Anda di halaman 1dari 2

ANORGANIK PERCOBAAN 1

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah Gelas beker 100 mL, buret 50 mL, gelas
ukur 10 mL dan 25 mL, pipet volume 25 mL dan 10 mL, Erlenmeyer 100 mL, corong pisah 100
mL, pipet ukur 5 mL, labu ukur 25 mL, propipet, corong gelas, botol aquadest, sabun dan spon.

Bahan yang digunakan pada percobaan kali ini adalah NH3 1 M, kloroform, indicator
metil orange, Larutan ion Cu 2+, HCl 0,055 M , aquadest, kertas tissue dan label.

PEMBAHASAN

Percobaan ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami perhitungan stoikiometri


kompleks amin – tembaga (II), dapat menentukan rumus molekul kompleks amin – tembaga (II),
dan dapat menentukan nilai koefisien distribusi pada kompleks amin – tembaga dengan
menggunakan titrimetri.

Dasarnya stoikiometri kompleks amin – tembaga (II) menggunakan prinsip proses


ekstraksi pelarut, dimana dalam prinsip ini berlaku hukum distribusi, yang menyatakan apabila
suatu system yang terdiri dari dua lapisan (solvent) yang tidak saling bercampur satu sama lain,
ditambahkan senyawa ketiga (zat terlarut),maka senyawa itu akan terdistribusi (terpartisi)
kedalam dua lapisan tersebut, dengan syarat Nernst bila zat terlarutnya tidak menghasilkan
perubahan pada kedua pelarut (solvent ) atau zat yang terlarut yang terbagi (terpartisi) dalam dua
pelarut tidak mengalami asosiasi, disosiasi atau reaksi dengan pelarut yang digunakan pada
percobaan ini ( Khopkar, 1990 )

Koefisien Distribusi merupakan perbandingan konsentrasi zat terlarut di dalam dua fasa
yaitu fasa organic dan fasa air. Menurut hukum Nernst, suatu zat terlarut akan membagi dirinya
antara dua cairan yang tak dapat campur sedemikian rupa sehingga angka banding konsentrasi
pada keseimbangan adalah konstanta pada temperature tertentu ( Underwood, 1999).

Percobaan pertama yaitu mengambil 10 mL aquadest, 10 mL larutan NH3, dan kemudian


ditambahkan 25 mL larutan kloroform ke dalam corong pisah lalu dikocok selama kurang lebih
10 menit dengan tujuan agar campuran tersebut dapat homogen. Terbentuk 2 lapisan, lapisan atas
yaitu NH3 dalam air dan lapisan bawah NH3 dalam kloroform, hal ini terjadi karena densitas
larutan kloroform (1,47 kg/L) lebih besar dibandingkan air ( 1 kg/L). Volume NH3 dalam
kloroform yang didapat setelah ekstraksi adalah kemudian diambil 10 mL lapisan bawah dan
dimasukkan kedalam beker,kemudian ditetesi dengan indicator metil orange dan dititrasi duplo
dengan HCl. Fungsi dari indicator metil orange yaitu untuk penanda bahwa larutan tersebut
sudah berada pada