Anda di halaman 1dari 23

63

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Siklus 1

Sekolah : SMA Negeri 3 Surakarta


Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/ Semester : XI / 2
Pertemuanke- : 1-2
Alokasi waktu : 4 x 45 menit

Standar Kompetensi:
3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/
penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.

Kompetensi Dasar :
3.7.Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses yang meliputi
pembentukan sel kelamin, ovulasi, menstruasi, fertilisasi, dan pemberian ASI,
serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem reproduksi manusia.

Indikator :
1. Menguraikan proses ovulasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2. Menjelaskan proses menstruasi.
3. Pemahaman diri akan peristiwa menstruasi.
4. Mendeskripsikan alat kontrasepsi pada pria dan wanita.

I. Tujuan Pembelajaran:
1. Menjelaskan proses ovulasi
2. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi ovulasi
3. Membedakan peristiwa pada masing-masing tahapan menstruasi
4. Menyebutkan 4 hormon yang berperan selama siklus menstruasi
5. Membandingkan peran masing-masing hormon selama siklus menstruasi
64

6. Mengelompokkan alat kontrasepsi pada pria dan wanita berdasarkan cara


penggunaannya

II. Materi Ajar


Ovulasi merupakan proses pelepasan sel telur yang sudah matang (oosit sekunder)
dari ovarium ke tuba fallopi untuk dibuahi.

Gb. Oogenesis dalam ovarium

Apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma maka akan terjadi menstruasi. Siklus
menstruasi sekitar 28 hari. Menstruasi atau haid adalah pendarahan secara
periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Siklus
menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu:
1. Fase menstruasi
Fase ini terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus
luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron.
Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari
dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut
65

menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi


tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah
menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini
biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang keluar rata-rata
sekitar 50 ml.
2. Fase pra ovulasi
Fase ini merupakan akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan
hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk
mengeluarkan FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di
dalam ovarium yang yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan
oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang
atau disebut folikel De graff dengan ovum di dalamnya. Selama
pertumbuhannya, folikel juga melepasakan hormon estrogen. Adanya estrogen
menyebabkan pmbentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding
dalam utrus atau endometrium. Peningkatan konsentrasi estrogen selama
pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir
yang bersifat basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetrlakan sifat
asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.
3. Fase ovulasi
Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan
produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra ovulasi
menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap
pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH
menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit
sekunder dari folikel de graff. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu terjadi
pelepasan oosit sekunder dari folikel de graff dan siap dibuahi oleh sperma.
Umumnya ovulasi terjadi pda hari ke-14.
4. Fase pasca ovulasi
Pada fase pasca ovulasi, folikel de Graff yang ditinggalkan oleh oosit
sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi
korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak
66

sebanyak folikel de Graff memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu


progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan
dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-
pembuluh darah pada endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi
lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara.
Keseluruhan fungsi progesteron juga estrogen tersebut berguna untuk
menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan
atau kehamilan.

Charging hormone levels during the menstrual cycle


Gb. Siklus menstruasi

Proses pasca ovulasi ini berlangsung pada hari ke-15 sampai hari ke-28.
Namun bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan
67

berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi


estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan
progesteron akan menurun. Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk
melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga pasca ovulasi akan bersambung
kembali dengan fase menstruasi berikutnya.
Alat kontrasepsi merupakan alat untuk mencegah kehamilan. Secara
internasional, kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia
dan menjamin ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup
manusia. Ada beberapa alat kontrasepsi berdasarkan cara penggunaannya:

Kontrasepsi hormonal
Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi),
kontrasepsi ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan
hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.
a. Pil
b. Suntik
c. Susuk
Kontrasepsi steril
Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita
(tubektomi) atau testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus
68

dilakukan oleh ginekolog (dokter kandungan). Efektif bila memang ingin


melakukan pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena faktor usia.
69

III. Kegiatan Belajar Mengajar


Model pembelajaran : Problem Based Learning (PBL)
Metode pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, Diskusi

IV. Langkah-langkah Pembelajaran


Pertemuan ke-1 (2 x 45 menit)
Kegiatan Pembelajaran
No Guru Siswa Waktu
Kegiatan inti Kegiatan awal. 5 menit
a. Membuka pelajaran dengan a. Menjawab salam dari guru
mengucapkan salam
b. Menanyakan kehadiran siswa b. Beberapa siswa menjawab
kondisi kehadiran teman-
temanya
c. Memberikan apersepsi dengan c. Mendengarkan dan
mengulas materi pada pada menjawab pertanyaan dari
pertemuan sebelumnya tentang guru sesuai nomor absen
spermatogenesis dan oogenesis yang ditunjuk
diselingi tanya jawab singkat.

