Anda di halaman 1dari 10

Avertebrata

Serangga adalah salah satu contoh invertebrata.

Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de
Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata
mencakup semua hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan
mamalia). Contoh invertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing.
Invertebrata mencakup sekitar 97 persen dari seluruh anggota kingdom Animalia.

Lamarck membagi invertebrata ke dalam dua kelompok yaitu Insecta (serangga) dan Vermes
(cacing). Tapi sekarang, invertebrata diklasifikasikan ke dalam lebih dari 30 sub-fila mulai
dari organisme yang simpel seperti porifera dan cacing pipih hingga organisme yang lebih
kompleks seperti mollusca, echinodermata, dan arthropoda.

Ada 9 filum dalam klafisikasi avertebrata yaitu:

 Annelida
 Arthropoda
 Coelenterata
 Echinodermata
 Mollusca
 Nemathelminthes
 Platyhelminthes
 Porifera
 Protozoa

Penelitian lebih lanjut dalam bidang taksonomi menunjukkan bahwa banyak hewan
invertebrata yang berkerabat lebih dekat dengan vertebrata daripada dengan sesama
invertebrata.

http://id.wikipedia.org/wiki/Avertebrata

Annelida
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Belum Diperiksa
?
Annelida
Rentang fosil: Cambria - Kini

Glycera sp.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Hewan

Superfilum: Lophotrochozoa

Filum: Annelida
Lamarck, 1809

Kelas

Kelas Polychaeta
Kelas Clitellata
Kelas Myzostomida
Kelas Archiannelida
Kelas Oligochaeta
Kelas Hirudinea

Annelida adalah filum luas yang terdiri dari cacing bersegmen, dengan sekitar 15.000 spesies
modern, antara lain cacing tanah dan lintah. Filum ini ditemukan di sebagian besar
lingkungan basah, seperti air tawar dan di laut. Panjang anggotanya mulai dari di bawah satu
milimeter sampai tiga meter. Filum ini dikelompokkan menjadi tiga kelas yaitu Polychaeta,
Oligochaeta, dan Hirudenia.

Artropoda
Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga,
laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya. Arthropoda adalah nama lain hewan
berbuku-buku. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara,
termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan
yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda memiliki beberapa karakteristik yang
membedakan dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen; segmen biasanya bersatu
menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (Asal
penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton berkitin; secara berkala mengalir dan
diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan, kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan
anus, sistem sirkulasi terbuka, hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah
struktur dorsal seperti pipa menuju kanal alimentar dengan bukaan lateral di daerah abdomen,
rongga tubuh; sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi, sistem syaraf terdiri
atas sebuah ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang
penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali syaraf ganglion
yang berlokasi di bawah kanal alimentary, ekskresi biasanya oleh tubulus malphigi; tabung
kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi melintas keluar lewat anus,
respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel, tidak ada silia atau nefridia.

Empat dari lima bagian (yang hidup hari ini) dari spesies hewan adalah arthropoda, dengan
jumlah di atas satu juta spesies modern yang ditemukan dan rekor fosil yang mencapai awal
Cambrian. Arthropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, serta
termasuk berbagai bentuk simbiotis dan parasit.

Hampir dari 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda.
Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripetus di
Afrika Selatan.

Arthropoda dalam dunia hewan merupakan filum yang terbesar di dunia. Jumlah spesiesnya
yaitu sekitar 900.000 spesies dengan beragam variasi. Jumlah ini kira-kira 80% dari spesies
hewan yang diketahui sekarang. Arthropoda dapat hidup di air tawar, laut, tanah, dan praktis
semua permukaan bumi dipenuhi oleh spesies ini. Arthropoda mungkin satu-satunya yang
dapat hidup di Antartika dan liang-liang batu terjal di pegunungan yang tinggi. Semua
anggota filum ini mempunyai tubuh beruas-ruas dan kerangka luar yang tersusun dari kitin.
Rongga tubuh utama disebut hemocoel. Hemocoel terdiri dari sejumlah ruangan kecil yang
dipompa oleh jantung. Jantung terletak pada sisi dorsal dari tubuhnya. Sistim saraf
anthropoda seperti pada annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali.
Arthropoda memiliki lima kelas, diantaranya yaitu : kelas Chilopoda, kelas Diplopoda, kelas
Crustacea, kelas Arachnida, dan kelas Insecta

