Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN

“AWAS DAN CEGAH DEMAM BERDARAH”


Puskesmas Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik


Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Disusun Oleh :
Wahyu Julianda

09711068

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

2014

0
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PROMOSI KESEHATAN
“AWAS DAN CEGAH DEMAM BERDARAH”
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

Disusun Oleh :
Wahyu Julianda

09711068

Telah disetujui dan disahkan oleh :

Pembimbing Lapangan 1 Pembimbing Lapangan 2

dr. Yoesi Nirmiyanto Nina Kurniawati, Amd. Keb

Mengetahui,
Kepala Puskesmas

dr. Enny Suramto

1
I. LATAR BELAKANG
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan satu dari sekian banyak masalah
kesehatan di Indonesia yang perlu perhatian khusus, penyakit ini sering menimbulkan
suatu Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan angka kematian yang cukup tinggi. Di
Indonesia, setiap tahunnya selalu terjadi KLB di beberapa provinsi, yang terbesar
terjadi tahun 1998 dan 2004 dengan jumlah penderita 79.480 orang dengan kematian
sebanyak 800 orang lebih dan angka – angka ini cenderung meningkat setiap tahun.
Vector dalam penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti, Aedes albopictus, dan
Aedes scutellaris akan tetapi nyamuk yang berperan utama untuk kejadian DBD
adalah Aedes aegypti (Fathi et al., 2005; Kusriastuti, 2005).
Musim penghujan sekitar bulan oktober hingga maret merupakan waktu
dimana Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sering mewabah. Hal ini
dikarenakan pada waktu tersebut nyamuk penular (Aedes aegypti dan Aedes
albopictus) memiliki banyak media yang cocok untuk perkembangannya, yaitu di
tempat – tempat seperti genangan air bersih yang terdapat dalam wadah, bak – bak
penampungan air artifisial seperti drum, bak mandi, gentong, ember, dan sebagainya;
tempat penampungan air alamiah misalnya lubang pohon, daun pisang, pelepah daun
ke ladi, lubang batu; ataupun bukan tempat penampungan air misalnya vas bunga,
ban bekas, botol bekas, tempat minum burung dan sebagainya. Program pencegahan
DBD berfokus pada 3M yaitu menguras dan menutup tempat penampungan air,
menyingkirkan barang-barang bekas merupakan suatu cara agar nyamuk tidak dapat
berkembang biak di media tersebut, sehingga dapat menekan angka kejadian demam
berdarah dengue (DBD) (WHO, 2003; Soegijanto, 2004).
Banyak masalah kesehatan dipengaruhi oleh kebersihan dalam masyarakat,
keluarga, pribadi, sehingga pencegahan penyakit dengan cara menghentikan
penyebaran lebih baik daripada mengobati penyakit itu sendiri. Dalam hal ini
masyarakat perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai masalah kesehatan
sehingga proses pencegahan suatu penyakit tidak hanya berdasarkan informasi yang

2
turun temurun tetapi informasi yang benar adanya berdasarkan evidence based
medicine (Pujiyanti et al., 2011; Suroso, 2003).
Dari hasil wawancara dengan masyarakat di kecamatan Sumber Lawang,
sebagian masyarakat tidak mengenal apa itu demam berdarah, baik itu gejala maupun
cara pencegahannya. Sehingga dengan adanya promosi kesehatan ini dapat memberi
informasi yang cukup kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu akan penyakit
demam berdarah serta dapat mencegah penyakit itu sendiri.

