Anda di halaman 1dari 20

COVER

K PENGAN

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

  • 1.1 Latar Belakang

  • 1.2 Rumusan Masalah

  • 1.3 Tujuan Penulisan

  • 1.4 Manfaat Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

DAFTAR ISI

  • 2.1 Ca Mamae (Kanker Payudara)

    • 2.1.1 Pengertian Ca Mamae (Kanker Payudara)

    • 2.1.2 Anatomi Payudara

    • 2.1.3 Penyebab Kanker Payudara

    • 2.1.4 Faktor Risiko Kanker Payudara

    • 2.1.5 Tanda dan Gejala Kanker Payudara

    • 2.1.6 Diagnosis Kanker Payudara

    • 2.1.7 Stadium dan Grade Kanker Payudara

  • 2.2 Pengobatan dan Pencegahan Ca Mamae

    • 2.2.1 Pencegahan Ca Mamae

    • 2.2.2 Pengobatan Ca Mamae

  • BAB III PENUTUP

    • 3.1 Kesimpulan

    • 3.2 Saran

    DAFTAR PUSTAKA

    1.1 Latar Belakang

    BAB I PENDAHULUAN

    Dalam kehidupan saat ini, terdapat berbagai macam penyakit yang memiliki level berbahaya. Salah satunya ialah penyakit kanker. Kanker merupakan suatu golongan penyakit yang ditimbulkan oleh sel tunggal yang tumbuh abnormal dan tidak terkendali, sehingga dapat menjadi tumor ganas yang dapat menghancurkan dan merusak sel atau jaringan sehat. Kanker suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, ceoat serta tidak terkendali. Kanker bisa terjadi di mana saja, dari berbagai jaringan, dalam berbagai organ. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya (invasif) dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh. Sel kanker tidak mengenal program kematian sel yang apoptosis. Apoptosis sangat dibutuhkan untuk mengatur berapa jumlah sel yang dibutuhkan dalam tubuh, yang mana semuanya fungsional dan menempati tempat yang tepat dengan umur tertentu. Jika telah melewati masa hidupnya, sel-sel normal (nonkanker) akan mati dengan sendirinya tanpa ada efek peradangan (inflamasi).

    Ada berbagai macam kanker yang berbahaya yang menyerang tubuh manusia, yaitu kanker serviks, kanker darah, kanker hati, kanker paru-paru, kanker payudara dan lain sebagainya. Kanker payudara atau Ca Mamae adalah salah satu jenis kanker yang berbahaya dan umumnya menyerang kaum hawa. Kanker payudara merupakan penyebab kematian terbesar kedua bagi wanita saat ini. Di Singapura, hamper 1 dari 20 wanita didiagnosa mengidap kanker payudara dalam hidupnya. Risiko kanker payudara semakin tinggi seiring bertambahnya usia. Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua setelah kanker serviks. Sampai saat ini, telah banyak wanita yang mulai menerapkan sikap mawas diri untuk mencegah terjadinya kanker payudara dalam tubuh. Salah satunya dengan melakukan deteksi dini terhadap penyakit. (Kartikawati, Erni:2013)

    LAN BAB 1

    BAB II PEMBAHASAN

    2.1 Ca Mamae ( Kanker Payudara) 2.1.1 Pengetian Ca Mamae ( Kanker Payudara)

    Kanker payudara ( Carcinoma Mammae) merupakan salah satu kanker yang sangat ditakuti oleh kaum wanita, setelah kanker serviks. Kanker payudara merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali yang terjadi pada jaringan payudara. Kanker payudara pada umumnya menyerang pada kaum wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan juga dapat menyerang kaum laki-laki walaupun kemungkinan menyerang kaum laki- laki itu sangat kecil sekali yaitu 1 : 1000. Kanker payudara merupakan keganasan yang berasal dari kelenjar, saluran kelenjar, dan jaringan penunjang tidak termasuk kulit payudara. Payudara secara umum terdiri dari dua tipe jaringan, jaringan glandular (kelenjar) dan jaringan stromal (penopang). Jaringa kelenjar mencakup kelenjar susu (lobules) dan saluran susu atau (the milk passage, milk duct). Untuk jaringan penopang meliputi jaringan lemak dan jaringan serat konektif. Payudara juga di bentuk jaringan limpati, sebuah jaringan yang berisi system kekebalan yang bertugas mengeluarkan cairan serta kotaran selular. Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm dalam waktu 8-12 tahun.sel kanker payudarah dapat bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui dan tiba-tiba aktif menjadi tumor ganas atau kanker. Pada setiap tahun lebih dari 250.000 khasus baru kanker payudara terdiagnosa di eropa dan kurang lebih 175.000 di amerika serikat. Kanker payudara berdasarkan sifat serangannya terbagi menjadi dua yaitu :

