan audience. Tataplah audience secara merata dan bergantian, sehingga
mengesankan bahwa anda sangat memperhatikan mereka. Jangan palingkan
pandangan anda pada langit-langit atau lantai sehingga mengesankan anda tidak
percaya diri.
c. Bicara lugas. Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas, yang mengesankan anda
tidak sombong (jangan memakai bahasa luar angkasa walaupun sebagian audience
mengerti maksudnya).
d. Jelaskan media. Media presentasi hanya sebagai guiden (tuntunan) untuk menjaga
alur presentasi. Hindari membaca media presentasi kata-perkata (apalagi titik koma di
baca sekalian), Kalau perlu hapalkan penjelasan tiap pointer pada powerpoint untuk
mengesankan bahwa anda benar-benar menguasai yang anda tulis pada slide
presentasi.

7.1.5. Penggunaan Power Point


Dengan kemajuan teknologi, bahan presentasi dapat dikemas lebih menarik dan tidak
membosankan. Anda dapat menggunakan bahan presentasi yang sederhana tetapi
canggih, menggunakan media powerpoint atau menggunakan bahan presentasi yang lebih
interaktif dengan multimedia builder. Tujuan bahan presentasi adalah semata-mata
sebagai guiden (panduan) agar materi presentasi tidak keluar dari bahan yang telah kita
tetapkan. Seorang presenter yang pandai berbicara seringkali lupa dan lepas dari materi
yang seharusnya dipresentasikan dan tidak sesuai dengan alur presentasi yang disiapkan.
Oleh karena itu sampaikan bahan yang akan disampaikan dalam media presentasi pokok-
pokok pikiran untuk menjaga alur presentasi (biasanya berupa pointer-pointer bahasan).
Pada penggunaan media Powerpoint, usahakan jangan terlalu banyak menggunakan
animasi dan sound yang tidak perlu, karena audience akan menganggap anda pamer
media presentasi. Gunakan animasi dan sound seperlunya hanya diperlukan (misalnya
jika menjelasakan proses perubahan grafik, gunakan animasi gerak yang menunjukkan
proses.
Gunakan theme yang simple (kalau bisa bermakna sesuai dengan tema presentasi).
Penggunaan warna theme yang mencolok tidak dianjurkan (walaupun anda ingin
menampilkan kesan ceria). Gunakan juga gradasi warna yang kontras antara background
dengan tulisan, sehingga audience dapat dengan mudah menangkap (membaca)
presentasi anda. Usahakan menggunakan font tidak lebih kecil dari 24 (tergantung juga
pada jenis font-nya).
Gunakan animation effect seperlunya saja pada tampilan presentasi. Jangan
menggunakan animation effect pada seluruh tampilan, karena hal tersebut seolah-olah
anda menuntun (bahkan lebih ekstremnya “memaksa”) audience untuk membaca sebaris
demi baris kata-kata pada presentasi anda. Kadang-kadang audience menginginkan
melihat keseluruhan slide secara utuh secara langsung daripada penampilan baris-
perbaris.
Akhirnya uji penampilan presentasi anda kepada teman atau saudara anda dari segi
penampilan dan konsistensi penulisan. Kalau perlu ada uji pada tampilannya pada slide
projector (LCD) untuk meyakinkan anda bahwa tampilan animasi, sound, theme dan
warna dapat ditangkap dengan jelas dan sesuai dengan tema presentasi.
7.1.6. Menghindari Stress
Sangat manusiawi bila seseorang mengalami stress pada saat akan melakukan presentasi.
Jangan biarkan stress terus menyertai anda dari awal hingga akhir presentasi. Beberapa
hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi stress adalah :
a. Persiapan yang baik. Anda harus mepersiapkan segala sesuatunya dengan baik
sehingga anda tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu.
b. Warming Up. Anda dapat melakukan sedikit warming up untuk menghindari stress
akibat tekanan yang terjadi ketika tampil di depan publik. Gunakan trik berikut:
- Duduk santai dengan menyandarkan badan pada kursi : Tarik nafas dalam-dalam
lewat hidung dan keluarkan lewat mulut. Ulangi beberapa detik sampai anda
merasa lega (jangan terlalu lama, karena akan menambah stress bagi anda)
- Lemaskan otot-otot leher (biasanya otot leher yang kaku menyebabkan tekanan
pada pikiran). Geleng-gelengkan kepala (kalau perlu putar kepala) beberapa kali
(ini juga jangan terlalu lama, karena anda akan keringatan)
- Sambil duduk, goyangkan badan anda kekiri dan kekanan (gerak menengok
kebelakang disertai badan) beberapa kali.
- Terakhir lemaskan pergelangan kaki dengan menggerakakan pergelangan kaki.
- Selanjutnya anda siap berdiri dan menyampaikan materi