II. TUJUAN PROMOSI


A. Tujuan Umum
- Menjelaskan kepada masyarakat mengenai pengertian penyakit
demam berdarah
- Menjelaskan kepada masyarakat tentang gejala penyakit demam
berdarah
- Menjelaskan kepada masyarakat cara pencegahan penyakit demam
berdarah
- Menjelaskan kepada masyarakat bahaya penyakit demam berdarah
B. Tujuan Khusus
- Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit DBD
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan
- Menciptakan masyarakat yang peduli akan kesehatan

III. SWOT PEMILIHAN MEDIA


Dalam pelaksanaan promosi kesehatan perlu adanya analisis SWOT
(Strength, Weakness, Opportunity and Threats). Analisis SWOT berguna untuk
mengetahi kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dihadapi dalam
promosi kesehatan. Sehingga nantinya promosi kesehatan dapat terlaksana dengan

3
baik. Pada analisis SWOT terdapat factor internal dan eksternal yang berguna untuk
menentukan masalah internal, sehingga masalah dalam promosi kesehatan dapat
diselesaikan dengan baik.
A. Analisis Internal
1. Strength (Kekuatan)
- Puskesmas memiliki unit P2M (Pembrantasan Penyakit Menular)
yang salah satu tugasnya memberikan penyuluhan dan informasi
tentang demam berdarah
- Masyarakat serta tokoh masyarakat antusias dan aktif terhadap
kegiatan penyuluhan dan pemberantasan demam berdarah
- Media promosi yang digunakan berupa poster dan penyuluhan
cukup baik karena media yang digunakan ditempatkan di tempat
– tempat strategis dengan ukuran yang relatif besar sehingga
mudah dibaca dan diakses
2. Weakness (Kelemahan)
- Terbatasnya media promosi yang digunakan
- Kurangnya anggota P2M yang tersedia sementara wilayah
kerjanya cukup luas.
- Program promosi tidak berkelanjutan
B. Analisis Eksternal
1. Opportunity (Kesempatan)
- Antusias warga tinggi terhadap program – program yang
berhubungan dengan kesehatan
- Acara kumpulan warga baik itu berupa arisan, posyandu dan temu
kader sering dilakukan sehingga promosi kesehatan dapat
dilakukan pada kegiatan – kegiatan tersebut
- Perangkat desa mendukung adanya program promosi kesehatan
yang dilakukan

4
2. Threat (Hambatan)
- Karena media promosi diletakkan di tempat – tempat strategis,
ada kemungkinan media tersebut hilang dan rusak
- Masih ada sebagian kecil warga yang buta huruf sehingga sulit
untuk mengakses media promosi

IV. SASARAN PROMOSI


1. Sasaran Umum
- Seluruh Masyarakat Desa Pagak, Kecamatan Sumber Lawang, Jawa
Tengah.
2. Sasaran Khusus
- Kepala Desa, Carik Desa, Bayan, Ketua RT dan Kader Posyandu Desa
Pagak.

V. TAHAP-TAHAP PROMOSI
Ada beberapa tahapan promosi kesehatan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan
- Dimulai dengan kegiatan pencarian data dengan metode wawancara
langsung ke masyarakat mapun observasi langsung untuk mencari
permasalahan yang ada di desa Pagak
- Menentukan media promosi kesehatan yang tepat, berupa penyuluhan
dan poster.
- Merancang media promosi kesehatan
- Mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk kegiatan penyuluhan
- Berkoordinasi dengan kepala desa, perangkat desa, kader posyandu
serta bidan desa dalam rangka menyusun jadwal penyuluhan

5
2. Pelaksanaan
- Melakukan kegiatan penyuluhan di acara arisan warga, posyandu
sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
- Menyampaikan informasi mengenai demam berdarah, tanda dan
gejalanya serta pencegahan yang dapat dilakukan
- Melakukan diskusi dengan warga mengenai promosi kesehatan yang
telah disampaikan
3. Evaluasi
- Mengajak peran serta masyarakat dalam kegiatan promosi kesehatan
sehingga masyarakat tidak hanya sebagai objek promosi kesehatan
tetapi turut menjadi pelaku promosi kesehatan
- Promosi kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan tidak hanya
waktu – waktu tertentu saja agar pengetahuan masyarakat dapat
meningkat