    • 1. Kanker payudara invansif Pada kanker payudara invansif, sel kanker merusak saluran serta dinding kelenjar susu, menyerang lemak dan jaringan konektif di sekitarnya.

    • 2. Kanker Payudara non-invansif Sel kanker terkunci pada saluran susu dan tidak menyerang lemak serta jaringan konektif disekitarnya.

    Ada tiga tahapan utama dalam perkrmbangan kanker

    • 1. Inisiasi Pada tahap ini terjadi suatu perubahan dalam ginetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam ginetik sel ini di sebabkan oleh suatu gen yang disebut tarsinogen, yang bisa berupa virus, bahan kimia, radiasi atau sinar matahari.

    • 2. Promosi Sel-sel yang rusak terpajan bahan kimia akan mempercepat proses pembelahan sel, yang di perlukan pajanan jangka panjang pada pemicu-pemicu ini agar kanker dapat berkembang dan factor gizi di perkirakan memberikan kontribusi terbesar dalam tahap ini.

    • 3. Progresi Sel-sel menjadi sangat ganas dan mampu bermetastasis (menyebar) kebagian-bagian tubuh lainnya. Pembentukan benjolan kanker merupakan suatu proses yang panjang mencakup rangkaian pristiwa biologis dari sel-sel payudara normal hingga menjadi benjolan kanker.

    Ada tiga tahapan utama dalam perkrmbangan kanker 1. Inisiasi Pada tahap ini terjadi suatu perubahan dalam

    Kanker payudara berdasarkan tingkat prevelansinya dibagi menjadi dua, yaitu :

    Jenis kanker payudara yang umum terjadi

    • 1. Lobular Carcinoma In Situ (LCIS) Pada LCIS, pertumbuhan jumlah sel jelas terlihat, berada dalam kelenjar susu (lobules). Pasien dengan LCIS di monitor dengan ketat 4 bulan sekali oleh dokter dengan melakukan uji klinis payudara, ditambah mamografi setiap tahunnya.

    • 2. Ductal Carcinoma In Situ (DCIS) DCIS merupakan tipe kanker payudara non-invansif yang paling bsering terjadi dengan diteksi dini rerata tingkat bertahan hidup penderita DCIS mencapai 100% dengan catatan kanker tersebut tidak menyebar dari saluran susu ke jaringan lemak payudara serta bagian lain dari tubuh.

    • 3. Infiltrating Lobular Carcinoma (ILC)

      • Di kenal sebagai invansif lobular carcinoma. ILC terjadi sekitar 10% sampai 15%

    dari seluruh kejadian kanker payudara ILC ini mulai terjadi dalam kelenjar susun

    (lobules) payudara, tetapi sering menyebar kebagian tubuh lain.

    • 4. Infiltrating Ductal Carcinoma (IDC)

      • Di kenal sebagai invansif ductal carcinoma. IDC merupakan kanker payudara yang

    paling umum terjadi, sekitar 80% khasus IDC dari seluruh diagnose kanker

    payudara. IDC terjadi dalam saluran susu payudara serta menjebol dinding saluran, menyerang jaringan lemak payudara hingga kemungkinan terjadi pada bagian tubuh lainnya.

    Jenis kanker payudara yang jarang terjadi

    • 1. Mucinous Carcinoma Merupakan suatu jenis kanker payudara yang jarang terjadi, terbentuk oleh sel kanker yang memproduksi lendir (mucus).

    • 2. Medullary Carcinoma Jenis kanker ini terjadi sekitar 5% dari seluruh kejadian kanker payudara dan merupakan suatu jenis kanker payudara invansif.

