Anda di halaman 1dari 3

NAMA : KASIH KURNIA

NPM : 12700460 / 2012 D

TUGAS PENYAKT KULIT DAN KELAMIN

1. Jelaskan tentang kelenjar apokrin dan kelenjar bartholin!


Jawab :
 Kelenjar apokrin adalah kelenjar adneksa yang terdistribusi di ketiak, regio
anogenital,kelenjar Moll pada kelopak mata, kelenjar seruminosa pada meatus
auditorius eksterna dankelenjar mammae. Kelenjar apokrin dapat juga ditemukan
dalam jumlah terbatas di wajahdan abdomen. Kelenjar apokrin tidak aktif hingga
pubertas. Secara embriologi, kelenjar apokrin berkembang dari tonjolan atas dari
folikel rambut pada empat bulan masa gestasi,dengan kelanjutan perkembangan
sepanjang perkembangan folikel rambut. Kelenjar apokrin terdiri atas tiga komponen:
duktus intraepitelial, duktus intradermal dan porsiosekretorik. Keempat penyakit akan
dibahas pada bab ini: apokrin bromhidrosis, apokrinkromhidrosis, penyakit Fox-
Fordyce dan hidradenitis supurativa. Penyakit Fox-Fordycedan hidradenitis
supurativa tidak termasuk penyakit primer dari kelenjar apokrin. Namun,kelenjar
apokrin pada kondisi tersebut terpengaruh secara sekunder.
 Kelenjar bartholin merupakan organ berbentuk kacang polong yang terletak pada
posisi jam 5 dan 7 di introitus vagina. Dalam keadaan normal kelenjar ini tidak
teraba. Kelenjar bartholin dapat membesar akibat dilatasi kostik, abses atau
adenokarsinoma ( umumnya pada wanita >40 tahun). Dilatasi kistik duktus bartholin
dapat disebabkan karena trauma peradangan. Kista ini biasanya tidak menimbulakn
gejala dan pada wanita usia di bawah 40 tahun umumnya tidak memerlukan
pengobatan. Abses infeksi kelenjar bartholin disertai dengan dispaurenia, nyeri vulva,
nyeri saat berjalan, eritem, edem dan mungkin selulitis pada jaringan sekitarnya.
Abses ini cenderung kambuh setelah insisi sederhana dan drainase. Terapi yang
dipilih adalah melakukan marsupiliasi duktus tersebut atau memasukkan kateter
Word selama 4 sampai 6 minggu. Antiboitik tidak diresepkan kecuali jika absesnya
disertai selulitis. Kelenjar ini harus diangkat untuk pemeriksaan histologik jika
membesar pada wanita berusia >40 tahun karena berpotensi menjadi adenokarsinoma.

2. Jelaskan fase-fase pertumbuhan rambut!


a. Alis
b. Axilla
c. Pubis
d. Bulu mata
e. Kumis
f. Janggut

Jawab :

Rambut tumbuh melalui siklus yang mencangkup tiga fase pertumbuhan yaitu fase
anagen, katagen, dan telogen.

1. Fase anagen
Fase anagen merupakan fase pertumbuhan rambut aktif dimana sel-sel matriks melalui
mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel yang lebih tua ke atas. Lama fase
anagen kurang lebih 2-6 tahun.
2. Fase katagen
Fase katagen merupakan masa peralihan yang terjadi setelah akhir fase anagen. Lama
masa transisi ini adalah 1-2 minggu dan akan terbentuk rambut gada (hair club)
3. Fase telogen
Fase telogen atau masa istirahat dimulai dengan memendeknya sel epitel tumbuh tunas
kecil yang membentuk rambut baru yang tumbuh di bawah rambut gada. Rambut baru ini
kemudian didorong keluar. Dengan kembalinya fase anagen, rambut lama atau rambut
gada (clubbed hair) terdorong lepas oleh tumbuhnya rambut baru. Fase ini berlangsung
selama 5 hingga 6 minggu untuk rambut kepala dan bertahan lebih lama pada alis, bulu
mata, bulu pada lengan, dan kaki.
Penjelasan tentang rambut pada pubis :

Adrenagen adalah istilah yang menggambarkan peranan kelenjar adrena pada


purbertas laki-laki dan perempuan. Pada ana perempuan, adrenarke terjadi pada usia 6-8
tahun. Sekresi androgen lemah adrenal ( adrostenedione, dehidroepiandrosteron DHEA
dan ahidroapiandrosteron sulfat – DHEAS. Sekresi androgen lemah terjadi 2 tahun
sebelum onset pubertas. DHEA dan DHEAS bertanggung jawab untuk pertumbuhan
rambut pubis dan aksila serta sekresi kelenjar sebasea. Rambut aksila dan pubis tumbuh
bersamaan dengan dimulainya perkembangan payudara dan menandai onset pubertas
pada anak perempuan. Adrenarke tidak tergantung pada pelepasan ACTH, gonadotropin
maupun fungsi ovarium dan nampaknya merupakan peristiwa intrinsik dan telah
terprogram dalam kelenjar adrenal.

Secara umum, pertumbuhan rambut pubis pada anak perempuan adalah pada usia 8-
14 tahun, sedangkan pada anak laki-laki pada usia 10-15 tahun.