Cnidaria

?
Cnidaria
Rentang fosil: Ediakara - Sekarang
Jelatang laut, Chrysaora quinquecirrha

Klasifikasi ilmiah

Domain: Eukaryota

Kerajaan: Animalia

Filum: Cnidaria
Hatschek, 1888

Kelas

 Hydrozoa (Hydrozoa)
 Scyphozoa (Scyphozoa) — ubur-ubur
 Cubozoa (Cubozoa) — ubur-ubur kotak
 Staurozoa (Staurozoa) — ubur-ubur
berjalan
 Anthozoa (Anthozoa) — koral dan
anemon

Wikispecies mempunyai informasi mengenai

Cnidaria

Cnidaria adalah sebuah filum yang terdiri atas sekitar 9.000 spesies hewan sederhana yang
hanya ditemukan di perairan, kebanyakan lingkungan laut. Dari sudut etimologi, kata
Cnidaria berasal dari bahasa Yunani "cnidos" yang berarti "jarum penyengat". Kemampuan
menyengat cnidaria-lah yang merupakan asal nama mereka.Ciri khas Cnidaria adalah
knidosit, yang merupakan sel terspesialisasi yang mereka pakai terutama untuk menangkap
mangsa dan membela diri. Tubuh mereka terdiri atas mesoglea, suatu bahan tak hidup yang
mirip jeli, terletak di antara dua lapisan epitelium yang biasanya setebal satu sel. Mereka
memiliki dua bentuk tubuh dasar: medusa yang berenang dan polip yang sesil, keduanya
simetris radial dengan mulut dikelilingi oleh tentakel berknidosit. Kedua bentuk tersebut
mempunyai satu lubang jalan masuk yang berfungsi sebagai mulut maupun anus yang disebut
manus serta rongga tubuh yang digunakan untuk mencerna makanan dan bernapas. Banyak
cnidaria memproduksi koloni yang meruapakan organisme tunggal terdiri atas zooid mirip
medusa atau mirip polip atau keduanya. Kegiatan cnidaria dikoordinasikan oleh jaring-jaring
saraf tak terpusat serta reseptor sederhana. Beberapa Cubozoa dan Scyphozoa yang berenang
bebas memiliki indera penyeimbang statokista dan ada yang punya ropalia, suatu struktur
pengindera kompleks yang dapat termasuk mata pembentuk citra dengan lensa dan retina
yang sederhana. Semua cnidaria berkembangbiak secara seksual. Banyak cnidaria memiliki
daur hidup yang rumit dengan tingkat perkembangan polip aseksual dan medusa seksual,
namun beberapa tidak memiliki polip atau tidak memiliki medusa.

Dalam waktu lama, Cnidaria dikelompokkan dengan Ctenophora dalam filum Coelenterata,
akan tetapi setelah lebih disadari perbedaan mereka menyebabkan mereka ditempatkan pada
filum yang terpisah. Cnidaria diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama: Anthozoa
yang sesil terdiri dari anemon laut, koral, dan pena laut; serta Scyphozoa (ubur-ubur),
Cubozoa (ubur-ubur kotak) dan Hydrozoa yang ketiganya perenang, kelompok
beranekaragam yang termasuk cnidaria air tawar dan juga cnidaria laut, dan memiliki baik
anggota yang sesil seperti Hydra dan perenang berkoloni seperti ubur-ubur kapal perang
portugis. Staurozoa baru-baru ini diakui sebagai satu kelas tersendiri dan bukan bagian
kelompok Scyphozoa, dan ada perdebatan tentang apakah Myxozoa dan Polypodiozoa
merupakan cnidaria atau lebih dekat pada bilateria (hewan yang lebih kompleks).