    • 3. Tubular Carcinoma Jenis kanker ini terjadi sekitar 2% dari keselurahan diagnosa kanker payudara kanker ini merupakan suatu tipe khusus dari kanker payudara invansif.

    • 4. Inflammatory Breast Cancer Jenis kanker payudara ini jarang terjadi, sekitar 1% tetapi jika terjadi perkembangannya akan sangat cepat.

    • 5. Phylloides Tumor Tumor ini berkembang di dalam jaringan konektif payudara serta dapat di tangani dengan operasi pengangkatan.

    • 6. Paget’s Disease Of The Nipple Jenis kanker payudara ini terjadi hanya sekitar 1% dan wanita dengan kanker payudara jenis ini mempunyai tingkat kesembuhan yang lebih baik. (Mulyani,Siti. 2013:27)

    2.1.2 Anatomi Payudara

    Payudara (mamma) yang dimiliki pria dan wanita adalah sama sampai masa pubertas (11- 13 tahun) karena hormon hestrogen dan hormon lainnya mempengaruhi perkenmbangan payudara. Pada wanita perkembangan payudara sangat aktif sedangkan pada pria kelenjar dan duktus mammae kurang berkembang dan sinus berkembang tidak sempurna. Payudara yang sensitif terhadap pengaruh hormonal mengakibatkan payudara cendrung mengalami pertumbuhan neoplastik yang bersifat jinak maupun ganas. Yang bersifat ganas dapat berupa kanker. Kanker payudara dapat terjadi dibagian mana saja dalam payudara, tetapi mayoritas terjadi pada kuadran atas terluar dimana sebagaian besar jaringan payudara terdapat. Dalam menentukan lokasi kanker payudara, payudara dibagi menjadi empat kuadran yaitu, kuadran lateral(pinggir atas), lateral bawah, medial (tengah atas), dan median bawah.

    Organ payudara merupakan bagian dari organ reproduksi yang fungsi utamanya menyekresi susu untuk nutrisi bayi. Fungsi

    Organ payudara merupakan bagian dari organ reproduksi yang fungsi utamanya menyekresi susu untuk nutrisi bayi. Fungsi menyusui karena payudara memiliki kelenjar susu yang memberikan nutrisi berbentuk air susu. Payudara itu sendiri terdiri dari jaringan duktural, fibrosa yang mengikat lobus-lobus, jaringan payudara, 85% terdiri dari lemak. Sedikit dibawah pusat payudara dewasa terdapat putting (papila mamaria), tonjolan yang berpigmen dikelilingi oleh areola. Puting serta areola biasanya mempunyai warna dan tekstur yang berbeda dari kulit disekelilingnya, warnanya bermacam-macam dari yang merah muda pucat, sampai hitam dan gelap selama masa kehamilan dan menyusui dan puting susu biasanya menonjol keluar dari permukaan payudara.

    • 2.1.3 Penyebab Ca Mamae (Kanker Payudara)

    Kanker payudara belum diketahui secara pasti penyebabnya, namun ada beberapa factor kemungkinannya, antara lain :

    • 1. Faktor Usia Semakin tua usia seseorang wanita, maka risiko untuk menderita kanker payudara akan semakin tinggi. Pada usia 50-69 tahun adalah kategoti usia paling tinggi beresiko terkena kanker payudara, terutama bagi mereka yang mengalami menopause terlambat.

    • 2. Faktor Genetik Ada dua jenis gen BRCA 1 dan BRCA 2 yang sangat mungkin menjadi factor resiko pencetus kanker payudara. Jika ada keluarga kita yang terkena kanker payudara kita lebih rentan terkena kanker payudara.

    • 3. Penggunaan Hormon Estrogen Penggunaan hormone estrogen (misalnya pada penggunaan terapi estrogen replacement), penggunaan terapi estrogen replacement mempunyai peningkatan risiko yang signifikan untuk mengidap penyakit kanker payudara.

    • 4. Gaya Hidup Yang Tidak Sehat Jarang berolahraga atau kurang gerak, pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur, merokok serta mengkonsumsi alcohol akan meningkatkan resiko kanker payudara.