B Kegiatan inti (PBL) 70 menit


Orientasi siswa pada masalah a. Sel telur akan segera
a. Berdasarkan jawaban siswa, dikeluarkan, prosesnya
guru memberikan pertanyaan dinamakan ovulasi
lagi untuk mengarahkan siswa

Kegiatan Pembelajaran
70

No Guru Siswa Waktu


menuju konsep ovulasi dan
menstruasi.Bagaimana proses
selanjutnya bagi sel telur yang
sudah matang?
Apa faktor yang bisa
menyebabkan hal demikian?
Mengorganisasi siswa untuk
belajar
b. Membagi siswa ke dalam 5 b. Membantu guru menyediakan
kelompok dan menyiapkan tempat untuk presentasi dan
tempat untuk presentasi menempatkan diri sesuai
c. Memberikan lembar diskusi dan dengan kelompoknya
beberapa media gambar pada c. Seluruh siswa berdiskusi
masing-masing kelompok aktif dalam kelompok untuk
sehingga memungkinkan antara memecahkan masalah yang
kelompok satu dengan yang lain dihadapi
mendapat jumlah media gambar
yang berbeda tergantung bentuk
permasalahannya
Membimbing penyelidikan
individual dan kelompok
d. Membantu mengarahkan diskusi d. Mengkaji literatur tentang
siswa pada konsep ovulasi dan ovulasi dan menstruasi,
menstruasi dan mempersilakan memanfaatkan perpustakaan
siswa jika ada yang akan
memanfaatkan fasilitas buku di
perpustakaan

Kegiatan Pembelajaran
No Guru Siswa Waktu
Mengembangkan dan menyajikan
71

hasil karya
e. Guru menunjuk kelompok 1 e. Kelompok yang ditunjuk
untuk mempresentasikan hasil mempresentasikan hasil
diskusinya diskusinya dan dilanjutkan
(Guru memaksimalkan fungsinya dengan tanya jawab antara
sebagai fasilitator dan moderator) kelompok presentator dan
anggota kelompok lain

C Penutupan
a. Memberikan kesempatan a. Memanfaatkan kesempatan 15
kepada siswa untuk menanyakan yang diberikan oleh guru menit
materi yang belum dipahami untuk menanyakan materi
Menganalisis dan mengevaluasi yang belum dipahami
proses pemecahan masalah
b. Menyimpulkan materi tentang
ovulasi dan menstruasi diselingi b. Ikut menyimpulkan dengan
tanya jawab singkat menjawab pertanyaan singkat
c. Memberikan tugas kepada dari Guru
kelompok yang belum maju c. Melaksanakan perintah Guru
untuk melengkapi hasil diskusi
d. Menutup pertemuan dengan
mengucap salam d. Menjawab salam
72

Pertemuan ke-2 (2 x 45 menit)


Kegiatan Pembelajaran
No Guru Siswa Waktu
A Kegiatan awal.
a. Membuka pelajaran dengan a. Menjawab salam dari guru 5 menit
b. mengucapkan salam b. Beberapa siswa menjawab
kondisi kehadiran teman-
temanya
c. Menanyakan kehadiran siswa c. Menyiapkan materi
Meminta siswa untuk presentasi
menyiapkan materi presentasi
B Kegiatan inti
a. Memberi kesempatan kelompok a. Kelompok yang ditunjuk 70
untuk presentasi mempresentasikan basil menit
diskusi dan dilanjutkan tanya
jawab antara kelompok
presentator dan anggota
kelompok lain
b. Membantu mengkomunikasikan b. Siswa berpartisipasi aktif
kelompok satu dengan yang lain dalam sesi tanya jawab
c. Memberikan kesempatan c. Memanfaatkan kesempatan
kepada siswa untuk yang diberikan oleh guru
menanyakan materi yang untuk menanyakan materi
belum dipahami yang belum dipahami
d. Bersama siswa menyimpulkan d. Bersama guru menyimpulkan
materi ovulasi materi

