Anda di halaman 1dari 3

III.

Alat dan Bahan

4.1. Alat

4.1.1. Batang pengaduk

4.1.2. Beaker glass

4.1.3. Buret

4.1.4. Botol cokelat

4.1.5. Corong kaca

4.1.6. Erlenmeyer

4.1.7. Kertas saring

4.1.8. Labu ukur

4.1.9. Mortir dan alu

4.1.10. Penangas air

4.1.11. Perkamen

4.1.11. Pipet tetes

4.1.12. Pipet volume

4.1.13. Plastik hitam

4.1.14. Statif

4.2. Bahan

4.2.1. Asam klorida

4.2.2. Aquadest

4.2.3. Kalium dikromat


4.2.4. Kalium iodida

4.2.5. Natrium karbonat

4.2.6. Natrium tiosulfat

4.2.7. Indikator kanji

4.2.8. Tablet antalgin

IV. Prosedur

4.1. Pembuatan Reagen

4.1.1. Pembuatan Larutan Natrium Tiosulfat

Didihkan aquadest sebanyak 120 ml, lalu dinginkan, lalu


ditimbang sebnayak 26 gram natrium tiosulfat dan 200 mg natrium
karbonat kemudian dilarutkan dalam aquadest yang telah dididihkan
hingga larut.

4.1.2. Pembuatan Iodium

Dibuat kalium iodida dengan cara 36 gram KI ditimbang lalu


dilarutkan dalam 100 ml aquadest kemudian larutan kalium iodida
tersebut dimasukkan ke dalam beaker glass yang berisi 14 gram
iodium, dihomogenkan lalu ditambah 3 tetes HCl dan diencerkan
dengan aquadest hingga 1000 ml di dalam botol coklat.

4.1.3. Pembuatan Indikator Kanji

Ditimbang 0,2 gram kanji kemudian dilarutkan dalam 5 ml


air, lalu ditambahkan aquadest perlahan sambil diaduk hingga
volume 100 ml. Selanjutnya, didihkan hingga terbentuk 2 fase,
dimana fase bawah lebih keruh dari fase atas. Didinginkan lalu
diambil larutan jernihnya untuk dipakai sebagai indikator.
4.2. Pembakuan

4.2.1. Pembakuan Natrium Tiosulfat 0,1 N

Dipipet 5 ml kalium dikromat 0,1 N kedalam erlenmeyer,


kemudian ditambahkan 150 mg gram KI dan 100 mg Na-karbonat
dan 5 tetes HCL 2 N , dikocok dan didiamkan selama 10 menit
ditempat gelap, kemudian dititrasi dengan natrium tiosulfat 0,1 N
hinga berwarna hijau kekuningan, lalu ditambahkan dengan 3 ml
indikator amilum, dititrasi kembali hingga warna biru menghilang,
volume natrium tiosulfat yang digunakan dicatat, titrasi dilakukan
triplo.

4.2.2. Pembakuan Ioudium 0,1 N

Dipipet 5 ml larutan iodium kedalam erlenmeyer, kemudian


dititrasi dengan natrium tiosulfat sampai berubah warna menjadi
kuning, ditambahkan indikator amilum 3 ml sampai berwarna biru,
kemudian dititrasi kembali sampai warna biru pada larutan menjadi
hilang atau bening, lalu volume natrium tiosulfat yang digunakan
dicatat, titrasi dilakukan triplo.

4.3. Penetapan Kadar Bahan Baku

Ditimbang masing-masing sebanyak 10 tablet metampiron,


hasil penimbangan dirata-ratakan, kemudian tablet digerus hingga
menjadi serbuk lalu serbuk tersebut ditimbang sebanyak hasil rata-
rata yang didapat. Serbuk diletakkan diatas corong kaca yang sudah
diberi kertas saring, 4 ml air diteteskan ke serbuk tersebut
dilanjutkan kali kedua 2 ml, dan kali ketiga dengan 2 ml air dan
ditambahkan 2 ml indikator kanji atau amilum, lalu ditambahkan
dengan 5 ml HCL 0,02 N lalu ditrasi dengan iodium 0,1 N, titrasi
dilakukan triplo.