    • 5. Perokok Pasif Merupakan orang yang tidak merokok tetapi orang yang tidak sengaja menghisap asap rokok yang dikeluarkan oleh orang perokok sering kali didengar perokok pasif terkena risiko dari bahaya asap rokok dibandingkan perokok aktif.

    • 6. Penggunaan Kosmetik Bahan-bahan kosmetik yang bersifat seperti hormone estrogen berisiko menyebabkan peningkatan risiko mengalami penyakit kanker payudara, sehingga berhati-hatilah dalam menggunakan alat kosmetik untuk kesehatan.

    • 7. Pengunaan Pil KB Penggunaan pil KB pada waktu yang lama dapat meningkatkan wanita terkena risiko kanker payudara karena sel-sel yang sensitife terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas dan risiko ini akan menurun secara otomatis bila penggunaan pil Kb berhenti.

    • 2.1.4 Faktor Risiko Kanker Payudara (Ca Mamae)

    Hampir seluruh factor risiko kanker payudara berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan estrogen yang tidak terpakai dan tersisa dalam tubuh ataupun estrogen yang tidak diimbangi dengan progesterone.

    Adapun factor-faktor risiko kanker payudara, yaitu :

    • 1. Umur Risiko terkena kanker payudara semakin meningkat seiiring bertambahnya usia. Secara umum, risiko terkena kanker payudara mencapai puncaknya pada usia lebih dari 60 tahun.

    • 2. Usia saat Menstruasi Pertama (menarche) Jika seorang wanita mengalami menstruasi di usia dini sebelum 12 tahun, maka akan memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Karena semakin cepat seorang wanita mengalami pubertas, semakin panjang pula jaringan payudaranya dapat terkena unsur- unsur yang berbahaya.

    • 3. Penyakit Fibrokistik Pada penderita hiperplasis dan papilloma, risiko kanker payudara sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hyperplasia apitik risiko meningkat hingga 5 kali.

    • 4. Riwayat Keluarga Risiko terkena kanker payudara dapat berlipat ganda jika ada lebih dari satu anggota keluarga inti yang terkena kanker payudara dan semakin muda ada anggoya keluarga yang terkena kanker, maka akan semakin besar kemungkinan penyakit tersebut akan menurun ke keturunan berikutnya.

    • 5. Riwayat Kanker Payudara Seorang wanita yang pernah memiliki kanker di salah satu payudaranya, akan berisiko lebih tinggi untuk payudara lainnya.

    • 6. Usia saat Melahirkan Anak Pertama Semakin tua usia saat memiliki anak pertama, semakin besar risiko untuk terkena kanker payudara.

    • 7. Obesitas setelah Menopause Seorang wanita yang mengalami obesitas setelah menopause, akan berisiko 1,5 kali levih besar untuk terkena kanker payudara.

    • 8. Perubahan Payudara Jika seorang wanita memiliki perubahan jaringan payudara yang dikenal sebagai hyperplasia atipikal, maka akan memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

    Semakin muda usia seorang wanita ketika menerima pengobatan radiasi di bagian dada, maka semakin tinggi risiko terkena kanker payudara.

    • 10. Penggunaan Hormon Estrogen dan Progestin Seorang wanita yang mendapatkan terpai penggantian hormone estrogen saja atau estrogen plus progestin selama 5 tahun atau lebih setelah menopause akan memiliki peningkatan risiko mengembangkan kanker payudara.

    • 11. Mengkonsumsi Alkohol Wanita yang mengkonsumsi alcohol akan berisiko terkena kanker payudara karena alcohol menyebabkan perlemakkan hati, sehingga hati bekerja lebih keras dan lebih sulit memproses estrogen keluar dari tubuh.

    • 12. Mengkonsumsi Makanan Siap Saji (Junk Food) Mengkonsumsi junk food secara berlebihan dari usia dini dapat membuat tubuh gemuk, sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara.

    • 13. Aktivitas Fisik Aktivitas fisik pada wanita menopause yang berjalan selama 30 menit per hari dikaitkan dengan penurunan 20 persen risiko kanker payudara.