Kegiatan Pembelajaran
No Guru Siswa Waktu
dan menstruasi tentang ovulasi dan
73

menstruasi
e. Memberikan waktu kepada e. Memanfaatkan kesempatan
siswa untuk mempelajari hasil untuk mempelajarinya
diskusi dan kesimpulan mated
yang dirangkum bersama-sama
pada pertemuan sebelumnya
C Penutupan
a. Membagikan soal post test a. Mengerjakan soal tes dengan
pasca siklus I materi ovulasi dan sungguh-sungguh
menstruasi
b. Guru membagikan angket b. Mengisi angket dengan
kemandirian belajar siswa sungguh-sungguh
c. Guru membagi siswa menjadi 5 c. Siswa mencatat pembagian
kelompok dan membagi mated kelompok dan mated. Siswa
selanjutnya menjadi 5 sub mencari literatur yang
mated. Kemudian menugaskan berkaitan dengan mated yang
siswa untuk belajar kelompok telah ditetapkan dad berbagai
dirumah tentang mated minggu sumber sebagai bahan
depan presentasi pertemuan
selanjutnya
d. Guru menutup pertemuan d. Siswa menjawab salam guru
dengan mengucap salam
74

V. Alat/ Bahan/ Sumber Belajar:


 Alat
1. Whiteboard
2. Black board
3. Alat tulis
4. Lap top
5. LCD
6. Penggaris
7. Penghapus
 Bahan
Media gambar
 Sumber belajar Buku siswa
Arlyuna, Dyah. 2007. Biologi SMA Kelas XI. Jakarta : ESIS
Beberapa referensi lain misal gambar-gambar dari internet

VI. Penilaian
1. Prosedur penilaian
a. Penilaian tes tertulis
b. Penilaian angket kemandirian belajar siswa
c. Penilaian lembar observasi kemandirian belajar siswa
d. Wawancara
2. Alat penilaian
a. Instrumen soal-soal bentuk isian: terlampir
b. Instrumen angket kemandirian belajar siswa
c. Instrumen lembar observasi kemandirian belajar siswa
d. Instrumen wawancara
75

LAMPIRAN I
INSTRUMEN PENILAIAN POST TEST
A
11.
Macam alat Nama Cara penggunaan
kontrasepsi
Mekanik a. lUD a. Dengan memasang di mulut rahim
b. Tissue KB b. diusapkan pada vagina
c. Spermatisida c. dioleskan pada vagina
d. kondom d. langsung dipakai
Hormon a. pil a. diminum setiap hari
b. suntik b. suntik langsung
c. Susuk c. Depot progesteron, pemasangan
dan pencabutan hams dengan
operasi kecil
Steril a. Vasektomi a. mengikat saluran sperma
b. Tubektomi b. mengikat sel indung telur

Kriteria penilaian:
Tiap nomor l-10 skor 10
Nomor 11  skor 10
Total skor = nilai  (10+10) x 5 =100
76

LAMPIRAN II
MEDIA GAMBAR SIKLUSI

A. Kelompok 1  7 orang (Oogenesis-ovulasi)

Gambar 3. Gambar 4.
77

Gambar 5. Gambar 6

Gambar 7
78

B. Kelompok 2  8 orang (Proses ovulasi)


79
80
81

C. Kelompok 3  8 orang (frase menstruasi – DRA ovulasi)


82

D. Kelompok 4  7 orang (fase ovulasi – pasca ovulasi)


83

E. Kelompok 58 orang (alat kontrasepsi)


Macam
alat Nama Cara penggunaan Prinsip Kerja
kontrasepsi
Mekanik a. a.
b. b.
c. c.
d. d.
Hormon a. a.
b. b.
c. c.

Steril a. a.
b. b.
84
85