Banyak cnidaria memangsa organisme yang berukuran dari plankton hingga binatang yang
berukuran beberapa kali lebih besar dari mereka sendiri, tetapi banyak dari mereka
mendapatkan nutrisi dari alga endosimbiotik, dan ada yang bersifat parasit. Banyak cnidaria
yang dimangsa oleh binatang lain termasuk bintang laut, ikan dan penyu. Terumbu karang
yang polipnya kaya akan alga endosimbiotik, menopang beberapa ekosistem paling produktif
di dunia, dan melindungi vegetasi di daerah pasang-surut dan pada garis pantai dari arus yang
kuat dan juga pasang air laut. Sementara koral terbatas hidup di air laut hangat dan dangkal,
cnidaria lain hidup di laut dalam, dai lautan kutub dan di air tawar.

Fosil cnidaria telah ditemukan di bebatuan yang terbentuk 580 juta tahun lalu, dan fosil lain
menunjukkan bahwa koral sudah ada tak lama sebelum 490 juta tahun lalu dan menjadi
beranekaragam beberapa juta tahun kemudian. Fosil cnidaria yang tidak membuat struktur
bermineral sangat jarang Ilmuwan saat ini berpikir bahwa cnidaria, ctenophora dan bilateria
loebih dekat kekerabatannya dengan spons calcarea daripada dengan spons lain, dan bahwa
anthozoa adalah "bibi" atau "saudara" evolusioner dari cnidaria lain, dan lebih berkerabat
dekat dengan bulateria. Analisis baru-baru ini menyimpulkan bahwa cnidaria, meskipun
dianggap lebih "primitif" dari bilateria, memiliki rentang gen yang besar.

Sengat ubur-ubur membunuh beberapa ratus orang pada abad ke 20 , dan ubur-ubur kotak lah
yang terutama sekali berbahaya. Di pihak lain, beberapa ubur-ubur besar dianggap sebagai
makanan enak di Asia timur dan selatan. terumbu karang telah lama dianggap penting secara
ekonomi sebagai tempat memancing, pelindung bangunan di pantai dari arus dan pasang air
laut, dan baru-baru ini sebagai pusat wisata. Namun, mereka rentan terhadap penangkapan
ikan berlebih, pertambangan material bangunan, polusi, dan kerusakan akibat pariwisata.

Daftar isi
[sembunyikan]

 1 Ciri-ciri khas
 2 Deskripsi
o 2.1 Lapisan sel utama
 3 Rujukan

Ciri-ciri khas

Dua bentuk Cnidaria: (a) bentuk polip dan (b.) bentuk medusa.

Cnidaria membentuk filum hewan yang lebih komplels daripada spons, hampir sekompleks
ctenophora (ubur-ubur sisir), dan kurang kompleks dibanding bilateria, yang termasuk hampir
semua hewan lain. Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora lebih kompleks daripada spons
karena mereka memiliki: sel-sel yang diikat oleh penghubung antar-sel dan membran dasar
yang mirip karpet; otot; sistem saraf, dan beberapa mempunyai organ pengindera. Cnidaria
berbeda dari binatang lain karena memiliki knidosit yang menembak seperti harpun dan
digunakan terutama untuk menangkap mangsa dan tambatan pada beberapa spesies.[1]

Seperti spons dan ctenophora, cnidaria mempunyai dua lapisan sel utama yang mengapit
lapisan tengah yang mirip jeli yang disebut mesoglea pada cnidaria; hewan yang lebih
kompleks memiliki tiga lapisan sel utama dan tidak ada lapisan perantara mirip jeli. Oleh
karena itu, cnidaria dan ctenophora disebut sebagai diploblastik secara tradisional, bersama
dengan spons.[1][2] Akan tetapi, cnidaria dan ctenophora memiliki tipe otot yang, pada hewan
yang lebih kompleks, berasal dari lapisan sel tengah.[3] Sebagai hasilnya beberapa buku teks
baru-baru ini mengklasifikasikan ctenophora sebagai triploblastik,[4] dan diperkirakan bahwa
cnidaria berevolusi dari moyang yang triploblastik.[3]