    2.1.5 Tanda dan Gejala Kanker Payudara

    Menurut American Cancer Association, kemungkinan wanita terkena kanker payudara atau Ca Mamae yaitu satu berbanding delapan atau 12 persen. Adapun beberapa gejala kankr payudara, adalah:

    • a. Ditemukannya benjolan Adanya benjolan yang ditemukan di daerah payudara. Benjolan itu biasanya ditandai dengan rasa sakit bila dipegang atau ditekan.

    • b. Perubahan pada payudara Gejala yang terjadi ialah berubahnya ukuran, bentuk payudara dan putting. Awalnya ditandai dengan permukaan payudara akan berwarna merah, kemudian perlahan kulit mengerut seperti kulit jeruk.

    • c. Putting mengeluarkan cairan

    Ditandai dengan putting yang sering mengeluarkan cairan (nipple discharge) seperti darah, tetapi terkadang juga berwarna kuning, kehijau-hijauan seperti nanah.

    • d. Pembengkakan pada payudara Ditandai dengan pembengkakan payudara tanpa adanya benjolan yang merupakan gejala umumnya. Bahkan pembuluh darah di salah satu payudara menjadi lebih terlihat.

    Jika metastase (penyebaran) luas, maka berupa :

    Pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula dan servikal

    Hasil rontgen toraks abnormal dengan atau tanpa efusi pleura

    Geja anak sebar yang terjadi pada paru-paru ditandai dengan batuk yang sulit

    untuk embuh, terdapat penimbunan cairan antara paru-paru dengan dinidng dada sehingga akan menimbulkan kesulitan bernafas Nyeri tulang berkaitan dengan penyebaran ke tulang

    Fungsi hati abnormal

    • 2.1.7 Stadium dan Grade Kanker Payudara

      • a. Stadium Kanker Payudara

    Stadium dalam kanker adalah untuk menggambarkan kondisi kanker, yaitu letaknya, sampai dimana penyebarannya, sejauh mana pengaruhnya terhadap organ tubuh lainnya. Dengan mengetahui stadium kanker ini maka dokter dapat menentukan pengobatan yang akan dilakukan. Salah satu cara yang digunakan untuk menggambarkan stadium kanker adalah sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC. Tiga kriteria untuk menentukan stadium kanker, yaitu :

    • 1. (T, Tumor), seberapa besar ukuran tumornya dan lokasinya.

    • 2. (N, Node), kelenjar getah bening disekitar tumor, apakah tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening.

    • 3. (M, Metastasis), kemungkinan tumor telah menjalar ke organ lain.

    Stadium kanker payudara berdasarkan penilaian TNM sebagai berikut :

    • a. T (Tumor Size), ukuran tumor.

    T 0

    : tidak ditemukan tumor primer

    T 1

    : ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang

    T 2

    : ukuran tumor diameter antara 2-5 cm

    T 3

    : ukuran tumor diameter > 5 cm

    T 4

    : ukuran tumor berapa saja tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada keduanya. Dapat berupa borok, edema, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit luar tumor utama.

    b.

    N (Node), kelenjar getah bening regional (kgb)

    N 0

    : tidak terdapat metastasis pada kgb regional di ketiak/aksila

    N 1

    : ada metastasis ke kgb aksila yang masih dapat digerakkan

    N 2

    : ada metastasis ke kgb, aksila yang sulit digerakkan

    N 3

    : ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka atau kgb di mammary interna di di dekat tulang sternum

    c.

    • M (Metastasis), penyebaran jauh

    • M : metastasis jauh belum dapat dinilai

    x

    • M : tidak terdapat metastasis jauh

    0

    • M : terapat metastasis jauh.

    1

    Setelah masing-masing factor T,N,M diperoleh,kemudian ketiga factor tersebut digabung dan didapatkan stadium kanker sebagai berikut :

    Stadium 0 Stadium 1 Stadium II A Stadium II B

    : T0 N0 M0 : T1 N0 M0 : T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0 : T2 N1 M0/ T3 N0 M0

    Stadium III A : T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0

    Stadium III B Stadium III C Stadium IV

    : T4 N0 M0/ T4 N1 M0 / T4 N2 M0 : Tiap T N3 M0 : Tiap T-tiap N-M1

    Berikut ini merupakan stadium kanker payudara dan penjelasannya:

    • - Stadium 0 Disebut ductal carcinoma in situ atau noninvasive cancer yaitu kanker yang tidak menyebar keluar dari pembuluh /saluran payudara

    • - Stadium 1 Pada stadium ini tumor masih sangat kecil dan tidak menyebar.