7. Jelaskan bagaimana teknik pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data pada
sebuah penelitian eksperimental kuantitatif.
Jawab:

ANALISIS DATA PENELITIAN KUANTITATIF

Analisis data disebut juga pengolahan data dan penafsiran data. Analisi data
adalah rangkaian kegiatan penelaahan, pengelompokan, sistematisasi, penafsiran dan
verivikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai social, akademis dan ilmiah.
Kegiatan dalam analisis data adalah : mengelompokan data berdasarkan variabel dan
jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh responden,
menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab
rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis, langkah terakhir
tidak dilakukan. Tujuan analisa menurut Sofian Effendi dalam bukunya Metode
Penelitian Survai (1987 : 231) adalah menyederhanakan data dalam bentuk yang lebih
mudah dibaca dan diinterpretasi. Dalam penelitian strukturalistik, data yang berupa
kualitatif (kata-kata) dikuantifikasikan terlebih dahulu kemudian dianalisis secara
statistikan bertujuan untuk menjelaskan fenomena, menguji hipotesis kerja dan
mengangkat sebagai temuan berupa verifikasi terhadap teori lama dan teori baru.
Sedangkan dalam penelitian naturalistik data bisa berupa kata-kata maupun angka. Data
yang bersifat kuantitatif (angka) tidak perlu dikualitatifkan terlebih dahulu dan tidak
menguji hipotesis/teori, melainkan untuk mendukung pemahaman yang dilakukan oleh
data kualitatif dan menghasilkan teori baru.
1. Tujuan Analisis Data Kuantitatif

Analisis data dimaksudkan untuk memahami apa yang terdapat di balik semua
data tersebut, mengelompokannya, meringkasnya menjadi suatu yang kompak dan mudah
dimengerti, serta menemukan pola umum yang timbul dari data tersebut.

Dalam analisis data kuantitatif, apa yang dimaksud dengan mudah dimengerti dan pola
umum itu terwakili dalam bentuk simbol-simbol statistik, yang dikenal dengan istilah
notasi, variasi, dan koefisien. Seperti rata-rata ( u = miu), jumlah (E = sigma), taraf
signifikansi (a = alpha), koefisien korelasi (p = rho), dan sebagainya.

Metode Analisis Data Penelitian Kuantitatif

Dalam menganalisa data penelitian strukturalistik (kuantitatif) hendaknya konsisten


dengan paradigma, teori dan metode yang dipakai dalam penelitian. Ada perbedaan
analisa data dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif,
analisa data yang dilakukan secara kronologis setelah data selesai dikumpulkan semua
dan biasanya diolah dan dianalisis dengan secara computerized berdasarkan metode
analisi data yang telah ditetapkan dalam desain penelitian.

Prinsip-prinsip Analisis Data

Dalam proses menganalisa data seringkali menggunakan statistika karena memang salah
satu fungsi statistika adalah menyederhanakan data. Proses analisa data tidak hanya
sampai disini. Analisa data belum dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian.
Setelah data dianalisa dan diperoleh informasi yang lebih sederhana, hasil analisa terus
harus diinterpetasi untuk mencari makna yang lebih luas dan impilkasi hasil-hasil analisa.

Proses Analisis Data Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh
responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian
kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistic yang digunakan untuk
menganalisis data dalam penelitian, yaitu statistic deskriptif dan statistic inferensial.
Statistic inferensial meliputi statistic parametris dan non parametris.