Ctenophora
Spons[5][6] Cnidaria[1][2] [1][4]
Bilateria[1]

Knidosit Tidak Ya Tidak

Koloblast Tidak Ya Tidak

Pencernaan and
Tidak Ya
peredaran organ

Jumlah lapisan sel Dua, dengan lapisan mirip jeli di antaranya Dua[1] atau Three
utama Tiga[4][3]

Tidak, kecuali
Sel-sel di tiap lapisan Homoscleromorpha
Ya: penghubung antar-sel;membran dasar
terikat bersama memiliki membran
dasar.[7]

Organ-organ
No Ya
pengindera

Jumlah sel di lapisan


Banyak Sedikit (Tak terpakai)
"jeli" tengah

Sel pada lapisan


terluar dapat
Ya Tidak (Tak terpakai)
bergerak kedalam
dan berubah fungsi

Sederhana
Sistem saraf Tidak ya, sederhana sampai
kompleks

Kebanyakan Kebanyakan Kebanyakan


Otot Tidak ada
epiteliomuskuler myoepitelial myosit

Deskripsi
Lapisan sel utama

Cnidaria adalah binatang diploblastik, dengan kata lain mereka mempunyai dua lapisan sel
utama, sedangkan binatang yang lebih kompleks adalah triploblastik yang mempunyai tiga
lapisan utama. Dua lapisan sel utama cnidaria membentuk epitel yang kebanyakan setebal
satu sel, dan melekat pada membran dasar berserat, yang mereka sekresikan. mereka juga
mensekresikan mesoglea yang mirip jeli yang memisahkan lapisan-lapisan tersebut. Lapisan
yang menghadap ke luar, dikenal sebagai eksoderm ("kulit luar"), biasanya terdiri dari tipe-
tipe sel berikut::[1]

 Sel epiteliomuskuler yang tubuhnya membentuk bagian epitelium tapi yang dasarnya meluas
membentuk serat-serat otot pada baris-baris sejajar.[8] Serat-serat lapisan sel yang
menghadap keluar ini umumnya tegak lurus pada serat-serat dari lapisan sel yang
menghadap kedalam. Pada Anthozoa (anemon laut, koral, dan lain-lain) dan Scyphozoa
(ubur-ubur), mesogleanya juga terdapat sel-sel otot.[2]
 Knidosit (Cnidocyte) , sel penyengat mirip harpun yang memberi nama filum Cnidaria ini. Sel-
sel ini berada di antara atau kadang di atas sel-sel otot.[1]
 Sel saraf. Sel pengindera berada di antara atau kadangkala di atas sel-sel otot,[1] dan
berkomunikasi melalui sinapsis (celah yang dilalui sinyal kimia) dengan sel saraf motor, yang
terutama terletak di antara dasar dari sel-sel otot.[2]
 Sel interstisial, yang tak terspesialisasi, dan dapat menggantikan sel-sel yang hilang atau
rusak dengan berubah menjadi tipe yang sesuai. Sel-sel ini terdapat di antara dasar sel-sel
otot.[1]

Selain sel epiteliomuskuler, saraf dan interstisial, gastrodermis ("kulit perut") mengandung
sel-sel kelenjar yang mensekresikan enzim pencernaan. Pada beberapa spesies ia juga
mempunyai knidosit yang dipakai untuk mengalahkan mangsanya yang masih berjuang.[2][1]

Mesoglea memiliki sejumlah kecil sel-sel yang mirip amoeba,[2] dan sel otot pada beberapa
spesies.[1] Akan tetapi jumlah sel dan tipe lapisan tengah lebih sedikit daripada spons..[2]