VI. ISI PESAN


Isi pesan yang terkandung dalam media promosi ini terdapat yaitu :
Poster pertama
- Kalimat pertama berbunyi Ingat Demam Berdarah, Ingat 3M. Pemilihan kalimat
ini dengan alasan slogan 3M sudah tidak asing di masyarakat, kata demam
berdarah juga sudah tidak asing di masyarakat, Sehingga jika kata ini
digabungkan dapat menciptakan aksi di masyarakat yaitu 3M itu sendiri
- Pada baris selanjutnya terdapat gambar serta serta penjelasan tentang apa saja
yang dilakukan dari kegiatan 3m
Poster Kedua
- Terdapat kalimat Awas Demam Berdarah, pemilihan kalimat ini kemudian
disertai gambar nyamuk dan tidak diberi penjelasan apapun bertujuan agar
menciptakan kewaspadaan di masyarakat tentang demam berdarah itu sendiri

6
VII. BENTUK MEDIA PROMOSI
Media promosi kesehatan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Penyuluhan
Kelebihan
- Dapat dilakukan pada dengan jumlah peserta banyak
- Dapat diikuti dengan sesi tanya jawab dan diskusi sehingga
menambah pengetahuan masyarakat
- Pesan yang disampaikan lebih ringkas dan mudah dimengerti.
Kekurangan
- Sulit mengumpukan warga di hari – hari ataupun jam kerja
- Jika warga pasif, cenderung sulit mengingat materi yang disampaikan
2. Poster
Kelebihan
- Mengandung pesan singkat dan mudah dipahami
- Dapat bertahan lama, sehingga pesan yang disampaikan dapat diingat
dan dibaca ulang
- Biaya pembuatan relative murah
Kekurangan
- Masih ada warga yang buta huruf sehingga tidak mengerti pesan yang
disampaikan
- Bagi warga yang jarang melewati lokasi pemasangan poster tidak
mengetahui tentang pesan yang disampaikan

7
KESIMPULAN
Demam berdarah masih merupakan momok kesehatan bagi masyarakat, perlu
kerjasama yang sinergis antara pelaku kesehatan, perangkat desa, masyarakat untuk
memerangi demam berdarah. Salah satu cara memerangi demam berdarah adalah
dengan melakukan kegiatan 3M, sehingga angka kejadian demam berdarah dapat
menurun.
SARAN
Program kerja bakti di desa agar semakin digalakkan, karena dengan kegiatan
kerja bakti dapat memutus mata rantai kejadian demam berdarah dan dibentuknya
juru pemantau jentik di desa untuk memantau perkembangan nyamuk aedes aegypti
agar tidak berkembang biak.

8
DAFTAR PUSTAKA

Fathi., Soedjajadi. K., Chatarina U.W., 2005. Peran Faktor Lingkungan dan Perilaku
terhadap Penularan Demam Berdarah Dengue di Kota Mataram. Jurnal
Kesehatan Lingkungan, Vol 2,No.2, 1-10

Kusriastuti R. 2005. Kebijaksanaan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue Di


Indonesia. Jakarta: Depkes R.I

WHO. 2003. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Dengue dan Demam
Berdarah Dengue. Jakarta: WHO & Depkes R.I.

Soegijanto, S. 2004. Demam Berdarah Dengue. Surabaya :Airlangga University


Press.
Pujiyanti, A., Triratnawati, A., 2011. Pengetahuan dan Pengalaman Ibu Rumah
Tangga atas Nyamuk Demam Berdarah Dengue. Jurnal Makara Kesehatan,
Vol. 15, No. 1, 6-14.
Suroso, T. 2003. Strategi Baru Penanggulangan DBD di Indonesia. Jakarta : Depkes
RI.

9
LAMPIRAN

1. Saat penyuluhan tentang DBD

2. Produk Promosi Kesehatan

10
3. Penyerahan produk promosi kesehatan

11