    • - Stadium II A Pada stadium ini tumor kecil atau sama dengan 2 cm dan telah ditemukan pada titik-titik saluran getah bening di ketiak.

    • - Stadium II B Pada kondisi ini diameter tumor lebih lebar dari 2 cm tetapi tidak melebihi 5 cm, telah menyebar pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak

    • - Stadium III A Diameter tumor lebih kecil dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak.

    • - Stadium III B Tumor telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan bias juga luka bernanah di payudara.

    • - Stadium III C Kondisi yang sama dengan stadium sebelumnya, tetapi telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening dalam grup N3.

    • - Stadium IV Pada stadium ini, ukuran tumor dapat berapa saja, tetapi telah menyebar pada lokasi yang jauh, seperti tulang, paru-paru, liver atau tulang rusuk.

      • b. Grade Kanker Payudara

    Suatu grade kanker payudara ditentukan berdasarkan pada bagaimana bentuk sel kanker dan perilaku sel kanker dibandingkan dengan sel normal dan untuk megetahui grade kanker, sampel-sampel hasil biopsy di pelajari dibawah microscope. Ini akan memberi petunjuk pada tim dokter seberapa cepatnya sel kanker itu berkembang pada diri seseorang.

    Grade pada kanker payudara :

    Grade 1

    Ini merupakan grade yang paling rendah, sel kanker lambat dalam perkembangannya dan biasanya tidak menyebar. Grade 2

    Merupakan grade tingkat sedang. Grade 3 Merupakan grade tertinggi, cenderung berkembang cepat dan biasanya menyebar.

    Prognosis kanker payudara berdasarkan stadiumnya dibagi menjadi 5 yaitu :

    • 1. Stadium 1 : 90%-80%

    • 2. Stadium II : 70%-50%

    • 3. Stadium III : 20%-11%

    • 4. Stadium IV : 0 %

    • 5. Stadium Ca in situ : 96%

    2.2 Pencegahan dan Pengobatan Ca Mamae (Kanker Payudara)

    • 3.1 Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    Ca Mamae atau kanker payudara merupakan sautu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali yang terjadi pada jaringan payudara. Beberapa hal yang menyebabkan kanker payudara antara lain: usia, genetic, penggunaan hormon estrogen, gaya hidup yang tidak sehat dan lain sebagainya. Tanda-tanda timbulnya kanker payudara yang paling umum ialah terdapat benjolan di sekitar daerah payudara yang terasa sakit apabila disentuh. Kanker payudara terdiri dari 4 stadium yang menjadi tingkatan dari parahnya kanker tersebut. Kanker payudara (Ca Mamae) dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, deteksi dini, dan waspada terhadap segala gejala yang timbul. Adapun pengobatan kanker payudara antara lain: dilakukannya pembedahan, dilakukannya terapi radiasi, terapi hormon, kemoterapi dan terapi imunologik.

    • 3.2 Saran

    Kanker payudara dinyatakan lebih umum menyerang wanita dibanding pria. Untuk itu, sebagai wanita sebaiknya menerapkan cara-cara pencegahan kanker payudara yang telah disarankan, terutama melakukan pemeriksaan dini agar apabila terdapat tanda-tanda kanker payudara, maka bisa mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat. Mulailah tumbuhkan kesadaran pada diri sendiri khususnya wanita tentang arti pentingnya kesehatan sebelum menyesal dikemudian hari.

    DAFTAR PUSTAKA

    Mulyani, Siti. 2013. Kanker Payudara dan PMS pada Kehamilan. Yogyakarta: Nuha Medika\ Kartikawati, Erni. 2013. Awas! Bahaya Kanker Payudara dan Kanker Serviks. Bandung: Buku Baru Irnaningtyas. 2013 Biologi untuk SMA/MA. Jakarta:Penerbit Erlangga