Echinodermata
?Echinodermata
Rentang fosil: Ediacaran akhir - sekarang

Bulu babi
Klasifikasi ilmiah
Domain: Eukaryota
Kerajaan: Animalia
Upakerajaan: Eumetazoa
Superfilum: Deuterostomia
Filum: Echinodermata
Klein, 1734
Kelas

o ?Helicoplacoidea †
o ?Arkarua †
o ?Homalozoa †
 Eleutherozoa
o Asteroidea (1.800 spesies)
o Concentricycloidea (2 spesies)
o Echinoidea (1.000 spesies)
o Holothuroidea (1.000 spesies)
o Ophiuroidea (1.500+ spesies)
 Pelmatozoa
o Crinoidea (540+ spesies)
o Edrioasteroidea†
o Blastoidea †
o Cystoidea †
o Eocrinoidea †

† = punah

Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan
laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini
ditemukan di hampir semua kedalaman laut. Filum ini muncul di periode Kambrium awal dan
terdiri dari 7.000 spesies yang masih hidup dan 13.000 spesies yang sudah punah. Lima atau
enam kelas (enam bila Concentricycloidea dihitung) yang masih hidup sekarang mencakup

 Asteroidea bintang laut: sekitar 1.500 spesies yang menangkap mangsa untuk
makanan mereka sendiri
 Concentricycloidea, dikenal karena sistem pembuluh air mereka yang unik dan terdiri
dari hanya dua spesies yang baru-baru ini digabungkan ke dalam Asteroidea.
 Crinoidea (lili laut): sekitar 600 spesies merupakan predator yang menunggu mangsa.
 Echinoidea (bulu babi dan dolar pasir): dikenal karena duri mereka yang mampu
digerakkan; sekitar 1.000 spesies.
 Holothuroidea (teripang atau ketimun laut): hewan panjang menyerupai siput; sekitar
1.000 spesies.
 Ophiuroidea (bintang ular dan bintang getas), secara fisik merupakan ekinodermata
terbesar; sekitar 1.500 spesies.

Bentuk hewan yang sudah punah dapat diketahui dari fosil termasuk Blastoidea,
Edrioasteriodea, Cystoidea, dan beberapa hewan Kambrium awal seperti Helicoplacus,
Carpoidea, Homalozoa, dan Eocrinoidea seperti Gogia.

Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air
tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan
memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat
primitif, Echinodermata adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di
dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva
bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan larva
Hemichordata.

Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut, terutama ekosistem
litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan palung laut. Spesies bintang laut
Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir
barat Amerika Utara, spesifiknya mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus
edulis)sehingga spesies yang lain dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak
mendominansi secara berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan
polip karang di perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori
yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk ekosistem
terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang menggantikan koloni-koloni
tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu spesies karang dengan yang lain.

Echinodermata mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi bagian tubuhnya yang


hilang, contohnya timun laut. Apabila timun laut merasa dirinya terancam, maka timun laut
akan menyemprotkan organ tubuhnya agar mendapatkan kesempatan untuk melarikan diri.
Kelak, organ tubuh yang hilang akan tumbuh kembali

Klasifikasi
Echinodermata, seperti Chordata, adalah deuterostoma.

 Domain Eukaryota
o Filum Echinodermata
 Subfilum Homalozoa Gill & Caster, 1960
 Kelas Homostelea
 Kelas Homoiostelea
 Kelas Stylophora Gill & Caster, 1960
 Kelas Ctenocystoidea Robison & Sprinkle, 1969
 Subfilum Crinozoa
 Kelas Eocrinoidea Jaekel, 1899
 Kelas Paracrinoidea Regnéll, 1945
 Kelas Cystoidea von Buch, 1846
 Kelas Blastoidea
 Kelas Crinoidea
 Subfilum Asterozoa
 Kelas Ophiuroidea
 Kelas Asteroidea
 Subfium Echinozoa
 Kelas Helicoplacoidea
 Kelas Edriosteroidea
 Kelas Ophiocistioidea
 Kelas Holothuroidea
 Kelas Echinoidea Leske, 1778