Langkah-langkah Analisis Data

Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, perlu segera digarap oleh staf
peneliti, khususnya yang bertugas mengolah data. Di dalam buku-buku lain sering disebut
pengolahan data, ada yang menyebut data preparation, ada pula data analisis.
Secara garis besar, pekerjaan analisis meliputi 3 langkah, yaitu:
a. Persiapan.
b. Tabulasi.
c. Penerapan data sesuai dengan pendekatan penelitian.

 Persiapan

Kegiatan dalam langkah persiapan ini antara lain :

1. Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi.


2. Mengecek kelengkapan data, artinya memeriksa isi instrumen pengumpulan data.
3. Mengecek macam isian data. Jika di dalam instrumen termuat sebuah atau beberapa item yang
diisi “tidak tahu” atau isian lain bukan yang dikehendaki peneliti, padahal isian yang diharapkan
tersebut merupakan variabel pokok, maka item tersebut perlu didrop. Contoh : Sebagian dari
peneliti kita dimaksudkan untuk melihat hubungan antara pendidikan orang tua dengan prestasi
belajar murid. Setelah angket kembali dan isiannya kita cek, beberapa murid mengisi tidak tahu
pendidikan orang tuanya, sebagian jawabannya meragukan dan sebagian lagi dikosongkan.
Dalam keadaan ini maka maksud mencari hubungan pendidikan orang tua dengan prestasi
belajar lebih baik diurungkan saja, dalam arti itemnya didrop dan dihilangkan dari analisis.

Apa yang dilakukan dalam langkah persiapan ini adalah memilih atau menyortir data
sedemikian rupa sehingga hanya data yang terpakai saja yang tinggal. Langkah persiapan
bermaksud merapikan data agar bersih, rapi dan tinggal mengadakan pengolahan lanjutan
atau menganalisis.

 Tabulasi

Yang termasuk ke dalam kegiatan tabulasi antara lain :

1. Memberikan skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor. Misalnya tes, angket
berbentuk pilihan ganda, rating scale, dan sebagainya.
2. Memberikan kode-kode terhadap item-item yang perlu diberi skor. Misal

Jenis-jenis Analisis Data Kuantitatif

Analisis Univariat

Jenis analisis ini digunakan untuk penelitian satu variabel. Analisis ini dilakukan terhadap
penelitian deskriptif, dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penghitungan statistik
tersebut nantinya merupakan dasar dari penghitungan selanjutnya.
Analisis Bivariat

Jenis analisis ini digunakan untuk melihat hubungan dua variabel. Kedua variabel tersebut
merupakan variabel pokok, yaitu variabel pengaruh (bebas) dan variabel terpengaruh (tidak
bebas).

Analisis Multivariat

Sama dengan analisis bivariat, tetapi pada mutivariat yang dianalisis variabelnya lebih dari dua.
Tetap mempunyai dua variabel pokok (bebas dan tidak bebas), variabel bebasnya memliki sub-
sub variabel.

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel terikat dari sebuah
rancangan penelitian.

Jawab :
Variabel atau sering disebut sebagai faktor penelitian merupakan segala hal yang akan
dijadikan obyek pengamatan dan juga sebagai penentu bagaimana proses rancangan
penelitian tersebut akan dijalankan.

Variabel Bebas
Variabel bebas sering disebut juga sebagai variabel penyebab atau independent
variables adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menyebabkan terjadinya
perubahan. Atau dengan bahasa lain variabel bebas adalah faktor – faktor yang nantinya
akan diukur, dipilih, dan dimanipulasi oleh peneliti untuk melihat hubungan di antara
fenomena atau peristiwa yang diteliti atau diamati.

Variabel Terikat
Variabel terikat disebut juga sebagai variabel tergantung atau dependent variables.
Variabel terikat merupakan faktor – faktor yang diamati dan diukur oleh peneliti dalam
sebuah penelitian, untuk menentukan ada tidaknya pengaruh dari variabel bebas. Dalam
sebuah rancangan penelitian, seorang peneliti harus mengetahui secara pasti, apakah ada
faktor yang muncul, ataukah tidak muncul, atau berubah seperti yang diperkirakan oleh
peneliti.